Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Jaga Kesehatan dan Jangan Bepergian, Karena Biaya Rapid Test Mahal

One Be 6/04/2020
Jaga Kesehatan, Karena Biaya Rapid Test Mahal

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bersiap menerapkan new normal di tengah pandemi. Salah satu kebijakannya adalah setiap masyarakat yang akan bepergian meninggalkan suatu daerah atau kota wajib membawa surat hasil rapid test maupun PCR. Lalu Apa itu Rapid test dan biaya tes Covid-19?

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

"Setiap orang yang berpergian harus menunjukan surat rapid tes kadaluarsa 3 hari dan PCR 7 hari baik di bandara, pelabuhan, atapun cek point termasuk kereta api," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COvid-19 Doni Munardo.

Lalu apa itu Rapid test? 

Rapid test merupakan salah satu tes untuk mendeteksi secara cepat SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Berbeda dengan metode selama ini yang menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mengambil usapan lendir dari hidung atau tenggorokan, rapid test akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien positif Covid-19.

Proses pemeriksaan Ini tidak membutuhkan sarana laboratorium pada bio-security level dua. Artinya, lanjut dia, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.

Doni menambahkan Rapid test sering tidak akurat sehingga perlu dilakukan segera tes PCR. "RT (rapid test) sering tidak akurat. Tes PCR swab 97 persen akurat," ujar Doni dikutip dari detikcom.

Menuliskan perbedaan RT-PCR dan rapid test Covid-19 dari sisi sampel hingga biaya yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasannya sebagaimana dikutip CNBC Indonesia:

Sampel yang digunakan

RT-PCT menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus bereplikasi. Sementara itu, rapid test menggunakan sampel darah.

Cara kerja

Virus yang aktif memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus corona, material genetiknya adalah RNA. Nah, RNA inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi.

Rapid test bekerja dengan cara yang berbeda. Virus corona tidak hidup di darah, tetapi seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang dideteksi dengan rapid test.

Simpelnya, RT-PCR mendeteksi keberadaan virus sedangkan rapid test mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar atau tidak. Terkait cara kerja, RT-PCR harus dikerjakan di laboratorium dengan standar biosafety level tertentu. Rapid test lebih praktis karena bisa dilakukan di mana saja.

Kurasi

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute, menjelaskan rapid test bisa memberikan hasil 'false negative' yakni tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi bila tes dilakukan pada fase yang tidak tepat.

"Data antibodi tidak selalu bersamaan dengan data PCR. Ketika data PCR menunjukkan virus RNA terdeteksi, kadang-kadang antibodi belum
terbentuk," jelasnya.

Kemungkinan false negative ini juga disinggung oleh Yuri.

"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yuri.

Lama waktu pemeriksaan

RT-PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama. Belum termasuk waktu pengiriman sampel karena pemeriksaan virus corona sempat dipusatkan hanya di laboratorium Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) di Jakarta. Rapid test bisa dilakukan kapan saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

"Untuk skrining di bandara misalnya, rapid diagnostik cukup menjanjikan karena hanya 20 menit," kata Ahmad.

Untuk kebutuhan massive screening dan menemukan lebih banyak kasus, rapid test berbasis antibodi dinilai sebagai pilihan yang tepat.

Biaya Rapid test & PCR

Rapid test diklaim lebih ekonomis dibanding RT-PCR. Dalam sebuah wawancara, Kepala Balitbangkes Siswanto, memberikan perkiraan biaya RT-PCR.

"Per orang rata-rata total unit cost mulai dari ambil spesimen, transport, pemeriksaan PCR sekitar Rp 1,5 juta," ujarnya.

Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

One Be 6/04/2020
Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

Kota Bekasi akan menerapkan new normal atau kenormalan baru setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.

Saat new normal diterapkan, maka secara bertahap sektor pendidikan akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan merapkan protokol pelaksanaan pencegahan Covid-19. 

Rencananya, kegiatan belajar mengajar 2020/2021 akan dimulai pada bulan Juli minggu kedua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, saat ini pihaknya tengah mensosialiasikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama new normal ke orangtua murid dan juga guru. 

Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas pada masa new normal ini tertuang dalam Keputusan Wali (Kepwal) Kota Nomor 420/Kep.346-Disdik/V/2020. 

Lalu bagaimana protokol saat proses kegiatan belajar mengajar di kelas?

1. Persiapan kegiatan belajar mengajar 
  • Satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik 
  • Masuk sekolah dibagi dalam dua waktu, yakni shift pagi san shift siang. Paud jadwal masuknya 1 hari on dan 1 hari off 
  • Lama belajar di sekolah dikurangi dari waktu seharusnya, selebihnya waktu digunakan untuk belajar di rumah 
  • Sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan disinfektan 
  • Tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas (satu kelas satu cuci tangan) 
  • Semua warga harus menggunakan masker 
  • Sekolah harus menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik 
  • Setiap peserta didik juga dianjurkan membawa makanan dan minuman dari rumah 
  • Setiap warga sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan 
2. Pra pembelajaran 
  • Guru harus hadir di sekolah 15 menit sebelum masuk kelas 
  • Peserta didik hadir maksimal 5 menit sebelum jam masuk belajar 
  • Semua warga sekolah wajib menjaga jarak minimal 1 meter setiap saat 
  • Guru yang melakukan pengecekan suhu ke tiap muridnya yang hendak masuk ke kelas 
  • Sebelum masuk ruangan kelas, guru menyambut kedatangan peserta didik di pintu gerbang Memberikan hand sanitizer sebelum masuk ke kelas 
  • Salam di lingkungan sekolah dilakukan tanpa bersentuhan 
  • Duduk antar murid berjarak 1 meter 
3. Proses belajar mengajar 
  • Guru harus membawa peserta didik dalam kegiatan atau permainan yang meyenangkan (memperhatikan physical distanting) untuk mengembalikan suasana dan motivasi peserta didik Pembelajaran selama new normal ini nantinya harus diselingi ice breaking agar tidak jenuh 
  • Buka atau menutup pintu harus dilakukan guru 
  • Selama proses pembelajaran itu, guru yang harus memastikan aktivitas peserta didik aman, terkendali, dan jaga jarak 
  • Istirahat akan dilakukan di dalam kelas 
  • Sekolah melakukan penyemprotan disinfektan setelah KBM selesai 
  • Guru yang mengikuti peserta didik ke luar hingga dijemput orangtuanya dan memastikan kepada orangtua jika peserta didik tersebut sampai di rumah 
Selain itu, ada pula sejumlah hal yang harus dipersiapkan sekolah menjelang kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah dengan kondisi new normal. 

