Showing posts with label PJJ. Show all posts
Showing posts with label PJJ. Show all posts

Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR

Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR

BlogPendidikan.net
- Karena proses pembelajaran selama masa pandemi dilakukan di rumah, orang tua akan membantu guru dalam mengamati proses pembelajaran. Orang tua mengamati berbagai aktivitas dalam proses pembelajaran. Seperti dalam hal menyelesaikan tugas, berkomunikasi dengan guru, mengucapkan salam, dll.

Dalam hal ini orang tua hanya mengamati dan merekam proses belajar anak ke dalam bentuk video atau memfoto hasil karya anak atau langsung menuliskan pada lembar pengamatan dan monitoring yang dikirimkan atau dibagikan oleh guru.

Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran bisa diidentifikasi dalam sebagian pola yang berbeda semacam bekerja sama  (misalnya, menolong dengan pekerjaan rumah), aktivitas berbasis sekolah ( misalnya, mendatangi kegiatan sekolah), ataupun komunkasi orang tua dan guru ( misalnya, berdialog dengan guru soal pekerjaan rumah), dan pemantauan sikap anak di luar sekolah.

Keterlibatan orang tua pula bisa berhubungan dengan penanda lain semacam keberhasilan, tingkatan repetisi( mengulang kelas) yang rendah, tingkatan drop out yang lebih renda, tingkatan kelulusan serta ketepatan waktu riset yang besar, dan tingkatan partisipasi dalam program pendidian lanjut yang lebih besar.

Dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini, dbutuhkan kedudukan orang tua selaku pengganti guru. (Winingsih) ada 4 kedudukan orang tua sepanjang pembelajaran jarak jauh ialah selaku berikut :
  1. Orang tua mempunyai peran selaku guru di rumah, yang di mana orang tua bisa membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari rumah.
  2. Orang tua selaku fasilitator, ialah orang tua bagaikan fasilitas serta prafasilitas untuk anaknya dalam melakukan pendidikan jarak jauh.
  3. Orang tua selaku motivator, ialah orang tua bisa membagikan semangat dan sokongan kepada anaknya dalam melakukan pendidikan, sehingga anak mempunyai semangat buat belajar, dan mendapatkan prestasi yang baik.
  4. Orang tua selaku pengaruh ataupun director. Ketelibatan orang tua dalam pembelajaran dimaksud bagaikan upaya yang dicoba oleh orang tua buat berpartisipasi dalam pembelajaran anak baik itu dengan tiba kesekolah ataupun dengan dialog dengan pihak sekolah tentang pertumbuhan anak.
Berikut ini Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR, bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR: 1. UNDUH 2. UNDUH

Demikian tentang Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR semoga bermanfaat dan terima kasih.

Unduh Juga :

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH

Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Laporan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (doc)

Contoh Laporan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (doc)

BlogPendidikan.net
 - Dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan guru, yang menuntut kreatifitas guru dalam proses pembelajaran jarak jauh. Siswa sebagai sarana tempat penerima pesan dari guru tentunya juga harus konsisten juga dalam proses pembelajaran.

Karena guru juga dituntut dengan memberikan laporan kegiatan hasil belajar daring kepada pimpinannya, maka harus ada kerjasama yang baik antara guru dan siswa dalam pembelajaran jarak jauh.

Salah satu kewajiban guru selama melaksanakan tugas dinas di rumah/tempat tinggal adalah menyusun Laporan Pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang dilakukan guru ini untuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada peserta didik selama diberlakukannya masa darurat Covid-19.

Penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Pembelajaran jarak jauh adalah sebuah upaya untuk masalah pendidikan dengan
keterbatasan antara pengajar (tutor) dengan peserta didik untuk bertatap muka dengan mengadakan pembelajaran yang memisahkan antara tenaga pengajar dengan peserta didik dengan bantuan media cetak maupun elektronik seperti email, video konverensi, softfile yang berisi materi yang dapat diakses oleh peserta didik tanpa adanya batasan waktu dan letak geografis.

