Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Karena Hanya Menggunakan Face Shield Tanpa Masker, Banyak Penderita Baru Covid-19 Bermunculan

Admin 7/25/2020
Karena Hanya Menggunakan Face Shield Tanpa Masker, Banyak Penderita Covid-19 Baru Bermunculan

BlogPendidikan.net
- Saat ini masyarakat punya alternatif pelindung tubuh penularan wabah corona, yaitu face shield. 

Penutup muka dengan bahan plastik transparan pun seolah menjadi favorit banyak orang saat berkegiatan di luar rumah.  

Bahkan, di tanah air banyak masyarakat menggunakan faceshield, meski mereka tak memakai masker. 

Menurut New York Times (24/5/2020), salah satu kelebihan faceshield adalah dapat melindungi mata dari paparan droplet corona.

Ini berbeda dengan masker yang hanya melindungi area mulut dan hidung. 

Kelebihan face shield lainnya. Tidak seperti masker, face shield juga cenderung praktis digunakan dan minim celah kesalahan cara penggunaan.

Terkait sterilisasi, face shield bisa didisinfeksi di mana saja. Sehigga orang tak perlu repot membawa beberapa face shield saat berada di luar rumah.

Face shield juga dianggap lebih ramah pengidap bisu tuli yang mengandalkan pembacaan mulut untuk berkomunikasi karena dibuat dari bahan transparan.

Selain itu, dengan keunggulannya dari segi komunikasi, face shield bisa menunjang jaga jarak aman.

Setiap orang bisa berkomunikasi tanpa perlu berdekatan.

FACESHIELD TAK BISA CEGAH PENULARAN VIRUS CORONA

Hanya saja, faceshiled juga menyimpan sisi kelemahan yang sangat besar. 

Dianggap lemah dari sisi keamanan karena kuman masih memiliki celah untuk masuk di bagian samping dan bawah.

Harus diingat, penyebaran virus corona saat ini sudah menyebar lewat udara (airborne desease) bukan lewat droplet lagi. 

Jadi, virus selama berjam-jam masih ada di udara saat seorang penderita covid-19 bersin, batuk, dan berbicara. 

Dengan kondisi itu, penggunaan face shield sangat rentan penularan.

Tak hanya itu, riset terkait efektivitas penggunaan face shield untuk melindungi diri dari paparan virus corona sesuai bukti belum tersedia.

Untuk itu, penggunaan faceshield akan memberikan perlindungan palsu kepada para pemakainya. 

Dilansir dari kompas.com, penggunaan face shield tanpa masker adalah hal yang sangat riskan. 

Departemen kesehatan di Swiss mengingatkan, agar kita tidak mengenakan face shield berbahan plastik tanpa masker.

Beberapa waktu lalu, orang-orang di negara itu yang hanya menggunakan face shield atau pelindung wajah terinfeksi virus corona, sementara orang yang memakai masker dalam kondisi baik-baik saja.

Infeksi dilaporkan di sebuah hotel di wilayah Graubunden, di mana beberapa karyawan dan setidaknya satu tamu dinyatakan positif terkena virus corona.

Pejabat kesehatan setempat menetapkan semua yang terinfeksi hanya menggunakan pelindung wajah plastik sebagai perlindungan.

Tidak ada infeksi pada orang yang memakai masker wajah, menurut mereka.

Pejabat kesehatan tersebut juga mengatakan kepada kantor berita Swiss, 20 Minutes, bahwa face shield dapat menciptakan rasa aman yang palsu, yang membuat para pemakainya mengambil risiko yang tidak perlu.

"Face shield tidak berfungsi sebagai alternatif masker wajah. Pelindung wajah atau visor dapat dikenakan bersama masker untuk lebih meningkatkan perlindungan kita," kata Yann Hulmann, juru bicara Federal of Public Health kepada 20 Minutes.

Sebelumnya, WHO telah menyatakan pelindung wajah dapat membantu mencegah virus, tetapi harus dibarengi langkah-langkah pencegahan lainnya seperti mengenakan masker, social distancing, dan sering mencuci tangan.

Tidak ada langkah pencegahan tunggal yang bisa sepenuhnya melindungi diri terhadap virus corona.

HANYA GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, ATAU GUNAKAN KEDUANYA

Dokter spesialis pencegahan infeksi dari St. Joseph Hospital dan Mission Hospital California AS, menjawab masyarakat wajib memakai masker saat berada di luar rumah.

"Pilih masker untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, terutama bagi orang tanpa gejala," kata dia.

Menurut Baliley, face shield lebih diperuntukkan sebagai APD bagi petugas kesehatan.

Pasalnya, masyarakat umumnya tidak terpapar kontak dengan pasien berisiko tinggi dari jarak dekat.

Masyarakat yang masih bisa memungkinkan jaga jarak aman minimal dua meter saat di luar rumah, cukup menggunakan masker.

Dokter spesialis penyakit menular dari NYU Winthrop Hospital AS, Bruce Polsky, MD, juga menyampaikan, face shield digunakan petugas medis sebagai perlindungan ekstra selain masker.

"Face shield bukan pengganti masker, tapi perlindungan ekstra dari kontaminasi penyakit," jelas Polsky.

Menurut Polsky, face shield sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saat harus menangani pasien penyakit menular dari jarak dekat.

Kendati demikian, masyarakat dipersilakan mengenakan face shield sebagai perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar rumah.

Asalkan, tetap sadar untuk memprioritaskan APD ini bagi petugas kesehatan yang lebih membutuhkan.

Selain itu, masyarakat juga tetap diminta sebisa mungkin tinggal di rumah, jaga jarak aman minimal dua meter saat berada di luar rumah, menjaga daya tahan tubuh, serta rajin membersihkan tangan.