1. Screening kesehatan bagi guru dan karyawan 
  • Membentuk satuan gugus tugas (Satgas) penanganan Covid di sekolah 
  • Menyusun tata cara masuk sekolah, masuk kelas, di area terbuka, di kantin 
  • Melakukan sosialiasi standar operasional menghadapi adaptasi tatanan hidup baru kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua peserta didik 
  • Menyiapkan infrastruktur sarana sekolah menghadapi adaptasi tatanan baru dalam pembelajaran 2020/2021 
  • Guru dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru-paru, pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh menurun tidak disarankan untuk mengajar. 
  • Golongan tersebut diperbolehkan WFH dengan ada surat dokter 
2. Screening zonasi tempat tinggal 

Melakukan Identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan di lokasi sekolah dekat tempat tinggal 

3. Tes Covid-19 

Dengan metode rapid test hingga PCR sesuai standar who. Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya maka dapat dilakukan dengan opsi pooling test dengan jumlah kurang dari 30 
Guru dan karyawan yang telah test Covid-19 diberi tanda telah lolos screening 

4. Langkah Kegiatan Belajar Mengajar 
  • Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar, dilakukan sosialisasi virtual adaptasi tatanan hidup baru ke orangtua, siswa, guru, dan staf sekolah 
  • Kegiatan belajar mengajar waktunya diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dengan dikurangi durasi sekolah 
  • Wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orangtua siswa secara virtual sebagai skrinning awal 
  • Siswa atau orangtuanya yang sakit diberikan keringanan tetap belajar dari rumah hingga dokter menentukan sehat 
  • Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1 meter 
  • Bila memungkinkan pakai pembatas plastik 
  • Guru diupayakan tidak berpindah kelas 
  • Screening harian sebelum masuk sekolah untuk penghuni sekolah. Jika suhu di atas 38 derajat dan tanda-tanda Covid-19 jangan ke sekolah. Difasilitas puskesmas atau rumah sakit terdekat 
  • Komite sekolah agar berpartisipasi melakukan koordinasi dengan orangtua membimbing, memperhatikan, mendampingi proses kegiatan belajar mengajar 
5. Antar jemput murid
  • Pengantar dan penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah 
  • Dilarang menunggu jemputan berkerumun. Hanya berhenti lalu menjemput 
  • Selama menunggu jemputan, peserta didik di area sekolah 
6. Screening fisik 
  • Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi dimana warga sekolah masuk keluar di lingkungan sekolah 
  • Di pintu masuk sekolah, petugas memastikan warga sekolah menggunakan masker dengan suhu normal 
7. Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid -19 
  • Tidak saling bersentuhan dan tidak bersalaman 
  • Membiasakan mencuci tangan 
  • Penyediaan wastafel dan hand sanitizer di beberapa titik di sekolah 
  • Tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah 
8. Pemasangan informasi pencegahan Covid-19 
Menetapkan materi informasi, komunikasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran covid-19 di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan dalam bentuk pamflet atau spanduk

9. Guru karyawan atau siswa yang pulang berpergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar dari rumah selama 14 hari 

10. Penutupan fasilitas pendukung aktifitas sekolah 
Tutup tempat bermain atau tempat berkumpul dan kantin 

11. Rutin semprot disinfektan 
Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan setiap hari 

12. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah 
Sekolah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala mengikuti jadwal dari Puskesmas 

13. Jadwal dan jam pelajaran KBM untuk menjaga physical distancing 
  • Setiap kelas maksimal 20 siswa, kecuali PAUD setiap masuk terdiri dari 8 siswa 
  • Jumlah jam mata pelajaran di bagi dua sesuai jumlah jam berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku 
  • Durasi tiap mata pelajaran 25 menit, kecuali PAUD berlaku normal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Skenario Belajar di Sekolah Saat New Normal di Bekasi, Bawa Bekal Sendiri hingga Screening Kesehatan", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/03/07392521/skenario-belajar-di-sekolah-saat-new-normal-di-bekasi-bawa-bekal-sendiri?page=1.

Usai Pelantikan, 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

One Be 6/04/2020
Usai Pelantikan 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

Blogpendiidkan.net - Dikutip dari jawapos.com, p
ara tenaga pendidik di sejumlah wilayah di Jatim dibuat resah. Pemicunya adalah beredarnya kabar adanya klaster baru persebaran virus korona di kalangan tenaga pendidik.

Isu itu mencuat pasca meninggalnya seorang pengawas sekolah yang sebelumnya mengikuti pelantikan kepala sekolah (Kasek) dan pengawas SMA se-Jatim beberapa waktu lalu. Muncul kabar bahwa meninggalnya pengawas itu disebabkan terjangkit Covid-19.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim. Instansi itu menegaskan bahwa kabar tersebut belum bisa dipastikan. Namun, sebagai antisipasi, dispendik menginstruksi seluruh peserta pelantikan untuk menjalani rapid test guna memastikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi belum berani memastikan kebenaran kabar tersebut. Sebab, dari informasi yang diterimanya, pengawas sekolah yang meninggal itu didiagnosis menderita asam lambung. ”Jadi, informasi yang beredar itu masih dugaan. Kami sedang menelusuri,” katanya kemarin.

Setelah kabar tersebut mencuat, langkah antisipasi langsung dilakukan. Wahid sudah menginstruksi seluruh peserta yang hadir pada pelantikan 20 Mei lalu itu didata. ”Mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya akan menjadi gambaran kondisi mereka. Kami bergerak lebih awal untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” ucap dia.

Wahid menambahkan, pihaknya juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Sebab, pemprov tidak ingin muncul klaster baru lagi di Jatim. Apalagi, peserta pelantikan cukup banyak.

Wahid memastikan, prosesi pelantikan yang berlangsung di kantor BKD Jatim itu sudah mematuhi standar protokol pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya berharap kekhawatiran itu tak terbukti.

Agenda pelantikan Kasek-pengawas sekolah tersebut diikuti 240 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prosesi itu dibagi dalam empat gelombang. Selesai mengikuti pelantikan, seluruh peserta kembali ke rumah.

Pada Senin (1/6), ada seorang peserta pelantikan yang dikabarkan berasal dari Jombang meninggal dunia di salah satu rumah sakit di wilayah Kota Mojokerto.

Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

One Be 6/04/2020
Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memperkirakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah baru akan dibuka awal 2021. Aktivitas belajar tatap muka di sekolah belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Muhadjir mengatakan hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi penyebaran covid-19 di dalam negeri. Sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Untuk membuka sekolah, masih kita lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun 2021," kata Muhadjir, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2020.

Muhadjir menjelaskan, meskipun sekolah yang ada di Indonesia masih diperkirakan akan dibuka kembali pada awal tahun 2021, untuk tahun ajaran baru tetap akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020. Memasuki tahunajaran baru tersebut, para siswa akan belajar di rumah menggunakan sistem online atau daring.

"Untuk pendidikan itu, kalau tahun ajaran baru, kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli 2020 sudah tahun ajaran baru. Masih secara online, karena tidak ada jaminan (daerah yang terhindar covid-19," ujar Muhadjir.

