Showing posts with label Pembelajaran Efektif. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran Efektif. Show all posts

Penataan Ruang Kelas Penting Dalam Penguasaan Kelas Dengan Baik Dalam Proses Pembelajaran Yang Efektif

Penataan Ruang Kelas Penting Dalam Penguasaan Kelas Dengan Baik Dalam Proses Pembelajaran Yang Efektif

BlogPendidikan.net
- Ruang kelas bukanlah sebuah wilayah yang amat luas untuk berinteraksi dalam waktu lama. Anda dan siswa akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di ruang kelas tersebut. 

Apabila Anda dapat mengatur ruang kelas dengan baik akan mendapati lancarnya pergerakan, dan penguasaan kelas menjadi efektif dan efisien. 

Oleh sebab itu, empat tips untuk menata ruang kelas agar memudahkan dalam penguasaan kelas pada proses pembelajaran 

Berikut ini tips penting yang harus di terapkan oleh guru dalam penguasaan kelas dengan menata ruang kelas dengan baik, agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien:

1. Jadikan Wilayah Lalu Lalang Bebas Hambatan

Wilayah dimana banyak para siswa lalu lalang biasanya dapat menjadikan waktu pengajaran menjadi berubah karena banyak siswa yang harus menghindari beberapa hambatan-hambatan. 
Untuk mengatasi kasus tersebut sebaiknya guru mengatur jarak bangku setiap siswa satu dengan yang lain sama lebar, kemudian melarang tas/ransel siswa terletak di sisi luar meja karena itu dapat mengganggu siswa yang ingin maju untuk presentasi atau menjawab soal

2. Pastikan semua murid terpantau dengan mudah oleh guru

Masing-masing kelas memiliki siswa yang beraneka macam entah dari postur tubuh. perilaku siswa dan sebagainya. Dalam keadaan normal guru banyak yang acuh terhadap point ini mungkin karena guru telah banyak pikiran jadi malas untuk memikirkan hal-hal kecil. Sayangnya justru hal yang kecil itulah dapat menyebabkan kondisi pengajaran makin tidak kondusif. 

Contoh konkret hal kecil yang dapat berdampak besar adalah siswa senang duduk berkelompok di pojok belakang kelas biasanya akan bercakap sendiri tanpa memperhatikan  guru karena banyak alasan misalnya pelajaran tidak menarik, cara pengajaran membosankan atau bahkan mereka tidak paham akan mata pelajaran tersebut, kondisi ini diperparah dengan adanya siswa tinggi duduk didepan sendiri sehingga menutupi teman yang membuat gaduh.
Masalah ini dapat kita pecahkan dengan cara menata kembali posisi duduk siswa dengan  cara:
 
(1)  Siswa  pintar  yang  tinggi  normal/kurang  tinggi duduk  didepan dengan duduk siswa yang kurang pintar/nakal yang berpostur sama tapi usahakan untuk dipencar jangan berdekatan dengan anak nakal lain. 
(2) Apabila terdapat murid dengan postur tinggi taruhlah dibagian belakang sendiri dan tetap untuk tidak di kelompokan dengan anak nakal lain. 
(3) Apabila ada siswa yang memiliki kebutuhan khusus (Rabun dekat/Jauh/ Silinder) letakan mereka diposisi yang mereka dapat membaca dengan jelas.

3. Jaga Material/ Perlengkapan Yang Sering Digunakan

Menjaga  material  yang  mudah  diakses  tidak  hanya  mengurangi  waktu  yang hanya untuk menyiapkan perlengkapan saja tapi juga dapat membantu menghindari penundaan pengajaran. 
Alasan seperti ini logis karena apabila Anda atau siswa yang menyiapkan peralatan yang sebenarnya telah memasuki jam pengajaran maka siswa lain akan teralihkan perhatiannya dengan peristiwa tersebut dan juga jam pengajaran Anda akan berkurang banyak.

4. Pastikan  Siswa  Dapat  Dengan  Mudah  Melihat  Presentasi  Ataupun  Media Pengajaran

Ketika Anda dan siswa sedang presentasi/ diskusi kelas, pastikan bahwa pastikan bahwa tempat duduk siswa dapat melihat LCD atau media lain tanpa harus memindahkan  banyak  bangku,  kondisi  seperti  itu  membuat  para  siswa memperhatikan.

Begini Seharusnya Dilakukan Guru Dalam Menciptakan Suasana Pembelajaran

Begini Seharusnya Dilakukan Guru Dalam Menciptakan Suasana Pembelajaran

BlogPendidikan.net
 - Guru sebaiknya tahu cara mengajar yang baik kepada murid-muridnya. Ketika di dalam kelas, seorang guru mengambil kendali atas kegiatan yang akan dilakukan saat belajar dengan murid-muridnya. 

