Showing posts with label PPG. Show all posts
Showing posts with label PPG. Show all posts

Contoh Lengkap Tugas LK 2.2 Penentuan Solusi PPG Dalam Jabatan

Contoh Lengkap Tugas LK 2.2 Penentuan Solusi PPG Dalam Jabatan
BlogPendidikan.net 
- Peserta/Mahasiswa PPG dalam jabatan yang saat ini tengah berlangsung untuk persiapan memasuki memasuki tahapan PPL. Para peserta diwajibkan menyelesaikan semua tagihan/tugas yang diberikan pada LMS salah satunya tugas LK 2.2 yaitu materi Penentuan Solusi setelah pelaksanaan Eksplorasi Alternatif Solusi.

Peserta/Mahasiswa PPG diharuskan mengikuti semua proses pembelajaran yang berlangsung pada LMS secara daring dan mengunggah semua tugas-tugas yang diberikan pada LMS masing-masing peserta.

Untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan setiap tugas LK yang diberikan, BlogPendidikan.net akan berbagi referensi tentang tugas LK 2.2 Penentuan Solusi.

Pada LK 2.2 terdapat matriks diantaranya, eksplorasi alternatif solusi, solusi yang relevan, analisis penentuan solusi dan solusi.

Berikut Contoh Lengkap tugas LK 2.2 Penentuan Solusi PPG Daljab


Contoh Lengkap Tugas LK 2.2 Penentuan Solusi PPG Dalam Jabatan >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Jika RUU SISDIKNAS Berlaku Otomatis PPG Tidak Berlaku Lagi. dan Tunjangan Guru Non Serdik Disetujui Kemenkeu

Jika RUU SISDIKNAS Berlaku Otomatis PPG Tidak Berlaku Lagi. dan Tunjangan Guru Non Serdik Disetujui Kemenkeu

BlogPendidikan.net
- Apakah jika RUU SISDIKNAS dibererlakukan Otomatis PPG Tidak Berlaku Lagi bagu Guru yang telah mengajar.? dan apakah Tunjangan Guru Non Serdik akan ditingkatkan?

Pemerintah menyiapkan skema peningkatan tunjangan bagi guru aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), juga honorer yang belum beserdik. 

Skema ini berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang drafnya sudah diajukan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

RUU SISDIKNAS Berlaku Otomatis PPG Tidak Berlaku Lagi

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengungkapkan ketika RUU Sisdiknas berlaku, secara otomatis pendidikan profesi guru (PPG) tidak berlaku lagi bagi seluruh guru PNS, PPPK maupun honorer yang belum besertifikat pendidik (beserdik).
PPG hanya diwajibkan bagi calon guru untuk mengukur kualitasnya. "Jadi, di dalam RUU Sisdiknas, PPG bukan menjadi syarat bagi seorang guru untuk mendapatkan kesejahteraan," kata Nino, sapaan akrab Anindito Aditomo dalam diskusi RUU Sisdiknas yang melibatkan Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud), Senin (12/9) dikutip dari jpnn.com. 

Dia membandingkan sistem yang berlaku saat ini terdapat penggabungan antara proses sertifikasi serta pemberian tunjangan penghasilan guru.

Sertifikasi untuk meningkatkan kualitas, menjadi syarat bagi pemberian tunjangan yang bertujuan untuk kesejahteraan. Menurut Anindito, urutan itu terbalik. Guru seharusnya dijamin kesejahteraannya dahulu, sebelum dituntut untuk meningkatkan kualitas. 

“Kalau orang bekerja, menjalankan tugas sebagai guru, dia seharusnya mendapatkan penghasilan yang layak,” kata Nino.

Belum lagi kata dia proses menunggu PPG sangat panjang dan belum tentu gurunya lulus. Dia menyebutkan untuk mendapatkan 1,3 juta guru beserdik harus menunggu 17 tahun (dihitung sejak UU Guru dan Dosen disahkan pada 2005). Waktu yang sangat panjang dan lama bagi guru. 

Jika tetap menggunakan mekanisme mendapatkan tunjangan setelah sertifikasi, pemerintah khawatir akan banyak guru yang sampai pensiun belum mendapatkan penghasilan yang layak. "Untuk itulah RUU Sisdiknas dibuat. Salah satunya untuk mengangkat kesejahteraan guru yang belum beserdik," ucapnya.

Tunjangan Guru Non Serdik Disetujui Kemenkeu

Dia kemudian mengungkapkan progres yang dicapai dari lobi-lobi Kemendikbudristek dengan Kementerian Keuangan. Kemenkeu sudah menyetujui akan meningkatkan tunjangan fungsional bagi guru PNS dan PPPK non-serdik.

Sementara itu, untuk guru non-ASN, peningkatan kesejahteraannya melalui penambahan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) yang akan diplotkan bagi tunjangan guru.
"Jadi, guru ASN rujukannya adalah UU ASN, sedangkan guru honorer negeri maupun swasta berpijak pada UU Ketenagakerjaan," ucapnya. Hal lain yang diungkapkan Nino, pemerintah akan mengubah Perpres Nomor 108 Tahun 2007 tentang Tunjangan Profesi Guru. 

Perpres inilah yang dinilai Kemendibudristek menjadi alasan sehingga pemerintah daerah enggan memberikan tunjangan fungsional guru yang layak. "Kemenkeu sudah menyetujuinya dan semuanya menggunakan dana APBN. Hanya, berapa nominalnya masih dalam tahap simulasi. 

Kami berharap tidak lari jauh dari TPG," terang Nino. Untuk diketahui, sampai saat ini, tunjangan fungsional guru yang diterima guru PPPK hasil seleksi 2019 sekitar Rp 327 ribu per bulan. Itu pun belum semuanya menerima, padahal yang diangkat hanya sekitar 34 ribu guru. 

Begitu juga dengan guru PPPK 2021 hasil seleksi tahap 1 dan 2, sebagian besar belum menerima tunjangan fungsionalnya. Pemda hanya memberikan gaji pokok plus tunjangan anak, istri/suami, tunjangan pangan, serta jaminan kesehatan, kecelakaan kerja/kematian.

Meskipun begitu ada juga daerah yang memberikan seluruh hak guru sebagaimana amanat PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Contohnya, Kota Kediri, guru PPPK non-serdik bisa mendapatkan gaji di atas Rp 7 juta per bulan. 

Di daerah ini, guru PPPK beserdik mendapatkan TPG Rp 2,9 jutaan (sesuai gaji pokok guru golongan IX), sedangkan non-serdik mendapatkan tambahan penghasilan (tamsil) Rp 2,7 jutaan atau setara golongan VII PPPK.

Artikel ini juga telah tayang di JPNN.com tautan : https://www.jpnn.com/news/skema-peningkatan-tunjangan-guru-non-serdik-disetujui-kemenkeu-sumber-dari-apbn?page=3

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Lengkap LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi PPG Daljab

Contoh Lengkap LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi PPG Daljab

BlogPendidikan.net
- PPG dalam jabatan yang saat ini tengah berlangsung untuk kategori 1 yang telah memasuki tahapan PPL dan kategori 2 saat ini masuk pada pembahasan materi Eksplorasi Alternatif Solusi.