Update Daftar Daerah Zona Hijau Covid-19

Admin 7/23/2020
Update Daftar Daerah Zona Hijau Covid-19

BlogPendidikan.net
- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengumumkan daftar wilayah risiko yang masuk ke dalam zona hijau dan zona merah virus corona (covid-19). Daftar ini merupakan update terbaru berdasarkan analisis mingguan hingga 19 Juli.

Penentuan zona pada sebuah daerah berdasarkan pada indikator kesehatan masyarakat seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan.

Setidaknya ada empat kategori zona wilayah terkait Covid-19. Zona hijau yang berarti daerah tanpa corona, zona kuning artinya penyebaran covid-19 rendah, zona oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, dan zona merah berarti wilayah dengan risiko penyebaran corona tinggi.

Berikut daftar 100 Zona Hijau dan 35 Zona Merah Covid-19 seperti dilansir dari situs resmi pemerintah covid19.go.id/peta-risiko:

100 Daerah Zona Hijau

Sumatera Utara:
Pakpak Bharat
Nias Barat
Nias
Mandailing Natal
Kota Gunungsitolo
Nias Utara
Nias Selatan

Sumatera Barat
Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Pasaman
Pasaman Barat
Kepulauan Mentawai

Sulawesi Utara
Minahasa Tenggara
Bolaang Mongondow Utara
Bolaang Mongondow Timur
Bolaang Mongondow Selaran

Sulawesi Tenggara
Buton Utara
Kolaka Timur
Bombana
Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
Buol
Sigi
Tojo Una-una
Banggai Kepulauan

Riau
Kep. Meranti
Rokan Hilir

Papua Barat
Kaimana
Tambrauw
Raja Ampat
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Bintuni
Papua
Yahukimo
Mappi
Mamberamo Tengah
Dogiyai
Paniai
Yalimo
Deiyai
Boven Digoel
Waropen
Mamberamo Raya
Nduga
Asmat
Puncak
Intan Jaya

Nusa Tenggara Timur
Ngada
Sumba Tengah
Lembata
Malaka
Alor
Sabu aijua
Manggrai
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Selatan
Belu
Ende

Maluku Utara
Pulau Taliabu
Maluku
Maluku Tenggara Barat
Buru Selatan
Kep. Aru

Lampung
Tulang Bawang
Way Kanan
Mesuji

Kepulauan Riau
Natuna
Lingga
Kep. Anambas
Kepulauan Bangka Belitung
Bangka Barat

Kalimantan Timur
Mahakam Ulu

Kalimantan Tengah
Sukamara
Kalimantan Barat
Sekadau
Kapuas Hulu
Bengkayang
Kota Singkawang
Kayong Utara

Jambi
Bungo
Tanjung Jabung Timur
Merangin
Tebo

Gorontalo
Boalemo

Bengkulu
Bengkulu Selatan
Kaur
Mukomuko
Lebong
Seluma

Aceh
Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Pidie
Aceh Singkil
Simeulue
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Gayo Lues
Bener Meriah

35 Daerah Zona Merah

Sumatera Utara:
Deli Serdang
Kota Medan
Kota Pematang Siantar

Sumatera Selatan:
Kota Palembang

Sulawesi Selatan:
Pangkajene dan Kepulauan
Gowa
Luwu Timur
Kota Makassar

Papua:
Kota Jayapura

Nusa Tenggara Barat:
Kota Mataram

Kalimantan Tengah:
Barito Timur
Barito Selatan
Kota Palangka Raya
Kotawaringin Barat

Kalimantan Selatan:
Tanah Laut
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Hulu Sungai Tengah
Balangan
Hulu Sungai utara
Tabalong
Kota Banjarmasin

Jawa Timur:
Gresik
Kota Surabaya
Kota Pasuruan

Jawa Tengah:
Kota Semarang
Kudus
Demak

Gorontalo:
Kota Gorontalo

DKI Jakarta:
Jakarta Pusat
Jakarta Barat

Bali:
Gianyar
Bangli

Aceh:
Aceh Besar

Orang Tua Siswa: Kenapa Sekolah Ditutup Tapi Mall dan Tempat Wisata di Buka

Admin 7/22/2020
Orang Tua Siswa: Kenapa Sekolah Ditutup Tapi Mall dan Tempat Wisata di Buka,

BlogPendidikan.net
- M Ramadhansyah S Maliala Wali Murid dari Fathin Akbar sekolah di SMA Negeri 1 Pematang Siantar Kelas 10 menyampaikan pesan untuk Pemerintah pada Rabu (21/7/2020).

Kepada Yth Bapak-Bapak Pemimpin Daerah dan Pusat. Saya mewakili wali murid seluruh Indonesia yang Insya Allah satu suara.

Tolong dengan sangat buka kembali sekolah untuk anak-anak. Kami tidak semuanya paham dan mengerti cara belajar online. Kami tidak selalu punya uang untuk beli paket data.

Dengan adanya belajar online, tidak membuat anak-anak kami ngerti dengan materi pelajaran, malah tambah bodoh, malas, tidak disiplin, bahkan yang lebih parah mempercepat anak-anak Indonesia mengalami kebutaan dini karena kebanyakan mantengin ponsel.

Apakah ini yang namanya solusi???? 

Bapak/Ibu pemimpin yang terhormat. Tolong pertimbangkan lagi kebijakan yang kalian ambil. Aktifitas kami dibatasi dengan ancaman Covid, sementara beratnya beban hidup kami seolah tak kalian peduli.

Jika sekolah masih terus ditutup, apa jadinya dengan anak-anak kami! Pasar bebas ramai, berkerumun, tanpa khawatir terpapar Covid, pantai dan tempat wisata dibuka, tempat hiburan dibuka, pesawat penuh sesak dengan penumpang, mall juga dibuka.

Tapi kenapa sekolah ditutup hanya karena takut terpapar Covid?!. Tolong pak, ibu, bukalah lagi sekolah kami, tempat anak-anak kami menuntut ilmu, tempat dimana anak-anak bertemu kawan dan guru-guru.

