Showing posts with label Motivasi Belajar Siswa. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Belajar Siswa. Show all posts

Perlu Diketahui, Ada 7 Komponen Bertanya Yang Harus Dikuasai Oleh Guru

Perlu Diketahui, Ada 7 Komponen Bertanya Yang Harus Dikuasai Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Keterampilan bertanya merupakan kemampuan guru merangsang siswa untuk mendorong siswa lebih berfikir kritis dan dapat memperluas wawasan siswa. Maka keterampilan bertanya yang dimiliki oleh guru berperan penting dalam proses pembelajaran.

Dengan kemampuan bertanya menggunakan berbagai jenis pertanyaan dapat merangsang siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Guru harus bisa menciptakan kegiatan bertanya dengan melakukan berbagai macam cara dan pendekatan agar siswa mau menjawab pertanyaan dari guru.

Kegiatan yang merupakan komunikasi ini sebaliknya tidak di lakukan searah tapi multi arah antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. 
Dengan demikian, akan terjadi interaksi aktif dalam kelas. Interaksi aktif akan meningkatkan frekuensi berfikir siswa sehingga struktur kognitifnya semakin berkembang.

Berikut ini 7 komponen penting dalam bertanya kepada siswa yang harus dikuasai oleh guru:

1. Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat.

Pertanyaan guru tersebut hendak menggunakan kata-kata yang dapat dipahami oleh siswa sesuai dengan taraf perkembangannya.

2. Memberikan acuan.

Acuan tersebut berupa pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diinginkan dari siswa. Contoh : Erosi merupakan pengikisan tanah yang dapat disebabkan oleh air dan angin. Coba kamu sebutkan faktor penyebab lain yang dapat menyebabkan erosi!

3. Pemusatan.

Pemusatan dapat dikerjakan dengan cara memberikan pertanyaan yang luas yang kemudian mengubahnya menjadi pertanyaan yang sempit.
4. Pemindahan giliran.

Adakala nya satu pertanyaan perlu dijawab oleh lebih dari satu orang siswa. Karena jawaban yang diberikan oleh siswa sebelumnya belum memadai untuk jawaban yang benar dan tepat.

5. Penyebaran.

Pada penyebaran, beberapa pertanyaan yang berbeda, disebarkan giliran menjawabnya kepada siswa yang berbeda pula.

6. Pemberian waktu berpikir.

Sebelum mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa, guru perlu memberikan kepada mereka waktu beberapa detik untuk kesempatan mereka berpikir sebelum menunjuk salah seorang siswa untuk menjawabnya.

7. Pemberian tuntunan.

Bila siswa menjawab pertanyaan dilontarkan salah atau belum memadai, maka guru memberikan tuntunan kepada siswa atau mengarahkannya kepada jawaban yang benar agar siswa dapat menemukan jawaban yang benar itu dengan sendirinya.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Agar Siswa Tidak Ribut Saat Pembelajaran Berlangsung, Begini Teknik Mengatasinya

Agar Siswa Tidak Ribut Saat Pembelajaran Berlangsung, Begini Teknik Mengatasinya

BlogPendidikan.net 
- Sudah menjadi hal biasa bagi guru, jika di dalam proses pembelajaran di kelas terjadi gaduh/ribut, ada saja hal-hal yang membuat suasana kelas menjadi ribut, bisa saja dari siswa itu sendiri atau guru itu sendiri. 

Jika dari siswa lebih dominan saling mengejek terutama siswa tingkat PAUD dan SD, sedangkan jika dari guru tersebut kurangnya penguasaan kelas dan ketidaksiapan dalam proses pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan faktor eksternel sampai terbawa dalam proses pembelajaran yang tidak maksimal.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengatakan, bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas. Faktor yang pertama
yaitu intern siswa, faktor ini meliputi emosi, pikiran, dan perilaku siswa.

Baca Juga:
Dapat dikatakan bahwa faktor intern siswa berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri, sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor ektern siswa, yang meliputi masalah lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa dikelas, dsb

Berikut ada 14 tips bagaimana mengatasi ribu saat pembelajaran berlangsung di kelas :

1. Hindari mengetuk-ngetuk papan tulis atau white board saat mendiamkan siswa.

2. Mngangkat tangan sambil bersikap diam. Mintalah siswa melakukan hal yang sama. Saya jamin kelas anda akan tenang, lakukan berulang bila anda ingin siswa anda diam

3. Hindari berteriak untuk mendiamkan siswa. Teriakan anda hanya akan menambah kebisingan yang sudah terjadi

4. Jangan menggunakan suara dengan nada keras "woiii diammm"

5. Jangan menggunakan suara “ssssssssttttttttt”

6. Sesekali berjalan berkeliling diantara tempat duduk siswa, guna melihat apa yang dilakukan siswa.

7. Lakukan permainan seperti Ice Breaking, saat kelas Anda ribut

8. Ucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada siswa yang sudah siap mendengarkan anda. Misalnya ” terima kasih Adam, terima kasih Ani… dst

9. Berjalanlah saat  di dalam kelas dan berinteraksilah dengan semua siswa.

10. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran didalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.

11. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik, seperti bertepuk tangan , tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis.

12 Buatlah materi pembelajran yang menarik bagi anak, buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran jangan tegang saat mengajar, gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.

13. Selipkan humor dikala mengajar, seperti permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap.

14. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.

Baca Juga:
Demikian tips buat Anda, semoga bermanfaat. dan jangan lupa berbagi.

18 Kiat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

18 KIat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dan keberhasilan pembelajaran, karena siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi), baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar.

Motivasi belajar erat kaitannya dengan hasil belajar. Motivasi belajar sangat diperlukan siswa dalam kegiatan untuk mencapai tujuan belajar. Siswa yang ingin belajar memiliki dorongan untuk melakukan kegiatan belajar. 

Seseorang siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi pada mata pelajaran tersebut akan belajar dengan sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah dan terus berusaha mencapai hasil belajar yang baik. 
Sedangkah siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah akan cepat menyerah apabila terdapat kesulitan. Dengan kata lain tinggi rendahnya motivasi belajar seorang siswa turut mempengaruhi ketercapaian hasil belajar dan pencapaian hasil belajar yang lebih baik.

Berikut ini 18 Kiat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa:

1. Beri kepercayaan kepada siswa untuk mengendalikan

Beri kepercayaan kepada siswa untuk memilih dan mengkontrol apa yang terjadi di dalam kelas, ini salah satu cara agar mereka termotivasi sekaligus bertanggung jawab. contohnya, izinkan para siswa untuk memilih tugas apa yang akan mereka kerjakan atau masalah mana yang akan dikerjakan dengan tanggung jawab dan kontrol, yang selanjutnya memotivasi mereka untuk berbuat lebih.

2. Jelaskan Tujuan Pembelajaran

Siswa akan kesusahan dan frustasi untuk menyelesaikan tugas atau bahkan untuk berperilaku di kelas jika mereka tidak mengerti betul tujuannya. siswa ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan agar tetap termotivasi. pada awal semester, jelaskan tujuan, aturan dan sesuatu yang akan mereka dapatkan jadi siswa tidak akan pusing dan memiliki tujuan hasil kedepannya.
3. Ciptakan kondisi yang nyaman.

Sementara siswa perlu memahami bahwa ada konsekuensi tindakan mereka, lebih jauh berilah motivasi siswa dari ancaman dan beri hal positif. Ketika guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, menegaskan kepercayaan mereka terhadap kemampuan siswa daripada meletakkan konsekuensi, siswa jauh lebih mendapatkan dan tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada akhir pembelajaran, siswa akan memenuhi harapan bahwa orang dewasa di sekitar mereka berkomunikasi, sehingga fokus pada bisa, bukan tidak bisa.

4. Ubah Gaya Kamu

Kelas adalah tempat yang tepat untuk belajar, tapi duduk di meja hari masuk dan keluar hari dapat membuat sekolah mulai tampak agak membosankan bagi sebagian siswa. Untuk memperbarui minat dalam materi pelajaran atau hanya belajar pada umumnya, berikan siswa Anda kesempatan untuk keluar dari kelas. keluar kelas menuju lapangan, membawa speaker, atau bahkan hanya kepala ke perpustakaan untuk beberapa penelitian. Otak mencintai perlu hal hal baru agar tetap fresh dan akhirnya akan lebih termotivasi.

5. Tawarkan pengalaman yang bervariasi

Tidak semua siswa akan merespon pelajaran dengan cara yang sama. Untuk beberapa, hands on pengalaman mungkin yang terbaik. Orang lain mungkin suka membaca buku dengan tenang atau untuk bekerja dalam kelompok. Dalam rangka menjaga semua siswa termotivasi, mencampur pelajaran Anda sehingga siswa dengan preferensi yang berbeda masing-masing membuat waktu terfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Melakukan hal ini akan membantu siswa tetap terlibat dan memperhatikan.
6. Ciptakan Persaingan yang positif

Persaingan di kelas tidak selalu hal yang buruk, dan dalam beberapa kasus dapat memotivasi siswa untuk berusaha lebih keras dan bekerja untuk unggul. Bekerja untuk menumbuhkan semangat persaingan di kelas Anda, mungkin melalui pertandingan grup yang terkait dengan materi atau kesempatan lain bagi siswa untuk memamerkan pengetahuan mereka.

