Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts

10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Teknologi dan Informasi

10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Teknologi dan Informasi

BlogPendidikan.net
- Pada zaman sekarang terjadi perubahan strategi dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru  dari cara yang tradisional kini mengarah pada pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. 

Akan tetapi proses transisi dari lingkungan kelas yang menerapkan cara tradisional ke cara digital sangat bervariasi tergantung  pada cara guru dan sekolah yang bersangkutan dalam merespon dan mengaplikasikannya. 


Berikut ini ada 10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Penggunaan Teknologi dan Informasi yang cocok diterapkan pada siswa masa kini, sebagai berikut:

1. Presentation (Presentasi)

Pada kegiatan presentasi, guru atau siswa menyebarkan informasi yang diperoleh melalui sumber informasi berupa guru, siswa, buku teks, internet, audio, video, dan lain sebagainya. Presentasi interaktif melibatkan pertanyaan dan komentar  di antara guru dan siswa sebagai anggota keseluruhan kelas atau dalam kelompok kecil. 

Bentuk integrasi metode presentasi dapat dilihat melalui sejumlah sumber daya  teknologi yang digunakan dapat meningkatkan kualitas penyajian informasi. Sebagai  contoh siswa dapat menggunakan aplikasi microsoft power point untuk menampilkan  hasil rangkuman hasil tulisan taks dan menyajikan video maupun gambar sekaligus  dalam satu tampilan presentasi. 

2. Demontrastion (Demonstrasi)

Pada metode demonstrasi, siswa mempelajari pandangan dari suatu  keterampilan atau prosedur yang harus dipelajari. Demonstrasi dapat diterapkan pada  seluruh anggota kelas, kelompok kecil, atau individu yang membutuhkan sedikit  penjelasan tambahan tentang bagaimana melakukan suatu tugas. Tujuan demonstrasi  bagi siswa adalah untuk meniru kinerja fisik, seperti menggunakan alat ukur angin digital, atau untuk mengadopsi sikap yang dicontohkan guru sebagai bentuk  keteladanan. 


Demonstrasi mengizinkan siswa untuk bertanya dan menjawab  pertanyaan selama pembelajaran aktif berlangsung. Bentuk integrasi metode demonstrasi dapat ditingkatkan melalui penggunaan peralatan teknologi seperti  kamera digital. Kamera video digital dapat digunakan untuk merekam demonstrasi  selama atau sebelum kelas berlangsung.

3. Drill and Practice (Latihan terus menerus dan Praktik) 

Peserta didik menyelesaikan latihan latihan untuk menyegarkan atau  meningkatkan kapasitas isi pengetahuan dan keterampilan. Strategi penggunaan drill and practice ini mengasumsikan bahwa siswa telah menerima beberapa instruksi  tentang konsep, prinsip, atau prosedur tertentu dari guru sebelumnya. Agar efektif  latihan terus menerus dan praktik harus diikuti umpan balik untuk menguatkan  jawaban benar dan memperbaiki jawaban salah yang mungkin dilakukan siswa.

Bentuk integrasi dari metode ini dengan penggunaan teknologi adalah banyak aplikasi  komputer yang ditawarkan kepada siswa memberikan kesempatan untuk mengingat  kembali dan melakukan praktik atas pengetahuan maupun keterampilannya. 

4. Tutorial 

Tutorial merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja sama  dengan orang lain yang lebih ahli, atau perangkat lunak komputer tercetak khusus yang  menyajikan konten/isi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta tanggapan  peserta, menganalisis tanggapan, memberikan umpan balik yang sesuai, dan  memberikan latihan sampai pelajar menunjukkan tingkat kemandirian yang telah  ditentukan. 


Siswa belajar melalui latihan dengan pemberian umpan balik setelah setiap  bagian kecil selesai dilakukan. Integrasi dari bentuk metode ini dengan teknologi  adalah pengaturan tutorial termasuk instruktur untuk pelajar, pelajar untuk pelajar,  komputer untuk pelajar, cetak untuk pelajar

5. Discussion (Diskusi)

Sebagai sebuah strategi pembelajaran, tutorial melibatkan pertukaran ide dan  pendapat di antara siswa atau di antara siswa dan guru. Diskusi akan efektif bila  dilakukan dengan cara mengenalkan topik pembicaraan yang baru atau lebih mendalam  sampai konsep dasar. Integrasi antara metode diskusi dengan teknologi adalah  teknologi mendukung diskusi menjadi metode yang dikenal di kelas seperti saat ini  seperti metode yang memperluas percakapan di luar kelas.

6. Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

Merupakan sebuah strategi kelompok dimana siswa bekerja sama untuk saling  membantu dalam belajar. Integrasi dari metode ini adalah siswa dapat belajar tidak  hanya berdiskusi maslah materi task dan menonton media, tapi juga menghasilkan  media. Sebagai contoh siswa dapat mendesain dan menghasilkan sebuah podcast,  video, atau powerpoint atau prezi presentasi.

7. Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)

Melalui penggunaan pembelajaran berbasis masalah, siswa secara aktif akan  mencari solusi untuk masalah-masalah terstruktur atau tidak terstruktur yang terletak  di dunia nyata. Masalah terstruktur memberikan siswa pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin menjadi jawaban atas permasalahan yang ada. Integrasi dari metode  ini dengan teknologi adalah banyaknya aplikasi komputer yang menyediakan dan  mendukung pembelajaran berbasis masalah. Sebagai contoh aplikasi microsoft access dan excel yang mengizinkan siswa untuk mengembangkan dan menjelajahi data sets  untuk menemukan jawaban menggunakan rumus fungsi. 


8. Games (Permainan)

Permainan pendidikan menyediakan sebuah lingkungan yang kompetitif  di mana siswa mengikuti aturan yang ditentukan saat mereka berusaha untuk mencapai  tujuan yang menantang dan menghadirkan siswa dengan pemahaman yang jelas  tentang apa yang mungkin merupakan jawaban yang tepat. Permainan seri meminta  siswa untuk menggunakan ketrampilan memecahkan masalah dalam mencari solusi atau untuk mendemonstrasikan penguasaan konten spesifik yang menuntut tingkat  akurasi dan efisiensi yang tinggi. Integrasi dari metode ini dengan teknologi adalah  beberapa permainan menggunakan tujuan pendidikan, seperti permainan puzzle dan  sudoku.

9. Simulations (Simulasi)

Metode simulasi mengizinkan siswa untuk berada pada situasi nyata. Integrasi  dari metode simulasi dengan teknologi adalah kemampuan interpersonal dan  percobaan laboratorium pada fisika ilmu pengetahuan alam merupakan contoh subjek simulasi.

10. Discovery (Penemuan)

Strategi penemuan digunakan sebuah induktif, atau penemuan mandiri.  Integrasi dari metode discovery dengan teknologi adalah ada beberapa variasi cara  bahwa teknologi instruksional dan media dapat membantu mengenalkan discovery  maupun inkuiri. 

Kenali Metode Mengajar Siswa Kelas 1 SD Bermain Sambil Membaca Dengan Kartu Kata

Metode Mengajar Siswa Kelas 1 SD Bermain Sambil Membaca Dengan Kartu Kata

BlogPendidikan.net
- Mengajar dikelas rendah terutama di kelas 1 SD membuthkan perhatian extra, proses pembelajarannya sedikit berbeda dari kelas tinggi, dimana kelas 1 sangat membutuhkan bimbingan, penjelasan dan perhatian penuh. Bagaimana melakukan proses pembelajaran agar siswa kelas 1 SD bisa lebih mengenal dan membaca dengan sempurna.

Banyak pengalaman guru-guru yang gagal dalam menghadapi siswa kelas 1 SD, Menerapkan metode atau model seperti apa yang diterapkan pada siswa kelas 1 SD agar lebih cepat mengenal dan membaca dengan baik.

Kartu kata adalah kartu yang berbentuk lembaran-lembaran persegi panjang atau bentuk yang lainnya (bentuk buah, binatang dan lain-lain) yang bertuliskan kata-kata yang mudah dicerna anak-anak terutama yang masih berusia balita. Dengan menggunakan kartu kata kegiatan pembelajaran dapat dilakukan sambil bermain.

Metode bermain kartu kata ini digunakan sebagai penguatan penguasaan siswa atas keterampilan membaca yang dimiliki. Jadi, siswa seharusnya sudah memiliki dasar pengenalan huruf dan kata, siswa sudah bisa membaca sedikit-sedikit namun belum lancar. Sebaiknya metode bermain kartu kata ini digunakan pada bulan-bulan setelah jeda tengah semester pertama tahun pelajaran baru, karena pada bulan-bulan ini sebagian besar siswa kelas 1 SD biasanya sudah memiliki kemampuan dasar membaca.

Adapun langkah-langkah persiapan dan pelaksanaannya menggunakan metode kartu kata pada siswa kelas 1 SD sebagai berikut :

Persiapan 

1. Menginventarisasi dan menentukan kata-kata yang akan diajarkan dalam pembelajaran sesuai tema. Misalnya, temanya adalah “menjaga kebersihan badan”, maka kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang terkait dengan menjaga kebersihan badan. Contohnya: mandi, sabun, segar, tiga, dua, baju, bersih, mencuci, air, dan lain-lain (guru dapat memilih kata-kata yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa)

2. Membuat kartu kata, berupa kertas kover (asturo, buffalo) yang dipotong persegi panjang ukuran 20 cm x 8 cm, berisi kata-kata yang sudah dipilih di atas, satu kata satu huruf.

