Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Gejala Yang Ditimbulkan Setelah Vaksinasi Covid-19

Gejala Yang Ditimbulkan Setelah Vaksinasi Covid-19

BlogPendidikan.net
- Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak Rabu (13/1/2021). Vaksin Covid-19 dilakukan secara bertahap hingga menyentuh 181 juta penduduk Indonesia. Jika Anda menerima vaksin virus corona, perlu mengetahui sejumlah reaksi dalam tubuh pasca vaksinasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Istana Merdeka. Vaksinasi virus corona ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin virus corona dari Sinovac.

Terkait pemberian vaksin Covid-19, banyak masyarakat di Tanah Air mungkin masih bertanya-tanya mengenai efek samping yang mungkin timbul setelah mendapatkan vaksin virus corona. Masyarakat khawatir vaksin virus corona bisa menimbulkan efek samping serius.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping serius. Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan bahwa secara umum, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan.

Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin virus corona. Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun. Komponen vaksin lainnya, misalnya bahan pembantu, penstabil, dan pengawet juga dapat memicu reaksi.

Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi ditentukan oleh jenis vaksin.

Dalam Surat Keputusan yang ditetapkan Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat pada 2 Januari 2021 tersebut, diterangkan bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin yang lain.

Beberapa gejala / reaksiyang timbul setelah disuntik vaksin virus corona di antaranya, yakni:

1. Reaksi lokal

Reaksi lokal yang timbul pasca disuntik vaksin virus corona antara lain nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan. Reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

2. Reaksi sistemik

Reaksi sistem yang timbul pasca disuntik vaksin virus corona berupa:

- Demam
- Nyeri otot seluruh tubuh (myalgia)
- Nyeri sendi (atralgia)
- Badan lemah
- Sakit kepala

3. Reaksi lain

Reaksi lain yang timbul pasca disuntik vaksin virus corona diantaranya:

- Reaksi alergi, misalnya urtikaria (biduran), oedem (pembengkakan)
- Reaksi anafilaksis Syncope (pingsan)

Untuk mengatasi reaksi ringan lokal pasca disuntik vaksin virus corona seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk:

- Melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut
- Meminum obat paracetamol sesuai dosis

Sementara, untuk mengatasi reaksi ringan sistemik pasca disuntik vaksin virus coronaseperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk:

- Minum lebih banyak
- Menggunakan pakaian yang nyaman
- Kompres atau mandi air hangat
- Meminum obat paracetamol sesuai dosis

Oleh sebab itu, dalam alur pelayanan vaksinasi Covid-19, petugas diarahkan untuk mempersilakan sasaran untuk menunggu 30 menit setelah pemberian vaksin virus corona. Hal ini dilakukan untuk melihat reaksi yang mungkin muncul setelah penerima vaksin virus corona disuntikan.

Selain reaksi vaksin, Kejadian Ikutan Pascavaksinasi atau biasa disebut KIPI yang terkait dengan kesalahan prosedur juga dapat terjadi. Untuk itu, sistem pelayanan vaksinasi yang terdiri dari petugas pelaksana yang kompeten (memiliki pengetahuan cukup, terampil dalam melaksanakan vaksinasi dan memiliki sikap profesional sebagai tenaga kesehatan), peralatan yang lengkap,dan petunjuk teknis yang jelas, harus disiapkan dengan maksimal.

Kemenkes meminta kepada semua jajaran pemerintahan yang masuk dalam sistem ini harus memahami petunjuk teknis yang diberikan. KIPI yang tidak terkait dengan vaksin atau koinsiden harus diwaspadai. Untuk itu penapisan status kesehatan sasaran yang akan divaksinasi harus dilakukan seoptimal mungkin.

Ingat, pandemi Covid-19 masih terjadi. Pasca disuntik vaksin virus corona, tetap patuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mengenakan masker, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Sumber; kesehatan.kontan.co.id

Mengapa Semua Penyakit Dicovidkan? Berikut Pejelasannya

Mengapa Semua Penyakit Dicovidkan Berikut Pejelasannya

BlogPendidikan.net
- Kenapa semua penyakit dicovidkan? Pertanyaan itu sering dilontarkan masyarakat ketika menjumpai saudara, tetangga, atau teman yang masuk rumah sakit dengan gejala bukan covid-19 akhirnya menjadi covid.

Akibatnya ada orang sekarang ini enggan ke rumah sakit untuk memeriksakan gejala yang dirasakan atau membatalkan kontrol kesehatan rutinnya karena takut bakal dicovidkan. 

Menjawab keresahan warga ini, Ketua Divisi Litbang Majelis Pembina Kesehatan Umum Dokter Tjatur Prijambodo menjelaskan, sampai saat ini keilmuan manusia belum sepenuhnya mengetahui pola penyakit covid-19. Mulai cara penularan, onset, gejala, termasuk vaksin dann terapi obatnya.


”Kenapa? Karena Allah menciptakan virus ini dengan kecerdasan yang luar biasa. Kehebatan daya adaptasi, kemampuan bermutasi, berubah bentuk, kekuatan menyerang atau virulensi yang terus meningkat. 

Maka, banyak hal baru yang terjadi di pasien covid-19, sehingga penyakit ini dijuluki penyakit dengan seribu wajah,” kata dokter Tjatur yang juga Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo, saat dihubungi Ahad (30/8/2020).

Dikatakan, adalah hal yang wajar kalau ada penilaian di masyarakat mengatakan, penyakit apa pun sekarang dicovidkan. ”Karena kenyataan yang terjadi misalnya, pasien datang dengan kencing manis, ketika dirawat, ternyata hasil foto thoraxnya menunjukkan pneumonia bilateral. Ini khas covid. Hasil laborat darah lengkapnya NLR-nya > 3,1. Ini juga khas covid. Maka diagnosanya berubah menjadi gejala covid,” tuturnya.