Jika respon murid ternyata merasa senang belajar bersama guru yang yang bersangkutan, bisa dipastikan guru tersebut menggunakan metode mengajar yang baik dan tidak monoton. 


Sebagian guru masih ada yang mengajar dengan menggunakan metode lama, yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara murid-muridnya hanya mendengarkan. Sekarang ini, anak-anak dituntut untuk lebih aktif, sehingga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik dan menyenagkan agar tidak merasa bosan saat pembelajaran.

Apa yang seharusnya dilakukan guru dalam membentuk suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenagkan?


Berikut 20 Cara yang Seharusnya Dilakukan Guru Dalam Menciptakan Suasana Pembelajaran yang Menyenangkan dan Tidak Membosankan terhadap siswa agar mereka mampu menyerap pelajaran yang diberikan dengan efektif dan efisien:

1. Jangan Berdiri Seperti Patung

Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. 

jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

2. Buat Mereka Merespon Perhatian

Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. 

Namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.

3. Lakukan Variasi

Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. 


Guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajarannya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajarannya.

4. Berikan Perhatian

Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.

5. Maksimalkan Teknologi

Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

6. Interaktif

Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.

7. Sesekali Belajar di Luar Kelas

Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.

8. Siapkan Materi dengan Animasi

Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.

9. Lebih Sabar dan Berikan Reward

Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.

10. Perhatikan Closing Mengajar

Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.

11. Temukan Hal Baru Bersama

Belajar hal baru bersama-sama dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dalam hal ini, guru tidak hanya memberikan informasi kepada siswa, melainkan mengajak siswa untuk menemukan informasi secara bersama-sama.

12. Buat Siswa Penasaran

Belajar yang paling menyenangkan adalah ketika mendapati sesuatu yang mengejutkan dan membuat siswa penasaran. Dalam memberikan materi pembelajaran, guru dapat menyoroti hal-hal yang tampak aneh, unik, dan tidak biasa. Mulailah dengan membuat siswa penasaran. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dan biarkan siswa bekerja untuk memecahkan pertanyaan tersebut.

13. Tunjukkan Kepedulian terhadap Siswa

Sesekali bertindak konyol juga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat mereka tertawa dan merasa senang merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap siswa.

14. Libatkan Siswa dalam Proyek

Melibatkan siswa dalam lokakarya juga diketahui dapat membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Siswa akan benar-benar berpartisipasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

15. Hindari Kebiasaan Monoton

Menghabiskan jam pelajaran yang sama persis dengan cara yang sama setiap hari adalah hal yang perlu dihindari. Walaupun guru mengajarkan materi yang sama untuk siswa yang berbeda, namun, kebiasaan monoton akan tampak membosankan bagi siswa. Dengan demikian, guru dapat mencoba hal baru dengan berani mengambil risiko dan membuat kesalahan untuk menciptakan metode yang baru.

16. Review tapi Jangan Ulangi Materi

Dalam kegiatan belajar mengajar, penting untuk meninjau ulang materi yang telah disampaikan secara teratur. Luangkan satu atau dua jam setiap minggu untuk meninjau materi yang telah diajarkan dalam minggu terakhir.

17. Ganti Pembelajaran dengan Percakapan

Sesekali libatkan siswa dalam percakapan santai dan posisikan mereka layaknya teman. Dalam hal ini, baik guru maupun siswa dapat saling bertukar ide atau gagasan, sehingga guru tidak hanya memberikan tanggapan tetapi juga menerima tanggapan.

18. Cobalah untuk Menjadi Siswa

Cobalah untuk duduk bersama siswa lainnya dan beri kesempatan kepada siswa untuk menggantikan posisi sebagai guru. Luangkan waktu seminggu untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh siswa dan biarkan siswa menilainya.

19. Jangan Beranggapan Terlalu Serius

Banyak guru yang tidak menyadari bahwa mata pelajaran yang diampunya bukanlah satu-satunya mata pelajaran yang diambil oleh siswa. Padahal, siswa harus menyeimbangkan tugas dan materi dari beberapa mata pelajaran dalam satu waktu. Untuk itu, cobalah untuk memahami siswa dan berilah waktu kepada siswa untuk memahami materi pelajaran yang lain.

20. Tertawakan Lelucon Siswa

Hal lain yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah terlibat dalam lelucon yang dilontarkan oleh siswa. Dalam hal ini, guru dapat tertawa apabila mendengar lelucon siswa. Hal tersebut diketahui menjadi cara terbaik untuk memastikan guru dan siswa berada dalam suasana hati yang menyenangkan.