3. Membuat kartu suku kata, berupa kertas yang dipotong kecil-kecil berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 cm x 8 cm, berisi suku kata dari kata-kata yang terpilih pada poin 2. Misalnya kartu kata mandi, maka kartu suku katanya ada dua yaitu man dan di. Warna kertas pada kartu suku kata sebaiknya dibedakan dari warna kartu kata agar anak lebih mudah memilih.

4. Menyiapkan papan planel sebagai tempat menempel kartu kata atau kartu suku kata. Apabila papan planel tidak ada, guru dapat menggunakan meja siswa atau lantai kelas sebagai hantinya.

Langkah-langkan pembelajaran dengan metode kartu kata

1. Guru menanyakan beberapa kata yang terkait dengan kegiatan menjaga kebersihan badan kepada kelas secara umum. Setiap kata yang disebutkan anak, guru menempel kartu kata di papan planel, kemudian meminta anak untuk mengulangi mengucapkan kata tadi bersama-sama.

2. Variasi mengucapkan kata bisa dilakukan, misalnya dengan menanyakan ke seluruh kelas, bisa menyuruh beberapa siswa membaca, atau menanyakan kepada siswa bagaimana membacanya.

3. Kegiatan ini dilakukan hingga semua kata terkait tema yang sudah disiapkan dapat ditempel di papan planel.

4. Selanjutnya, guru menyuruh siswa berlatih membaca kata-kata yang tertempel di papan planel dalam hati, waktu kira-kira 10 menit. Yang belum tahu bagaimana membacanya dapat bertanya kepada teman di sebelahnya.

5. Guru dapat menugasi beberapa siswa untuk memilih beberapa kata yang tertempel, kemudian mencari pasangannya yaitu kartu suku kata. Kartu suku kata ini dipasang di bawah kartu kata, dan siswa membacanya keras-keras.

6, Guru membagi siswa di kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mencari kelompok lain sebagai pasangan bermain.

7. Satu kelompok mengambil dua atau tiga kata dari yang tertempel di papan, kemudian kelompok lainnya membuat kalimat berdasarkan kata-kata yang dipilihkan oleh kelompok lain.

8. Harus dipastikan bahwa setiap kelompok mendapatkan giliran memilih kartu kata dan membuat kalimat berdasarkan kartu kata terpilih.

Kartu kata sangat bermanfaat dalam proses pebelajaran di kelas 1 SD dengan metode kartu kata siswa belajar sambil bermain dengan menggunakan rangkaian kata yang terdapat pada kartu kata. Demikian semoga tulisan ini bermanfaat, dan jangan lupa berbagi.

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tiga cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan secara cepat.

Berikut 11 metode pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.

Kelebihan metode ceramah :
  • Guru lebih menguasai kelas
  • Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
  • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
  • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Kelemahan metode ceramah
  • Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
  • Yang  visual  menjadi  rugi,  yang  auditif  (mendengar)  lebih  biasa menerima
  • Membosankan bila selalu digunakan dan terlalu lama
  • Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan tertarik padaceramahnya
2. Metode Tanya Jawab 

Metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat ywo way traffic, sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.

Kelebihan metode tanya jawab :
  • Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
  • Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya   pikir, termasuk daya ingatan.
  • Mengembangkan  keberanian  dan  keterampilan  siswa  dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kelemahan metode tanya jawab :
  • Siswa merasa takut bila guru kurang dapat mendorong siswa     untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang
  • Tidak  mudah  membuat  pertanyaan  yang  sesuai  dengan  tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa
  • Sering membuang banyak waktu
  • Kurangnya  waktu  untuk  memberikan  pertanyaan  kepada  seluruh siswa.
3. Metode Diskusi 

Metode diskusi  adalah  bertukar  informasi,  berpendapat,  dan  unsur-unsur pengalaman  secara  teratur  dengan  maksud  untuk  mendapat  pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas.

Kelebihan metode diskusi :
  • Merangsang  kreatifitas  anak  didik  dalam  bentuk  ide,  gagasan,    prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan masalah
  • Mengembangkan sikap saling menghargai pendapat orang lain
  • Memperluas wawasan
  • Membina  untuk  terbiasa  musyawarah  dalam  memecahkan  suatu masalah.
Kelemahan metode diskusi :
  • Membutuhkan waktu yang panjang
  • Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar
  • Peserta mendapat informasi yang terbatas
  • Dikuasai  orang-orang  yang  suka  berbicara  atau  ingin menonjolkan diri.
4. Metode Demonstrasi 

Demonstrasi yang dimaksud disini ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode ini dilakukkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Kelebihan metode demonstrasi :
  • Menghindari verbalisme
  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  • Proses pengajaran lebih menarik
  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara     teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
Kelemahan metode demonstrasi :
  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus
  • Kurangnya fasilitas
  • Membutuhkan waktu yang lama. 
5. Metode Eksperimen 

Metode Eksperimen, metode ini bukan sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan satu metode berfikir, sebab dalam Eksperimen dapat menggunakan metode lainnya dimulai dari menarik data sampai menarik kesimpulan.

