Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ada berbagai metode yang digunakan khususnya pada materi menyimak, metode dibawah ini digunakan oleh guru pada materi-materi tertentu dalam menyimak suatu tes atau cerita.

Berikut Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia :

1. Metode Simak-Ulang Ucap(Metode Integratif)

Guru sebagai model pembelajaran membacakan atau memutar rekaman bunyi bahasa tersebu, seperti fonem, kata mutiara, puisi pendek dengan perlahan-lahan serta intonasi yang jelas dan tepat. sedangkan tugas siswa meniru ucapan guru. peniruan ini dapat dilakukan secara individu, kelompok atau klasikal.

2. Simak Terka

Dapat masuk dalam bahasa dan sastra, Langkah–langkahnya:

a. guru mempersiapkan deskripsi sesuatu benda tanpa menyebut namanya.
b. deskripsi tersebut dikomunikasikan kepada siswa mendengarkan serta menerka benda apa yang di maksud oleh guru

3. Metode Simak Tulis

Metode simak tulis. guru mempersiapkan bahan-bahan yang akan didiktekan kepada siswa-siswanya. siswa menulis apa yang di ucapkan guru.

4. Metode Memperluas Kalimat

Guru mengucapkan kalimat sederhana. siswa menirukan ucapan guru. guru mengucapkan kata atau kelompok kata. siswa menirukan ucapan guru. selanjutnya siswa disuruh menghubungkan ucapan yang pertama dan kedua sekaligus, sehingga menjadi kalimat yang panjang

5. Metode Bisik Berantai

Guru membisikan kalimat kepada seseorang siswi. siswi tersebut membisikan kalimat tersebut kepada siswa kedua, sampai seterusnya sampai anak terakhir. guru memeriksa apakah kalimat pesan tersebut sampai kepada siswa terakhir dengan benar.

6. Metode Menjawab Pertanyaan

Siswa-siswa merasa malu untuk membicarakan atau bercerita dapat di bimbing dengan pertanyaan guru. pertanyaan yang di ajukan berupa berbagai jenis pertanyaan sesuai dengan tema yang di ajarkan. misalnya, untuk memperkenalkan diri siswa guru dapat mengajukan sejumlah pertanyaan  mengenai nama orang tua, jumlah, umur, jumlah keluarga dan sebagainya.

7. Metode Identifikasi Tema/Kalimat Topik/Kata Kunci

Metode identifikasi tema, kalimat topik, kata kunci pada dasarnya sama. perbedaannya terletak pada materi yang harus diidentifikasi. identifikasi tema untuk sebuah wacana/cerita. siswa di suruh menerka tema/topik judulnya.

8. Metode Parafase

Parafase berarti ahli bentuk, dalam pembelajaran bahasa, parafase bisanya diwujudkan dalam bentuk pengalihan bentuk puisi ke prosa atau memprosakan sebuah puisi. Guru mempersiapkan puisi sederhana  yang sekiranya sesuai dengan karakteristik kelas yang dibelajarkan. puisi tersebut dibacakan kepada siswa dan siswi menyimak dengan seksama. pembacaan puisi tersebut hendaknya dengan jeda yang jelas dan intonasi yang tepat. setelah siswa selesai di suruh bercerita isi puisi dengan bahasanya sendiri dalam bentuk prosa.

9. Metode Merangkum

Merangkum berarti menyingkat atau meringkas dari bahan yang telah disimak. dengan kata-katanya sendiri. Siswa mencari intisari bahan yang disimaknya. Bahan yang di simak sebaiknya wacana yang pendek dan sederhana sesuai dengan tingkat kematangan anak.

Demikian artikel tentang Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia semoga bermanfaat.

10 Komponen Yang Terdapat Dalam Proses Pembelajaran

10 Komponen Yang Terdapat Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Pada dasarnya pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang salaing bergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.

Berikut 10 Komponen yang terdapat dalam proses pembelajaran yaitu sebagai berikut :

1. Guru

Guru merupakan pelaku utama dalam pembelajaran tanpa adanya seorang guru pemeblajaran tidak akan dapat berjalan, sehingga dalam hal ini guru menjadi salah satu komponen yang terpenting. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila seorang guru mampu melakukan pembelajaran dengan baik dan efektif, dan seorang guru dapat melakukan rekayasa atau dimanipulasi komponen lain agar menjadi berfariasi. Sementara dalam melakukan rekayasa pembelajaran, seorang guru harus berdasar pada kurikulum yang berlaku.