Sebagai catatan, di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki kondisi normal baru. Pada era normal baru tersebut, ada kelonggaran aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor perekonomian.

Namun, pelonggaran aktivitas khususnya pada sektor perekonomian tersebut, tidak dilakukan untuk sektor pendidikan. Karena anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19. (Sumber; medcom.id)

Peserta Pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD Terpapar COVID-19

One Be 6/03/2020
Pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD Terpapar COVID-19

Viral pelantikan Kepala Sekolah Se Jatim di BKD terpapar COVID-19 seperti dikutip dari jatimnow.com menulisakan bahwa beredar kabar ada pelantikan di Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada 20 Mei 2020. 

Ngerinya, keterangan awal pesan itu berbunyi 'Waspada potensi ambyar klaster baru'. Diantara peserta diduga terpapar Covid -19.

Bahkan seorang pengawas sekolah dari Mojokerto yang meninggal dan sudah dimakamkan di Jombang.

Informasi itu menyebut jika peserta yang meninggal itu ber-KTP asal Jombang. Peserta yang positif juga di Mojokerto dirawat di rumah sakit umum daerah. Tidak disebutkan jumlahnya.

Kabar yang beredar berantai melalui WhatsApp jika peserta yang jumlahnya 240 orang semuanya adalah kepala sekolah SMA di Jawa Timur.

Pesan yang viral itu juga menyebut jika peserta dari Mojokorto masuk dalam gelombang pertama dari empat gelombang pelantikan di Gedung BKD.

Sedangkan Jombang masuk dalam gelombang keempat. Informasi yang beredar itu juga menyebutkan apabila 20 peserta pelantikan asal Jombang akan melakukan rapid test.. Dan sudah terdata 20 orang yang sudah diperintahkan isolasi mandiri.

Pertanyaannya siapa yang menyelenggarakan pelantikan jabatan kepala sekolah dan pengawas itu

Kepala Biro Humas dan Protokol Agung Subagyo mengaku tidak tahu.Tetapi ia janji akan mencarikan informasi tentang kabar yang beredar itu. Sekretaris Daerah, BKD ataukah Dindik?

"Saya belum tahu. Saya tanyakan dulu nggih," jawab dia saat dikonfirmasi pada Pk 22.48 Wib.

Pasien positif Covid-19 di Jawa Timur menjadi 4.920 orang atau hampir 5.000 orang setelah ada penambahan 95 kasus hari ini, Senin (1/6/2020).

Berdasar data Pemprov Jatim, dari jumlah 4.920 pasien positif Covid-19 itu, 3.775 di antaranya masih dirawat, 699 sembuh dan 418 meninggal dunia serta dalam konfirmasi 28 pasien.

Artikel ini telah tayang di jatimnow.com

Mulai Dari Shift Hingga Pembatasan Siswa 18 Per Kelas, Strategi New Normal

One Be 6/03/2020
Mulai Dari Shift Hingga Pembatasan Siswa 18 Per Kelas, Strategi New Normal

Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan formula penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung di era tatanan kehidupan baru atau new normal yang saat ini masih menunggu atensi dari Gugus Tugas Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengklaim telah menyiapkan beberapa konsep untuk menyambut tatanan kehidupan baru selain penggunaan masker yang memang sudah menjadi keharusan.

Strategi-stretegi tersebut di antaranya sistem KBM yang akan dibagi dalam bentuk shift pagi dan siang.

Kemudian pembatasan jumlah maksimal siswa dalam satu ruangan sebanyak 18-20 orang per kelas untuk menghindari kerumunan. Selanjutnya ada pembatasan jarak sepanjang satu meter antarsiswa sehingga satu meja diisi satu orang siswa.

Demikian disampaikan Mohammad Thamrin kepada Pikiranrakyat-depok.com saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, 1 Juni 2020.

"Nanti kita buat SOP juga untuk diterapkan di masing-masing satuan pendidikan ini yang harus dilakukan siswal, guru, dan sekolah, tapi masih menunggu kebijakan lebih lanjut karena waktu masih nanti di tahun ajaran baru, yaitu 18 juli 2020," kata Mohammad Thamrin.

"Rencana awal 20 maksimal per kelas dengan konsekuensi pagi dan siang dan selisih minimal satu jam (pergantian shift). kalau kurang satu jam akan ada kerumunan. Kita pelajari semua, lalu konsep ini akan diskusikan dengan tim gugus tugas," tuturnya.

Thamrin menyatakan saat ini Kementerian Pendidikan telah menyiapkan protokol tetap untuk kemudian ditindak lanjuti di masing-masing daerah.

Namun demikian, Kota Depok akan menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing satuan pendidikan, misalnya sekolah dasar yang memang masih terkendala kapasitas kelas.

"Kalau kita bikin dua shift saja hanya kebagian tatap muka dua hari mungkin. Kalau jumlah rombongan belajar ada 24 atau 18 tapi ruang kelas tidak sebanding,' katanya.

Dia mengatakan selanjutnya untuk tenaga pengajar yang menderita penyakit rentan seperti diabetes dan jantung agar mengisi materi daring sehingga tidak boleh melaksanakan KBM tatap muka.

Pengurangan pemberian materi

Thamrin menjelaskan pada tatanan kehidupan normal baru di sektor pendidikan ada pembatasan materi yang diberikan serta akan mengurangi sejumlah tugas dan pekerjaan rumah.

Selain itu, siswa juga dilarang melakukan kegiatan berolahraga di lapangan lantaran akan berpotensi adanya kerumunan.

"Yang kita utamakan soal tujuan pembelajaran jadi enggak harus dengan PR dan tugas banyak, yang jelas tujuan pembelajaran bisa tercapai," kata dia.

Selanjutnya, Thmarin menyebut akan menutup kantin-kantin di sekolah sampai batas waktu tertentu sehingga siswa diharuskan membawa bekal makanan dari rumahnya masing-masing.

Lebih lanjut, kata Thamrin, pihaknya akan membuat surat imbauan agar orang tua mengantarkan sekaligus menjemput anak-anaknya.

Hal ini bertujuan untuk mengeliminir siswa bisa melakukan kegiatan di luar rumah selepas pulang sekolah sehingga bisa rentan tertular pandemi virus.

Protokol-protokol ini akan diputuskan setelah mendapatkan arahan langsung dari gugus tugas berkaitan dengan adanya pelonggaran kegiatan untuk sektor pendidikan.

Di lain sisi, bila mengacu terhadap arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat ini pelonggaran untuk sektor pendidikan di Jawa Barat menjadi sektor yang terakhir yang diizinkan beroperasi.
"Mungkin nanti gubernur berkoordinasi dengan gugus tugas nasional. Baru kita ikuti," ucap Thamrin.

