Showing posts with label Guru Profesional. Show all posts
Showing posts with label Guru Profesional. Show all posts

Ini 10 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dimiliki Oleh Guru

Ini 10 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dimiliki Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Penguasaan kompetensi kepribadian guru memiliki arti penting, baik bagi guru yang bersangkutan, sekolah dan terutama bagi siswa. 

Seorang guru hendaknya mengetahui dan menyadari betul, bahwa kepribadian yang tercermin dalam berbagai penampilan itu ikut menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan lembaga pendidikan tempatnya mengajar khususnya. 

Kepribadian guru tersebut akan di serap dan di contoh oleh anak didik menjadi unsur dalam kepribadiannya yang sedang tumbuh dan berkembang itu.
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. 

Dalam Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kerpibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

Berikut ini 10 Kompetensi Kepribadian Yang Harus dan Wajib Dimiliki Oleh Seorang Guru:

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dalam hal ini guru harus pasti beragama dan taat dalam menjalankan ibadahnya. 

2. Percaya kepada diri sendiri

Guru memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Oleh karena itu dikembangkan rasa percaya diri sendiri tanggung jawab bahwa ia memiliki potensi besar dalam bidang keguruan dan mampu untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
3. Tenggang rasa dan toleran

Guru senantiasa berharap dengan komunitas yang berbeda dan berbagai keunikan dari peserta didik dan masyarakat, maka guru perlu mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam bertransaksi dengan peserta didik maupun masyarakat. 

4. Bersikap terbuka dan demokratis

Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berpikir kritis di masyarakat, selalu menerima dalam perbedaan pendapat. Maka dituntut seorang guru untuk bersikap demokratis dalam mengeluarkan dan menerima gagasan-gagasan mengenai permasalahan yang ada disekitar sehingga guru menjadi terbuka dan tidak menutup diri dari hal-hal yang berada diluar dirinya.

5. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya

Menjadi guru yang baik tidak semudah membalik telapak tangan, hal ini menuntut kesabaran dalam mencapainya.

6. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesional

Guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisasinya.

7. Memahami tujuan pendidikan

Guru mampu menghayati tujuan-tujuan pendidikan baik secara nasional, kelembagaan, kurikuler, sampai tujuan mata pelajaran yang diberikannya.
8. Mampu menjalin hubungan insani 

Kemampuan guru untuk dapat berhubungan dengan orang lain atas dasar saling menghormati antar satu dengan yang lainnya.

9. Memahami kelebihan dan kekurangan diri

Kemampuan untuk memahami berbagai aspek dirinya baik yang positif maupun negatif.

10. Kreatif dan inovatif dalam bekerja

Guru mampu melakukan perubahan-perubahan dalam mengembangkan profesinya sebagai inovator dan kreator.

Demikian artikel tentang 10 Kompetensi Kepribadian Yang Harus dan Wajib Dimiliki Oleh Seorang Guru, semoga bermanfaat.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS

12 Tupoksi Guru dan Kinarja Profesional Guru Dalam Pembelajaran

12 Tupoksi Guru dan Kinarja Profesional Guru Dalam Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Pengertian Tugas Pokok adalah tugas yang paling utama dari sebuah jabatan atau 
organisasi. Tugas pokok memberi gambaran tentang ruang lingkup atau kompleksitas jabatan atau organisasi tersebut. Sedangkan, pengertian fungsi adalah perwujudan tugas di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 

Dengan demikian, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) adalah sasaran utama atau pekerjaan yang dibebankan kepada orang atau sekelompok orang untuk dicapai dan dilakukan. 
Istilah tupoksi menunjuk pada satu kesatuan yang saling terkait antara tugas pokok dan fungsi. Terkait tupoksi dan kinerja guru profesional,  tupoksi dan kinerja guru profesional menurut Mulyasa terbagi atas Dua belas (12) tupoksi dan kinerja guru profesional.

Berikut 12 Tupoksi Guru dan Kinarja Profesional Guru Dalam Pembelajaran, antara lan:

1. Guru sebagai Pendidik 

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.