Sementara di rumah, kami sebagai orang tua sudahlah direpotkan dengan pekerjaan rumah, kebutuhan sehari-hari. Masih lagi direpotkan dengan mengajarkan materi yang ada di buku tema kepada anak yang notabene itu bukan kapasitas kami.

Karena memang itu di luar kemampuan kami. Saya mohon kepada Bapak/Ibu yang terhormat, tolong Buka Buka Buka sekolah kamis. Jangan sampai menunggu kejadian yang tak diharapkan terjadi dan teralami di suatu saat nanti.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan surat Surat Edaran Nomor : 218/GTCOVID-19/VII/2020 Tentang Larangan Melakukan Proses Pembelajaran Tatap Muka.

“Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor : 205/GTCOVID-19/VII/2020 tanggal 6 juli 2020 tentang penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatra Utara, disampaikan bahwa proses belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah (secara daring) sedangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka menunggu petunjuk lebih lanjut dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara. Demikian untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” isi surat itu. (*)

Daftar 31 Daerah Zona Merah, dan 102 Zona Hijau Diizinkan Terapkan New Normal

Admin 7/16/2020
Daftar 31 Daerah Zona Merah, dan 102 Zona Hijau Diizinkan Terapkan New Normal

BlogPendidikan.net
- Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan laporan terbaru pemetaan zonasi risiko virus corona di Indonesia berdasarkan pada data yang dihimpun hingga Minggu 12 Juli.

Zonasi ini dikategorikan berdasarkan tingkat risiko tinggi atau zona merah, sedang atau zona oranye, dan rendah atau zona hijau.

"Pada minggu ini, ada 31 kabupaten kota dengan risiko tinggi (zona merah), 177 kabupaten kota risiko sedang (zona oranye), 204 kabupaten kota risiko rendah (zona kuning), dan 48 kabupaten kota tidak ada kasus baru serta 54 kabupaten kota tidak terdampak (zona hijau)," ujar Wiku di Graha BNPB, Selasa (14/7).

Untuk diketahui, penentuan zona pada sebuah daerah berdasarkan pada indikator kesehatan masyarakat seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan. 

Setidaknya ada empat kategori zona wilayah terkait Covid-19. Yakni, zona hijau yang berarti daerah tanpa virus corona. Zona hijau diklasifikasikan menjadi dua kondisi, pertama daerah tanpa penambahan kasus dalam dua pekan terakhir, dan daerah yang tidak terdampak Covid-19.

Lalu Zona kuning artinya penyebaran Covid-19 rendah, zona oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, dan zona merah berarti wilayah dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi.

Berikut daftar zona merah dan zona hijau penyebaran virus corona:

1. Zona Merah 31 daerah

Sumatera Utara: Deli Serdang, Kota Medan

Sulawesi Utara: Minahasa Utara, Kota Bitung

Sulawesi Selatan: Bantaeng, Kota Makassar

Papua: Kota Jayapura

Nusa Tenggara Barat: Kota Mataram

Maluku Utara: Kota Ternate

Kalimantan Tengah: Kotawaringin Barat

Kalimantan Selatan: Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Banjar, Balangan, Tabalong, Kota Banjarmasin

Jawa Timur: Gresik, Kota Mojokerto, Mojokerto, Kota Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo

Jawa Tengah: Kota Semarang

Gorontalo: Kota Gorontalo, Bone Bolango

DKI Jakarta: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

Bali: Karangasem

2. Zona Hijau 102 daerah

Sumatera Utara: Pakpak Bharat, Nias Barat, Nias, Mandailing Natal, Nias Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan

Sumatera Selatan: Ogan Komering Ulu Selatan

Sumatera Barat: Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kota Solok, Pasaman Barat

Sulawesi Utara: Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan

Sulawesi Tenggara: Buton Utara, Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah: Buol, Tojo Una-una, Banggai Kepulauan

Sulawesi Barat: Mamuju Utara

Riau: Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Siak

Papua Barat: Tambrauw, Maybrat, Pegunungan Arfak, Sorong Selatan, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni

Papua: Yahukimo, Mappi, Mamberami Tengah, Dogiyai, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Boven Digeol, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang, Asmat, Lanny Jaya, Puncak, Intan Jaya

Nusa Tenggara Timur: Sumba Tengah, Ngada, Alor, Lembata, Malaka, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Manggarai Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende

Maluku Utara: Pulau Taliabu

Maluku: Maluku Tenggara Barat, Buru Selatan, Kepulauan Aru

Lampung: Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Wey Kanan, Mesuji, Pesawaran

Kepulauan Riau: Natuna, Lingga, Kepulauan Anambhas

Kepulauan Bangka Belitung: Bangka Barat, Belitung Timur

Kalimantan Timur: Mahakam Ulu

Kalimantan Tengah: Sukamara

Kalimantan Barat: Sekadau, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kayong Utara

Jambi: Bungo, Tanjung Jabung Timur, Merangin, Tebo

Gorontalo: Boalemo

Bengkulu: Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Mukomuko, Lebong, Seluma

Aceh: Aceh Barat Daya, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Nagan Raya, Kota Subulussalam, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Simeulue, Aceh Timur, Bener Meriah

Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

Admin 7/12/2020
Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMASMK

BlogPendidikan.net
Kemendikbud telah merilis panduan dan jadwal Belajarr dari rumah TVRI minggu pertama di bulan juli.

Adapun daftar soal dan materi belajar dari rumah TVRI minggu pertama 13-19 Juli untuk SD, SMP, dan SMA/SMK bisa anda lihat pada akhir tulisan ini.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19.

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi. 

Tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Program belajar dari rumah TVRI yang tayang sejak 13 April 2020 yang diprogramkan berlangsung selama pandemi. 

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK.

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK; >>> LIHAT DISINI

Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

Admin 7/12/2020
Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

BlogPendidikan.net
 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem telah menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sekolah yang berada dalam zona hijau.  

