Showing posts with label Penilaian Sikap. Show all posts
Showing posts with label Penilaian Sikap. Show all posts

Instrumen Pengolahan Nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Pada Akhir Hasil Belajar Siswa

Instrumen Pengolahan Nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Pada Akhir Hasil Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Proses pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai Kompetensi Dasar yang dirumuskan dalam kurikulum. Sementara itu, kegiatan penilaian dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian Kompetensi Dasar. 

Penilaian juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, dan perbaikan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Oleh sebab itu kurikulum yang baik dan proses pembelajaran yang benar perlu di dukung oleh sistem penilaian yang baik, terencana dan berkesinambungan.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, maka penilainnya lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian diperlukan suatu pedoman penilaian yang memberikan fokus perhatian pada hal-hal sebagai berikut :
  1. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasarpada KI-3 dan KI-4. 
  2. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya
  3. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik
  4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan
  5. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar peserta didik yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan. 
Penilaian di SD dilakukan dalam berbagai teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Berikut Contoh Instrumen Pengolahan Nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Pada Akhir Hasil Belajar Siswa : (pdf) DOWNLOAD (doc) DOWNLOAD

Demikian tentang Instrumen Pengolahan Nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Pada Akhir Hasil Belajar Siswa, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Format Lembar Observasi dan Jurnal Sikap Sosial, Spiritual

Format Lembar Observasi dan Jurnal Sikap Sosial, Spiritual

BlogPendidikan.net
- Penilaian sikap merupakan kegiatan untuk mengetahui perilaku spiritual dan sosial peserta didik yang dapat diamati dalam kehi­dupan sehari-­hari, baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan. Penilaian sikap ditujukan untuk mengetahui capaian/perkembangan sikap peserta didik dan memfasilitasi tumbuhnya perilaku peserta didik sesuai butir­-butir nilai sikap dari KI ­1, KI­ 2, dan nilai­-nilai lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Teknik Penilaian

Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi atau teknik lainnya yang relevan, Teknik penilaian observasi dapat meng­gunakan instrumen berupa lembar observasi, atau buku jurnal (yang selanjutnya disebut jurnal). Teknik penilaian lain yang dapat digunakan adalah penilaian diri dan penilaian antarteman.

Observasi

Penerapan teknik observasi dapat dilakukan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi merupakan instrumen yang dapat digunakan oleh pendidik untuk memudahkan dalam membuat laporan hasil pengamatan terhadap perilaku peserta didik yang berkaitan dengan sikap spiritual dan sikap sosial.

Sikap yang diamati adalah sikap yang tercantum dalam indikator pencapaian kompetensi pada KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dan Pendidikan Pancasila dan Kewar­ganegaraan (PPKn). Pada mata pelajaran selain PABP dan PPKn, sikap yang diamati tercantum pada KI­1 dan KI­2.

Lembar observasi yang digunakan untuk mengamati sikap dapat berupa lembar observasi tertutup dan lembar observasi terbuka.

Lembar observasi tertutup

Ketika menggunakan lembar observasi tertutup, pendidik menentukan secara sistematis butir-­butir perilaku yang akan diobservasi beserta indikator-­indikatornya. 

Lembar observasi terbuka

Ketika menggunakan lembar observasi terbuka, pendidik tidak mempersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobser­vasi karena pendidik tidak memfokuskan observasi pada butir­ butir perilaku tertentu. Dalam melakukan observasi pendidik tidak menggunakan instrumen baku melainkan hanya rambu­ rambu observasi.

Jurnal

Jurnal biasanya digunakan untuk mencatat perilaku peserta didik yang “ekstrem.” Jurnal tidak hanya didasarkan pada apa yang dilihat langsung oleh pendidik, wali kelas, dan guru BK, tetapi juga informasi lain yang relevan dan valid yang diterima dari berbagai sumber.

Perilaku yang dicatat di jurnal adalah perilaku peserta didik yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku peserta didik yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan butir sikap yang terdapat dalam aspek sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu teramatinya perilaku tersebut, serta perlu dicantumkan tanda tangan peserta didik.