Untuk memastikan, sambung dia, lantas pasien dites swab. Hasilnya positif maka masuk penyakit covid-19. Begitu juga dengan pasien-pasien lain yang datang ke rumah sakit dengan gejala awal demam berdarah, tipus, diare tapi saat pemeriksaan lanjutan ditemukan tanda-tanda covid-19 maka harus diperlakukan sebagai pasien covid untuk pengobatannya.

Perubahan Diagnosa Biasa Terjadi

Dijelaskan, sebenarnya kondisi pasien-pasien yang berubah diagnosanya hal yang sering terjadi untuk kasus penyakit lain. Misalnya, awalnya diduga batuk biasa, ternyata kena TBC. Diduga nyeri dada biasa, ternyata serangan jantung. Gejala cuma gringgingen, ternyata stroke. Diduga maag, ternyata usus buntu. ”Perubahan diagnosa ini sering terjadi di rumah sakit,” tandasnya.

Saat ini, kata dia, covid menjadi isu sangat sensitif. Beragam tuduhan muncul misalnya sebagai konspirasi global, program misionaris, curiga rumah sakit cari untung, perdagangan vaksin, ditambahi lagi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memburuk, maka isu covid-19 semakin tajam.

Dokter Tjatur mengatakan, tak perlu mencurigai rumah sakit mencari keuntungan dalam kondisi saat ini. Karena manajemen rumah sakit, dokter, dan paramedis bekerja dengan komitmen sesuai sumpahnya. Tenaga medis sudah banyak berkorban tenaga, biaya, dan nyawa untuk mengatasi wabah ini.

Dia meminta para mubaligh atau profesional lain punya pendapat yang berbeda tapi jangan sampai lalai menjaga kesehatan. Kalau terkena covid-19, baru muncul penyesalan. Karena dampaknya sangat kompleks.

Menurut dia, fatwa Majelis Tarjih tentang beribadah dalam kondisi darurat covid jangan menjadi perdebatan karena dikeluarkan dengan mempertimbangkan segi kesehatan. Dia berharap penjelasan kenapa semua penyakit dicovidkan menjadikan masyarakat paham situasinya sehingga bisa berhati-hati.

”Patuhi protokol kesehatan. Semoga Allah selalu memberi kita kesehatan yang optimal dan dijauhkan dari penyakit apapun, sehingga dakwah kita tetap berjalan dengan baik. Aamiin yaa Robbal aalamiin,” pungkasnya. (*)

Artikel ini juga telah tayang di pwmu.co

Jangan Dibuang Silica Gel Dalam Kardus Belanjaanmu, Ini 10 Manfaat Yang Akan Kamu Dapatkan dan Terapkan

Jangan Dibuang Silica Gel Dalam Kardus Belanjaanmu, Ini 10 Manfaat Yang Akan Kamu Dapatkan dan Terapkan

BlogPendidikan.net
- Jangan Dibuang Silica Gel Dalam Kardus Belanjaanmu, Ini 10 Manfaat Yang Akan Kamu Dapatkan dan Terapkan.

Kamu sering beli sepatu? Beli tas? Atau barang yang dikemas di dalam kardus? Pasti kamu tak asing lagi dengan silica gel yang terbungkus dalam kertas kecil persegi panjang berwarna putih, layaknya teh celup.

Pihak produsen menyertakan bungkusan gel warna-warni ini dalam kardusmu sebagai bahan perawatan barang yang kamu beli. Namun banyak orang yang tidak mengerti kegunaan bungkusan gel ini, dan justru menganggapnya remeh. Alih-alih menggunakannya untuk merawat barang yang kamu punya, nggak jarang mereka malah langsung membuangnya ke tempat sampah.


Padahal sebenarnya, selain merawat benda yang kamu punya, silica gel punya berbagai manfaat lho. Benda ini juga bisa kamu beli secara bebas dengan harga yang murah meriah (Rp200/bungkus atau Rp30.000-an/kg). Penasaran apa aja manfaatnya? 

Berikut 10 Manfaat Silica Gel:

1. Agar bibit tanaman atau biji-bijian yang kamu simpan tak berkecambah, selipkan saja silica gel di dalamnya.

Kamu sering sebal ketika bibit atau biji yang kamu jadikan sebagai hiasan atau hanya sebagai simpanan untuk penelitian tiba-tiba berkecambah dan tumbuh calon batang? Hal ini terjadi karena kelembaban tinggi atau banyaknya kandungan air di sekitar biji. Nah, sekarang kamu bisa mengatasinya dengan cara mudah. Selipkan saja bungkusan silica gel di dalamnya. Silica gel ini akan menyerap air dalam atmosfer sehingga kelembaban di sekitar biji berkurang. Jadi nggak heran, kondisi jadi makin kering lantas bijimu bisa lebih tahan lama tanpa takut berkecambah.

2. Kamu tak perlu lagi khawatir alat-alat otomotif, listrik dan pertukangan menjadi cepat karatan. Sertakan saja silica gel dalam kotak penyimpanan

Kamu penggemar otomotif? Atau suka otak-atik listrik? Atau gemar memperbaiki bangunan rumah? Pasti kamu punya seperangkat alat-alat tukang seperti obeng, tang, bor, gergaji yang sebagian besar berbahan besi. Nah agar alat-alat ini lebih awet, sertakan beberapa bungkus silica gel di dalam kotak penyimpanan. Silica gel mampu menyerap air dan mengurangi kelembaban. Hal ini menguntungkan karena bisa bikin alat-alatmu terhindar dari proses oksidasi yang bikin karatan. Jadi, barangmu tak cepat rusak dan tetap berfungsi optimal tanpa takut berkarat.

3. Dengan menyelipkan silica gel yang harganya murah, koleksi buku tua nan langkamu bisa terhindar dari kerusakan dan jamur.

