Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Jaga Kesehatan dan Jangan Bepergian, Karena Biaya Rapid Test Mahal

One Be 6/04/2020
Jaga Kesehatan, Karena Biaya Rapid Test Mahal

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bersiap menerapkan new normal di tengah pandemi. Salah satu kebijakannya adalah setiap masyarakat yang akan bepergian meninggalkan suatu daerah atau kota wajib membawa surat hasil rapid test maupun PCR. Lalu Apa itu Rapid test dan biaya tes Covid-19?

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

"Setiap orang yang berpergian harus menunjukan surat rapid tes kadaluarsa 3 hari dan PCR 7 hari baik di bandara, pelabuhan, atapun cek point termasuk kereta api," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COvid-19 Doni Munardo.

Lalu apa itu Rapid test? 

Rapid test merupakan salah satu tes untuk mendeteksi secara cepat SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Berbeda dengan metode selama ini yang menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mengambil usapan lendir dari hidung atau tenggorokan, rapid test akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien positif Covid-19.

Proses pemeriksaan Ini tidak membutuhkan sarana laboratorium pada bio-security level dua. Artinya, lanjut dia, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.

Doni menambahkan Rapid test sering tidak akurat sehingga perlu dilakukan segera tes PCR. "RT (rapid test) sering tidak akurat. Tes PCR swab 97 persen akurat," ujar Doni dikutip dari detikcom.

Menuliskan perbedaan RT-PCR dan rapid test Covid-19 dari sisi sampel hingga biaya yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasannya sebagaimana dikutip CNBC Indonesia:

Sampel yang digunakan

RT-PCT menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus bereplikasi. Sementara itu, rapid test menggunakan sampel darah.

Cara kerja

Virus yang aktif memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus corona, material genetiknya adalah RNA. Nah, RNA inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi.

Rapid test bekerja dengan cara yang berbeda. Virus corona tidak hidup di darah, tetapi seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang dideteksi dengan rapid test.

Simpelnya, RT-PCR mendeteksi keberadaan virus sedangkan rapid test mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar atau tidak. Terkait cara kerja, RT-PCR harus dikerjakan di laboratorium dengan standar biosafety level tertentu. Rapid test lebih praktis karena bisa dilakukan di mana saja.

Kurasi

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute, menjelaskan rapid test bisa memberikan hasil 'false negative' yakni tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi bila tes dilakukan pada fase yang tidak tepat.

"Data antibodi tidak selalu bersamaan dengan data PCR. Ketika data PCR menunjukkan virus RNA terdeteksi, kadang-kadang antibodi belum
terbentuk," jelasnya.

Kemungkinan false negative ini juga disinggung oleh Yuri.

"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yuri.

Lama waktu pemeriksaan

RT-PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama. Belum termasuk waktu pengiriman sampel karena pemeriksaan virus corona sempat dipusatkan hanya di laboratorium Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) di Jakarta. Rapid test bisa dilakukan kapan saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

"Untuk skrining di bandara misalnya, rapid diagnostik cukup menjanjikan karena hanya 20 menit," kata Ahmad.

Untuk kebutuhan massive screening dan menemukan lebih banyak kasus, rapid test berbasis antibodi dinilai sebagai pilihan yang tepat.

Biaya Rapid test & PCR

Rapid test diklaim lebih ekonomis dibanding RT-PCR. Dalam sebuah wawancara, Kepala Balitbangkes Siswanto, memberikan perkiraan biaya RT-PCR.

"Per orang rata-rata total unit cost mulai dari ambil spesimen, transport, pemeriksaan PCR sekitar Rp 1,5 juta," ujarnya.

Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

One Be 6/04/2020
Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

Kota Bekasi akan menerapkan new normal atau kenormalan baru setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.

Saat new normal diterapkan, maka secara bertahap sektor pendidikan akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan merapkan protokol pelaksanaan pencegahan Covid-19. 