Kelebihan metode eksperimen :
  • Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan
  • Membina siswa membuat terobosan baru
  • Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk     kemakmuran umat manusia.
Kelemahan metode eksperimen :
  • Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi
  • Kesulitan dalam fasilitas
  • Menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketabahan
  • Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
6. Metode Latihan (Drill) 

Metode latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melaksanakan  kegiatan  latihan  agar  memiliki  ketangkasan  atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari

Kelebihan metode latihan :
  • Untuk memperoleh kecakapan motoris
  • Untuk memperoleh kecakapan mental
  • Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat
  • Pembentukan kebiasaan serta menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
  • Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan konsentrasi
  • Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis
Kelemahan metode latihan :
  • Menghambat bakat dan inisiatif siswa
  • Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
  • Monoton, mudah membosankan
  • Membentuk kebiasaan yang kaku
  • Dapat menimbulkan verbalisme
7. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Biasanya guru memberikan tugas berupa resume dengan menggunakan kalimat sendiri dari materi yang sudah dipelajari.

Kelebihan metode resitasi :
  • Merangsang  siswa  dalam  melaksanakan  aktivitas  belajar  baik individual maupun kelompok
  • Dapat mengembangkan kemandirian
  • Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  • Mengembangkan kreatifitas siswa.
Kelemahan metode resitasi:
  • Sulit dikontrol
  • Khusus tugas kelompok yang aktif siswa tertentu
  • Sulit memberikan tugas yang sesuai perbedaan individu
  • Menimbulkan kebosanan. 
8. Metode Karyawisata 

Melalui  metode  ini  siswa-siswa  diajak  mengunjungi  tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-tempat  yang akan dikunjungi dan hal-hal yang  perlu  diamati  telah  direncanakan  terlebih  dahulu,  dan  setelah kegiatan siswa diminta membuat laporan.

Kelebihan metode karyawisata :
  • Memiliki  prinsip  pengajaran  modern  dengan  memanfaatkan lingkungan nyata
  • Membuat relevansi antara apa  yang dipelajari dengan kebutuhan di masyarakat
  • Merangsang kreatifitas siswa
  • Bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
Kelemahan metode karyawisata :
  • Kurangnya fasilitas
  • Perlu perencanaan yang matang
  • Perlu koordinasi agar tidak tumpah tindih waktu
  • Mengabaikan unsur studi
  • Kesulitan mengatur siswa yang banyak
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)

Metode sistem regu (team teaching), merupakan metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerjasama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang-orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang kita butuhkan.

10. Metode Sosiodrama 

Metode  yang  digunakan  untuk  mengajarkan  nilai-nilai  dan  memecahkan masalah- masalah  yang  dihadapi  dalam  hubungan  sosial  dengan  orang-orang  di  lingkungan  keluarga,  sekolah  maupun  masyarakat.  Dalam pelaksanaannya  siswa  diberikan  peran  tertentu  dan  melaksanakan  peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas.

Kelebihan metode sosiodrama :
  • Melatih  siswa  untuk  melatih,  memahami  dan  mengingat  isi  bahan yang akan didramakan
  • Melatih siswa berinisiatif dan berkreatif
  • Memupuk bakat
  • Menumbuhkan dan membina kerjasama
  • Mendapat kebiasaan untuk membagi tanggung jawab
  • Membina tata bahasa siswa
Kelemahan metode sosiodrama :
  • Kurang kreatif bagi anak yang tidak ikut dalam drama
  • Banyak memakan waktu
  • Memerlukan tempat yang luas
  • Mengganggu kelas lain karena gaduh.
11. Metode Simulasi

Metode simulasi, simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulasition artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksud sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui proses tingkah laku imitasi atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya.

Kelebihan Metode Simulasi :
  • Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja
  • Simulasi dapat mengembangkan krwativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan
  • Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa
  • Memperkaya pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis
  • Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahan Metode Simulasi :
  • Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan
  • Pengelolaan yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan
  • Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
Demikian tentang 11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Rujukan :
Academia.edu

Berbagai Jenis Metode Pembelajaran Menulis Kelas Rendah dan Kelas Tinggi

Jenis Metode Pembelajaran Menulis Kelas Rendah dan Kelas Tinggi

BlogPendidikan.net
- Keterampilan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Keterampilan ini menjadi sarana untuk merekam atau mengungkapkan pikiran, perasaan atau informasi yang ada. 

Menulis merupakan ekspresi/ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan. Pada setiap manusia, kepemilikan keterampilan dasar ini diawali dari ketika anak pura-pura menulis di atas kertas, pasir atau media lainnya dalam bentuk coretan-coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan yang sesungguhnya.

