Showing posts with label PJJ. Show all posts
Showing posts with label PJJ. Show all posts

Contoh Jadwal Mata Pelajaran Luring dan Laporan PJJ Luring

Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi hampir seluruh sekolah di Indonesia ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona, proses belajarpun berubah signifikan dari tatap muka berubah menjadi model pembelajaran daring, luring dan kombinasi, semua itu dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung meski menghadapi wabah corona.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Nadiem Makarim tak lagi mewajibkan guru memenuhi jam ajar dengan hitungan 24 jam dalam sepekan. Relaksasi jam ajar itu diatur dalam kurikulum darurat yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Kurikulum Dalam Kondisi Khusus.
"Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru, bahwa guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Relaksasi jam ajar guru tercantum dalam poin keempat kurikulum darurat. Nadiem menjelaskan relaksasi jam ajar bertujuan untuk mengurangi beban guru, sekaligus memberikan fleksibilitas guru dalam mengajar.

Dengan relaksasi jam ajar, guru diharapkan meningkatkan pengajaran yang interaktif selama melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Jadi guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam," imbuhnya.
Nadiem juga berharap relaksasi jam ajar dimanfaatkan para orang tua untuk turut aktif memberikan pengajaran bagi anaknya di rumah. "Mampu memberikan fleksibilitas dalam bagaimana bisa melibatkan orang tua di dalam proses pembelajaran," kata Nadiem.

Dengan relaksasi beban jam mengajar guru yang tidak lagi diwajibkan mengajar minimal 24 jam/minggu, guru dituntut untuk menyusun jadwal dan laporan proses pembelajaran yang dilaksanakan baik secara daring, luring ataupun kombinasi sebagai bahan laporan dan supervisi kepala sekolah dan pengawas.

Berikut contoh jadwal Mata Pelajaran luring dan laporan pembelajaran jarak jauh (PJJ) model luring:

* Jadwal PJJ Luring: LIHAT DISINI

* Laporan PJJ Luring: LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Tips Memberikan Tugas Online Kepada Siswa Selama PJJ

Tips Memberikan Tugas Online Kepada Siswa Selama PJJ

BlogPendidikan.net
- Saat ini siswa telah memasuki tahun pelajaran baru, namun kondisi pandemi yang belum usai penyebarannya, harus memaksakan para siswa dan guru kembali melaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pada tahun pelajaran sebelumnya juga dilaksanakan dengan proses yang sama yaitu belajar dari rumah, dan tentunya menjadi pengalaman bagi guru dari kekurangan proses yang dilaksanakan di tahun ajaran terdahulu, untuk mengoreksi kekurangan dan memperbaikinya di tahun ajaran ini.

Khususnya dalam pemberian materi dan tugas kepada siswa secara online, tentulah guru memiliki tips tersendiri, agar siswa tidak merasa jenuh dan terbebani dengan materi dan tugas-tugas yang diberikan.

Lantas bagaimana tips agar dalam pemberian tugas dan materi secara online siswa tidak merasa jenuh dan terbebani dengan tugas-tugas. 

Berikut beberapa tips memberikan tugas kepada siswa yang bisa dilakukan guru saat belajar online dari rumah :

1. Rancang siklus dalam pemberian tugas

Kepala sekolah bersama guru harus mengkalkulasi sebaran tugas untuk setiap mata pelajaran di setiap kelas. Sebagai manajer kepala sekolah harus mendesain siklus tugas yang diberikan guru. 

2. Batasi waktu melakukan pembelajaran melalui video meeting yang berhadapan dengan layar terus menerus

Terlalu banyak menerapkan metode ini akan melelahkan bagi anak-anak. Anak-anak yang lelah pada akhirnya akan bersikap mudah marah tahu jengkel di rumah. Tentunya orang tua yang akan kerepotan menangani kondisi ini Oleh karena itu, disarankan mengadakan pembelajaran video meeting dalam waktu yang terbatas dan fleksibel. Jika intensitasnya tidak bisa diturunkan, berikan pilihan anak untuk mematikan kamera.

3. Beri tugas secara bertahap 

Pemberian tugas secara bertahap menjadikan pembelajaran lebih dimengerti oleh anak. Kemungkinan anak mengerti lebih dalam pada setiap bahasan yang lebih besar. Pemberian tugas secara bertahap juga membuat guru lebih mudah dalam menggorganisasi materi dan pengecekan secara rutin. 

4. Berikan waktu untuk siswa menyelesaikan tugas-tugasnya

Guru bisa memberikan waktu yang cukup dan fleksibel terutama untuk tugas-tugas yang butuh pendampingan orang tua. Mengingat banyak murid yang orang tuanya bekerja, sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas dengan cepat. Bila guru memberikan waktu yang cukup, murid juga akan lebih termotivasi mengerjakan tugasnya. 

5. Jelaskan ekspektasi pembelajaran pada orang tua

Menjalin komunikasi dengan orang tua akan membantu pekerjaan guru. Orang tua bisa membantu merencanakan dan memantau progres belajar anak-anaknya dari rumah.

6. Berikan tugas yang membuat bahagia 

Tugas guru saat ini adalah membantu pemerintah agar para siswa tetap sehat di tengah wabah Covid 19. Social distancing membuat mereka tidak bisa belajar bersama, guru harus mendesain tugas agar siswa bisa merasa sedang rekreasi di rumah sendiri. Misalnya, ganti tugas meringkas dengan membuat peta pikiran hasil bacaan. Membuat peta pikiran akan membelajarkan siswa memaknai bacaan tanpa dipaksa. Imajinasi dan kreativitas siswa akan berkembang dan bisa membuat mereka bahagia. Tugas yang membahagiakan juga bisa dimulai dengan memberikan opsi atau pilihan kegiatan sehingga siswa bisa memilih jenis kegiatan yang mereka paling sukai untuk dikerjakan. 

7. Beri apresiasi pada siswa 

Walaupun tanpa bertatap muka guru harus memberikan apresiasi pada tugas yang sudah dikerjakan siswa, salah satu caranya adalah memajangnya di akun medsos guru, ini adalah cara sederhana penuh bermakna. 

8. Dampingi siswa dengan hati

Jangan biarkan siswa merasa sendiri dalam melewati hari-hari belajar mandiri. Guru bisa bangun kebersamaan dan perlihatkan bahwa guru juga belajar, sama seperti mereka yang selalu menambah ilmu. Mendampingi dengan hati juga bisa dengan membangun kebersamaan dengan pertemuan daring untuk membahas tugas atau membahas kegiatan harian. Bantu siswa untuk memanfaatkan masa belajar di rumah untuk membangun kedekatan dengan keluarga dan memperbanyak ibadah.