7. Beri hadiah.

Semua orang suka mendapatkan penghargaan, dan menawarkan siswa kesempatan untuk mendapatkan mereka adalah sumber motivasi. menonton film, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti stiker di atas kertas dapat membuat siswa bekerja lebih keras dan benar-benar bertujuan untuk mencapai. Pertimbangkan kepribadian dan kebutuhan siswa Anda untuk menentukan imbalan yang sesuai untuk kelas Anda

8. Beri siswa tanggung jawab.

Menetapkan pekerjaan siswa kelas adalah cara yang bagus untuk membangun komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi. Kebanyakan siswa akan melihat pekerjaan kelas sebagai suatu kehormatan bukan beban dan akan bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka, dan mahasiswa lainnya, adalah harapan pertemuan. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa untuk bergiliran memimpin kegiatan atau membantu sehingga masing-masing merasa penting dan dihargai.
9. Biarkan siswa untuk bekerja sama.

Meskipun tidak semua siswa akan memanfaatkan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok, banyak orang akan merasa menyenangkan untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan, dan bekerja pada proyek-proyek dengan siswa lain. Interaksi sosial dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa dapat memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang seimbang dan adil, bagaimanapun, sehingga beberapa siswa tidak melakukan pekerjaan lebih dari yang lain.

10. Berikan pujian.

Tidak ada bentuk lain dari motivasi yang bekerja cukup serta dorongan. Bahkan sebagai orang dewasa kita mendambakan pengakuan dan pujian, dan mahasiswa pada usia berapa pun tidak terkecuali. Guru dapat memberikan siswa motivasi atas keberhasilan , memberikan pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, dan berbagi pekerjaan teladan.

11.  Mendorong refleksi diri.

Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu bantuan mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam rangka untuk sampai ke sana. Salah satu cara untuk memotivasi siswa Anda adalah untuk mendapatkan mereka untuk mengambil keras melihat diri mereka sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Siswa seringkali jauh lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik dari diri mereka sendiri daripada dengan memiliki seorang guru melakukannya untuk mereka, karena membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menciptakan tujuan dan tujuan mereka sendiri.
12. Ketahui siswamu.

Mengenal siswa Anda adalah lebih dari sekedar menghafal nama mereka. Siswa perlu tahu bahwa guru mereka memiliki minat yang tulus dalam mereka dan peduli tentang mereka dan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang baik dari seseorang mereka merasa tahu dan menghormati mereka sebagai individu.

13. Manfaatkan minat siswa.

Mengetahui siswa Anda juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk berhubungan materi kelas untuk hal-hal yang siswa tertarik atau telah mengalami. Guru dapat menggunakan kepentingan untuk membuat hal-hal yang lebih menarik dan relatable kepada siswa, agar siswa termotivasi untuk lebih lama

14. Bantu siswa menemukan motivasi intrinsik.

Hal ini dapat menjadi besar untuk membantu siswa mendapatkan motivasi, tapi pada akhir hari mereka harus mampu membangkitkan motivasi mereka sendiri. Membantu siswa menemukan alasan pribadi mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan kelas dan bekerja keras, entah karena mereka menemukan bahan yang menarik, ingin pergi ke perguruan tinggi, atau hanya senang belajar, adalah salah satu hadiah yang paling kuat yang dapat Anda berikan kepada mereka.

15. Kelola kecemasan siswa.

Beberapa siswa menemukan prospek tidak melakukan dengan baik sehingga kecemasan-merangsang sehingga menjadi diri-ramalan. Untuk siswa, guru mungkin menemukan bahwa mereka yang paling termotivasi dengan belajar yang berjuang dengan subjek bukanlah akhir dari dunia. Tawarkan dukungan tidak peduli apa hasil akhirnya adalah dan memastikan bahwa siswa tidak merasa begitu kewalahan oleh harapan bahwa mereka hanya menyerah.

16. Buatlah tujuan yang tinggi tetapi dicapai.

Jika Anda tidak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari minimal, paling tidak akan berusaha untuk mendorong diri mereka sendiri. Siswa ingin ditantang dan akan bekerja untuk mencapai harapan yang tinggi asalkan mereka percaya tujuan tersebut berada dalam jangkauan mereka, jadi jangan takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka

17. Berikan umpan balik peluang dan menawarkan untuk perbaikan.

Siswa yang berjuang dengan pekerjaan kelas kadang-kadang dapat merasa frustrasi dan turun pada diri mereka sendiri, menguras motivasi. Dalam situasi itu penting bahwa guru membantu siswa untuk belajar persis di mana mereka pergi salah dan bagaimana mereka dapat meningkatkan waktu berikutnya. Mencari tahu sebuah metode untuk mendapatkan di mana siswa ingin menjadi juga dapat membantu mereka untuk tetap termotivasi untuk bekerja keras.

18. Buatlah hal-hal menyenangkan.

Tidak semua pekerjaan kelas perlu menjadi permainan atau waktu yang baik, tetapi siswa yang melihat sekolah sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang akan lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan yang diperlukan dari mereka daripada mereka yang menganggapnya sebagai tugas . Menambahkan kegiatan yang menyenangkan ke hari sekolah dapat membantu siswa yang berjuang untuk tetap terlibat dan membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua siswa.