Dan semua itu dikoordinir oleh lembaga penyelenggara pendidikan jarak jauh untuk melakukan perencanana, pengorganisasian, dan monitoring terhadap berjalanya proses pendidikan jarak jauh itu sendiri.

Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi dan media lain.

Untuk artikel berikut BlogPendidikan.net akan membagikan contoh laporan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam format (doc). contoh ini adalah sebagai bahan referensi Anda dalam membuat laporan pembelajaran jarak jauh. Contoh laporan PJJ ini adalah contoh yang telah jadi. Adapun isi di dalamnya bisa Anda ubah sesuai kebutuhan Anda.

Contoh Laporan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (doc) : 1. UNDUH 2. UNDUH 3. UNDUH 4. UNDUH

Demikian Contoh Laporan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (doc) semoga bisa menjadi referensi Anda, Terima kasih dan jangan lupa berbagi.

Unduh Juga :

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH

Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
BlogPendidikan.net
- Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam melaksanakan penilaian, pendidik dan satuan pendidikan harus mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan. 

Pada proses pembelajaran, yang berlangsung baik tatap muka ataupun jarak jauh, guru selalu mempersiapkan berbagai penilaian terhadap siswanya pada akhir pembelajaran suatu materi. Proses penilaian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan siswa terhadap materi yang telah di ajarkan.

Karena kondisi pandemi, berbagai kiat guru mempersiapkan format penilaian terhadap siswa baik penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan, semua dilakukan berdasarkan kondisi tempat Bapak/Ibu mengajar, saat PJJ diterapkan baik luring ataupun daring harus mempersiapkan formulir penilaian kemampuan siswa.

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik dilakukan secara daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Cara penilaiannya pun berubah dari tatap muka yang dalam kondisi normal dengan bertatap muka langsung tentu sangat berdeda dengan sistem pembelajaran saat ini, dimana proses penilaiannya sangat terbatas.

Dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang contoh format penilaian siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

* Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH 

Lihat Juga :

* Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD

BlogPendidikan.net
- Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi.

Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Membantu siswa  mengembangkan konsep
  • Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses
  • Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran
  • Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis
  • Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran
Kegunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Memberikan pengalaman kongkret bagi siswa
  • Membantu variasi belajar
  • Membangkitkan minat siswa
  • Meningkatkan retensi belajar mengajar
  • Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien
LKS Belajar Dari Rumah (BDR) Dari Inovasi

Lembar Kerja Siswa (LKS) ini disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa belajar dari rumah selama pandemi Covid 19. Kegiatan-kegiatan di dalam LKS dirancang untuk bisa dilakukan secara mandiri oleh siswa dengan bimbingan orang tua atau guru secara minimal. Orangtua atau guru bisa membacakan perintah dalam setiap soal, jika siswa belum memahami perintahnya.
Baca Juga : Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru
Materi LKS ini berisi tiga belas kegiatan untuk membantu anak mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangan yang mencakup aspek pribadi, sosial, dan belajar secara utuh dan optimal.

Dengan terjadinya pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan pembelajaran lebih diarahkan kepada upaya pendidikan kepada anak agar mampu merespon kondisi yang dihadapi dengan cara menambah pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dan memahami dirinya dan perasaannya, dan membangun rasa positif.

Berikut Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD, bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 2 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 3 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-3 (Penguatan Pendidikan Karakter) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-3 (Psikoedukasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-6 (Psikoedukasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-6 (Psikoedukasi 2) : UNDUH

Baca Juga :

* Format Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Demikian tentang Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD atau pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh (PJJ), semoga bermanfaat dan terima kasih. Jangan lupa tuk berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Jadwal Mata Pelajaran Luring dan Laporan PJJ Luring

Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi hampir seluruh sekolah di Indonesia ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona, proses belajarpun berubah signifikan dari tatap muka berubah menjadi model pembelajaran daring, luring dan kombinasi, semua itu dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung meski menghadapi wabah corona.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Nadiem Makarim tak lagi mewajibkan guru memenuhi jam ajar dengan hitungan 24 jam dalam sepekan. Relaksasi jam ajar itu diatur dalam kurikulum darurat yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Kurikulum Dalam Kondisi Khusus.
"Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru, bahwa guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Relaksasi jam ajar guru tercantum dalam poin keempat kurikulum darurat. Nadiem menjelaskan relaksasi jam ajar bertujuan untuk mengurangi beban guru, sekaligus memberikan fleksibilitas guru dalam mengajar.

Dengan relaksasi jam ajar, guru diharapkan meningkatkan pengajaran yang interaktif selama melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Jadi guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam," imbuhnya.
Nadiem juga berharap relaksasi jam ajar dimanfaatkan para orang tua untuk turut aktif memberikan pengajaran bagi anaknya di rumah. "Mampu memberikan fleksibilitas dalam bagaimana bisa melibatkan orang tua di dalam proses pembelajaran," kata Nadiem.

Dengan relaksasi beban jam mengajar guru yang tidak lagi diwajibkan mengajar minimal 24 jam/minggu, guru dituntut untuk menyusun jadwal dan laporan proses pembelajaran yang dilaksanakan baik secara daring, luring ataupun kombinasi sebagai bahan laporan dan supervisi kepala sekolah dan pengawas.

Berikut contoh jadwal Mata Pelajaran luring dan laporan pembelajaran jarak jauh (PJJ) model luring:

* Jadwal PJJ Luring: LIHAT DISINI

* Laporan PJJ Luring: LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Tips Memberikan Tugas Online Kepada Siswa Selama PJJ

Tips Memberikan Tugas Online Kepada Siswa Selama PJJ

BlogPendidikan.net
- Saat ini siswa telah memasuki tahun pelajaran baru, namun kondisi pandemi yang belum usai penyebarannya, harus memaksakan para siswa dan guru kembali melaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pada tahun pelajaran sebelumnya juga dilaksanakan dengan proses yang sama yaitu belajar dari rumah, dan tentunya menjadi pengalaman bagi guru dari kekurangan proses yang dilaksanakan di tahun ajaran terdahulu, untuk mengoreksi kekurangan dan memperbaikinya di tahun ajaran ini.

Khususnya dalam pemberian materi dan tugas kepada siswa secara online, tentulah guru memiliki tips tersendiri, agar siswa tidak merasa jenuh dan terbebani dengan materi dan tugas-tugas yang diberikan.

Lantas bagaimana tips agar dalam pemberian tugas dan materi secara online siswa tidak merasa jenuh dan terbebani dengan tugas-tugas. 

Berikut beberapa tips memberikan tugas kepada siswa yang bisa dilakukan guru saat belajar online dari rumah :

1. Rancang siklus dalam pemberian tugas

Kepala sekolah bersama guru harus mengkalkulasi sebaran tugas untuk setiap mata pelajaran di setiap kelas. Sebagai manajer kepala sekolah harus mendesain siklus tugas yang diberikan guru. 

2. Batasi waktu melakukan pembelajaran melalui video meeting yang berhadapan dengan layar terus menerus

Terlalu banyak menerapkan metode ini akan melelahkan bagi anak-anak. Anak-anak yang lelah pada akhirnya akan bersikap mudah marah tahu jengkel di rumah. Tentunya orang tua yang akan kerepotan menangani kondisi ini Oleh karena itu, disarankan mengadakan pembelajaran video meeting dalam waktu yang terbatas dan fleksibel. Jika intensitasnya tidak bisa diturunkan, berikan pilihan anak untuk mematikan kamera.

3. Beri tugas secara bertahap 

Pemberian tugas secara bertahap menjadikan pembelajaran lebih dimengerti oleh anak. Kemungkinan anak mengerti lebih dalam pada setiap bahasan yang lebih besar. Pemberian tugas secara bertahap juga membuat guru lebih mudah dalam menggorganisasi materi dan pengecekan secara rutin. 

