Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Nadiem Ubah Pola Rekrutmen Guru Harus Mengikuti PPG Dan Dinyatakan Lulus

One Be 4/05/2020
Nadiem Ubah Pola Rekrutmen Guru Harus Mengikuti PPG Dan Dinyatakan Lulus

Mendikbud Nadiem Makarim akan mengubah pola rekrutmen guru mulai tahun ini. Rekrutmennya dititikberatkan pada dua hal yaitu saat mendaftar PPG (pendidikan profesi guru) dan menjelang kelulusan (PPG).
"Tidak zamannya lagi melihat kemampuan guru hanya pada kompetensinya. Guru tidak boleh hanya dinilai lewat kemampuan akademisnya tetapi juga bagaimana praktiknya dia mengajar," kata Nadiem di Jakarta, Minggu (5/4).
Dia menyebutkan, setelah lulus S1, seorang calon guru harus ikut PPG selama setahun. Sebelum masuk, dia harus diuji kemampuan akademik serta menelisik jiwanya. Seberapa besar panggilan hatinya menjadi seorang guru. Apakah karena tidak ada pekerjaan lain akhirnya melamar jadi guru. Atau memang panggilan jiwanya menjadi guru.
Baca Juga; Jokowi, Guru Lebih Banyak Tugas Administrasi Daripada Fokus Mengajar, Nadiem Siap Rombak Kurikulum
"Menjadi guru tidaklah mudah. Hanya orang-orang tertentu yang bisa jadi guru. Selama ini kemampuan guru hanya dinilai dari kompetensinya. Itu yang salah. Mestinya dilihat bagaimana dia mengajar, berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa," tuturnya.
Baca Juga; Kemungkinan Libur Sekolah Akan Diperpanjang dan Masuk Setelah Lebaran
Baca Juga; Banyak Dana Dipangkas, Bagimana Nasib Gaji 13 dan THR PNS Terkait COVID-19 
Baca Juga; Sri Mulyani, Jokowi Minta Gaji 13 dan THR PNS Dikaji Kembali 
Seorang guru yang hebat bila dia bisa mentransfer ilmu ke siswa dengan baik. Guru bukan jago pidato tetapi bagaimana bisa menarik siswa untuk tertarik dengan materi yang diajarkan.
"Saya ingin semua guru nanti punya kemampuan ganda. Tidak hanya dari sisi pengetahuan tetapi paling utama kepiawaiannya mengajar. Makanya praktik mengajar menjadi syarat mutlak seorang calon guru bisa lulus PPG," tandasnya.

Source; jpnn.com
Artikel; https://www.jpnn.com/news/mendikbud-nadiem-ubah-pola-rekrutmen-guru

Jokowi, Guru Lebih Banyak Tugas Administrasi Daripada Fokus Mengajar, Nadiem Siap Rombak Kurikulum

One Be 4/05/2020
Jokowi, Guru Lebih Banyak Tugas Administrasi Daripada Fokus Mengajar, Nadiem Siap Rombak Kurikulum

Blogpendidikan.net - Presiden Joko Widodo menilai bahwa guru tidak fokus dengan kegiatan belajar mengajar. Mereka justru lebih banyak mengurusi persoalan administrasi. Menurut Presiden, beban administrasi justru menjadi persoalan di dunia pendidikan Indonesia.

Sementara, berdasarkan survei Programme for Internatioanal Student Assessment (PISA) mengatakan bahwa kualitas guru akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di suatu negara.

"Ini berkali-kali saya tekankan, mengenai beban administratis guru. 

Guru tidak fokus kegiatan belajar mengajar tapi lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan administratif. Ini tolong digaris bawahi," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas tentang Strategi Peningkatan Peringkat dalam PISA melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi juga meminta perbaikan lingkungan pendidikan. Buat lingkungan pendidikan yang nyaman agar siswa termotivasi untuk terus belajar. Selain itu Jokowi meminta agar perundungan di lingkungan sekolah segera ditekan.
"Dari survei PISA dan juga evaluasi UN terdapat hubungan kuat antara kondisi
sosial ekonomi siswa dengan capaian hasil UN atau skor nilai PISA," ujar Jokowi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan bakal mengurangi beban siswa dalam penyederhanaan kurikulum. Ia berpendapat kurikulum saat ini masih membebani siswa.

Nadiem

“Kita sudah sepakat akan menyederhanakan kurikulum kita sehingga lebih mudah dimengerti oleh guru dan siswa. Jadi jelas beban konten harus turun,” ujarnya.
Namun ia menyatakan belum ada keputusan konkret dari pihaknya bagaimana modifikasi kurikulum akan dilakukan. Kemendikbud masih membahas konten kurikulum yang akan dipangkas.

“Apakah artinya mata pelajaran dikurangi atau konten per mata pelajaran dikecilkan? Ini masih dikaji tim kami. Jadinya saya belum bisa jawab. Tapi yang sudah jelas beban siswa dengan jumlah konten dan bahan yang banyak sekali pasti akan kita tangani,” jelasnya.

Nadiem menilai kurikulum yang diterapkan di sekolah masih membebani siswa. Pada akhirnya Nadiem menilai guru tidak bisa mengajar sesuai kemampuan masing-masing siswa.