2. Peserta didik

Peserta didik merupakan komponen yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan potensi kemampuan menjadi nyata guna mencapai tujuan belajar. Peserta didik pun merupakan komponen penting dalam pembelajaran karena adanya peserta didik yang akan belajaran membuat pembelajaran akan menjadi interaktif antara guru dan peserta didik tersebut.

3. Tujuan

Tujuan dam pembelajaran merupakan komponen yang penting, karna dengan adanya tujuan tersebut pembelajaran akan lebih terprogram agar dapat tercapai. Tujuan juga menjadi dasar yang dijadikan landasan untuk menentukan strategi, materi, media, dan evaluasi pembelajaran. Dalam strategi pembelajaran, penetuan tujuan merupakan komponen yang pertama kali harus dipilih oleh seorang guru, karena tujuan pembelajaran menjadi target yang ingi dicapai dalam kegiatan pembelajaran.

4. Bahan pelajaran

Bahan pelajaran adalah komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Dalam konteks tertentu, bahan pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi proses pembelajaran diartikan sebagai proses penyampaian materi. Ada dua persoalan dalam penguasaan bahan pelajaran, yakni penguasaan bahan pelajaran pokok dan bahan pelajaran pelengkap.

Penguasaan bahan pelajaran pokok adalah bahan pelajaran yang menyangkut bidang studi yang dipegang oleh guru sesuai dengan profesinya (disiplin keilmuannya). Sedangkan bahan pelajaran pelengkap adalah bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan seorang guru agar dalam mengajar dapat menunjang penyampaian bahan pelajaran pokok. Dalam bahan ajar harus disesuaikan dengan bahan pelajaran pokok yang dipegang agar dapat memberikan motivasi kepada sebagian besar atau semua anak didik. 

5. Kegiatan pembelajaran

Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal, maka dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dirumuskan komponen kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses pembelajaran. Dalam kegiatan pemebelajaran disini mencakup proses interaksi antara guru dan peserta didik

6. Metode

Metode adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Keberhasilan pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh pemilihan metode yang baik dan benar sesuai dengan kondisi, keadaan peserta didik. Tidak akan mungkin seorang guru dapat melakukan pembelajaran tanpa adanya metode yang digunakan.

7. Alat

Alat yang digunakan dalam pembelajaran merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran alat memiliki fungsi sebagai pelengkap. Alat dapat dibedakan menjadi dua yaitu alat verbal meliputi suruhan, perintah, larangan dan lain-lain dan yang kedua yaitu alat non verbal meliputi globe, peta, papan tulis slide dan lain-lain.

8. Sumber belajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau rujukan dimana bahan pembelajaran bisa diperoleh. Sumber belajar dapat dieroleh dari masyarakat, lingkungan dan kebudayaan. Sumber belajar 

9. Evaluasi

Evaluasi yaitu komponen yang berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum. Evaluasi dalam pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik sejauh mana siswa telah dapat mengikuti pembelajaran dengan baik yaitu salah satunya dapat dengan menggunakan tanya jawab kepada siswa atau juga memberi soal terkait materi yang talah diajarkan, selaian itu evaluasi juga sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah diterapkan.

10. Situasi atau lingkungan

Lingkungan yang akitannya dengan proses pembelajaran yaitu situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim, sekolah, letak sekolah dan lain-lain) dan hubungan antar sesama teman misalnya dengan teman dan dengan orang lain.

Demikian tentang 10 Komponen yang terdapat dalam proses pembelajaran, Semoga bermanfaat dan terima kasih.

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tiga cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan secara cepat.

Berikut 11 metode pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.

Kelebihan metode ceramah :
  • Guru lebih menguasai kelas
  • Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
  • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
  • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Kelemahan metode ceramah
  • Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
  • Yang  visual  menjadi  rugi,  yang  auditif  (mendengar)  lebih  biasa menerima
  • Membosankan bila selalu digunakan dan terlalu lama
  • Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan tertarik padaceramahnya
2. Metode Tanya Jawab 

Metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat ywo way traffic, sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.