Peserta/Mahasiswa PPG diharuskan mengikuti semua proses pembelajaran yang berlangsung pada LMS secara daring dan mengunggah semua tugas-tugas yang diberikan pada LMS masing-masing peserta.
Untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan setiap tugas LK yang diberikan, BlogPendidikan.net akan berbagi referensi tentang tugas LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.

Pada LK 2.1 terdapat matriks diantaranya, masalah terpilih yang diselesaikan, akar penyebab masalah, eksplorasi alternatif solusi dan analisis alternatif solusi.

 

Berikut Contoh Lengkap LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi PPG Daljab

Contoh Lengkap LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi PPG Daljab >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Ini Penjelasan Tentang Pemutihan Bagi Guru Yang Belum Sertifikasi

Penjelasan Tentang Pemutihan Bagi Guru Yang Belum Sertifikasi

BlogPendidikan.net
- Kemendikbudristek menyatakan RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) memungkinkan 1,6 juta pendidik di sekolah negeri dan swasta yang belum mengikuti atau lulus sertifikasi guru bisa langsung memperoleh tunjangan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo memaparkan RUU Sisdiknas mengatur pendidik yang sudah mengajar tetap bisa menjalankan tugasnya meski belum ikut atau lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Hal tersebut diatur dalam Pasal 144 (c) yang berbunyi semua orang yang belum mengikuti atau belum lulus dari Pendidikan profesi guru, sebelum Undang-Undang ini diundangkan dapat tetap mengajar pada Satuan Pendidikan bersangkutan.

Data Kemendikbudristek menunjukkan ada sekitar 1,6 juta pendidik yang belum dapat atau lulus sertifikasi guru. "Jadi ini semacam pemutihan bagi guru yang sudah ada dalam sistem tidak harus ikut antre PPG," ujar pria yang akrab disapa Nino itu dalam wawancara khusus seperti dikutip dari detikEdu, Kamis (01/8/2022).

Lalu, bagaimana dengan penghasilan para pendidik yang tidak mendapat tunjangan profesi guru karena belum dapat sertifikasi guru tersebut? Nino mengatakan, pasal 105 huruf (a) RUU Sisdiknas menyebut dalam menjalankan tugas keprofesian, pendidik berhak memperoleh penghasilan/pengupahan dan jaminan sosial sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Artinya penghasilan guru ASN non sertifikasi akan diatur sesuai UU ASN. Menurut Nino, guru-guru ASN otomatis mendapatkan peningkatan tunjangan fungsional. "Kalau RUU (Sisdiknas)ini dan PPnya disahkan guru-guru tidak harus antre PPG tapi bisa langsung mendapatkan peningkatan penghasilan," katanya.

Nino menyambung, "Tadinya (guru) antre bertahun-tahun tidak tahu kapan dapat PPGnya, tidak tahu kapan dapat sertifikasi dan tunjangannya. (Nantinya) bisa segera mendapatkan kenaikan penghasilan melalui tunjangan fungsional."

Sementara itu, guru non-ASN akan mendapatkan penyesuaian upah sesuai UU Ketenagakerjaan. Mekanismenya bisa melalui peningkatan bantuan operasional sekolah untuk sekolah swasta yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. BOS ini akan disalurkan melalui masing-masing yayasan. "Jadi guru swasta juga tidak perlu antre PPG. Ini sekaligus memberdayakan yayasan-yayasan swasta," ujar Nino.

Apa Itu Pemutihan untuk Guru yang Belum Sertifikasi

Nino menjelaskan, sertifikasi pada dasarnya diterapkan untuk mengatur kualitas. Sebelum mengajar, guru seharusnya sudah tersertifikasi. Namun, kenyataannya tidak demikian. Sementara itu, ada antrean 1,6 juta guru yang butuh sertifikasi.

Di sisi lain, sertifikasi guru umumnya hanya menelurkan sekitar 80.000 guru tersertifikasi per tahun. Ini artinya, ada antrian sekitar 20 tahun agar guru di Indonesia tersertifikasi. Perhitungan ini di luar guru yang belum lulus sertifikasi dan calon guru yang diperlukan untuk menggantikan guru yang hendak pensiun.

"1,6 juta terlanjur, nah ini pilah sulit, tapi pilihan baiknya diputihkan," kata Nino.

"Karena jika mau dua-duanya [kualitas dan kesejahteraan jalan bersamaan], nanti malah semuanya suffer, kesejahteraannya tertunda.

Nino mengatakan, berangkat dari kondisi yang tidak memungkinkan meminta guru meningkatkan kualitas sementara kesejahteraannya tidak terpenuhi, dibutuhkan undang-undang yang mengaturnya.

"Mekanisme di UU sekarang tidak menguntungkan kualitas dan kesejahteraan guru. Karena itu, perlu diubah undang-undangnya," kata Nino.

"Misal pilih peningkatan kualitas, antrinya [PPG] jadi lama. Jadi kewajiban PPG-nya [guru yang sudah mengajar] diputihkan, ditingkatkan kesejahteraannya, lalu baru minta tingkatkan kualitas, ini lebih feasible dilakukan," sambungnya.

Meningkatkan Kualitas Guru lewat Sertifikasi Daljab dan Pelatihan

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek Chatarina Muliana Girsang mengatakan, sertifikasi yang tidak kunjung selesai dan rencana pemutihan kini disiasati dengan pelatihan setiap tahun untuk menjaga peningkatan kualitas pendidik.

"Besar hati diakui bahwa sertifikasi tidak bisa semuanya," kata Chatarina.

"UU tahun 2005, pada 2006 logikanya semuanya bersertifikat, tapi enggak, kan. Jadi tidak selesai-selesai. Kualitas guru profesional tetap perlu ditingkatkan karena terus ada tantangan berbeda tiap tahunnya, jadi tiap tahun ditingkatkan kualitas lewat pelatihan, tidak hanya lewat sertifikasi," sambungnya.
Chatarina menambahkan, langkah cepat yang tengah dijalankan juga memproses sertifikasi lewat guru penggerak. Dalam hal ini, ada pengakuan Dalam Jabatan sebagai seorang profesional.

"Langkah percepatan yang dilakukan, kita aproses dengan adanya guru penggerak agar Daljab-nya lebih cepat untuk dapat sertifikasi, Daljab ini agar percepat sertifikat Daljab. Ada mekanisme rekognisi Daljab sebagai seorang profesional," jelas Chatarina.

Senada dengan Chatarina, Nino menambahkan, mekanisme pemutihan dan sertifikasi lewat guru penggerak juga mempercepat terwujudnya niat untuk mensejahterakan pendidik.