9. Menjadi guru yang memiliki empati 

Guru yang mendidik dengan hati akan mampu merasakan beban siswanya. Disini guru perlu mengajak siswa melakukan refleksi pembelajaran di rumah. Terutama untuk mendapat masukan dan memperbaiki proses pembelajaran di rumah.

Dari 9 tips diatas bisa memberikan dorongan kepada Anda bagaimana memberikan materi dan tugas secara online ataupun berkunjung. Terima kasih.

Rujukan :

Belajar di Rumah, 6 Langkah Beri Siswa Tugas Membahagiakan. Tautan : https://www.kompas.com/edu/read/2020/04/06/195923371/belajar-di-rumah-6-langkah-beri-siswa-tugas-membahagiakan?page=all

Tips untuk Guru Selama Belajar Daring. Tautan : https://www.ayojakarta.com/read/2020/08/28/23495/tips-untuk-guru-selama-belajar-daring

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa

Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Masa pendemi seperti ini penerapan pembelajaran daring (jarak jauh) tentunya membutuhkan media yang efektif dan tepat sesuai kondisi atau kemampuan peserta didik. Whatsaap merupakan salah satu alternatif pilihan media pembelajaran yang sangat tapat, biala dibandingkan dengan media pembelajaran online lainnya. Hal tersebut dikarenakan whatsaap adalah aplikasi yang sederhana dan mudah pengoperasiannya serta whatsaap juga memiliki fitur-fitur dan fasilitas yang lumayan lengkap.

WhatsApp merupaka sebuah aolikasi yang berbasis pesan untuk smartphone, dengan kemampuan yang mirip dengan Blacberry Messenger. WhatsApp massanger adalah sebuah alikasi pesan lintas platform yang memudahkan kita untuk mengirim pesan tanpa adanya biaya sms, hal tersebut disebabkan karena aplikasi WhatsApp Massanger menggunakan akses data internet dalam pengoperasiannya. Sehingga dengan menggunakan whatsapp kita dapat mengirimkan file dokumen, file foto, video call, lokasi GPS dan lain-lain. 

Aplikasi whatsaap juga memiliki fitur fasilitas Broadcast dan Group sehingga memudahkan guru untuk mengkondisikan siswa 1 kelas dalam satu group. Whatsaap juga memiliki status pesan yang berupa tanda yang berfungsi untuk mengetahui status pesan tersebut, sehingga guru dapat memantau siswa apakah sudah membuka, membaca atau belum sama sekali.

Lantas bagaimana pemanfaatan WhatsApp sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan WhatsApp Messenger Group :
  1. WhatsApp Messenger Group adalah aplikasi yang dapat diperoleh dengan secara gratis dan mudah
  2. WhatsApp Massenger Group memiliki beberapa fasilitas antara lain untuk mengirim komentar, tulisan, gambar, video, suara dan dokumen
  3. WhatsApp Massenger Group dapat diguanakan untuk mempublikasikan karya atau menyenangkan informasi dengan cepat atau mudah
  4. WhatsApp Massenger Group memiliki berbagai fitur sehingga dapat dengan mudah dibuat untuk menyebarluaskan informasi dan pengetahuan
  5. WhatsApp Messenger Group memberikan kemudahan dalam pembelajaran secara online antara pendidik dan peserta didik ataupun sesama peserta didik dimanapun mereka berada.
Pemanfaatan media pembelajaran E-Learning Berbasis WhatsApp dalam proses pembelajaran

Berikut beberapa fasilitas yang disediakan aplikasi WhatsApp yang sangat bermanfaat bagi guru dan siswa saat pembelajaran :
  • Pembuatan group chatting, pembuatan group ini bisa dimanfaatkan pendidik dan peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara terbatas, yang hanya bisa diikuti oleh peserta didik yang ada dalam satu kelas tersebut. Serta fitur ini dapat mengatur dalam group hanya admin yang dapat mengirim pesan jika hal ini diperlukan, agar pembelajaran bisa kondusif. Kemudian pendidik sebagai admin dapat mengatur kembali untuk mengubah pengaturan jika ingin semua siswanya untuk berpartisipasi aktif serta menanggapi materi yang telah disampaikan pendidik.
  • Video Call, fitur ini bisa dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik untuk mengkroscek secara langsung, apakah peserta didik betul-betul mengikuti pembelajaran atau hanya sekedar mengaktifkan aplikasinya saja. Bisa juga dimanfaatkan untuk melakukan ujian lisan secara langsung.
  • Kirim pesan, dalam whatsaap pengiriman pesan berupa file, gambar, audio, video dan lokasi, tentu saja fitur-fitur ini sangat membantu pendidik. Hal tersebut disebabkan karena dengan adanya fitur ini pendidik bisa secara leluasa menyampaikan materi dengan merekan misalnya, kemudian didukung dengan gambar-gambar dan video agar peserta didik mampu memahami secara baik yang disampaikan oleh pendidik.
  • Whatsaap juga memiliki fitur untuk mencari tahu seseorang dalam menerima informasi. Biasanya secara umum dibedakan menjadi tiga yakni centang satu artinya pesan terkirim namun whatsapp tidak aktif, centang dua warna abu-abu pesan terkirim dan centang dua warna biru jika pesan telah dibaca oleh penerima pesan. Sehingga kita sebagai pendidik bisa memantau peserta didik yang benar benar aktif atau tidak sama sekali.
Ohh... iya. WhatsApp juga bisa digunakan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi bagi peserta didik yang meliputi evaluasi kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan evaluasi sikap peserta didik selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung. 

Aplikasi WhatsApp akan menjadi efektif digunakan sebagai sarana evaluasi dalam pendidikan jika terdapat tiga unsur yaitu :

Pertama, guru hendaknya memberi kritikan yang sifatnya membangun bukan justru merendahkan siswa. 

Kedua, guru secara berkesinambungan memberikan motivasi terhadap hasil kinerja siswa sekalipun hasilnya belum maksimal. 

Ketiga, evaluasi sikap bisa dilakukan dengan kisah orang lain untuk diambil pesan moralnya yang bersifat mendidik

Demikian artikel ini tentang Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa, semoga memberikan manfaat bagi Anda. Terima kasih. dan jangan lupa tuk berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi pembelajaran diterapkan dengan cara Belajar dari Rumah (BDR). Prinsip dari Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) ini adalah peserta didik dapat mengakses materi dan sumber pembelajaran tanpa batasan waktu dan tempat. 

Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) ini diharapkan dapat akan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan mempermudah dalam penyebaran materi kepada peserta didik. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka langsung dengan bapak/ibu guru dan teman-teman tidak dapat dilakukan pada masa pandemi ini.
Para siswa diharuskan belajar dari rumah (BDR), untuk itu guru juga diharuskan menyiapkan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah. Kondisi ini membuat guru harus mengubah strategi belajar mengajarnya. 

Penggunaan metode pengajaran yang tepat maupun perilaku dan sikap guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran selama program belajar dari rumah (BDR). Semua ini dilakukan untuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada peserta didik selama diberlakukannya masa darurat Covid-19.

Dengan kebijaksanaan untuk belajar di rumah menyebabkan para orang tua juga harus menyesuaikan dengan metode yang baru tersebut. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran di rumah dengan metode daring tidaklah mudah.

Faktor kurangnya semangat anak dan kurangnya kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menjadi tantangan dalam penerapan metode pembiasaan. Tidak semua orang tua bisa menggunakan aplikasi pembelajaran yang baru, dan juga tidak banyak orang tua yang menggantikan sebagai guru di rumah. 
Orang tua sering tidak sabar dan tidak telaten dalam menghadapi anaknya di rumah yang kadang malah sering dibentak- bentak atau dimarahi yang dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak. Dengan situasi dan kondisi yang tidak kondusif tersebut membuat anak menjadi jenuh di rumah karena tidak bisa ketemu dengan teman-teman di sekolah seperti biasanya, dan kurangnya motivasi untuk belajar.

Pembelajaran di rumah sering monoton, karena biasanya di sekolah guru menyampaikan pembelajaran diselingi nyanyi, tepuk tangan, cerita dan dongeng serta kreatifitas lainnya.

Berikut 4 peran penting orang tua dalam pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 :

Peran orang tua sebagai pengganti guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh. Terdapat 4 peran orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu :
  1. Orang tua memiliki peran sebagai guru di rumah, yang di mana orang tua dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari rumah. 
  2. Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana dan pra-sarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. 
  3. Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk belajar, serta memperoleh prestasi yang baik. 
  4. Orang tua sebagai pengaruh atau director (Winingsih).
Kolaborasi antara guru dan orang tua juga sangat penting dalam menunjang keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2021-2022

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2020-2021

BlogPendidikan.net
- Pola pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru dan peserta didik secara tatap muka di dalam kelas harus berubah dan digantikan dengan cara bertemu secara virtual di dalam jaringan (daring), di mana keadaan ini memberikan efek terhadap kualitas pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19, menjelaskan bahwa BDR melalui PJJ dapat dilaksanakan secara daring maupun luring sesuai dengan pedoman BDR. 

Dalam surat edaran ini juga disebutkan tujuan dari pelaksanaan BDR tersebut adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak pandemi COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Sebagai persiapan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2021/2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyusun dan menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 ini untuk membantu guru dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. 

Diharapkan dengan panduan ini, guru dan tenaga kependidikan mempunyai acuan dalam merancang, melaksanakan, memandu dan mengembangkan pembelajaran yang efektif pada tahun ajaran 2021/2022.

 

Untuk lebih jelasnya tentang panduan penyusunan RPP Tahun Pelajaran 2021-2022 dalam PTM terbatas dan PJJ daring dan luring >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Membuat pemetaan KD mapel/tema. Pada kegiatan ini guru menentukan kelompok-kelompok KD dari berbagai mapel yang relevan untuk dipadukan dalam pembelajaran tematik (pemetaan KD mapel). Untuk mencapai keseluruhan standar isi minimal, pemaduan pada contoh dilakukan pada semua mapel dalam standar isi dan ditambahkan mulok. Ini hanya salah satu teknik, teknik pemaduan dengan cara lain sangat dimungkinkan. Penentuan kelompok-kelompok KD yang akan dipadukan disebut pemetaan KD mapel.

Penyusunan pemetaan KD mata pelajaran dilakukan dengan cara :
  1. Menentukan mapel yang akan dipadukan (pada contoh dipadukan seluruh mapel pada standar isi dan mulok dengan ciri tiap kelompok memiliki jenis mapel yang sama)
  2. Membagi habis /mengelompokkan KD- KD dari berbagai mapel menjadi beberapa kelompok seperti yang telah direncanakan (pengelompokan bisa dengan memilih KD-KD yang berada pada urutan yang sama, bisa juga dengan memilih KD-KD yang berkaitan, bisa mengulang KD-KD yang dianggap penting sesuai dengan kondisi peserta didik pada kelompok KD/tema yang berbeda)
  3. Menentukan tema (bisa diambil dari salah satu KD Aqidah Ahlak, IPS, IPA , dan sebagainya yang ada pada suatu unit/kelompok KD atau dengan teknik lain yang bisa memayungi semua KD dan relevan dengan perkembangan peserta didik
  4. Penentuan alokasi waktu per jaring tema (pada contoh ditentukan alokasi waktu yang sama untuk kelompok KD/jaring tema yaitu 2 minggu dengan pertimbangan bobot tiap kelompok KD dibuat relatif sama dan lebih memudahkan dalam penyusunan jadwal)

Pengertian Kompetensi Inti ( KI ) dan Kompetensi Dasar ( KD )

Kompetensi Inti

Kompetensi inti adalah kualitas yang harus dimiliki peserta didik yang diperoleh melalui pembelajaran yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran aktif. Kompetensi inti merupakan istilah yang dipakai dalam Kurikulum 2013 yang kedudukannya sama dengan Standar Kompetensi yang digunakan pada Kurikulum terdahulu yakni KTSP. Kompetensi inti menjadikan kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan menjadi saling berkaitan. Satu sama lain menjalin hubungan guna mencapai hasil yang diinginkan. Kompetensi inti merupakan istilah yang digunakan dalam Kurikulum 2013 yang merupakan perubahan dari Standar Kompetensi sebagai istilah yang dipakai dalam KTSP.

Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar merupakan acuan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan standar kompetensi lulusan untuk penilaian. Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi.

Kompetensi dasar merupakan hal yang penting bagi setiap perangkat pendidikan, karena melalui kompetensi dasar, setiap proses pembelajaran dapat tersusun, dan terencana dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik pula. Selain itu KD dalam setiap mata pelajaran telah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada umumnya, agar peserta didik dapat
memahami secara baik.

