Showing posts with label Belajar Daring. Show all posts
Showing posts with label Belajar Daring. Show all posts

Terima Kasih, Kuota Internet Kemendikbud Suda Disalurkan Untuk Bulan November - Desember

Admin 11/22/2020
Terima Kasih, Kuota Internet Kemendikbud Suda Disalurkan Untuk Bulan November - Desember

BlogPendidikan.net
- Terima Kasih, Kuota Internet Kemendikbud Suda Disalurkan Untuk Bulan November - Desember.

Cair hari ini 22 November 2020, bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud langsung untuk dua bulan November dan Desember. Pencairan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud periode November dan Desember akan mulai cair hari ini 22 November namun dalam dua tahap.

Tahap pertama pencairan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud untuk bulan November dan Desember akan cair di tanggal 22-24 November. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung pada 28-30 November 2020.

Penjelasan periode pencairan bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud dilansir dari instagram resmi Ditjen Dikti pada Selasa, 17 November 2020.

Unggahan Dirjen Dikti menyebutkan bahwa bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud untuk bulan ketiga dan keempat, yaitu (November dan Desember) akan dikirim secara bersamaan mulai hari ini 22 November.

Bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud terdiri dari Kuota Internet dan Kuota Belajar. Kuota Internet berfungsi seperti kuota reguler yang bisa digunakan di semua laman dan aplikasi di internet.

Sedangkan Kuota Belajar Kemdikbud merupakan gabungan Kuota Pendidikan untuk akses situs dan aplikasi e-learning, Kuota Conference untuk akses platform konferensi video, serta Kuota Chat untuk menggunakan aplikasi WhatsApp.

Kuota belajar yaitu kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Lantas, siapa saja yang bisa dan berhak mendapatkan bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud?

Berikut rincian besaran dari bantuan kuota internet gratis belajar online dari Kemendikbud yang akan diterima berdasarkan segmentasi yang telah ditentukan:

Peserta Didik Jenjang PAUD mendapat jatah sebesar 20 GB, dengan rincian 5 GB Kuota Internet Kemdikbud & 15 GB Kuota Belajar Kemdikbud.

Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar & Menengah mendapat jatah sebesar 35 GB dengan rincian 5 GB Kuota Internet Kemdikbud & 30 GB Kuota Belajar Kemdikbud.

Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar & Menengah mendapat jatah sebesar 42 GB dengan rincian 5 GB Kuota Internet Kemdikbud & 37 GB Kuota Belajar Kemdikbud.

Kemudian Dosen dan Mahasiswa mendapat jatah sebesar 50 GB dengan rincian 5 GB Kuota Internet Kemdikbud & 45 GB Kuota Belajar Kemdikbud.

Bantuan kuota untuk bulan November dan Desember berlaku selama 75 hari.

Nah, Kuota Internet Pendidikan ini diberikan secara bertahap mulai September hingga November 2020 kepada pelanggan yang sudah terdaftar dan masuk dalam Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang diajukan pihak sekolah di Dapodik Kemendikbud.

Adapun batas unggah SPTJM tahap I jatuh pada hari Jumat, 20 November 2020. Sedangkan tahap II jatuh pada hari Kamis, 26 November 2020.

Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk

Admin 10/30/2020
Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk

BlogPendidikan.net
- Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk.

Kasus ketiga, siswa SMP nekat bunuh diri karena stres dengan tekanan belajar daring PJJ. Kali ini, siswa bunuh diri karena PJJ terjadi di salah satu SMP di Tarakan, Kalimantan Utara. Siswa SMP berusia 15 tahun itu ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti, menuturkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh sekolah di masa pandemi Covid-19 ini kembali memicu depresi dan membuat seorang siswa nekat bunuh diri.


"Ini adalah kasus ketiga siswa meninggal dengan faktor utama penyebabnya karena beratnya menjalani PJJ. Yang pertama siswi SD berusia 8 tahun, dan kedua siswi SMA di Gowa yang bunuh diri dengan menengak racun," kata Retno kepada Warta Kota, Jumat (30/10/2020).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kata Retno, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya seorang siswa di salah satu SMP di Tarakan itu.

"Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut mengejutkan kita semua, apalagi pemicu korban bunuh diri adalah banyaknya tugas sekolah daring yang menumpuk yang belum dikerjakan korban sejak tahun ajaran baru. Padahal syarat mengikuti ujian akhir semester adalah mengumpulkan seluruh tugas tersebut," kata Retno.


Kasus bunuh diri katanya bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. "Melainkan adanya akumulasi dan rentetan panjang yang dialami individu tersebut dan dia tidak kuat menanggungnya sendirian," tambah Retno.

Sebenarnya, menurut Retno, kondisi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berlangsung lama. Artinya, sudah banyak yang mulai bisa beradaptasi. "Namun, ada juga yang justru makin terbebani. Salah satunya adalah siswa SMP di Tarakan, Kalimantan Utara ini," ujarnya.

Menurut Reno, ia sudah mendengarkan langsung penjelasan rinci dari ibunda korban dalam suatu dialog interaktif di salah satu TV Nasional pada 29 Oktober 2020 lalu. Ibunda korban katanya menjelaskan bahwa ananda memang pendiam dan memiliki masalah dengan pembelajaran daring.

"Anak korban lebih merasa nyaman dengan pembelajaran tatap muka, karena PJJ daring tidak disertai penjelasan guru, hanya memberi tuga-tugas saja yang berat dan sulit dikerjakan," kata Retno.


Ibu korban katanya menjelaskan bahwa saat PJJ fase pertama, kesulitan PJJ masih bisa diatasi karena materi pembelajaran sudah sempat diterima para siswa selama 9 bulan dan saat PJJ sudah menjelang ujian akhir tahun.

Namun ketika PJJ fase kedua pada tahun ajaran baru (Juli 2020), saat naik ke kelas IX (sembilan) dengan semua materi baru dan penjelasan materi dari guru sangat minim. Sehingga katanya banyak soal dan penugasan yang sulit dikerjakan atau diselesaikan para siswa.

"Akhirnya tugasnya menumpuk hingga jelang ujian akhir semester ganjil pada November 2020 nanti," katanya. Pada 26 Oktober 2020, kata Retno, ibu korban mengaku menerima surat dari pihak sekolah yang isinya menyampaikan bahwa anak korban memiliki sejumlah tagihan tugas dari 11 mata pelajaran.

Rata-rata jumlah tagihan tugas yang belum dikerjakan anak korban adalah tiga hingga lima tugas per mata pelajaran. "Jadi bisa dibayangkan beratnya tuga yang harus diselesaikan ananda dalam waktu dekat, kalau rata-rata tiga mata pelajaran saja, ada 33 tugas yang menumpuk selama semester ganjil ini," katanya.