Pernyataan ini disampaikan secara daring dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun zona hijau yang dimaksud adalah merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. 

Kebijakan klasifikasi wilayah ini penting dan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penularan virus corona.

Untuk teknisnya, jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, merupakan jenjang sekolah yang akan dibuka pertama kali. Sementara, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar 5 bulan lagi. 


Untuk peserta didik yang berada pada zona merah sendiri masih harus melakukan pembelajaran dari rumah. Nadiem Makarim menjelaskan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilakukan secara bertahap.

Berdasarkan update data per 7 juni sebaran zona hijau Covid-19 ada 92 daerah kabupaten/kota dan pada 21 juni bertambah menjadi 112 daerah zona hijau covid-19, dan update per tanggal 5 juli menjadi 104 daerah zona hijau.

Dengan bertambahnya daerah kabupaten/kota zona hijau ada kemungkinan sekolah akan dibuka kembali dan tentunya harus memiliki izin dari pemda, memenuhi syarat cek list kesiapan sekolah dengan sarana kesehatan yang menunjang bagi kesehatan peserta didik serta mendapatkan izin dari warga sekolah dalam hal ini orang tua siswa apakah sekolah boleh dibuka atau tidak.

Sebanyak 94% sekolah di Indonesia hingga saat ini masih masuk dalam daftar zona merah, kuning, dan orange Covid-19.

94% masih belajar dari rumah sedangkan 6% di zona hijau diperbolehkan seizin Pemerintah Daerah untuk melakukan belajar tatap muka tapi dengan protokol sangat ketat.

4 syarat sekolah zona hijau boleh dibuka

Pertama: Keputusan zona hijau suatu daerah berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Kedua: Jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah. Pemerintah daerah harus memberikan izin untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar.

Ketiga: Pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Saat ketiga langkah pertama (persyaratan) tatap muka, sekolah bisa mulai tatap muka.

Keempat: Orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meskipun sekolah telah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah, orangtua berhak memutuskan anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

Berikut daftar 104 daerah yang masuk kategori zona hijau update hingga hari ini:

Provinsi Aceh

Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Aceh Singkil
Pidie
Bireuen
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Simelue
Gayo Lues
Bener Meriah

Provinsi Sumatera Utara

Labuhan Batu
Nias Barat
Pakpak Bharat
Nias
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias Utara
Nias Selatan
Humbang Hasudutan
Toba Samosir

Provinsi Sumatera Barat

Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Kota Solok
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Kota Payakumbuah

Provinsi Sulawesi Tenggara

Muna Barat
Konawe Kepulauan

Provinsi Sulawesi Tengah

Banggai Kepualauan
Tojo Una-una

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuji Utara
Majene

Provinsi Sulawesi Utara

Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro

Provinsi Riau

Kepulauan Meranti
Siak
Rokan Hilir

Provinsi NTT

Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara

Provinsi NTB

Kota Bima

Provinsi Maluku

Buru Selatan
Maluku Tenggara Barat
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru

Provinsi Maluku Utara

Pulau Taliabu

Provinsi Lampung

Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Way Kanan
Lampung Timur
Mesuji

Provinsi Kalimantan Tengah

Sukamara

Provinsi Kalimantan Timur

Mahakam Ulu

Provinsi Jambi

Bungo
Tebo
Kerinci

Provinsi Sumatera Selatan

Musi Rawsa Utara
Ogan Komering Ulu Selatan

Provinsi Bengkulu

Bengkulu Selatan
Kaur
Muko Muko
Seluma
Lebong

Provinsi Papua

Mamberamo Tengah
Yahukimo
Mappi
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Asmat
Lanny Jaya
Puncak
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Intan Jaya
Supiori

Provinsi Papua Barat

Tambrauw
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Wondama

Provinsi Kepulauan Riau

Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas

Hal Yang Perlu Diperhatikan KBM Tatap Muka Sebelum dan Sesudah Proses Pembelajaran

Admin 7/11/2020
Hal Yang Perlu Diperhatikan KBM Tatap Muka Sebelum dan Sesuda Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Hampir enam bulan sudah kegiatan belajar mengajar di sekolah terhenti akibat wabah virus corona. Memasuki ajaran baru, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim akhirnya mengumumkan jadwal masuk sekolah tahun 2020/2021.

Meski kini virus corona masih mewabah di Indonesia, Nadiem Makarim mengungkapkan proses belajar di sekolah harus segera berjalan. Ada pun jadwal masuk sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilaksanakan mulai Juli 2020.

Sementara itu pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap untuk setiap jenjang pendidikan. SMA dan SMP sederajat akan menjadi jenjang pendidikan pertama yang akan memulai kegitan belajar secara tatap muka di sekolah.

Dalam siaran pers Kemendikbud, Nadiem mengumumkan hasil keputusan Kemendikbud bersama Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, Kemenko PMK, Kemenag, Kemenkes, Kemendagri, BNPB dan Komisi X DPR RI pada webinar Senin (15/6/2020).

Webinar yang diselenggarakan tersebut, terkait rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Dijelaskan, panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru.

“Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat," jelasnya.

Syarat Sekolah Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis.

Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.
  • Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.
  • Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.
  • Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.
“Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud.

Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah:

* Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B: paling cepat Juli 2020
* Tahap II: SD, MI, Paket A dan SLB: paling cepat September 2020
* Tahap III: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal: paling cepat November 2020

Hal Yang Perlu Diperhatikan KBM Tatap Muka Sebelum dan Sesudah Proses Pembelajaran

Sebelum Proses Pembelajaran:

1. Melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan
2. Memastikan kecukupan cairan disinfektan, sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas CTPS, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer)
3. Memastikan ketersediaan masker, dan/atau masker tembus pandang cadangan
4. Memastikan thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsl dengan baik
5. Melakukan pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan: suhu tubuh dan menanyakan adanya gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas

Sesudah Proses Pembelajaran:

1. Melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan
2. Memeriksa ketersediaan sisa cairan disinfektan, sabun cuci tangan, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer)
3. Memeriksa ketersediaan sisa masker dan/atau masker tembus pandang cadangan
4. Memastikan thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik
5. Melaporkan hasil pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan harian kepada dinas pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

Selama Kegiatan Belajar Mengajar:

1. Menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter
2. Menggunakaa alat belajar, alat musik, dan alat makan minum pribadi
3. Dilarang pinjam-meminjam peralatan
4. Memberikan pengumuman di seluruh area satuan pendidikan secara berulalg dan intensif terkait penggunaaan masker, CTPS, dan jaga jarak
5. Melakukan pengamatan visual kesehatan warga satuan pendidikan, jika ada yang memiliki gejala gangguan kesehatan maka harus ikuti protokol kesehatan satuan pendidikan.

Selesai Kegiatan Belajar Mengajar:

1. Tetap menggunakan masker dan melakukan CTPS sebelum meninggalkan ruang kelas
2. Keluar rangan kelas dal satuan pendidikan dengan berbaris sambil menerapkan jaga jarak
3. Penjemput peserta didik menunggu di lokasi yang sudah disediakan dan melakukan jaga jarak sesuai dengan tempat duduk dan/atau jarak antri yang sudah ditandai.

Perjalanan pulang ke rumah:

1. Menggunakan masker dan tetap jagajarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter
2. Hindari menyentuh permukaan bendabenda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, serta menerapkal etika batuk dan bersin
3. Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/ antar jemput. (*)

Belum Zona Hijau, 8 Daerah Ini Diizinkan Membuka Sekolah dan Belajar Tatap Muka

Admin 7/11/2020
Belum Zona Hijau, 8 Daerah Ini Diizinkan Membuka Sekolah dan Belajar Tatap Muka

BlogPendidikan.net
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengizinkan pembelajaran tatap muka di 8 kabupaten/kota di Jateng untuk Tahun Ajaran baru 2020-2021 yang akan dimulai pada Senin (13/7/2020). 

Kedelapan wilayah tersebut diklaim mempunyai risiko rendah penularan virus corona (COVID-19) di Jawa Tengah.

1. Penetapan wilayah pembelajaran dari hasil evaluasi Gugus Tugas COVID-19

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaeni. Klasifikasi atau penetapan kedelapan daerah tersebut berdasarkan evaluasi yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19.


Dari evaluasi tersebut, ada tiga kategori wilayah persebaran virus corona di Jawa Tengah. Yakni zona merah atau dengan risiko tinggi terdiri dari enam wilayah (Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Demak, Kudus, Jepara dan Temanggung). Sementara zona oranye  (risiki sedang) terdiri dari 21 wilayah (Rembang, Cilacap, Sragen, Grobogan, Kabupaten Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Salatiga, Banyumas, Kota Pekalongan, Wonogiri, Batang, Purbalingga, Boyolali, Pemalang, Karanganyar, Pati, Kebumen, Kabupaten Tegal, dan Wonosobo).

2. Ada 8 daerah di Jateng diklaim sebagai zona hijau

Adapun, zona dengan risiko rendah penularan terdiri dari delapan wilayah, meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal.


“Kami dari dinas sudah mengeluarkan petunjuk teknis tentang kegiatan belajar mengajar (KBM). Sudah ada panduannya, bagi wilayah di zona hijau boleh melakukan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Daerah dengan zona kuning atau oranye dibatasi pesertanya (dipadu) dengan pembelajaran jarak jauh. (Zona merah) daring full (pembelajaran jarak jauh),” ujar dilansir IDN Times dari laman resmi Pemprov Jateng, Jumat (10/7/2020).

3. Pembukaan sekolah dikoordinasikan dengan bupati/ wali kota setempat

Syamsudin menyatakan pembukaan tersebut tidak bersifat menyeluruh. Pada hari pertama masuk sekolah, yang masuk adalah mereka siswa baru. Hal tersebut digunakan sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah. Itupun, dengan kurun waktu terbatas dan wajib menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Sementara itu, bagi siswa kelas dua dan tiga dianjurkan untuk tetap melakukan pembelajaran daring atau online.

Meski demikian, pembukaan operasional sekolah harus dikoordinasikan dengan Ketua GTPP setempat, yakni bupati atau wali kota, sebagai rujukan utama.

“Secara makro, kita kebijakannya pelajaran jarak jauh (daring). Namun ada kebijakan yang zona hijau dimungkinkan boleh tatap muka. Itupun tak boleh masuk semua, tapi bertahap. Yang utama untuk siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Misalnya diizinkan, akan tetapi baru dua hari (masuk sekolah) ada terpapar COVID-19, ya harus berhenti,” imbuhnya.

4. Tidak ada daerah di Jawa Tengah yang masuk zona hijau

Dari delapan wilayah yang diizinkan secara bertahap melakukan pertemuan tatap muka, empat diantaranya saat ini malah masuk ke dalam zona dengan risiko sedang. Seperti Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta, dan Kota Tegal sebagaimana dilansir dalam laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 5 Juli 2020.

SIsanya, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purworejo masuk dalam zona risiko rendah. Hingga saat ini di Jawa Tengah belum terdapat daerah yang masuk dalam zona hijau, baik yang tak terdampak atau tak ditemukan kasus positif. Atau dengan kata lain, terdapat kasus positif di 35 kabupaten/kota Jateng.

“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional, Dewi Nur Aisyah menukil laman resmi covid19.go.id.

(Sumber; jateng.idntimes.com)

Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

Admin 7/11/2020
Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

Blogpendidikan.net - 
Panduan dan jadwal belajar dari rumah TVRI minggu pertama tanggal 13 - 19 juli 2020 tahun ajaran 2020/2021 untuk PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat telah di rilis oleh Kemendikbud.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. 

