Showing posts with label Info Terkini. Show all posts
Showing posts with label Info Terkini. Show all posts

Wanita Ini Klaim Sebagai Pemilik Matahari, dan Meminta Manusia Membayar Jasa Pemakaian

Admin 3/22/2021
Wanita Ini Klaim Sebagai Pemilik Matahari, dan Meminta Manusia Membayar Jasa Pemakaian
Angeles Duran mengklaim dirinya sebagai pemilik matahari. (Daily Mail)

BlogPendidikan.net
- Wanita Ini Klaim Sebagai Pemilik Matahari, dan Meminta Manusia Membayar Jasa Pemakaian.

Seorang wanita mengklaim dirinya sebagai pemilik matahari. Ia pun meminta setiap manusia yang telah memakai jasa dari energi untuk bumi sekaligus pusat tata surya itu untuk membayar uang jasa pemakaian.

Wanita yang diketahui bernama Angeles Duran tersebut bahkan telah mendaftarkan dirinya sebagai pemilik Matahari ke kantor notaris di Spanyol.

Angeles yang merupakan warga asal Galicia, Spanyol tersebut terinspirasi dari perbuatan seorang pria di Amerika Serikat yang mengklaim sebagai pemilik bulan dan beberapa planet di Tata Surya.

Melansir situs El Mundo, memang ada kesepakatan internasional yang menyebut bahwa tidak boleh ada negara yang mengklaim kepemilikan atas benda-benda di luar angkasa.

Namun, menurut Angeles, hal tersebut tidak berlaku untuk individu atau perseorangan.

“Tak ada larangan untuk itu. Klaimku didukung hukum. Aku tidak bodoh, aku tahu hukum,” kata Angeles Duran.

Oleh karena itu, dirinya maupun orang lain juga bisa mengajukan klaim sebagai pemilik sah dari matahari.

“Aku atau orang lain bisa mengajukan klaim tersebut. Dalam hal ini, kebetulan aku melakukannya lebih dulu,” tuturnya.

Mengutip Indozone.id, Minggu 21 Maret 2021, Angeles telah mengajukan dokumen klaim dirinya sebagai pemilik Matahari ke kantor notaris di Spanyol.

Dalam dokumen itu, Angeles menyatakan sebagai pemilik Matahari dan menarik bayaran dari setiap manusia yang memanfaatkan energi Matahari tersebut.

Nantinya, kata Angeles, bayaran tersebut akan dia gunakan untuk penelitian, mengakhiri kelaparan di dunia, dan tentu saja digunakan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.

“Sudah saatnya memulai sesuatu dengan cara yang benar. Jika ada ide untuk meraup pendapatan dan memperbaiki ekonomi serta kondisi masyarakat, kenapa tidak dilakukan?,” ujarnya.

Waspada! Narkoba Jenis Baru Dalam Bentuk Permen

Admin 11/05/2020
Waspada! Narkoba Jenis Baru Dalam Bentuk Permen

BlogPendidikan.net
- Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menyebut, ada narkoba jenis baru di Jawa Tengah. Narkoba jenis baru itu berupa permen.

"Berupa permen (candy) dan bentuk cair dikirim dari Amerika melalui jasa pos," ujar Arman, Kamis, 5 November 2020.


Jenderal bintang dua ini menerangkan narkoba jenis baru itu mengandung THC (tetra hydrocanabinol). Dia mengungkap, kandungan permen itu sama dengan kandungan pada tembakau gorila.

"Narkoba jenis ini banyak di salahgunakan di daerah Kendal, Tegal dan Semarang," ungkapnya,


Arman mengimbau orang tua untuk berhati-hati. Selain itu, orang tua diminta untuk mengawasi jajanan anaknya. "Jika mengkonsumsi permen, pastikan tidak mengandung narkoba," tukasnya.

Siapakah PNS yang Bergaji Tinggi di Indonesia? Berapakah Gajinya?

Admin 9/28/2020
Siapakah PNS yang Bergaji Tinggi di Indonesia?

