Showing posts with label Motivasi Belajar Siswa. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Belajar Siswa. Show all posts

11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah

11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah

BlogPendikan.net
- Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya akan tinggi pula, sebaliknya siswa yang motivasi belajarnya rendah, akan rendah pula prestasi belajarnya. 

Motivasi belajar adalah dorongan yang kuat pada diri siswa, baik berupa minat atau kemampuan belajar keaktifan belajar, tujuan atau hasrat belajar, dorongan guru atau orang tua dan teman maupun fasilitas keluarganya dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai secara optimal.

Jadi motivasi belajar adalah adanya dorongan atau hasrat kemauan untuk melaksanakan kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan.

Berikut 11 Cara dan Bentuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah (Sardiman) yaitu :

1. Memberi Angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar justru untuk mencapai nilai yang baik. Sehingga siswa biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai raport yang angkanya yang baik.

2. Hadiah

Hadiah dapat dikatakan sebagai motivasi. Misalnya guru menjanjikan hadiah bagi siswanya yang berhasil mencapai angka standar, atau berhasil menjawab pertanyaan. Akan tetapi, pemberian hadiah harus di batasi juga, karena jangan sampai memberi hadiah menjadi kebiasaan buruk. Dimana siswa hanya akan mau mendapatkan nilai tinggi atau menjawab pertanyaan guru jika hanya diberi hadiah.

3. Saingan atau Kompetisi

Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. Persaingan, baik individu maupun kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar.

4. Ego Involvement

Guru harus menumbuhkan kesadaran pada siswanya agar merasakan dan menyadari betapa pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Sehingga siswa akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas adalah kebanggaan dan harga diri.

5. Memberi Ulangan

Siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui aka nada ulangan. Sehingga memberi ulangan merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat guru adalah tidak terlalu sering memberikan ulangan karena bisa membosankan dan bersifat rutinitas.

6. Mengetahui Hasil

Dengan mengetahui hasil pekerjaannya, akan mendorong siswa agar lebih giat lagi dalam belajar. Semakin mengetahui bahwa hasil belajar meningkat, maka ada motivasi diri siswa untuk belajar dengan harapan hasilnya terus meningkat.

7. Pujian

Pujian adalah bentuk motivasi yang baik dan positif akan memupuk suasana yang menyenangkan dan meningkatkan gairah belajar. Yang perlu diperhatikan guru adalah ketepatan dalam memberi pujian, Karena pujian bisa juga berdampak negatif di mana bisa menjadikan siswa sombong, memandang remeh teman-teman lainnya, dan menjadikannya angkuh.

8. Hukuman

Hukuman tidak selamanya berdampak negatif jika diberikan pada saat yang tepat dengan alasan yang jelas, dan dengan jenis hukuman yang logis sesuai dengan kesalahannya. Hukuman yang demikian akan menjadikan siswa menyadari kesalahannya dan memunculkan gairah untuk mengubahnya dan meningkatkan prestasi belajarnya.

9. Minat

Minat merupakan instrumen motivasi yang kedua setelah kebutuhan. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika dilandasi minat untuk belajar.

10. Hasrat Untuk Belajar

Hasrat untuk belajar merupakan sesuatu yang muncul dalam diri siswa, yang mengakibatkan siswa mau belajar lebih giat lagi.

11. Tujuan Yang Diakui

Tujuan yang diakui dan diterima dengan baik oleh siswa merupakan instrumen motivasi yang sangat penting. Sebab, dengan memahami tujuan yang harus dicapai, maka akan timbul gairah untuk terus belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh.

Demikian tentang 11 Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Cepat dan Mudah, semoga memberikan manfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran

4 Contoh Angket Siswa : Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran

BlogPendidikan.net
 - Dalam proses pembelajaran terkadang guru tidak mengetahui sampai sejauh mana minat, motivasi, kemandirian dan respon siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan angket penilaian siswa terhadap mata pelajaran yang telah diberikan.

Angket Adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui angket, hal-hal tentang diri responden dapat diketahui. 

Misalnya tentang keadaan, atau data dirinya seperti pengalaman, sikap, minat, kebiasaan belajar dan sebagainya. Isi angket dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tentang responden. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh jawaban yang objektif. Juga perlu dijalin kerjasama antara pemberi angket dan responden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga responden terdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur.