Lakukan 18 Hal Ini Jika Ingin Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa

Lakukan 18 Hal Ini Jika Ingin Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi.

Peran dan fungsi motivasi belajar adalah sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi belajar sehingga untuk mencapai prestasi tersebut peserta didik dituntut untuk menentukan sendiri perbuatan-perbuatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya.
Berikut ini ada beberapa hal yang sangat penting dilakukan dan dikuasai oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar siswa untuk menentukan hasil belajar dan prestasi belajar siswa.

Berikut 18 Hal yang harus dilakukan oleh guru jika ingin meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar siswa:

1. Beri kepercayaan kepada siswa untuk mengendalikan

Beri kepercayaan kepada siswa untuk memilih dan mengontrol apa yang terjadi di dalam kelas, ini salah satu cara agar mereka termotivasi sekaligus bertanggung jawab. contohnya, izinkan para siswa untuk memilih tugas apa yang akan mereka kerjakan atau masalah mana yang akan dikerjakan dengan tanggung jawab dan kontrol, yang selanjutnya memotivasi mereka untuk berbuat lebih.

2. Jelaskan Tujuan Pembelajaran

Siswa akan kesusahan dan frustasi untuk menyelesaikan tugas atau bahkan untuk berperilaku di kelas jika mereka tidak mengerti betul tujuannya. siswa ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan agar tetap termotivasi. pada awal semester, jelaskan tujuan, aturan dan sesuatu yang akan mereka dapatkan jadi siswa tidak akan pusing dan memiliki tujuan hasil kedepannya.
3. Ciptakan kondisi yang nyaman.

Sementara siswa perlu memahami bahwa ada konsekuensi tindakan mereka, lebih jauh berilah motivasi siswa dari ancaman dan beri hal positif. Ketika guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, menegaskan kepercayaan mereka terhadap kemampuan siswa daripada meletakkan konsekuensi, siswa jauh lebih mendapatkan dan tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada akhir pembelajaran, siswa akan memenuhi harapan bahwa orang dewasa di sekitar mereka berkomunikasi, sehingga fokus pada bisa, bukan tidak bisa.

4. Ubah Gaya Kamu

Kelas adalah tempat yang tepat untuk belajar, tapi duduk di meja hari masuk dan keluar hari dapat membuat sekolah mulai tampak agak membosankan bagi sebagian siswa. Untuk memperbarui minat dalam materi pelajaran atau hanya belajar pada umumnya, berikan siswa Anda kesempatan untuk keluar dari kelas. keluar kelas menuju lapangan, membawa speaker, atau bahkan hanya kepala ke perpustakaan untuk beberapa penelitian. Otak mencintai perlu hal hal baru agar tetap fresh dan akhirnya akan lebih termotivasi.

5. Tawarkan pengalaman yang bervariasi

Tidak semua siswa akan merespon pelajaran dengan cara yang sama. Untuk beberapa, hands on pengalaman mungkin yang terbaik. Orang lain mungkin suka membaca buku dengan tenang atau untuk bekerja dalam kelompok. Dalam rangka menjaga semua siswa termotivasi, mencampur pelajaran Anda sehingga siswa dengan preferensi yang berbeda masing-masing membuat waktu terfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Melakukan hal ini akan membantu siswa tetap terlibat dan memperhatikan.
6. Ciptakan Persaingan yang positif

Persaingan di kelas tidak selalu hal yang buruk, dan dalam beberapa kasus dapat memotivasi siswa untuk berusaha lebih keras dan bekerja untuk unggul. Bekerja untuk menumbuhkan semangat persaingan di kelas Anda, mungkin melalui pertandingan grup yang terkait dengan materi atau kesempatan lain bagi siswa untuk memamerkan pengetahuan mereka.

7. Beri hadiah.

Semua orang suka mendapatkan penghargaan, dan menawarkan siswa kesempatan untuk mendapatkan mereka adalah sumber motivasi. menonton film, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti stiker di atas kertas dapat membuat siswa bekerja lebih keras dan benar-benar bertujuan untuk mencapai. Pertimbangkan kepribadian dan kebutuhan siswa Anda untuk menentukan imbalan yang sesuai untuk kelas Anda

8. Beri siswa tanggung jawab.

Menetapkan pekerjaan siswa kelas adalah cara yang bagus untuk membangun komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi. Kebanyakan siswa akan melihat pekerjaan kelas sebagai suatu kehormatan bukan beban dan akan bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka, dan mahasiswa lainnya, adalah harapan pertemuan. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa untuk bergiliran memimpin kegiatan atau membantu sehingga masing-masing merasa penting dan dihargai.