Punya buku langka adalah keberuntungan bagi kamu para pecinta buku. Meski buku terlihat tua dan lusuh, kamu tetap merasa senang memilikinya. Alih-alih menyimpannya bertahun-tahun, hal ini justru bikin bukumu cepat jamuran. Agar koleksimu itu tak cepat rusak, kamu harus menjaganya dengan perawatan khusus.

Caranya mudah kok, taruh saja satu bungkus silica gel sekitar tumpukan buku atau di dalam lemari penyimpanan. Dengan begitu, jamur yang sering tumbuh karena kelembaban tinggi menjadi urung diri. Jadi bukumu lebih awet, tak lusuh, tak mudah sobek, dan yang jelas terhindar dari jamuran yang bikin koleksi buku tuamu cepat rusak. Selain itu, aroma buku tua yang kadang lembap juga tak lagi terlalu menyengat.

4. Bunga pemberian dari orang tercinta jangan dibiarkan layu dan hancur begitu saja. Awetkanlah dengan silica gel yang mudah didapat.

Bunga adalah salah satu tanda cinta yang biasa digunakan banyak orang. Nggak jarang kamu akan mendapatkannya dari orang tercinta. Jika biasanya kamu akan membuang begitu saja saat sudah layu, sekarang kamu bisa mengawetkannya agar cinta kalian tetap terjaga. Caranya mudah kok. Pertama-tama masukkanlah silica gel pada wadah besar. Lalu masukkan bunga dan timbun secara merata agar silica gel bisa masuk ke sela-sela permukaan bunga. Lakukan dengan perlahan. Dan jangan lupa pilih silica gel yang halus ya.


Tutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk selama 3-5 hari. Nah, setelah itu kamu bisa menata bunga keringmu di vas. Dengan cara ini, dijamin keindahan bunga tak lagi mudah pudar.

5. Kamu sering kesal karena handukmu bercak jamur saat disimpan? Tenang, gunakan saja silica gel sebagai penangkalnya.

Siapa sih yang nggak kesal saat menyimpan handuk di lemari tapi malah tiba-tiba jamuran dan bau tak sedap? Sekarang kamu bisa menangkalnya dengan silica gel. Taruh saja dua bungkus silica gel di dalam lemari handuk. Nah, jika warna silica gel sudah berubah, kamu bisa menggantinya dengan yang baru. Dengan menerapkan tips ini, handukmu bisa lebih nyaman saat dipakai lagi.

6. Agar stok makanan anjing dan kucing kesayanganmu tetap lezat sampai kapan saja, jangan lupa sisipi silica gel di kantongnya ya

Rasa sayang pada binatang bisa ditunjukkan dengan memberikannya makanan yang lezat dan enak. Makanan untuk hewanmu bisa tetap lezat dan enak jika kamu menyimpannya dengan cara yang benar . Metodenya praktis dan gampang kok, sisipi saja dua kemasan kecil silica gel di dalam kardus makanan hewanmu. Bungkus silica gelnya dengan kertas supaya terlihat ketika kamu menuangkannya ke dalam mangkok. Dengan begitu, silica gel itu tak akan termakan oleh hewan peliharaanmu. Pilih kemasan yang berukuran agak besar juga ya, agar mudah dipisahkan saat ditaruh di piring.

Silica gel membuat kantong makanan tak lagi terlalu lembab dan makanan bisa tetap renyah. Tenang, zat ini tak akan mempengaruhi rasa makanan kok.

7. Bau dan bekas keringat pada sepatu dan peralatan olahraga seringkali bikin uring-uringan. Agar itu tak terulang, kamu bisa percayakan pada silica gel yang murah meriah

Jika kamu suka olahraga atau nge- gym, nggak jarang kamu punya kantong khusus buat menyimpan sepatu, kaos kaki, baju, sabun, dan handuk. Nah, karena tak langsung dijemur atau dicuci, barang-barangmu ini kerapkali jadi jamuran dan bau tak sedap. Sekarang, kamu bisa percayakan hal ini pada silica gel yang murah.

Masukkan saja beberapa bungkus kecil silica gel ke dalamnya, dengan begitu kandungan air bekas keringat akan terserap. Jadi kondisi terlalu lembab nggak lagi mengancam, alat-alat olahragamupun jadi tetap nyaman saat digunakan.

8. Cara mudah agar album foto kenangan tetap terjaga sampai kamu tua adalah menyelipkan silica gel di dalamnya

Tak hanya menyimpan foto dalam bentuk file data saja, kamu juga harus menyimpannya dalam album foto agar tak hilang karena virus. Namun, banyak orang mengalami masalah foto cetak yang mudah rusak saat disimpan dalam album kenangan. Agar hal ini tak terulang, kamu bisa gunakan silica gel sebagai senjatanya.

Kamu bisa selipkan bungkusan silica gel di setiap halaman. Atau pilihlah silica gel yang berukuran kecil, lalu masukkan ke dalam plastik foto. Silica gel ini ampuh dalam menyerap uap air dalam album foto. Jadi kondisi kering tercipta, dan foto kenangan makin awet dan bebas jamuran. Gak heran, anak cucumu nanti masih bisa menyaksikannya dengan jelas.

9. Kondisi lembab pada lensa kamera sering bikin jepretan nggak bagus lagi. Agar hal ini tak terjadi, antisipasi dengan silica gel mini

Kondisi lembab pada tas seringkali bikin lensa kamera menjadi buram, bahkan nggak jarang lensa kameramu sampai berair. Nah, untuk mengatasinya kamu bisa letakkan beberapa bungkus silica gel di dalam tas kamera. Silica gel ini bisa menyerap air yang terkandung di ruangan tas. Jadi kondisi kering tak akan bikin lensa kamera buram lagi. Selain itu, kamera kesayangamu juga terhindar dari jamuran. Sayang ‘kan kamera mahal-mahal tapi rusak hanya karena penanganan yang tidak pas?