Rencananya, kegiatan belajar mengajar 2020/2021 akan dimulai pada bulan Juli minggu kedua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, saat ini pihaknya tengah mensosialiasikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama new normal ke orangtua murid dan juga guru. 

Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas pada masa new normal ini tertuang dalam Keputusan Wali (Kepwal) Kota Nomor 420/Kep.346-Disdik/V/2020. 

Lalu bagaimana protokol saat proses kegiatan belajar mengajar di kelas?

1. Persiapan kegiatan belajar mengajar 
  • Satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik 
  • Masuk sekolah dibagi dalam dua waktu, yakni shift pagi san shift siang. Paud jadwal masuknya 1 hari on dan 1 hari off 
  • Lama belajar di sekolah dikurangi dari waktu seharusnya, selebihnya waktu digunakan untuk belajar di rumah 
  • Sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan disinfektan 
  • Tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas (satu kelas satu cuci tangan) 
  • Semua warga harus menggunakan masker 
  • Sekolah harus menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik 
  • Setiap peserta didik juga dianjurkan membawa makanan dan minuman dari rumah 
  • Setiap warga sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan 
2. Pra pembelajaran 
  • Guru harus hadir di sekolah 15 menit sebelum masuk kelas 
  • Peserta didik hadir maksimal 5 menit sebelum jam masuk belajar 
  • Semua warga sekolah wajib menjaga jarak minimal 1 meter setiap saat 
  • Guru yang melakukan pengecekan suhu ke tiap muridnya yang hendak masuk ke kelas 
  • Sebelum masuk ruangan kelas, guru menyambut kedatangan peserta didik di pintu gerbang Memberikan hand sanitizer sebelum masuk ke kelas 
  • Salam di lingkungan sekolah dilakukan tanpa bersentuhan 
  • Duduk antar murid berjarak 1 meter 
3. Proses belajar mengajar 
  • Guru harus membawa peserta didik dalam kegiatan atau permainan yang meyenangkan (memperhatikan physical distanting) untuk mengembalikan suasana dan motivasi peserta didik Pembelajaran selama new normal ini nantinya harus diselingi ice breaking agar tidak jenuh 
  • Buka atau menutup pintu harus dilakukan guru 
  • Selama proses pembelajaran itu, guru yang harus memastikan aktivitas peserta didik aman, terkendali, dan jaga jarak 
  • Istirahat akan dilakukan di dalam kelas 
  • Sekolah melakukan penyemprotan disinfektan setelah KBM selesai 
  • Guru yang mengikuti peserta didik ke luar hingga dijemput orangtuanya dan memastikan kepada orangtua jika peserta didik tersebut sampai di rumah 
Selain itu, ada pula sejumlah hal yang harus dipersiapkan sekolah menjelang kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah dengan kondisi new normal. 

1. Screening kesehatan bagi guru dan karyawan 
  • Membentuk satuan gugus tugas (Satgas) penanganan Covid di sekolah 
  • Menyusun tata cara masuk sekolah, masuk kelas, di area terbuka, di kantin 
  • Melakukan sosialiasi standar operasional menghadapi adaptasi tatanan hidup baru kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua peserta didik 
  • Menyiapkan infrastruktur sarana sekolah menghadapi adaptasi tatanan baru dalam pembelajaran 2020/2021 
  • Guru dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru-paru, pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh menurun tidak disarankan untuk mengajar. 
  • Golongan tersebut diperbolehkan WFH dengan ada surat dokter 
2. Screening zonasi tempat tinggal 

Melakukan Identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan di lokasi sekolah dekat tempat tinggal 

3. Tes Covid-19 

Dengan metode rapid test hingga PCR sesuai standar who. Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya maka dapat dilakukan dengan opsi pooling test dengan jumlah kurang dari 30 
Guru dan karyawan yang telah test Covid-19 diberi tanda telah lolos screening 