Berikut BlogPendidikan.net akan memberikan beberapa contoh angket siswa yang terdiri dari: Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kemandirian Belajar dan Respon Terhadap Pembelajaran. Yang bisa Anda download pada tautan dibawah ini.

Angket Motivasi Belajar >>> UNDUH
Angket Minat Belajar >>> UNDUH
Angket Kemandirian Belajar >>> UNDUH
Angket Respon Terhadap Pembelajaran >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Penilaian dalam bentuk angket terhadap siswa ada berbagai macam di antaranya angket penilaian motivasi belajar siswa. Angket ini dibagikan kepada siswa dalam bentuk pertanyaan 10-30 nomor pertanyaan, selanjutnya siswa menjawab dengan 5 option pilihan yaitu (SL : Selalu dengan nilai skor 5), (
SR : Sering dengan nilai skor 4), (KK : Kadang-kadang dengan nilai skor 3), (JR : Jarang dengan nilai skor 2) dan (TP : Tidak Pernah dengan nilai skor 1), dengan menggunakan Skala Likert.

Ames dan Ames mendefinisikan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. Sebagai contoh, seorang siswa yang percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, akan termotivasi untuk melakukan tugas tersebut. Konsep diri yang positif ini menjadi motor penggerak bagi kemauannya.

Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan, dan cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah, atau tinggi. 

Ada ahli psikologi pendidikan yang menyebut kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar tersebut sebagai motivasi belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan, harapan, kebutuhan,  tujuan, sasaran, dan insentif. Keadaan jiwa tersebutlah yang mengaktifkan, mengarahkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.

Jenis Motivasi

Motivasi primer

Adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia. Misalnya pada tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Tingkah laku insting dapat diaktifkan, dimodifikasi, dipicu secara spontan, dan dapat diorganisasikan. 

Motivasi sekunder

Adalah motivasi yang dipelajari.. hal ini berbeda dengan motivasi primer. Motivasi sekunder memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Para ahli membagi motivasi sekunder tersebut menurut pandangan yang berbeda-beda. Misalnya Thomas dan Znaniecki menggolongkan motivasi sekunder menjadi keinginan-keinginan seperti Memperoleh pengalaman baru, Untuk mendapat respons, Memperoleh pengakuan, Memperoleh rasa aman.

Faktor -faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar :
  1. Sikap, merupakan kombinasi dari konsep, informasi, dan emosi yang di hasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok gagasan, peristiwa atau objek tertentu secara menyenangkan atau tiak menyenangkan.
  2. Kebutuhan, kondisi yang dialami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memandu untuk mencapai tujuan.
  3. Rangsangan, perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang aktif.
  4. Afeksi, berkaitan dengan pengalaman emosional, kecemasan, kepedulian an pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. 
  5. Kompetensi, secara alamiah berusaha keras  untuk berinteraksi dengan lingkungannya secara afektif.
  6. Penguatan, peristiwa yang mempertahankan atau meningkatkan kemungkinan respon.
 

Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa yang bisa Anda unduh pada link dibawah ini.

Contoh Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa >>> (Pdf) LIHAT DISINI (doc) LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

18 Kiat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

18 KIat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Pandemi yang datang secara tiba-tiba akhirnya memaksa semua tenaga pengajar terpaksa harus beradaptasi dengan cepat melalui sistem pembalajaran dan kurikulum baru. 

Sebaik-baiknya kurikulum kalau tenaga pengajar tidak disiapkan ya percuma saja, imbas pandemi virus corona yang merebak membuat pembelajaran terpaksa harus dilakukan secara jarak jauh. Beberapa kendala pun muncul, seperti kurangnya bimbigan guru hingga masalah akses internet yang mengakibatkan penurunan motivasi dan semangat belajar siswa dimasa pandemi.

Jika hal ini dibiarkan akan berakibat penurunan sistem pembelajaran dinegara kita. Kemendikbudristek, masih menilai bahwa pembelajaran tatap muka terbatas merupakan opsi terbaik untuk bisa mengatasi learning loss. Hal itu dikarenakan pelaksanaan PJJ di banyak daerah belum optimal karena banyak kendala seperti jaringan, kuota internet, ketersediaan gawai, hingga kemampuan pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan PJJ secara daring.

Nah, ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru dimasa sekarang untuk mencegah learning loss, dengan kiat-kiat meningkatkan motivasi dan semangat siswa belajar dimasa pendemi.

1. Beri kepercayaan kepada siswa untuk mengendalikan

Beri kepercayaan kepada siswa untuk memilih dan mengkontrol apa yang terjadi di dalam kelas, ini salah satu cara agar mereka termotivasi sekaligus bertanggung jawab. contohnya, izinkan para siswa untuk memilih tugas apa yang akan mereka kerjakan atau masalah mana yang akan dikerjakan dengan tanggung jawab dan kontrol, yang selanjutnya memotivasi mereka untuk berbuat lebih.

2. Jelaskan Tujuan Pembelajaran

Siswa akan kesusahan dan frustasi untuk menyelesaikan tugas atau bahkan untuk berperilaku di kelas jika mereka tidak mengerti betul tujuannya. siswa ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan agar tetap termotivasi. pada awal semester, jelaskan tujuan, aturan dan sesuatu yang akan mereka dapatkan jadi siswa tidak akan pusing dan memiliki tujuan hasil kedepannya.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman.

Sementara siswa perlu memahami bahwa ada konsekuensi tindakan mereka, lebih jauh berilah motivasi siswa dari ancaman dan beri hal positif. Ketika guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, menegaskan kepercayaan mereka terhadap kemampuan siswa daripada meletakkan konsekuensi, siswa jauh lebih mendapatkan dan tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada akhir pembelajaran, siswa akan memenuhi harapan bahwa orang dewasa di sekitar mereka berkomunikasi, sehingga fokus pada bisa, bukan tidak bisa.

4. Ubah Gaya Kamu

Kelas adalah tempat yang tepat untuk belajar, tapi duduk di meja hari masuk dan keluar hari dapat membuat sekolah mulai tampak agak membosankan bagi sebagian siswa. Untuk memperbarui minat dalam materi pelajaran atau hanya belajar pada umumnya, berikan siswa Anda kesempatan untuk keluar dari kelas. keluar kelas menuju lapangan, membawa speaker, atau bahkan hanya kepala ke perpustakaan untuk beberapa penelitian. Otak mencintai perlu hal hal baru agar tetap fresh dan akhirnya akan lebih termotivasi.

5. Tawarkan pengalaman yang bervariasi

Tidak semua siswa akan merespon pelajaran dengan cara yang sama. Untuk beberapa, hands on pengalaman mungkin yang terbaik. Orang lain mungkin suka membaca buku dengan tenang atau untuk bekerja dalam kelompok. Dalam rangka menjaga semua siswa termotivasi, mencampur pelajaran Anda sehingga siswa dengan preferensi yang berbeda masing-masing membuat waktu terfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Melakukan hal ini akan membantu siswa tetap terlibat dan memperhatikan.

6. Ciptakan Persaingan yang positif

Persaingan di kelas tidak selalu hal yang buruk, dan dalam beberapa kasus dapat memotivasi siswa untuk berusaha lebih keras dan bekerja untuk unggul. Bekerja untuk menumbuhkan semangat persaingan di kelas Anda, mungkin melalui pertandingan grup yang terkait dengan materi atau kesempatan lain bagi siswa untuk memamerkan pengetahuan mereka.

7. Beri hadiah.

Semua orang suka mendapatkan penghargaan, dan menawarkan siswa kesempatan untuk mendapatkan mereka adalah sumber motivasi. menonton film, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti stiker di atas kertas dapat membuat siswa bekerja lebih keras dan benar-benar bertujuan untuk mencapai. Pertimbangkan kepribadian dan kebutuhan siswa Anda untuk menentukan imbalan yang sesuai untuk kelas Anda

8. Beri siswa tanggung jawab.

Menetapkan pekerjaan siswa kelas adalah cara yang bagus untuk membangun komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi. Kebanyakan siswa akan melihat pekerjaan kelas sebagai suatu kehormatan bukan beban dan akan bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka, dan mahasiswa lainnya, adalah harapan pertemuan. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa untuk bergiliran memimpin kegiatan atau membantu sehingga masing-masing merasa penting dan dihargai.

9. Biarkan siswa untuk bekerja sama.

Meskipun tidak semua siswa akan memanfaatkan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok, banyak orang akan merasa menyenangkan untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan, dan bekerja pada proyek-proyek dengan siswa lain. Interaksi sosial dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa dapat memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang seimbang dan adil, bagaimanapun, sehingga beberapa siswa tidak melakukan pekerjaan lebih dari yang lain.

10. Berikan pujian.

Tidak ada bentuk lain dari motivasi yang bekerja cukup serta dorongan. Bahkan sebagai orang dewasa kita mendambakan pengakuan dan pujian, dan mahasiswa pada usia berapa pun tidak terkecuali. Guru dapat memberikan siswa motivasi atas keberhasilan , memberikan pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, dan berbagi pekerjaan teladan.

11.  Mendorong refleksi diri.

Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu bantuan mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam rangka untuk sampai ke sana. Salah satu cara untuk memotivasi siswa Anda adalah untuk mendapatkan mereka untuk mengambil keras melihat diri mereka sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Siswa seringkali jauh lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik dari diri mereka sendiri daripada dengan memiliki seorang guru melakukannya untuk mereka, karena membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menciptakan tujuan dan tujuan mereka sendiri.

12. Ketahui siswamu.

Mengenal siswa Anda adalah lebih dari sekedar menghafal nama mereka. Siswa perlu tahu bahwa guru mereka memiliki minat yang tulus dalam mereka dan peduli tentang mereka dan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang baik dari seseorang mereka merasa tahu dan menghormati mereka sebagai individu.

13. Manfaatkan minat siswa.

Mengetahui siswa Anda juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk berhubungan materi kelas untuk hal-hal yang siswa tertarik atau telah mengalami. Guru dapat menggunakan kepentingan untuk membuat hal-hal yang lebih menarik dan relatable kepada siswa, agar siswa termotivasi untuk lebih lama

14. Bantu siswa menemukan motivasi intrinsik.

Hal ini dapat menjadi besar untuk membantu siswa mendapatkan motivasi, tapi pada akhir hari mereka harus mampu membangkitkan motivasi mereka sendiri. Membantu siswa menemukan alasan pribadi mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan kelas dan bekerja keras, entah karena mereka menemukan bahan yang menarik, ingin pergi ke perguruan tinggi, atau hanya senang belajar, adalah salah satu hadiah yang paling kuat yang dapat Anda berikan kepada mereka.

15. Kelola kecemasan siswa.

Beberapa siswa menemukan prospek tidak melakukan dengan baik sehingga kecemasan-merangsang sehingga menjadi diri-ramalan. Untuk siswa, guru mungkin menemukan bahwa mereka yang paling termotivasi dengan belajar yang berjuang dengan subjek bukanlah akhir dari dunia. Tawarkan dukungan tidak peduli apa hasil akhirnya adalah dan memastikan bahwa siswa tidak merasa begitu kewalahan oleh harapan bahwa mereka hanya menyerah.

16. Buatlah tujuan yang tinggi tetapi dicapai.

Jika Anda tidak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari minimal, paling tidak akan berusaha untuk mendorong diri mereka sendiri. Siswa ingin ditantang dan akan bekerja untuk mencapai harapan yang tinggi asalkan mereka percaya tujuan tersebut berada dalam jangkauan mereka, jadi jangan takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka

17. Berikan umpan balik peluang dan menawarkan untuk perbaikan.

Siswa yang berjuang dengan pekerjaan kelas kadang-kadang dapat merasa frustrasi dan turun pada diri mereka sendiri, menguras motivasi. Dalam situasi itu penting bahwa guru membantu siswa untuk belajar persis di mana mereka pergi salah dan bagaimana mereka dapat meningkatkan waktu berikutnya. Mencari tahu sebuah metode untuk mendapatkan di mana siswa ingin menjadi juga dapat membantu mereka untuk tetap termotivasi untuk bekerja keras.

18. Buatlah hal-hal menyenangkan.

Tidak semua pekerjaan kelas perlu menjadi permainan atau waktu yang baik, tetapi siswa yang melihat sekolah sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang akan lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan yang diperlukan dari mereka daripada mereka yang menganggapnya sebagai tugas . Menambahkan kegiatan yang menyenangkan ke hari sekolah dapat membantu siswa yang berjuang untuk tetap terlibat dan membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua siswa.