10. Merawat alat makeup itu tidak perlu mahal kok, gunakan saja silica gel sebagai antisipasi biar nggak jamuran

Merawat alat makeup itu nggak susah kok. Kamu bisa mengandalkan silica gel sebagai pelindung. Masukkan saja beberapa bungkus silica gel ke dalam tas make up. Dengan begitu alat makeup bisa terhindar dari jamur dan bau tak sedap. Jadi penampilan bisa tetap menawan tanpa halangan.

Nah, sekarang sudah tahu ‘kan manfaat silica gel untuk perawatan barang-barangmu. Jadi kamu tak boleh lagi membuang begitu saja benda ini dari kardus barang yang baru kamu beli. (*)

Artikel ini juga telah tayang di hipwee.com

Lelaki Muda Ini Idap 16 Penyakit Sekaligus, Gegara Sering Begadang dan Makan Mie Instan

Lelaki Muda Ini Idap 16 Penyakit Sekaligus, Gegara Sering Begadang dan Makan Mie Instan

BlogPendidikan.net
- Hati ibu ini hancur saat tahu putranya mengidap 16 penyakit sekaligus gara-gara sering begadang dan makan mie instan.

Peng Fei, putra ibu ini diketahui menderita 16 penyakit setelah organ hatinya rusak akibat kebiasaan buruknya setiap hari.

Bagaimana tidak, hampir setiap hari Peng Fei memiliki kebiasaan begadang dan menyantap mie instan.

Kini kebiasaan Peng Fei yang sering begadang dan makan mie instan justru mengancam nyawanya sendiri.

16 penyakit sekaligus ini tengah menggerogoti tubuh Peng Fei yang tampak menguning akibat kerusakan organ hatinya.

Tak banyak yang bisa dilakukan Peng Fei selain tergolek lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit.

Sang ibunda yang setia merawat, tak kuasa menahan tangisnya melihat putranya kini harus mengidap belasan penyakit sekaligus.

Kecintaan Peng Fei yang begadang dan makan mie instan awalnya berubah menjadi bencana saat dirinya mendadak sangat lelah tak berdaya.

Tubuh Peng Fei kala itu sempat menguning dan matanya memerah.

Alhasil ia memutuskan untuk menelepon ibunya untuk pergi ke rumah sakit bersamanya.

Setelah pemeriksaan medis, pria asal Filipina ini didiagnosis dengan 16 penyakit yang berbeda seperti gagal hati, sirosis mikronodular, infeksi intra-abdomen, kalium tinggi, efusi pleura atau kolesistitis.

Ibu Peng Fei menangis setelah mengetahui anaknya menderita 16 penyakit karena sering makan mie instan. 

Setelah bertanya tentang kebiasaan-kebiasaan Peng Fei, dokter menyimpulkan bahwa penyakitnya adalah akibat dari disfungsi hati.

Sekarang hatinya hanya mampu melakukan 1/3 dari fungsinya.

Ketika hati tidak dapat melakukan detoksifikasi dengan baik, itu dapat mempengaruhi organ lain, kemudian mengarah ke berbagai penyakit.

Peng Fei mengatakan bahwa dia memulai pekerjaan baru di restoran cepat saji, lalu dia sering terpaksa makan mi instan karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

Selain itu, dia sering begadang untuk melakukan shift dan kerja ekstra.

Kebiasaan buruk ini berlangsung terus-menerus selama beberapa tahun, yang pada akhrinya melemahkan hatinya.

Akhirnya, itu menyebabkan beberapa kerusakan dan mempengaruhi organ-organ lainnya.

Di negara kita, seorang netizen membagikan kisah hidupnya yang mengalami kerusakan organ pencernaan karena terlalu sering mengonsumsi mie instan.

Kisah tersebut dialami oleh Tomy Sutanto dan kemudian ia bagikan ke akun Facebook miliknya.

Dirinya mengunggah sebuah artikel panjang dengan dua foto pemeriksaan organ pencernaanya.

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan jika Tomy didiagnosa menderita Diapepsia dan Melena.

Diapepsia sendiri merupakan kondisi tidak nyaman di perut dengan gejala kembung, perut penuh dan nyri ulu hati.

Sedangkan Melena adalah kondisi tinja berwarna hitam atau gelap akibat pendarahan pada saluran cerna bagian atas.

Tomy pun menuliskan jika penyakit ini merupakan efek dirinya yang sering mengonsumsi mie instan dan gaya hidup tidak sehat selama menjadi anak kos sekitar 13 tahun yang lalu.

Kala itu, Tomy kuliah di Jakarta dan membuatnya menjadi anak kos.

"Kebetulan tempat kost gw semua nya ada dapur dan kamar gw selalu dekat sama dapur, jadi mudah untuk masak.

Nah dimulailah yang namanya bencana buat gw ke depannya.

Apakah itu? Namanya makan mie instant secara over atau berlebihan."

Tomy mengaku dalam seminggu ia bisa menghabiskan setengah kardus mie instan.

Mulai dari varian mi kuah hingga mi goreng.

"Dalam waktu seminggu, gw bisa menghabiskan setengah kardus mie instant baik itu kuah atau goreng, bahkan rekor yang pernah gw alami adalah tiga kardus dalam waktu tiga minggu"

Tak hanya kebiasaan makan mi berlebihan, Tomy juga punya kebiasaan buruk lain yang berdampak pada kesehatan pencernaannya.

Yaitu menunda makan dan berbaring usai makan.

Mungkin kebanyakan orang menganggap kebiasaan ini adalah kebiasaan sepele.

Tetapi asam lambung akan tetap bekerja dan tubuh harus diisi oleh makanan meskipun sedikit.

"Dulu gw paling sering sehabis ngemil yang namanya mie instant atau apapun itu langsung tidur begitu ngantuk, apalagi kalau begadang.

Dan tidak jarang juga gw tiduran entah itu sambil baca atau main game dengan kondisi perut gw penuh.

Hasilnya? Bisa kalian lihat di bawah.
 