Untuk itu modifikasi kurikulum nantinya, kata Nadiem, bakal disesuaikan dengan kemampuan siswa yang beragam. Artinya dalam satu kelas siswa bisa mengerjakan hal yang berbeda-beda.

Kemungkinan Libur Sekolah Akan Diperpanjang dan Masuk Setelah Lebaran, Tangerang

One Be 4/04/2020
Kemungkinan Libur Sekolah Akan Diperpanjang dan Masuk Setelah Lebaran, Tangerang

Status tanggap darurat virus corona, libur sekolah diperpanjang. Siswa akan masuk sekolah dijadwalkan nanti setelah lebaran 2020. Sudah disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang.
Libur sekolah diperpanjang demi meminimalisir penyebaran virus yang dinamakan Covid-19 itu di Kota Tangerang.

Anak - anak murid kembali masuk sekolah setelah Lebaran Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kota Tangerang, Masyati Yulia.

"Pelaksanaan proses layanan pembelajaran dilakukan dari rumah masing - masing. Diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2020," ujar Masyati kepada Warta Kota, Kamis (26/3/2020).

Para murid kembali masuk sekolah pada tanggal 2 Juni 2020. Menurutnya hal itu menindak lanjuti surat edaran Menteri Pendidikan di tengah penyebaran wabah Covid-19 ini.
"Sementara ini sesuai edaran di atas. Tapi kalau ada perkembangan lain nanti akan ada pemberitahuan kembali," kata Masyati. (dik)
Status tanggap darurat virus corona di Tangerang sampai 23 Mei.
Kabupaten Tangerang kini telah berstatus tanggap darurat bencana wabah virus corona.
Status tersebut diterbitkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar melalui SKI Bupati bernomor 440/ Kep 273/ huk 2020 tertanggal 23 Maret 2020.
Zaki menjelaskan, berkaitan dengan tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona itu tertuang dalam SK tertanggal 23 Maret 2020.
Dan memutuskan empat hal terkait darurat bencana tersebut.

"Pertama status tanggap darurat bencana wabah Covid-19 Kabupaten Tangerang terhitung mulai 23 Maret hingga 23 Mei 2020," ujar Zaki.

Kedua perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah virus corona dapat dilakukan apabila situasi masih dalam kondisi rawan. Dan mengikuti kontinjensi penanggulangan bencana wabah Covid 19 tahun 2020.

"Kemudian yang ketiga biaya yang diperlukan untuk tanggap darurat bencana wabah Covid-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dan atau sumber lain yang sah," ucapnya.
Dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Terakhir keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," kata Zaki. (dik)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: BREAKING NEWS: Sekolah di Tangerang Diliburkan Sampai Lebaran

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tangerang Tanggap Darurat Virus Corona, Sekolah Diliburkan Sampai Lebaran
Source; https://manado.tribunnews.com/2020/03/26/libur-sekolah-diperpanjang-masuk-setelah-lebaran-siswa-di-tangerang-belajar-di-rumah?page=2

Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19

One Be 4/04/2020
Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19

Blogpendidikan.net - Berikut blogpendidikan.net akan berbagi tentang Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19 yang bisa diterapkan pada anak didik kita sesuai dengan kejadian atau keadaan yang kita alami selama ini.
Soal-soal yang ada semua membahas tentang COVID-19 yang diambil dari berbagai sumber dan sekaligus memperkenalkan dengan anak didik kita tentang virus corona atau yang disebut dengan COVID-19.
Dengan membaca, memahami dan menjawab soal yang ada anak didik akan lansung memahami bagimana COVID-19 itu.

Berikut beberapa contoh soal yang bisa ditampilkan selebihnya bisa anda download pada link pada akhir tulisan ini.
Baca Jug; Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form
Beberapa Contoh Soal

1. Virus Corona (COVID-19) yang menyerang manusia muncul di negara … pada awal tahun 2020. a. Cina
c. Amerika
b. Italia
d. Indonesia

2. Virus corona (COVID-19) dibawa oleh hewan… dan menular kepada manusia.
a. Burung
c. Kelelawar
b. Ikan
d. Harimau

3. Berdasarkan hasil penelitian dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, ukuran COVID-19 adalah….
a. 120 hingga 160 nanometer
c. 160 hingga 200 nanometer
b. 140 hingga 180 nanometer
d. 180 hingga 220 nanometer

4. COVID-19 bisa masuk melalui anggota-anggota tubuh di bawah ini, kecuali…
a. Mata
c. Mulut
b. Hidung
d. Telinga

5. Dibawah ini adalah media penyebaran virus Corona, kecuali….
a. Bersalaman/Sentuhan tangan
c. Percikan batuk dan bersin
b. Udara
d. Benda-benda Padat

6. COVID-19 tidak bisa hidup di beberapa jenis cairan di bawah ini, kecuali….
a. Air panas
c. Air dingin/tawar
b. Cuka/ asam
d. Air asin

Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19; UNDUH

Nadiem, Rombak Kurikulum Untuk Kurangi Beban Siawa, Setuju !!