Berikut jenis-jenis metode pembelajaran menulis yang diterapkan pada kelas rendah dan kelas tingg :

Metode Pembelajaran Menulis Yang Diterapkan Pada Kelas Randah :

1. Metode Eja

Metode eja di dasarkan pada pendekatan harfiah, artinya belajar membaca dan menulis dimulai dari huruf-huruf yang dirangkaikan menjadi suku kata. Oleh karena itu pengajaran dimulai dari pengenalan hurufhuruf.

2. Metode kata lembaga

Metode kata lembaga di mulai mengajar dengan langkah- langkah sebagai berikut:
1) Mengenalkan kata
2) Merangkaikan kata antar suku kata
3) Menguraikan suku kata atas huruf-hurufnya
4) Menggabungkan huruf menjadi kata (Djauzak, 1996:5)

3. Metode Global

Metode global memulai pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan membaca kalimat secara utuh yang ada di bawah gambar. Menguraikan kalimat dengan kata-kata, menguraikan kata-kata menjadi suku kata.

4. Metode SAS

Menurut (Supriyadi, 1996: 334-335) pengertian metode SAS adalah suatu pendekatan cerita di sertai dengan gambar yang di dalamnya terkandung unsur analitik sintetik. 

Metode SAS menurut (Djuzak,1996:8) adalah suatu pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampil cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa.

Metode Pembelajaran Menulis Yang Diterapkan Pada Kelas Tinggi:

1. Metode langsung

Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Dalam metode langsung, terdapat lima fase yang penting: fase persiapan dan motivasi, fase demonstrasi, fase pembimbingan, fase pengecekan, dan fase pelatihan lanjutan.  Sebagai contoh: guru menunjukkan gambar banjir yang melanda suatu sebuah desa atau melihat langsung peristiwa banjir di sebuah desa.  Dari gambar tersebut, siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan gambar.

2. Metode Komunikatif

Desain yang bermuatan metode komunkatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa.  Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran dispesifikasikan ke dalam tujuan kongkret yang merupakan produk akhir.  Sebagai contoh: metode komunikatif dapat dilakukan dengan teknik menulis dialog.  Siswa menulis dialog tentang yang mereka lakukan dalam sebuah aktivitas.  Kegiatan ini dapat dilaksanakan perseorangan ataupun kelompok.

3. Metode Integratif

Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses.  Integrtif terbagi menjadi dua bagian: interbidang studi dan antarbidang studi.  Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan.  Sebagai contoh: menulis diintegrasikan  dengan berbicara dan membaca.  Adapun antarbidang studi artinya pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi.  Sebagai contoh: antara bahasa Indonesia  dengan matematika atau dengan bidang studi lain.

4. Metode Tematik

Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan.  Tema yang telah ditentukan harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa.   Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman.

5. Metode Konstruktivistik

Asumsi sentral metode konstruktivistik adalah belajar itu menemukan.  Artinya, meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam pemahaman mereka.  Konstruktivistik dimulai dari masalah yang sering muncul dari siswa sendiri dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut.

6. Metode Kontekstual

Pembelajaran dengan menggunakan metode ini akan mempermudah dalam pembelajaran menulis, yakni konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dengan kehidupan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan penerapannya dengan kehidupan sehari-hari.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Jenis Metode Pambelajaran Membaca Kelas Rendah dan Kelas Tinggi

Jenis Metode Pambelajaran Membaca Kelas Rendah dan Kelas Tinggi

BlogPendidikan.net
- Membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap manusia. Keterampilan ini tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Karena itu, keterampilan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. 

Keterampilan ini menjadi sarana untuk menangkap informasi yang ada di tulisan. Keterampilan ini disebut sebagai keterampilan berbahasa reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu, pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru.
Berikut ini jenis-jenis metode pembelajaran membaca yang diterapkan baik dikelas tinggi atau kelas rendah pada jenjang Sekolah Dasar (SD) :

Metode pembelajaran membaca yang diterapkan pada Kelas Rendah :

1. Metode Eja

Pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode ini diawali dengan memperkenalkan huruf-huruf secara alphabetis. Pengenalan huruf ini bisa diawali dengan menyanyi tentang huruf (abc). Tahapan berikutnya huruf –huruf itu dihafalkan dan dilafalkan sesuai bunyi huruf tersebut dalam urutan alphabet.

Sebagai contoh : a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l,m, n, o, p, dan seterusnya. Dilafalkan sebagai: (a), (be), (ce), (de),(ef), (ge), (ha), (i), (je), dan seterusnya. Tahapan berikutnya huruf-huruf dirangkaikan dengan cara mengeja, sehingga menghasilkan suku kata misalnya m-a ma (em–a ma) p-a pa (dibaca pe-a pa) dan seterusnya.
2. Metode Suku Kata

Metode Suku Kata biasa juga disebut dengan metode silabi. Proses pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata diawali dengan memperkenalkan suku kata

3. Metode Kata Lembaga

Proses pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode kata lembaga diawali dengan memperkenalkan sebuah kata tertentu yang dianggap sebagai lembaganya.