Ia pun harus mendapatkan masalah Diapepsia dan Melena.

Bahkan saking parahnya, Tomy sampai mengalami muntah darah.

"Gw sempat juga mengalami muntah darah atau istilah keren nya Blood Vomit (WARNING bukan seperti yang dipakai buat meme, tapi beneran blood vomit) karena darah dari kerongkongan turun ke lambung gw dan lambung tidak bisa mencerna sama sekali karena darah turun terus."

Ia kemudian dirujuk ke bagian Gastroskopi.

Ternyata setelah mendapatkan pemeriksaan, dokter mengatakan jika kerongkongan Tomy mengalami luka atau yang disebut radang tenggorokan.

Dokter pun marah setelah mendengar semua cerita kebiasaan Tomy.

Ia pun mendapatkan sejumlah perawatan dan himbauan dari dokter.

Mulai dari tidak iijinkan mengonsumsi minuman bersoda selama satu tahun.

Dilarang makan makanan pedas dan asam selama satu tahun, kopi, keripik hingga larangan mengomsumi mie instan selama selamanya.

"Apa resiko nya kalau gw langgar? Dari dokter yang menangani gw, beliau bilang kalau gw sudah bosan sama hidup gw, boleh diteruskan kebiasaan jelek gw itu untuk mendapatkan yang namanya kanker kerongkongan atau lambung."

Unggahan ini pun mendapat banyak reaksi dari kalangan netizen.

Banyak dari netizen yang ikut sedih karena Tomy tidak bisa menikmati mie instan selamanya.

Felicia "GWS Tomy.. sedih bat ga bs indomie lg TT"

Andre Rustandi "waduhh.. gw banget nih,gw hrs ikut rubah cara kek gni... thx bos udh mau sharing.... GWS bosque"

Tri Jatmiko "GWS pak, dosis makan yang sangat mengerikan,
Seminggu setengah dus"

Morgan Feanes "Get well soon ko tom, kebiasaan kt sama, dan gr2 artikel ini g kudu berubah, thank youuu, God bless you"

Nana Takizawa "Get well soon Ko, bener2 pengingat yg baik untuk kurangin makan mie dan rebahan setelah makan :( take care!"

Unggahan ini sendiri sudah dibagikan sebanyak 25 ribu kali oleh pengguna Facebook.

Tomy sendiri berpesan kepada masyarakat untuk mengurasi kebiasaan-kebiasaan buruk sepeti yang ia lakukan supaya tidak bernasib seperti dirinya. (Ade S)

Artikel ini juga telah tayang di style.tribunnews.com

Cara Efektif Mencegah Penularan Virus Corona Terhadap Tubuh Kita

Cara Efektif Mencegah Penularan Virus Corona Terhadap Tubuh Kita
www.unicef.org/indonesia/id/laporan/panduan-sekolah-untuk-pencegahan-coronavirus

Blogpendidikan.net - Wabah virus corona telah telah menjangkiti seluruh belah negara di dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini dimulai pada februari dan terdeteksi pada awal maret 2020 sebagai positif COVID-19 2 orang. dan terus berkembang sampai saat ini sebanyak 790 orang positif covid-19. Pada tulisan berikut blogpendidikan.net berbagi tips atau cara efektif untuk mencegah virus corona terhadap tubuh kita, tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber diantaranya, alodokter.com dan liputan6.com 

Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS)

Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Langkah Efektif Mencegah Penularan Virus Corona Terhadap Tubuh Kita

Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan social distancing.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona:

1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.
Sumber; alodokter.com

Cara efektif berikutnya untuk mencegah penularan virus corona terhadap tubuh kita dikutip dari liputan6.com tag lebel bola antara lain;

1. Sering-Sering Mencuci Tangan
Sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus, termasuk virus Corona.
Pentingnya menjaga kebersihan tangan membuat Anda memiliki risiko rendah terjangkit berbagai penyakit.

2. Hindari Menyentuh Area Wajah
Virus Corona dapat menyerang tubuh melalui area segitiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. Area segitiga wajah rentan tersentuh oleh tangan, sadar atau tanpa disadari.
Sangat penting menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan benda atau bersalaman dengan orang lain.

3. Hindari Berjabat Tangan dan Berpelukan
Menghindari kontak kulit seperti berjabat tangan mampu mencegah penyebaran virus Corona. Untuk saat ini menghindari kontak adalah cara terbaik.
Tangan dan wajah bisa menjadi media penyebaran virus Corona.

4. Jangan Berbagi Barang Pribadi
Virus Corona mampu bertahan di permukaan hingga tiga hari. Penting untuk tidak berbagi peralatan makan, sedotan, handphone, dan sisir. Gunakan peralatan sendiri demi kesehatan dan mencegah terinfeksi virus Corona.

5. Etika ketika Bersin dan Batuk
Satu di antara penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Ketika Anda bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur.
Lebih baik gunakan tisu ketika menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Cuci tangan Anda hingga bersih menggunakan sabun agar tidak ada kuman, bakteri, dan virus yang tertinggal di tangan.

6. Bersihkan Perabotan di Rumah
Tak hanya menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal juga penting. Gunakan disinfektan untuk membersih perabotan yang ada di rumah.
Bersihkan permukaan perabotan rumah yang rentan tersentuh, seperti gagang pintu, meja, furnitur, laptop, handphone, apa pun, secara teratur. Anda bisa membuat cairan disinfektan buatan sendiri di rumah menggunakan cairan pemutih dan air.
Bersihkan perabotan rumah Anda cukup dua kali sehari.

7. Jaga Jarak Sosial
Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Pemerintah telah melakukan kampanye jaga jarak fisik atau physical distancing.
Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter.
Jaga jarak fisik tak hanya berlaku di tempat umum, di rumah pun juga bisa Anda terapkan.