BlogPendidikan.net
- Banyak orang yang memimpikan untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dalam rekrutmen CPNS terbaru berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), jumlah orang yang mendaftar dalam rekrutmen CPNS Tahun Anggaran 2019 mencapai 5.056.585 pelamar untuk 196.682 formasi.

Beberapa alasan orang mengidamkan profesi ASN antara lain pendapatan stabil, jaminan pensiun, dan risiko kecil untuk diberhentikan. Selain gaji, pemanis lain yang membuat jutaan orang tertarik bersaing menjadi PNS yaitu besarnya tunjangan. 

Tunjangan kinerja adalah komponen take home pay paling tinggi bagi banyak PNS. Tunjangan yang juga dikenal dengan tukin ini besarannya disesuaikan dengan instansi penempatan. 

Lalu siapa PNS yang sejauh ini bergaji paling tinggi di Indonesia? 

Gaji dan tunjangan PNS paling tinggi di Indonesia saat ini dipegang oleh eselon I Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), atau tepatnya Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak). Tunjangan PNS DJP diatur dalam Perpres Nomor 37 Tahun 2015, di mana seorang Dirjen Pajak bisa menerima tukin sebesar Rp 117.375.000 per bulan. 

Lalu untuk pejabat PNS eselon I lainnya di DJP menerima tukin per bulan berturut-turut sebesar Rp 99.720.000, Rp 95.602.000, dan Rp 84.604.000. Tunjangan kinerja PNS DJP yang lebih besar ketimbang instansi pemerintah lain itu diatur dalam Perpres Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. 

Dalam PP Nomor 37 tahun 2015, tukin di DJP bisa dibayarkan 100% pada tahun berikutnya selama satu tahun dalam hal realisasi penerimaan pajak sebesar 95% dari target penerimaan pajak.

Untuk tunjangan kinerja dibayarkan 90% jika realisasi penerimaan pajak 90-95%, tukin dibayarkan 80% jika realisasi penerimaan pajak 80-90%. Kemudian tukin dibayarkan 70% jika realisasi penerimaan pajak 70-80%, dan tukin dibayarkan 50% jika realiasi penerimaan pajak kurang dari 70%.

Besaran tukin DJP ini adalah yang paling tinggi dibandingkan instansi pemerintah lain, termasuk dengan sesama PNS di Kemenkeu.

Tunjangan lain bagi Dirjen Pajak yakni tunjangan melekat antara lain tujangan suami istri 5% dari gaji pokok, tunjangan anak 2% dari gaji pokok (maksimal 3 anak), tunjangan makan, tunjangan jabatan, dan uang perjalanan dinas.

Tunjangan lain bagi Dirjen Pajak yakni tunjangan melekat antara lain tujangan suami istri 5% dari gaji pokok, tunjangan anak 2% dari gaji pokok (maksimal 3 anak), tunjangan makan, tunjangan jabatan, dan uang perjalanan dinas.

Artikel ini juga telah tayang di kompas.com dengan judul "Penasaran Siapa PNS dengan Gaji Tertinggi di Indonesia?

OJK Akan Perpanjang Penundaan Pembayaran Cicilan Hingga 2022

Admin 9/28/2020
OJK Akan Perpanjang Penundaan Pembayaran Cicilan Hingga 2020

BlogPendidikan.net
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang perpanjangan pelonggaran atau restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi Covid-19 hingga 2022. Diketahui, saat ini periode program restrukturisasi kredit akan berakhir pada Februari 2021.

“Ini kami lagi siap-siap, kalau perlu kami perpanjang satu tahun lagi bukan Februari tahun depan, kami perpanjang satu tahun lagi sampai 2022. Tidak ada masalah, kami siap lakukan itu,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam Diskusi bertajuk ‘Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi’, Minggu 27 September 2020 dikutip dari CNNIndonesia.

Pertimbangannya adalah kondisi debitur yang belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi. Melalui restrukturisasi kredit itu, kata Wimboh, status kredit menjadi lancar sehingga perbankan tidak diharuskan menyiapkan cadangan sekaligus bisa menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

“Bahkan sekarang kalau ada nasabah sudah direstrukturisasi dan hanya 6 bulan sudah jatuh tempo. Ya kalau memang nasabah minta diperpanjang, diperpanjang silakan. Tidak usah minta persetujuan OJK silahkan langsung perpanjang,” katanya.