"Tapi kita persiapkan dua konsep itu, kalau masih pembelajaran jarak jauh (PJJ) ya konsepnya seperti ini. Kalau tatap muka ya kita tatap muka tapi mungkin terbatas kita siapkan konsep yang sudah kita siapkan," ungkap Thamrin

Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Tapi Belajarnya Dari Rumah

One Be 6/02/2020
Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Tapi Belajarnya Dari Rumah

Pemerintah kini sedang mengkaji pembukaan sejumlah sektor dalam penerapan new normal (tatanan baru) di tengah pandemi COVID-19, termasuk di sekolah. 

Terlebih, sesuai kalender pendidikan, tahun ajaran baru akan segera dimulai pada Juli. Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengusulkan tahun ajaran baru 2020 tetap dibuka bulan Juli namun dilaksanakan secara daring. 

"Kalau toh dibuka 13 Juli 2020 ini tahun ajaran baru, tetap saja dibuka, tetapi daring. Kemudian untuk beberapa hal ya terpaksa dengan ketentuan yang harus ditentukan oleh Kementerian Pendidikan supaya menyelamatkan anak anak ini," kata Abdul saat dimintai tanggapan, Selasa (2/6).  

"Prinsipnya menyelamatkan anak bangsa, supaya pembelajaran tetap jalan tetapi memperhatikan para pakar yang ahli di bidangnya menghadapi COVID-19 ini," sambungnya. 

Abdul berpandangan memperpanjang kebijakan belajar dari rumah dilakukan demi keselamatan anak-anak di sekolah dari ancaman COVID-19. Walaupun, dia mengakui masih banyak kekurangan dalam sistem pembelajaran daring di Indonesia. 

"Kan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap bisa berjalan dengan daring, sungguh pun tidak efektif. Dari segi coveragearea tidak menyeluruh kemudian metodologi pembelajaran guru masih banyak mencari-cari dan seterusnya," papar politikus PKS itu. 

Lebih lanjut, Abdul sependapat dengan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang meminta pemerintah membuka sekolah secara normal ketika COVID-19 sudah terkendali. 

"Saya kira kalau Ibu Puan mengatakan sebaiknya ini ditunda, saya kira masih relevan, kalau saya setuju juga. Sampai kita yakin kondisi ini sudah baik. Atau terpaksanya, dibuka dengan pembelajaran jarak jauh. Dibuka tetap daring dengan segala kesulitannya," tandas Legislator dapil Jateng itu.

Kemendikbud sendiri kini masih terus mengkaji kebijakan sekolah saat new normal, desakan dari berbagai pihak meminta agar pembukaan sekolah seperti sedia kala dipikir ulang, sebab anak-anak dinilai rentan tertular COVID-19. Pun, anak-anak belum memiliki kesadaran seperti orang dewasa untuk menjalankan protokol COVID-19.

Artikel ini telah tayang di kumparan.com

Dikabarkan Presiden Menunda Masuk Sekolah

One Be 6/01/2020
Dikabarkan Presiden Menunda Masuk Sekolah

Blogpendidikan.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan menunda masuk sekolah? Muhadjir Effendy dan Kemendikbud akan bahas pendidikan era new normal.

Teka teki kapan masuk sekolah di masa pandemi Virus Corona atau covid-19, masih diperbincangkan.

Terbaru, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan arahan terbaru sektor pendidikan di era new normal.

Menko PMK Muhadjir Effendy akan membahas khusus kapan masuk sekolah bersama Kemendikbud.

Meteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memberikan tanggapan terkait rencana penerapan new normal, khususnya di sektor pendidikan.

Muhadjir Effendy menyampaikan saran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk benar-benar menggodok secara matang untuk penerapan new normal di lingkup sekolah.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy dalam tayangan Youtube KompasTV, Jumat (29/5/2020). Dirinya mengatakan Presiden Jokowi tidak ingin penerapan new normal di sekolah diterapkan secara grusa-grusu.

"Untuk pengurangan pembatasan di sektor pendidikan akan kita godok dulu semateng mungkin," ujar Muhadjir Effendy. "Jadi Pak Presiden wanti-wanti untuk tidak grusa-grusu," imbuhnya.

Sependapat dengan saran presiden, Muhadjir Effendy menilai untuk sektor pendidikan memang harus mendapatkan perhatian khusus.

Ia menilai untuk penerapan new normal di sekolah masih sangat berisiko jika dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, protokol keselamatan di sekolah berbeda kondisinya dengan sektor umum lainnya.

Terlebih yang dihadapi adalah anak-anak. "Risikonya terlalu besar untuk sektor pendidikan," jelasnya.

Maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya risiko tersebut, pemerintah bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masih terus mengkaji kemungkinan tersebut.

Karena seperti yang diketahui jika mengacu pada kalender pendidikan Indonesia, sekolah akan memasuki ajaran baru pada 13 Juli 2020.

Dirinya tidak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona. Selain berdampak buruk pada siswa, pemerintah juga akan mendapatkan sorotan buruk.

"Dan kalau nanti salah kelola itu bisa menjadi klaster baru dan kalau menjadi klaster baru nanti citranya nanti kurang bagus atau bahkan membahayakan karena ini menyangkut anak-anak," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com

Bunda Bisa Bernapas Legah, Skenario Terbaru Masuk Sekolah Bukan Juli Tapi Awal Tahun 2021

One Be 6/01/2020
Bunda Bisa Bernapas Legah, Skenario Terbaru Masuk Sekolah Bukan Juli Tapi Awal Tahun 2021

Blogpendidikan.net - Pemerintah menegaskan belum bisa memastikan kapan sektor pendidikan akan beroperasi secara optimal di tengah pandemi corona (Covid-19). Artinya, fasilitas pendidikan akan tetap tutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sebuah diskusi, dikutip melalui laman resmi Kemenko PMK, Senin (1/6/2020).

"Dibandingkan sektor-sektor lain, kemungkinan sekolah adalah sektor yang paling terakhir," kata Muhadjir.

Muhadjir tak memungkiri bahwa berdasarkan skenario yang telah dirancang sebelumnya bahwa kemungkinan berbagai fasilitas pendidikan akan kembali beroperasi seperti sekolah maupun perguruan tinggi akan dibuka pada akhir tahun atau bahkan awal tahun baru.

"Itu hanya ancar-ancar saja. Kalau menurut kalender itu pertengahan Juli. Tapi Kemenko PMK tidak merekomendasikan skenario masuk sekolah pada waktu tersebut," katanya.

Muhadjir menegaskan bahwa alasan pemerintah tak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan kapan sekolah akan dibuka. Pemerintah masih mengkalkulasi dampak yang bisa ditimbulkan di tengah new normal.