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mata Pelajaran Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ >>> LIHAT DISINI

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Tahun ajaran baru sudah didepan mata, para orang tua sudah mempersiapkan segala sesuatunya kelengkapan anak bersekolah di tahun ajaran baru, gurupun demikian mempersiapkan segala kelengkapan menjelang tahun ajaran baru. 

Karena masa ini pendemi Covid-19 tidak semua sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasanya, ada sebagian sekolah melaksanakan tatap muka tetapi dengan cara terbatas. Bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya menjelang tahun ajaran baru?

Berikut apa saja yang dipersiapkan oleh guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi Covid-19 baik itu PTM terbatas atau PJJ :
  1. Menganalisis kalender pendidikan
  2. Menganalisis hari efektif sekolah
  3. Menyusun jadwal pelajaran
  4. Menganalisi hari efektif belajar mingguan, bulanan, semester dan tahunan.
  5. Mempersiapkan rencana pembelajaran selama sepekan.
  6. Menyusun data siswa dan membuat absensi siswa
  7. Mempersiapkan kelas dengan keadaan sarana di dalam kelas terpenuhi dan memenuhi standar seperti meja, kuris siswa dan guru serta lemari dan papan tulis, semua masih layak terpakai.
  8. Mempersiapkan buku pelajaran bagi siswa
  9. Mempersiapkan buku pegangan bagi guru, serta buku-buku penunjang proses pembelajaran.
  10. Pastikan semua siap dan proses pembelajaran bisa terlaksana dengan bai di tahun ajaran baru
Yang harus dipersiapkan guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik Luring ataupun Daring :
  1. Setiap satuan pendidikan menyiapkan rencana pembelajaran selama semester ke depan, dengan memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring, luring atau gabungan.
  2. Menyiapkan materi, bahan dan media pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran yang dipilih, dengan mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia sesuai dengan lingkungan belajar masing-masing siswa.
  3. Menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melaksanakan, mengawal dan mendampingi proses pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih.
  4. Mendorong gerakan guru berbagi dalam memberikan dukungan teknis bagi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
  5. Mengoptimalkan program atau tayangan TV dan radio sebagai sajian utama atau pendukung pembelajaran bagi siswa selama belajar dari rumah, khususnya di daerah yang belum terjangkau akses internet.
  6. Mendorong kolaborasi guru, orangtua, masyarakat dan birokrasi pendidikan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana.
Demikian artikel ini semoga bermanfaat, dan para guru sudah harus mempersiapkan segala kelengkapan proses pembelajaran di tahun ajaran baru. Terimakasih.

Contoh Format Penilaian Siswa Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan PJJ Daring dan Luring

BlogPendidikan.net - Pada proses pembelajaran, yang berlangsung baik tatap muka ataupun jarak jauh, guru selalu mempersiapkan berbagai penilaian terhadap siswanya pada akhir pembelajaran suatu materi. Proses penilaian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan siswa terhadap materi yang telah di ajarkan.

Karena kondisi pandemi, berbagai kiat guru mempersiapkan format penilaian terhadap siswa baik penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan, semua dilakukan berdasarkan kondisi tempat Bapak/Ibu mengajar, saat PJJ diterapkan baik luring ataupun daring harus mempersiapkan formulir penilaian kemampuan siswa.

Berikut contoh format penilaian siswa baik pengetahuan, sikap dan keterampila saat PJJ daring ataupun luring. Serta format penilaian keterampilan guru mengajar :

Contoh Format Penilaian Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan PJJ Daring dan Luring


Contoh Format Penilaian Siswa Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan PJJ Daring dan Luring >>> LIHAT DISINI
Contoh Format Penilaian Keterampilan Guru Mengajar >>> LIHAT DISINI

Jurnal Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring


BlogPendidikan.net akan sedikit berbagi kepada Bapak/Ibu guru tentang jurnal mengajar PJJ Daring dan Luring. Jurnal ini disiapkan oleh guru dan dilaporkan setiap hari, minggu dan satu bulan.

Adapun format jurnal harian, mingguan dan bulanan PJJ daring dan luring yang ada pada artikel ini adalah sebagai referensi saja atau contoh saja buat Bapak/Ibu untuk membuat jurnal mengajar PJJ daring dan luring.

Berikut Contoh Jurnal Mengajar Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring :

Jurnal Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring

Contoh Format Jurnal Harian, Mingguan dan Bulanan PJJ Daring dan Luring >>> LIHAT DISINI

Agar Proses Belajar Dari Rumah Efektif, Ikuti 9 Tips Ini

Agar Proses Belajar Dari Rumah Efektif, Ikuti 9 Tips Ini

BlogPendidikan.net
- Pandemi yang sedang terjadi saat ini telah memutus banyak kegiatan yang semestinya sudah dapat dilaksanakan. Pandemi ini berpotensi sangat besar. Salah satunya yaitu dalam dunia pendidikan, dimana seharusnya pendidikan dapat berjalan lancar tetapi justru harus dirumahkan untuk menghindari terdampaknya anak-anak terhadap Covid-19.

Kemendikbud Ristek juga telah berupaya agar proses pembelajaran dimasa pandemi ini tetap berlangsung, dengan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mulai dari kurikulum darurat, RPP hingga Modul pembelajaran juga telah disiapkan, bahkan kuota internet untuk Siswa dan Guru diseapkan selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.


Agar proses pembelajaran yang dilakukan dari rumah berhasil, BlogPendidikan sedikit berbagi tips buat Bapak/Ibu guru dan juga orang tua. 

Berikut 9 tips agar proses belajar dari rumah berjalan efektif :

1. Sisihkan Satu Area Di Rumah Sebagai Ruang Belajar

Area belajar itu tidak mesti ruang yang luas atau kamar tersendiri, ia dapat berupa meja atau di ruang keluarga yang memang dijadikan sebagai tempat belajar. Area belajar juga harus memiliki pencahayaan yang baik, tidak ramai, dan bebas gangguan.

2. Hindarkan Anak Dari Distraksi/Gangguan

Orang tua juga sebaiknya menjauhkan ruang belajar dari distraksi, seperti terlalu banyak mainan atau barang-barang lain yang membuat area belajar berantakan, tidak rapi, dan tidak nyaman digunakan.


3. Jadikan Area Belajar Mudah Diakses dan Tersedia Peralatannya

Beri tahu anak laci atau tempat menyimpan pensil, penghapus, penggaris, spidol, atau alat-alat belajar lainnya.

4. Buat Rutinitas Belajar Sehari-hari

Dengan menciptakan rutinitas belajar sehari-hari, kebiasaan belajar dapat tertanamkan di rumah.