Restrukturisasi kredit sendiri diatur melalui peraturan OJK (POJK) 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Wimboh menuturkan perbankan nasional telah memberikan keringanan kredit kepada 7,38 juta nasabah hingga 7 September 2020. Nilai kredit yang diberikan keringanan sebesar Rp878,57 triliun.

“Restrukturisasi ini cerminan seberapa besar nasabah itu terkontaminasi dari dampak Covid-19. Kalau dari persentase total kredit sekitar 20 persen-25 persen dari kredit sekitar Rp5.000 triliun,” paparnya.

Restrukturisasi kredit diberikan kepada 5,82 juta nasabah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nilai Rp359,11 triliun. Kemudian, untuk nasabah non-UMKM yang sudah diberikan restrukturisasi sebanyak 1,44 juta dengan nilai Rp519,46 triliun.

Selain bank, sebanyak 182 perusahaan pembiayaan telah memberikan restrukturisasi sebesar Rp168,77 triliun atas 4,58 juta kontrak per 22 September 2020. Tercatat jumlah permohonan restrukturisasi mencapai 5,20 juta kontrak.

Kisah Kakak Beradik Berebut Hak Mengasuh IBU Sampai ke Pengadilan

Admin 9/22/2020
Kisah Kakak Beradik Berebut Hak Mengasuh IBU Sampai ke Pengadilan
Gambar; Ilustrasi

BlogPendidikan.net
- Biasanya keluarga banyak yang bertengkar anak kandung menuntut ibu atau ayahnya di pengadilan hanya karena uang, hibah tanah, rumah dan harta yang lain. Tapi di Arab Saudi, dua kakak beradik ke pengadilan hanya untuk berebut hak pengasuhan ibu kandungnya.

Dilansir thereporter dari penuturan Ustaz Ahmad Dusuki Abd Ghani

Dua orang bersaudara di Saudi Arabia bertengkar dan berebut hak pengasuhan ibu sehingga kasus dibawa ke pengadilan. Di salah satu pengadilan Qasim, Pemerintah Saudi Arabia, Hizal al-Fuhaidi menangis hingga air matanya membasahi jenggot.

Kenapa? Karena dia kalah kepada saudara kandungnya di pengadilan. Tentang apakah kekalahan pada saudaranya itu? Tentang tanah? Properti? Bukan karena itu semua tetapi dia kalah berkenaan hak perawatan ibunya yang sudah tua.

Bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah kusam. Seumur hidupnya, beliau tinggal bersama Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala ia sudah semakin tua, datanglah adik yang tinggal di kota lain ingin mengambil ibunya untuk tinggal bersama dengannya.

Dengan alasan fasilitas kesehatan dan lain-lain di kota jauh lebih baik dari pedesaan. Namun Hizan menolak dengan alasan selama ini dia masih mampu untuk menjaga ibunya. Keengganan Hizan memicu pertengkaran di antara mereka berdua sehingga kasus harus dibawa ke pengadilan.

Sidang pun dimulai, sampai hakim pun meminta agar si ibu hadir di pengadilan. Kedua pria bersaudara ini mendukung ibu mereka yang sudah tua, yang beratnya tak sampai 40 kilogram. Hakim bertanya kepadanya, "Siapa yang lebih berhak tinggal bersamamu?"

Si ibu yang memahami pertanyaan itu pun menjawab, "Ini mata kananku!" sambil tangannya menunjuk ke arah Hizan. Dan "Ini mata kiriku!" jarinya tepat ditudung ke arah adik Hizan. Hakim berpikir sejenak, kemudian memutuskan bahwa hak pengasuhan diberikan kepada adik Hizan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu.

Betapa mulia air mata yang dikeluarkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah meningkat usianya semakin lanjut. Dan betapa bangga dan agungnya seorang ibu direbut oleh anak-anaknya sehingga terjadi seperti ini.

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana seorang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara yang mahal bagi anak-anaknya? 