Retno menjelaskan menurut orangtua korban, anaknya belum menyelesaikan tugasnya bukan karena malas, tetapi karena memang tidak paham sehingga tidak bisa mengerjakan.


"Sementara orangtua juga tidak bisa membantu ananda. Ibu korban sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait beratnya penugasan sehingga anaknya mengalami kesulitan, namun pihak sekolah hanya bisa memberikan keringanan waktu pengumpulan, tapi tidak membantu kesulitan belajar yang dialami ananda," ujar Retno.

Persoalan lain, kata Retno peranan orang tua ikut membuat siswa banyak tertekan karena mereka memang tidak memiliki kemampuan untuk membimbing atau mengajar. Orangtua mengaku tidak bisa menyelesaikan karena memang tidak bisa mengerjakannya, dan tidak paham materinya.

Jadi kata Retno, orangtua hanya bisa meminta anaknya mengerjakan, sementara tidak memiliki kapasitas membantu anaknya mengerjakan tugas-tugas tersebut. "Orangtua korban menduga kuat kalau surat dari sekolah yang diterima sehari sebelum korban memutuskan mengakhiri hidupnya adalah merupakan pemicu.

"Pasalnya dalam surat tersebut ada 'tekanan' jika tugas-tugas tersebut tidak dikumpulkan ke gurunya, maka anak korban tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil nantinya.

"Anak korban yang sudah duduk di kelas akhir atau kelas 9 kemungkinan ketakutan tidak mampu mengerjakan tugas, sehingga tidak boleh ikut ujian semester dan nanti bisa tidak lulus SMP," kata Retno.

Barangkali menurut Retno, tujuan pihak sekolah dengan surat itu hanya sekedar mengingatkan dan memberikan dorongan agar para siswanya mengerjakan atau menyelesaikan tugas-tugasnya yang tertumpuk.

"Namun, bagi remaja yang mengalami masalah mental, kecemasan, stress atau malah depresi selama masa pandemi karena ketidakmampuan mengerjakan tugas-tugas PJJ, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan pikiran tentang bunuh diri," katanya.

Retno menjelaskan kasus Siswa SMP berusia 15 tahun di Tarakan yang bunuh diri pada 27 Oktober 2020 karena PJJ, bukan kasus pertama. Sebelumnya, di bulan yang sama, siswi 17 tahun di Kabupaten Gowa juga bunuh diri karena depresi menghadapi tugas-tugas sekolah yang menumpuk selama PJJ fase kedua.

Sedangkan pada September 2020, seorang siswa SD 8 tahun mengalami penganiayaan dari orangtuanya sendiri karena sulit diajari PJJ. "Ada 3 nyawa anak yang menjadi korban karena beratnya PJJ selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, KPAI menyampaikan beberapa rekomendasi menyikapi peristiwa ini.

"Pertama, KPAI mendorong Kemdikbud RI, Kementerian Agama RI, Dinas-dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada fase kedua yang sudah berjalan selama 4 bulan," kata Retno.

Menurutnya tidak ada kasus bunuh diri siswa, bukan berarti sekolah atau daerah lain, PJJ nya baik-baik saja. "Karena bisa jadi kasus yang mencuat ke publik merupakan gunung es dari pelaksanaan PJJ yang bermasalah dan kurang mempertimbangkan kondisi psikologis anak, dan tidak didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak," katanya.

Kedua, kata Retno, KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi PJJ di masa pandemi.

"Mengingat PJJ secara daring berpotensi membuat anak kelelahan, ketakutan, cemas, dan stres menghadapi penugasan yang berat selama PJJ," kata Retno. Para guru Bimbingan Konseling (BK) menurut Retno, dapat diberdayakan selama PJJ di masa pandemi ini.

Sehingga masalah gangguan psikologis pada para siswa dapat diatasi segera untuk mencegah peserta didik depresi hingga bunuh diri. "Walikelas dan guru kelas seharusnya dibantu dan dilatih untuk mampu memetakan dan mendeteksi siswa yang dapat mengikuti PJJ daring dan yang tidak," katanya.

Untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti PJJ, maka pihak sekolah harus berkoordinasi dengan orangtuanya dan bersinergi membantu kesulitan anaknya.

"Ketiga, KPAI mendorong Kemdikbud mensosialisasikan secara massif Surat Edaran Sesjen Kemdikbud Nomor 15 tahun 2020 tentang tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19," ujar Retno.

Dalam surat edaran tersebut, katanya dinyatakan bahwa tujuan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

"Banyak sekolah dan daerah belum memahami panduan PJJ dalam SE Sesjen Kemdikbud ini," kata Retno. "Keempat, KPAI juga mendorong Pemerintah Daerah Tarakan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta P2TP2A Tarakan untuk memberikan layanan rehabilitasi psikologi pada ibu korban maupun saudara kandung korban jika dibutuhkan keluarga korban. Tentu harus diawali dengan asesmen psikologi oleh psikolog dari Dinas PPPA Kota Tarakan," katanya.

Kelima, kata Retno, pada minggu ketiga November 2020, KPAI akan menyelenggarakan rapat koordinasi nasional untuk membahas hasil pengawasan bidang pendidikan selama pandemi Covid-19. Mulai dari persoalan PJJ sampai persiapan buka sekolah.

"Rakornas ini akan melibatkan seluruh stake holder pendidikan, Kemdikbud, Kemenag, KPPPA termasuk perwakilan sekolah," kata Retno.

Artikel ini juga telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Tekanan Belajar Daring PJJ Tugas Numpuk, Disorot KPAI, https://manado.tribunnews.com/2020/10/30/terjadi-lagi-siswa-smp-bunuh-diri-karena-tekanan-belajar-daring-pjj-tugas-numpuk-disorot-kpai?page=4

Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya

Admin 10/23/2020
Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya

BlogPendidikan.net
- Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya.

Kemendikbud telah membagikan bantuan kuota internet gratis kepada para pelajar dan pengajar bulan Oktober ini. Penyaluran kuota gratis khusus bulan Oktober tahap 1 akan dibagikan dari tanggal 22 sampai 24.

Dikutip BlogPendidikan.net dari Pikiran-Rakyat.com berikut persyaratan yang sudah dibuat oleh Nadiem Makarim, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan.


1.Peserta didik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar serta menengah harus terdaftar di aplikasi dapodik.

2.Peserta didik pun harus memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga, ataupun wali.

3.Khusus mahasiswa, harus terdaftar pada aplikasi PD Dikti dan berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan berganda.

4.Mahasiswa pun harus memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan dan nomor ponsel aktif.