"Jadi Seolah sudah memenuhi syarat sertifikasi. Kita akui berbesar hati bahwa sertifikasi belum selesai, tapi kalau tidak ada kesejahteraan, kualitas juga enggak," pungkasnya.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Nadiem Makarim: PPG Diputihkan Untuk Guru ASN Yang Belum SERDIK, Tunjangan Ditingkatkan

Kabar Gembira Nadiem Makarim: PPG Diputihkan Untuk Guru ASN Yang Belum SERDIK, Tunjangan Ditingkatkan

BlogPendidikan.net
- Sesuai 
RUU Sisdiknas, yang menjadi pembahasan dikalangan para guru dengan menghilangkan penjabaran tentang tunjangan profesi guru, menjadi pertanyaan besar bagi sebagian besar guru-guru Indonesia. 

Pasalnya dalam RUU tersebut menghilangkan penjabaran tentang tunjangan penghasilan guru yaitu TPG (Tunjangan Profesi Guru) yang telah mendapatkan Sertifikat Pendidik. Mungkin penjelasan dibawah ini adalah jawabannya dari semua praduga yang berkembang.

Seperti dikutip dari jpnn.com menjelaskan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memastikan guru aparatur sipil negara (ASN) baik PNS maupun PPPK tidak perlu menunggu sertifikasi untuk mendapatkan tunjangan.

Guru ASN, baik PNS dan PPPK yang belum beserdik tetap akan diberikan tunjangan sesuai aturan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Hal itu sesuai dengan ketentuan di dalam RUU Sisdiknas yang diklaim berpihak kepada guru karena mengatur peningkatan kesejahteraan bagi pendidik.

"RUU Sisdiknas ini sangat baik dan berpihak kepada guru. Yang belum beserdik akan mendapatkan peningkatan tunjangan tanpa harus menunggu lama mengikuti pendidikan profesi guru (PPG)," terang Mas Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI.

Dia menegaskan kewajiban PPG hanya untuk guru baru, sedangkan pendidik yang sudah bekerja tidak perlu menggunakan serdik untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraan.

"PPG diputihkan untuk guru ASN yang belum beserdik. Mereka bisa mendapatkan peningkatan tunjangan sebagaimana diatur dalam UU ASN," tegasnya.

Pemerintah juga terus berupaya memberikan penghasilan yang layak kepada semua guru melalui perubahan mekanisme pemberian tunjangan yang diusulkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Hal itu berbeda dengan mekanisme pemberian tunjangan yang diatur di dalam UU Guru dan Dosen yang menjadi penghambat bagi banyak guru untuk mendapat penghasilan layak.

Menurut Nadiem, pemberian tunjangan profesi kepada guru setelah yang bersangkutan memiliki sertifikat pendidik seperti saat ini, ternyata menjadi penghambat upaya pemerintah memberikan penghasilan yang layak bagi semua pendidik.

"Guru-guru harus menunggu antrean sertifikasi yang panjang untuk bisa mendapatkan tunjangan," ujar Mas Nadiem. Dia juga menuturkan bahwa sertifikasi dan pemberian tunjangan sebenarnya memiliki dua tujuan yang berbeda.

Sertifikasi merupakan mekanisme untuk menjamin kualitas, sedangkan tunjangan merupakan cara meningkatkan kesejahteraan guru.

Namun, karena sertifikasi dikaitkan dengan tunjangan, saat ini masih terdapat sekitar 1,6 juta guru yang belum mendapat penghasilan layak. "Dengan konsep yang diusulkan dalam RUU Sisdiknas, ke depan sertifikasi hanya berlaku untuk calon guru baru," ucapnya.

Nadiem menyebut para guru yang sudah mengajar, tetapi belum sertifikasi akan diputihkan kewajibannya dan langsung mengikuti mekanisme dalam UU ASN, dan UU Ketenagakerjaan untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

Dia memaparkan mekanisme umum penentuan penghasilan yang layak sebenarnya sudah diatur di dalam UU ASN dan UU Ketenagakerjaan. Mekanisme spesifik untuk meningkatkan kesejahteraan guru akan diatur melalui peraturan pemerintah yang dimandatkan oleh RUU Sisdiknas.

Dengan mekanisme tersebut, baik guru berstatus ASN maupun non-ASN akan lebih cepat mendapatkan penghasilan yang layak.

Sesuai UU ASN, guru PNS maupun PPPK akan mendapatkan tunjangan jabatan fungsional. Besaran penghasilan akan lebih tinggi dari pendapatan yang diterima saat ini.

Untuk guru non-ASN akan mendapatkan penghasilan yang layak dari yayasan sebagai pemberi kerja berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan peraturan turunannya.

"Pemerintah tetap hadir melalui BOS bagi sekolah swasta untuk membantu yayasan pendidikan membayarkan penghasilan yang layak bagi pendidiknya. Jumlah BOS juga akan ditingkatkan," tutur Menteri Nadiem Makarim.

Demikian informasi ini tentang RUU Sisdiknas: PPG Diputihkan Untuk Guru ASN Yang Belum SERDIK, Tunjangan Ditingkatkan, Semoga bermanfaat.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Pendaftaran PPG Prajabatan Khusus Lulusan S1 Yang Tidak Terdaftar di Dapodik Ingin Menjadi Guru Bersertifikasi Dengan Beasiswa Sebesar 17 Juta

Pendaftaran PPG Prajabatan Khusus Lulusan S1 Yang Tidak Terdaftar di Dapodik Ingin Menjadi Guru Bersertifikasi Dengan Beasiswa Sebesar 17 Juta

BlogPendidikan.net
- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengundang putra-putri terbaik bangsa yang memiliki minat, bakat, dan panggilan jiwa menjadi guru untuk mengikuti seleksi calon Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2022. 

Kemendikbud mengajak para lulusan D4 dan S1 untuk memenuhi panggilan jiwa menjadi guru sebagai Profesi yang mulia. "Pengumuman bagi Anda yang ingin berkontribusi dalam Dunia Pendidikan! 

Anda merupakan lulusan S1/D4? Segera daftarkan diri anda untuk mengikuti seleksi PPG Prajabatan 2022!" tulis akun Instagram Ditjen GTK Kemendikbud Ristek, Kamis (2/6/2022).

Adapun calon peserta diharuskan belum pernah terdaftar sebagai Guru di Dapodik dan memiliki IPK tidak kurang dari 3.00. Biaya pendidikan gratis Perkuliahan PPG Prajabatan dilaksanakan selama 2 (dua) semenster dan biaya pendidikan per-semester sebesar Rp. 8.500.000 (delapan juta lima ratus ribu rupiah). 
Calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi dan ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2022 akan memperoleh beasiswa dalam bentuk biaya pendidikan sebesar Rp. 17.000.000 (tujuh belas juta rupiah) untuk mengikuti perkuliahan selama 2 (dua) semester atau 1 (satu) tahun.

Bidang Studi PPG Prajabatan Tahun 2022 

Kuota nasional Program PPG Prajabatan Tahun 2022 adalah 40.000 mahasiswa. 