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Untuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456. Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat; LIHAT DISINI

WHO Menyatakan Virus Corona Menular Lewat Udara, Tip Untuk Mencegahnya

Admin 7/10/2020
WHO Menyatakan Virus Corona Menular Lewat Udara, Tip Untuk Mencegahnya

BlogPendidikan.net
- Temuan teranyar menunjukkan Virus Corona penyebab Covid-19 mampu bertahan di udara dan dapat menulari orang. Meski harus diteliti lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui fakta mengkhawatirkan itu dan meminta setiap individu mengambil langkah pencegahan.

Dalam hasil penelitian 239 ilmuwan yang disampaikan kepada WHO, dijelaskan Virus Corona dapat tetap berada di udara selama berjam-jam dan menginfeksi orang ketika mereka menghirupnya. Risiko penularan paling tinggi terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk.

Virus yang menyebar di udara inilah yang dapat membantu menjelaskan peristiwa infeksi massal yang dilaporkan di pabrik pengemasan daging, gereja, dan restoran.

Meski begitu, belum jelas seberapa sering orang tertular akibat Virus Corona di udara dalam bentuk aerosol ini dibandingkan dengan droplet atau percikan air yang dikeluarkan ketika orang batuk atau bersin. Demikian juga dibandingkan dengan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, kata Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech.

Aerosol dilepaskan bahkan ketika seseorang tanpa gejala menghembuskan napas, berbicara atau bernyanyi, menurut Marr dan lebih dari 200 ahli lainnya, yang telah menjabarkan bukti dalam surat terbuka kepada WHO.

Yang jelas, kata para ahli itu, orang-orang harus mempertimbangkan meminimalkan waktu berada di dalam ruangan dengan orang-orang bukan keluarga mereka. Sekolah, panti jompo, dan bisnis harus mempertimbangkan untuk menambahkan filter udara baru yang kuat dan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus di udara.

Lantas bagaimana antisipasi yang dapat kita lakukan untuk menghindari penularan Virus Corona melalui udara? 

Tetap Jaga Jarak

Untuk virus yang ditularkan melalui udara berarti ia dapat dibawa melalui udara dalam bentuk yang sangat kecil. Bagi sebagian besar patogen, ini adalah skenario ya atau tidak. HIV misalnya, terlalu halus untuk bertahan hidup di luar tubuh, dan tidak bisa mengudara. Sedangkan virus campak bisa mengudara, dan sangat berbahaya karena bisa bertahan di udara hingga dua jam.

Untuk Virus Corona, penjelasannya lebih rumit. Para ahli sepakat bahwa virus tidak melakukan perjalanan jarak jauh atau tetap hidup di luar ruangan. Tetapi bukti menunjukkan itu dapat melintasi suatu ruangan dan, dalam satu pengaturan kondisi percobaan, Virus Corona mampu bertahan paling lama tiga jam.

Aerosol adalah droplet, sebaliknya, tetesan adalah aerosol - mereka tidak berbeda kecuali dalam ukuran. Para ilmuwan terkadang menyebut tetesan berdiameter kurang dari lima mikron sebagai aerosol. Sebagai perbandingan, sel darah merah berdiameter sekitar lima mikron; rambut manusia selebar 50 mikron.

Dari awal pandemi, WHO dan organisasi kesehatan masyarakat lainnya telah memfokuskan pada kemampuan virus untuk menyebar melalui tetesan besar yang dikeluarkan ketika orang yang gejalanya batuk atau bersin.

Tetesan ini berat dan jatuh dengan cepat ke lantai atau ke permukaan yang mungkin disentuh orang lain. Inilah sebabnya mengapa lembaga kesehatan masyarakat merekomendasikan menjaga jarak setidaknya 1,8 meter dari orang lain, dan sering mencuci tangan.

Tetapi beberapa ahli telah mengatakan selama berbulan-bulan, orang yang terinfeksi juga melepaskan aerosol ketika mereka batuk dan bersin. Lebih penting lagi, mereka mengeluarkan aerosol bahkan ketika mereka bernapas, berbicara atau bernyanyi, terutama dengan sedikit tenaga.

Para ilmuwan tahu sekarang bahwa orang dapat menyebarkan virus meskipun tanpa gejala - tanpa batuk atau bersin - dan aerosol mungkin menjelaskan fenomena itu.

Karena aerosol lebih kecil, mengandung lebih sedikit virus daripada tetesan. Tetapi karena mereka lebih ringan, mereka dapat berlama-lama di udara selama berjam-jam, terutama karena tidak adanya udara segar. Dalam ruang tertutup yang padat, satu orang yang terinfeksi dapat melepaskan cukup virus aerosol dari waktu ke waktu untuk menulari banyak orang.

Ventilasi Udara Penting

Jarak fisik masih sangat penting. Semakin dekat Anda dengan orang yang terinfeksi, semakin banyak aerosol dan tetesan yang mungkin terpapar pada Anda. Sering-sering mencuci tangan adalah langkah yang bagus.

Apa yang baru adalah bahwa kedua hal itu mungkin tidak cukup. "Kita harus lebih menekankan masker dan ventilasi seperti yang kita lakukan dengan mencuci tangan," kata Dr. Marr. "Sejauh yang kami tahu, ini sama pentingnya, jika tidak lebih penting."

Petugas kesehatan mungkin perlu memakai masker N95, yang menyaring sebagian besar aerosol. Saat ini, mereka disarankan untuk melakukannya hanya ketika terlibat dalam prosedur medis tertentu yang dianggap menghasilkan aerosol.

Bagi masyarakat, masker masih akan sangat mengurangi risiko, selama kebanyakan orang memakainya. Di rumah, ketika Anda dengan keluarga Anda sendiri atau dengan teman sekamar yang Anda tahu harus berhati-hati, masker tidak diperlukan.