8. Hindari Berkumpul dalam Jumlah Banyak
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah membuat peraturan untuk tidak melakukan aktivitas keramaian selama pandemi virus Corona. Tak hanya tempat umum, seperti tempat makan, gedung olah raga, tetapi tempat ibadah saat ini harus mengalami dampak tersebut.
Tindakan tersebut adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Virus Corona dapat ditularkan melalui makanan, peralatan, hingga udara.
Untuk saat ini, dianjurkan lebih baik melakukan aktivitas di rumah agar pandemi virus Corona cepat berlalu.

9. Mencuci Bahan Makanan
Selain mencuci tangan, mencuci bahan makanan juga penting dilakukan. Rendam bahan makanan, seperti buah-buah dan sayur-sayuran menggunakan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang aman untuk makanan.
Simpan di kulkas atau lemari es agar bahan makanan tetap segar ketika ingin dikonsumsi.
Selain untuk membersihkan, larutan yang digunakan sebagai mencuci memiliki sifat antibakteri yang mampu mengatasi bakteri yang ada di bahan makanan.

Sumber; www.alodokter.com dan www.liputan6.com/bola

Situs Pantau Virus Corona Terupdate Semua Negara Ternyata Buatan Anak SMA

Situs Pantau Virus Corona Terupdate Semua Negara Ternyata Buatan Anak SMA

Blogpendidian.net - Ada banyak situs pemantauan virus corona. Namun situs buatan anak SMA ini dapat kunjungan 6,5 juta orang, justru karena sederhana dan mudah dipahami.

Situs bikinan Avi Schiffmann (17), siswa SMA dari Seattle, Amerika Serikat. Situsnya jadi viral dan banyak dirujuk di Amerika dan dunia.

Seperti kata pepatah, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Website ini mulai online sejak Desember 2019, begitu wabah virus corona muncul. Tapi waktu itu, tidak ada yang peduli dengannya.

Kini, dengan wabah ini merajalela di 143 negara, situs nCoV2019.live kebanjiran banyak pengunjung dari seluruh dunia. Avi Schiffmann kepada Democracy Now mengatakan total sudah ada 35 juta pengunjung websitenya.

Bahkan pada 12 Maret 2020, ada 6,5 juta kunjungan atau unique visitor dalam sehari. Sebanyak 60% pengunjungnya dari Amerika, sisanya dari Asia, Eropa dan kawasan lainnya.

Situs Pantau Virus Corona Buatan Anak SMA; nCoV2019.live

Update Virus Crona 18 Maret Tembus 227 Kasus Positif Covid-19

Update Virus Crona 18 Maret Tembus 227 Kasus Positif Covid-19

Pemerintah kembali mengumumkan tambahan kasus corona (COVID-19) di Indonesia. Di mana hingga Rabu (18/3/2020), ada total 55 positif baru total keseluruhan mencapai 227 kasus positif.
Di Yogyakarta 1 positif, kemudian 30 pasien positif dari Jakarta, dari Jabar 12 pasien, Jateng 2 positif, Sumut 1 positif, Lampung 1 positif, Riau 1 positif dan Kalimantan 1 positif," kata Yurianto.

Data ini sampai 18 Maret 2020 Pukul 12.00 WIB.
"Pada saat ini sedang akselerasi menjadi semakin naik. Ini kita maklumi dan memberikan gambaran lazim. Kita akan mendapatkan gambaran semakin naik dan diharapkan tidak terjadi terlalu panjang," kata Yurianto.

Baca Juga; Peta Sebaran Positif Virus Corona di Indonesia


Yurianto mengatakan saat ini kesadaran dari masyarakat makin meningkat untuk mengetahui apakah positif corona atau tidak. Sehingga semakin banyak juga yang terlihat.

Sementara itu total pasien sembuh masih delapan orang. Pemerintah pun menegaskan akan mempercepat tracing karena penambahan pasien masih akan ada secara signifikan.Source; https://www.cnbcindonesia.com/

BNPB Menetapkan Keadaan Darurat Covid-19 Dari 14 Hari menjadi 91 Hari Sampai 29 Mei

BNPB Menetapkan Keadaan Darurat Covod-19 Dari 14 Hari menjadi 91 Hari
image source; cnnindonesia.com 
Dalam  surat keputusan bernomor 13.A Tahun 2020, yang ditandatangani oleh Kepala BNPB Doni Monardo pada 29 Februari 2020, masa darurat hingga tanggal 29 Mei 2020, atau sekitar sembilan puluh satu hari.

"Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu (menetapkan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia) berlaku selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020," dikutip dari surat keputusan tersebut, Selasa (17/3).

Baca  Juga;


Dalam surat keputusan tersebut, BNPB menyatakan perpanjangan ini dilakukan akibat dari penyebaran virus corona yang semakin meluas dan menyebabkan korban jiwa.
Kemudian penyebaran virus Corona juga bisa berimplikasi pada kerugian harta benda, dampak psikologis pada masyarakat, serta mengancam, dan mengganggu kehidupan masyarakat.

Sampai saat ini, total pasien positif corona di Indonesia tanggal 21-22 Maret dari 450 berkembang menjadi 514 kasus. Sedangkan korban meninggal sebanyak 48 orang.
BNPB Menetapkan Keadaan Darurat Covid-19 Dari 14 Hari menjadi 91 Hari

Berikut keputusan lengkap surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala BNPB:

Kesatu: Menetapkan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.
Kedua: Perpanjangan Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (sembilan puluh satu) hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.
Ketiga: Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya Surat Keputusan ini dibebankan pada Dana Siap Pakai yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Keempat: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Sumber; jpnn.com dan bnpb.go.id
Judul artikel; BNPB Tetapkan Masa Darurat Bencana Jadi 91 Hari atau Sampai 29 Mei

Unduh Surat Edaran BNPB Tentang Perpanjangan Keadaan Darurat Covid-19 Menjadi 91 Hari; UNDUH

Mengapa 14 Hari, Untuk Apa dan Apa Maksund Libur 14 Hari COVOD-19

Mengapa 14 Hari, Untuk Apa dan Apa Maksund Libur 14 Hari

Pada tanggal 15 serentak sekolah mengumandangkan waspada corona dengan cara memberikan edukasi dan pemahaman tentang COVID-19 (Virus Corona), dana pada haro otu juga diumumkan bahwa aktifitas sekolah di liburkan selama 14 hari, lhoo... kok ditentukan selama 14 hari, padahal ujian semesterpun belum dimulai, sekolah diliburkan selama 14 hari. 