Ini adalah pelajaran dan pengajaran yang sangat mahal tentang berbakti kepada orang tua. Di zaman yang sudah hampir kiamat ini, betapa banyak anak yang durhaka. "Ya Allah, Roob! Anugerahkan kepada kami keredhaan ibu kamu dan berikanlah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya. Amin, amin ya Rabbal alamiin." (*)

Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer

Admin 9/22/2020
Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer
Stenly Yesi Ndun, bocah berusia tujuh tahun yang memiliki satu kaki, saat memakai tongkat untuk ke sekolah

BlogPendidikan.net - Keringat deras mengucur di wajah Stenly Yesi Ndun, saat tergopoh-gopoh mengenakan seragam sekolah putih merah. Pagi itu, bocah berusia tujuh tahun asal Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah bersiap ke sekolah. 

Waktu menunjukan pukul 06.15 Wita, semua perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis dan lainnya telah dimasukan dalam tas kecil berwarna kuning.

Dia pun mulai keluar rumah dengan mengenakan masker dan sebuah tongkat kecil berukuran panjang satu meter lebih.


Yesi sapaan akrabnya, adalah siswa difabel, karena hanya memiliki satu kaki. Kondisi ini dialaminya sejak lahir. Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya, Stela Ndun, tinggal bersama kakek dan neneknya. 

Himpitan ekonomi, membuat kedua orangtua Yesi harus merantau ke Kalimantan. Meski fisiknya tak sempurna, bocah ini tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat dari kayu. Kayu itu ia gunakan sebagai pengganti kakinya. 

Saban hari, ia harus berjalan sejauh satu kilometer bersama sejumlah teman-ke sekolah. Bocah kelas satu SDN Bijaesahan ini bermimpi punya kaki palsu. Namun, orangtuanya yang hanya sebagai buruh kasar di Kalimantan tak memiliki dana. 

Di rumah berdinding kayu, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya. Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang dipiara pasutri lansia ini.  “Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. 


Setiap bulan, ayah Yesi kirim uang Rp 500.000 untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah,” ujar nenek Yesi, Ursula Takaep (60), kepada sejumlah wartawan, Senin (21/9/2020). Ursula mengaku, memiliki empat anak laki-laki yang semuanya di tanah rantau, termasuk ayah Yesi. Setiap hari, ia sendiri yang mengurus ke delapan cucunya, karena suaminya, Bernabas Ndun (84), sudah lama mengalami sakit karena faktor usia. 

Untuk menanggung kebutuhan hidup setiap hari, ia hanya berharap bantuan PKH dari pemerintah. Uang itu ia sisihkan untuk kebutuhan makan minum hingga keperluan sekolah delapan cucunya. Fisiknya yang tak sempurna, tak membuat Yesi minder dalam pergaulan di lingkungan rumah maupun sekolah. Ia bahkan diperlakukan khusus di sekolahnya. 

“Jika ada apel atau olahraga, Yesi kami minta duduk di ruangan kelas sambil belajar,” ujar Kepala Sekolah SDN Bijaesahan, Dortiana Karice Mau. Untuk melindungi Yesi, pihak sekolah setiap hari memberi arahan ke semua pelajar agar memperlakukan Yesi dengan baik. 

Buktinya, hingga kini, Yesi rajin ke sekolah meski dengan fisik yang tak sempurna. Ia bahkan bermain layaknya anak-anak normal. Meski memiliki keterbatasan fisik, Yesi tergolong anak cerdas di sekolahnya. “Yesi itu anaknya pintar. Semua pelajaran atau tugas yang diberi, selalu ia kerjakan sendiri,” ujar dia. 

Melihat kondisi Yesi, pihak sekolah sempat berkoordinasi dengan dinas sosial agar Yesi disekolahkan di SLB. Tapi, niat baik itu ditolak kakek dan nenek Yesi. Mereka ingin, Yesi tetap bersama mereka meski hidup serba kesulitan.  “Yesi punya kembar dan kakeknya tidak mau mereka dipisahkan,” sebut dia.  Pihak sekolah berharap, ada pihak yang bisa membantu menyediakan kaki palsu untuk Yesi. 

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com