4. Berikan waktu untuk siswa menyelesaikan tugas-tugasnya

Guru bisa memberikan waktu yang cukup dan fleksibel terutama untuk tugas-tugas yang butuh pendampingan orang tua. Mengingat banyak murid yang orang tuanya bekerja, sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas dengan cepat. Bila guru memberikan waktu yang cukup, murid juga akan lebih termotivasi mengerjakan tugasnya. 

5. Jelaskan ekspektasi pembelajaran pada orang tua

Menjalin komunikasi dengan orang tua akan membantu pekerjaan guru. Orang tua bisa membantu merencanakan dan memantau progres belajar anak-anaknya dari rumah.

6. Berikan tugas yang membuat bahagia 

Tugas guru saat ini adalah membantu pemerintah agar para siswa tetap sehat di tengah wabah Covid 19. Social distancing membuat mereka tidak bisa belajar bersama, guru harus mendesain tugas agar siswa bisa merasa sedang rekreasi di rumah sendiri. Misalnya, ganti tugas meringkas dengan membuat peta pikiran hasil bacaan. Membuat peta pikiran akan membelajarkan siswa memaknai bacaan tanpa dipaksa. Imajinasi dan kreativitas siswa akan berkembang dan bisa membuat mereka bahagia. Tugas yang membahagiakan juga bisa dimulai dengan memberikan opsi atau pilihan kegiatan sehingga siswa bisa memilih jenis kegiatan yang mereka paling sukai untuk dikerjakan. 

7. Beri apresiasi pada siswa 

Walaupun tanpa bertatap muka guru harus memberikan apresiasi pada tugas yang sudah dikerjakan siswa, salah satu caranya adalah memajangnya di akun medsos guru, ini adalah cara sederhana penuh bermakna. 

8. Dampingi siswa dengan hati

Jangan biarkan siswa merasa sendiri dalam melewati hari-hari belajar mandiri. Guru bisa bangun kebersamaan dan perlihatkan bahwa guru juga belajar, sama seperti mereka yang selalu menambah ilmu. Mendampingi dengan hati juga bisa dengan membangun kebersamaan dengan pertemuan daring untuk membahas tugas atau membahas kegiatan harian. Bantu siswa untuk memanfaatkan masa belajar di rumah untuk membangun kedekatan dengan keluarga dan memperbanyak ibadah.

9. Menjadi guru yang memiliki empati 

Guru yang mendidik dengan hati akan mampu merasakan beban siswanya. Disini guru perlu mengajak siswa melakukan refleksi pembelajaran di rumah. Terutama untuk mendapat masukan dan memperbaiki proses pembelajaran di rumah.

Dari 9 tips diatas bisa memberikan dorongan kepada Anda bagaimana memberikan materi dan tugas secara online ataupun berkunjung. Terima kasih.

Rujukan :

Belajar di Rumah, 6 Langkah Beri Siswa Tugas Membahagiakan. Tautan : https://www.kompas.com/edu/read/2020/04/06/195923371/belajar-di-rumah-6-langkah-beri-siswa-tugas-membahagiakan?page=all

Tips untuk Guru Selama Belajar Daring. Tautan : https://www.ayojakarta.com/read/2020/08/28/23495/tips-untuk-guru-selama-belajar-daring

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa

Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Masa pendemi seperti ini penerapan pembelajaran daring (jarak jauh) tentunya membutuhkan media yang efektif dan tepat sesuai kondisi atau kemampuan peserta didik. Whatsaap merupakan salah satu alternatif pilihan media pembelajaran yang sangat tapat, biala dibandingkan dengan media pembelajaran online lainnya. Hal tersebut dikarenakan whatsaap adalah aplikasi yang sederhana dan mudah pengoperasiannya serta whatsaap juga memiliki fitur-fitur dan fasilitas yang lumayan lengkap.

