Showing posts with label Bantuan Pulsa. Show all posts
Showing posts with label Bantuan Pulsa. Show all posts

Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

Admin 9/23/2020
Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

BlogPendidikan.net
- Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen mulai disalurkan. Penyaluran kuota belajar dari Kemendikbud dimulai Selasa (22/9/2020). Rencananya, penyaluran akan dilakukan bertahap dari September hingga Desember 2020.

Lantas, bagaimana cara mengecek dan mengetahui apakah bantuan sudah diterima atau belum?
Berikut ini rincian cara mengecek bantuan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan Telkomsel, XL, Axis, dan Tri.


Telkomsel

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menerangkan, bantuan kuota internet Kemendikbud dikhususkan bagi pelajar atau mahasiswa dan pengajar dari sekolah atau universitas yang sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mengenai status pendaftaran apakah telah tercatat dalam Dapodik atau belum, pelajar atau mahasiswa dapat menghubungi admin atau perwakilan sekolah dan kampus terkait.

Apabila sudah terdaftar maka pelanggan akan menerima SMS pemberitahuan (pengirim Telkomsel). Nantinya, pengecekan besaran bantuan kuota data internet bagi pelanggan Telkomsel dapat diakses melalui menu *888# di nomor panggilan dan aplikasi MY Telkomsel.


Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI ini, nantinya tidak akan memengaruhi kuota lain milik penerima.

“Bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI dapat dikombinasikan dengan paket kuota data lainnya dari Telkomsel,” ujar Denny kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, Telkomsel sejak awal pandemi juga telah menghadirkan sejumlah inisiatif untuk produk dan layanan dalam bentuk paket internet untuk menunjang PJJ. Seperti paket kuota belajar 10 GB senilai Rp 10 dan penyediaan kartu perdana bagi peserta didik.

Tri

Bagi pelanggan dengan nomor 3 (Tri) yang nomornya sudah didaftarkan di Dapodik oleh pihak sekolah dan kampus juga akan mendapatkan notifikasi melalui SMS.

“3 akan mengirimkan SMS notifikasi jika pelanggan telah terdaftar dan berhak mendapatkan bantuan kuota internet dari Kemendikbud,” kata Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Adapun nantinya untuk mengecek besaran bantuan kuota dari Kemendikbud ini, pelajar ataupun mahasiswa dapat melakukan cek sisa kuota internet secara detail melalui *123*10*3# atau melalui aplikasi Bima+.


Lebih lanjut, Danny menerangkan, jika pelajar belum mendapatkan bantuan maka dapat menanyakan ke bagian administrasi masing-masing. Terkait dengan bantuan kuota Kemendikbud ini, pihaknya juga menerangkan, bantuan ini tidak akan memengaruhi kuota lain yang ada pada nomor pelanggan Tri.

“Tidak akan terpengaruh karena pembelian paket internet lain merupakan tambahan dari paket bantuan Kemendikbud,” ujar dia.

XL dan Axis

Untuk kuota belajar Kemendikbud bagi pelanggan XL dan AXIS, proses yang dilakukan sama dengan operator lainnya. Pelanggan XL mendapatkan bantuan kuota yang didasarkan mekanisme pendataan penerima yang dilakukan Pusdatin Kemendikbud.

“Pusdatin sebagai bagian dari Kemendikbud memfasilitasi masing-masing sekolah untuk mengumpulkan data, kemudian operator atau XL Axiata melakukan verifikasi nomor untuk memastikan tidak ada nomor yang invalid, untuk kemudian masing-masing operator termasuk XL Axiata akan melaporkan status pemberian paket datanya ke Pusdatin,” jelas Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

Ayu menjelaskan, nantinya penerima bantuan kuota akan menerima SMS notifikasi setelah paket bantuan kuota masuk ke nomor tersebut. Ia menjelaskan, saat ini bantuan kuota masih berproses pencairannya ke nomor yang tercatat di Pusdatin.