"Risikonya tidak bisa dihitung dengan mudah akibat dari pengurangan pembatasan atau pembukaan sekolah," ujarnya. (Sumber; cnbcindonesia.com)

Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

One Be 6/01/2020
Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

Blogpendidikan.net - Panduan dan jadwal belajar dari rumah TVRI minggu kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat telah di keluarkan oleh Kemendikbud.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. 

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Untuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456.
Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Kedelapan PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat; LIHAT DISINI

Panduan Bagi Guru dan Siswa Saat Sekolah Dibuka Kembali di Zona Hijau

One Be 6/01/2020
Panduan Bagi Guru dan Siswa Saat Sekolah Dibuka Kembali di Zona Hijau

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security CEPH Griffith University mengatakan, pelaksanaan pola hidup baru dan pola kehidupan lainnya di berbagai sektor dan tingkatan selama pandemi Covid-19 harus mulai disosialisasikan.

Hal tersebut penting mengingat potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemik.

"Sekaligus saya tidak sependapat dengan adanya pernyataan salah satu lembaga survey pemilu yang menyatakan pandemi ini akan selesai Juni," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Dicky yang telah terlibat dalam penanganan pandemi hampir 18 tahun sejak wabah SARS, HIV, dan flu burung ini menuturkan, penerapan pola kerja baru dan sekolah baru haruslah dipersiapkan dengan matang.

Dia menambahkan, pelaksanaannya baru bisa atau boleh dilakukan jika kesiapan perangkat dan prosedur skrining telah dipenuhi.

"Bila belum dilakukan skrining maka sangat tidak dianjurkan untuk dipaksakan karena berbahaya," ujar dia.

Dicky mengungkapkan, potensi penularan Covid-19 dapat terjadi baik pada orang dewasa muda dan anak-anak. Bahkan, hal ini dapat berakibat fatal atau kematian. Dicky pun memberikan panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru dan kerja baru di tengah pandemi yang saat ini terjadi.

Panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru:

1. Proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah
Karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar atau bekerja di sekolah.
Golongan-golongan tersebut dapat diberikan opsi work from home (WFH) 

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal 
Melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan test Covid-19
Test disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO. Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining diberi tanda
Bagi guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining untuk Covid-19, maka dapat diberikan tanda.

5. Sosialisasi virtual
Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur waktu kegiatan belajar mengajar
Waktu kegiatan belajar diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan dikurangi durasi di sekolah.

7. Data dan cek kondisi
Guru kelas terpilih wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal. Siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar di rumah hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi duduk
Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru tidak berpindah kelas
Guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

10. Menjaga jarak
Guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

11. Skrining harian
Skrining harian sebelum berangkat untuk guru, siswa dan karyawan lewat handphone.Jika suhu di atas 38 derajat, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan  lain, maka jangan ke sekolah. Fasilitasi kontak puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak berkumpul
Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining fisik
Di pintu masuk sekolah, lakukan skrining fisik untuk guru, siswa, atau karyawan yang meliputi suhu, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit.

14. Penerapan aturan pola sekolah baru
Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid-19. Aturan pola baru meliputi selalu wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel dan hand sanitizer pada beberapa lokasi sekolah. Selain itu, tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah.

15. Informasi pencegahan corona
Pemasangan informasi pencegahan Covid seperti di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan
Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfektan setiap hari

17. Tutup tempat bermain
Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul

18. WFH bagi yang bepergian
Guru, karyawan atau siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri, diberi waktu WHF atau belajar dari rumah selama 14 hari

19. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah
Pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah, juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah.

Sementara itu, aturan spesifik lain disesuaiakan dengan lokasi dan kondisi "Kegiatan belajar mengajar relatif aman dilakukan jika seluruh tahapan ini dilakukan. Jika belum siap maka tidak boleh dipaksakan," tegas Dicky.

Syarat dan Panduan Buka Sekolah Dari UNICEF

Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk kesejahteraan anak (UNICEF) sudah mengeluarkan panduan bagi negara yang ingin membuka kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Panduan tersebut terdiri dari tiga tahap yaitu sebelum pembukaan, memasuki proses pembukaan, dan ketika pembukaan sudah dilakukan.

Pada masa pra-pembukaan, berikut hal-hal yang harus disiapkan:

1. Menyusun panduan yang jelas mengenai indikator pembukaan sekolah. Pembukaan bisa dimulai dari daerah dengan risiko paling rendah. Pembukaan juga bisa dilakukan secara bertahap, dari mulai pembatasan hari masuk sekolah atau tingkat-tingkat tertentu terlebih dulu.
2. Menyusun panduan yang jelas mengenai penegakan social distancing di sekolah.
3. Menyusun panduan yang jelas mengenai protokol kesehatan dan kebersihan yang tetap harus dijaga di sekolah.
4. Merevisi porsi kehadiran dalam penentuan nilai pelajaran.
5. Perlindungan terhadap staf pengajar yang berisiko tinggi karena faktor usia dan kondisi kesehatan, serta menyusun rencana untuk menggantikan guru yang belum bisa mengajar.
6. Menyusun kebutuhan pendanaan untuk peningkatan kualitas kebersihan sekolah.
7. Membangun fasilitas tanggap darurat seperti shelter, unit kesehatan, lokasi karantina, dan sebagainya.
8. Menyediakan pelatihan bagi guru untuk mendukung proses belajar dari jarak jauh.
9. Menyusun perubahan kalender akademik yang memasukkan berbagai skenario di bidang kesehatan.
10. Memastikan pembayaran gaji para guru tetap utuh dan mampu menopang hidup layak.
11. Memberi bantuan dana kepada sekolah yang terdampak pandemi virus corona.
12. Anak-anak dari kelompok termajinalkan layak mendapatkan mendapatkan prioritas akses pendidikan.

Sementara ketika memasuki proses pembukaan kembali, panduan yang ditekankan oleh UNICEF adalah:

1. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dari sekolah kepada siswa, orang tua murid, dan masyarakat.
2. Meningkatkan pasokan air bersih ke sekolah, termasuk peningkatan kualitas sanitasi.
3. Memberi pelatihan kepada guru dan staf sekolah untuk menegakkan social distancing dan praktik hidup bersih.
4. Menyusun prosedur apabila siswa, guru, atau staf sekolah merasa kurang sehat dengan meningkatkan koordinasi dengan otoritas kesehatan setempat.
5. Merevisi biaya sekolah.
6. Melengkapi pengetahuan guru untuk membimbing siswa dalam aspek kesehatan mental dan psikososial.
7. Menerapkan pembelajaran skala besar untuk meningkatkan tingkat literasi anak-anak usia dini dan anak-anak berkebutuhan khusus.
8. Menyusun asesmen risiko untuk guru yang dengan kondisi tertentu (lanjut usia atau memiliki kondisi medis).
9. Memberi keringanan biaya sekolah jika dimungkinkan.
10. Menyusun langkah spesifik untuk mendukung siswa perempuan.