Mengapa 14 Hari, Untuk Apa dan Apa Maksund Libur 14 Hari
14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan.
14 hari itu mampu menghentikan laju penularan Covid-19.
14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang.

Mengapa?
Penjelasannya sebagai berikut,

  • Ketika seseorang kontak dgn apapun yg bisa menginfeksinya dgn Covid-19, maka harus ditunggu 14 hari minimal, jika tidak terjadi apa2, maka orang itu aman.
  • Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing2 selama 14 hari itu, kenapa?
  • Contoh, seorang anak mulai libur tgl 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pd hari ke-15. Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan2, mengunjungi kumpulan orang, atau ketempat saudara, ke mall dll, seandainya dia jalan2 di hari ke 10 dan terlular Covid-19 di tempat yg ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14/15 belum ada tanda2 dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dst. Maka 14 hari libur sekolahnya itu, tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.

Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, semua warga Indonesia harus membantu, warga harus kompak, yaitu patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat perlu.
Waktu 14 hari itu, berguna untuk saling pantau, jika ada orang yg menunjukkan gejala2 menderita serangan Covid-19, bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dgn orang lain dalam 14 hari itu.

Jadi, mari kita mengisolasi diri, untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat manusia.

Mohon jelaskan kepada orang-orang disekitar anda, agar supaya semua patuh dan pemerintah terbantu untuk stop penularan Covid-19, jika tidak, maka 14 hari libur itu percuma, 14 tahun pun tak bisa stop penularan. Semoga kondisi dunia segera pulih.

PROSES PENULARAN COVID-19 DILINGKUNGAN SEKITAR KITA


Protokol Kesehatan Jelang Pelaksanaan UN 2020 Terkait Virus Corona

Pelaksanaan UN Tetap Sesuai Jadwal

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menjadwalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada satuan pendidikan, dan informasi lainnya dari Kementerian Kesehatan.

Pelaksanaan UN 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya yaitu selama penyelenggaraan ujian warga sekolah dapat menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman dan cium tangan selama dan sesudah ujian,” terang Plt. Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan, Totok Suprayitno, saat kegiatan Bincang Sore Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung A lantai 2, Graha 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Rabu (11/03).

Totok mengimbau, para peserta didik untuk tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lain. Selain itu, warga sekolah disarankan mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan lain berbasis anti kuman sebelum dan sesudah ujian. ‘’Saya berharap juga agar peserta ujian tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas, dan dapat menggantinya pada waktu yang lain,” terangnya

Totok menegaskan, jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi COVID-19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika terdapat kasus dalam jumlah besar kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Harris Iskandar, mengajak berbagai pihak, baik satuan pendidikan ataupun pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan UN tahun 2020. ‘’Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh kepala dinas Pendidikan yang sudah bekerja sama, meskipun untuk jenjang SD dan SMP berada di level kabupaten kota dan SMA di level provinsi, tetapi mereka bersedia membantu kesiapan khususnya dari segi perlengkapan dan infrastruktur di lapangan,’’ tutur Harris.

Sementara itu, Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi, menjelaskan tahun 2020 merupakan UN terakhir yang nantinya akan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mulai tahun 2021. ‘’UN 2020 tetap berjalan di jenjang akhir SD, SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK. Pelaksanaan UN Tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya menjadi maju sepuluh hari. Waktu UN telah ditetapkan untuk tingkat SMK pada tanggal 16 s.d. 19 Maret, SMA/MA 30 Maret s.d. 2 April, SMP pada tanggal 20 s.d. 23 April, Paket C pada tanggal 4 s.d. 7 April, dan Paket B tanggal 2 s.d. 4 Mei,’’ jelasnya.

Bambang mengatakan, bagi siswa yang terpaksa tidak dapat mengikuti UN sesuai dengan jadwalnya dapat mengikuti UN susulan dengan alasan yang valid. Jadwal UN susulan juga telah ditetapkan yaitu, untuk tingkat SMA/MA dan SMK pada tanggal 7 s.d. 8 April, SMP tanggal 29 s.d. 30 April, Paket C pada tanggal 18 s.d. 19 April, dan Paket B pada tanggal 9 s.d. 11 Mei.


Pesan Mendikbud Terkait Virus Corona....
Dikirim oleh Blog Pendidikan pada Rabu, 11 Maret 2020

Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah terutama pada saat pelaksanaan UN 2020, Kepala Biro Hukum, Dian Wahyuni, mengimbau satuan pendidikan agar berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan dan pihak dinas kesehatan setempat, sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud No. 3 Tahun 2020. “Intinya yang terpenting bagaimana satuan pendidikan menyampaikan akan pentingnya hidup sehat,” tuturnya.

Adapun pihak sekolah diimbau untuk memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian, serta membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN. “Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh lokasi yang digunakan oleh peserta UN, seperti handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis,’’ tutur Totok. 
sorce; www.kemdikbud.go.id 

Protokol Kesehatan Menjelang Pelaksanaan UN.
Protokol Kesehatan Jelang Pelaksanaan UN 2020 Terkait Virus Corona
source; www.kemdikbud.go.id

Simak Daftar Pertanyaan dan Jawaban Tentang Virus Corona Agar Kalian Paham dan Cara Pencegahannya

Simak Daftar Pertanyaan dan Jawaban Tentang Virus Corona Agar Kalian Paham dan Cara Pencegahannya

Berikut bebrapa daftar pertanyaan dan jawaban yang akan diulas di sini, dari sumber infeksiemerging.kemkes.go.id

1. Apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV)? 
Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

2. Apakah novel coronavirus sama seperti SARS? 
SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003 dan termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan novel coronavirus, namun berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan infeksi 2019-nCoV, namun SARS lebih berat.