Kelebihan metode tanya jawab :
  • Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
  • Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya   pikir, termasuk daya ingatan.
  • Mengembangkan  keberanian  dan  keterampilan  siswa  dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kelemahan metode tanya jawab :
  • Siswa merasa takut bila guru kurang dapat mendorong siswa     untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang
  • Tidak  mudah  membuat  pertanyaan  yang  sesuai  dengan  tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa
  • Sering membuang banyak waktu
  • Kurangnya  waktu  untuk  memberikan  pertanyaan  kepada  seluruh siswa.
3. Metode Diskusi 

Metode diskusi  adalah  bertukar  informasi,  berpendapat,  dan  unsur-unsur pengalaman  secara  teratur  dengan  maksud  untuk  mendapat  pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas.

Kelebihan metode diskusi :
  • Merangsang  kreatifitas  anak  didik  dalam  bentuk  ide,  gagasan,    prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan masalah
  • Mengembangkan sikap saling menghargai pendapat orang lain
  • Memperluas wawasan
  • Membina  untuk  terbiasa  musyawarah  dalam  memecahkan  suatu masalah.
Kelemahan metode diskusi :
  • Membutuhkan waktu yang panjang
  • Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar
  • Peserta mendapat informasi yang terbatas
  • Dikuasai  orang-orang  yang  suka  berbicara  atau  ingin menonjolkan diri.
4. Metode Demonstrasi 

Demonstrasi yang dimaksud disini ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode ini dilakukkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Kelebihan metode demonstrasi :
  • Menghindari verbalisme
  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  • Proses pengajaran lebih menarik
  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara     teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
Kelemahan metode demonstrasi :
  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus
  • Kurangnya fasilitas
  • Membutuhkan waktu yang lama. 
5. Metode Eksperimen 

Metode Eksperimen, metode ini bukan sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan satu metode berfikir, sebab dalam Eksperimen dapat menggunakan metode lainnya dimulai dari menarik data sampai menarik kesimpulan.

Kelebihan metode eksperimen :
  • Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan
  • Membina siswa membuat terobosan baru
  • Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk     kemakmuran umat manusia.
Kelemahan metode eksperimen :
  • Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi
  • Kesulitan dalam fasilitas
  • Menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketabahan
  • Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
6. Metode Latihan (Drill) 

Metode latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melaksanakan  kegiatan  latihan  agar  memiliki  ketangkasan  atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari

Kelebihan metode latihan :
  • Untuk memperoleh kecakapan motoris
  • Untuk memperoleh kecakapan mental
  • Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat
  • Pembentukan kebiasaan serta menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
  • Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan konsentrasi
  • Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis
Kelemahan metode latihan :
  • Menghambat bakat dan inisiatif siswa
  • Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
  • Monoton, mudah membosankan
  • Membentuk kebiasaan yang kaku
  • Dapat menimbulkan verbalisme
7. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Biasanya guru memberikan tugas berupa resume dengan menggunakan kalimat sendiri dari materi yang sudah dipelajari.

Kelebihan metode resitasi :
  • Merangsang  siswa  dalam  melaksanakan  aktivitas  belajar  baik individual maupun kelompok
  • Dapat mengembangkan kemandirian
  • Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  • Mengembangkan kreatifitas siswa.
Kelemahan metode resitasi:
  • Sulit dikontrol
  • Khusus tugas kelompok yang aktif siswa tertentu
  • Sulit memberikan tugas yang sesuai perbedaan individu
  • Menimbulkan kebosanan. 
8. Metode Karyawisata 

Melalui  metode  ini  siswa-siswa  diajak  mengunjungi  tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-tempat  yang akan dikunjungi dan hal-hal yang  perlu  diamati  telah  direncanakan  terlebih  dahulu,  dan  setelah kegiatan siswa diminta membuat laporan.

Kelebihan metode karyawisata :
  • Memiliki  prinsip  pengajaran  modern  dengan  memanfaatkan lingkungan nyata
  • Membuat relevansi antara apa  yang dipelajari dengan kebutuhan di masyarakat
  • Merangsang kreatifitas siswa
  • Bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
Kelemahan metode karyawisata :
  • Kurangnya fasilitas
  • Perlu perencanaan yang matang
  • Perlu koordinasi agar tidak tumpah tindih waktu
  • Mengabaikan unsur studi
  • Kesulitan mengatur siswa yang banyak
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)

Metode sistem regu (team teaching), merupakan metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerjasama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang-orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang kita butuhkan.

10. Metode Sosiodrama 

Metode  yang  digunakan  untuk  mengajarkan  nilai-nilai  dan  memecahkan masalah- masalah  yang  dihadapi  dalam  hubungan  sosial  dengan  orang-orang  di  lingkungan  keluarga,  sekolah  maupun  masyarakat.  Dalam pelaksanaannya  siswa  diberikan  peran  tertentu  dan  melaksanakan  peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas.

Kelebihan metode sosiodrama :
  • Melatih  siswa  untuk  melatih,  memahami  dan  mengingat  isi  bahan yang akan didramakan
  • Melatih siswa berinisiatif dan berkreatif
  • Memupuk bakat
  • Menumbuhkan dan membina kerjasama
  • Mendapat kebiasaan untuk membagi tanggung jawab
  • Membina tata bahasa siswa
Kelemahan metode sosiodrama :
  • Kurang kreatif bagi anak yang tidak ikut dalam drama
  • Banyak memakan waktu
  • Memerlukan tempat yang luas
  • Mengganggu kelas lain karena gaduh.
11. Metode Simulasi

Metode simulasi, simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulasition artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksud sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui proses tingkah laku imitasi atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya.

Kelebihan Metode Simulasi :
  • Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja
  • Simulasi dapat mengembangkan krwativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan
  • Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa
  • Memperkaya pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis
  • Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahan Metode Simulasi :
  • Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan
  • Pengelolaan yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan
  • Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
Demikian tentang 11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Rujukan :
Academia.edu

Guru Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran, Ada 12 Hal Yang Perlu Diperhatikan

Guru Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran, Ada 12 Hal Yang Perlu Diperhatikan

BlogPendidikan.net
- Tugas utama guru sebagai pengajar yakni memberitahu atau menyampaikan materi pembelajaran. Sejak adanya kehidupan, guru telah melaksanakan pembelajaran. 

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar menjadi sumber belajar yang bertugas memberikan kemudahan belajar. 

Sebagai pengajar, guru harus memiliki tujuan yang jelas, membuat keputusan secara rasional agar siswa memahami ketrampilan yang dituntut oleh pembelajaran.

Ada 12 hal yang perlu dilakukan guru sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, antara lain :

1. Membuat ilustrasi

Pada dasarnya ilustrasi menghubungkan sesuatu yang sedang dipelajari Siswa dengan sesuatu yang telah diketahuinya, dan pada waktu yang sama memberikan tambahan pengalaman kepada mereka.

2. Mendefinisikan

Meletakkan sesuatu yang dipelajari secara jelas dan sederhana, dengan menggunakan latihan dan pengalaman serta pengertian yang dimiliki oleh Siswa.

3. Menganalisis

Membahas masalah yang telah dipelajari bagian demi bagian, sebagaimana orang mengatakan: ”cuts the learning into chewable bites”

4. Mensintesis

Mengembalikan bagian-bagian yang telah dibahas ke dalam suatu konsep yang utuh sehingga memiliki arti, hubungan antara bagian yang satu dengan yang lain nampak jelas, dan setiap masalah itu tetap berhubungan dengan keseluruhan yang lebih besar.

5. Bertanya

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berarti dan tajam agar apa yang dipelajari menjadi lebih jelas.

6. Merespon

Menanggapi pertanyaan siswa

7. Mendengarkan

Memahami siswa, dan berusaha menyederhanakan setiap masalah.

8. Menciptakan kepercayaan

Siswa akan memberikan kepercayaan terhadap keberhasilan guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.

9. Memberikan pandangan yang bervariasi

Melihat bahan yang dipelajari dari berbagai sudut pandang, dan melihat masalah dalam kombinasi yang bervariasi.

10. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar

Memberikan pengalaman yang bervariasi melalui media pembelajaran, dan sumber belajar yang berhubungan dengan materi standar.

11. Menyesuaikan metode pembelajaran

Menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta didik serta menghubungkan materi baru dengan sesuatu yang telah dipelajari.