9. Biarkan siswa untuk bekerja sama.

Meskipun tidak semua siswa akan memanfaatkan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok, banyak orang akan merasa menyenangkan untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan, dan bekerja pada proyek-proyek dengan siswa lain. Interaksi sosial dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa dapat memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang seimbang dan adil, bagaimanapun, sehingga beberapa siswa tidak melakukan pekerjaan lebih dari yang lain.
10. Berikan pujian.

Tidak ada bentuk lain dari motivasi yang bekerja cukup serta dorongan. Bahkan sebagai orang dewasa kita mendambakan pengakuan dan pujian, dan mahasiswa pada usia berapa pun tidak terkecuali. Guru dapat memberikan siswa motivasi atas keberhasilan , memberikan pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, dan berbagi pekerjaan teladan.

11.  Mendorong refleksi diri.

Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu bantuan mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam rangka untuk sampai ke sana. Salah satu cara untuk memotivasi siswa Anda adalah untuk mendapatkan mereka untuk mengambil keras melihat diri mereka sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Siswa seringkali jauh lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik dari diri mereka sendiri daripada dengan memiliki seorang guru melakukannya untuk mereka, karena membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menciptakan tujuan dan tujuan mereka sendiri.

12. Ketahui siswamu.

Mengenal siswa Anda adalah lebih dari sekedar menghafal nama mereka. Siswa perlu tahu bahwa guru mereka memiliki minat yang tulus dalam mereka dan peduli tentang mereka dan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang baik dari seseorang mereka merasa tahu dan menghormati mereka sebagai individu.

13. Manfaatkan minat siswa.

Mengetahui siswa Anda juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk berhubungan materi kelas untuk hal-hal yang siswa tertarik atau telah mengalami. Guru dapat menggunakan kepentingan untuk membuat hal-hal yang lebih menarik dan relatable kepada siswa, agar siswa termotivasi untuk lebih lama

14. Bantu siswa menemukan motivasi intrinsik.

Hal ini dapat menjadi besar untuk membantu siswa mendapatkan motivasi, tapi pada akhir hari mereka harus mampu membangkitkan motivasi mereka sendiri. Membantu siswa menemukan alasan pribadi mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan kelas dan bekerja keras, entah karena mereka menemukan bahan yang menarik, ingin pergi ke perguruan tinggi, atau hanya senang belajar, adalah salah satu hadiah yang paling kuat yang dapat Anda berikan kepada mereka.

15. Kelola kecemasan siswa.

Beberapa siswa menemukan prospek tidak melakukan dengan baik sehingga kecemasan-merangsang sehingga menjadi diri-ramalan. Untuk siswa, guru mungkin menemukan bahwa mereka yang paling termotivasi dengan belajar yang berjuang dengan subjek bukanlah akhir dari dunia. Tawarkan dukungan tidak peduli apa hasil akhirnya adalah dan memastikan bahwa siswa tidak merasa begitu kewalahan oleh harapan bahwa mereka hanya menyerah.

16. Buatlah tujuan yang tinggi tetapi dicapai.

Jika Anda tidak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari minimal, paling tidak akan berusaha untuk mendorong diri mereka sendiri. Siswa ingin ditantang dan akan bekerja untuk mencapai harapan yang tinggi asalkan mereka percaya tujuan tersebut berada dalam jangkauan mereka, jadi jangan takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka

17. Berikan umpan balik peluang dan menawarkan untuk perbaikan.

Siswa yang berjuang dengan pekerjaan kelas kadang-kadang dapat merasa frustrasi dan turun pada diri mereka sendiri, menguras motivasi. Dalam situasi itu penting bahwa guru membantu siswa untuk belajar persis di mana mereka pergi salah dan bagaimana mereka dapat meningkatkan waktu berikutnya. Mencari tahu sebuah metode untuk mendapatkan di mana siswa ingin menjadi juga dapat membantu mereka untuk tetap termotivasi untuk bekerja keras.

18. Buatlah hal-hal menyenangkan.

Tidak semua pekerjaan kelas perlu menjadi permainan atau waktu yang baik, tetapi siswa yang melihat sekolah sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang akan lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan yang diperlukan dari mereka daripada mereka yang menganggapnya sebagai tugas . Menambahkan kegiatan yang menyenangkan ke hari sekolah dapat membantu siswa yang berjuang untuk tetap terlibat dan membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua siswa.

4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran

4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran

BlogPendidikan.net
 - Dalam proses pembelajaran terkadang guru tidak mengetahui sampai sejauh mana minat, motivasi, kemandirian dan respon siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan angket penilaian siswa terhadap mata pelajaran yang telah diberikan.

Angket Adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui angket, hal-hal tentang diri responden dapat diketahui. 