5.Untuk pendidik di bidang PAUD dan pendidikan dasar serta menengah juga sama harus terdaftar di aplikasi dapodik dan punya nomor aktif.

Cara mendapatkannya sangat mudah. Bila nomor kamu sudah terdaftar di Dapodik disekolahmu atau PDDikti di kampusmu kuota internet gratis otomatis dapat langsung kamu nikmati. Tapi, bila kuota internet gratismu belum masuk, kamu tinggal lapor ke bagian Dapodik di sekolahmu atau PDDikti di kampusmu.


Untuk cara mengeceknya, anda  dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1.Download aplikasi My Telkomsel melalui Google Play Store.
2.Pilih menu ‘My Quota.’
3.Pilih menu ‘Internet,’ bila bantuan kuota internet gratis cair, otomatis kuota internet lokal dan internet bertambah.
4.Pilih menu ‘Multimedia,’ bila bantuan kuota internet gratis cair, otomatis muncul menu ‘Kuota Belajar’ atau ‘Kuota Belajar Kemendikbud.

Kuota internet belajar digunakan untuk mengakses aplikasi atau laman pembelajaran. Penyaluran kuota gratis hingga 50 GB ini, akan disalurkan kepada jenjang PAUD hingga SMA, beserta pengajar.

Berikut adalah tata cara dapatkan Kuota gratis untuk pelajar atau pendidik PAUD hingga SMA.

1.Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2.Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak sekolah atau operator pendidikan di sekolah masing-masing
3.Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota internet gratis terkumpul, selanjutnya pihak sekolah

Berikut adalah tata cara dapatkan Kuota gratis untuk Mahasiswa atau Dosen

1.Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2.Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak Universitas atau pengelola PDDikti di masing-masing Universitas atau Perguruan Tinggi
3.Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota internet gratis terkumpul, pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel tersebut ke aplikasi PDDikti.

Penyaluran kuota internet gratis akan disalurkan ke beberapa operator yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemendikbud, diantaranya Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren. Nantinya, kuota internet gratis dari Kemendikbud itu akan dibagi menjadi dua jenis kuota, yaitu kuota internet umum dan kuota internet belajar.

Artikel ini juga telah tayang di jakbarnews.pikiran-rakyat.com

Daftar Laman, Aplikasi dan Video Conference Terbaru Yang Dapat di Akses Dari Kuota Gratis Kemendikbud

Admin 10/23/2020
Daftar Laman, Aplikasi dan Video Conference Terbaru Yang Dapat di Akses Dari Kuota Gratis Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Aplikasi dan Video Conference Yang Bisa Diakses. Penyaluran bantuan kuota data internet oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bulan kedua dijadwalkan mulai disalurkan hari ini, Kamis 22 Oktober 2020. 

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani bulan lalu mengatakan, Kemendikbud telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar. Daftar webiste dan website kampus yang dapat diakses dengan kuota belajar dapat dilihat melalui laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Bila sebelumnya terdapat 19 aplikasi pembelajaran, 5 video conference, 22 website, dan 401 website universitas yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan PJJ, kini jumlah website pembelajaran semakin beragam.  


“Dijelaskan dalam laman tersebut kuota bantuan internet dari Kemendikbud dibagi dua, ada kuota umum dan kuota belajar. Kuota belajar ini hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang telah Kemendikbud siapkan guna mendukung pembelajaran jarak jauh,” jelas Evy di Jakarta, Selasa (22/09/2020), seperti dilansir dari laman Kemendikbud. 

Berikut aplikasi dan website yang masuk kuota belajar gratis dari Kemendikbud: 

1. admission.edulogy.id 
2. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital 
3. aminin.com 
4. ayoblajar.com 
5. bahaso.com 
6. banksoal.belajar.kemdikbud.go.id 
7. belajar.kemdikbud.go.id 
8. belajar.kemdikbud.go.id/edugame bersamahadapikorona.
9. kemdikbud.go.id 
10. bse.belajar.kemdikbud.go.id 
11. buku.kemdikbud.go.id 
12. cakap.com 
13. cambridgeenglish.org 
14. classroom.google.com/ 
15. duolingo.com 
16. edmodo.com 
17. education.microsoft.com 
18. edukasystem.com 
19. edulogy.id 
20. elearning.gurudaringmilenial.id 
21. ganecadigital.com 
22. guru.edulogy.id 
23. gurubelajar.kemdikbud.go.id 
24. guruberbagi.kemdikbud.go.id 
25. icando.co.id indihomestudy.com 
26. infomedia.co.id 
27. institusi.edulogy.id 
28. kahoot.com 
29. kahoot.it 
30. kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id 
31. kelaspintar.id 
32. kipin.id 
33. lms.seamolec.org 
34. mejakita.com 
35. melajah.id 
36. new.guru.edulogy.id 
37. pahamify.com 
38. petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id 
39. pijarmahir.id 
40. pijarsekolah.id 
41. quizziz.com 
42. ruangguru.com 
43. rumahbelajar.id 
44. sekolah.edulogy.id 
45. sekolah.mu 
46. setara.kemdikbud.go.id 
47. simpatik.belajar.kemdikbud.go.id 
48. siswa.edulogy.id 
49. skillacademy.com 
50. suaraedukasi.kemdikbud.go.id 
51. sumber.belajar.kemdikbud.go.id 
52. udemy.com 
53. ujian.siswa.edulogy.id 
54. unison.id vlab.
55. belajar.kemdikbud.go.id 
56. whatsapp.com 
57. www.indonesiax.co.id 
58. www.wekiddo.com 
59. zenius.net 

Sedangkan video conference yang dapat diakses dengan kuota belajar antara lain:
 
1. Google Meet 
2. Zoom 
3. Cisco Webex 
4. Microsoft Teams 
5. U Meet Me 

Besar kuota yang didapat Program bantuan kuota internet merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat terkait tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, untuk memfasilitasi pembelajaran daring seluruh guru, siswa, dosen, dan mahasiswa, khususnya di masa pandemi. 

“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan tidak hanya sebagian tetapi seluruh guru, siswa, dosen, dan mahasiswa dapat terbantu," terang Evy.  

Peserta didik PAUD mendapatkan paket kuota internet sebesar 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Lalu, paket kuota internet untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Sedangkan paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen ialah 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

Admin 10/22/2020
Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Siapa yang tidak kenal aplikasi laman ini, google classroom sebagian besar guru dan siswa menggunakan aplikasi ini untuk menunjang selama pembelajaran jarak jauh, dan menggunakannyapun sangat mudah. Bagi Anda guru dan siswa yang belum memahami cara menggunakan google classroom akan di jelaskan di artikel ini.