Kemudian ketika sekolah sudah dibuka lagi, UNICEF memberi panduan sebagai berikut:

1. Menyusun model pembuatan keputusan kapan sekolah bisa ditutup dan dibuka kembali.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembersihan sekolah.
3. Meningkatkan penggunaan pembersih tangan dan masker kain.
4. Meningkatkan investasi di bidang pembelajaran jarak jauh untuk mempersiapkan diri jika nantinya sekolah perlu ditutup kembali.
5. Mempertimbangkan untuk menunda ujian dan jika memungkinkan seluruh siswa boleh naik kelas.
6. Mengembangkan metode pembelajaran inovatif misalnya metode belajar online.
7. Menginformasikan segala hal mengenai pandemi virus corona kepada siswa secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Hindari siswa dari ketakutan yang berlebihan.
8. Prioritaskan dukungan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus.
9. Pastikan materi pembelajaran dapat diakses oleh siswa dengan keterbatasan.

102 Daerah Berpeluang Membuka Sekolah di Tahun Ajaran Baru

One Be 6/01/2020
102 Daerah Berpeluang Membuka Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Sebanyak 102 daerah dinyatakan Gugus Tugas Covid-19 Nasional sebagai zona hijau karena sampai hari ini belum ditemukan kasus corona.

Menurut Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad, daerah zona hijau ini kemungkinan besar akan memberlakukan pembelajaran tatap muka.

"Sebagian besar sekolah akan berlaku pembelajaran jarak jauh terutama zona merah dan kuning. Sedangkan pembelajaran tatap muka kemungkinan diberlakukan di zona hijau. Ada 102 kabupaten zona hijau yang selama dua bulan ini belum ada Covid-19," kata Hamid dalam telekonferensi di Jakarta.

Meski begitu, yang akan menetapkan apakah 102 daerah di zona hijau itu bisa membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 jadi kewenangan Gugus Tugas Covid-19 Nasional dan Kemenkes. Itupun tahapannya cukup panjang.

Dia mencontohkan Sumba Barat Daya yang masuk zona hijau hingga saat ini memberlakukan pembelajaran tatap muka walaupun ada imbauan Kemendikbud belajar di rumah.

"Tanggal tahun pelajaran baru itu 13 Juli 2020. Namun, bukan berarti 13 Juli sekolah dibuka. Pembukaan sekolah itu ada syaratnya, salah satunya harus zona hijau. Itupun yang menentukan Gugus Tugas Covid-19 Nasional dan Kemenkes," tegasnya.

Dia menambahkan, untuk membuka sekolah di daerah zona hijau melewati tiga tahapan/saringan. Pemda tidak boleh membuka sekolah sebelum ada rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional dan Kemenkes.

"Kemendikbud tidak memutuskan untuk membuka sekolah. Itu kewenangan Gugus Tugas. Kalaupun sudah ada rekomendasi Gugus Tugas, tergantung Pemda mau membuka sekolahnya atau tidak," ucapnya.

Dia menambahkan, tahun ajaran baru tidak dimundurkan pada Januari 2021. Sebab, kelulusan SMA dan SMP sudah dilakukan. Begitu juga nanti SD. Kalau diundur bagaimana dengan nasib para lulusan ini.

"Tahun pelajarannya tetap sama, minggu ketiga bulan Juli, hari Senin. Sebagian besar sekolah akan berlaku pembelajaran jarak jauh terutama zona merah dan kuning," tutupnya.

Gugus Tugas 102 Daerah Zona Hijau

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo mengungkapkan Presiden Joko Widodo memerintahkan daerah yang masuk zona hijau menerapkan masa kenormalan baru atau new normal.

Kawasan zona hijau Covid-19 tersebut merupakan wilayah yang belum terdampak virus corona atau Covid-19.

"Kemarin tanggal 29 Mei 2020 bahwa Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk pemerintah kabupaten kota yang saat ini berada dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19," ujar Doni Monardo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat ini terdapat 102 kabupaten yang masuk dalam zona hijau.

Meski begitu, Doni menegaskan agar new normal dijalani dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah daerah harus tetap mewaspadai penyebaran virus corona.

"Berdasarkan protokol kesehatan yang ketat dengan kehati-hatian serta tetap waspada terhadap Covid-19 dan seterusnya," ucap Doni.

Selain itu, daerah tersebut juga diharuskan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap masyarakatnya.

"Setiap daerah juga harus memperhatikan ketentuan tentang testing yang masih tracing, yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien," ujar Doni.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah membagi kategori daerah sesuai dengan tingkat risiko penyebaran virus corona.

Pakar Informatika Penyakit Menular dan Epidemiologi pada Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan ada 11 indikator untuk menentukan sebuah wilayah masuk zona hijau.

Saat ini, ada 102 kabupaten kota yang masuk dalam zona hijau. "Menggunakan indikator tersebut sudah terdapat 102 kabupaten kota yang tidak terdampak sampai dengan hari kemarin," ujar Dewi di Kantor BNPB Jakarta.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, 102 kabupaten kota tersebut telah dapat menjalankan kehidupan kenormalan baru atau new normal.

Berikut daftar 102 Kabupaten yang telah masuk dalam zona hijau:

Sumatera Utara
1. Nias Barat
2. Pakpak Bharat
3. Samosir
4. Tapanuli Utara
5. Nias
6. Padang Lawas Utara
7. Labuhanbatu Selatan
8. Kota Sibolga
9. Tapanuli Selatan
10. Humbang Hasundutan
11. Nias utara
12. Mandailing Natal
13. Padang Lawas
14. Kota Gunungsitoli
15. Nias selatan

Aceh
1. Pidie Jaya
2. Aceh Singkil
3. Bireuen
4. Aceh Jaya
5. Nagan Raya
6. Kota Subulussalam
7. Aceh Tenggara
8. Aceh Tengah
9. Aceh Barat
10. Aceh Selatan
11. Kota Sabang
12. Kota Langsa
13. Aceh Timur
14. Aceh besar

Jambi
1. Kerinci

Bengkulu
1. Rejang Lebong

Lampung
1. Lampung Timur
2. Mesuji

Kepulauan Riau
1. Natuna
2. Lingga
3. Kepulauan Anambas

Riau
1. Rokan Hilir
2. Kuantan Singigi

Sumatera Selatan
1. Kota Pagar Alam
2. Penukal Abab Lematang Ilir
3. Ogan Komering Ulu Selatan
4. Empat Lawang

Papua
1. Yakuhimo
2. Mappi
3. Dogiyai
4. Kepulauan Yapen
5. Paniai
6. Tolikara
7. Yalimo
8. Deiyai
9. Puncak Jaya
10. Mamberamo Raya
11. Nduga
12. Pegunungan Bintang
13. Asmat
14. Supiori
15. Lanny Jaya
16. Puncak
17. Intan Jaya

Maluku
1. Kota Tual
2. Malukur Tgr. Barat
3. Maluku Tenggara
4. Kepulauan Aru
5. Maluku Barat Daya

Papua Barat
1. Kalimana
2. Tambrauw
3. Sorong Selatan
4. Maybrat
5. Pegunungan Arfak

Maluku Utara
1. Halmahera Tengah
2. Halmahera Timur

Sulawesi Utara
1. Bolaang Mongondow TImur
2. Kep. Siau Tagulandang Biaro

Sulawesi Selatan
1. Toraja Utara

Sulawesi Tenggara
1. Buton Utara
2. Buton Selatan
3. Buton
4. Konawe Utara
5. Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
1. Donggala
2. Tojo Una-una
3. Banggai Laut

Sulawesi Barat
1. Mamasa

Gorontalo
1. Gorontalo Utara

NTT
1. Ngada
2. Sumba Tengah
3. Sumba Barat Daya
4. Alor
5. Sumba Barat
6. Lembata
7. Malaka
8. Rote Ndao
9. Manggarai Timur
10. Timor Tengah Utara
11. Sabu Raijua
12. Kupang
13. Belu
14. Timor Tengah Selatan

Kalimantan Tengah
1. Sukamara

Kalimantan Timur
1. Mahakam Ulu

Jawa Tengah
1. Tegal

Kep. Bangka Belitung
1. Belitung Timur

Daerah Zona Hijau Pemda Bisa Menetapkan Pembukaan Sekolah, Cek Daerahmu Apakah Zona Hijau!

One Be 5/31/2020
Daerah Zona Hijau Pemda Bisa Menetapkan Pembukaan Sekolah, Cek Daerahmu Apakah Zona Hijau!

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Muhammad Hamid, menyatakan keputusan membuka sekolah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ada di tangan pemerintah daerah.

"Siapa yang menetapkan pembukaan sekolah? Pemda masing-masing mau buka atau tidak. Tapi syaratnya harus zona hijau," ujarnya melalui konferensi video, Kamis (28/5).

Ia menegaskan keputusan membuka sekolah bukan di Kemendikbud. Pihaknya hanya menetapkan syarat dan prosedur sekolah yang diizinkan belajar tatap muka.

Artinya, sebuah daerah harus melewati sejumlah syarat jika ingin memutuskan membuka kembali sekolah. Salah satu syarat yang mutlak harus dimiliki adalah berada di zona hijau.

Penetapan zona hijau, kuning dan merah, lanjutnya, ada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sehingga Pemda tidak bisa menetapkan secara sepihak pembukaan sekolah.

"Tidak bisa pemerintah daerah menetapkan secara sepihak sebelum ada keputusan dari Gugas bahwa daerah itu boleh buka sekolah tatap muka," ungkapnya.

Hamid menyatakan detail pembukaan sekolah bakal diungkapkan Mendikbud Nadiem Makarim pada pekan depan. Ia menekankan keputusan yang diungkap pekan depan berdasarkan diskusi dengan lintas kementerian serta pakar.

Kendati bakal membuka kesempatan sejumlah daerah membuka sekolah, ia mengaku tidak ada perubahan anggaran untuk mendukung fasilitas protokol kesehatan.

Ia menyatakan pihaknya sudah menganggarkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp53 triliun. Jika ada kekurangan, lanjutnya, maka sekolah bisa meminta tambahan dari Dana Alokasi Khusus di pemerintah daerah.

Gugus Tugas 102 Daerah Zona Hijau

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo mengungkapkan Presiden Joko Widodo memerintahkan daerah yang masuk zona hijau menerapkan masa kenormalan baru atau new normal.

Kawasan zona hijau Covid-19 tersebut merupakan wilayah yang belum terdampak virus corona atau Covid-19.

"Kemarin tanggal 29 Mei 2020 bahwa Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk pemerintah kabupaten kota yang saat ini berada dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19," ujar Doni Monardo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat ini terdapat 102 kabupaten yang masuk dalam zona hijau.

Meski begitu, Doni menegaskan agar new normal dijalani dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah daerah harus tetap mewaspadai penyebaran virus corona.

"Berdasarkan protokol kesehatan yang ketat dengan kehati-hatian serta tetap waspada terhadap Covid-19 dan seterusnya," ucap Doni.

Selain itu, daerah tersebut juga diharuskan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap masyarakatnya.

"Setiap daerah juga harus memperhatikan ketentuan tentang testing yang masih tracing, yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien," ujar Doni.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah membagi kategori daerah sesuai dengan tingkat risiko penyebaran virus corona.

Pakar Informatika Penyakit Menular dan Epidemiologi pada Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan ada 11 indikator untuk menentukan sebuah wilayah masuk zona hijau.

Saat ini, ada 102 kabupaten kota yang masuk dalam zona hijau. "Menggunakan indikator tersebut sudah terdapat 102 kabupaten kota yang tidak terdampak sampai dengan hari kemarin," ujar Dewi di Kantor BNPB Jakarta.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, 102 kabupaten kota tersebut telah dapat menjalankan kehidupan kenormalan baru atau new normal.

Berikut daftar 102 Kabupaten yang telah masuk dalam zona hijau:

Sumatera Utara
1. Nias Barat
2. Pakpak Bharat
3. Samosir
4. Tapanuli Utara
5. Nias
6. Padang Lawas Utara
7. Labuhanbatu Selatan
8. Kota Sibolga
9. Tapanuli Selatan
10. Humbang Hasundutan
11. Nias utara
12. Mandailing Natal
13. Padang Lawas
14. Kota Gunungsitoli
15. Nias selatan

Aceh
1. Pidie Jaya
2. Aceh Singkil
3. Bireuen
4. Aceh Jaya
5. Nagan Raya
6. Kota Subulussalam
7. Aceh Tenggara
8. Aceh Tengah
9. Aceh Barat
10. Aceh Selatan
11. Kota Sabang
12. Kota Langsa
13. Aceh Timur
14. Aceh besar

Jambi
1. Kerinci

Bengkulu
1. Rejang Lebong

Lampung
1. Lampung Timur
2. Mesuji

Kepulauan Riau
1. Natuna
2. Lingga
3. Kepulauan Anambas

Riau
1. Rokan Hilir
2. Kuantan Singigi

Sumatera Selatan
1. Kota Pagar Alam
2. Penukal Abab Lematang Ilir
3. Ogan Komering Ulu Selatan
4. Empat Lawang

Papua
1. Yakuhimo
2. Mappi
3. Dogiyai
4. Kepulauan Yapen
5. Paniai
6. Tolikara
7. Yalimo
8. Deiyai
9. Puncak Jaya
10. Mamberamo Raya
11. Nduga
12. Pegunungan Bintang
13. Asmat
14. Supiori
15. Lanny Jaya
16. Puncak
17. Intan Jaya