5. Ajak Temannya Untuk Belajar Bersama

Laman Colour My Learning menyarankan agar anak tidak bosan dapat mengajak teman sebaya seumurannya untuk belajar bersama.

6. Mengajarkan Pengelolaan Emosi

Dengan pengelolaan emosi yang baik, semakin mudah bagi anak untuk menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.

7. Tunjukkan Sikap Positif

Dengan menunjukkan sikap positif secara tidak langsung orang tua sedang mempengaruhi sang anak.

8. Jangan Biarkan Hubungan Renggang

Ketika hubungan Anda dan anak sedang renggang, seperti yang sering terjadi selama konflik, cobalah untuk memperbaiki hubungan emosional dengan anak sesegera mungkin.

9. Biarkan Anak Jadi Diri Sendiri

Anda dapat membantu anak untuk merasa aman dan nyaman dengan membiarkan mereka menjadi diri sendiri.

Demikian tips ini semoga bermanfaat buat Bapak/Ibu guru dan Orang tua. Bagikan tips ini jika bermanfaat.

Nadem Makarim: Yang Tidak Punya Akses PJJ Silahkan Belajar Tatap Muka, Tetapi Dengan Syarat

Nadem Makarim: Yang Tidak Punya Akses PJJ Silahkan Belajar Tatap Muka, Tetapi Dengan Syarat

BlogPendidikan.net
- Nadem Makarim: Yang Tidak Punya Akses PJJ Silahkan Belajar Tatap Muka, Tetapi Dengan Syarat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membolehkan siswa yang tidak memiliki akses untuk pendidikan jarak jauh (PJJ) terutama di zona hijau dan kuning untuk bisa belajar di sekolah. Tetapi keputusan itu diserahkan kembali kepada komite sekolah, kepala sekolah dan kepala dinas.

“Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas,” ujar Nadiem Makarim pada kunjungannya ke SMKN 1 Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu(11/10).

Meski diperbolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muda untuk zona hijau dan kuning, hal itu tidak dipaksa karena tergantung orang tua dan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk SMK, mata pelajaran praktik diperbolehkan untuk tatap muka.

“Jadi keputusannya ada di daerah bukan di pusat,” kata dia.

Nadiem mengaku khawatir perkembangan pendidikan formal siswa jika tidak bisa belajar dengan baik selama pandemi karena tidak mempunyai akses dan gawai.

“Saya khawatir mereka tidak bisa belajar apa-apa dan tertinggal,” tambah dia.

Untuk itu, dia meminta siswa yang tidak mempunyai gawai bisa belajar di sekolah. Apalagi di Kabupaten Rote Ndao saat ini berstatus zona kuning.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga mengatakan bahwa saat ini kewenangan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ada pada kepala sekolah, termasuk untuk gaji guru honorer maupun membeli gawai yang nantinya bisa dipinjamkan ke siswa.

Kepala SMKN 1 Rote Barat Julius Ndun mengatakan selama pandemi pembelajaran dilakukan secara daring dan tatap muka.

“Kita sempat tatap muka, namun pada pertengahan Oktober lalu ada instruksi dari dinas untuk kembali belajar di rumah,” kata dia.

Selain kendala gawai, jaringan internet di daerah tersebut juga belum merata. Ada beberapa daerah yang belum terjangkau akses internet.

“Solusinya siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan mengumpulkannya,” kata dia.

Mendikbud: Kegiatan Belajar Tahun 2021 Kombinasi Antara PJJ dan Tatap Muka

Mendikbud: Kegiatan Belajar Tahun 2021 Kombinasi Antara PJJ dan Tatap Muka

BlogPendidikan.net
- Mendikbud Nadiem Majarim Berharap Kegiatan Belajar Tahun 2021 Kombinasi Antara PJJ dan Tatap Muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar sekolah di semester pertama 2021 masih akan menggunakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ dikombinasikan dengan tatap muka.

"Menurut saya, ekspektasi saya tahun depan bakal walaupun lebih banyak yang melakukan (pembelajaran) tatap muka tapi masih ada proses hibrid-nya (campuran) ya. Ini mungkin masalahnya seperti di zona kuning dan hijau ini sekarang mereka melakukan tatap muka tapi dengan setengah kapasitasnya. 


Jadi masih ada satu hari di rumah, satu hari di sekolah akan ada rotasi seperti itu," papar Mendikbud dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11)

Nadiem mengharapkan pada tahun 2021, sekolah akan melakukan pembelajaran secara kombinasi, yakni PJJ dengan tatap muka. Meski begitu, keputusan dikembalikan kepada sekolah masing-masing disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Tapi kombinasi itu tidak bisa ditentukan di pusat, masing-masing sekolah punya dinamika yang berbeda, tergantung kelompok gurunya itu ingin melakukan tipe hibrid seperti apa, apa shifting per hari, atau kapasitas jamnya aja dikurangin, tugasnya dibesarin," kata Nadiem.


Semuanya, menurut Mendikbud ditentukan oleh inovasi dan inisiatif dari masing-masing sekolah. "Tapi saya rasa ekspektasi saya hibrid model ini paling tidak di semester pertama tahun depan itu akan berjalan," ujarnya.

Sementara untuk perguruan tinggi, Nadiem memperkirakan perkuliahan dengan menggunakan sistem online akan berlangsung permanen. "Menurut saya di universitas, online learning itu akan menjadi suatu hal yang permanen," tukasnya.

Sementara untuk pendidikan dasar dan menengah, Nadiem tak melihat adanya tren seperti itu. "Menurut saya di SMA, SMP, SD menurut saya kebanyakan masih berat kepada tatap muka. Cuma menggunakan teknologi untuk meningkatkan potensi dari pada proses pengajaran tersebut," imbuhnya.


Walaupun di jenjang pendidikan itu masih mengutamakan pembelajaran luar jaringan atau luring, Nadiem melihat akan ada tren pemanfaatan teknologi dalam intensitas lebih besar setelah masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu guna membantu proses pembelajaran luring di jenjang tersebut.

"Jadinya walaupun mereka semua offline tapi masih menggunakan teknologi untuk kolaborasi, untuk monitoring, untuk tracking, untuk data, untuk asesmen," bebernya. 

"Jadi prediksi saya untuk pendidikan dasar dan menengah bakal offline, tapi untuk universitas bakal banyak sekali model-model yang lebih ke online," sambung Mendikbud.