4. Langkah Kegiatan Belajar Mengajar 
  • Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar, dilakukan sosialisasi virtual adaptasi tatanan hidup baru ke orangtua, siswa, guru, dan staf sekolah 
  • Kegiatan belajar mengajar waktunya diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dengan dikurangi durasi sekolah 
  • Wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orangtua siswa secara virtual sebagai skrinning awal 
  • Siswa atau orangtuanya yang sakit diberikan keringanan tetap belajar dari rumah hingga dokter menentukan sehat 
  • Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1 meter 
  • Bila memungkinkan pakai pembatas plastik 
  • Guru diupayakan tidak berpindah kelas 
  • Screening harian sebelum masuk sekolah untuk penghuni sekolah. Jika suhu di atas 38 derajat dan tanda-tanda Covid-19 jangan ke sekolah. Difasilitas puskesmas atau rumah sakit terdekat 
  • Komite sekolah agar berpartisipasi melakukan koordinasi dengan orangtua membimbing, memperhatikan, mendampingi proses kegiatan belajar mengajar 
5. Antar jemput murid
  • Pengantar dan penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah 
  • Dilarang menunggu jemputan berkerumun. Hanya berhenti lalu menjemput 
  • Selama menunggu jemputan, peserta didik di area sekolah 
6. Screening fisik 
  • Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi dimana warga sekolah masuk keluar di lingkungan sekolah 
  • Di pintu masuk sekolah, petugas memastikan warga sekolah menggunakan masker dengan suhu normal 
7. Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid -19 
  • Tidak saling bersentuhan dan tidak bersalaman 
  • Membiasakan mencuci tangan 
  • Penyediaan wastafel dan hand sanitizer di beberapa titik di sekolah 
  • Tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah 
8. Pemasangan informasi pencegahan Covid-19 
Menetapkan materi informasi, komunikasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran covid-19 di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan dalam bentuk pamflet atau spanduk

9. Guru karyawan atau siswa yang pulang berpergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar dari rumah selama 14 hari 

10. Penutupan fasilitas pendukung aktifitas sekolah 
Tutup tempat bermain atau tempat berkumpul dan kantin 

11. Rutin semprot disinfektan 
Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan setiap hari 

12. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah 
Sekolah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala mengikuti jadwal dari Puskesmas 

13. Jadwal dan jam pelajaran KBM untuk menjaga physical distancing 
  • Setiap kelas maksimal 20 siswa, kecuali PAUD setiap masuk terdiri dari 8 siswa 
  • Jumlah jam mata pelajaran di bagi dua sesuai jumlah jam berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku 
  • Durasi tiap mata pelajaran 25 menit, kecuali PAUD berlaku normal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Skenario Belajar di Sekolah Saat New Normal di Bekasi, Bawa Bekal Sendiri hingga Screening Kesehatan", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/03/07392521/skenario-belajar-di-sekolah-saat-new-normal-di-bekasi-bawa-bekal-sendiri?page=1.

Usai Pelantikan, 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

One Be 6/04/2020
Usai Pelantikan 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

Blogpendiidkan.net - Dikutip dari jawapos.com, p
ara tenaga pendidik di sejumlah wilayah di Jatim dibuat resah. Pemicunya adalah beredarnya kabar adanya klaster baru persebaran virus korona di kalangan tenaga pendidik.

Isu itu mencuat pasca meninggalnya seorang pengawas sekolah yang sebelumnya mengikuti pelantikan kepala sekolah (Kasek) dan pengawas SMA se-Jatim beberapa waktu lalu. Muncul kabar bahwa meninggalnya pengawas itu disebabkan terjangkit Covid-19.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim. Instansi itu menegaskan bahwa kabar tersebut belum bisa dipastikan. Namun, sebagai antisipasi, dispendik menginstruksi seluruh peserta pelantikan untuk menjalani rapid test guna memastikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi belum berani memastikan kebenaran kabar tersebut. Sebab, dari informasi yang diterimanya, pengawas sekolah yang meninggal itu didiagnosis menderita asam lambung. ”Jadi, informasi yang beredar itu masih dugaan. Kami sedang menelusuri,” katanya kemarin.