Berikut, 12 Ciri Pembelajaran Yang Efektif, Patut Diketahui

12 Ciri Pembelajaran Yang Efektif

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran yang efektif menjadikan informasi mudah dipahami siswa dan bertahan lama pada ingatannya. Melalui pembelajaran yang efektif, siswa dapat merasakan makna mendalam dari proses belajarnya sehingga semua yang dipelajarinya dapat diterapkan dan diamalkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-harinya.

Efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran, sehingga untuk mencapai pembelajaran yang efektif dibutuhkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran.

Pembelajaran juga mengandung makna belajar dan mengajar, belajar dilakukan oleh siswa dan mengajar dilakukan oleh guru. Dalam pembelajaran, siapapun dapat berperan sebagai guru dan siapapun dapat berperan sebagai siswa.

Berikut 12 Ciri-ciri Pembelajaran Yang Efektif :

1. Mencari Tahu Bukan Diberi Tahu

Peserta didik diberikan kesempatan untuk menemukan pengetahuan sendiri melalui kegiatan eksplorasi, mencoba, mengumpulkan data, dan kegiatan lainnya sehingga mereka dapat belajar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn) dan dapat menumbuhkan kemandirian belajar.

2. Sumber Belajar Bervariasi

Peserta didik mencari sumber belajar sendiri selain sumber belajar yang telah disediakan oleh guru, sehingga sumber belajar lebih variatif disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

3. Menggunakan Pendekatan Proses dan Ilmiah

Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran bersifat berpusat kepada peserta didik dengan melibatkan proses ilmiah sehingga terbangun keterampilan proses dan sikap ilmiah dari peserta didik.

4. Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Pembelajaran yang direncanakan dan didesain oleh guru disesuaikan dengan kompetensi peserta didik yang akan dikembangkan dan dilaksanakan untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh setiap peserta didik.

5. Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran didesain dengan mengaitkan materi pembelajaran dari berbagai mata pelajaran dan dilaksanakan tidak berorientasi kepada penguasaan materi pembelajaran atau aspek kognitif saja, melainkan berorientasi kepada seluruh aspek secara holistik sehingga bermakna bagi hidup peserta didik.

6. Pembelajaran Dengan Jawaban Multidimensi 

Pembelajaran dilaksanakan dengan memfasilitasi peserta didik untuk berpikir dan berkarya dalam rangka memecahkan masalah kontekstual yang memungkinkan dijawab oleh peserta didik menggunakan jawaban terbuka yang multidimensi.

7. Pembelajaran Dengan Keterampilan Aplikatif

Pembelajaran dilaksanakan berorientasi kepada keterampilan-keterampilan hidup peserta didik seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, kemandirian, dan keterampilan lainnya yang bermakna bagi peserta didik sehingga pengetahuan yang didapatkannya dapat diterapkan dalam hidupnya untuk mengatasi masalah-masalah kontekstual yang sedang dihadapinya.

8. Pembelajaran Seimbang Antara Keterampilan Fisik dan Mental

Pembelajaran yang dilaksanakan tidak hanya mengembangkan keterampilan fisik saja, tetapi mengembangkan keterampilan mental juga dengan membiasakan peserta didik untuk berpikir, merefleksi kinerjanya, dan aktivitas lainnya yang dapat menumbuhkan keterampilan mental peserta didik.

9. Pembelajaran mengutamakan pembudayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat 

Pembelajaran memandang siapapun adalah guru dan siapapun adalah peserta didik, sehingga pembelajaran dilaksanakan dengan memosisikan guru dan peserta didik sebagai individu yang sedang belajar untuk menumbuhkan
karakter pebelajar dari guru dan peserta didik.

10. Pembelajaran menerapkan nilai-nilai melalui keteladanan, pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik 

Pembelajaran diawali dengan proses identifikasi potensi peserta didik dan dilaksanakan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik dengan memerankan guru sebagai among yang bertugas untuk membimbing, mendorong, memotivasi dan memberikan teladan bagi peserta didik sehingga mereka tumbuh dan berkembang sesuai potensinya melalui bimbingan oleh guru yang bersifat memandirikan.

11. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas tetapi di sekolah, rumah dan masyarakat 

Pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga dimanapun adalah kelas tempat peserta didik belajar. Guru memfasilitasi proses belajar peserta didik di sekolah, keluarga dan masyarakat sehingga setiap individu di sekitar peserta didik dapat berperan sebagai narasumber atau guru yang dapat membimbing, mengarahkan, memotivasi, dan memberikan teladan kepada peserta didik

12. Pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dimanapun adalah kelas untuk belajar, dan kapanpun waktunya untuk belajar. 