Nadiem Makarim: Insya Allah Kita Akan Kembali Belajar Tatap Muka

Nadiem Makarim: Insya Allah Kita Akan Kembali Belajar Tatap Muka

BlogPendidikan.net
- Nadiem Makarim: Insya Allah Kita Akan Kembali Belajar Tatap Muka. 
Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan segera membuka kembali sekolah tatap muka. Ia tak berencana membuat permanen sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Ia tetap meyakini sekolah tatap muka lebih efektif daripada PJJ. "Saya rasa yang sudah pasti luring itu tidak akan bisa digantikan ya. Pada saat pandemi ini sudah berlalu Insya Allah kita semua akan balik pada sekolah tatap muka. Karena kita sadar bahwa sekolah tatap muka itu jauh lebih efektif dan lebih ideal dari pada jarak jauh ya," katanya dalam acara Indonesia Bicara yang disiarkan melalui kanal Youtube Media Indonesia pada Kamis (5/11).


Nadiem mengakui kerap bingung jika mendapatkan pertanyaan mengenai alasan penyelenggaraan PJJ. Menurutnya PJJ digelar bukan karena pihaknya menginginkan PJJ, melainkan dorongan atas kondisi yang ada yakni merebaknya pandemi Covid-19.

"PJJ ini dilaksanakan bukan karena kita menginginkan PJJ, PJJ ini dilaksanakan karena kalau kita tidak menutup sekolah di awal pandemi ini bisa bayangkan enggak apa yang akan terjadi? Dengan sekarang saja sudah pandemi ini sudah melanda di berbagai macam daerah," ucapnya.

Dirinya tak bisa membayangkan jika saja kampus dan sekolah-sekolah di Indonesia masih dibuka saat pandemi. Bisa saja penularan dan angka kematian sebab Covid-19 akan merebak lebih luas.


"Mungkin murid-muridnya masih bisa melalui itu, tapi berapa murid yang tinggal bersama nenek-kakek dia, berapa murid-murid kita yang tinggal sama orang lanjut usia atau yang punya komorbiditas. Jadi saya suka bingung kalau menjawab," katanya.

Mantan Bos Gojek Indonesia itu mengamini jika memang opsi PJJ mendapatkan banyak tantangan, namun inilah pilihan terbaik dari yang ada.

"Ini adalah the best out of all worst scenario gitu. Jadi alternatifnya apa? Di buka semua sekolah? Tentu tidak ideal, tapi kita coba pastikan pembelajaran itu harus masih terjadi atau gak anak-anak kita bakal ketinggalan," tutur Nadiem.


Korban PJJ

Di samping itu, Nadiem mengaku juga menjadi korban PJJ. "Kenapa Mas Menteri melaksanakan PJJ? Saya juga enggak mau melaksanakan PJJ, saya orang tua, saya juga korban PJJ kan karena anak-anak saya harus melaksanakan online dan apalagi masih muda," kata Nadiem.

Nadiem menuturkan, pihaknya terpaksa menggelar PJJ, bukan karena menginginkan adanya PJJ. Hal ini lantaran dorongan atas kondisi yang ada yakni merebaknya pandemi Covid-19.

Nadiem Makarim: Saya Orang Tua, Saya dan Anak Saya Juga Korban PJJ

Nadiem Makarim: Saya Orang Tua, Saya dan Anak Saya Juga Korban PJJ

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut dirinya juga menjadi korban pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

"Saya tidak mau melaksanakan PJJ. Saya orang tua, saya juga korban PJJ karena anak-anak saya harus melakukan (pembelajaran) online, apalagi masih muda," kata Nadiem dalam diskusi Indonesia Bicara, Kamis, 5 November 2020.

Nadiem mengaku kerap bingung jika ditanya alasan menerapkan kebijakan PJJ selama pandemi Covid-19. Menurut dia, jika sekolah dan kampus tidak ditutup di awal pandemi akan berdampak pada penularan Covid-19.


"Mungkin murid, anaknya bisa melalui itu (Covid-19), tapi berapa yang tinggal sama kakek nenek dia? Berapa banyak yang tinggal bersama lansia atau yang punya komorbid?" katanya.

Nadiem Makarim mengakui pembelajaran jarak jauh memang memiliki banyak tantangan. Ia memahami kesulitan yang dihadapi orang tua ketika harus mendampingi anaknya dalam melakukan PJJ.

Sebab, ia juga memiliki tiga anak yang mengikuti PAUD. "Saya full time menteri, full time ayah, full time guru secara bersamaan," ujarnya. 


Meski begitu, founder Gojek ini menegaskan bahwa kebijakan PJJ merupakan salah satu yang terbaik dari sekian skenario buruk. PJJ diterapkan untuk memastikan pembelajaran tetap terjadi. "Kalau enggak, anak-anak akan tertinggal, tanpa kita memakan nyawa. Tidak ada yang mau PJJ," ujar Mendikbud.

Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk

Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk

BlogPendidikan.net
- Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Stres dengan Tekanan PJJ Tugas Yang Menumpuk.

Kasus ketiga, siswa SMP nekat bunuh diri karena stres dengan tekanan belajar daring PJJ. Kali ini, siswa bunuh diri karena PJJ terjadi di salah satu SMP di Tarakan, Kalimantan Utara. Siswa SMP berusia 15 tahun itu ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti, menuturkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh sekolah di masa pandemi Covid-19 ini kembali memicu depresi dan membuat seorang siswa nekat bunuh diri.


"Ini adalah kasus ketiga siswa meninggal dengan faktor utama penyebabnya karena beratnya menjalani PJJ. Yang pertama siswi SD berusia 8 tahun, dan kedua siswi SMA di Gowa yang bunuh diri dengan menengak racun," kata Retno kepada Warta Kota, Jumat (30/10/2020).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kata Retno, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya seorang siswa di salah satu SMP di Tarakan itu.

"Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut mengejutkan kita semua, apalagi pemicu korban bunuh diri adalah banyaknya tugas sekolah daring yang menumpuk yang belum dikerjakan korban sejak tahun ajaran baru. Padahal syarat mengikuti ujian akhir semester adalah mengumpulkan seluruh tugas tersebut," kata Retno.


Kasus bunuh diri katanya bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. "Melainkan adanya akumulasi dan rentetan panjang yang dialami individu tersebut dan dia tidak kuat menanggungnya sendirian," tambah Retno.

Sebenarnya, menurut Retno, kondisi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berlangsung lama. Artinya, sudah banyak yang mulai bisa beradaptasi. "Namun, ada juga yang justru makin terbebani. Salah satunya adalah siswa SMP di Tarakan, Kalimantan Utara ini," ujarnya.