2. Guru sebagai Pengajar 

Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi, tidak menggantikan  semua peran dan fungsi guru. Tugas dan tanggungjawab guru tetaplah melaksanakan pembelajaran. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa di kota-kota besar, peran dan fungsi guru berubah menjadi fasilitator yang bertugas memberi kemudahan belajar. Hal ini terjadi karena para peserta didik memiliki berbagai sumber belajar di rumahnya
3. Guru sebagai Pelatih dan Pembimbing 

Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik. Untuk itu, seorang guru pun dituntut untuk bertindak sebagai pembimbing dan pelatih. Tanpa bimbingan dan latihan, seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi yang harus dikuasai. Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pembimbing dan pelatih yang bertugas untuk membimbing dan melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing. 

4. Guru sebagai Penasihat dan Pembaru

Guru adalah seorang penasihat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasihat. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan. Dalam prosesnya, peserta didik akan bertanya kepada gurunya. Untuk itulah, menjadi guru pada tingkat manapun berarti menjadi penasihat dan menjadi orang kepercayaan. Makin efektif seorang guru menangani setiap permasalahan, makin banyak kemungkinan peserta didik berpaling kepadanya untuk mendapatkan nasihat dan kepercayaan diri. 

5. Guru sebagai Pribadi, Model dan Teladan

Sebagai pribadi yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat. Guru adalah model dan teladan bagi peserta didik. Untuk itu, guru harus  mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat, tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, seorang guru perlu melatih diri untuk menyikapinya dengan tepat supaya tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat. 
6. Guru sebagai Pendorong Kreativitas dan Peneliti

Kreativitas adalah hal yang sangat penting dalam pembelajaran. Kreativitas ini ditandai dengan adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau tidak adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Dengan kata lain, usaha untuk mendorong kreativitas didukung oleh rasa ingin tahu, mencari, meneliti dan memotivasi dirinya sendiri agar mampu menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik. Untuk itulah, guru dituntut agar mampu mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya dan apa yang dikerjakan di masa mendatang lebih baik dari sekarang.

7. Guru sebagai Pekerjaan Rutin

Guru bekerja dengan keterampilan, kebiasaan tertentu, dan jadwal kegiatan rutin. Jika tidak dikerjakan dengan baik, kegiatan tersebut dapat merusak efektivitas guru dan semua peranannya. Jika tidak disukai, kegiatan rutin tersebut bisa merusak dan berpotensi mengubah sikap guru dan peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran.

8. Guru sebagai Pemindah Kemah

Guru adalah seorang pemindah kemah. Ia suka memindah-mindahkan dan membantu peserta didik untuk meninggalkan hal-hal yang lama dan mengenalkan sesuatu yang baru, yang dapat mereka alami. Guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik, kepercayaan dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan, serta membantu peserta didik untuk menjauhi dan meninggalkannya. Untuk menjalankan fungsi ini, guru harus memahami mana yang tidak bermanfaat dan barangkali membahayakan peserta didik sekaligus memahami mana yang bermanfaat. 
9. Guru sebagai Aktor

Untuk mengajar, guru harus memiliki gagasan dan pengalaman, serta harus menyadari bahwa orang lain pun berkesempatan untuk memilikinya. Untuk dapat mentransfer gagasan, ia harus mengembangkan pengetahuan yang telah dikumpulkan dan mengembangkan kemampuannya untuk mengkomunikasikan pengetahuan tersebut. Kemampuan berkomunikasi tersebut dikenal dengan istilah teknis, mengajar. Seorang guru dituntut untuk menguasai materi standar dalam bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya, memperbaiki keterampilan, dan mengembangkannya agar pengetahuan yang dikuasainya dapat disampaikan dengan baik. 

10. Guru sebagai Emansipator

Guru harus mampu memahami potensi peserta didik, menghormatinya, dan menyadari bahwa banyak peserta didik yang menjadi “budak” stagnasi kebudayaan. Ketika masyarakat mengungkapkan rasa tidak senangnya kepada peserta didik tertentu, guru harus meyakini bahwa peserta didik tetap membutuhkan pengalaman, pengakuan, dan dorongan. Ketiganya seringkali membebaskan peserta didik dari gambaran diri yang tidak menyenangkan, kebodohan, perasaan ditolak, dan rendah diri. Dalam hal ini, guru harus mampu melihat potensi peserta didik

11. Guru sebagai Evaluator

Evaluasi atau penilaian adalah aspek pembelajaran yang paling kompleks karena melibatkan banyak latar belakang, hubungan, dan variabel lain. Penilaian adalah proses menetapkan kualitas hasil belajar atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik. Tidak ada pembelajaran tanpa evaluasi atau penilaian. 