Terkait dengan cara mengecek saldo kuota bantuan, pelanggan XL prepaid dapat melakukannya melalui aplikasi myXL. Pelanggan prioritas akan mengeceknya melalui aplikasi AxisNet. Nantinya, pada pilihan paket detail, silakan cek paket Terus Belajar.

Adapun untuk pengecekan melalui UMB bisa dilakukan dengan menekan *123#, kemudian pilih Info, pilih Info Kartu-XL-ku, pilih Info Cek Kuota, dan pilih paket Terus Belajar.

Terkait dengan pertanyaan apakah nantinya jika pelanggan membeli paket internet lain akan berpengaruh pada paket bantuan Kemendikbud atau tidak, pihaknya menerangkan, hal itu tidak akan memengaruhi kuota Kemendikbud tersebut.

“Kuota dari paket yang berbeda (paket membeli sendiri dan paket gratis kuota Kemendikbud) bisa digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan alokasi masing-masing,” terang dia. (*)

Berikut Daftar Aplikasi dan Laman PJJ Yang Dapat Diakses Dari Bantuan Kuota Kemendikbud

Admin 9/22/2020
Berikut Daftar Aplikasi dan Laman PJJ Yang Dapat Diakses Dari Bantuan Kuota Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenndikbud) telah memastikan jadwal penyaluran kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen serta pendidik. Kuota internet gratis tersebut akan mulai disalurkan Selasa, 22 September 2020 selama empat bulan hingga Desember mendatang.

Rinciannya, total peserta didik PAUD akan mendapatkan 20 GB per bulan dan peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB per bulan. Lalu, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebanyak 42 GB per bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan total 50 GB per bulan.


Namun demikian, dari total kuota internet gratis tersebut ada dua jenis, terdiri dari kuota umum dan kuota belajar. Dari dua jenis kuota itu, setiap penerima paket internet gratis akan menerima masing-masing 5 GB untuk kuota umum.

Kuota umum 5 GB ini, dapat digunakan untuk mengakses semua situs laman dan aplikasi.

Sisanya, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi tertentu yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Berikut Rincian Jumlah Paket Kuota Internet yang diterima:

* Peserta didik PAUD : 20 GB per bulan. 
Rincian: 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

* Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah : 35 GB per bulan
Rincian : 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

* Pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah : 42 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

* Mahasiswa dan dosen : 50 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Fungsi Jenis Kuota

Melansir laman kuota-belajar.kemdikbud.go.id, dijelaskan bahwa fungsi kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Kemendikbud juga telah merinci jenis laman dan aplikasi yang dapat diakses untuk kuota belajar tersebut.

Terdapat 19 aplikasi dan laman belajar, di antaranya:

1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16. Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp.

Aplikasi Video Conference:

1. Cisco Webex
2. Google Meet
3. Microsoft Teams
4. U Meet Me
5. Zoom

Website:

1. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
2. bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id
3. bse.kemdikbud.go.id
4. buku.kemdikbud.go.id
5. cambridgeenglish.org
6. elearning.gurudaringmilenial.id
7. guruberbagi.kemdikbud.go.id
8. icando.co.id
9. indihomestudy.com
10. infomedia.co.id
11. kelaspintar.id
12. lms.seamolec.org
13. mejakita.com
14. melajah.id
15. pijarmahir.id
16. pijarsekolah.id
17. rumahbelajar.id
18. setara.kemdikbud.go.id
19. suaraedukasi.kemdikbud.go.id
20. tve.kemdikbud.go.id
21. www.indonesiax.co.id
22. www.wekiddo.com

Sumber: kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Hanya 5 GB Kuota Internet Gratis Kemendikbud Full Akses, Berikut Rinciannya PAUD, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa

Admin 9/21/2020
Hanya 5 GB Kuota Internet Gratis Kemendikbud Full Akses, Berikut Rinciannya PAUD, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenndikbud) telah memastikan jadwal penyaluran kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen serta pendidik. Kuota internet gratis tersebut akan mulai disalurkan Selasa, 22 September 2020 selama empat bulan hingga Desember mendatang.

Rinciannya, total peserta didik PAUD akan mendapatkan 20 GB per bulan dan peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB per bulan. Lalu, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebanyak 42 GB per bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan total 50 GB per bulan.

Namun demikian, dari total kuota internet gratis tersebut ada dua jenis, terdiri dari kuota umum dan kuota belajar. Dari dua jenis kuota itu, setiap penerima paket internet gratis akan menerima masing-masing 5 GB untuk kuota umum.

Kuota umum 5 GB ini, dapat digunakan untuk mengakses semua situs laman dan aplikasi.

Sisanya, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi tertentu yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Berikut Rincian Jumlah Paket Kuota Internet yang diterima:

* Peserta didik PAUD : 20 GB per bulan. 
Rincian: 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

* Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah : 35 GB per bulan
Rincian : 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

* Pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah : 42 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

* Mahasiswa dan dosen : 50 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Fungsi Jenis Kuota

Melansir laman kuota-belajar.kemdikbud.go.id, dijelaskan bahwa fungsi kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Kemendikbud juga telah merinci jenis laman dan aplikasi yang dapat diakses untuk kuota belajar tersebut.

Terdapat 19 aplikasi dan laman belajar, di antaranya:

1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16. Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp.

Sumber: kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Artikel ini juga telah tayang di tribunpontianak.co.id 

Berikut Jadwal Penyaluran Bantuan Kuota Internet Untuk Siswa

Admin 9/21/2020
Berikut Jadwal Penyaluran Bantuan Kuota Internet Untuk Siswa

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan petunjuk teknis terkait implementasi dan penyaluran subsidi kuota internet untuk pelajar dan pengajar. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud No. 14 Tahun 2020.

Subsidi kuota internet diberikan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi virus corona (Covid-19).


"Bantuan kuota data internet [ini] diberikan kepada siswa, mahasiswa, pendidik dan guru, serta dosen," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim melalui keterangan pers, Senin (21/9).

Berikut jadwal lengkap pengiriman kuota dikutip dari keterangan resmi Kemendikbud.

1. Bulan pertama
Tahap 1: 22-24 September 2020
Tahap 2: 28-30 September 2020

2. Bulan kedua
Tahap 1: 22-24 Oktober 2020
Tahap 2: 28-30 Oktober 2020

3. Bantuan ketiga dan keempat
Tahap 1: 22-24 November 2020
Tahap 2: 28-30 November 2020

Penyaluran kuota internet bakal dikirim langsung oleh operator ke masing-masing penerima. Kuota bakal diterima siswa selama September-Desember, dan disalurkan dalam dua tahap per bulan.


Kuota bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 hari terhitung semenjak diterima. Sedangkan kuota bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 hari secara bersamaan pada bulan November terhitung semenjak diterima.

Setiap peserta subsidi bakal menerima kuota umum dan kuota belajar dengan rincian tertentu. Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang tercantum pada kuota-belajar.kemdikbud.go.id.


Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bakal mendapat 20 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 15 gigabyte kuota belajar. Siswa jenjang dasar dan menengah bakal mendapat 35 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 30 gigabyte kuota belajar.

Kemudian guru bakal mendapat 42 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 37 gigabyte kuota belajar. Mahasiswa dan dosen bakal mendapat 50 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 45 gigabyte kuota belajar. (*)

(Sumber: CNNIndonesia.com)

Ada Yang Kumpul Data Nomor Ponsel Siswa Untuk Disetor Pada Calon Kepala Daerah

Admin 9/13/2020
Ada Yang Kumpul Data Nomor Ponsel Siswa Untuk Disetor Pada Calon Kepala Daerah

BlogPendidikan.net
- Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 baru mulai pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon). Namun, para paslon dan tim sukses sudah bekerja untuk memenangkan pertarungan.