Baca Juga:
Misalnya tentang keadaan, atau data dirinya seperti pengalaman, sikap, minat, kebiasaan belajar dan sebagainya. Isi angket dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tentang responden. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh jawaban yang objektif. Juga perlu dijalin kerjasama antara pemberi angket dan responden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga responden terdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur.

Baca Juga:
Berikut BlogPendidikan.net akan memberikan beberapa contoh angket siswa yang terdiri dari: Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran. Yang bisa Anda download pada tautan dibawah ini.

Angket Motivasi Belajar >>> UNDUH
Angket Minat Belajar >>> UNDUH
Angket Kemandirian Belajar >>> UNDUH
Angket Respon Terhadap Pembelajaran >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

6 Cara Memberikan Penguatan Kepada Siswa, Jangan Sampai Keliru

6 Cara Memberikan Penguatan Kepada Siswa, Jangan Sampai Keliru

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran dikelas pasti menemukan bebrapa siswa yang memiliki kemampuan di bawah dari teman-temanya yang sudah mampu dalam hal kognitif. Siswa yang kurang tersebut menjadi perhatian penuh guru, bagaimana memberikan penguatan agar siswa tersebut terus termotivasi dan tidak merasa tersisihkan dengan temannya yang lain.

Mengingat pentingnya pemberian penguatan ini, maka para guru atau pun
tenaga kependidikan lainnya harus memahami serta melatih diri secara teratur
dan terarah, agar terampil dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar
memberi penguatan tersebut, sehingga proses pembelajaran dapat ditingkatkan
kualitasnya.
Memberikan penguatan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Misalnya, dengan memberikan persetujuan atau pengakuan terhadap tingkah laku murid yang positif (berhasil), yang diwujudkan dalam bentuk kata-kata membenarkan, pujian, senyuman, angguk-angguk. Tampaknya hal ini sangat sederhana, akan tetapi memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap murid-murid yang bersangkutan.

Berikut 6 Cara Memberikan Penguatan Kepada Siswa :

1. Penguatan cara verbal (verbal reinforcement)

Penguatan ini dapat berbentuk komentar pendek, pujian, pengakuan atau dukungan yang dapat membesarkan hati murid dan merupakan respon langsung terhadap urun pendapat, hasil pekerjaan atau tingkah laku positif dari murid-murid. Komentar ini merupakan balikan atau informasi mengenai penghargaan terhadap penampilan atau tingkah laku murid. Penguatan verbal dapat diungkapkan dengan kata-kata seperti: “terima kasih”, “bagus”, “baik sekali”, “ya, saya setuju”, “benar pendapatmu/jawabanmu”, dan sebagainya. Dapat pula diungkapkan dalam bentuk kalimat, misalnya: “Itu sebuah pertanyaan yang baik sekali”, ”lukisanmu indah sekali”, “pekerjaanmu baik sekali”, dan sebagainya.
2. Penguatan berupa mimik dan gerakan badan (gestural reinforcement)

Penguatan ini diberikan dalam bentuk mimik, gerakan wajah, gerakan anggota badan dan sebagainya, yang dapat memberikan kesan khusus bagi murid-murid yang bersangkutan. Penguatan dalam bentuk mimik atau gerak wajah misalnya: senyum, anggukan menyetujui, dan sebagainya. Sementara itu, dalam bentuk gerakan anggota badan misalnya: acungan ibu jari, tepuk tangan, gelengan kepala, mengangkat bahu dan sebagainya.

3. Penguatan dengan cara mendekati (proximity reinforcement)

Guru mendekati murid untuk menyatakan adanya perhatian dan kegembiraan terhadap hasil pekerjaan yang dicapainya. Hal ini dapat dilakukan dengan berdiri disamping murid, berjalan menuju ke arah murid, duduk dekat seorang atau kelompok murid, berjalan di sisi murid yang bersangkutan dan sebagainya.
4. Penguatan dengan sentuhan (contact reinforcement)

Guru dapat menyatakan penghargaan atau persetujuan kepada murid dengan cara menepuk pundak, menjabat tangannya atau mengangkat tangan murid yang menang (berhasil) dalam suatu pertandingan/perlombaan atau yang berprestasi di kelas. Penggunaan penguatan dengan sentuhan harus bijaksana, artinya harus mempertimbangkan latar belakang kebudayaan setempat, usia, jenis kelamin murid dan sebagainya.

5. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan (activity reinforcement)

Guru dapat menggunakan kegiatankegiatan atau tugas-tugas tertentu yang disenangi murid. Misalnya: murid yang lebih dahulu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dapat diminta untuk membantu teman-temannya dalam pekerjaan tersebut. Guru dapat memberikan kesempatan bermain atau melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Murid yang menunjukkan kemajuan dalam mata pelajaran seni musik (suara) misalnya, dapat diberi kepercayaan untuk memimpin paduan suara sekolah, atau menggunakan peralatan musik pada jam istirahat. Murid yang lebih dahulu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dalam mata pelajaran Matematika dapat diminta untuk membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tersebut, dan sebagainya.
6. Penguatan berupa simbol atau benda (token reinforcement)

Penggunaan penguatan ini dalam berbagai macam simbol atau benda. Berupa simbol misalnya, komentar tertulis pada buku murid; sedangkan yang berupa benda dalam bentuk kartu bergambar, bintang, lencana dan benda-benda yang murah harganya tetapi memiliki arti simbolis. Penguatan ini dapat digunakan sebagai insentif namun jangan terlalu sering digunakan, terutama berupa benda, agar tidak menjadi menjadi kebiasaan untuk mengharapkan memperoleh benda tertentu sebagai imbalan terhadap penampilannya. Komentar tertulis pada buku pekerjaan murid, yang berarti pengakuan keberhasilan dan pemberian saran yang positif dan konstruktif akan tetap besar nilainya dalam membelajarkan murid.

Ada 11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Tanpa Disadari

11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah

BlogPendikan.net
- Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya akan tinggi pula, sebaliknya siswa yang motivasi belajarnya rendah, akan rendah pula prestasi belajarnya. 

Motivasi belajar adalah dorongan yang kuat pada diri siswa, baik berupa minat atau kemampuan belajar keaktifan belajar, tujuan atau hasrat belajar, dorongan guru atau orang tua dan teman maupun fasilitas keluarganya dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai secara optimal.

Jadi motivasi belajar adalah adanya dorongan atau hasrat kemauan untuk melaksanakan kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan.

Berikut 11 Cara dan Bentuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah (Sardiman) yaitu :

1. Memberi Angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar justru untuk mencapai nilai yang baik. Sehingga siswa biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai raport yang angkanya yang baik.

2. Hadiah

Hadiah dapat dikatakan sebagai motivasi. Misalnya guru menjanjikan hadiah bagi siswanya yang berhasil mencapai angka standar, atau berhasil menjawab pertanyaan. Akan tetapi, pemberian hadiah harus di batasi juga, karena jangan sampai memberi hadiah menjadi kebiasaan buruk. Dimana siswa hanya akan mau mendapatkan nilai tinggi atau menjawab pertanyaan guru jika hanya diberi hadiah.

3. Saingan atau Kompetisi

Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. Persaingan, baik individu maupun kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar.

4. Ego Involvement

Guru harus menumbuhkan kesadaran pada siswanya agar merasakan dan menyadari betapa pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Sehingga siswa akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas adalah kebanggaan dan harga diri.

5. Memberi Ulangan

Siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui aka nada ulangan. Sehingga memberi ulangan merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat guru adalah tidak terlalu sering memberikan ulangan karena bisa membosankan dan bersifat rutinitas.

6. Mengetahui Hasil

Dengan mengetahui hasil pekerjaannya, akan mendorong siswa agar lebih giat lagi dalam belajar. Semakin mengetahui bahwa hasil belajar meningkat, maka ada motivasi diri siswa untuk belajar dengan harapan hasilnya terus meningkat.

7. Pujian

Pujian adalah bentuk motivasi yang baik dan positif akan memupuk suasana yang menyenangkan dan meningkatkan gairah belajar. Yang perlu diperhatikan guru adalah ketepatan dalam memberi pujian, Karena pujian bisa juga berdampak negatif di mana bisa menjadikan siswa sombong, memandang remeh teman-teman lainnya, dan menjadikannya angkuh.

8. Hukuman

Hukuman tidak selamanya berdampak negatif jika diberikan pada saat yang tepat dengan alasan yang jelas, dan dengan jenis hukuman yang logis sesuai dengan kesalahannya. Hukuman yang demikian akan menjadikan siswa menyadari kesalahannya dan memunculkan gairah untuk mengubahnya dan meningkatkan prestasi belajarnya.

9. Minat

Minat merupakan instrumen motivasi yang kedua setelah kebutuhan. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika dilandasi minat untuk belajar.

10. Hasrat Untuk Belajar

Hasrat untuk belajar merupakan sesuatu yang muncul dalam diri siswa, yang mengakibatkan siswa mau belajar lebih giat lagi.

11. Tujuan Yang Diakui

Tujuan yang diakui dan diterima dengan baik oleh siswa merupakan instrumen motivasi yang sangat penting. Sebab, dengan memahami tujuan yang harus dicapai, maka akan timbul gairah untuk terus belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh.

Demikian tentang 11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah, semoga memberikan manfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

5 Cara Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Agar Efektif Dalam Pembelajaran

5 Cara Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Agar Efektif Dalam Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang 
individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. 

Sedangkan motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan demikian munculnya motivasi ditandai dengan adanya perubahan energi dalam diri seseorang yang dapat disadari atau tidak.

Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa.
Guru selaku pendidik perlu mendorong siswa untuk belajar dalam mencapai tujuan.