12. Memberikan nada perasaan

Membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna, dan hidup melalui antusias  dan semangat. Sebagai pengajar, guru harus memiliki tujuan yang jelas, membuat keputusan secara rasional agar peserta didik memahami ketrampilan yang dituntut dalam pembelajaran.

Demikian tentang Guru Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran, Ada 12 Hal Yang Perlu Diperhatikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

7 Teknik Bertanya Dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Terhadap Siswa

7 Teknik Bertanya Dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Terhadap Siswa

BlogPendidikan.net
- Dalam kegiatan pembelajaran seorang guru harus menguasai keterampilan bertanya dasar. Bahwa yang dimaksud dengan keterampilan bertanya dasar adalah pertanyaan pertama atau pembuka untuk mendapatkan keterangan atau informasi dari siswa. Untuk menindaklanjuti pertanyaan pertama diikuti oleh pertanyaan berikutnya atau disebut dengan pertanyaan lanjut.

Dengan demikian, pertanyaan lanjut adalah kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar) yaitu mengorek atau mengungkapkan kemampuan berfikir yang lebih dalam dan komperehensif dari pihak yang diberi pertanyaan (siswa). 

Keberhasilan mengembangkan kemampuan berfikir yang dilakukan melalui bertanya lanjut banyak dipengaruhi oleh hasil pembelajaran yang dikembangkan melalui penggunaan pertanyaan dasar.

Kemampuan bertanya lanjut sebagai kelanjutan dari bertanya dasar lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berfikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara agar lebih aktif dan kritis mengembangkan kemampuan berfikirnya.

Sementara untuk teknik pertanyaan guru kepada siswa harus benar-benar berfokus pada materi yang diajarkan atau materi yang di presentasikan saat diskusi kelompok. Pertanyaan guru tersebut untuk melacak kebenaran dan keabsahan jawaban dari siswa, salah satunya dengan memberikan contoh dari jawaban yang disampaikan oleh siswa

Berikut 7 teknik bertanya dengan pertanyaan pelacak yang dapat digunakan oleh seorang guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran yaitu :

1. Klarifikasi

Jika ada salah satu siswa menjawab pertanyaan guru dengan kalimat yang kurang tepat, maka guru memberikan pertanyaan pelacak yang meminta siswa untuk menjelaskan atau dengan kata-kata lain sehingga jawaban siswa menjadi lebih baik atau menyuruh siswa untuk mengulang jawabannya dengan kata yang lebih lugas.

Contoh: Dapatkah kamu menjelaskan sekali lagi apa yang kamu maksud?

2. Meminta Siswa Memberikan Alasan

Guru dapat meminta siswa untuk memberikan bukti yang menunjang kebenaran suatu pandangan yang diberikan dalam menjawab pertanyaan. 

Contoh: Mengapa kamu mengatakan demikian?

3. Meminta Kesepakatan Pandangan

Guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolakan siswa serta memberikan alasan-alasannya terhadap suatu pandangan yang diungkapkan oleh seorang siswa, dengan maksud agar diperoleh pandangan yang benar dan dapat diterima oleh semua pihak.

Contoh: Siapa setuju dengan jawaban itu? Mengapa?

4. Meminta Ketepatan Jawaban

Jika jawaban siswa belum tepat guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban itu agar diperoleh jawaban yang tepat atau guru dapat menggunakan metode pemberian pertanyaan dengan sistem bergilir.

5. Meminta Jawaban Yang Lebih Relevan

Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan siswa menilai kembali jawabannya atau mengemukakan kembali jawabannya menjadi lebih relevan.

6. Meminta Contoh

Jika ada jawaban dari siswa yang kurang jelas maka guru dapat meminta siswa untuk memberikan ilustrasi atau contoh yang konkret.

Contoh: Dapatkah kamu memberi satu atau beberapa contoh dari jawabanmu?

7. Meminta Jawaban Yang Lebih Kompleks

Guru memberikan penjelasan agar jawaban siswa menjadi lebih kompleks dan mampu menemukan ide-ide penting lainnya.

Contoh: Dapatkah kamu memberikan penjelasan yang lebih luas lagi dari ide yang dikatakan tadi?