One Be 4/04/2020
Nadiem, Rombak Kurikulum Untuk Kurangi Beban, Setuju !!
image; tempo.co
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan bakal mengurangi beban siswa dalam penyederhanaan kurikulum. Ia berpendapat kurikulum saat ini masih membebani siswa.

"Kita sudah sepakat akan menyederhanakan kurikulum kita sehingga lebih mudah dimengerti oleh guru dan siswa. Jadi jelas beban konten harus turun," ujarnya melalui konferensi video seusai rapat terbatas bersama presiden, Jumat (3/4).

Namun ia menyatakan belum ada keputusan konkret dari pihaknya bagaimana modifikasi kurikulum akan dilakukan. Kemendikbud masih membahas konten kurikulum yang akan dipangkas.

"Apakah artinya mata pelajaran dikurangi atau konten per mata pelajaran dikecilkan? Ini masih dikaji tim kami. Jadinya saya belum bisa jawab. Tapi yang sudah jelas beban siswa dengan jumlah konten dan bahan yang banyak sekali pasti akan kita tangani," jelasnya.
Nadiem menilai kurikulum yang diterapkan di sekolah masih membebani siswa. Pada akhirnya Nadiem menilai guru tidak bisa mengajar ssumberesuai kemampuan masing-masing siswa.

Untuk itu modifikasi kurikulum nantinya, kata Nadiem, bakal disesuaikan dengan kemampuan siswa yang beragam. Artinya dalam satu kelas siswa bisa mengerjakan hal yang berbeda-beda.
Selain modifikasi kurikulum, penyaluran buku pada perpustakaan di sekolah juga bakal diselaraskan. Nadiem menilai selama ini penyaluran buku hanya berfokus pada buku pelajaran.
Padahal untuk meningkatkan mutu literasi, menurutnya harus ditanamkan sikap senang membaca. Untuk itu buku yang disalurkan seharusnya yang memiliki konten menarik.

"Dan di pelajaran Bahasa Indonesia harus ada fokus kepada literasi bukan hanya gramar dan kosakata Bahasa Indonesia. Tapi konten dalam kurikulum Bahasa Indonesia menggunakan buku menyenangkan cerita relevan," tambahnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengungkap nilai Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) Indonesia jeblok. Pada PISA 2018, Indonesia menempati urutan ke 72 dari 77 negara. Tes ini dilakukan di negara-negara untuk memetakan pencapaian pendidikan dunia.

Penyederhanaan kurikulum sendiri, kata Nadiem, perlu dilakukan. Namun ia mengatakan mengubah kurikulum butuh waktu, serta kajian dan persiapan mendalam.

sumber; https://www.cnnindonesia.com/

Istrimu Berprofesi Guru, Dia Bukan Cuman Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

One Be 4/04/2020

Blogpendidikan.net - Memang profesi guru adalah profesi yang berat untuk di sandang karnaa untk menjadi seorang guru tentunya memiliki kriteria dan keiklasan dalam melaksanakan pekerjaannya jika Anda punya istri berprofesi sebagai guru adalah sebuah anugerah. Selain pintar, dia juga bakal melengkapi kekuranganmu. 

Apalagi jika si dia adalah guru yang mengajar di taman kanak-kanak atau sekolah dasar (SD). Kebiasaannya berinteraksi dengan anak membuat karakternya lembut, penyabar dan penyayang.

Selain itu, kamu juga bakal mendapat beberapa keistimewaan jika istrimu seorang guru.

1. Gak perlu susah nyari guru buat anak-anakmu

Kamu adalah orang yang paling beruntung karena punya istri seorang guru. Dijamin deh, kalau kalian sudah punya anak, kalian nggak perlu susah nyari guru buat ngajarin anak kalian. Karena istrimu ahlinya. Dijamin anak-anakmu bakal pintar dan tumbuh dengan pola disiplin yang baik karena setiap hari istri akan selalu ada buat mereka.

2. Keluarga bisa punya waktu liburan yang panjang

Tahu nggak sih kalau jadi guru itu paling asyik loh. Beda sama yang kerja di kantoran. Bukan cuma kerja setengah hari saja, tapi kerja di sekolahan juga memungkinkan guru punya waktu libur yang panjang dibanding kerja kantoran. Liburannya bisa sampai sebulanan loh. Nah, waktu dia liburan pastinya kalian bisa mengatur waktu liburan yang lebih panjang dong bareng keluarga. Asyik kan ya?

3. Punya banyak cerita untuk didengarkan

Sebagai pasangan suami istri, komunikasi adalah hal terpenting yang harus dibangun. Bercerita sembari makan malam adalah quality time keluarga yang sangat pas. Punya istri guru bakal membuat komunikasi makan malam kalian cukup panjang. Karena dia bakal mulai bercerita tentang harinya bersama anak-anak di sekolah. Membahas hal-hal lucu yang terjadi dan keseruan yang sepanjang mengajar.

4. Rumah akan penuh dengan barang-barang yang berkaitan dengan pendidikan

Guru biasanya suka baca dan belajar. Karena itu mereka biasanya bakal punya banyak buku dimana-mana. Jadi gak heran kalau rumah akan penuh dengan buku-buku atau benda yang berkaitan dengan pendidikan. Tentu saja hal ini bagus bukan dibanding harus mengisi rumahmu dengan koleksi-koleksi yang kurang bermanfaat lainnya.