4. Metode Global

Sebagian orang mengistilahkan metode ini sebagai ‟Metode Kalimat‟. Dikatakan demikian, karena proses pembelajaran membaca permulaan diawali dengan memperkenalkan beberapa kalimat secara global. Setelah anak dapat membaca beberapa kalimat, diambillah sebuah kalimat untuk diuraikan menjadi kata, kemudian kata diuraikan menjadi suku kata dan suku kata menjadi huruf.

5. Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik)

Metode SAS merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan. Prinsip-prinsip metode SAS disusun berdasarkan landasan psikologis, landasan pedagogis dan landasan ilmu bahasa (linguistik). 

Metode SAS pada dasarnya dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai mata pelajaran. Untuk pembelajaran bahasa Indonesia yang paling populer penggunaan metode SAS dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan.
Tes Membaca

Bertujuan untuk menilai kemampuan siswa untuk mengenal, merangkaikan huruf, dan membacanya menjadi satuan yang serta memahami maksudnya. 

Tes awal yang dapat dilakukan adalah :

a. Membaca nyaring.
b. Menjawab dan mengajukan pertanyaan dari wacana tulis.
c. Mengisi wacana rumpang (klos).

Metode pembelajaran membaca yang diterapkan pada Kelas Tinggi :

1. Metode Membaca Dasar

Metode membaca dasar umumnya menggunakan pendekatan eklektik yang  menggabungkan berbagai prosedur untuk mengajarkan kesiapan, perbendaharaan kata, mengenal kata, pemahaman, dan kesenangan membaca.

Metode membaca dasar umumnya dilengkapi dengan suatu rangkaian buku dan sarana penunjang lain, yang disusun dari taraf yang sederhana ke taraf
yang lebih sukar sesuai dengan kemampuan atau tingkat kelas anak-anak. Metode ini biasanya digunakan secara bersinambung, dari kelas satu hingga kelas enam SD

2. Metode Fonik

Metode fonik menekankan pada pengenalan kata melalui proses mendengarkan bunyi huruf. Dengan demikian, metode fonik lebih sintetis daripada analitis. Pada mulanya anak diajak mengenal bunyi-bunyi huruf, kemudian mensintesiskan huruf-huruf tersebut menjadi suku kata dan kata.

Untuk memperkenalkan bunyi berbagai huruf biasanya mengaitkan huruf-huruf tersebut dengan huruf depan berbagai nama benda yang sudah dikenal anak seperti huruf a dengan gambar ayam, huruf b dengan gambar buku, dan sebagainya.

3. Metode Linguistik

Metode linguistik didasarkan atas pandangan bahwa membaca pada dasarnya adalah suatu proses memecahkan kode atau sandi berbentuk tulisan menjadi bunyi yang sesuai dengan percakapan. Pandangan ini berasumsi bahwa pada saat anak masuk kelas satu SD, mereka telah menguasai bahasa ujaran. Dengan demikian, membaca adalah memecahkan sandi hubungan bunyi-tulisan. 

Metode ini menyajikan kepada anak bentuk kata-kata yang terdiri dari konsonan-vokal atau konsonan-vokal-konsonan seperti “bapak”, “lampu”, dan sebagainya. Berdasarkan kata-kata tersebut anak diajak memecahkan kode tulisan tersebut menjadi sebuah percakapan. Dengan demikian, metode ini lebih analitik daripada sintetik.

4. Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik)

Metode ini pada dasarnya merupakan perpaduan antara metode fonik dengan metode linguistik. Meskipun demikian, ada perbedaan antara kode tulisan yang dianalisis dalam metode linguistik dengan metode SAS. Dalam metode linguistik kode tulisan yang dianalisis adalah kode tulisan berbentuk kalimat pendek yang utuh. 

Metode SAS didasarkan atas asumsi bahwa pengamatan anak mulai dari keseluruhan (gestalt) dan kemudian ke bagianbagian. Oleh karena itu, anak diajak memecahkan kode tulisan kalimat pendek yang dianggap sebagai unit bahasa utuh. Selanjutnya diajak menganalisis menjadi kata, suku kata, dan huruf, kemudian mensintesiskan kembali dari huruf ke suku kata, kata dan akhirnya kembali menjadi kalimat

5. Metode Alfabetik

Metode ini menggunakan dua langkah, yaitu memperkenalkan kepada anak-anak berbagai huruf alfabetik dan kemudian merangkaikan huruf-huruf tersebut menjadi suku kata, kata dan kalimat. Metode ini bila digunakan dalam bahasa Indonesia tidak terlalu sulit bila dibandingkan dengan kalau digunakan dalam bahasa Inggris karena hampir semua huruf mewakili bunyi yang sama. Metode ini sering menimbulkan kesulitan bagi anak berkesulitan belajar. Anak berkesulitan belajar sering menjadi bingung mengapa tulisan “bapak” tidak dibaca ”beapeka”

6. Metode Pengalaman Bahasa

Metode ini terintegrasi dengan perkembangan anak dalam keterampilan mendengarkan, bercakap-cakap, dan menulis Berdasarkan pengalaman anak, guru mengembangkan keterampilan anak untuk membaca. Pada mulanya anak diminta untuk menceritakan pengalaman kepada guru, dan guru menuliskan pengalaman anak tersebut pada papan tulis atau kertas. 

