Showing posts with label Penilaian. Show all posts
Showing posts with label Penilaian. Show all posts

Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiannya

Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiaannya

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, maka penilaiannya lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Model Penilaian Berdasarkan Jenis

Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester yang diuraikan sebagai berikut :

1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input), proses, sampai keluaran (output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.

2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.

3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.

4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.

5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan.

6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran.

7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.

Teknik Penilaian
 
Penilaian di SD dilakukan dalam berbagai teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan

1. Teknik Penilaian Sikap

a. Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:
  • Ketaatan beribadah
  • Berperilaku syukur
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
  • Toleransi dalam beribadah
b. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain:
  • Jujur
  • Disiplin
  • Tanggung jawab
  • Santun
  • Peduli
  • Percaya diri 
  • Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll.
Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian
antar teman, dan jurnal Antara lain :

a. Observasi

Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hal ini dilakukan saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran

b. Penilaian Diri 

Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.

c. Penilaian Antarteman

Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik.

d. Jurnal Catatan Guru

Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi
hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang
berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan
yang berkesinambungan dari hasil observasi.

2. Teknik Penilaian Pengetahuan

Aspek Pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut:

A. Tes tulis

Tes tulis adalah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda,
isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

B. Tes Lisan

Tes lisan berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap
(oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap
juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase,
kalimat maupun faragraf yang diucapkan.

C. Penugasan

Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat
berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai
dengan karakteristik tugasnya.

3. Teknik Penilaian Keterampilan

Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:

a. Kinerja atau Performance

Adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Contoh penilaian tes performance atau kinerja akan diberikan pada bab Implementasi pada bab selanjutnya.

b. Projek

Penilaian Projek merupakan penilaian terhadap tugas yang mengandung investigasi dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan
memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada
pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan
pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.

Penilaian projek sangat dianjurkan karena membantu mengembangkan
ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir
kreatif) peserta didik . misalnya membuat laporan pemanfaatan energy di
dalam kehidupan, membuat laporan hasil pengamatan pertumbuhan
tanaman. 

c. Portofolio

Penilaian dengan memanfaatkan Portofolio merupakan penilaian melalui
sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan
terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio
digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau secara terus
menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam
bidang tertentu. Dengan demikian penilaian portofolio memberikan
gambaran secara menyeluruh tentang proses & pencapaian hasil belajar
peserta didik.

Portofolio merupakan bagian terpadu dari pembelajaran sehingga guru
mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam
menguasai kompetensi pada suatu tema. 

Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”.Contoh kompetensi membuat laporan hasil percobaan. Kemampuan membuat laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai peserta didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, sampai laporan akhir yang siap
disajikan. 

Selama proses ini diperlukan bimbingan guru melalui catatancatatan tentang karya peserta didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut. Kumpulan karya anak sejak draf sampai laporan akhir berserta catatan catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.

Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi membuat laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil penilaian diri dan teman sejawat tentang kompetensi yang sama serta sikap dan perilaku sehari hari peserta didik yang bersangkutan.

Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta peserta didik perlu
menentukan hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio
Sebagai berikut:
  1. masing-masing peserta didik memiliki porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
  2. menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
  3. sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap
  4. peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru
  5. catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik dapat terlihat. 
Demikian tentang Model Penilaian Berdasarkan Jenis dan Teknik Penilaiaannya semoga bermanfaat dan terima kasih.

Perbedaan Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi

Perbedaan Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi

BlogPendidikan.net
- Melihat sepintas dari judul artikel diatas, terlihat tidak jauh perbedaannya, namun dari masing-masing hal diatas memiliki pengertian yang berbeda-beda dan cara penempatan penggunaan istilah Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi serta instrumen yang digunakan. Mari kita bahas satu persatu dari empat istilah tersebut.

Pengukuran

Istilah pengukuran sering kita dengar dan dilakukan dalam aktivitas sehari-hari di berbagai aspek kehidupan. Contohnya ketika seseorang akan membuat pakaian maka penjahit akan mengukur berapa tinggi badan, lingkar pinggang, lebar bahu, dan sebagainya. Begitu juga ketika seseorang sakit dan pergi ke dokter, maka perlu pengukuran tensi darah, berat badan, atau tinggi badan untuk mendiagnosa penyakitnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengukuran adalah proses, cara, perbuatan mengukur. Sedangkan mengukur adalah menghitung ukurannya (panjangnya, luasnya, lebarnya, besarnya, dsb.) dengan alat tertentu. 

Contohnya mengukur massa dengan timbangan, mengukur waktu dengan stopwatch/jam, mengukur kecepatan dengan spidometer, mengukur suhu dengan termometer, mengukur kuat arus listrik dengan ampere meter, dan lain sebagainya, dimana pengukuran ini bersifat kuantitatif yaitu berupa angka atau bilangan.

Sementara pengukuran dalam pendidikan adalah kegiatan menentukan kuantitas suatu objek, menggunakan alat ukur dengan standar dan aturan tertentu. Objek disini bisa mengandung arti guru, peserta didik, papan tulis, gedung sekolah, meja belajar dll. 

Beberapa objek pengukuran dalam bidang pendidikan antara lain:
  1. Prestasi hasil belajar siswa diukur menggunakan tes.
  2. Sikap diukur dengan instrument skala likert, skala thurstone, dan semantik diferensial.
  3. Motivasi diukur dengan instrument berbentuk skala yang dikembangkan dari berbagai teori motivasi.
  4. Intelegensi diukur dengan tes Binet Simon, tes Stanford Binet, tes intelegensi multiple, dan tes Wechsler.
  5. Kecerdasan Emosional dapat diukur dengan instrumen yang dikembangkan dari teori emosional.
  6. Minat diukur dengan instrumen minat.
  7. Kepribadian diukur menggunakan tes Q-sort.
Penilaian

Penilaian berkaitan dengan pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai. Nilai tidak terlepas dari skor, dimana skor merupakan jumlah jawaban yang benar dalam mengerjakan soal. Sedangkan nilai menurut Arikunto merupakan ‘ubahan dari skor hasil pengukuran menurut acuan dan skala tertentu’.

Misalnya: Doni siswa SDN 1 Tasikmalaya dapat mengerjakan soal dengan benar sebanyak 22 butir soal dari 30 butir soal yang diujikan dengan skala penilaian 0-100 dan acuan standar minimal adalah 60. Maka nilai siswa tersebut adalah (22/30) X 100= 73. Karena nilainya lebih besar dari acuan yang telah ditentukan, maka penilaiannya dinyatakan lulus. 

Berdasarkan contoh di atas, acuan merupakan batas lulus atau standar kriteria kelulusan. Sedangkan skala merupakan batasan nilai terendah sampai tertinggi. Maka dari itu penilaian merupakan suatu keputusan “lulus-tidak lulus”, “baik-buruk”, “memuaskan-tidak memuaskan”, dan “berhasil-gagal”.

Penilaian proses belajar merupakan suatu kegiatan menilai kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pengajaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian dalam kaitannya dengan proses pembelajaran merupakan suatu proses pemberian nilai berdasarkan kriteria tertentu yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan ketercapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan.

Assesment

Istilah evaluasi dan assessment sering kali dipertukarkan, namun pada dasarnya dari kedua istilah tersebut terdapat perbedaan yang esensial. Dalam hal ini assessment dinyatakan sebagai suatu cara untuk mengungkap proses dan kemajuan belajar siswa. Sedangkan evaluasi dinyatakan sebagai pemberian nilai (judgement) terhadap hasil belajar berdasarkan data yang diperoleh melalui assessment.(Wahyudin, dkk)

Pada hakikatnya assessment menitikberatkan penilaian pada proses belajar siswa. Berkaitan dengan hal tersebut, (Marzano et all) menyatakan bahwa dalam mengungkap penguasaan konsep, assessment tidak hanya mengungkap konsep yang telah dicapai siswa tetapi juga perkembangan bagaimana suatu konsep itu diperoleh. Oleh karena itu, assessment tidak hanya menilai proses dan hasil belajar siswa tetapi juga kemajuan belajarnya.

Assessment pada dasarnya merupakan alat (the means) dan bukan merupakan tujuan (the end), sehingga assessment merupakan sarana yang digunakan sebagai alat untuk melihat dan menganalisis apakah siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan serta untuk mengetahui apakah proses pembelajaran telah sesuai dengan tujuan atau masih memerlukan pengembangan dan perbaikan. 

Dalam pelaksanaannya, assessment pembelajaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan mengukur dan menilai aspek psikis yang berupa proses dan hasil belajar yang bersifat abstrak, karena itu assessment hendaknya dilakukan dengan cermat. (Matondang).

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan assessment adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dalam menentukan pencapaian hasil belajar siswa.

Evaluasi

Arikunto, menyatakan bahwa “Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai”. Menurut Groundlund dan Linn, mengatakan bahwa ” Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.” 

Evaluasi merupakan proses memahami, memberi arti, mendapatkan dan mengomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.

Dari pendapat-pendapat diatas dapat saya simpulkan bahwa Evaluasi memiliki beberapa kata kunci, diantaranya :
  1. Suatu kegiatan atau suatu proses
  2. Pengumpulan data
  3. Pelaksanaannya sistematis
  4. Sebagai tolak ukur
  5. Penentu tercapai atau tidaknya suatu tujuan
  6. Penarik kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa hakekat Evaluasi adalah suatu kegiatan yang didalamnya terdapat proses pengumpulan data sampai pengolahan data yang hasilnya sebagai tolak ukur dalam menentukan kondisi dimana suatu tujuan telah tercapai.

Dapat disimpulkan secara singkat dari masing-masing pengertian diatas, jelas berbeda antara Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi dari segi pengertian dan cara penggunaan istilah pada proses pembelajaran.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Rujukan :

Suryaningsih. Manfaat, Fungsi dan Prinsip Penilaian. Tautan: Suryaningsih2020.blogspot.com/2013/01/manfaat-fungsi-dan-prinsip-penilaian.html?m=1

Sudjana, Nana. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Rosda Karya: Bandung.