Bidang studi PPG Prajabatan yang dibuka adalah:

1. Guru Kelas SD 
2. Bahasa Indonesia 
3. Matematika 
4. Guru Kelas TK 
5. Pendidikan Luar Biasa 
6. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 
7. Bahasa Inggris 
8. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 
9. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 
10. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn)2518/B/GT.00.03/2022 
11. Sejarah 
12. Ekonomi 
13. Biologi 
14. Kimia 
15. Fisika
Persyaratan calon mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2022 

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. tidak atau belum pernah terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik

3. berusia paling tinggi 32 (tiga puluh dua) tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran

4. memiliki ijazah dengan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi(PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri

5. memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol)

6. memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani (diserahkan pada saat lapor diri)

7. memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan pada saat lapor diri)

8. memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri)

9. menandatangani pakta integritas

10. mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara.

Cara Pendaftaran calon mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2022

Sistem pendaftaran dibuka pada tanggal 1 Juni 2022 pukul 20.00 WIB. 

Tatacara pendaftaran PPG Prajabatan sebagai berikut:
 
1. Calon mahasiswa wajib memiliki alamat pos elektronik (email) yang aktif.
 
2. Calon mahasiswa melakukan pendaftaran awal melalui laman https://ppg.kemdikbud.go.id, kemudian memilih menu “daftar PPG Prajabatan Tahun 2022. 

3. Calon mahasiswa membuat akun pendaftaran aplikasi SIMPKB. Pada tahap ini, data NIK akan diverifikasi secara otomatis, dan akun berhasil terbentuk jika data calon mahasiswa dinyatakan valid dan memenuhi pada poin bagian A, angka 1-3.

4. Pendaftaran lanjutan dengan cara login pada aplikasi SIMPKB dengan menggunakan username dan password yang telah dikirimkan melalui email. Tahapan pendaftaran lanjutan meliputi: 
a. Biodata diri; 
b. Data kemahasiswaan; 
c. Bidang studi PPG; 
d. Data pendukung lainnya, seperti pengalaman mengikuti pelatihan, berorganisasi, menjadi sukarelawan dalam bidang pendidikan, melatih/mengembangkan orang lain dan hobi; 
e. Pilihan lokasi tempat pelaksanaan tes substantif secara luring; 
f. Mengisi pertanyaan esai; 
g. Mengunggah dokumen antara lain: 
- Foto terbaru berpakaian formal (kemeja putih dan berdasi) dan berlatar belakang warna biru. Ukuran file maksimal 1Mb. 
- Pakta integitras yang telah ditandatangani di atas materai Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) 
- Bagi calon mahasiswa lulusan Luar Negeri mengunggah SK Penyetaraan Ijazah Luar Negeri dan transkrip asli dari Perguruan Tinggi asal. 

5. Verifikasi data IPK dan linieritas Program Studi S-1/D-IV dengan bidang studi PPG yang dipilih dilakukan secara sistem, dan jika dinyatakan valid/linier, maka wajib mengisi pertanyaan esai pada angka 4 poin f. Jika tidak valid/linier, maka proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan. 

6. Calon mahasiswa melakukan pembayaran biaya untuk mengikuti tes substantif setelah semua data administrasi dinyatakan memenuhi syarat. Mekanisme pembayaran dilakukan sesuai petunjuk yang tertera pada aplikasi SIMPKB. Pembayaran yang terverifikasi berhasil akan lanjut untuk proses penempatan lokasi TUK tes substantif. 
7. Calon mahasiswa mencetak kartu tes substantif melalui aplikasi SIM PKB pada masa cetak kartu tes. Pada kartu tes, akan tertera jadwal dan lokasi untuk mengikuti tes substantif secara luring.

8. Calon mahasiswa mengikuti tes substantif; 

9. Pengumuman hasil tes substantif dapat dilihat pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; 

10. Calon mahasiswa mendapat informasi jadwal tes wawancara pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; 

11. Calon mahasiswa mengikuti tes wawancara secara daring menggunakan ruang pertemuan virtual yang disediakan; 

12. Pengumuman hasil tes wawancara dapat dilihat pada aplikasi SIMPKB menggunakan akun pendaftaran masing-masing; 

13. Calon mahasiswa yang dinyatakan lolos tes wawancara, akan diproses untuk penempatan ke Perguruan Tinggi sesuai dengan bidang studi PPG yang dipilih;
 
14. Calon mahasiswa mengonfirmasi kesediaan mengikuti PPG Prajabatan di Perguruan Tinggi yang ditentukan pada aplikasi SIMPKB sesuai dengan jadwal masa konfirmasi; 

15. Direktorat Jenderal GTK akan menetapkan mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2022 sesuai kuota nasional bidang studi yang dibuka. Sumber : www.kompas.com


PENGUMUMAN PENDAFTARAN MAHASISWA PPG PRAJABATAN Nomor : 2518/B/GT.00.03/2022 >>> UNDUH

Kemendikbud : Rekrutmen Asesor PPG Kriteria, Syarat dan Cara Pendaftaran

Kemendikbud : Rekrutmen Asesor PPG Kriteria, Syarat dan Cara Pendaftaran

BlogPendidikan.net
- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru mengundang putra putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi Asesor Seleksi Program PPG

Tugas asesor PPG adalah untuk menyeleksi calon peserta PPG Prajabatan secara online via wawancara atau cara lain yang telah dikembangkan. Sebagaimana disebutkan dalam surat Ditjen GTK Kemendikbudristek nomor 0824/B2/GT.00.03/2022 yang diunggah dalam situs PPG Kemdikbud RI, ada lima jenis golongan atau latar belakang yang diperbolehkan melamar.

Kriteria yang Bisa Mendaftar Asesor PPG?

Sasaran calon asesor PPG adalah:
  1. Guru dengan sertifikat pendidik dan merupakan lulusan program Guru Penggerak
  2. Pengawas sekolah
  3. Widyaiswara atau widyaprada di lingkungan Kemendikbudristek
  4. Dosen fakultas psikologi dan/atau dosen dengan kualifikasi akademik bidang kependidikan 
  5. Praktisi pendidikan
Sebagai keterangan, widyaiswara menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah PNS dengan jabatan fungsional untuk mendidik/mengajar dan/atau melatih secara penuh di unit pendidikan dan pelatihan instansi milik pemerintah. Sementara, widyaprada adalah orang yang bertugas menyelenggarakan kegiatan penjaminan mutu pendidikan.

Apa saja syarat umum Menjadi Asesor PPG:
  1. WNI
  2. Ijazah minimal S1 atau D4
  3. Punya akses internet yang baik/stabil
  4. Dapat mengoperasikan aplikasi Google, seperti GMail, GDrive, dan lain sebagainya.
  5. Mampu mengoperasikan aplikasi pertemuan video seperti Zoom atau Google Meet.
  6. Berkomitmen, punya semangat perbaikan berkelanjutan, memiliki jiwa kolaborasi, dan bersikap terbuka terhadap hal baru.
  7. Tidak sedang menjadi atau mengikuti rekrutmen peserta/pengajar praktik/pendamping/fasilitator Guru Penggerak.
  8. Tidak sedang berstatus asesor program Guru Penggerak atau asesor Sekolah Penggerak.
  9. Apabila terpilih, maka wajib bersedia meluangkan waktu secara penuh selama empat hari kerja dari hari Senin sampai Kamis pukul 08.00-17.00 WIB untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi asesor secara online sesuai jadwal.
Rekrutmen asesor PPG Prajabatan ini dilakukan dengan pelatihan atau sertifikasi Targeted Selection Interview (TSI) dan dilaksanakan secara bertahap.