Pandemi virus COVID-19 yang sedang melanda dunia bikin proses belajar-mengajar di sekolah terpaksa ditiadakan sementara. Kelas online pun menjadi alternatif belajar jarak jauh. Kini, hanya dengan bermodal gadget, proses pembelajaran sudah bisa berjalan dari rumah.

Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran online adalah Google Classroom. Sebagai salah satu produk digital yang berada di bawah naungan Google, platform Google Classroom bisa dimanfaatkan secara gratis oleh guru dan siswa untuk kelas online.

Google Classroom bisa diakses menggunakan laptop, cukup dengan mengunjungi laman classroom.google.com Bagi pengguna smartphone, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Google Classroom yang terdapat di App Store maupun Play Store.

Platform ini memungkinkan setiap guru untuk membuat kelas online dan mengundang para murid mengikuti kelasnya. Google Classroom dibuat agar memudahkan guru dan siswa dalam berbagi file belajar.

Fitur dalam Google Classroom

Google Classroom menggabungkan layanan yang sudah dimiliki Google sebelumnya, yaitu Google Drive untuk membuat dan mengirim tugas, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk menulis, serta Gmail memungkinkan seluruh peserta kelas untuk berkomunikasi melalui email. Apa saja yang bisa kita manfaatkan dari Google Classroom?

Membuat tugas

Untuk urusan tugas, guru hanya perlu mengunggah dokumen atau file yang diperlukan untuk dibaca atau dikerjakan siswa. Selanjutnya siswa akan menerima pemberitahuan tentang tugas tersebut melalui email.

Mengatur jadwal

Untuk membantu mengatur jadwal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, terdapat Google Calendar yang sudah diintegrasikan ke dalam platform ini. Anda dapat membuat jadwal pengumpulan tugas, misalnya.

Membuat Pengumuman

Jika Anda ingin membuat pengumuman kepada seluruh kelas, fitur Google Classroom pun memungkinkan Anda untuk melakukan hal tersebut. Anda dapat dengan cepat mengetik pengumuman yang akan dikirimkan kepada semua siswa melalui email.

Membuat Penilaian

Dengan platform Google Classroom, guru juga dimungkinkan untuk melakukan penilaian dan kategori nilai. Terdapat 2 sistem nilai yang bisa dipakai, yaitu ‘Total Poin’ atau ‘Berdasarkan Kategori’. Dengan begitu, nilai akan dihitung secara otomatis.

Namun, jika sebagai guru Anda memilih untuk tidak memakai sistem penilaian, Anda bisa memilih opsi ‘Tidak ada Nilai Keseluruhan’ maka nilai tidak akan dihitung. Tidak hanya itu, Google Classroom memugkinkan para siswa untuk mengomentari tugas dan pengumuman. Mereka pun dapat mengirim email satu sama lain melalui antarmuka kelas.

Dengan kelengkapan fitur yang dimiliki Google Classroom, kegiatan belajar mengajar secara online akan terasa jauh lebih mudah. Jika Anda belum pernah menggunakan platform ini sebelumnya, tidak perlu risau. Akan dijelskan panduan mudah bagi Anda, guru maupun siswa.

Cara Memakai Google Classroom

Sebagaimana produk Google lainnya, untuk bisa menggunakan layanan Google Classroom Anda harus punya akun Google terlebih dulu. Buatlah akun Google dahulu jika Anda belum memilikinya.

Akses Masuk

Masuk ke laman classroom.google.com lalu login menggunakan akun Google Anda. Akan muncul pilihan role, apakah Anda sebagai siswa atau guru (seperti ditampilkan gambar berikut).

Cara menggunakan Google Classroom untuk guru:

* Di sudut kanan atas ada ikon tambahkan (+) untuk membuat kelas (create class).



* Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk membuat kelas dan mengisi nama kelas (class name).
* Lengkapi keterangan tentang kelas Anda: section (bagian), subject (subjek), dan room (ruangan).
* Selanjutnya Google Classroom sudah siap digunakan.

Mengundang Siswa

Anda baru saja membuat kelas dan ingin mengajak para siswa bergabung, caranya mudah. Anda hanya perlu meng-copy dan membagikan kode kelas yang tertera di sebelah kiri atas.

Jika Anda hendak mengundang siswa melalui email, berikut ini caranya:

* Buka laman Google Classroom Anda
* Klik ‘people’
* Selanjutnya klik ‘invite student’
* Masukkan alamat email siswa yang akan diajak bergabung
* Terakhir klik ‘invite’

Siswa akan menerima email ajakan bergabung ke kelas Anda.

Cara menggunakan Google Classrom untuk siswa:

* Klik icon (+) yang ada di sudut kanan atas.


* Pilih join class (gabung kelas), masukkan kode yang telah dibagikan oleh guru.


* Pilih join (gabung)
* Selanjutnya Anda sudah bisa mengikuti kelas online bersama teman-teman dan guru.

Demikian penjelasan cara mudah menggunakan google classroom bagi guru dan siswa semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi jika artikel ini penting untuk disebarkan! (*Admin)

IGI: Kemendikbud Harus Ingatkan Guru Agar Tidak Memberi Banyak Tugas Kepasa Murid Selama PJJ

Admin 10/20/2020
IGI: Kemendikbud Harus Ingatkan Guru Agar Tidak Memberi Banyak Tugas Kepasa Murid Selama PJJ

BlogPendidikan.net
- Seorang siswi SMA berinisial MI (16), di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas terbujur kaku di bawah tempat tidurnya pada Sabtu, 17 Oktober 2020. Korban tewas diduga karena bunuh diri dengan cara minum racun rumput. 

Alasannya, karena depresi dengan banyaknya tugas sekolah yang dilakukan secara daring. Kejadian itu mendapat sorotan dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ikatan Guru Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli menyampaikan, kejadian bunuh diri siswa di Gowa seharusnya bisa menjadi alarm yang keras bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), agar bisa mengingatkan kepada guru-guru tidak memberikan tugas yang banyak pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online. 

Karena, dengan banyaknya beban tugas bisa memberikan dampak depresi kepada para siswa. "Stres dialami siswa akibat PJJ tidak memiliki standar khusus dan cenderung memberatkan siswa dari tugas yang diberikan guru. Dengan mudahnya guru memberikan tugas kepada siswa. 

Ini jadi alarm bagi pemerintah untuk mengingatkan guru," ungkap Muhammad Ramli dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2020). Dia menekankan, standar penugasan oleh guru juga tidak diatur, baik oleh Kemendikbud, dinas pendidikan provinsi maupun dinas pendidikan Kabupaten Kota. 