Setelah kabar tersebut mencuat, langkah antisipasi langsung dilakukan. Wahid sudah menginstruksi seluruh peserta yang hadir pada pelantikan 20 Mei lalu itu didata. ”Mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya akan menjadi gambaran kondisi mereka. Kami bergerak lebih awal untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” ucap dia.

Wahid menambahkan, pihaknya juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Sebab, pemprov tidak ingin muncul klaster baru lagi di Jatim. Apalagi, peserta pelantikan cukup banyak.

Wahid memastikan, prosesi pelantikan yang berlangsung di kantor BKD Jatim itu sudah mematuhi standar protokol pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya berharap kekhawatiran itu tak terbukti.

Agenda pelantikan Kasek-pengawas sekolah tersebut diikuti 240 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prosesi itu dibagi dalam empat gelombang. Selesai mengikuti pelantikan, seluruh peserta kembali ke rumah.

Pada Senin (1/6), ada seorang peserta pelantikan yang dikabarkan berasal dari Jombang meninggal dunia di salah satu rumah sakit di wilayah Kota Mojokerto.

Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

One Be 6/04/2020
Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memperkirakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah baru akan dibuka awal 2021. Aktivitas belajar tatap muka di sekolah belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Muhadjir mengatakan hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi penyebaran covid-19 di dalam negeri. Sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Untuk membuka sekolah, masih kita lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun 2021," kata Muhadjir, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2020.

Muhadjir menjelaskan, meskipun sekolah yang ada di Indonesia masih diperkirakan akan dibuka kembali pada awal tahun 2021, untuk tahun ajaran baru tetap akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020. Memasuki tahunajaran baru tersebut, para siswa akan belajar di rumah menggunakan sistem online atau daring.

"Untuk pendidikan itu, kalau tahun ajaran baru, kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli 2020 sudah tahun ajaran baru. Masih secara online, karena tidak ada jaminan (daerah yang terhindar covid-19," ujar Muhadjir.

Sebagai catatan, di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki kondisi normal baru. Pada era normal baru tersebut, ada kelonggaran aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor perekonomian.

Namun, pelonggaran aktivitas khususnya pada sektor perekonomian tersebut, tidak dilakukan untuk sektor pendidikan. Karena anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19. (Sumber; medcom.id)

Peserta Pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD Terpapar COVID-19

One Be 6/03/2020
Pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD Terpapar COVID-19

Viral pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD terpapar COVID-19 seperti dikutip dari jatimnow.com menulisakan bahwa beredar kabar ada pelantikan di Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada 20 Mei 2020. 

Ngerinya, keterangan awal pesan itu berbunyi 'Waspada potensi ambyar klaster baru'. Diantara peserta diduga terpapar Covid -19.

Bahkan seorang pengawas sekolah dari Mojokerto yang meninggal dan sudah dimakamkan di Jombang.

Informasi itu menyebut jika peserta yang meninggal itu ber-KTP asal Jombang. Peserta yang positif juga di Mojokerto dirawat di rumah sakit umum daerah. Tidak disebutkan jumlahnya.

Kabar yang beredar berantai melalui WhatsApp jika peserta yang jumlahnya 240 orang semuanya adalah kepala sekolah SMA di Jawa Timur.

Pesan yang viral itu juga menyebut jika peserta dari Mojokorto masuk dalam gelombang pertama dari empat gelombang pelantikan di Gedung BKD.

Sedangkan Jombang masuk dalam gelombang keempat. Informasi yang beredar itu juga menyebutkan apabila 20 peserta pelantikan asal Jombang akan melakukan rapid test.. Dan sudah terdata 20 orang yang sudah diperintahkan isolasi mandiri.

Pertanyaannya siapa yang menyelenggarakan pelantikan jabatan kepala sekolah dan pengawas itu

Kepala Biro Humas dan Protokol Agung Subagyo mengaku tidak tahu.Tetapi ia janji akan mencarikan informasi tentang kabar yang beredar itu. Sekretaris Daerah, BKD ataukah Dindik?