WhatsApp merupaka sebuah aolikasi yang berbasis pesan untuk smartphone, dengan kemampuan yang mirip dengan Blacberry Messenger. WhatsApp massanger adalah sebuah alikasi pesan lintas platform yang memudahkan kita untuk mengirim pesan tanpa adanya biaya sms, hal tersebut disebabkan karena aplikasi WhatsApp Massanger menggunakan akses data internet dalam pengoperasiannya. Sehingga dengan menggunakan whatsapp kita dapat mengirimkan file dokumen, file foto, video call, lokasi GPS dan lain-lain. 

Aplikasi whatsaap juga memiliki fitur fasilitas Broadcast dan Group sehingga memudahkan guru untuk mengkondisikan siswa 1 kelas dalam satu group. Whatsaap juga memiliki status pesan yang berupa tanda yang berfungsi untuk mengetahui status pesan tersebut, sehingga guru dapat memantau siswa apakah sudah membuka, membaca atau belum sama sekali.

Lantas bagaimana pemanfaatan WhatsApp sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan WhatsApp Messenger Group :
  1. WhatsApp Messenger Group adalah aplikasi yang dapat diperoleh dengan secara gratis dan mudah
  2. WhatsApp Massenger Group memiliki beberapa fasilitas antara lain untuk mengirim komentar, tulisan, gambar, video, suara dan dokumen
  3. WhatsApp Massenger Group dapat diguanakan untuk mempublikasikan karya atau menyenangkan informasi dengan cepat atau mudah
  4. WhatsApp Massenger Group memiliki berbagai fitur sehingga dapat dengan mudah dibuat untuk menyebarluaskan informasi dan pengetahuan
  5. WhatsApp Messenger Group memberikan kemudahan dalam pembelajaran secara online antara pendidik dan peserta didik ataupun sesama peserta didik dimanapun mereka berada.
Pemanfaatan media pembelajaran E-Learning Berbasis WhatsApp dalam proses pembelajaran

Berikut beberapa fasilitas yang disediakan aplikasi WhatsApp yang sangat bermanfaat bagi guru dan siswa saat pembelajaran :
  • Pembuatan group chatting, pembuatan group ini bisa dimanfaatkan pendidik dan peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara terbatas, yang hanya bisa diikuti oleh peserta didik yang ada dalam satu kelas tersebut. Serta fitur ini dapat mengatur dalam group hanya admin yang dapat mengirim pesan jika hal ini diperlukan, agar pembelajaran bisa kondusif. Kemudian pendidik sebagai admin dapat mengatur kembali untuk mengubah pengaturan jika ingin semua siswanya untuk berpartisipasi aktif serta menanggapi materi yang telah disampaikan pendidik.
  • Video Call, fitur ini bisa dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik untuk mengkroscek secara langsung, apakah peserta didik betul-betul mengikuti pembelajaran atau hanya sekedar mengaktifkan aplikasinya saja. Bisa juga dimanfaatkan untuk melakukan ujian lisan secara langsung.
  • Kirim pesan, dalam whatsaap pengiriman pesan berupa file, gambar, audio, video dan lokasi, tentu saja fitur-fitur ini sangat membantu pendidik. Hal tersebut disebabkan karena dengan adanya fitur ini pendidik bisa secara leluasa menyampaikan materi dengan merekan misalnya, kemudian didukung dengan gambar-gambar dan video agar peserta didik mampu memahami secara baik yang disampaikan oleh pendidik.
  • Whatsaap juga memiliki fitur untuk mencari tahu seseorang dalam menerima informasi. Biasanya secara umum dibedakan menjadi tiga yakni centang satu artinya pesan terkirim namun whatsapp tidak aktif, centang dua warna abu-abu pesan terkirim dan centang dua warna biru jika pesan telah dibaca oleh penerima pesan. Sehingga kita sebagai pendidik bisa memantau peserta didik yang benar benar aktif atau tidak sama sekali.
Ohh... iya. WhatsApp juga bisa digunakan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi bagi peserta didik yang meliputi evaluasi kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan evaluasi sikap peserta didik selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung. 