Bisa dibayangkan jika setiap guru memberikan satu saja tugas setiap minggu maka setiap siswa akan mendapatkan 14-16 tugas yang harus dituntaskan, sebelum mata pelajaran dilanjutkan minggu depannya. 

Memang guru, kata dia, sangat mudah memberikan tugas, apalagi mereka saat ini didukung dengan Learning Management System (LMS), jadi tak perlu tampil di depan kelas lagi dan cukup memberikan tugas lewat LMS yang ada. Namun, mereka tidak memperhitungkan secara komprehensif beban tugas yang diberikan ke siswa tersebut. 

Guru harus peka beban siswa 

Seharusnya, dia mengharapkan, kepala sekolah dan para guru konseling mampu mengetahui dan mengukur beban yang dialami oleh siswa, akibat banyaknya penugasan penugasan yang dilakukan oleh para guru di suatu sekolah terhadap 1 siswa. 

Sehingga bisa menjadi standar bagi guru-guru di sekolah tersebut untuk memberikan penugasan kepada siswanya. Setiap daerah, lanjut dia, seharusnya mempertimbangkan kemampuan jaringan internet di daerahnya, ketersediaan alat baik berupa tablet smartphone maupun laptop dan komputer di daerah tersebut yang dimiliki oleh siswanya. 

Kemudian mempertimbangkan kemampuan ekonomi siswa di daerah-daerah, sehingga pemerintah tidak berlepas tangan cukup dengan memberikan kuota data kepada siswa saja. "Tetapi, pemerintah harus memahami secara penuh suasana dan kondisi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Dan semua itu seharusnya diatur dan dibuat standarnya oleh Kemendikbud," tegas dia. 

Dia menambahkan, Ikatan guru Indonesia sejak awal sudah menyampaikan pesan kepada Mendikbud Nadiem Makarim, bahwa beban mata pelajaran yang dialami oleh siswa sesungguhnya menjadi masalah utama rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. 

"Namun hingga saat ini upaya penyederhanaan kurikulum tampaknya masih mengalami jalan buntu. Nadiem Makarim seolah tidak punya formulasi untuk menuntaskan masalah jumlah mata pelajaran yang sangat membebani anak didik," pungkas dia. 

Kontak bantuan 

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.  

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul "IGI Minta Kemendikbud Ingatkan Guru Tidak Beri Banyak Tugas",

Siswi Depresi Bunuh Diri Dengan Minum Racun Diduga Karena Belajar Online, Dan Merekamnya

Admin 10/19/2020
Siswi Depresi Bunuh Diri Dengan Minum Racun Karena Belajar Online, Dan Merekamnya
MS mulai meneguk racun sambil merekam video Image Source: fajar.co.id

BlogPendidikan.net
- Dunia pendidikan kembali berduka, minimnya standar pengelolaan pembelajaran jarak jauh kembali menelan korban. Diduga lantaran beban tugas daring dari sekolahnya, seorang siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan berinisial MI berusia 16 tahun nekat bunuh diri dengan meminum racun rumput, pekan lalu.

Koban diduuga bunuh diri akibat depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolahnya. Korban kerap bercerita pada teman-temannya. Perihal sulitnya akses internet di kampung. Sulitnya akses internet di kediamannya menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk.

Mirisnya, MI merekam aksi bunuh dirinya dalam sebuah video. Rekaman ponsel berdurasi 32 detik itu menunjukkan detik-detik ketika korban meminum racun rumput.

Kejadian ini menurut Jaringan Sekolah Digital Indonesia bukan kejadian tunggal. Stres yang dialami siswa akibat pembelajaran jarak jauh yang tidak memiliki standar khusus dan cenderung sangat memberatkan siswa.

"Dari sisi tugas-tugas dari guru telah mengakibatkan depresi terhadap siswa. Yang akhirnya dapat berujung pada kejadian bunuh diri seperti ini," ungkap Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Jaringan Sekolah Digital Indonesia, Senin (19/10/2020).

Ramli mengatakan, jumlah mata pelajaran yang sangat banyak. Ditambah dengan mudahnya guru memberikan tugas kepada siswa menjadi beban yang begitu berat bagi siswa. Sebanyak 14 sampai 16 mata pelajaran tentu bukan sesuatu yang mudah. Apalagi dengan dukungan jaringan internet yang tidak memadai.

Ikatan Guru Indonesia sejak awal sudah meminta pemerintah pusat dan Mendikbud Nadiem Makarim, bahwa beban mata pelajaran yang dialami oleh siswa sesungguhnya menjadi masalah utama rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Namun hingga saat ini, upaya penyederhanaan kurikulum tampaknya masih mengalami jalan buntu. Nadiem Makarim seolah tidak punya formulasi untuk menuntaskan masalah jumlah mata pelajaran yang sangat membebani anak didik di Indonesia.

Standar penugasan oleh guru juga tidak diatur, baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Bisa dibayangkan jika setiap guru memberikan satu saja tugas setiap minggu. Maka setiap siswa akan mendapatkan 14-16 tugas yang harus dituntaskan sebelum mata pelajaran dilanjutkan minggu depannya.

Memang guru sangat mudah memberikan tugas, apalagi mereka saat ini dengan dukungan LMS tak perlu tampil di depan kelas lagi. Cukup memberikan tugas lewat LMS yang ada, tetapi mereka tidak memperhitungkan secara komprehensif beban tugas yang diberikan ke siswa tersebut.

Kejadian bunuh diri oleh siswa di kabupaten Gowa, seharusnya menjadi alarm yang sangat keras kepada pemerintah. Dengan tegas memperingatkan pemerintah bahwa masalah penugasan-penugasan ini adalah sesuatu yang sangat serius memberikan dampak depresi kepada siswa.

Seharusnya kepala sekolah dan para guru konseling mampu mengetahui dan mengukur beban yang dialami oleh siswa. Akibat banyaknya penugasan yang dilakukan guru di suatu sekolah terhadap 1 siswa. Sehingga bisa menjadi standar bagi guru-guru di sekolah tersebut untuk memberikan penugasan kepada siswanya.

Setiap daerah seharusnya mempertimbangkan kemampuan jaringan internet di daerahnya. Ketersediaan alat baik berupa tablet smartphone maupun laptop dan komputer di daerah tersebut yang dimiliki oleh siswanya.

Kemudian mempertimbangkan kemampuan ekonomi siswa di daerah-daerah tersebut. Sehingga pemerintah tidak berlepas tangan dengan memberikan kuota data kepada siswa saja.

"Tetapi memahami secara penuh suasana dan kondisi pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Dan semua itu seharusnya diatur dan dibuat standarnya oleh Kemdikbud," ungkap Ramli. Sumber: sulsel.suara.com

Sambil Rekam, Ini Detik-detik Siswi Cantik MS Minum Racun hingga Tewas

Tewasnya MS, 16 tahun di rumahnya usai meneguk racun hama, rupanya sempat direkam sendiri oleh siswi cantik ini.