12. Guru sebagai Kulminator

Kehidupan guru berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Untuk itu, guru harus dibekali dengan kemampuan yang bersifat personal maupun sosial untuk mendampingi kemampuan profesionalnya. Dengan kata lain, belajar di kelas tidak bersifat insidental, melainkan terencana dan sangat selektif. Guru harus mampu menghentikan kegiatannya pada suatu unit tertentu dan kemudian maju ke unit berikutnya. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan untuk menciptakan suatu kulminasi pada unit tertentu dari suatu kegiatan belajar. Kemampuan ini tampak dalam bentuk menutup pembelajaran, menarik atau membuat kesimpulan bersama peserta didik, melaksanakan penilaian, dan kenaikan kelas. 

Rujukan:
Makalah ilmiah "Tupoksi dan Kinarja Guru Profesional" Universitas Idraprasta PGRI.

11 Karakteristik Guru Profesional Yang Wajib Anda Miliki

11 Karakteristik Yang Harus Dimiliki Guru Profesional

BlogPendidikan.net
- Selain kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional karakteristik guru tersebut pun harus memiliki khas tersendiri dan andil yang baik sebagai guru yang profesional. Karakteristik guru yang profesional tentunya harus memiliki sikap yang baik baik dimata para siswa dan guru di sekolah.

Berikut 11 Karakteristik Yang Harus Dimiliki Guru Profesional, diantarannya :

1. Bersikap terbuka

Guru hendaknya memiliki sifat terbuka baik untuk menerima pertanyaan siswa, untuk dimintai pendapat juga untuk mengoreksi diri. Kelemahan atau kelebihan yang dilakukan oleh guru.

2. Berdiri sendiri

Guru secara intelektual harus mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mengajar, juga telah mampu memberikan pertimbangan –pertimbangan rasional dalam mengambil sesuatu keputusan ata pemecahan masalah. Guru dapat menjalin hubungan sosial yang wajar, baik dengan siswa, maupun guru.
3. Rendah hati

Karakter ini membuat seorang guru berpikiran terbuka serta mudah menerima hal-hal baru. Di depan siswa atau sesama guru ia terus terang jika tidak tahu. Maklum ditengah pesatnya pertumbuhan dan akses kepada informasi, semua orang benar-benar mesti belajar kembali dan bersedia menjadi seorang pembelajar. Hal ini membuat ia menjadi mitra belajar yang mengasyikkan bagi siswa dan sesama guru.

4. Pandai mengelola waktu

Sebagai seorang yang bekerja dengan administrasi serta tugas mengajar yang banyak setiap minggunya, guru dituntut untuk pandai mengelola waktu. Bukan cuma siswa dikelas saja yang punya hak terhadap diri kita, namun juga keluarga terdekat kita di rumah yang memerlukan perhatian. Guru yang pandai mengelola waktu membedakan prioritas dalam bekerja, mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang mesti digarap secara bertahap.

5. Berpikiran terbuka

Informasi dan ilmu pengetahuan berkembang dan bertambah sedemikian pesatnya. Dalam hitungan detik informasi bertambah dengan cepat. Saat ini informasi ada di mana saja, semua tersedia tinggal bagaimana seseorang dengan pikirannya bisa mencerna dan memanfaatkan. Sebagai seorang guru sikap berpikiran terbuka inilah yang paling bermakna saat ini untuk diterapkan. Dengan berpikiran terbuka guru jadi mudah untuk menerima perbedaan dan senang akan perubahan. Di kelas dan sekolah sejak dulu siswa dibagi menjadi murid yang ‘pintar’, ‘bodoh’ dan ‘sedang-sedang saja’. Belum ada pikiran yang terbuka yang mengatakan bahwa setiap anak adalah unik dan bisa menjadi ‘juara’ di bidangnya masing-masing. Saat guru berpikiran terbuka ia akan bisa sekuat tenaga membuat setiap siswa di kelasnya meraih masa depan sesuai potensinya.
6. Percaya diri

Bedakan antara rasa percaya diri dan sombong. Dalam mempersiapkan dan merencanakan pengajaran di kelas bisa saja guru mengatakan semua yang akan diajarkannya sudah ada di ‘luar kepala’ hal ini berarti sama saja mengatakan sebagai guru ia anti terhadap kegiatan belajar lagi. Padahal bukan seperti itu guru yang percaya diri. Guru yang percaya diri akan sekuat tenaga mempersiapkan sambil tetap percaya diri jika ada masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan perencanaan pengajarannya. Ia yakin sesulit apapun masalah yang timbul saat ia sedang melaksanakan hasil perencanaan pengajarannya, tetap akan memberikan pengalaman dan masukan bagi karier mengajarnya di masa depan.