Cara Pendaftaran Asesor PPG 

Pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi SIMPKB di https://ppg-prajab.simpkb.id/pendaftaran, paling lambat 16 April 2022 jam 23.59 WIB.

Pelatihannya akan berlangsung secara online mulai April hingga Juli 2022. Jadwal pelatihan asesor ini akan diinformasikan selanjutnya. Detikers yang memiliki lima latar belakang di atas dan tertarik mendaftar, bisa melihat syarat khusus per golongan calon asesor PPG di surat edaran yang sama, melalui situs PPG Kemdikbud RI.

3 Mata Kuliah Program PPG Dalam Jabatan, Jumlah SKS dan Durasi Waktu Pelaksanaan

3 Mata Kuliah Program PPG Dalam Jabatan, Jumlah SKS dan Durasi Waktu Pelaksanaan

BlogPendidikan.net
- Mengacu pada JUKNIS Nomor 1019/B/PD.00.02/2022 tentang Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2022, yang menjelaskan tentang petunjuk teknis dalam pelaksanaan PPG dalam jabatan diantaranya mata kuliah yang akan diikuti peserta, beban belajar, jumlah SKS, durasi waktu pelaksanaannya dan lain-lainnya.

Beban belajar Program PPG Dalam Jabatan tertuang dalam kurikulum Prodi PPG. Kurikulum tersebut dikembangkan dengan mengacu pada profil lulusan Program PPG Dalam Jabatan, yaitu menjadi “Guru profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia yang menguasai materi ajar, berkarakter dan berkepribadian Indonesia, menginspirasi dan menjadi teladan, memiliki penampilan memesona, berwibawa, tegas, ikhlas, serta disiplin yang mampu mendidik, membelajarkan, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terkini dan masa depan”. Kurikulum Program PPG

Dalam Jabatan dirancang untuk memfasilitasi Mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan mencapai SKL, yang dinyatakan dalam CPL pada bidang studi atau program keahlian masing-masing. Kaitan antara CPL, CPBS, bahan kajian, dan mata kuliah Program PPG Dalam Jabatan dipaparkan sebagai berikut.

Dalam Kurikulum program PPG Dalam Jabatan terdiri atas tiga mata kuliah, yaitu:
  1. Pendalaman Materi (Analisis Materi Ajar Berbasis Masalah, Literasi, dan Higher Order Thinking Skills/HOTS).
  2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif).
  3. PPL (Praktik Pembelajaran Inovatif).
Berikut penjelasan masing-masing 3 mata kuliah yang akan diikuti peserta PPG dalam jabatan

1. Pendalaman Materi (Analisis Materi Ajar Berbasis Masalah, Literasi, dan HOTS)

Mata Kuliah Pendalaman Materi pedagogik dan bidang studi dilakukan dalam sebuah aktivitas bernama Analisis Materi Ajar Berbasis Masalah, Literasi, dan HOTS. Aktivitas ini dilakukan secara daring dengan beban belajar 5 (lima) sks. Mata kuliah ini memfasilitasi Mahasiswa untuk mengingat kembali (refresh), memperbarui (update), meningkatkan (upgrade) sekaligus penguatan pemahaman tentang keprofesian, pedagogik, dan materi bidang studi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring dan mandiri melalui learning management system (LMS) dan sumber lainnya. 

Keprofesian guru perlu didukung dengan pemahaman yang mendalam tentang teori belajar, psikologi pendidikan, sosial kultural, kontruksi sosial, dan keberagaman. Pendalaman Materi pedagogik mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang mendidik. Pendalaman Materi bidang studi mencakup materi esensial termasuk advanced material bidang studi yang dapat menjelaskan aspek “apa” (konten), “mengapa” (filosofi), dan “bagaimana” (penerapan) dalam kehidupan sehari-hari. Pendalaman Materi bidang studi ini juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi/HOTS

2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif)

Mata kuliah Pengembangan Perangkat Pembelajaran memiliki beban belajar 3 (tiga) sks. Mata kuliah ini memfasilitasi Mahasiswa untuk mendesain pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan hasil analisis materi ajar berbasis masalah, literasi, dan HOTS, tahapan sebelumnya. Tujuan Desain Pembelajaran Inovatif adalah membekali Mahasiswa dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perangkatnya yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang akan digunakan dalam praktik pembelajaran di kelas/labaratorium/bengkel serta membekali Mahasiswa untuk memiliki kepribadian yang tangguh (transformatif, bertanggung jawab, mengakomodasi nilai baru, siap menghadapi tantangan dan dilema).

Proses pembelajaran desain pembelajaran inovatif melalui pendekatan TPACK berbasis platform revolusi industri terkini dengan penerapan model PBL dan PjBL. Kegiatan pembelajaran melalui tahapan identifikasi rencana dan pelaksanaan pembelajaran, analisis akar masalah, mendesain rencana pembelajaran dan perangkatnya, melakukan pengajaran sebaya (peerteaching) sebagai sarana latihan mengajar, serta refleksi dan tindak lanjut. Produk dari lokakarya ini adalah RPP dan perangkatnya yang menerapkan model pembelajaran PBL dan PjBL meliputi bahan ajar, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LPKPD), kisi-kisi instrumen, instrumen penilaian, dan rubrik penilaian.

3. PPL (Praktik Pembelajaran Inovatif)

Mata kuliah PPL dilaksanakan dalam bentuk aktivitas praktik pembelajaran inovatif dengan beban belajar sebesar 4 (empat) sks. Tujuan dari aktivitas tersebut adalah untuk memfasilitasi Mahasiswa mengembangkan kemampuan reflektif guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas sebagai fasilitator bagi peserta didik. Selama kegiatan praktik pembelajaran inovatif, Mahasiswa difasilitasi untuk: (a) Melakukan apersepsi dengan mencermati beberapa permasalahan aktual yang berkaitan dengan topik pembelajaran (dari
set 1/2/3 perangkat pembelajaran), (b) Menstimulasi siswa untuk mengenali masalah dan akar permasalahan serta mengidentifikasi alternatif solusi dan memilih salah satu alternatif solusi ini sebagai solusi terbaik, (c) Melaksanakan praktik pembelajaran inovatif, (d) Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar (assessment of learning, assessment for learning, and assessment as learning) dan pemanfaatan hasilnya, dan (e) Mendiseminasikan proses dan hasil pembelajaran kepada kolega/guru lain lain sesuai mapel.