Maluku
1. Kota Tual
2. Malukur Tgr. Barat
3. Maluku Tenggara
4. Kepulauan Aru
5. Maluku Barat Daya

Papua Barat
1. Kalimana
2. Tambrauw
3. Sorong Selatan
4. Maybrat
5. Pegunungan Arfak

Maluku Utara
1. Halmahera Tengah
2. Halmahera Timur

Sulawesi Utara
1. Bolaang Mongondow TImur
2. Kep. Siau Tagulandang Biaro

Sulawesi Selatan
1. Toraja Utara

Sulawesi Tenggara
1. Buton Utara
2. Buton Selatan
3. Buton
4. Konawe Utara
5. Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
1. Donggala
2. Tojo Una-una
3. Banggai Laut

Sulawesi Barat
1. Mamasa

Gorontalo
1. Gorontalo Utara

NTT
1. Ngada
2. Sumba Tengah
3. Sumba Barat Daya
4. Alor
5. Sumba Barat
6. Lembata
7. Malaka
8. Rote Ndao
9. Manggarai Timur
10. Timor Tengah Utara
11. Sabu Raijua
12. Kupang
13. Belu
14. Timor Tengah Selatan

Kalimantan Tengah
1. Sukamara

Kalimantan Timur
1. Mahakam Ulu

Jawa Tengah
1. Tegal

Kep. Bangka Belitung
1. Belitung Timur

Artikel ini dikutip dari cnnindonesi.com dengan judul "Kemdikbud: Pemda Zona Hijau Bisa Putuskan Buka Sekolah" dan tribunnews.com dengan judul "Diminta Terapkan New Normal, Ini Daftar 102 Kabupaten Zona Hijau Covid-19 dari Aceh Hingga Papua"

Daftar Kabupaten dan Kota Yang Masuk Dalam Zona Hijau Covid-19, Bersiap Terapkan New Normal

One Be 5/31/2020
Daftar Kabupaten dan Kota Yang Masuk Dalam Zona Hijau Covid-19, Bersiap Terapkan New Normal

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo mengungkapkan Presiden Joko Widodo memerintahkan daerah yang masuk zona hijau menerapkan masa kenormalan baru atau new normal.

Kawasan zona hijau Covid-19 tersebut merupakan wilayah yang belum terdampak virus corona atau Covid-19.

"Kemarin tanggal 29 Mei 2020 bahwa Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk pemerintah kabupaten kota yang saat ini berada dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19," ujar Doni Monardo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat ini terdapat 102 kabupaten yang masuk dalam zona hijau.

Meski begitu, Doni menegaskan agar new normal dijalani dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah daerah harus tetap mewaspadai penyebaran virus corona.

"Berdasarkan protokol kesehatan yang ketat dengan kehati-hatian serta tetap waspada terhadap Covid-19 dan seterusnya," ucap Doni.

Selain itu, daerah tersebut juga diharuskan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap masyarakatnya.

"Setiap daerah juga harus memperhatikan ketentuan tentang testing yang masih tracing, yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien," ujar Doni.

11 Indikator

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah membagi kategori daerah sesuai dengan tingkat risiko penyebaran virus corona.

Pakar Informatika Penyakit Menular dan Epidemiologi pada Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan ada 11 indikator untuk menentukan sebuah wilayah masuk zona hijau.

Saat ini, ada 102 kabupaten kota yang masuk dalam zona hijau. "Menggunakan indikator tersebut sudah terdapat 102 kabupaten kota yang tidak terdampak sampai dengan hari kemarin," ujar Dewi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, 102 kabupaten kota tersebut telah dapat menjalankan kehidupan kenormalan baru atau new normal.

Berikut daftar 102 Kabupaten yang telah masuk dalam zona hijau:

Sumatera Utara
1. Nias Barat
2. Pakpak Bharat
3. Samosir
4. Tapanuli Utara
5. Nias
6. Padang Lawas Utara
7. Labuhanbatu Selatan
8. Kota Sibolga
9. Tapanuli Selatan
10. Humbang Hasundutan
11. Nias utara
12. Mandailing Natal
13. Padang Lawas
14. Kota Gunungsitoli
15. Nias selatan

Aceh
1. Pidie Jaya
2. Aceh Singkil
3. Bireuen
4. Aceh Jaya
5. Nagan Raya
6. Kota Subulussalam
7. Aceh Tenggara
8. Aceh Tengah
9. Aceh Barat
10. Aceh Selatan
11. Kota Sabang
12. Kota Langsa
13. Aceh Timur
14. Aceh besar

Jambi
1. Kerinci

Bengkulu
1. Rejang Lebong

Lampung
1. Lampung Timur
2. Mesuji

Kepulauan Riau
1. Natuna
2. Lingga
3. Kepulauan Anambas

Riau
1. Rokan Hilir
2. Kuantan Singigi

Sumatera Selatan
1. Kota Pagar Alam
2. Penukal Abab Lematang Ilir
3. Ogan Komering Ulu Selatan
4. Empat Lawang

Papua
1. Yakuhimo
2. Mappi
3. Dogiyai
4. Kepulauan Yapen
5. Paniai
6. Tolikara
7. Yalimo
8. Deiyai
9. Puncak Jaya
10. Mamberamo Raya
11. Nduga
12. Pegunungan Bintang
13. Asmat
14. Supiori
15. Lanny Jaya
16. Puncak
17. Intan Jaya

Maluku
1. Kota Tual
2. Malukur Tgr. Barat
3. Maluku Tenggara
4. Kepulauan Aru
5. Maluku Barat Daya

Papua Barat
1. Kalimana
2. Tambrauw
3. Sorong Selatan
4. Maybrat
5. Pegunungan Arfak

Maluku Utara
1. Halmahera Tengah
2. Halmahera Timur

Sulawesi Utara
1. Bolaang Mongondow TImur
2. Kep. Siau Tagulandang Biaro

Sulawesi Selatan
1. Toraja Utara

Sulawesi Tenggara
1. Buton Utara
2. Buton Selatan
3. Buton
4. Konawe Utara
5. Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
1. Donggala
2. Tojo Una-una
3. Banggai Laut

Sulawesi Barat
1. Mamasa

Gorontalo
1. Gorontalo Utara

NTT
1. Ngada
2. Sumba Tengah
3. Sumba Barat Daya
4. Alor
5. Sumba Barat
6. Lembata
7. Malaka
8. Rote Ndao
9. Manggarai Timur
10. Timor Tengah Utara
11. Sabu Raijua
12. Kupang
13. Belu
14. Timor Tengah Selatan

Kalimantan Tengah
1. Sukamara

Kalimantan Timur
1. Mahakam Ulu

Jawa Tengah
1. Tegal

Kep. Bangka Belitung
1. Belitung Timur

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com