Berikut 5 Cara Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Agar Efektif Dalam Pembelajaran :

1. Membangkitkan rasa gembira dan menyenangkan pada siswa

Jika pada proses pembelajaran diawali dengan suasana yang menyenangkan tentu secara tidak sadar akan membuat siswa termotivasi untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Menganggap siswa seperti sahabat

Menganggap siswa seperti sahabat di sini tentunya saat berada dikelas saja. Karena setiap guru harus memperlakukan siswa layaknya seorang sahabat. Contohnya seperti mengajar siswa dengan penuh kelembutan dan dengan penuh cinta dan perasaan.

3. Membangun jiwa kompetisi antar siswa

Membangun jiwa kompetensi antar siswa di sini bukan dalam konteks yang negatif, bukan seperti kompetisi siapa bukunya yang paling bagus atau sepatunya yang paling mahal, melainkan jiwa kompetisi berlomba-lomba dalam rangking. Jika siswa yang mendapat rangkin terbaik guru bisa memberikan reward kepada siswa, hal ini dapat memacu jiwa kompetisi siswa didalam kelas. Namun guru juga harus berhati-hati dalam memberikan reward agar tidak terjadi konflik antara siswa dengan siswa lainnya,

4. Penilaian yang obyektif

Lakukan penilaian dengan secara jujur dan objektif, jika sudah dinilai maka selanjutnya melakukan upaya tindak lanjut terhadap hasil penilaian, antara lain dengan cara membagikan hasil penilaian. Jika terdapat nilai siswa yang masih kurang maka perlu diadakannya upaya perbaikan dan pengayaan. 

5. Menghargai siswa

Jika guru sudah tidak menghargai siswanya dan malah menyebutkan kekurangan siswa di depan teman-teman nya atau dengan mengatakan perkataan “bodoh” kepada siswa, maka hal inilah yang akan membuat siswa merasa tidak dihargai dan dan menimbulkan pertentangan batin di dalam diri siswa.

Itu dia beberapa Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa  yang bisa dilakukan agar tercipta suasana belajar yang efektif, efisien dan menyenangkan, ini merupakan hal penting bagi guru menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Terima kasih dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Penilaian dalam bentuk angket terhadap siswa ada berbagai macam di antaranya angket penilaian motivasi belajar siswa. Angket ini dibagikan kepada siswa dalam bentuk pertanyaan 10-30 nomor pertanyaan, selanjutnya siswa menjawab dengan 5 option pilihan yaitu (SL : Selalu dengan nilai skor 5), (
SR : Sering dengan nilai skor 4), (KK : Kadang-kadang dengan nilai skor 3), (JR : Jarang dengan nilai skor 2) dan (TP : Tidak Pernah dengan nilai skor 1), dengan menggunakan Skala Likert.

Ames dan Ames mendefinisikan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. Sebagai contoh, seorang siswa yang percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, akan termotivasi untuk melakukan tugas tersebut. Konsep diri yang positif ini menjadi motor penggerak bagi kemauannya.

Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, dan cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah, atau tinggi. 

Ada ahli psikologi pendidikan yang menyebut kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar tersebut sebagai motivasi belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan, harapan, kebutuhan,  tujuan, sasaran, dan insentif. Keadaan jiwa tersebutlah yang mengaktifkan, mengarahkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.

Jenis Motivasi

Motivasi primer

Adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia. Misalnya pada tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Tingkah laku insting dapat diaktifkan, dimodifikasi, dipicu secara spontan, dan dapat diorganisasikan. 

Motivasi sekunder

Adalah motivasi yang dipelajari.. hal ini berbeda dengan motivasi primer. Motivasi sekunder memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Para ahli membagi motivasi sekunder tersebut menurut pandangan yang berbeda-beda. Misalnya Thomas dan Znaniecki menggolongkan motivasi sekunder menjadi keinginan-keinginan seperti Memperoleh pengalaman baru, Untuk mendapat respons, Memperoleh pengakuan, Memperoleh rasa aman.

Faktor -faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar :
  1. Sikap, merupakan kombinasi dari konsep, informasi, dan emosi yang di hasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok gagasan, peristiwa atau objek tertentu secara menyenangkan atau tiak menyenangkan.
  2. Kebutuhan, kondisi yang dialami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memandu untuk mencapai tujuan.
  3. Rangsangan, perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang aktif.
  4. Afeksi, berkaitan dengan pengalaman emosional, kecemasan, kepedulian an pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. 
  5. Kompetensi, secara alamiah berusaha keras  untuk berinteraksi dengan lingkungannya secara afektif.
  6. Penguatan, peristiwa yang mempertahankan atau meningkatkan kemungkinan respon.
 

Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa yang bisa Anda unduh pada link dibawah ini.

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa >>> (Pdf) LIHAT DISINI (doc) LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.