Di akhir praktik pembelajaran pada setiap siklus, Mahasiswa difasilitasi untuk melakukan refleksi dengan mencermati capaian dan hambatan yang telah dihadapi dan selanjutnya memikirkan langkah perbaikan sebagai rencana tindak lanjut untuk diterapkan pada siklus berikutnya.

Durasi waktu pelaksanaan PPG dalam jabatan

Mata kuliah Program PPG Dalam Jabatan terdiri atas: Pendalaman Materi (Analisis Materi Ajar Berbasis Masalah, Literasi, dan HOTS); Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif), dan Praktik Pengalaman Lapangan (Praktik Pembelajaran Inovatif) yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus secara terintegrasi. Sebaran hari untuk masing-masing siklus sebagai berikut:

1. Pendalaman Materi (Analisis Materi Ajar Berbasis Masalah, Literasi, dan HOTS)

Siklus 1 selama 6 hari
Siklus 2 selama 4 hari
Siklus 3 selama 4 hari
Keseluruhan selama 14 hari

2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Desain Pembelajaran Inovatif)

Siklus 1 selama 7 hari
Siklus 2 selama 5 hari
Siklus 3 selama 5 hari
Keseluruhan selama 17 hari

3. Praktik Pengalaman Lapangan (Praktik Pembelajaran Inovatif)

Siklus 1 selama 9 hari
Siklus 2 selama 9 hari
Siklus 3 selama 9 hari
Keseluruhan selama 27 hari

Kegiatan utama PPG berupa siklus Analisis Materi Ajar, Desain Pembelajaran Inovatif, dan Praktik Pembelajaran Inovatif didesain dan dilaksanakan dengan pendekatan root cause analysis dalam satu putaran yang utuh yang disebut Siklus I. Dengan pendekatan yang sama akan dilakukan Siklus II dan Siklus III yang didasarkan pada hasil refleksi dan evaluasi pada siklus sebelumnya. 

Keseluruhan kegiatan yang menggunakan pendekatan root cause analysis dan mengintegrasikan analisis materi, desain pembelajaran dan praktik ini menjadi sebuah siklus yang utuh dan diharapkan dapat berlanjut pasca PPG. Oleh karena itu pada proses implementasi pendekatan ini, ada 3 (tiga) komponen yang diintegrasikan, dicontohkan, dan dilatihkan pada setiap kegiatan.

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda unduh pada link berikut: UNDUH

Juknis Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022

Juknis Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022

BlogPendidikan.net
- Juknis Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2022

Ruang lingkup Petunjuk Teknis Program PPG Dalam Jabatan meliputi:
  • pendahuluan
  • capaian pembelajaran
  • beban belajar
  • rekognisi pembelajaran lampau
  • pembelajaran
  • penilaian
  • pelaksanaan Program PPG Dalam Jabatan
  • pembiayaan
  • penutup
Petunjuk teknis (JUKNIS) Program PPG Dalam Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.

Juknis Pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2022 >>> UNDUH

Jadwal Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2022

Jadwal Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2022 - www.blogpendidikan.net

BlogPendidikan.net
- Kapan seleksi akademik PPG dalam jabatan yang akan mengikuti pretest ujian seleksi akademik, simak jadwalnya pada artikel ini.

Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) sudah mengumumkan hasil seleksi administrasi PPG 2022 yang diunggah melalui laman ppg.kemendikbud.go.id. Selain hasil seleksi administrasi, Kemendikburistek juga telah mengumumkan informasi selesai akademik PPG Dalam Jabatan 2022.
Mengutip informasi situs ppg.kemdikbud.go.id, Rabu (9/3/2022), dari hasil seleksi administrasi yang dilakukan secara online melalui aplikasi SIMPKB, ada 391.350 guru yang dinyatakan lulus. Hasil pengumuman dapat dilihat di situs resmi atau lewat akun SIMPKB masing-masing pendaftar.
Guru yang telah dinyatakan lulus administrasi selanjutnya dapat mengikuti seleksi akademik sesuai jadwal. Namun sebelumnya, guru yang dinyatakan lulus seleksi administrasi PPG 2022 perlu melakukan pemutakhiran nomor telepon seluler (WhatsApp), pas foto, serta tautan belajar.id pada profil SIMPKB masing-masing.

Nantinya, seleksi akademik akan dilaksanakan secara online berbasis domisili. Untuk mengetahui jadwal persiapan dan pelaksanaan seleksi akademik PPG Dalam Jabatan 2022, berikut ini informasi lengkapnya :
  • Cetak kartu peserta seleksi akademik : 12-13 Maret 2022
  • Koordinasi peserta dengan pengawas (melalui grup WhatsApp) : 14 Maret 2022
  • Instalasi mandiri oleh peserta : 14 Maret 2022
  • Uji Coba Aplikasi : 15-27 Maret 2022
  • Seleksi akademik (online domisili) : 16-30 Maret 2022
Untuk diketahui, program PPG Dalam Jabatan merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/D-IV Non Kependidikan yang memiliiki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sehingga sesuai dengan Standar Pendidikan Guru.
Program ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan pendidikan, seperti kualifikasi di bawah standar dan guru-guru yang kurang kompeten. Terlebih, di era revolusi industri 4.0, guru diharapkan memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran inovatif dan menyenangkan.

Selain itu, para guru diharapkan bisa mengintegrasikan critical thinking dan problem solving, communication and colaborative skill, creativity and inovative skill, information and communication technology literacy, contextual learning skill, serta information and media literacy.

PPG Dalam Jabatan juga dirancang agar mampu membekali kemampuan problem solving, kritis, dan kreatif kepada calon guru profesional, melalui implementasi model pembelajaran dan kegiatan berbasis masalah (problem-based learning) dan proyek (project-based learning).

Informasi selengkapnya mengenai program PPG selanjutnya dapat dipantau melalui laman PPG dari Kemendikbud maupun akun SIMPKB masing-masing.

liputan6.com

Seleksi Akademik PPG Melalui Daring, Mutakhirkan Nomor WhatsApp, Pas Foto dan Tautan Belajar.id

Seleksi Akademik PPG Melalui Daring, Mutakhirkan Nomor WhatsApp, Pas Foto dan Tautan Belajar.id

BlogPendidikan.net
- Menindaklanjuti pelaksanaan seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan tahun 2022 di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi SIMPKB, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.
Baca Juga : 
Download Modul PPG Dalam Jabatan Sertifikasi Guru Untuk Jenjang SD
  1. Dari hasil seleksi administrasi tersebut sejumlah 391.530 guru dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana daftar rekapitulasi terlampir, hasil kelulusan selengkapnya dapat dilihat pada laman ppg.kemdikbud.go.id atau melalui akun SIMPKB masing-masing.
  2. Guru yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi maka selanjutnya dapat mengikuti seleksi akademik sesuai jadwal sebagaimana terlampir.
  3. Bagi guru yang dinyatakan lulus seleksi administrasi agar melakukan pemutakhiran nomor telepon seluler (whatsapp), pas foto, dan tautan belajar.id pada profil SIMPKB masing-masing.
  4. Seleksi akademik akan dilaksanakan secara daring berbasis domisili. Informasi selengkapnya dapat dipantau melalui laman ppg.kemdikbud.go.id dan akun SIMPKB masing-masing.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, maka selanjutnya kami mohon bantuan Saudara untuk menyampaikan informasi di atas kepada guru-guru dimaksud sesuai kewenangan masing-masing.