Menurut Reno, ia sudah mendengarkan langsung penjelasan rinci dari ibunda korban dalam suatu dialog interaktif di salah satu TV Nasional pada 29 Oktober 2020 lalu. Ibunda korban katanya menjelaskan bahwa ananda memang pendiam dan memiliki masalah dengan pembelajaran daring.

"Anak korban lebih merasa nyaman dengan pembelajaran tatap muka, karena PJJ daring tidak disertai penjelasan guru, hanya memberi tuga-tugas saja yang berat dan sulit dikerjakan," kata Retno.


Ibu korban katanya menjelaskan bahwa saat PJJ fase pertama, kesulitan PJJ masih bisa diatasi karena materi pembelajaran sudah sempat diterima para siswa selama 9 bulan dan saat PJJ sudah menjelang ujian akhir tahun.

Namun ketika PJJ fase kedua pada tahun ajaran baru (Juli 2020), saat naik ke kelas IX (sembilan) dengan semua materi baru dan penjelasan materi dari guru sangat minim. Sehingga katanya banyak soal dan penugasan yang sulit dikerjakan atau diselesaikan para siswa.

"Akhirnya tugasnya menumpuk hingga jelang ujian akhir semester ganjil pada November 2020 nanti," katanya. Pada 26 Oktober 2020, kata Retno, ibu korban mengaku menerima surat dari pihak sekolah yang isinya menyampaikan bahwa anak korban memiliki sejumlah tagihan tugas dari 11 mata pelajaran.

Rata-rata jumlah tagihan tugas yang belum dikerjakan anak korban adalah tiga hingga lima tugas per mata pelajaran. "Jadi bisa dibayangkan beratnya tuga yang harus diselesaikan ananda dalam waktu dekat, kalau rata-rata tiga mata pelajaran saja, ada 33 tugas yang menumpuk selama semester ganjil ini," katanya.

Retno menjelaskan menurut orangtua korban, anaknya belum menyelesaikan tugasnya bukan karena malas, tetapi karena memang tidak paham sehingga tidak bisa mengerjakan.


"Sementara orangtua juga tidak bisa membantu ananda. Ibu korban sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait beratnya penugasan sehingga anaknya mengalami kesulitan, namun pihak sekolah hanya bisa memberikan keringanan waktu pengumpulan, tapi tidak membantu kesulitan belajar yang dialami ananda," ujar Retno.

Persoalan lain, kata Retno peranan orang tua ikut membuat siswa banyak tertekan karena mereka memang tidak memiliki kemampuan untuk membimbing atau mengajar. Orangtua mengaku tidak bisa menyelesaikan karena memang tidak bisa mengerjakannya, dan tidak paham materinya.

Jadi kata Retno, orangtua hanya bisa meminta anaknya mengerjakan, sementara tidak memiliki kapasitas membantu anaknya mengerjakan tugas-tugas tersebut. "Orangtua korban menduga kuat kalau surat dari sekolah yang diterima sehari sebelum korban memutuskan mengakhiri hidupnya adalah merupakan pemicu.

"Pasalnya dalam surat tersebut ada 'tekanan' jika tugas-tugas tersebut tidak dikumpulkan ke gurunya, maka anak korban tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil nantinya.

"Anak korban yang sudah duduk di kelas akhir atau kelas 9 kemungkinan ketakutan tidak mampu mengerjakan tugas, sehingga tidak boleh ikut ujian semester dan nanti bisa tidak lulus SMP," kata Retno.

Barangkali menurut Retno, tujuan pihak sekolah dengan surat itu hanya sekedar mengingatkan dan memberikan dorongan agar para siswanya mengerjakan atau menyelesaikan tugas-tugasnya yang tertumpuk.

"Namun, bagi remaja yang mengalami masalah mental, kecemasan, stress atau malah depresi selama masa pandemi karena ketidakmampuan mengerjakan tugas-tugas PJJ, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan pikiran tentang bunuh diri," katanya.

Retno menjelaskan kasus Siswa SMP berusia 15 tahun di Tarakan yang bunuh diri pada 27 Oktober 2020 karena PJJ, bukan kasus pertama. Sebelumnya, di bulan yang sama, siswi 17 tahun di Kabupaten Gowa juga bunuh diri karena depresi menghadapi tugas-tugas sekolah yang menumpuk selama PJJ fase kedua.

Sedangkan pada September 2020, seorang siswa SD 8 tahun mengalami penganiayaan dari orangtuanya sendiri karena sulit diajari PJJ. "Ada 3 nyawa anak yang menjadi korban karena beratnya PJJ selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, KPAI menyampaikan beberapa rekomendasi menyikapi peristiwa ini.

"Pertama, KPAI mendorong Kemdikbud RI, Kementerian Agama RI, Dinas-dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada fase kedua yang sudah berjalan selama 4 bulan," kata Retno.

Menurutnya tidak ada kasus bunuh diri siswa, bukan berarti sekolah atau daerah lain, PJJ nya baik-baik saja. "Karena bisa jadi kasus yang mencuat ke publik merupakan gunung es dari pelaksanaan PJJ yang bermasalah dan kurang mempertimbangkan kondisi psikologis anak, dan tidak didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak," katanya.

Kedua, kata Retno, KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi PJJ di masa pandemi.

"Mengingat PJJ secara daring berpotensi membuat anak kelelahan, ketakutan, cemas, dan stres menghadapi penugasan yang berat selama PJJ," kata Retno. Para guru Bimbingan Konseling (BK) menurut Retno, dapat diberdayakan selama PJJ di masa pandemi ini.

Sehingga masalah gangguan psikologis pada para siswa dapat diatasi segera untuk mencegah peserta didik depresi hingga bunuh diri. "Walikelas dan guru kelas seharusnya dibantu dan dilatih untuk mampu memetakan dan mendeteksi siswa yang dapat mengikuti PJJ daring dan yang tidak," katanya.

Untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti PJJ, maka pihak sekolah harus berkoordinasi dengan orangtuanya dan bersinergi membantu kesulitan anaknya.

"Ketiga, KPAI mendorong Kemdikbud mensosialisasikan secara massif Surat Edaran Sesjen Kemdikbud Nomor 15 tahun 2020 tentang tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19," ujar Retno.