Demikian artikel tentang Jenis Metode Pambelajaran Membaca Kelas Rendah dan Kelas Tinggi, semoga bermanfaat, dan jangan lupa tuk berbagi. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di Kelas Tinggi dan Kelas Rendah

Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di Kelas Tinggi dan Kelas Rendah

BlogPendidikan.net
- Berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berbicara adalah suatu keterampilan menyatakan pesan melalui bahasa lisan. Hubungan antar pesan dan bahasa lisan sangat erat.

Di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa
yang menjadi sasaran pokok, yaitu menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keterampilan menyimak dan berbicara dikategorikan dalam keterampilan berbahasa lisan, sedangkan keterampilan menulis dan membaca dikategorikan dalam keterampilan berbahasa tulisan. Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan berbahasa lisan yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan tersebut masih perlu untuk terus dikembangkan di kelas-kelas tinggi.

Peningkatan kemampuan berbahasa lisan dimaksudkan agar anak-anak sekolah dasar mampu memahami pembicaraan orang lain baik langsung maupun lewat media, misalnya radio, televisi, dan pita rekaman. Tujuan yang lain adalah agar siswa mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka secara lisan.

Berikut akan di jelaskan jenis-jenis metode pembelajaran berbicara pada kelas tinggi dan kelas rendah jenjang Sekolah Dasar (SD) :

Metode Pembelajaran Berbicara di Kelas Rendah :

1. Metode Ulang Ucap

Kegiatan ini dapat dimulai dari kegiatan sederhana terutama untuk kelas awal SD yaitu dengan menugaskan siswa mengulang kata yang diucapkan oleh guru.

2. Metode Lihat Ucap

Siswa ditugaskan untuk mengucapkan sesuatu kata atau kalimat yang berhubungan dengan benda yang diperlihatkan oleh guru

3. Metode Memberikan Deskripsi

Dengan metode ini siswa diberikan tugas untuk untuk mendeskripsikan suatu benda yang diperlihatkan oleh guru. Keterampilan yang dilatih selain kemampuan pokok yaitu mengungkapkan pendapat adalah megamati benda, memilih dan mencocokkan sehingga sangat cocok diterapkan pada siswa kelas awal sampai menengah di Sekolah Dasar.

4. Metode Menjawab Pertanyaan

Metode ini sudah sangat umum sehingga dapat diterapkan pada kondisi dan jenis sembarang bahan ajar. Pertanyaan dapat dikondisikan sedemkian rupa oleh guru untuk merangsang kreatifitas berfikir dan menyampaikan tanggapan terhadap suatu masalah yang diajukan.

5. Metode Bertanya

Metode bertanya juga sangat layak digunakan pada sembarang bahan ajar. Dengan menyajikan bahan ajar telebih dahulu kemudian siswa ditugaskan untuk membuat pertanyaan tentang sesuatu yang tidak dipahami oleh siswa atau bahkan dalam tataran menguji materi ajar itu sendiri. Dengan bertanya mereka akan mendapat jawaban dan tanggapan tersebut. 

Tanggapan dan jawaban tersebut yang diterima oleh siswa akan masuk dalam suatu kondisi benar dan tidak. Apabila siswa memang dasarnya adalah murni bertanya maka setelah mendengarkan jawaban/tanggapan dan menganalisanya akan menanggapi benar atau salah.

Dan apabila siswa bermaksud menguji sudah barang tentu mereka sudah memiliki jawaban dan hal itu adalah proses berfikir yang selangkah lebih maju. Sehingga siswa ini tergolong memiliki kecerdasan lebih dan layak mendapatkan penghargaan yang lebih pula. Kondisi-kondisi unik lainnya dapat ditemui secara langsung dilapangan dengan tingkat variasi dan kompleksitas yang lebih tinggi.

6. Metode Pertanyaan Menggali

Metode ini sangat baik digunakan jika kondisi siswa yang stagnan dan dengan rata-rata tingkat pemahaman bahkan IQ biasa-biasa saja. Karna untuk mengantarkan mereka kepada suatu pemahaman yang menjadi tujuan pembelajaran diperlukan langkah-langkah yang menggiring siswa sehingga sampai pada suatu keadaan paham kepada tema atau permasalahan yang ingin kita sampaikan. Terkadang usaha ini agak sulit dan membuat kita jengkel karna harus berputar-putar mencari pengandaian dan logika lain, akan tetapi disinilah letak seni kita sebagai guru. Akhirnya siswa akan dapat berbicara untuk menyampaikan gagasan, ide dan pendapat mereka.