Contoh Soal Pretest PPG Dalam Jabatan

Contoh Soal Pretest PPG Dalam Jabatan

BlogPendidikan.net
- Kemendikbudristek baru-baru ini telah mengumumkan calon peserta PPG dalam jabatan yang lulus pada seleksi berkas calon PPG dalam jabatan. Bagi yang telah dinyatakan lolos dalam seleksi berkas, persiapkan diri anda untuk mengikuti pretest PPG dalam jabatan untuk ditetapkan sebagai peserta PPG tahun 2022. 
Pretest PPG ini untuk menjaring peserta yang memiliki kompetensi melalui mekanisme ujian yang akan dilaksanakan oleh pemerintah sebelum ditetapkan sebagai peserta PPG dan dinyatakan lulus dalam ujian pretest PPG dalam jabatan.

Berikut prediksi soal pretest PPG dalam jabatan yang dirujuk BlogPendidikan.net dari berbagai sumber, dapat anda unduh pada tautan akhir artikel ini.

Sekilas contoh soal PPG dalam jabatan pada bidang pedagogik

1. Seorang siswa diminta untuk mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi, lalu masalah itu didiskusikan dalam kelompok untuk mendapatkan solusinya. Ilustasi ini berkaitan dengan perkembangan ....
A. kemampuan kognitif
B. kemampuan interaksional
C. kemampuan integrasi diri
D. kemampuan komunikatif

2. Pernyataan berikut yang menjelaskan makna istilah kognitif adalah….
A. kemampuan berkomunikasi
B. Kemampuan untuk memecahkan masalah
C. kemampuan berinteraksi
D. kemampuan untuk mengintegrasikan diri
3. Kemampuan berfikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan obyek-obyek bersifat konkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia
A. 0 - 2 tahun
B. 2 -- 7 tahun
C. 7 -- 11/12 tahun
D. 11/12/ -- 14/15 tahun

4. Menggunakan potongan sapu lidi, kelereng, globe, gambar-gambar yang menyangkut pembelajaran IPA serta IPS sebagai media adalah sesuai dengan tahapan perkembangan berfikir anak yang dikenal sebagai tahapan
A. Anak memahami bilangan dan angka tetapi masih terkait dengan obyek bersifat kongkrit (operasional konkrit)
B. Pengamatan dan penginderaan yang intensif terhadap lingkunganya (sensomotor)
C. Dominasi pengamatan bersifat egosentris
D. Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan obyek yang bersifat konkrit (operasional formal)
5. Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan….
A. Kognitif
B. Sosial
C. Emosional
D. moral

Download Contoh Soal Pretest PPG Dalam Jabatan (PDF) >>> DOWNLOAD
Download Contoh Soal Pretest PPG Dalam Jabatan (DOC) >>> DOWNLOAD

Cek Pengumuman Calon Peserta PPG Dalam Jabatan, dan Cara Login di Akun SIM PPG

Cek Pengumuman Calon Peserta PPG Dalam Jabatan, dan Cara Login di Akun SIM PPG

BlogPendidikan.net
- Pengumuman hasil pendaftaran dan seleksi administrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2022 bakal disampaikan hari ini, 7 Maret 2022. Hal ini berdasarkan rilis nomor 0305/B2/GT.00.04/2022 tentang Perubahan Jadwal Pendaftaran dan Seleksi Administrasi dan Tabel Linieritas PPG Dalam Jabatan Tahun 2022. 

Sebelumnya, pengumuman PPG Dalam Jabatan diumumkan pada 4 Maret 2022. Namun terjadi perubahan jadwal dari pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi.
Cara Cek Kelulusan Seleksi Berkas PPG Dalam Jabatan:

Silahkan cek hasil seleksi PPG melalui laman ppg.kemdikbud.go.id selanjutnya klik tombol login SIM PKB menggunakan akun SIMPKB yang juga digunakan saat melakukan pendaftaran PPG dan akan diarahkan pada portal SIM PPG Masing-masing guru calon peserta PPG dalam Jabatan. 

Jika Anda lupa password Akun SIMPKB bisa meminta bantuan reset password ke Ketua Komunitas KKG/MGMP atau Admin SIMPKB di Dinas Pendidikan Kota/Kab/Provinsi setempat atau Admin P4TK naungan Anda. 
Sebelum mengumumkan hasil seleksi, LPMP melakukan verifikasi dan validasi kesesuaian berkas dengan syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan diantaranya yaitu linieritas antara program studi PPG yang dipilih dengan program studi/jurusan pada ijazah S1/D4. 

Hasil verifikasi dan validasi tersebut dinyatakan dengan 3 kategori sebagai berikut: 
  1. "Disetujui” jika berkas memenuhi syarat dan bidang studi PPG yang dipilih linier dengan program studi/jurusan pada ijazah S-1/D-IV. 
  2. Tolak (permanen)” jika berkas tidak memenuhi syarat dan atau bidang studi studi PPG yang dipilih tidak linier dengan ijazah S-1/D-IV serta tidak dimungkinkan adanya perbaikan. Contoh: Guru dengan kualifikasi akademik Sarjana Hukum tidak linier dengan program studi PPG yang ada. 
  3. Tolak (perbaikan)” jika berkas tidak lengkap dan/atau bidang studi PPG yang dipilih tidak linier dengan ijazah S-1/D-IV tetapi dimungkinkan adanya perbaikan. 
Contoh: Guru dengan kualifikasi akademik Sarjana Bahasa Inggris memilih program studi PPG Guru Kelas SD. Jika Guru tersebut ingin mengikuti PPG maka guru harus memperbaiki program studinya menjadi Bahasa Inggris. 
Guru yang lolos verifikasi dan validasi yang berstatus “Disetujui” dinyatakan lolos seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan tahun 2022. Bagi Anda yang dinyatakan lulus seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan 2022 maka menunggu informasi berikutnya yaitu pelaksanaan seleksi akademik dan tahapan selanjutnya. 

Program PPG Dalam Jabatan merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/DIV Non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan Standar Pendidikan Guru. 

Keunggulan PPG Dalam Jabatan 2022 yaitu:
  • Berbasis sekolah
  • Berbasis masalah (PBL dan PJBL)
  • Feasible (dapat dilaksanakan oleh mahasiswa, dosen dan tim IT)
  • Potensial efektif memfasilitasi mahasiswa mencapat learning outcome (CPL) yang sudah ditetapkan. Jadwal pengumuman hasil seleksi PPG Dalam Jabatan Kemdikbud bisa berubah sewaktu-waktu. Silahkan cek update infromasi di ppg.kemdikbud.go.id.