"Saya belum tahu. Saya tanyakan dulu nggih," jawab dia saat dikonfirmasi pada Pk 22.48 Wib.

Pasien positif Covid-19 di Jawa Timur menjadi 4.920 orang atau hampir 5.000 orang setelah ada penambahan 95 kasus hari ini, Senin (1/6/2020).

Berdasar data Pemprov Jatim, dari jumlah 4.920 pasien positif Covid-19 itu, 3.775 di antaranya masih dirawat, 699 sembuh dan 418 meninggal dunia serta dalam konfirmasi 28 pasien.

Artikel ini telah tayang di jatimnow.com

Mulai Dari Shift Hingga Pembatasan Siswa 18 Per Kelas, Strategi New Normal

One Be 6/03/2020
Mulai Dari Shift Hingga Pembatasan Siswa 18 Per Kelas, Strategi New Normal

Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan formula penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung di era tatanan kehidupan baru atau new normal yang saat ini masih menunggu atensi dari Gugus Tugas Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengklaim telah menyiapkan beberapa konsep untuk menyambut tatanan kehidupan baru selain penggunaan masker yang memang sudah menjadi keharusan.

Strategi-stretegi tersebut di antaranya sistem KBM yang akan dibagi dalam bentuk shift pagi dan siang.

Kemudian pembatasan jumlah maksimal siswa dalam satu ruangan sebanyak 18-20 orang per kelas untuk menghindari kerumunan. Selanjutnya ada pembatasan jarak sepanjang satu meter antarsiswa sehingga satu meja diisi satu orang siswa.

Demikian disampaikan Mohammad Thamrin kepada Pikiranrakyat-depok.com saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, 1 Juni 2020.

"Nanti kita buat SOP juga untuk diterapkan di masing-masing satuan pendidikan ini yang harus dilakukan siswal, guru, dan sekolah, tapi masih menunggu kebijakan lebih lanjut karena waktu masih nanti di tahun ajaran baru, yaitu 18 juli 2020," kata Mohammad Thamrin.

"Rencana awal 20 maksimal per kelas dengan konsekuensi pagi dan siang dan selisih minimal satu jam (pergantian shift). kalau kurang satu jam akan ada kerumunan. Kita pelajari semua, lalu konsep ini akan diskusikan dengan tim gugus tugas," tuturnya.

Thamrin menyatakan saat ini Kementerian Pendidikan telah menyiapkan protokol tetap untuk kemudian ditindak lanjuti di masing-masing daerah.

Namun demikian, Kota Depok akan menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing satuan pendidikan, misalnya sekolah dasar yang memang masih terkendala kapasitas kelas.

"Kalau kita bikin dua shift saja hanya kebagian tatap muka dua hari mungkin. Kalau jumlah rombongan belajar ada 24 atau 18 tapi ruang kelas tidak sebanding,' katanya.

Dia mengatakan selanjutnya untuk tenaga pengajar yang menderita penyakit rentan seperti diabetes dan jantung agar mengisi materi daring sehingga tidak boleh melaksanakan KBM tatap muka.

Pengurangan pemberian materi

Thamrin menjelaskan pada tatanan kehidupan normal baru di sektor pendidikan ada pembatasan materi yang diberikan serta akan mengurangi sejumlah tugas dan pekerjaan rumah.

Selain itu, siswa juga dilarang melakukan kegiatan berolahraga di lapangan lantaran akan berpotensi adanya kerumunan.

"Yang kita utamakan soal tujuan pembelajaran jadi enggak harus dengan PR dan tugas banyak, yang jelas tujuan pembelajaran bisa tercapai," kata dia.

Selanjutnya, Thmarin menyebut akan menutup kantin-kantin di sekolah sampai batas waktu tertentu sehingga siswa diharuskan membawa bekal makanan dari rumahnya masing-masing.

Lebih lanjut, kata Thamrin, pihaknya akan membuat surat imbauan agar orang tua mengantarkan sekaligus menjemput anak-anaknya.

Hal ini bertujuan untuk mengeliminir siswa bisa melakukan kegiatan di luar rumah selepas pulang sekolah sehingga bisa rentan tertular pandemi virus.

Protokol-protokol ini akan diputuskan setelah mendapatkan arahan langsung dari gugus tugas berkaitan dengan adanya pelonggaran kegiatan untuk sektor pendidikan.

Di lain sisi, bila mengacu terhadap arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat ini pelonggaran untuk sektor pendidikan di Jawa Barat menjadi sektor yang terakhir yang diizinkan beroperasi.
"Mungkin nanti gubernur berkoordinasi dengan gugus tugas nasional. Baru kita ikuti," ucap Thamrin.

"Tapi kita persiapkan dua konsep itu, kalau masih pembelajaran jarak jauh (PJJ) ya konsepnya seperti ini. Kalau tatap muka ya kita tatap muka tapi mungkin terbatas kita siapkan konsep yang sudah kita siapkan," ungkap Thamrin

Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Tapi Belajarnya Dari Rumah

One Be 6/02/2020
Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Tapi Belajarnya Dari Rumah

Pemerintah kini sedang mengkaji pembukaan sejumlah sektor dalam penerapan new normal (tatanan baru) di tengah pandemi COVID-19, termasuk di sekolah. 

Terlebih, sesuai kalender pendidikan, tahun ajaran baru akan segera dimulai pada Juli. Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengusulkan tahun ajaran baru 2020 tetap dibuka bulan Juli namun dilaksanakan secara daring. 

"Kalau toh dibuka 13 Juli 2020 ini tahun ajaran baru, tetap saja dibuka, tetapi daring. Kemudian untuk beberapa hal ya terpaksa dengan ketentuan yang harus ditentukan oleh Kementerian Pendidikan supaya menyelamatkan anak anak ini," kata Abdul saat dimintai tanggapan, Selasa (2/6).  

"Prinsipnya menyelamatkan anak bangsa, supaya pembelajaran tetap jalan tetapi memperhatikan para pakar yang ahli di bidangnya menghadapi COVID-19 ini," sambungnya. 

Abdul berpandangan memperpanjang kebijakan belajar dari rumah dilakukan demi keselamatan anak-anak di sekolah dari ancaman COVID-19. Walaupun, dia mengakui masih banyak kekurangan dalam sistem pembelajaran daring di Indonesia. 

"Kan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap bisa berjalan dengan daring, sungguh pun tidak efektif. Dari segi coveragearea tidak menyeluruh kemudian metodologi pembelajaran guru masih banyak mencari-cari dan seterusnya," papar politikus PKS itu. 

Lebih lanjut, Abdul sependapat dengan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang meminta pemerintah membuka sekolah secara normal ketika COVID-19 sudah terkendali. 

"Saya kira kalau Ibu Puan mengatakan sebaiknya ini ditunda, saya kira masih relevan, kalau saya setuju juga. Sampai kita yakin kondisi ini sudah baik. Atau terpaksanya, dibuka dengan pembelajaran jarak jauh. Dibuka tetap daring dengan segala kesulitannya," tandas Legislator dapil Jateng itu.

Kemendikbud sendiri kini masih terus mengkaji kebijakan sekolah saat new normal, desakan dari berbagai pihak meminta agar pembukaan sekolah seperti sedia kala dipikir ulang, sebab anak-anak dinilai rentan tertular COVID-19. Pun, anak-anak belum memiliki kesadaran seperti orang dewasa untuk menjalankan protokol COVID-19.

Artikel ini telah tayang di kumparan.com

Dikabarkan Presiden Menunda Masuk Sekolah

One Be 6/01/2020
Dikabarkan Presiden Menunda Masuk Sekolah

Blogpendidikan.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan menunda masuk sekolah? Muhadjir Effendy dan Kemendikbud akan bahas pendidikan era new normal.