7. Guru harus peka.

Seorang guru harus peka atau sensitif terhadap penampilan para siswanya. Peka atau sensitif berarti cepat mengerti, menilai atau melihat dengan perasaan apa yang diperlihatkan oleh siswa . dari ekspresi muka, nada suara, gerak-gerik jalan napasnya, dan sebagainya. Guru hendaknya dapat memahami apa yang sedang di alami oleh seorang siswa meskipun seorang siswa

8. Tekun.

Pekerjaan seorang guru membutuhkan ketekunan, baik di dalam mempersiapkan melaksanakan, menilai maupun menyempurnakan pembelajarannya. Di sekolah guru tidak hanya berhadapan dengan anak-anak pandai, tetapi juga anak kurang pandai.
9. Realistik

Seorang guru hendaknya bisa berpikir dan berpandangan realistik. Artinya melihat kenyataan, melihat apa adanya. Kita mengharapkan bahwa semua siswa adalah pandai-pandai. Rajin-rajin, tekun tekun, jujur-jujur, lancar perkembangannya, sopan-sopan, bertutur kata baik, berperilaku baik dan sebagainya.

Tetapi dalam kenyataannya tidak selalu demikian, guru hendaknya dapat memahami situasi yang demikian, dapat menerima dan terus berupaya untuk memperbaikinya.

10. Melihat ke depan.

Tugas guru adalah membina siswa sebagai generasi penerus bagi kehidupan di masa yang akan datang karena tugasnya yang demikian, ia harus selalu melihat ke depan, kehidupan seperti apa yang akan dimasuki para  siswanya kelak, tuntutan apa yang akan dihadapi oleh para siswa dalam kehidupan tersebut, hal-hal apa yang dapat ia berikan kepada siswa  untuk menghadapi masa yang akan datang.

11. Rasa ingin tahu.

Guru berperan sebagai penyampul ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para siswa. Agar ilmu dan teknologi yang disampaikannya sejalan dengan perkembangan zaman, ia dituntut untuk selalu  belajar.
Mencari dan menemukan sendiri. Untuk itu ia perlu memiliki rasa ingin tahu atau curioushty yang besar. Ia belajar bukan hanya untuk kemajuan dirinya tetapi juga untuk majukan siswanya ekspresif.

Demikian tentang 11 Karakteristik Yang Harus Dimiliki Guru Profesional, semoga bermanfaat bagi Bapak/ibu guru. Terima kasih.

Ini 5 Kompetensi Profesional Guru SD Yang Patut Diketahui

Ini 5 Kompetensi Profesional Guru SD Yang Patut Diketahui

BlogPendidikan.net
- Kompetensi adalah kumpulan pengetahuan, perilaku, dan keterampilan yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar 

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.

Kompetensi Profesional Yang Harus Dimiliki Guru SD/MI :

1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

Bahasa Indonesia
  • Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa.
  • Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia
  • Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis)
  • Memahami teori dan genre sastra Indonesia
  • Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia, secara reseptif dan produktif.
Matematika
  • Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan logika matematika
  • Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata
  • Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, prosedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
  • Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer.
IPA
  • Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung
  • Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari
  • Memahami struktur ilmu pengetahuan alam, termasuk hubungan fungsional antar konsep, yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA
IPS
  • Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, nilai, dan keterampilan IPS
  • Mengembangkan materi, struktur, dan konsep keilmuan IPS
  • Memahami cita-cita, nilai, konsep, dan prinsip-prinsip pokok ilmu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global
  • Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kehidupan agama, dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global.
PKn
  • Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, sikap, nilai, dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn
  • Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia, semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara
  • Menguasai konsep dan prinsip perlindungan, pemajuan HAM, serta penegakan hukum secara adil dan benar
  • Menguasai konsep, prinsip, nilai, moral, dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia.
2. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
  • Memahami standar kompetensi lima mata pelajaran SD/MI.
  • Memahami kompetensi dasar lima mata pelajaran SD/MI
  • Memahami tujuan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
  • Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
  • Mengolah materi lima mata pelajaran SD/MI secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
  • Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara\terus menerus
  • Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan
  • Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan
  • Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

8 Kiat Merancang Persiapan Pembelajaran Menjadikan Kamu Guru Profesional

8 Kiat Merancang Persiapan Pembelajaran Bagi Guru Profesional

BlogPendidikan.net
- Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kompetensi profesiaonal, bagaimana menjadi guru teladan terhadap siswanya. Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

Guru profesional tentunya telah memiliki pengalaman dan jam terbang sebagai guru, guru profesional bukan hanya menghadapi siswa saja, akan tetapi bisa mengimbaskan pengalaman dan ilmunya kepada rekan-rekan guru lainnya.