Sedangkan untuk berapa lama aman dalam suatu ruangan, itu sulit ditentukan. Tergantung pada apakah ruangan terlalu ramai untuk memungkinkan jarak aman dari orang lain dan apakah ada udara segar yang mengalir melalui ruangan.

Jangan Terlalu Lama dalam Ruangan Ber-AC

Lakukan sebanyak yang Anda bisa di luar ruangan. Meskipun banyak foto orang di pantai, bahkan pantai yang agak ramai, terutama pada hari berangin, kemungkinan lebih aman daripada pub atau restoran indoor dengan udara daur ulang dari mesin pendingin udara atau AC.

Jangan lupa tetap memakai masker jika Anda cenderung dekat dengan orang lain untuk waktu yang lama.

Ketika di dalam ruangan, satu hal sederhana yang dapat dilakukan orang adalah "membuka jendela dan pintu mereka jika memungkinkan," kata Dr. Marr.

Anda juga dapat meningkatkan filter di sistem pendingin udara rumah Anda, atau menyesuaikan pengaturan untuk menggunakan lebih banyak udara luar daripada udara daur ulang.

Bangunan umum dan bisnis mungkin ingin berinvestasi dalam pembersih udara dan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus. Jika tidak ada hal-hal itu yang mendesak dan penting, cobalah untuk meminimalkan waktu yang Anda habiskan di dalam ruangan, terutama tanpa masker. Semakin lama Anda menghabiskan waktu di dalam, semakin besar dosis virus yang mungkin Anda hirup.

Sumber; liputan6.com

Update Daftar Daerah Zona Hijau Yang Diizinkan Membuka Sekolah

Admin 7/07/2020
Update Daftar Daerah Zona Hijau Yang Diizinkan Membuka Sekolah

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem telah menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sekolah yang berada dalam zona hijau.  

Pernyataan ini disampaikan secara daring dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.


Adapun zona hijau yang dimaksud adalah merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. 

Kebijakan klasifikasi wilayah ini penting dan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penularan virus corona.


Untuk teknisnya, jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, merupakan jenjang sekolah yang akan dibuka pertama kali. Sementara, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar 5 bulan lagi. 

Untuk peserta didik yang berada pada zona merah sendiri masih harus melakukan pembelajaran dari rumah. Nadiem Makarim menjelaskan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilakukan secara bertahap.


Berdasarkan update data per 7 juni sebaran zona hijau Covid-19 ada 92 daerah kabupaten/kota dan pada 21 juni bertambah menjadi 112 daerah zona hijau covid-19, dan update per tanggal 5 juli menjadi 104 daerah zona hijau.

Dengan bertambahnya daerah kabupaten/kota zona hijau ada kemungkinan sekolah akan dibuka kembali dan tentunya harus memiliki izin dari pemda, memenuhi syarat cek list kesiapan sekolah dengan sarana kesehatan yang menunjang bagi kesehatan peserta didik serta mendapatkan izin dari warga sekolah dalam hal ini orang tua siswa apakah sekolah boleh dibuka atau tidak.

Sebanyak 94% sekolah di Indonesia hingga saat ini masih masuk dalam daftar zona merah, kuning, dan orange Covid-19.


94% masih belajar dari rumah sedangkan 6% di zona hijau diperbolehkan seizin Pemerintah Daerah untuk melakukan belajar tatap muka tapi dengan protokol sangat ketat.

4 syarat sekolah zona hijau boleh dibuka

Pertama: Keputusan zona hijau suatu daerah berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Kedua: Jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah. Pemerintah daerah harus memberikan izin untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar.

Ketiga: Pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Saat ketiga langkah pertama (persyaratan) tatap muka, sekolah bisa mulai tatap muka.

Keempat: Orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meskipun sekolah telah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah, orangtua berhak memutuskan anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

Berikut daftar 104 daerah yang masuk kategori zona hijau update 5 Juli 2020:

Provinsi Aceh

Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Aceh Singkil
Pidie
Bireuen
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Simelue
Gayo Lues
Bener Meriah

Provinsi Sumatera Utara

Labuhan Batu
Nias Barat
Pakpak Bharat
Nias
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias Utara
Nias Selatan
Humbang Hasudutan
Toba Samosir

Provinsi Sumatera Barat

Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Kota Solok
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Kota Payakumbuah

Provinsi Sulawesi Tenggara

Muna Barat
Konawe Kepulauan

Provinsi Sulawesi Tengah

Banggai Kepualauan
Tojo Una-una

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuji Utara
Majene

Provinsi Sulawesi Utara

Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro

Provinsi Riau

Kepulauan Meranti
Siak
Rokan Hilir

Provinsi NTT

Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara

Provinsi NTB

Kota Bima

Provinsi Maluku

Buru Selatan
Maluku Tenggara Barat
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru

Provinsi Maluku Utara

Pulau Taliabu

Provinsi Lampung

Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Way Kanan
Lampung Timur
Mesuji

Provinsi Kalimantan Tengah

Sukamara

Provinsi Kalimantan Timur

Mahakam Ulu

Provinsi Jambi

Bungo
Tebo
Kerinci

Provinsi Sumatera Selatan

Musi Rawsa Utara
Ogan Komering Ulu Selatan

Provinsi Bengkulu

Bengkulu Selatan
Kaur
Muko Muko
Seluma
Lebong

Provinsi Papua

Mamberamo Tengah
Yahukimo
Mappi
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Asmat
Lanny Jaya
Puncak
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Intan Jaya
Supiori

Provinsi Papua Barat

Tambrauw
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Wondama

Provinsi Kepulauan Riau

Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas

Update Kemendikbud Daerah Kabupaten/Kota Zona Hijau

Admin 7/02/2020
Update Kemendikbud Daerah Kabupaten/Kota Zona Hijau

BlogPendidikan.net
 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem telah menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sekolah yang berada dalam zona hijau.  