Dalam surat edaran tersebut, katanya dinyatakan bahwa tujuan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

"Banyak sekolah dan daerah belum memahami panduan PJJ dalam SE Sesjen Kemdikbud ini," kata Retno. "Keempat, KPAI juga mendorong Pemerintah Daerah Tarakan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta P2TP2A Tarakan untuk memberikan layanan rehabilitasi psikologi pada ibu korban maupun saudara kandung korban jika dibutuhkan keluarga korban. Tentu harus diawali dengan asesmen psikologi oleh psikolog dari Dinas PPPA Kota Tarakan," katanya.

Kelima, kata Retno, pada minggu ketiga November 2020, KPAI akan menyelenggarakan rapat koordinasi nasional untuk membahas hasil pengawasan bidang pendidikan selama pandemi Covid-19. Mulai dari persoalan PJJ sampai persiapan buka sekolah.

"Rakornas ini akan melibatkan seluruh stake holder pendidikan, Kemdikbud, Kemenag, KPPPA termasuk perwakilan sekolah," kata Retno.

Artikel ini juga telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Terjadi Lagi, Siswa SMP Bunuh Diri Karena Tekanan Belajar Daring PJJ Tugas Numpuk, Disorot KPAI, https://manado.tribunnews.com/2020/10/30/terjadi-lagi-siswa-smp-bunuh-diri-karena-tekanan-belajar-daring-pjj-tugas-numpuk-disorot-kpai?page=4

Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Siapa yang tidak kenal aplikasi laman ini, google classroom sebagian besar guru dan siswa menggunakan aplikasi ini untuk menunjang selama pembelajaran jarak jauh, dan menggunakannyapun sangat mudah. Bagi Anda guru dan siswa yang belum memahami cara menggunakan google classroom akan di jelaskan di artikel ini.

Pandemi virus COVID-19 yang sedang melanda dunia bikin proses belajar-mengajar di sekolah terpaksa ditiadakan sementara. Kelas online pun menjadi alternatif belajar jarak jauh. Kini, hanya dengan bermodal gadget, proses pembelajaran sudah bisa berjalan dari rumah.

Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran online adalah Google Classroom. Sebagai salah satu produk digital yang berada di bawah naungan Google, platform Google Classroom bisa dimanfaatkan secara gratis oleh guru dan siswa untuk kelas online.

Google Classroom bisa diakses menggunakan laptop, cukup dengan mengunjungi laman classroom.google.com Bagi pengguna smartphone, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Google Classroom yang terdapat di App Store maupun Play Store.

Platform ini memungkinkan setiap guru untuk membuat kelas online dan mengundang para murid mengikuti kelasnya. Google Classroom dibuat agar memudahkan guru dan siswa dalam berbagi file belajar.

Fitur dalam Google Classroom

Google Classroom menggabungkan layanan yang sudah dimiliki Google sebelumnya, yaitu Google Drive untuk membuat dan mengirim tugas, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk menulis, serta Gmail memungkinkan seluruh peserta kelas untuk berkomunikasi melalui email. Apa saja yang bisa kita manfaatkan dari Google Classroom?

Membuat tugas

Untuk urusan tugas, guru hanya perlu mengunggah dokumen atau file yang diperlukan untuk dibaca atau dikerjakan siswa. Selanjutnya siswa akan menerima pemberitahuan tentang tugas tersebut melalui email.

Mengatur jadwal

Untuk membantu mengatur jadwal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, terdapat Google Calendar yang sudah diintegrasikan ke dalam platform ini. Anda dapat membuat jadwal pengumpulan tugas, misalnya.

Membuat Pengumuman

Jika Anda ingin membuat pengumuman kepada seluruh kelas, fitur Google Classroom pun memungkinkan Anda untuk melakukan hal tersebut. Anda dapat dengan cepat mengetik pengumuman yang akan dikirimkan kepada semua siswa melalui email.

Membuat Penilaian

Dengan platform Google Classroom, guru juga dimungkinkan untuk melakukan penilaian dan kategori nilai. Terdapat 2 sistem nilai yang bisa dipakai, yaitu ‘Total Poin’ atau ‘Berdasarkan Kategori’. Dengan begitu, nilai akan dihitung secara otomatis.

Namun, jika sebagai guru Anda memilih untuk tidak memakai sistem penilaian, Anda bisa memilih opsi ‘Tidak ada Nilai Keseluruhan’ maka nilai tidak akan dihitung. Tidak hanya itu, Google Classroom memugkinkan para siswa untuk mengomentari tugas dan pengumuman. Mereka pun dapat mengirim email satu sama lain melalui antarmuka kelas.

Dengan kelengkapan fitur yang dimiliki Google Classroom, kegiatan belajar mengajar secara online akan terasa jauh lebih mudah. Jika Anda belum pernah menggunakan platform ini sebelumnya, tidak perlu risau. Akan dijelskan panduan mudah bagi Anda, guru maupun siswa.

Cara Memakai Google Classroom

Sebagaimana produk Google lainnya, untuk bisa menggunakan layanan Google Classroom Anda harus punya akun Google terlebih dulu. Buatlah akun Google dahulu jika Anda belum memilikinya.

Akses Masuk

Masuk ke laman classroom.google.com lalu login menggunakan akun Google Anda. Akan muncul pilihan role, apakah Anda sebagai siswa atau guru (seperti ditampilkan gambar berikut).

Cara menggunakan Google Classroom untuk guru:

* Di sudut kanan atas ada ikon tambahkan (+) untuk membuat kelas (create class).



* Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk membuat kelas dan mengisi nama kelas (class name).
* Lengkapi keterangan tentang kelas Anda: section (bagian), subject (subjek), dan room (ruangan).
* Selanjutnya Google Classroom sudah siap digunakan.

Mengundang Siswa

Anda baru saja membuat kelas dan ingin mengajak para siswa bergabung, caranya mudah. Anda hanya perlu meng-copy dan membagikan kode kelas yang tertera di sebelah kiri atas.

Jika Anda hendak mengundang siswa melalui email, berikut ini caranya:

* Buka laman Google Classroom Anda
* Klik ‘people’
* Selanjutnya klik ‘invite student’
* Masukkan alamat email siswa yang akan diajak bergabung
* Terakhir klik ‘invite’

Siswa akan menerima email ajakan bergabung ke kelas Anda.

Cara menggunakan Google Classrom untuk siswa:

* Klik icon (+) yang ada di sudut kanan atas.


* Pilih join class (gabung kelas), masukkan kode yang telah dibagikan oleh guru.


* Pilih join (gabung)
* Selanjutnya Anda sudah bisa mengikuti kelas online bersama teman-teman dan guru.

Demikian penjelasan cara mudah menggunakan google classroom bagi guru dan siswa semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi jika artikel ini penting untuk disebarkan! (*Admin)