Berikut ini ada 8 kiat menjadi guru profesional dalam mempersiapkan proses pembelajaran di kelas : 

1. Mempersiapkan terhadap situasi umum

Dimaksudkan guru harus memahami kondisi yang ada baik disekolah, lingkungan sekitar dan lingkungan kelas. Jika selurunya dalam kondisi baik, guru bisa memulai proses pembelajaran di kelas.

2. Mempersiapkan peserta didik

Mengajar tentunya melibatkan siswa, guru memastikan kehadiran dan kesiapan siswa menerima pelajaran dalam kondisi sehat dan bersemangat.

3. Mempersiapkan Rencana Pembelajaran (RPP)

Guru yang profesional adalah guru yang mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum ia mengajar. RPP ini berfungsi sebagai skenario proses pembelajaran agar lebih mempermudah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terarah pada tujuan pembelajaran. Di dalam RPP harus ada standar kompetensi, kompetensi dasar yang ingin dicapai, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan LKS (Jika perlu). 

Dalam pembuatan RPP tersebut tidak bisa sembarangan, semuanya harus tersusun dengan rapi dan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sehingga diharapkan pembejaran akan berjalan dengan lancar, lebih efektif dan efesien, serta siswa mampu menangkap semua yang telah dipelajarinya. 

4. Mempersiapkan metode pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi kepada siswa. Dalam pemilihan metode pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu anak didik, tujuan, situasi, fasilitas dan guru.

Karena itu, guru harus kreatif dalam pemilihan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Misalnya, untuk materi Usaha dan Energi, metode yang cocok digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

5. Mempersiapkan materi yang akan disajikan

Sebagai pengajar, guru hendaknya menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Karena itu sebenarnya guru sendiri adalah seorang pelajar yang belajar secara terus-menerus. Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para siswanya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan. 

Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar pada berbagai kesempatan. Kemampuan ini tidak hanya berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari bangku pendidikan, melainkan harus dihayatinya dan disikapi sebagai suatu seni. Seperti kita ketahui guru SD tidak saja harus menguasi salah satu bidang studi pelajaran, melainkan seluruh mata pelajaran. Karena itu belajar secara terus menerus untuk mendalami bahan pengajaran tak dapat dielakkan.

6. Mempersiapkan tujuan yang akan dicapai

Perumusan tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat. Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).

Merumuskan tujuan pembelajaran bukan sekedar membuat suatu tujuan. Tetapi harus dirumuskan berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu, tujuan pembelajaran dijabarkan dari kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran ini sudah termasuk dalam tujuan di RPP. 

7. Mempersiapkan media pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, media sangat dibutuhkan karena bila dalam kegiatan pengajaran, ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu yang dapat disajikan sebagai penyalur pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

Dapat dipahami bahwa penggunaan media sebagai alat bantu tidak bisa sembarangan menurut kehendak hati guru tetapi harus memperhatikan dan menyesuaikan antara media yang digunakan dengan tujuan pembelajaran.

8. Mempersiapkan teknik-teknik evaluasi pembelajaran

Evaluasi ini berguna untuk mengukur kedalaman pengetahuan siswa dalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi ini bisa berbentuk pertanyaan-pertanyaan lisan atau tertulis. Setelah proses evaluasi selesai, guru harus melakukan proses penilaian. Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

Demikiknan pula dalam satu babakan belajar mengajar guru hendaknya menjadi penilai yang baik. Kesalahan atau kelemahan dalam penyusunan alat-alat penilaian, misalnya tes hasil belajar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap proses belajar mengajar. Misalnya, penggunaan tes objektif yang terus menerus mengakibatkan anak kurang berungguh-sungguh dalam belajar. Penilaian ini di sekolah hendaknya dilakukan secara objektif, kontinu serta mempergunakan berbagai jenis yang bervariasi.