Ok, Itu dia 7 Teknik Bertanya dengan Pertanyaan Pelacak Yang Dilakukan Guru Kepada Siswa, Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran dan Aktifitas Guru

Contoh Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran dan Aktifitas Guru

BlogPendidikan.net
 - Bukan cuman guru yang menilai siswa, siswapun memiliki penilaian dalam bentuk angket yang bisa di lakukan harian, mingguan, semester atau satu tahun pembelajaran.

Penilaian melalui angket ini sangat bermanfaat buat guru dan juga siswa. Dari hasil penilaian angket tersebut diketahuilah kepribadian dan kemampuan guru tersebut.

Angket adalah alat penilaian hasil belajar yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang keluarga siswa, kesehatan siswa, tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran, media, dan lain-lain.

Berikut Contoh Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran dan Aktifitas Guru : 1. UNDUH 2. UNDUH

Demikian tentang Contoh Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran dan Aktifitas Guru semoga bermanfaat dan terima kasih.

Unduh Juga :

Contoh Angket Penilaian Siswa Terhadap Guru : UNDUH

Contoh Lembar Monitoring dan Pengamatan Orang Tua Selama BDR : UNDUH

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH

Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
BlogPendidikan.net
- Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam melaksanakan penilaian, pendidik dan satuan pendidikan harus mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan. 

Pada proses pembelajaran, yang berlangsung baik tatap muka ataupun jarak jauh, guru selalu mempersiapkan berbagai penilaian terhadap siswanya pada akhir pembelajaran suatu materi. Proses penilaian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan siswa terhadap materi yang telah di ajarkan.

Karena kondisi pandemi, berbagai kiat guru mempersiapkan format penilaian terhadap siswa baik penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan, semua dilakukan berdasarkan kondisi tempat Bapak/Ibu mengajar, saat PJJ diterapkan baik luring ataupun daring harus mempersiapkan formulir penilaian kemampuan siswa.

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik dilakukan secara daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Cara penilaiannya pun berubah dari tatap muka yang dalam kondisi normal dengan bertatap muka langsung tentu sangat berdeda dengan sistem pembelajaran saat ini, dimana proses penilaiannya sangat terbatas.

Dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang contoh format penilaian siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

* Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH 

Lihat Juga :

* Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD

BlogPendidikan.net
- Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi.

Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Membantu siswa  mengembangkan konsep
  • Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses
  • Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran
  • Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis
  • Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran
Kegunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  • Memberikan pengalaman kongkret bagi siswa
  • Membantu variasi belajar
  • Membangkitkan minat siswa
  • Meningkatkan retensi belajar mengajar
  • Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien
LKS Belajar Dari Rumah (BDR) Dari Inovasi

Lembar Kerja Siswa (LKS) ini disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa belajar dari rumah selama pandemi Covid 19. Kegiatan-kegiatan di dalam LKS dirancang untuk bisa dilakukan secara mandiri oleh siswa dengan bimbingan orang tua atau guru secara minimal. Orangtua atau guru bisa membacakan perintah dalam setiap soal, jika siswa belum memahami perintahnya.
Baca Juga : Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru
Materi LKS ini berisi tiga belas kegiatan untuk membantu anak mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangan yang mencakup aspek pribadi, sosial, dan belajar secara utuh dan optimal.

Dengan terjadinya pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan pembelajaran lebih diarahkan kepada upaya pendidikan kepada anak agar mampu merespon kondisi yang dihadapi dengan cara menambah pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dan memahami dirinya dan perasaannya, dan membangun rasa positif.

Berikut Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD, bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 2 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 3 (Literasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-3 (Penguatan Pendidikan Karakter) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-3 (Psikoedukasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-6 (Psikoedukasi) : UNDUH

Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1-6 (Psikoedukasi 2) : UNDUH

Baca Juga :

* Format Pembiasaan Guru, Alokasi Waktu, Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian Dalam Buku Kerja Guru : UNDUH

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Demikian tentang Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah Kelas 1 - 6 SD atau pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh (PJJ), semoga bermanfaat dan terima kasih. Jangan lupa tuk berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

BlogPendidikan.net
- Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

guru merupakan jabatan ataau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.

Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru profesioanal yang harus menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya

Berikut Peran guru dalam pembelajaran menurut para ahli (Mulyasa) sebagai berikut:

1. Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

2. Guru sebagai pengajar

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar bagi siswanya.