5. Kreatif dan periang

Keuntungan lain yang bakal kamu dapat dari istri berprofesi guru adalah karakter mereka yang terbilang menyenangkan. Pekerjaan yang menuntut kreativitas dan komunikasi secara otomatis akan membentuk kepribadiannya. Biasanya seorang guru akan lebih kreatif dan suka ngobrol. Kalau kamu kebetulan adalah tipe pendiam maka pasanganmu akan melengkapi dengan karakternya yang periang dan banyak ngomong.
Baca Juga; 
Menjadi Guru Itu Berat, Seberat Kamu Menerima Upahnya! Sudah Siap Kah Kamu Menjadi Guru?
Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa 
5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru
Jadi, berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah dikasih pasangan seorang guru ya. Apalagi sebentar kita akan merayakan perayaan Hari Pendidikan, supaya sedikit romantis cobalah memberikannya karangan bunga atau mengajaknya makan malam romantis. 

Lalu sampaikan ucapan terima kasihmu karena dia sudah melengkapi hidupmu dengan penuh warna.
Sangat bersyukur dan beruntung sekali jika istrimu seorang guru yang bisa menutupi dan melengkapi segala kekurangan dan bisa menjadi sosok yang di idolakan. 

okey jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat. Salam pendidikan

Sistem Pendidikan Akan Diubah Setelah UN Dibatalkan

One Be 4/04/2020
Sistem Pendidikan Akan Diubah Setelah UN Dibatalkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa keputusan pemerintah membatalkan Ujian Nasional (UN) 2020 akan dipergunakan untuk merumuskan evaluasi pendidikan secara menyeluruh.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri dengan topik pembahasan strategi peningkatan peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Asessment (PISA) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya melihat ini menjadi momentum untuk merumuskan ulang sistem evaluasi standar dasar pendidikan dan menengah secara nasional. Apakah dalam pengendalian mutu pendidikan hanya menggunakan UN, atau standar yang dipakai seperti PISA," kata Jokowi.

Jokowi mengemukakan bahwa indonesia telah mengikuti survei PISA selama 7 putaran sejak peirode 2000 - 2018. Survei tersebut telah menunjukkan sistem pendidikan Indonesia pun telah berubah.
"Namun laporan yang saya terima, skor rata-rata PISA 2018 menurun di 3 bidang kompetensi dengan penurunan paling besar di bidang membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains," katanya.
Maka dari itu, eks Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya untuk mengatasi hal ini. Terutama, berkaitan dengan proses pembelajaran bagi para siswa yang dilakukan para guru-guru di sekolah.

Cara Membuat Soal Online Melalui Google Formulir

One Be 4/03/2020
Blogpendidikan.net - Berikut akan dijelaskan bagaiman Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form. Dengan bencana yang kita hadapi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona meluas para siswa dan guru tidak diperkenankan melakukan aktifitas di sekolah sesuai Surat Edaran dari Kemendikbud Tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Untuk itu melalui totorial berikut ini semoga bisa membantu Bapak dan Ibu guru dalam mempersiapkan soal Ujian yang akan diberikan kepada siswa secara online.
Baca Juga; Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19
Berikut Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form;

1. Buka laman Google Form; https://www.google.com/intl/id_id/forms/about/
Klik pada menu pribadi "Buka Google Formulir"

Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form


2. Untuk membuat formulir soal ujian online klik tanda (+) Membuat formulir baru

3. Akan tampil Formulir tanpa judul dan Pertanyaan tanpa judul untuk bagian keterangan soal dan soal pilihan ganda

4. Isikan formulir tanpa judul Keterangan soal Ujian dan tambahkan Formulir jawaban singkat untuk menginput nama dan kelas siswa

5. Pada gambar 4 akan tampil seperti gambar di bawah ini

6. Setelah menginput keterangan soal dan menambahkan formulir nama dan kelas, tahapan selanjutnya adalah menambahkan soal. Kali ini blogpendidikan akan menjelaskan cara membuat soal online pilihan ganda.
Pada gambar 5 tuliskan pertanyaan atau mencopy paste soal yang sudah ada di file MS Word atau PDF dan pastekan pada form "Pertanyaan tanpa judul"  untuk opsi pilihannya tinggal mempastekan juga pada baris Opsi 1 selanjutnya baris Opsi 2 dan seterunsya. lihat pada gambar di bawah ini

7. Setelah selesai menginput soal tersebut tinggal mengirimkannya dan formulir yang telah dibuat tadi tersimpan otomatis pada Google Driver. Anda tinggal mencari File formulir tersebut di penyimpanan Driver Google.
8. Untuk menambahkan pertanyaan selanjutnya anda tinggal mengklik tanda (+) Kanan atas, lihat pada gambar 7.
Jika soal sudah selesai di buat tinggal mengirimkan untuk mendapatkan link berbagi. Link tersebut tujuannya utuk dibagikan kepada siswa siswi anda, baik melalui WA atau Email. Lihat pada gambar di bawah, klik kirim dan akan terlihat link pada langkah selanjutnya