Aplikasi WhatsApp akan menjadi efektif digunakan sebagai sarana evaluasi dalam pendidikan jika terdapat tiga unsur yaitu :

Pertama, guru hendaknya memberi kritikan yang sifatnya membangun bukan justru merendahkan siswa. 

Kedua, guru secara berkesinambungan memberikan motivasi terhadap hasil kinerja siswa sekalipun hasilnya belum maksimal. 

Ketiga, evaluasi sikap bisa dilakukan dengan kisah orang lain untuk diambil pesan moralnya yang bersifat mendidik

Demikian artikel ini tentang Pilihan Manfaat Media Pembelajaran E-Learning WhatsApp Bagi Guru dan Siswa, semoga memberikan manfaat bagi Anda. Terima kasih. dan jangan lupa tuk berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi pembelajaran diterapkan dengan cara Belajar dari Rumah (BDR). Prinsip dari Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) ini adalah peserta didik dapat mengakses materi dan sumber pembelajaran tanpa batasan waktu dan tempat. 

Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) ini diharapkan dapat akan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan mempermudah dalam penyebaran materi kepada peserta didik. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka langsung dengan bapak/ibu guru dan teman-teman tidak dapat dilakukan pada masa pandemi ini.
Para siswa diharuskan belajar dari rumah (BDR), untuk itu guru juga diharuskan menyiapkan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah. Kondisi ini membuat guru harus mengubah strategi belajar mengajarnya. 

Penggunaan metode pengajaran yang tepat maupun perilaku dan sikap guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran selama program belajar dari rumah (BDR). Semua ini dilakukan untuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada peserta didik selama diberlakukannya masa darurat Covid-19.

Dengan kebijaksanaan untuk belajar di rumah menyebabkan para orang tua juga harus menyesuaikan dengan metode yang baru tersebut. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran di rumah dengan metode daring tidaklah mudah.

Faktor kurangnya semangat anak dan kurangnya kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menjadi tantangan dalam penerapan metode pembiasaan. Tidak semua orang tua bisa menggunakan aplikasi pembelajaran yang baru, dan juga tidak banyak orang tua yang menggantikan sebagai guru di rumah. 
Orang tua sering tidak sabar dan tidak telaten dalam menghadapi anaknya di rumah yang kadang malah sering dibentak- bentak atau dimarahi yang dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak. Dengan situasi dan kondisi yang tidak kondusif tersebut membuat anak menjadi jenuh di rumah karena tidak bisa ketemu dengan teman-teman di sekolah seperti biasanya, dan kurangnya motivasi untuk belajar.

Pembelajaran di rumah sering monoton, karena biasanya di sekolah guru menyampaikan pembelajaran diselingi nyanyi, tepuk tangan, cerita dan dongeng serta kreatifitas lainnya.

Berikut 4 peran penting orang tua dalam pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 :

Peran orang tua sebagai pengganti guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses pembelajaran jarak jauh. Terdapat 4 peran orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu :
  1. Orang tua memiliki peran sebagai guru di rumah, yang di mana orang tua dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari rumah. 
  2. Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana dan pra-sarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. 
  3. Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk belajar, serta memperoleh prestasi yang baik. 
  4. Orang tua sebagai pengaruh atau director (Winingsih).
Kolaborasi antara guru dan orang tua juga sangat penting dalam menunjang keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2021-2022

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2020-2021

BlogPendidikan.net
- Pola pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru dan peserta didik secara tatap muka di dalam kelas harus berubah dan digantikan dengan cara bertemu secara virtual di dalam jaringan (daring), di mana keadaan ini memberikan efek terhadap kualitas pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19, menjelaskan bahwa BDR melalui PJJ dapat dilaksanakan secara daring maupun luring sesuai dengan pedoman BDR. 