Bagi para paslon, pilkada ini pertarungan terbuka, maka mereka tidak boleh kalah cepat dalam memanaskan mesin. Sayangnya, cara-cara yang digunakan kadang-kadang kerap melanggar aturan.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan ada permintaan nomor-nomor handphone siswa kelas XII yang diduga dilakukan jajaran dinas pendidikan di beberapa daerah. Siswa kelas XII itu merupakan pemilih pemula dna potensial dalam pilkada.

“Permintaan nomor handphone ini bersamaan waktunya atau memanfaatkan momen input data nomor handphone siswa ke dalam dapodik (data pokok pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” ujar Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam konferensi pers daring, Minggu (13/9/2020).

Pendataan oleh sekolah itu sebenarnya untuk memperoleh bantuan kuota internet peserta didik. Tentu data nomor handphone itu bisa dimanfaatkan untuk kampanye terselubung.

Heru menjelaskan permintaan data nomor ponsel para siswa itu disampaikan langsung ke kepala sekolah, baik SMA maupun SMK. “FSGI mendapatkan laporan adanya perintah pencatatan nomor handphone alumni di jenjang pendidikan SMA/SMK dan diserahkan kepada calon kepala daerah,” ucapnya.

Padahal, menurut Heru, perintah itu tidak ada kaitannya dengan kewajiban pejabat pembina kepegawaian (PPK) dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Pemilih pemula menjadi target calon kepala daerah karena jumlahnya mencapai 30 persen dari total pemilih. “Patut diduga, permintaan itu adanya kaitannya dengan kepentingan pribadi calon tertentu,” tegasnya.

FSGI menjabarkan permintaan data nomor-nomor handphone itu diduga melanggar sejumlah aturan. Salah satunya, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintah.

“Diatur adanya asas umum pemerintahan yang baik dimana pejabat publik seharusnya tidak memiliki konflik kepentingan. Juga pejabat tata usaha negara dilarang memiliki konflik kepentingan,” pungkasnya. (*)

Hari Ini Batas Akhir Setor Nomor Ponsel Guru dan Siswa di Vervalponsel.data.kemendikbud

Admin 9/11/2020
Hari Ini Batas Akhir Setor Nomor Ponsel di Vervalponsel.data.kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Hari ini, Jumat (11/9/2020), menjadi tenggat waktu terakhir pengajuan nomor telepon seluler atau handphone (HP) dalam program subsidi kuota internet untuk siswa dan guru yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud). 

Hal itu terkonfirmasi oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani. "Benar (terakhir hari ini), 11 September 2020," kata Evy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/9/2020).


Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadwalkan pendataan dibatasi hingga 31 Agustus 2020. Namun, diperpanjang hingga hari ini, Jumat, 11 September 2020. Adapun pengisian data tersebut dilakukan melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Cara mendapatkannya 

Evy mengungkapkan, pemberian kuota gratis ini untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh ( PJJ). Kemendikbud akan memberikan kuota internet gratis kepada siswa sebesar 35 GB per bulan dan guru 42 GB per bulan. Adapun mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB per bulan.


Rencananya, Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota internet untuk siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020. 

Adapun langkah-langkahnya, seluruh kepala satuan pendidikan atau sekolah melengkapi nomor ponsel penerima subsidi. Pengisian data melalui aplikasi Dapodik. Kuota internet akan dikirim ke nomor ponsel yang dimasukkan ke aplikasi tersebut.


Dapodik sendiri berfungsi untuk menjaring data pokok pendidikan (Satuan Pendidikan, Peserta Didik serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang akan dimanfaatkan dalam berbagai kebijakan pendidikan. 

Pengisian data maksimal pada 11 September 2020. Sebelumnya diberitakan, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet siswa, guru, mahasiswa serta dosen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, upaya ini dilakukan atas masukan masyarakat yang mayoritas terkendala pulsa kuota internet dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Pulsa ini adalah (masalah) nomor satu," papar Nadiem di ruang rapat Komisi X DPR RI, seperti dilansir laman Kemendikbud, Kamis (27/8/2020). (*)