7. Link berbagi sudah siap dan soal ujianpun telah siap untuk dibagikan kepada siswa. Pada gambar dibawah perhatikan link yang di blok biru adalah link berbagi yang dikirimkan kepada siswa baik mwlalui WA atau Email

9. Dibawah ini adalah Contoh Soal Online yang telah jadi. maaf jika hanya 2 nomor saja, karna tujuan kami hanya memberikan penjelasan tahapan cara membuat soal ujian online

10. Jika soal telah selesai dan link berbagi sudah di berikan kepada siswa, bapak ibu tinggal menunggu hasil jawaban masing-masing siswa melalui form tersebut. Untuk melihat hasil pekerjaan siswa pada menu respon di form yang telah dibuat tadi.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berbagi, jika ada pertanyaan silahkan kirim pesan melalui Fans Page Kami di FACEBOOK; Blog Pendidikan

Bikin Siswa Auto Nurut, Inilah Kalimat Yang Sering Diucapkan Guru Zaman Dulu

One Be 4/02/2020
Bikin Siswa Auto Nurut, Inilah Kalimat Yang Sering Diucapkan Guru Zaman Dulu

Blogpendidikan- Bagaimana tentang masa-masa sekolah zaman dulu, pasti bikin banyak orang bernostalgia karena kenangannya yang bermacam-macam. Apalagi waktu menginjak di tingkat Sekolah Dasar alias SD. Kenakalan-kenakalan khas anak kecil pada waktu itu selalu aja bikin guru-guru kita harus bersabar menghadapi berbagai macam tingkah laku murid, mulai dari yang bandel, ribut hingga usil.

Bukan bocah namanya kalau nggak ada bandel-bandelnya. Uniknya, guru-guru pada masa itu pun punya cara sendiri untuk memberikan ‘shock therapy‘ kepada muridnya, salah satunya dengan kata-kata. Namun, lucunya hanya dengan kata-kata yang sering diucapkan oleh guru tersebut, kamu pasti langsung auto nurut. 

Coba deh, kamu masih ingat kan kata-kata khas mereka di bawah ini?

1. Kalimat andalan pertama yang jelas nggak bisa dilupakan pasti yang satu ini. Kalau udah pada ribut, ini jadi senjatanya

"Ini Kelas Apa Pasar Rame Banget"

2. Zaman dulu, Guru kayak gini udah paling lucu banget di dalam kelas. Sekarang kalau ada yang bikin lelucon gini ada yang kewata satu aja udah untung

"Siapa yang nggak masuk kelas hari ini, hayoo angkat tangan.."

3. Kalau kata-kata ini udah keluar, dari deretan meja depan sampai paling belakang pasti langsung anteng semuanya. Tangan ditaruh di atas meja, mulut dikunci rapat

"Hayoo duduk yang rapi, siapa duduknya yang rapi pulangnya pertama..."

4. Siapa coba yang berani menjawab kalau udah dikasih pertanyaan menjebak kayak gini? Serem banget

"Mau kamu yang keluar atau saya yang keluar..."

5. Siapa pun pasti paham sih kalau guru udah bilang kalimat ini pasti tandanya bakal ada ulangan dadakan. Biasanya hafalan dan menghitung cepat

"Ayo anak-anak siapkan kertas satu lembar..."

Baca Juga; Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru, Ini Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru

6. Nggak perlu gebrak meja, ngomong begini sambil matanya melotot ke semua arah dari bangku paling depan hingga belakang aja udah bikin deg-degan setengah mati

"Tolong yang kerja tangan, bukan mulut..."

7. Awal mula kenapa ketua kelas dan sobat-sobat paling rajin bisa dimusuhin seluruh bocah di kelas itu. Tukang ngadu, hadeeeh!

"Nanti tolong dicatat siapa yang ribu, Bapak mau rapat dulu..."

8. Salah satu hal paling menyeramkan ketika di dalam kelas, udah majunya ditunjuk, sampai di depan kelas jadi bahan olok-olokan

"Kalau tidak ada yang maju, ibu tunjuk aja Yah...."

9. Ngaku deh kamu, pasti nggak pernah ngerjain PR, kan? Giliran kalau guru udah bilang begini aja langsung kayak maling ketahuan warga

"Anak-anak tolong keluarkan PR yang kemarin ibu kasih...."

10. Salah satu kalimat yang bikin kita jadi takut banget, antara belum bayar sekolah atau kita melakukan satu kesalahan yang fatal. Siapa yang dulu SD sering masuk ruang BK!?

"Budi, besok orang tuamu suruh kesekolah ya nak, ketemu dengan ibu..."

Walaupun udah bertahun-tahun lamanya berlalu, rupanya kenangan masa SD dengan guru-guru tercinta sampai saat ini masih teringat jelas, ya. Semoga mereka selalu dilimpahi berkah dan diberi umur panjang

Daftar Sekolah Penerima Dana BOS Tahap 1 Gelombang ke 3

One Be 4/01/2020
Daftar Sekolah Penerima Dana BOS Tahap 1 Gelombang ke 3

Blogpendidikan.net - Penyaluran dana BOS Tahap 1 gelombang 1 dan 2 telah selesai di salurkan dan bagi sekolah yang belum menerima penyaluran dana BOS Tahap 1 silahkan untuk mengecek daftar sekolahnya untuk penerimaan dana BOS Tahap 1.