Apabila seorang peserta didik pernah memiliki catatan sikap yang kurang baik, dan jika pada kesempatan lain peserta didik tersebut telah menunjukkan perkembangan sikap (menuju atau konsisten) baik pada aspek atau indikator sikap yang dimaksud, maka di dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didik tersebut telah (menuju atau konsisten) baik atau bahkan sangat baik.

Dengan demikian, yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada sikap kurang baik dan sangat baik, tetapi juga setiap per­ kembangan menuju sikap yang diharapkan. Berdasarkan jurnal tersebut pendidik membuat deskripsi penilaian sikap peserta didik dalam kurun waktu satu semester.

Berikut Contoh Format Lembar Observasi dan Jurnal Sikap Sosial, Spiritual : (pdf) UNDUH (doc) UNDUH

Itu dia tentang Format Lembar Observasi dan Jurnal Sikap Sosial, dan Spiritual pada penilaian sikap siswa. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Langkah-langkah Penilaian Sikap dan Indikator Penilaian

Langkah-langkah Penilaian Sikap dan Indikator Penilaian

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran penilaian sangat menentukan dalam keberhasilan suatu pembelajaran, selama proses berlangsung dengan memberikan evaluasi dan penilaian terhadap siswa baik penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Semua itu dilakukan untuk menentukan tingkat capaian hasil belajar siswa.

Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan perilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan karakter peserta didik. 

Upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan sikap yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memberikan pembiasaan dan pembinaan secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melakukan penilaian.

Lantas bagaimana langkah-langkan dalam proses penilaian dan indikator apa saja yang akan di nilai?

Langkah-langkah dalam perencanaan penilaian sikap adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan sikap yang akan dikembangkan di sekolah mengacu pada KI-1 dan KI-2
  2. Menentukan indikator sesuai dengan kompetensi sikap yang akan dikembangkan. 
Penilaian sikap pada KI-1 beserta indikator-indikatornya yang dapat dikembangkan oleh sekolah sebagai berikut :

A. Ketaatan Beribadah

Indikator :
  • perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya
  • mau mengajak teman seagamanya untuk melakukan ibadah bersama
  • mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah
  • melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama, misalnya: sholat, puasa
  • merayakan hari besar agama
  • melaksanakan ibadah tepat waktu.
B. Berperilaku Syukur

Indikator :
  • perilaku menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan
  • selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka
  • bersyukur atas pemberian orang lain
  • mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta
  • menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
  • tidak mengeluh
  • selalu merasa gembira dalam segala hal
  • tidak berkecil hati dengan keadaannya
  • suka memberi atau menolong sesama
  • selalu berterima kasih bila menerima pertolongan
C. Berdoa Sebelum dan Sesudah Melakukan Kegiatan

Indikator penilaian :
  • perilaku yang menunjukkan selalu berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan,
  • berdoa sebelum makan
  • berdoa ketika pelajaran selesai
  • mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan
  • mengingatkan teman untuk selalu berdoa,
D. Toleransi dalam Beribadah

Indikator penilaian :
  • tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah
  • menghormati teman yang berbeda agama
  • berteman tanpa membedakan agama
  • tidak mengganggu teman yang sedang beribadah
  • menghormati hari besar keagamaan lain
  • tidak menjelekkan ajaran agama lain.
Penilaian sikap pada KI-2 beserta indikator-indikatornya yang dapat dikembangkan oleh sekolah sebagai berikut :

A. Jujur

Indikator penilaian :
  • tidak mau berbohong atau tidak mencontek,
  • mengerjakan sendiri tugas yang diberikan guru, tanpa menjiplak tugas orang lain
  • mengerjakan soal penilaian tanpa mencontek
  • mengatakan dengan sesungguhnya apa yang terjadi atau yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari
  • mau mengakui kesalahan atau kekeliruan
  • mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan
  • mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang diyakininya, walaupun berbeda dengan pendapat teman
  • mengemukakan ketidaknyamanan belajar yang dirasakannya di sekolah
  • membuat laporan kegiatan kelas secara terbuka (transparan),
B. Disiplin

Indikator penilaian :
  • mengikuti peraturan yang ada di sekolah
  • tertib dalam melaksanakan tugas
  • hadir di sekolah tepat waktu
  • masuk kelas tepat waktu
  • memakai pakaian seragam lengkap dan rapi
  • tertib mentaati peraturan sekolah
  • melaksanakan piket kebersihan kelas
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah dengan baik
  • membagi waktu belajar dan bermain dengan baik
  • mengambil dan mengembalikan peralatan belajar pada tempatnya
  • tidak pernah terlambat masuk kelas.
C. Tanggung Jawab

Indikator penilaian :
  • menyelesaikan tugas yang diberikan
  • mengakui kesalahan
  • melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas seperti piket kebersihan
  • melaksanakan peraturan sekolah dengan baik
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu
  • mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah
  • menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam kelompok di kelas/sekolah
  • membuat laporan setelah selesai melakukan kegiatan.
D. Santun

Indikator penilaian :
  • menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat
  • menghormati guru, pegawai sekolah, penjaga kebun, dan orang yang lebih tua
  • berbicara atau bertutur kata halus tidak kasar
  • berpakaian rapi dan pantas
  • dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah, tidak marah-marah
  • mengucapkan salam ketika bertemu guru, teman, dan orang-orang di sekolah
  • menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut
  • mengucapkan terima kasih apabila menerima bantuan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain.
E. Peduli

Indikator penilaian :
  • ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang lain
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: mengumpulkan sumbangan untuk membantu yang sakit atau kemalangan
  • meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa/memiliki
  • menolong teman yang mengalami kesulitan
  • menjaga keasrian, keindahan, dan kebersihan lingkungan sekolah
  • melerai teman yang berselisih (bertengkar)
  • menjenguk teman atau guru yang sakit
  • menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
F. Percaya diri

Indikator penilaian :
  • berani tampil di depan kelas
  • berani mengemukakan pendapat
  • berani mencoba hal baru
  • mengemukakan pendapat terhadap suatu topik atau masalah
  • mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengurus kelas lainnya
  • mengajukan diri untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis
  • mencoba hal-hal baru yang bermanfaat
  • mengungkapkan kritikan membangun terhadap karya orang lain
  • memberikan argumen yang kuat untuk mempertahankan pendapat
3. Merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memunculkan sikap yang telah
ditentukan.

Karena KI-1 dan KI-2 bukan merupakan hasil pembelajaran langsung, maka perlu
merancang pembelajaran sesuai dengan tema dan sub tema serta KD dari KI-3 dan KI-4. Dalam pembelajaran, memungkinkan munculnya sikap yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran. Hal ini dimaksudkan bahwa penilaian sikap
merupakan pembinaan perilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan
karakter siswa

Setelah menentukan langkah-langkah perencanaan, guru menyiapkan format pengamatan yang akan digunakan berupa lembar observasi atau jurnal. Indikator yang telah dirumuskan digunakan sebagai acuan guru dalam membuat lembar observasi atau jurnal.

1. Observasi

Instrumen yang digunakan adalah format observasi yang berupa matriks yang harus diisi oleh guru berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku peserta didik dalam satu semester.

2. Penilaian diri

Penilaian diri merupakan bentuk penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Penilaian persepsi diri digunakan untuk mencocokkan persepsi diri peserta didik dengan kenyataan yang ada. Instrumen yang
digunakan berupa lembar penilaian diri. Penilaian diri akan diperlukan hanya sebatas konfirmasi jika diperlukan guru.

3. Penilaian Antar teman

Penilaian antar teman merupakan bentuk penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terhadap sikap dan perilaku keseharian antar teman. Penilaian antar teman digunakan untuk mencocokkan persepsi diri peserta didik dengan persepsi temannya serta kenyataan yang ada dan berfungsi sebagai alat konfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh guru.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid-19

Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid-19

BlogPendidikan.net
- Penilaian sikap bertujuan untuk mengetahui capaian dan membina perilaku dan budi pekerti menjadi lebih baik. Penilaian selama proses pembelajaran jarak jauh bersifat penguatan, motivasi, apresiasi dalam bentuk deskripsi agar siswa tetap percaya diri, dan termotivasi.

Penilaian sikap dilakukan secara rutin dan berkelanjutan setiap pertemuan. Guru, orang tua, dan keluarga harus mengamati siswa. Siswa yang memiliki perilaku yang kurang baik dicatat untuk ditindaklanjuti, sementara siswa yang memiliki perilaku normal tidak perlu dicatat karena sudah mencapai sikap yang baik.

Berikut contoh strategi dalam melakukan penilaian sikap pada pembelajaran jarak jauh/daring pada masa kondisi khusus Pandemi Covid-19 :

1. Metode : 

Tatap Muka Virtual

2. Sebelum Pembelajaran :

Membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi lainnya) sebagai media interaksi dan komunikasi dengan orang tua/wali siswa dan atau siswa. Mendiskusikan dengan orang tua/wali siswa dan atau siswa tentang :
  • Ketersediaan gawai /laptop/komputer dan akses internet
  • Aplikasi media pembelajaran daring yang akan digunakan
  • Cara penggunaan aplikasi daring
  • Materi dan jadwal pembelajaran daring
  • Kontrak pembelajaran dan mekanisme pembelajaran daring
3. Saat kegiatan pembelajaran daring :

Membuat grup WhatsApp (atau aplikasi komunikasi lainnya) sebagai media interaksi dan komunikasi dengan orang tua/wali siswa dan atau siswa. Mengajak siswa berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan atau melakukan refleksi.

4. Sesudah Kegiatan Pembelajaran :

Memberikan umpan balik terhadap karya/ tugas siswa/lembar refleksi dari hasil pengalaman belajar secara virtual

5. Pelaksanaan Penilaian :

Menilai atau mengecek ketepatan kehadiran siswa untuk menunjukkan menilai sikap disiplin. Menanamkan nilai-nilai spiritual. Dapat menilai keseriusan, fokus atau sebaliknya Memberikan umpan balik terhadap hasil karya/tugas siswa adalah sebagai upaya melakukan asesmen as learning.

Untuk memudahkan Anda dalam proses penilaian sikap siswa pada proses pembelajaran daring, dibawah ini terdapat contoh penilaian sikap dalam proses pembelajaran daring, yang juga melibatkan orang tua siswa dalam menilai.

Contoh Format Penilaian Sikap Pembelajaran Daring Covid-19 : (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Instrumen Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggungjawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun

Contoh Instrumen Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggungjawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun

BlogPendidikan.net
- Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. 

Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.

Dalam instrumen ini terdapat 4 unsur penilaian yang akan di jelaskan satu persatu yaitu : Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Antar Peserta Didik dan Jurnal. Dari masing-masing penilaian yang terdiri atas : Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun.

Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap :

1. Observasi

Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.

Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.

2. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.

3. Penilaian Antar peserta didik

Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antar peserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua- duanya.

4. Jurnal

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera.

Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat. sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang.

Untuk lebih jelasnya dari ke 4 komponen penilaian tersebut yang di rinci dari bagian-bagian penilaiannya yang terdiri dari : Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun. Bisa Anda unduh pada tautan di bawah ini.

Berikut Contoh Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap Spiritual, Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Gotong Royong, Toleransi, Percaya Diri, dan Santun >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Bagaimana Teknis Pengolahan Nilai Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap

Bagaimana Teknis Pengolahan Nilai Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap
BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran tentunya tidak lepas dari evaluasi pembelajaran untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan siswa pada mata pelajaran tersebut. Untuk menentukan hasil evaluasi dilakukan penilaian dari hasil evaluasi tersebut dengan pengolahan nilai berdasarkan ketentuan yang terdiri dari penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan skala 1–4 (kelipatan 0.33), yang dapat dikonversi ke dalam Predikat A - D sedangkan kompetensi sikap menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).

Lantas bagaimana teknis pengolahan nilai dari ke tiga kompetensi tersebu. yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berikut akan dijelaskan teknis dari tiga kompetensi dan cara pengolahannya.

1. Penilaian Pengetahuan

Berikut teknis pengolahan nilai pengetahuan : 

1. Penilaian Kompetensi Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran/Kelas.

2. Penilaian Pengetahuan terdiri atas :
- Nilai Harian (NH)
- Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS)
- Nilai Ulangan Akhir Semester (UAS)

3. Nilai Harian (NH) diperoleh dari hasil ulangan harian yang terdiri dari: tes tulis, tes lisan, dan penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).

4. Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan pada tengah semester. Materi Ulangan Tengah Semester mencakup seluruh kompetensi yang telah dibelajarkan sampai dengan saat pelaksanaan UTS.

5. Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS) diperoleh dari hasil tes tulis yang dilaksanakan di akhir semester. Materi UAS mencakup seluruh kompetensi pada semester tersebut.

6. Penghitungan Nilai Pengetahuan diperoleh dari rata-rata Nilai Proses (NP), Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) yang bobotnya ditentukan oleh satuan pendidikan.

7. Penilaian Kompetensi pengetahuan dapat menggunakan rentang nilai

8. Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara :
- Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
- Menetapkan pembobotan dan rumus.
- Penetapan bobot nilai ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik.
- Nilai harian disarankan untuk diberi bobot lebih besar dari pada UTS dan UAS karena lebih mencerminkan perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik.

2. Penilaian Keterampilan

Berikut teknis pengolahan nilai keterampilan : 

1. Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran/Kelas.

2. Penilaian Keterampilandiperoleh melalui penilaian kinerja yang terdiri atas:
- Nilai Praktik
- Nilai Portofolio
- Nilai Proyek

3. Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD.

4. Penentuan Nilai untuk Kompetensi Keterampilan menggunakan rentang nilai seperti penilaian Pengetahuan

5. Penghitungan Nilai Kompetensi Keterampilan adalah dengan cara:
- Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
- Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
- Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik.
- Nilai Praktik disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Nilai Portofolio dan Proyek karena lebih mencerminkan proses perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik.

3. Penilaian Sikap

Berikut teknis pengolahan nilai sikap :

1. Penilaian Sikap (spiritual dan sosial) dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran/Kelas 

2. Penilaian Sikap diperoleh menggunakan instrumen: 
- Penilaian observasi
- Penilaian diri sendiri
- Penilaian antar peserta didik
- Jurnal catatan guru

3. Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu pada sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD)

4. Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1danKI-2) menggunakan nilai Kualitatif

5. Penghitungan Nilai Sikap adalah dengan cara :
a. Menentukan Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 – 4
b. Menetapkan pembobotan dan rumus penghitungan
c. Pembobotan ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dengan memper-timbangkan karakteristik sekolah dan peserta didik
d. Nilai Proses atau Nilai Observasi disarankan diberi bobot lebih besar dari pada Penilaian diri, Nilai teman sejawat, dan Nilai Jurnal karena lebih mencerminkan proses perkembangan perilaku peserta didik yang otentik.
e. Contoh : Pembobotan 2 : 1 : 1 : 1 untuk Nilai Observasi : Nilai Penilaian diri : Nilai teman sejawat : Nilai Jurnal (jumlah perbandingan pembobotan = 5).

Demikian penjelasan dari artikel ini tentang Bagaimana Teknis Pengolahan Nilai Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pemahaman yang lebih buat Anda. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Sikap Siswa dan Bentuk Penilaiannya

BlogPendidikan.net - Salah satu komponen penilaian terhadap peserta didik adalah penilaian sikap, yang sudah termasuk dalam tiga komponen penilaian siswa. Penilaian sikap sangatlah penting untuk menanamkan karakter baik terhadap siswa.

Penilaian sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. 

Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.

Contoh Format Penilaian Sikap Siswa dan Bentuk Penilaiannya

Teknik dan Bentuk Penilaian Sikap Yang Terdiri Atas :

1. Observasi

Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.


Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi atau jurnal tersebut berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan pengamatan dari perilaku siswa yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku siswa
yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut. Catatan tersebut disusun berdasarkan waktu kejadian.

Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku peserta didik dalam suatu rentangan sikap.


2. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang
disertai rubrik.

Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena. Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.


3. Penilaian Antar Peserta Didik

Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antar peserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

4. Jurnal

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat. sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal  adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang.


Untuk lebih memahami silahkan Anda unduh contoh format Penilaian Sikap Siswa pada link >>> DISINI

Demikian penjelasan dalam artikel ini semoga bermanfaat buat Anda sebagai bahan acuan dalam penyusunan Penilaian Sikap Siswa. Terimakasih dan jangan lupa berbagi.