7. Metode Melanjutkan

Pada kegiatan ini siswa secara bergilir ditugaskan untuk membuat ide cerita dan siswa yang lainnya melanjutkan cerita tersebut. Dalam keadaan tertentu dapat dikondisikan suatu bentuk permainan dalam kegiatan ini.

Metode Pembelajaran Berbicara di Kelas Tinggi :

1. Menceritakan Kembali

Kegiatan ini sudah sangat umum dilaksanakan terutama dalam pembelajaran yang menggunakan bahan ajar cerita baik fiksi maupun non fiksi. Di mana siswa ditugaskan untuk membaca atau mendengar cerita untuk kemudian menceritakan kembali isi cerita tersebut secara lisan di depan teman-teman mereka yang berperan sebagai audien. Dengan kegiatan ini maka siswa akan tertantang untuk berlomba memahami cerita yang sudah pernah mereka dengar atau basa.

2. Metode Percakapan atau Bermain Peran

Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan untuk pemahaman tingkat lanjut tentang suatu cerita di mana dengan memerankan siswa akan lebih memahami bukan hanya kepada alur cerita akan tetapi akan lebih kepada penjiwaan karakter masing-masing tokoh. Dalam keadaan ini pemahaman siswa terhadap cerita akan utuh karna dengan berbicara mengucapkan naskah cerita atau drama, mereka akan sangat menghayati setiap adegan dan untaian kata percakapan yang diucapkan.

3. Metode Parafrase

Metode ini dapat dilaksanakan dalam kegiatan belajar menggunakan bahan ajar puisi yang selanjutnya diubah menjadi prossa yang kemudian siswa ditugaskan menceritakan secara lisan hasil paraprase tersebut.

4. Metode Reka Cerita Gambar

Metode ini sangat kreatif dan layak untuk dicoba karna dengan menyajikan gambar acak siswa akan mereka kembali dengan susunan yang benar urutan gambar tersebut. Dalam kegiatan tersebut dengan sudah sangat pasti mereka akan berbicara setelah guru bertanya, “Anak anak, Bagaimanakah susunan yang benar dai gambar tersebut ?” 

5. Metode Memberi Petunjuk

Metode ini layak juga untuk dicoba terutama untuk mempelajari bahan ajar tentang denah, petunjuk penggunaan obat dan alat tertentu. Dengan penugasan untuk menyampaikan hal tersebut siswa akan tertantang untuk berbicara dan menyampaikan penjelasan berdasarkan ide dan pendapat masing-masing melalui bahasa sederhana dan sesederhanapun penyampaian layak mendapat penghargaan.

6. Metode Pelaporan

Melalui pengamatan terhadap obyek pada kegiatan tertentu siswa kemudian melaporkan hasil pengamatan dengan penyampaian lisan yang didahului oleh konsep tulisan. Dalam hal ini terjadi proses mirip dengan proses pada metode identifikasi akan tetapi memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Sehingga sesederhana apapun penyampaian siswa layak dihargai karna sebagai awal mula yang baik untuk proses penelitian dan pelaporan dalam kegiatan ilmiah yang sangat mendukung proses meningkatkan kreatifitas siswa.

7. Metode Wawancara

Kegiatan ini adalah kegiatan tingkat tinggi dari bertanya hingga menganalisa jawaban audiens kemudian mengajukan pertanyaan berikutnya yang diikuti oleh proses pelaporan layaknya seorang wartawan. Proses berbicara dari kegiatan ini adalah awal dari membentuk pribadi yang kritis dan santun 

8. Metode Diskusi

Kegiatan ini adalah proses interaksi tingkat tertinggi yang merangsang daya fikir, logika, kritis dan santun. Dalam kegiatan ini sejelek apapun pendapat, sanggahan dan klarifikasi siswa adalah hal yang maha baik dalam memulai suatu sikap peka terhadap lingkungan dan isu-isu tertentu dalam mencari jalan keluar. Dimana sudah barang tentu merupakan kreatifitas yang sangat layak mendapat penghargaan.

9. Metode Bertelpon

Seiring dengan teknologi informasi yang kian maju maka keterampilan bertelpon sangat penting dalam membentuk sikap cepat, efektif dan sopan dalam berkomunikasi. Karna berbicara melalaui telpon tanpa hadirnya lawan bicara secara langsung memerlukan tingkat kepekaan yang tinggi dalam tata cara pergaulan sehari-hari dalam kegiatan bertelpon

10. Metode Dramatisasi

Metode ini adalah kelanjutan dari kegiatan bermain peran yang dilengkapi dengan tema, seting, perwatakan, seting dan naskah drama yang ditampilkan secara utuh. Kegiatan ini penuh dengan kegiatan berbicara sesuai dengan tuntunan naskah yang runtut.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.