Teka teki kapan masuk sekolah di masa pandemi Virus Corona atau covid-19, masih diperbincangkan.

Terbaru, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan arahan terbaru sektor pendidikan di era new normal.

Menko PMK Muhadjir Effendy akan membahas khusus kapan masuk sekolah bersama Kemendikbud.

Meteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memberikan tanggapan terkait rencana penerapan new normal, khususnya di sektor pendidikan.

Muhadjir Effendy menyampaikan saran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk benar-benar menggodok secara matang untuk penerapan new normal di lingkup sekolah.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy dalam tayangan Youtube KompasTV, Jumat (29/5/2020). Dirinya mengatakan Presiden Jokowi tidak ingin penerapan new normal di sekolah diterapkan secara grusa-grusu.

"Untuk pengurangan pembatasan di sektor pendidikan akan kita godok dulu semateng mungkin," ujar Muhadjir Effendy. "Jadi Pak Presiden wanti-wanti untuk tidak grusa-grusu," imbuhnya.

Sependapat dengan saran presiden, Muhadjir Effendy menilai untuk sektor pendidikan memang harus mendapatkan perhatian khusus.

Ia menilai untuk penerapan new normal di sekolah masih sangat berisiko jika dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, protokol keselamatan di sekolah berbeda kondisinya dengan sektor umum lainnya.

Terlebih yang dihadapi adalah anak-anak. "Risikonya terlalu besar untuk sektor pendidikan," jelasnya.

Maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya risiko tersebut, pemerintah bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih terus mengkaji kemungkinan tersebut.

Karena seperti yang diketahui jika mengacu pada kalender pendidikan Indonesia, sekolah akan memasuki ajaran baru pada 13 Juli 2020.

Dirinya tidak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona. Selain berdampak buruk pada siswa, pemerintah juga akan mendapatkan sorotan buruk.

"Dan kalau nanti salah kelola itu bisa menjadi klaster baru dan kalau menjadi klaster baru nanti citranya nanti kurang bagus atau bahkan membahayakan karena ini menyangkut anak-anak," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com

Bunda Bisa Bernapas Legah, Skenario Terbaru Masuk Sekolah Bukan Juli Tapi Awal Tahun 2021

One Be 6/01/2020
Bunda Bisa Bernapas Legah, Skenario Terbaru Masuk Sekolah Bukan Juli Tapi Awal Tahun 2021

Blogpendidikan.net - Pemerintah menegaskan belum bisa memastikan kapan sektor pendidikan akan beroperasi secara optimal di tengah pandemi corona (Covid-19). Artinya, fasilitas pendidikan akan tetap tutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sebuah diskusi, dikutip melalui laman resmi Kemenko PMK, Senin (1/6/2020).

"Dibandingkan sektor-sektor lain, kemungkinan sekolah adalah sektor yang paling terakhir," kata Muhadjir.

Muhadjir tak memungkiri bahwa berdasarkan skenario yang telah dirancang sebelumnya bahwa kemungkinan berbagai fasilitas pendidikan akan kembali beroperasi seperti sekolah maupun perguruan tinggi akan dibuka pada akhir tahun atau bahkan awal tahun baru.

"Itu hanya ancar-ancar saja. Kalau menurut kalender itu pertengahan Juli. Tapi Kemenko PMK tidak merekomendasikan skenario masuk sekolah pada waktu tersebut," katanya.

Muhadjir menegaskan bahwa alasan pemerintah tak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan kapan sekolah akan dibuka. Pemerintah masih mengkalkulasi dampak yang bisa ditimbulkan di tengah new normal.

"Risikonya tidak bisa dihitung dengan mudah akibat dari pengurangan pembatasan atau pembukaan sekolah," ujarnya. (Sumber; cnbcindonesia.com)

Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

One Be 6/01/2020
Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

Blogpendidikan.net - Panduan dan jadwal belajar dari rumah TVRI minggu kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat telah di keluarkan oleh Kemendikbud.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. 

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Untuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456.
Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat; LIHAT DISINI