Pernyataan ini disampaikan secara daring dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun zona hijau yang dimaksud adalah merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka.

Kebijakan klasifikasi wilayah ini penting dan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penularan virus corona.

Untuk teknisnya, jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, merupakan jenjang sekolah yang akan dibuka pertama kali. Sementara, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar 5 bulan lagi. 

Untuk peserta didik yang berada pada zona merah sendiri masih harus melakukan pembelajaran dari rumah. Nadiem Makarim menjelaskan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilakukan secara bertahap.

Berikut Update dari Kemendikbud Daerah Kabupaten/Kota yang tidak terdampak dan tidak ada kausus baru COVID-19 (ZONA HIJAU) >>> LIHAT DISINI


Menggunakan Dana BOS, Sekolah di Zona Hijau Disarankan Rapid Test Sebelum Buka Sekolah

Admin 7/01/2020
Menggunakan Dana BOS, Sekolah di Zona Hijau Disarankan Rapid Test Sebelum Boka Sekolah

BlogPendidikan.net
- Sebelum memulai kegiatan belajar tatap muka pada tahun ajaran baru, pihak sekolah di zona hijau penyebaran Covid-19 direkomendasikan untuk melaksanakan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Biaya pelaksanakan tes cepat Covid-19 bagi warga sekolah bisa diambil pihak sekolah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi. Setelah tes cepat Covid-19, masa tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

MPLS bakal dilaksanakan dengan dua cara, yakni daring dan tatap muka. Pihak sekolah bertugas mengatur pembagian siswa dalam mengikuti dua cara MPLS tersebut.

Ketika siswa mengikuti MPLS daring, siswa akan mengenal sekolah lewat video-video yang diberikan pihak sekolah. Sementara MPLS tatap muka akan dilaksanakan di aula sekolah.

"Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah harus seizin orangtua. Apabila ada orangtua yang berkehendak anaknya tetap belajar di rumah, maka anak itu boleh tetap belajar di rumah," kata Dedi kepada Pikiran-rakyat.com, Rabu 1 Juli 2020.

Apabila ada keluarga yang sedang menjalani masa isolasi Covid-19, maka anaknya juga boleh tetap belajar di rumah. Anak yang sakit juga disarankan belajar di rumah.

Dedi berharap, Kota Sukabumi yang sudah masuk zona hijau penyebaran Covid-19 menjadi daerah percontohan kegiatan belajar mengajar tatap muka saat AKB pada level nasional.

Untuk sekolah di daerah yang masih berada di zona kuning, belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Meski demikian, Dedi menilai, siswa di sekolah zona kuning akan bisa mengejar ketertinggalan materi pelajaran yang didapat siswa di zona hijau yang sudah terlebih dahulu masuk sekolah.

Guru SMAN 1 Kota Sukabumi Dudung Nurullah Koswara mengatakan, pihak sekolah telah menyiapkan fasilitas pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan guru.

Di SMAN 1 Kota Sukabumi, sebagian guru sudah berusia diatas 45 tahun. Dia mempertanyakan apakah guru diatas 45 tahun diperbolehkan mengajar. Apabila tidak diperbolehkan mengajar, maka perbandingan antara guru dan siswa tidak akan seimbang.

Di beberapa sekolah pun dijabat oleh kepala sekolah yang berusia diatas 45 tahun. Apabila kepala sekolah berusia 45 keatas tidak diperkenankan berada di sekolah, maka kegiatan di sekolah pun tidak akan berjalan efektif.

Selain kesiapan guru, kesiapan orangtua dalam melepas anaknya kembali belajar di sekolah juga perlu diperhatikan. Belum semua orangtua tersosialisasikan tentang rencana kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah. Beberapa orangtua masih ragu untuk mengizinkan anaknya kembali ke sekolah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan sosialisasi secara intensif kepada orangtua terkait rencana dibukanya kembali sekolah. Tanpa izin orangtua, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak bisa terlaksana. (pikiran-rakyat.com)

KBM Tatap Muka Sekolah Zona Hijau Harus memenuhi 6 Standar Kesehatan COVID-19 di Sekolah

Admin 6/29/2020
KBM Tatap Muka Sekolah Zona Hijau Harus memenuhi 6 Standar Kesehatan COVID-19 di Sekolah

BlogPendiidkan.net
 - Salah satu syarat pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yaitu jika sekolah sudah memenuhi semua daftar periksa (ceklist) kesiapan sekolah. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam pengumuman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (15/6/2020). 

"Selanjutnya untuk satuan pendidikan di zona hijau, kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan," ujar Nadiem. 


Syarat pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan merupakan satu dari empat syarat pembukaan sekolah di zona hijau untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah masa pandemi Covid-19. 

Syarat tersebut termuat dalam Surat Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). 

Empat menteri tersebut adalah Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).  

Adapun tiga syarat lainnya adalah zona kota/kabupaten mesti berada di zona hijau, mendapatkan izin dari pemerintah daerah, dan mendapatkan izin dari orangtua. 

Berikut adalah ceklist atau standar kesehatan COVID-19 di sekolah yang harus dipenuhi dalam kesiapan pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19:

1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan disinfektan. 
2. Mampu mengakses fasilitas kesehatan layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya) 
3. Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta disabilitas rungu 
4. Memiliki thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) 
5. Pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan dari satuan pendidikan seperti memiliki kondisi medis penyerta (comordity) yang tak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, orange, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari. 
6. Membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan tetap perlu menerapkan protokol kesehatan. 

Penggunaan BOS serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan 

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. 


Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19, dana dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. 

Selain itu, dana BOS serta BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak (thermogun). 

Untuk pembayaran honor, dana BOS dapat digunakan membayar guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi dan telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah. 

Mengenai persentase penggunaannya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas. Khusus BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik. Selain itu, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan dilonggarkan menjadi tanpa batas. 

Adapun penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.