Download Contoh Soal PreTest Sertifikasi Guru PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya

Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya

BlogPendidikan.net
- Untuk menjadi calon peserta sertifikasi guru melalui PPG maka guru harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya ialah guru harus terdaftar pada Aplikasi Dapodik dan juga  SIM PKB. 

Guru dapat login di aplikasi SIM PKB kemudian mengecek apakah termasuk nominasi calon peserta PPG atau bukan. Jika masuk, guru harus mengikuti ujian pretest PPG untuk masuk prioritas peserta sertifikasi guru.


Dalam artikel ini BlogPendidikan.net telah menyajikan bentuk soal Pretest PPG bagi calon guru sertifikasi yang akan mengikuti pelatihan profesi guru, sebelum ditetapkan sebagai peserta PPG para calon harus mengikuti pretest untuk dijaring sebagai peserta PPG.


Berikut ini adalah Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya yang bisa Anda referensikan sebagai bahan belajar dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian awal untuk menjadi peserta PPG.


Unduh Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya >>> DISINI

Demikian artikel ini tentang Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya, semoga bermanfaat dan jangan lupa tukberbagi. Terima kasih

Jadwal Pendaftaran, Dokumen dan Cara Pendaftaran PPG Dalam Jabatan Guru Tahun 2022

Jadwal Pendaftaran, Dokumen dan Cara Pendaftaran PPG Dalam Jabatan Guru Tahun 2022

BlogPendidikan.net
- Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi informasi tentang PPG dalam jabatan yang akan diikuti oleh guru baik PNS dan Non PNS yang telah memenuhi syarat utama mendapatkan panggilan sebagai calon Peserta PPG dalam jabatan tahun 2022 melalui akun SIM PKB.

Pendaftaran dan seleksi administrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan akan dibuka mulai 10 Februari 2022 melalui portal pendaftaran.ppg.kemdikbud.go.id. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud.

Pendaftaran PPG 2022 secara online menggunakan akun SIMPKB masing-masing. PPG Dalam Jabatan 2022 ini bisa diikuti oleh Guru di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang belum mengikuti program sertifikasi guru.

Persyaratan Peserta PPG Dalam Jabatan 2022 

Adapun persyaratan untuk mengikuti program PPG Dalam Jabatan tahun 2022, sebagai berikut:
  • Guru di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang belum mengikuti program sertifikasi guru
  • Terdaftar pada data pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • Memiliki NUPTK
  • Telah diangkat menjadi guru sampai dengan 1 Januari 2019
  • Memiliki kualifikasi akademik S1/D4 yang linier dengan pilihan bidang studi PPG yang akan diikuti
  • Aktif mengajar selama dua tahun terakhir
  • Berusia setinggi-tingginya 58 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember 2022
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Bebas narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA)
  • Berkelakuan baik
Persyaratan Dokumen Administrasi PPG Dalam Jabatan tahun 2022:
 
a. Hasil scan ijazah S1/D4 (asli/fotokopi legalisir Perguruan Tinggi), bagi mahasiswa yang memiliki ijazah S1 dari luar negeri melampirkan surat penyetaraan dari Ditjen Dikti

b. Hasil scan SK Pengangkatan Pertama sebagai guru (asli/fotokopi legalisir Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota)

c. Hasil scan SK kenaikan pangkat terakhir bagi guru PNS (asli/fotokopi legalisir) atau SK Pengangkatan 2 tahun terakhir (2020/2021 dan 2021/2022) bagi guru Non PNS (asli/fotokopi legalisir). SK tersebut dilegalisasi oleh: 
  • Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota/BKD untuk PNS; 
  • Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota/BKD untuk PNS yang ditugaskan sebagai guru oleh Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan; 
  • Ketua Yayasan untuk Guru Tetap Yayasan; 
  • Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota/BKD untuk Guru bukan PNS di sekolah negeri yang memiliki SK dari pemerintah daerah atau yang diberi kewenangan. 
d. Hasil scan SK pembagian tugas mengajar 2 tahun terakhir yaitu tahun ajaran 2020/2021 dan 2021/2022 (asli/fotokopi legalisir Kepala Sekolah); 
e. Hasil pindai (scan) pakta integritas yang ditandatangani dan dibubuhi meterai 10.000 (link format).

Cara Daftar PPG Dalam Jabatan Guru Tahun 2022 Online, sebagai berikut:

1. Aplikasi pendaftaran calon peserta seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan Tahun 2022 dapat dibuka melalui laman https://pendaftaran.ppg.kemdikbud.go.id/ menggunakan akun SIMPKB masing-masing.

2. Guru membuka situs tersebut untuk melakukan pendaftaran sebagai calon peserta dengan menggunakan akun SIMPKB masing-masing. Guru mengunggah atau upload hasil pindai atau scan ijazah asli S1/DIV. Bagi guru yang terkendala dengan akses internet, pendaftaran dapat dibantu oleh kepala sekolah atau dinas pendidikan.

3. Guru menetapkan bidang studi yang akan diikuti dalam PPG. Ketentuan penetapan program studi PPG adalah linier dengan program studi/jurusan pada ijazah S1/DIV yang dimiliki. Daftar linieritas program studi PPG pada Lampiran II.
 
4. Guru mengisi nama perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan ijazah S1/DIV.

5. LPMP melakukan verifikasi dan validasi kesesuaian berkas dengan syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan diantaranya yaitu linieritas antara program studi PPG yang dipilih dengan program studi/jurusan pada ijazah S1/D4. 

Hasil verifikasi dan validasi tersebut dinyatakan dengan tiga kategori sebagai berikut: 

Pertama, Disetujui jika berkas memenuhi syarat dan bidang studi PPG yang dipilih linier dengan program studi/jurusan pada ijazah S1/DIV. 

Kedua, Ditolak (permanen) jika berkas tidak memenuhi syarat dan atau bidang studi studi PPG yang dipilih tidak linier dengan ijazah S1/DIV serta tidak dimungkinkan adanya perbaikan. Contohnya Guru dengan kualifikasi akademik Sarjana Hukum tidak linier dengan program studi PPG yang ada. 

Ketiga, Ditolak (perbaikan) jika berkas tidak lengkap dan/atau bidang studi PPG yang dipilih tidak linier dengan ijazah S1/DIV tetapi dimungkinkan adanya perbaikan. Contohnya, Guru dengan kualifikasi akademik Sarjana Bahasa Inggris memilih program studi PPG Guru Kelas SD. 

Jika Guru tersebut ingin mengikuti PPG maka guru harus memperbaiki program studinya menjadi Bahasa Inggris. 

Berikut Jadwal PPG Dalam Jabatan 2022:
  • Pengumuman Pendaftaran: 3 Februari 2022 
  • Pendaftaran dan pengiriman berkas: 10 – 23 Februari 2022 
  • Perbaikan berkas: 10 – 25 Februari 2022 
  • Verval oleh petugas: 10 – 28 Februari 2022 
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi/pendaftaran: 4 Maret 2022