3. Apa saja gejala Novel Coronavirus (2019-nCoV)? 
Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Jika ada orang dengan gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke China (terutama Wuhan), atau pernah merawat/kontak dengan penderita 2019-nCoV, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

4. Seberapa bahayanya 2019-nCoV ini? 
Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Beberapa orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas. Walaupun fatalitas penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti, diabetes dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

5. Bagaimana manusia bisa terinfeksi Novel Coronavirus? 
Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Para ahli masih sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antar manusia yang terbatas (antar keluarga dekat dan petugas kesehatan yang merawat kasus). 

6. Bisakah manusia terinfeksi novel coronavirus dari hewan? 
Saat ini sumber hewan penular 2019-nCoV belum diketahui, WHO terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya. Sangat dimungkinkan hewan dari pasar hewan hidup di Tiongkok bertanggungjawab atas terinfeksinya manusia yang dilaporkan pertama kali. Untuk itu disarankan pada saat berkunjung ke pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan tanpa alat pelindung diri. Hindari juga konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang. Penanganan daging mentah, susu, atau produk hewani harus diperhatikan, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah yang lain, lakukanlah dengan memperhatikan keamanan pangan yang baik. 

7. Benarkah novel coronavirus berasal dari kelelawar atau hewan lainnya? 
Sampai saat ini hewan penular 2019-nCoV belum diketahui
8. Bisakah hewan peliharaan menyebarkan 2019-nCoV? 
Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus 2019-nCoV. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia. 

9. Apakah 2019-nCoV dapat ditularkan antar manusia? 
Ya, 2019-nCoV menyebabkan penyakit pernapasan dan dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, di tempat kerja, di rumah tangga, atau fasilitas pelayanan kesehatan. 

10.Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda? 
Sampai saat ini belum diketahui berapa lama 2019-nCoV bertahan di permukaan suatu benda, meskipun ada informasi awal yang menunjukkan dapat bertahan hingga beberapa jam. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. 

11.Apakah sudah ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk Novel Coronavirus? 
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif. 

12.Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati Novel Coronavirus? 
Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik, karena infeksi sekunder bakteri mungkin terjadi.

13.Siapa saja yang berisiko terinfeksi novel coronavirus? 
Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Saat ini, Cina merupakan negara terjangkit 2019-nCoV dengan sebagian besar kasus telah dilaporkan. Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orangorang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi 2019-nCoV. Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi 2019-nCoV berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat. 

14.Manakah yang lebih rentan terinfeksi coronavirus, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda? 
Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (2019-nCoV). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

15.Bagaimana membedakan antara sakit akibat infeksi 2019-nCoV, dengan influenza biasa? 
Orang yang terinfeksi 2019-nCoV dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi 2019-nCoV. Untuk itulah WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas harus mencari pengobatan sejak dini, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

16.Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala penyakit infeksi 2019-nCoV? 
Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi 2019-nCoV diperkirakan antara 2-11 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Berdasarkan data dari penyakit akibat coronavirus sebelumnya, seperti MERS dan SARS, masa inkubasi 2019- nCoV juga bisa mencapai 14 hari. 

17.Bisakah 2019-nCoV terdeteksi dari orang yang tidak menunjukkan gejala? 
Sangat penting untuk memahami kapan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang lain untuk upaya pengendalian. Informasi medis terperinci dari orang yang terinfeksi diperlukan untuk menentukan periode infeksi 2019-nCoV. Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi 2019-nCoV dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, sebagian besar yang menyebabkan penyebaran adalah orang-orang yang memiliki gejala.

18.Amankah jika kita menerima paket barang dari Cina atau negara lain yang melaporkan virus ini? 
Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus 2019-nCoV. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada objek, seperti surat atau paket.

19.Apakah sudah ada pembatasan untuk bepergian ke Cina? 
WHO sudah menetapkan 2019-nCoV sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia pada tanggal 30 Januari 2020. Walaupun sampai saat ini WHO belum memberlakukan pembatasan perjalanan ke Cina, namun beberapa negara sudah memberlakukan penghentian sementara penerbangan dari dan ke Cina. Sesuai arahan Presiden RI terkait perjalanan ke mainland Cina, yaitu: 
• Seluruh penerbangan langsung dari dan ke mainland Cina untuk sementara dihentikan mulai hari Rabu tanggal 5 Februari 2020 pukul 00.00. 
• Semua pendatang yang tiba dari mainland Cina dan sudah berada di sana sebelumnya selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia. 
• Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara Cina yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan. 
• Warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland Cina. 

20.Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh novel coronavirus dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya? 
WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini.

21.Bagaimana cara mencegah penularan virus corona? 
Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV.  Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah: 
1) Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat. 
2) Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting. 
3) Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan). 
4) Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurangkurangnya satu meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernafasan, seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup oleh kita. 
5) Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita. 
6) Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum. 
7) Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah, lalu cucilah tangan Anda. 
8) Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus. 
9) Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang. 
10) Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan seperti Cina, seiring dengan informasi adanya penghentian sementara operasional penerbangan langsung dari dan ke daratan Cina dari pemerintah, sampai ada informasi lebih lanjut. 

22.Dimanakah saya bisa mendapatkan media edukasi dan informasi serta situasi perkembangan 2019-nCoV? 
Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan 2019-nCoV, dapat diakses melalui: 
- Hotline Emergency Operation Center (EOC): (021) 5210411 dan 081212123119 
- Twitter : @KemenkesRI 
- Facebook : @KementerianKesehatanRI 
- Instagram: @kemenkes_ri 
- Website : www.who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id