Berikut Daftar Sekolah Penerima DANA BOS Tahap 1 Gelombang ke 3;

* Salinan SK; UNDUH
* Lampiran Daftar 1; UNDUH
* Lampiran Daftar 2; UNDUH

Baca Juga; Daftar Sekolah Penerima DANA BOS Tahap 1 Gelombang ke 2

Demikian informasi ini semoga bermanfaat... dan jangan lupa berbagi. Salam Pendidikan

Banten, Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 1 Juni 2020

One Be 3/28/2020
Banten, Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 1 Juni 2020

Gubernur Banten Wahidin Halim menginstruksikan kepala dinas pendikan setempat untuk memperpanjang masa siswa belajar di rumah bagi seluruh pelajar SMA/SMK/SKh se- Banten.
Program belajar di rumah sebelumnya ditetapkan berlangsung hingga 30 Maret 2020, diperpanjang mulai 31 Maret 2020 hingga 1 Juni 2020 berkaitan dengan tanggap darurat wabah virus corona, COVID-19.

“Atas dasar surat itu dan memperhatikan kondisi objektif penyebaran COVID-19, saya telah menginstruksikan Kepala Dindikbud Provinsi Banten agar memperpanjang belajar di rumah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten dari yang semula sampai 30 Maret 2020, diperpanjang dari 31 Maret hingga 1 Juni 2020 mendatang,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim di Serang, Sabtu (28/3)
Perpanjangan tersebut tertera pada Instruksi Gubernur (Ingub) No.2/2020 tentang Perpanjangan Waktu Libur Proses Mengajar Belajar di Sekolah tertanggal 27 Maret 2020.

Ingub tersebut diterbitkan atas dasar Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor: SR.02.02/270/2020 tanggal 28 Januari 2020 tentang Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCov), Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Juga mengacu pada Surat Telegram Kepolisian Republik Indonesia Nomor: ST/868/III/KEP/2020 tangga; 13 Maret 2020 tentang Mengantisipasi virus COVID-19, Keputusan Gubernur Banten Nomor: 443/Kep.114-Huk/2020 Tentang Penetapan Kejadian Luar Biasa Corona (COVID-19) di Wilayah Provinsi Banten dan Instruksi Gubernur Banten Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perintah Meliburkan Proses Belajar Mengajar di Sekolah.

Gubernur Banten berharap, perpanjangan masa belajar dari rumah ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para siswa dan orangtua dapat mengawasinya dengan baik agar berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 lebih meluas di Provinsi Banten.
“Saya harap orang tua dapat ikut mengawasi agar anak-anaknya menaati aturan ini. Karena ini demi keselamatan kita bersama dan upaya kita melindungi generasi bangsa,” katanya.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten M Yusuf menjelaskan, menindaklanjuti Ingub Nomor 2 tahun 2020 tersebut, pihaknya telah mengeluarkan surat Nomor 420/1070-Dindikbud/2020 perihal Perpanjangan Waktu Belajar dari Rumah pada Masa Darurat Covid-19 yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SKh, Pengawas dan Kepala Cabang Dinas se-Provinsi Banten tertanggal hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020.

Tidak hanya memperpanjang masa belajar dari rumah, kata dia, tapi juga berlaku untuk penentuan kelulusan, kenaikan kelas, USP, UKK, PPDB dan BOS pada masa darurat COVID-19 sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) nomor 4 tahun 2020.

“Sehingga, proses belajar dari rumah diperpanjang sampai tanggal 29 Mei 2020 dan masuk kembali ke sekolah pada Selasa, 2 Juni 2020. Kegiatan belajar di rumah dilakukan dengan memanfaatkan portal RUMAH BELAJAR yang dikembangkan oleh Pusdatin Kemdikbud pada aplikasi //http.belajar.kemdikbud.go.id/SabaBanten/ atau aplikasi lain yang mendukung pembelajaran daring,” kata Yusuf.

Nantinya, pengawas dan Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan SMA/SMK/SKh melakukan monitoring, evaluasi dan pendampingan pada Satuan Pendidikan yang menjadi binaannya serta melaporkan kepada Kepala Dindikbud melalui email uptdtikp@gmail.com dan Kepala Cabang Dinas masing-masing wilayah kerja.

Selain itu, guru diminta agar mengoptimalkan kegiatan pembelajaran daring/online dan melaporkan secara berkala kepada Kepala Sekolah dan Pengawas.
“Jika sebelum tanggal 29 Mei 2020 kondisi darurat bencana wabah COVID-19 berakhir, maka akan diterbitkan kebijakan baru,” kata Yusuf. (antara/jpnn)
source; jpnn.com

Profesi Guru Bukan Sekedar Menjadi Guru Gurauan

One Be 3/27/2020
Guru Bukan Sekedar Menjadi Guru Gurauan

Blogpendidikan.net - Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Setiap manusia memerlukan pendidikan, karena pada hakikatnya pendidikan memiliki tugas untuk mencerdaskan manusia. Bahkan, pendidikan juga memiliki nilai luhur untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan yang membelenggu jiwanya untuk menuju kepada pencerahan jiwa. Sehingga melalui pendidikan, manusia diharapkan mengalami transformasi kehidupan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Sayangnya mendidik manusia bukanlah suatu usaha yang mudah. Mengingat bahwa setiap manusia memiliki tingkat kecerdasan, ketangkasan, dan kemampuan yang berbeda-beda. Maka, diperlukan kesiapan dan metode belajar yang tepat dari guru agar mampu mendidik manusia yang cerdas serta berbudaya. 