3. Guru sebagai pembimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (journey), yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bertanggungjawab atas kelencarana perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

4. Guru sebagai pelatih

Proses pendidikan dan pelatihan memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Tanpa
pelatihan peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pelatih yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing.

5. Guru sebagai penasehat

Guru adalah seorang penasehat terbaik bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan meskipun dalam beberapa hal tidak dapat untuk menasehati orang.

6. Guru sebagai pembaharu (inovator)

Guru menerjemahkan pengalaman yang lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik yang belajar sekarang secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru adalah memahami bagaimana kenyataan tersebut dan bagaimana menjembatani secara efektif, maka untuk itu inovasi diperlukan

7. Guru sebagai model dan teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran itu tidak mudah untuk ditentang apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat perhatian peserta didik serta orang sekelilingnya.

8. Guru sebagai pribadi

Guru dituntut memiliki kepribadian yang mencerminkan sebagai seorang pendidik sejati. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibandingkan profesi lainnya. Untuk itu kestabilan emosi amat diperlukan dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun di masyarakat.

9. Guru sebagai peneliti

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang diperoleh melalui kegiatan penelitian. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari ilmu atau peneliti yang selalu berusaha mencari ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian.

10. Guru sebagai pendorong kreativitas

Kreativitas merupakan hal penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut. Kreativitas ditandai adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Peran ini akan memicu guru untuk senantiasa berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik sehingga peserta didik akan menilainya bahwa guru memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu kegiatan yang bersifat rutin saja.

11. Guru sebagai pembangkit pandangan

Guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya Mengemban peran ini maka guru harus terampil dalam
berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang peran ini.

12. Guru sebagai pekerja rutin

Guru bekerja dengan ketrampilan, dan kebiasaan tertentu serta kegiatan rutin yang dilakukan hari demi hari. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik dan keikhlasan maka akan menjadi beban yang memberatkan.

13. Guru sebagai pemindah kemah

Guru adalah seorang pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan dan membantu peserta didik meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru dan peserta didik bekerjasama mempelajari cara baru
dan meninggalkan kepribadian yang telah membantunya mencapai tujuan dan menggantinya sesuai dengan tuntutan masa kini. Proses ini menjadi suatu transaksi edukatif bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas.

14. Guru sebagai pembawa cerita

Cerita yang berisikan hikmah dan pelajaran sangat bermanfaat bagi peserta didik, oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan untuk bercerita. Sebagai pembawa cerita yang baik maka guru harus memahami bagaimana menggunakan suaranya, mampu memvariasikan irama dan volume suara, memilih waktu pelompatan cerita, mengolah ide yang diperlukan, serta menggunakan kata-kata yang tepat dan jelas.

15. Guru sebagai aktor

Sebagai aktor guru melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik. Untuk itu guru harus mengembangkan pengetahuan yang telah dikumpulkan serta mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan itu. Dengan kata lain guru mempelajari dan melakukan semua hal yang berhubungan dengan tugasnya, sehingga dapat bekerja secara efektif.

16. Guru sebagai emansipator

Guru berperan sebagai emansipator bagi peserta didiknya ketika peserta didik telah menilai dirinya sebagai pribadi yang tak berharga, merasa dicampakkan atau selalu diuji dengan berbagai kesulitan sehingga hampir putus asa, 
dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Ketika peserta didik hampir putus asa, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi agar timbul kembali kesadaran, dan bangkit kembali harapannya.

17. Guru sebagai evaluator

Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas hasil belajar atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Untuk itu maka guru harus memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan penilaian dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik penilaian yang tepat.

18. Guru sebagai pengawet

Salah satu tugas pendidikan adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk melaksanakan tugas sebagai pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu, maka guru berusaha mengawetkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam pribadinya dalam arti guru harus berusaha menguasai materi standar yang akan disajikan kepada peserta didik.

19. Guru sebagai kulminator

Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Melalui rancangannya, guru mengembangkan tujuan yang akan dicapai dan akan dimunculkan dalam tahap kulminasi. 

Guru mengembangkan rasa tanggung jawab, mengembangkan keterampilan fisik dan kemampuan intelektual yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui kurikulum.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang. 

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet. 

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.