Video itu pun kini beredar di akun Whatsapp. Di situ, terekam jelas wajah cantik MS yang menghabisi nyawanya sendiri karena tak tahan belajar online selama masa pandemi ini.

Racun yang diminum MS disajikan dalam secangkir gelas putih. Racun itu sudah dicampur dengan air hingga berubah menjadi warna biru.

Di detik-detik pertama, awalnya MS masih sempat ragu meminum racun hama tersebut. Aroma dari racun yang telah ia sajikan memang sangat menyengat.

“Warna biru (racunnya). Uueeeqq!(ingin muntah). Botto’nya poeng (tidak enak baunya). Nda bisaku. Hehehee,” kata MS di detik ke 12 dalam video itu.

Setelah itu, MS sempat bertanya ke arah kamera video yang ia rekam sendiri itu. Bahkan MS masih sempat tertawa tipis, sebelum meneguk racun tersebut.

“Kuminum mi? Hehehee. Astaghfirullah,” kata MS lagi dalam video yang ia rekam sendiri itu.

Hingga pada detik ke 27, gadis cantik ini pun meminum racun tersebut dalam satu tegukan. Raut wajah MS pun berubah pada saat itu juga.

Setelah meneguk, MS pun buang napas sambil mengeluarkan lidahnya dan melirik ke kamera ponselnya.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir membenarkan video tersebut. Sebelum ditemukan tewas di bawah tempat tidur, korban minum racun sambil rekam video.

Setelah meneguk bahan kimia itu, berselang beberapa menit, MS pun tewas dengan mengeluarkan busa di mulutnya.
“Korban sempat merekam dirinya dengan video saat meminum racun merk D**** menggunakan gelas,” kata Jufri.

Polisi menyebut, MS nekat akhiri hidupnya akibat depresi soal sistem belajar online selama pandemi ini.
Ada salah satu pria yang mengaku sebagai paman dari MS, bernama Basri Kaila, membantah polisi soal penyebab tewasnya keponakannya itu gara-gara depresi akibat tugas sekolahnya yang tak karuan.

“Jangan sembarang posting siswa meninggal bilang depresi belajar online minum racun. Saya omnya (paman),” ujar Basri, dalam pesan singkat, Minggu (18/10/2020).

Dia bandingkan dengan anak lainnya yang juga ikut belajar online selama masa pandemi Covid-19 ini. Dari situ, sangat tidak masuk akal bagi dia, MS bisa depresi hingga nekat minum racun hingga tewas.

Basri pun kini merasa risih dengan pemberitaan yang menyebut hal demikian. “Kalau depresi akibat belajar online, pasti sudah banyak yang meninggal. Tolong dihapus postingan itu,” minta Basri, kepada wartawan.

Basri pun telah mengetahui, anggapan soal MS yang depresi karena tugas sekolahnya yang tidak karuan dari polisi, tidak benar dan polisi bisa saja salah dalam berkesimpulan.

“Makasih banyak. Polisi juga nggak selamanya benar. Pasti ada yang salah. Memang benar minum racun. Tapi tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Makasih,” tutupnya. Sumber: fajar.co.id

Kuota Internet Murah Dari Telkomsel 11 GB Rp 5 Ribu, Berikut Cara Aktivasinya

Admin 10/07/2020
Kuota Internet Murah Dari Telkomsel 11 GB Rp 5 Ribu, Berikut Cara Aktivasinya

BlogPendidikan.net
- Kuota Internet Murah Dari Telkomsel 11 GB Rp 5 Ribu, Berikut Cara Aktivasinya.
Di masa pandemi ini Telkomsel berikan kuota internet murah hanya Rp5000 kalian bisa mendapatkan 11 GB selama sebulan untuk mengikuti program Pelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan kuota internet gratis Telkomsel dikhususkan kepada para pelajar atau pengajar untuk dapat melakukan pendidikan di masa pandemi dan meringankan biaya kuota yang mahal.

Sebelum itu, Telkomsel memberikan layanan paket kuota Internet Gratis  super murah 10 GB hanya Rp10 sebagai solusi pendidikan di era pandemi Covid-19.


Berbeda dari kuota belajar Telkomsel sebelumya, adapun kuota internet gratis Telkomsel hanya Rp5000 mendapatkan 11 GB ini terdapat dua keistimewaan, yaitu kuota umum dan kuota belajar.

Adapun rinciannya adalah  10 GB dikhususkan untuk kuota belajar dalam aplikasi yang sudah dicantumkan dalam pemberitahuan operator Telkomsel yang hanya dapat diakses untuk kepentingan pendidikan dan belajar mengajar yang meliputi layanan  Ilmupedia dan Conference Telkomsel.

Adapun layanan Ilmupedia mencangkup aplikasi dan website seperti: Google Classroom, Zenius, Rumah Belajar, Quipper, Cakap, Bahasa, AyoBelajar, Kippin School 4.0, mu, Udemy, Duolingo, Birru, dan Aplikasi belajar online lainnya.


Sedangkan layanan Conference Telkomsel seperti: Zoom, Google Meet, Cisco Webex, UmeetMe, Microsoft Temas, CloudX, dan aplikasi yang tergabung dalam Conference Telkomsel.

Sementara itu, sisanya sebesar 1 GB terbagi menjadi dua bagian, yaitu 500 MB kuota utama dan 500 MB kuota chat WhatsApp, Line serta bebas akses ke berbagai e-learning dan video conference favorit selama 30 hari.


Untuk sobat yang ingin mengaktifkan promo Telkomsel ini tidak terlalu ribet. Kalian hanya mengisi ulang paket melalui aplikasi My Telkomsel atau *363*888# syarat dan ketentuan berlaku.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis 45 GB Dari Telkomsel? Simak Caranya!

Admin 10/03/2020
Bagaimana Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis 45 GB Dari Telkomsel? Simak Caranya!

BlogPendidikan.net
- Di tengah pandemi covid-19, sejumlah provider memberikan kuota gratis untuk masyarakat. Pembagian kuota gratis tersebut untuk mendukung program pemerintah berupa kuota internet gratis melalui Kemdikbud untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen.

Salah satu provider yang memberikan kuota belajar gratis ini adalah Telkomsel. Kuota gratis bisa didapatkan melalui layanan My Telkomsel. Dikutip dari Semarangku dalam artikel berjudul Telkomsel Bagikan Kuota Internet Gratis 45 GB per Bulan, Ini Cara Dapatnya!, berikut cara untuk mendapat kuota internet gratis dari Telkomsel.

Sebelum mengecek, pastikan memiliki kuota utama, tidak menggunakan VPN, dan nomor yang digunakan terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Kemdikbud.

Cara pertama dapat dilakukan melalui aplikasi layanan Telkomsel

1. Buka aplikasi MyTelkomsel. Bagi yang belum memiliki dapat mengunduhnya lalu log ini menggunakan nomor ponselnya.

2. Pada tampilan yang muncul pilihlah menu “Belanja” lalu pilih menu “Internet”.

3. Selanjutnya pilih kategori “Pendidikan” lalu pilih “Kuota Belajar Rp 10”.

4. Lakukan konfirmasi pembelian dan pembelian pun berhasil.

Cara kedua untuk mengaktifkan produk Kuota Belajar dari Telkomsel bisa dilakukan tanpa perlu mengunduh aplikasi.

1. Ketik *363*844# di HP.

2. Pilih “Paket Kuota Belajar”

3. Pilih “Rp10 10GB Kuota Belajar”

4. Kamu akan mendapatkan notifikasi berisi link aktivasi paket melalui aplikasi MyTelkomsel

5. Konfirmasi pembelian dan pembayaran dan pembelian paket berhasil.

Besaran paket Kuota Belajar dari Telkomsel yaitu sebesar 45 GB dan diperuntukkan bagi pelajar. Jumlah kuota ini merupakan gabungan dari kuota dari Kemdikbud dan kuota dari Telkomsel sendiri. 

Kuota Belajar dari Telkomsel dapat digunakan untuk mengakses layanan ilmupedia dan Conference seperti Google Classroom, Rumah Belajar, Zoom, Google Meet, dan sebagainya.

Saat Sedang Belajar Online, Siswi SMK Ditusuk Pamanya

Admin 9/29/2020
Saat Sedang Belajar Online, Siswi SMK Ditusuk Pamanya
Polisi saat olah tempat kejadian perkara penusukan siswi SMK (foto: Dok Polres Tanjab Barat)

BlogPendidikan.net - Entah setan apa yang merasuki pikiran seorang paman di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi. Dia tega menganiaya keponakannya sendiri dengan menikamnya hingga harus dirawat intensif di RS KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Nasib tragis ini dialami oleh AR, siswi salah satu SMK di Kabupaten Tanjab Barat, dia ditikam oleh AS (41) pada Senin 28 September 2020 malam.


Aksi penikaman yang dilakukan oleh pelaku AS tersebut, berawal saat pelaku datang ke rumah korban. Selanjutnya, pelaku langsung menuju dapur untuk makan malam. Namun, usai makan, tiba-tiba pelaku mendekati korban di ruang tengah, tanpa ba bi bu lagi langsung menghujamkan senjata tajam di tangannya.

Korban yang lagi serius belajar daring di rumah tersebut, tidak dapat menghindar lagi. Senjata tajam jenis badik pun bersarang di bagian dada dan bahu korban. Salah seorang kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya itu, mengatakan tidak menyangka adanya peristiwa tersebut.


"Saat itu, korban sedang belajar sedangkan kami berdua sedang nonton TV, dan tiba-tiba pelaku langsung menikam korban,” ujarnya, Selasa (29/9/2020).

Usai menikam korban, katanya, pelaku langsung kabur melarikan diri ke luar rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Melihat itu, kami langsung lari ke dalam kamar, dan berteriak minta tolong kepada warga. Setelah ada warga yang menolong, baru kami keluar buka pintu rumah. Dan kemudian, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit," ungkapnya.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat, AKP Jan Manto Hasiholan didampingi Kapolsek Tungkal Ilir mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan dari masyarakat bahwasanya ada kejadian penikaman di Jalan Panglima Ujung, RT 3, Kelurahan Tungkal III, Kecamatan Tungkal Ilir.

“Mendapat laporan itu, kemudian personil dari Polsek Tungkal Ilir bersama Satreskrim Polres Tanjab Barat langsung mendatangi TKP," ujarnya.

Dia menambahkan, saat pihaknya tiba di TKP, korban sudah dibawa ke rumah sakit dan dirawat.

“Korban mengalami tiga luka tusukan, dua dibagian bahu dan satu dibagian perut," tutur Jan Manto. Diakui Kasat Reskrim, bahwa pelaku penikaman ini tak lain merupakan paman korban sendiri.


“Untuk pelaku sudah kita amankan. Pelaku diamankan sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kita duga menyerahkan diri ke Mapolres Tanjab Barat usai melakukan aksi penikaman tersebut," tukasnya. Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolres Tanjab Barat.

“Masih kami dalami dulu keterangan daripada saksi-saksi terkait. Apakah ada motif-motif tersendiri, belum bisa kami sampaikan. Masih kami dalami,” pungkasnya. (Sumber; news.okezone.com)

Temuan Kemendikbud, Ada Sekolah Memakai Satu Nomor Ponsel Untuk 100 Siswa, Wajarkah!

Admin 9/29/2020
Temuan Kemendikbud Ada Sekolah Memakai Satu Nomor Ponsel Untuk 100 Siswa, Wajarkah!

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan bahwa ada satuan pendidikan yang menggunakan satu nomor untuk 100 peserta didik.

“Itu kami jumpai di satu sekolah, satu nomor diisikan untuk 100 orang anak,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Hasan Chabibie pada Bincang Pendidikan dan Kebudayaan secara virtual, Selasa (29/9).

Dia mengatakan bahwa hal itu tidak wajar, pasalnya rata-rata orang Indonesia memiliki anak 3 sampai 4 saja. Maka dari itu, pihaknya pun tidak meloloskan data tersebut. “Kami drop. Kan tidak mungkin 1 nomor 100 orang anak, kalau anaknya 3-4 masih masuk akal,” tuturnya.


Dia mengatakan, bahwa pihaknya sangat teliti mengenai hal tersebut. Untuk satuan pendidikan yang belum mengirim Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), kemudian yang sudah namun tidak ditandatangani atau belum diberikan materai pun tidak akan diloloskan.

“Kami detail untuk memastikan betul kuota itu tidak salah sasaran, jadi menggunakan nomor orang lain boleh, ini rasional atau ngga, itu kita minta kepada sekolah diperbaiki dan dipastikan bahwa nomor itu betul dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Terkait dengan pengawasan transparasi penggunaan uang negara berjumlah Rp 7,2 triliun itu, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Inspektorat Jenderal Kemendikbud, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


“Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, dengan BPKP, Itjen dan KPK sehingga program ini bisa berjalan dengan baik, kami ingin memanfaatkan uang negara dengan baik, itu kami lakukan secara transparan,” tegas dia. (*)

Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

Admin 9/23/2020
Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

BlogPendidikan.net
- Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen mulai disalurkan. Penyaluran kuota belajar dari Kemendikbud dimulai Selasa (22/9/2020). Rencananya, penyaluran akan dilakukan bertahap dari September hingga Desember 2020.

Lantas, bagaimana cara mengecek dan mengetahui apakah bantuan sudah diterima atau belum?
Berikut ini rincian cara mengecek bantuan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan Telkomsel, XL, Axis, dan Tri.


Telkomsel

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menerangkan, bantuan kuota internet Kemendikbud dikhususkan bagi pelajar atau mahasiswa dan pengajar dari sekolah atau universitas yang sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mengenai status pendaftaran apakah telah tercatat dalam Dapodik atau belum, pelajar atau mahasiswa dapat menghubungi admin atau perwakilan sekolah dan kampus terkait.

Apabila sudah terdaftar maka pelanggan akan menerima SMS pemberitahuan (pengirim Telkomsel). Nantinya, pengecekan besaran bantuan kuota data internet bagi pelanggan Telkomsel dapat diakses melalui menu *888# di nomor panggilan dan aplikasi MY Telkomsel.


Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI ini, nantinya tidak akan memengaruhi kuota lain milik penerima.

“Bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI dapat dikombinasikan dengan paket kuota data lainnya dari Telkomsel,” ujar Denny kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, Telkomsel sejak awal pandemi juga telah menghadirkan sejumlah inisiatif untuk produk dan layanan dalam bentuk paket internet untuk menunjang PJJ. Seperti paket kuota belajar 10 GB senilai Rp 10 dan penyediaan kartu perdana bagi peserta didik.

Tri

Bagi pelanggan dengan nomor 3 (Tri) yang nomornya sudah didaftarkan di Dapodik oleh pihak sekolah dan kampus juga akan mendapatkan notifikasi melalui SMS.

“3 akan mengirimkan SMS notifikasi jika pelanggan telah terdaftar dan berhak mendapatkan bantuan kuota internet dari Kemendikbud,” kata Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Adapun nantinya untuk mengecek besaran bantuan kuota dari Kemendikbud ini, pelajar ataupun mahasiswa dapat melakukan cek sisa kuota internet secara detail melalui *123*10*3# atau melalui aplikasi Bima+.


Lebih lanjut, Danny menerangkan, jika pelajar belum mendapatkan bantuan maka dapat menanyakan ke bagian administrasi masing-masing. Terkait dengan bantuan kuota Kemendikbud ini, pihaknya juga menerangkan, bantuan ini tidak akan memengaruhi kuota lain yang ada pada nomor pelanggan Tri.

“Tidak akan terpengaruh karena pembelian paket internet lain merupakan tambahan dari paket bantuan Kemendikbud,” ujar dia.

XL dan Axis

Untuk kuota belajar Kemendikbud bagi pelanggan XL dan AXIS, proses yang dilakukan sama dengan operator lainnya. Pelanggan XL mendapatkan bantuan kuota yang didasarkan mekanisme pendataan penerima yang dilakukan Pusdatin Kemendikbud.

“Pusdatin sebagai bagian dari Kemendikbud memfasilitasi masing-masing sekolah untuk mengumpulkan data, kemudian operator atau XL Axiata melakukan verifikasi nomor untuk memastikan tidak ada nomor yang invalid, untuk kemudian masing-masing operator termasuk XL Axiata akan melaporkan status pemberian paket datanya ke Pusdatin,” jelas Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

Ayu menjelaskan, nantinya penerima bantuan kuota akan menerima SMS notifikasi setelah paket bantuan kuota masuk ke nomor tersebut. Ia menjelaskan, saat ini bantuan kuota masih berproses pencairannya ke nomor yang tercatat di Pusdatin.

Terkait dengan cara mengecek saldo kuota bantuan, pelanggan XL prepaid dapat melakukannya melalui aplikasi myXL. Pelanggan prioritas akan mengeceknya melalui aplikasi AxisNet. Nantinya, pada pilihan paket detail, silakan cek paket Terus Belajar.

Adapun untuk pengecekan melalui UMB bisa dilakukan dengan menekan *123#, kemudian pilih Info, pilih Info Kartu-XL-ku, pilih Info Cek Kuota, dan pilih paket Terus Belajar.

Terkait dengan pertanyaan apakah nantinya jika pelanggan membeli paket internet lain akan berpengaruh pada paket bantuan Kemendikbud atau tidak, pihaknya menerangkan, hal itu tidak akan memengaruhi kuota Kemendikbud tersebut.

“Kuota dari paket yang berbeda (paket membeli sendiri dan paket gratis kuota Kemendikbud) bisa digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan alokasi masing-masing,” terang dia. (*)

Telkomsel Beri Kartu Perdana Kuota 10 GB Seharga Rp 10

Admin 9/22/2020
Telkomsel Beri Kartu Perdana Kuota 10 GB Seharga Rp 10 Khusus Madrasah

BlogPendidikan.net
- Telkomsel menjalin kolaborasi lanjutan bersama Kementerian Agama untuk mengakselerasikan program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh (MDBJJ). Kolaborasi ini meliputi distribusi kartu perdana dengan kuota data 10 GB.

Menurut Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani menyampaikan, Program MDBJJ dirancang untuk menunjang peserta didik dan pengajar Kementerian Agama dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh. Dukungan Telkomsel terhadap program ini meliputi distribusi kartu perdana dengan kuota data 10 GB dari Paket Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) seharga Rp 10 dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp 5.000. 


Selain juga penyelenggaraan webinar Merdeka Belajar Jarak Jauh Pendidikan Madrasah melalui Teknologi Digital dengan Jaringan Terluas pada akhir September 2020. "Telkomsel merasa senang dapat mendampingi madrasah-madrasah di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara efektif dan efisien," ujar Ririn dalam rilisnya, Selasa (22/9).

Kolaborasi ini pun, kata dia, sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk membangun ekosistem digital yang menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia. Mengingat, kegiatan pembelajaran jarak jauh butuh implementasi teknologi digital yang komprehensif.

Telkomsel akan melakukan distribusi kartu perdana khusus tersebut kepada institusi madrasah yang telah mendaftarkan diri di sistem pendataan online Kementerian Agama.


Sebelumnya, Telkomsel juga telah menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama dengan menghadirkan program Penyediaan Kuota Terjangkau yang tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia.

Dalam mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi saat ini, Telkomsel sejak awal sudah berinisiatif menghadirkan ragam produk dan layanan yang dapat mendukung sektor pendidikan dengan layanan terlengkap. Seperti, aplikasi pembelajaran jarak jauh CloudX, aplikasi pendidikan Ilmupedia, dan skul.id.