Salah satu bentuk utama dari kesiapan guru adalah spiritualitasnya. Seorang guru tidak cukup hanya bermodalkan kepintarannya saja, tidak juga hanya sibuk dalam aktivitas belajar-mengajar. Lebih dari itu, hal mendasar yang perlu dimiliki oleh guru adalah spiritualitasnya. Sebab spiritualitas merupakan napas, jiwa, roh, kesadaran diri yang memberikan suatu kehidupan dalam diri seseorang. Spiritualitas dalam hal ini menyentuh dan bekerja pada ranah kedalaman diri sang guru. 

Baca Juga Artikel Guru Lainnya; 

5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru

Bagaimana Cara Mengajar Agar Anak Betah dan Perhatian

Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa

Memang, Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Iklas Itu Jauh Lebih Mahal

Singkatnya, ia bagaikan penggerak yang memberikan semangat kepada guru dalam menghayati panggilan hidupnya sebagai pendidik. Karena itu, seorang guru yang memiliki spiritualitas yang tinggi, ia akan memahami motivasi dirinya menjadi seorang pendidik. Sebaliknya, guru yang tidak memiliki spiritualitas yang tinggi tidak akan memahami motivasinya menjadi seorang guru. Sang guru akan memberikan dampak buruk tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga kepada siswanya.

Ia akan mudah loyo, tidak bersemangat dalam mengajar, tidak kreatif, membosankan, bahkan tidak peduli terhadap perkembangan siswanya. Karena itu guru perlu menyelidiki dan merefleksikan kembali motivasinya menjadi seorang pendidik. Melalui refleksi tersebut diharapkan guru mengenali dan menghayati kembali motivasinya sebagai seorang pendidik.

Bagaimana cara mengenali guru yang memiliki spiritualitas yang tinggi? 
  1. Seorang guru akan memiliki kesadaran bahwa mendidik adalah panggilan hidupnya. 
  2. Mendidik merupakan panggilan dari Tuhan. 
  3. Guru memiliki kesadaran yang mendalam akan kebutuhan dan perkembangan bangsa dan negaranya. 
  4. Guru memiliki sentuhan yang mendalam kepada subjek didiknya. 
  5. Guru memiliki kepekaan dan terpukau pada situasi anak-anak yang terlantar. 
  6. Guru memiliki semangat melayani, membantu, dan berbagi.
Guru tersebut akan menyadari bahwa tugas mendidik adalah mendidik siswa, bukan terutama mengajarkan bahan pelajaran. Artinya, guru sejati adalah dia yang menyadari bahwa dirinya bukanlah guru mata pelajaran.

Lebih dari itu, ia adalah guru dari siswa-siswanya. Jadi, titik utamanya tidak lagi berpusat pada mengajarkan bahan pelajaran semata, sebab guru seperti itu hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia hanya tahu mengajarkan sejumlah materi tanpa peduli dengan keadaan dan perkembangan siswanya.

Hal itu mengindikasikan bahwa pendidikan pada dasarnya bersifat menyeluruh dan tidak hanya berpusat pada satu titik kebutuhan semata. Sifat menyeluruh tersebut sudah sepatutnya terealisasikan dalam setiap proses pembelajaran yang hendak dijalankan oleh seorang guru.

Tepatlah kiranya perkataan Ki Hadjar Dewantara bahwa dalam mendidik manusia perlu menekankan proses “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani."

UN Dibatalkan Ini Syarat dan Ketentuan Kelulusan Siswa

One Be 3/27/2020
UN Dibatalkan Ini Syarat dan Ketentuan Kelulusan Siswa

Blogpendidikan.net - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, secara resmi menyampaikan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020. Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

Mendikbud menyebutkan, dalam masa darurat penyebaran Covid-19 syarat penentu kelulusan siswa bisa dengan mengadakan ujian sekolah (US), dengan syarat US tidak mengumpulkan siswa secara fisik atau US bisa dilakukan secara daring. Jika sekolah tidak siap mengadakan US daring, US dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Jadinya yang dilaksanakan masing-masing sekolah adalah US, dan US ini ada beberapa opsi yang kita berikan, tapi itu adalah haknya sekolah,” kata Mendikbud dalam konferensi video daring bersama media pada kegiatan Bincang Sore, Selasa (24/3/2020).

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Plt Kabalitbang) Totok Suprayitno, US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa selama menempuh pendidikan. Untuk ujian tertulis (daring), materi yang akan tertuang dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan. Sekolah kini berperan sebagai penentu kelulusan siswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru. Sehingga penguasaan materi sangat bergantung dari cara siswa dan guru dalam memaksimalkan pembelajaran daring selama situasi darurat. Totok juga menyampaikan siswa akan tetap menerima ijazah tanpa mencantumkan nilai UN, karena sejak tahun 2015 UN lagi menjadi penentu kelulusan.

Sekolah yang telah melaksanakan US dapat menggunakan nilai US untuk menentukan kelulusan siswa. Namun bagi sekolah yang belum melaksanakan US ada beberapa ketentuan. Kelulusan SD/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, 5, dan 6 semester gasal), sementara nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Kelulusan SMP/sederajat atau SMA/sederajat juga ditentukan berdasarkan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sementara itu untuk kelulusan SMK/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Kemudian nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Mengacu pada prinsip Merdeka Belajar, Mendikbud menyebut peniadaan UN tidak akan berdampak pada Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) karena akan tetap menggunakan sistem zonasi seperti tahun lalu. “UN tahun ini adalah sekedar pemetaan dari segi pendidikan, bukan ada dampaknya kepada siswa, dan juga seleksi untuk PPDB juga tidak tergantung pada UN,” ujar Mendikbud. Hanya saja, peniadaan UN tahun 2020 di tengah situasi darurat akan mengakibatkan tidak optimalnya pemetaan pendidikan.

Pelaksanaan UN SMK pada 28 provinsi yang sudah melaksanakkan UN di tahun 2020 ini juga tidak cukup menjadi tolok ukur dan pemetaan bagi pemerintah. Tolok ukur secara nasional di tahun 2020 dinilai tidak optimal, sehingga akan ditingkatkan  dengan pendekatan internasional, yaitu PISA (Programme for International Student Assessment). Di awal tahun, Kemendikbud sudah memperoleh data dari PISA yang dapat menjadi tolok ukur. Data PISA dirilis setiap tiga tahun sekali. Menurut Mendikbud, PISA dinilai lebih akurat karena sudah berstandar internasional. Pertimbangan ini menjadi salah satu alasan mengapa mulai tahun 2021 UN akan diganti dengan Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter karena metode pengukurannya lebih mendekati PISA.

Bagi siswa SMK yang telah melaksanakan UN, Mendikbud tidak lupa menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi atas perjuangan para siswa SMK selama mengikuti UN. “Saya sangat mengapresiasi anak SMK yang telah melakukannya dan mohon maaf kalau kecewa,” ujar Mendikbud. Ia mengatakan, keputusan untuk meniadakan pelaksanaan UN pada tahun ini karena melihat lonjakan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi setiap hari. Pasien dan korban yang terus bertambah membuat pemerintah harus mengambil keputusan dalam situasi darurat.

sumber www.kemdikbud.go.id

Belajar Dirumah Diperpanjang Hingga 20 Mei

One Be 3/27/2020
Belajar Dirumah Diperpanjang Hingga 20 Mei

Blogpendidikan.net - Program belajar dari rumah diinstruksikan oleh pemerintah demi memutus rantai penularan virus corona di Indonesia. Ya Moms, sekolah ditutup sementara, sehingga proses pembelajaran dari jauh dilakukan di rumah secara online.
Penutupan sekolah sementara sudah dilakukan di beberapa provinsi dan kabupaten sejak 16 Maret 2020. Program itu rencananya akan berlangsung selama 14 hari hingga 28 Maret 2020.
Meski begitu, melihat kondisi pandemi corona yang belum kunjung membaik, Dinas Pendidikan Kota Tangsel memperpanjang program belajar dari rumah bagi siswa Paud, SD dan SMP hingga 20 Mei 2020. Kebijakan perpanjangan itu diinstruksikan langung oleh Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Taryono.
Mengingat hari Lebaran tahun ini diperkirakan jatuh pada tanggal 24 dan 25 Mei, itu artinya kegiatan belajar mengajar di sekolah kemungkinan baru efektif kembali setelah Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Bidang Humas dan Pengelolaan Informasi Diskominfo Kota Tangsel, Irfan Santoso, membenarkan perpanjangan itu. Dalam surat edaran perpanjangan program belajar dari rumah itu, tertulis hal itu dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.
Senada dengan kebijakan Pemkot Tangsel, Pemkab Serang, Banten, pun memperpanjang masa belajar di rumah bagi pelajar di wilayahnya hingga 20 Mei. Kebijakan ini diterapkan guna mencegah penyebaran virus corona yang kini mewabah.
"Kegiatan pembelajaran di rumah diperpanjang sampai dengan tanggal 20 Mei 2020," tulis Kepala Dinas Pendidikan Serang, Asep Nugrahajaya, dalam surat edaran tertanggal 26 Maret 2020.
Asep juga meminta semua sekolah di Serang dalam penerimaan peserta didik baru mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Di antaranya mencegah orang tua dan calon siswa berkumpul secara fisik di sekolah.

Selain Tangerang Selatan dan Banten, beberapa pemerintah provinsi dan kabupaten juga memperpanjang kebijakan belajar dari rumah selama darurat virus corona. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memperpanjang masa belajar di rumah bagi para pelajar hingga 5 April. Sementara Pemkab dan Pemkot Bogor memperpanjang program pembelajaran jarak jauh hingga 11 April 2020.