Dalam surat edaran ini juga disebutkan tujuan dari pelaksanaan BDR tersebut adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak pandemi COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Sebagai persiapan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2021/2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyusun dan menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 ini untuk membantu guru dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. 

Diharapkan dengan panduan ini, guru dan tenaga kependidikan mempunyai acuan dalam merancang, melaksanakan, memandu dan mengembangkan pembelajaran yang efektif pada tahun ajaran 2021/2022.

 

Untuk lebih jelasnya tentang panduan penyusunan RPP Tahun Pelajaran 2021-2022 dalam PTM terbatas dan PJJ daring dan luring >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Membuat pemetaan KD mapel/tema. Pada kegiatan ini guru menentukan kelompok-kelompok KD dari berbagai mapel yang relevan untuk dipadukan dalam pembelajaran tematik (pemetaan KD mapel). Untuk mencapai keseluruhan standar isi minimal, pemaduan pada contoh dilakukan pada semua mapel dalam standar isi dan ditambahkan mulok. Ini hanya salah satu teknik, teknik pemaduan dengan cara lain sangat dimungkinkan. Penentuan kelompok-kelompok KD yang akan dipadukan disebut pemetaan KD mapel.

Penyusunan pemetaan KD mata pelajaran dilakukan dengan cara :
  1. Menentukan mapel yang akan dipadukan (pada contoh dipadukan seluruh mapel pada standar isi dan mulok dengan ciri tiap kelompok memiliki jenis mapel yang sama)
  2. Membagi habis /mengelompokkan KD- KD dari berbagai mapel menjadi beberapa kelompok seperti yang telah direncanakan (pengelompokan bisa dengan memilih KD-KD yang berada pada urutan yang sama, bisa juga dengan memilih KD-KD yang berkaitan, bisa mengulang KD-KD yang dianggap penting sesuai dengan kondisi peserta didik pada kelompok KD/tema yang berbeda)
  3. Menentukan tema (bisa diambil dari salah satu KD Aqidah Ahlak, IPS, IPA , dan sebagainya yang ada pada suatu unit/kelompok KD atau dengan teknik lain yang bisa memayungi semua KD dan relevan dengan perkembangan peserta didik
  4. Penentuan alokasi waktu per jaring tema (pada contoh ditentukan alokasi waktu yang sama untuk kelompok KD/jaring tema yaitu 2 minggu dengan pertimbangan bobot tiap kelompok KD dibuat relatif sama dan lebih memudahkan dalam penyusunan jadwal)

Pengertian Kompetensi Inti ( KI ) dan Kompetensi Dasar ( KD )

Kompetensi Inti

Kompetensi inti adalah kualitas yang harus dimiliki peserta didik yang diperoleh melalui pembelajaran yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran aktif. Kompetensi inti merupakan istilah yang dipakai dalam Kurikulum 2013 yang kedudukannya sama dengan Standar Kompetensi yang digunakan pada Kurikulum terdahulu yakni KTSP. Kompetensi inti menjadikan kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan menjadi saling berkaitan. Satu sama lain menjalin hubungan guna mencapai hasil yang diinginkan. Kompetensi inti merupakan istilah yang digunakan dalam Kurikulum 2013 yang merupakan perubahan dari Standar Kompetensi sebagai istilah yang dipakai dalam KTSP.

Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar merupakan acuan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan standar kompetensi lulusan untuk penilaian. Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi.

Kompetensi dasar merupakan hal yang penting bagi setiap perangkat pendidikan, karena melalui kompetensi dasar, setiap proses pembelajaran dapat tersusun, dan terencana dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik pula. Selain itu KD dalam setiap mata pelajaran telah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada umumnya, agar peserta didik dapat
memahami secara baik.

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mata Pelajaran Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ >>> LIHAT DISINI