Pembelajaran dilaksanakan dengan membiasakan peserta didik untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Guru harus selalu membangun cara pandang peserta didik tentang belajar, sehingga mereka memahami makna belajar yang sebenarnya dan memandang bahwa belajar merupakan hidup mereka dan ciri mereka hidup.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Rujukan :

Modul PPG 2019 : Perkembangan Peserta Didik

Tips Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif dan Menyenagkan

Tips Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif dan Menyenagkan

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran yang efektif dan menyenangkan adalah salah satu kunci yang dapat menentukan keberhasilan dalam kegiatan proses pembelajaran dikelas. Proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan akan memberikan pemahaman yang baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat mengaplikasikannya dalam diri para siswa. 

Dalam pembelajaran banyak cara yang dilakukan oleh guru agar siswanya tidak cepat merasa bosan, pendidik bisa menerapkan metode pembelajaran berupa diskusi dan juga metode yang lain dan didukung oleh media penunjang seperti gambar, video dan juga audio. 

Ketika ada pembelajaran yang menghubungkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata maka siswa akan menggali kreativitas saat proses kegiatan pembelajaran dengan mencari, mengidentifikasi, mengelompokkan, menghubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya pembelajaran seperti itu disebut pembelajaran kontextual dengan kegiatan belajar mengajar yang memberikan contoh-contoh dari lingkungan sekitar yang di temu oleh siswa.

Pembelajaran Yang Efektif

Efektivitas pembelajaran adalah sebuah indikator keberhasilan suatu proses interaksi antara siswa, bisa dengan siswa dengan siswa, siswa dengan guru dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Efektivitas pembelajaran dapat diketahui dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep siswa. Untuk mencapai suatu konsep pembelajaran yang efektif dan efisien tentu perlu adanya hubungan timbal balik antara siswa dan guru untuk mencapai suatu tujuan secara bersama, selain itu juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk membantu tercapainya seluruh aspek perkembangan siswa.

Pembelajaran yang efektif dapat melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana dalam pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreativitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang ada dalam diri yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.

Berikut 12 Tips Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif dan Menyenangkan :
  1. Mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik dari peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan
  2. Volume dan intonasi suara dari guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik
  3. Tutur kata guru harus santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik
  4. Menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik
  5. Mampu menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan keputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran
  6. Memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung
  7. Guru harus menghargai peserta didik tanpa harus memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin dan status sosial ekonomi
  8. Menghargai pendapat peserta didik 
  9. Memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi
  10. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan
  11. Selalu menggunakan metode, model dan media pembelajaran yang menarik
  12. Memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.
Selanjutnya bagaimana membangun motivasi belajar bagi siswa agar efektif dalam proses pembelajaran :

1. Membangkitkan rasa gembira dan menyenangkan pada siswa

Jika pada proses pembelajaran diawali dengan suasana yang menyenangkan tentu secara tidak sadar akan membuat siswa termotivasi untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Menganggap siswa seperti sahabat

Menganggap siswa seperti sahabat di sini tentunya saat berada dikelas saja. Karena setiap guru harus memperlakukan siswa layaknya seorang sahabat. Contohnya seperti mengajar siswa dengan penuh kelembutan dan dengan penuh cinta dan perasaan.

3. Membangun jiwa kompetisi antar siswa

Membangun jiwa kompetensi antar siswa di sini bukan dalam konteks yang negatif, bukan seperti kompetisi siapa bukunya yang paling bagus atau sepatunya yang paling mahal, melainkan jiwa kompetisi berlomba-lomba dalam rangking. Jika siswa yang mendapat rangkin terbaik guru bisa memberikan reward kepada siswa, hal ini dapat memacu jiwa kompetisi siswa didalam kelas. Namun guru juga harus berhati-hati dalam memberikan reward agar tidak terjadi konflik antara siswa dengan siswa lainnya,

4. Penilaian yang obyektif

Lakukan penilaian dengan secara jujur dan objektif, jika sudah dinilai maka selanjutnya melakukan upaya tindak lanjut terhadap hasil penilaian, antara lain dengan cara membagikan hasil penilaian. Jika terdapat nilai siswa yang masih kurang maka perlu diadakannya upaya perbaikan dan pengayaan. 

5. Menghargai siswa

Jika guru sudah tidak menghargai siswanya dan malah menyebutkan kekurangan siswa di depan teman-teman nya atau dengan mengatakan perkataan “bodoh” kepada siswa, maka hal inilah yang akan membuat siswa merasa tidak dihargai dan dan menimbulkan pertentangan batin di dalam diri siswa.


Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan agar tercipta suasana belajar yang efektif efisien dan menyenangkan, ini merupakan hal penting bagi guru menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Terima kasih dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan)