Showing posts with label Proses Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Proses Pembelajaran. Show all posts

Penataan Ruang Kelas Penting Dalam Penguasaan Kelas Dengan Baik Dalam Proses Pembelajaran Yang Efektif

Penataan Ruang Kelas Penting Dalam Penguasaan Kelas Dengan Baik Dalam Proses Pembelajaran Yang Efektif

BlogPendidikan.net
- Ruang kelas bukanlah sebuah wilayah yang amat luas untuk berinteraksi dalam waktu lama. Anda dan siswa akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di ruang kelas tersebut. 

Apabila Anda dapat mengatur ruang kelas dengan baik akan mendapati lancarnya pergerakan, dan penguasaan kelas menjadi efektif dan efisien. 

Oleh sebab itu, empat tips untuk menata ruang kelas agar memudahkan dalam penguasaan kelas pada proses pembelajaran 

Berikut ini tips penting yang harus di terapkan oleh guru dalam penguasaan kelas dengan menata ruang kelas dengan baik, agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien:

1. Jadikan Wilayah Lalu Lalang Bebas Hambatan

Wilayah dimana banyak para siswa lalu lalang biasanya dapat menjadikan waktu pengajaran menjadi berubah karena banyak siswa yang harus menghindari beberapa hambatan-hambatan. 
Untuk mengatasi kasus tersebut sebaiknya guru mengatur jarak bangku setiap siswa satu dengan yang lain sama lebar, kemudian melarang tas/ransel siswa terletak di sisi luar meja karena itu dapat mengganggu siswa yang ingin maju untuk presentasi atau menjawab soal

2. Pastikan semua murid terpantau dengan mudah oleh guru

Masing-masing kelas memiliki siswa yang beraneka macam entah dari postur tubuh. perilaku siswa dan sebagainya. Dalam keadaan normal guru banyak yang acuh terhadap point ini mungkin karena guru telah banyak pikiran jadi malas untuk memikirkan hal-hal kecil. Sayangnya justru hal yang kecil itulah dapat menyebabkan kondisi pengajaran makin tidak kondusif. 

Contoh konkret hal kecil yang dapat berdampak besar adalah siswa senang duduk berkelompok di pojok belakang kelas biasanya akan bercakap sendiri tanpa memperhatikan  guru karena banyak alasan misalnya pelajaran tidak menarik, cara pengajaran membosankan atau bahkan mereka tidak paham akan mata pelajaran tersebut, kondisi ini diperparah dengan adanya siswa tinggi duduk didepan sendiri sehingga menutupi teman yang membuat gaduh.
Masalah ini dapat kita pecahkan dengan cara menata kembali posisi duduk siswa dengan  cara:
 
(1)  Siswa  pintar  yang  tinggi  normal/kurang  tinggi duduk  didepan dengan duduk siswa yang kurang pintar/nakal yang berpostur sama tapi usahakan untuk dipencar jangan berdekatan dengan anak nakal lain. 
(2) Apabila terdapat murid dengan postur tinggi taruhlah dibagian belakang sendiri dan tetap untuk tidak di kelompokan dengan anak nakal lain. 
(3) Apabila ada siswa yang memiliki kebutuhan khusus (Rabun dekat/Jauh/ Silinder) letakan mereka diposisi yang mereka dapat membaca dengan jelas.

3. Jaga Material/ Perlengkapan Yang Sering Digunakan

Menjaga  material  yang  mudah  diakses  tidak  hanya  mengurangi  waktu  yang hanya untuk menyiapkan perlengkapan saja tapi juga dapat membantu menghindari penundaan pengajaran. 
Alasan seperti ini logis karena apabila Anda atau siswa yang menyiapkan peralatan yang sebenarnya telah memasuki jam pengajaran maka siswa lain akan teralihkan perhatiannya dengan peristiwa tersebut dan juga jam pengajaran Anda akan berkurang banyak.

4. Pastikan  Siswa  Dapat  Dengan  Mudah  Melihat  Presentasi  Ataupun  Media Pengajaran

Ketika Anda dan siswa sedang presentasi/ diskusi kelas, pastikan bahwa pastikan bahwa tempat duduk siswa dapat melihat LCD atau media lain tanpa harus memindahkan  banyak  bangku,  kondisi  seperti  itu  membuat  para  siswa memperhatikan.

Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Kompetensi profesional meliputi kemampuan seorang guru dalam penguasaan materi dan keilmuan secara luas. Artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap bidang ilmunya.

Selain itu seorang guru harus mampu merencanakan proses pembelajaran dengan baik, dimana seorang guru memiliki tanggung jawab terhadap berjalannya proses belajar mengajar.  Seorang guru selalu dituntut untuk menemukan cara dan metode dalam melakukan pengajaran, agar ilmu yang diberikan maksimal.

Beberapa kompetensi yang dikembangkan guru profesional dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu:

1. Mencerminkan nilai kepribadian

Nilai kepribadian harus dimiliki oleh guru, dimana harus mencerminkan peran sebagai teladan bagi peserta didik. Nilai kepribadian merupakan penanaman dari nilai karakter seorang guru. Selama proses pembelajaran guru harus memiliki menanamkan nilai karakter pada peserta didik, dimana sejauh ini pendidikan moral semakin berkurang dan menjadi tugas dari guru dalam ruang lingkup pendidikan di sekolah.

2. Menguasai landasan pendidikan dan mengembangkan kompetensi keahlian

Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan berkaitan dengan kegiatan sebagai berikut: (a) mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis, filosofis, historis dan psikologis. (b) mengenal fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antar sekolah dan masyarakat. (c) mengenal karakteristik peserta didik baik secara fisik maupun psikologis Kompetensi keahlian sesuai bidang yang ditekuni perlu dikembangkan atau diupdate, melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga atau instansi tertentu.

3. Menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran

Seorang guru harus mampu menguasai materi pembelajaran yang dibuktikan dengan menyusun perangkat pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat penting karena seorang guru sejenis apapun punya keterbatasan. Keterbatasan tersebut harus disadari sepenuhnya untuk diantisipasi agar ketika di tengah siswa-siswanya mampu menjadi motivator dalam proses pembelajaran yang mencerdaskan. Adapun perangkat pembelajaran yang harus disusun sebelum melaksanakan proses pembelajaran diantaranya rencana pelaksanaan pembelajaran, program semester dan program tahunan, silabus.

4. Menguasai dan melaksanakan program pembelajaran

Perangkat yang telah dibuat selanjutnya diterapkan dalam proses pembelajaran, hal ini bertujuan agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih terarah. Pembelajaran yang terencana akan lebih jelas batasan yang akan disampaikan guru. Sehingga guru jauh lebih siap pada materi yang akan disampaikan. Namun, guru yang tidak memiliki rencana dalam pelaksanaan pembelajaran akan menghasilkan pembelajaran sebatas terlaksana tanpa tujuan yang jelas. Meskipun menjadi kebiasaan guru dalam bidang tertentu, diharapkan guru memiliki perkembangan dalam program pembelajaran.

5. Menilai proses dan hasil pembelajaran

Seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus ada hasil yang menunjukkan perkembangan dari peserta didik yang diajar. Apabila hasil pembelajaran tidak mengalami perubahan maka tidak terjadi proses belajar. Proses belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan tingkah laku dari sebelumnya.

6. Menyusun administrasi

Kompetensi yang harus dimiliki guru merencana pembelajaran salah satunya adalah menyusun administrasi pembelajaran. Tujuan dari adanya administrasi ini ialah, untuk meningkatkan kemampuan para guru ketika dituntut untuk membuat RPP yang sesuai dengan ketentuan dan benar dalam pembuatannya. Lamanya administrasi yang harus dibuat dan dikembangkan selama satu semester menjadikan hal yang sering diabaikan oleh guru, sehingga pada akhir pembelajaran dokumen-dokumen tersebut tercecer. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun administrasi perlu dimiliki.

7. Menggunakan berbagai metode sesuai karakteristik peserta didik

Pembelajaran yang baik disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang dihadapi. Guru harus memiliki pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan perkembangan siswa, menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik.

8. Mengkaitkan pembelajaran terhadap masyarakat, industri, dan perguruan tinggi serta penyesuaian terhadap perkembangan teknologi

Pembelajaran yang disampaikan dihubungkan dengan kondisi masyarakat, kebutuhan industri dan perguruan tinggi serta melihat perkembangan teknologi yang ada. Sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas di kelas, melainkan dapat menelaah wawasan secara langsung. Hal ini membatasi ruang gerak dalam berpikir aktif dan mampu menyiapkan kebutuhan setelah lulus.

9. Melaksanakan penelitian

Kompetensi guru selain melaksanakan pembelajaran adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran bermutu dan berkualitas apabila peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu meningkatkan motivasi, bakat serta minat peserta didik untuk melakukan perkembangan diri dengan cara belajar mandiri. Kompetensi tersebut dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). 

10. Mempublikasi hasil penelitian

Menulis merupakan salah satu kelemahan guru, namun harus dibiasakan. Seorang guru harus mampu mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya baik dalam bentuk naskah publikasi, laporan penelitian, laporan akhir, makalah, artikel ilmiah yang termuat dalam prosiding ataupun jurnal. Artinya seorang guru telah mempunyai kompetensi keahlian publikasi hasil penelitian. 

Selanjutnya dibawah ini diuraikan 10 kompetensi dasar profesional guru sebagai berikut:

1. Menguasai bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.

Sudah menjadi hal pokok tugas sorang guru untuk menguasai bahan ajar yang akan di sampaikan kepada siswa melalui perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi ajar.

2. Mengelola program belajar mengajar

Yakni menetapkan tujuan pembelajaran, memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran, memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar, memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai, memilih dan memanfaatkan sumber belajar.

3. Mengelola kelas

Guru yang profesional akan mampu mengelola dan mengatur suasana kelas dengan baik dan menata kelas dengan media atau alat peraga pengajaran yang disediakan.

4. Menggunakan media/sumber belajar

Guru harus mampu menggunakan berbagai media belajar baik berupa media audio, visual, audio visual. Media pembelajaran yang bisa digunakan bisa berupa slide, video, radio, flash card dan lain sebagainya.

5. Menguasai landasan kependidikan

Mengenal tujuan pendidikan nasional untuk mencapai tujuan pendidikan, mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, mengenal prinsip- prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

6. Mengelola interaksi belajar-mengajar

Yakni menciptakan iklim belajar yang tepat, dengan menciptakan keaktifan siswa dalam belajar, sehingga pengetahuan siswa terus bertambah dan ada keinginan terus menerus untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuan mereka.

7. Menilai prestasi belajar

Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran, menilai proses belajar mengajar

8. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan

Guru harus bisa membimbing murid yang mengalami kesulitan belajar, siswa yang berkelainan dan berbakat khusus serta bisa membimbing murid untuk menghargai pekerjaan di masyarakat.

9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah

Guru harus mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah sekaligus melaksanakan kegiatan tersebut.

10. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran

Kemampuan guru ini adalah untuk mengkaji konsep dasar penelitian ilmuwan dan melakukan penelitian sederhana atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK).