Showing posts with label RPP. Show all posts
Showing posts with label RPP. Show all posts

Merancang Kegiatan Pendahuluan, Inti dan Penutup Pada RPP

Hal Yang Harus Diperhatikan merancang Kegiatan Pendahuluan, Inti dan Penutup pada RPP

BlogPendidikan.net
- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). 

Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Proses Pengembangan RPP

Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam kelompok kerja guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.

Kurikulum 2013 untuk sekolah dasar (SD) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau disebut dengan RPP Tematik. 

Penyusunan RPP Tematik idealnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
  1. Menentukan tema yang akan dikaji bersama siswa
  2. Memetakan KD-KD dan indikator yang akan dicapai dalam tema-tema yang telah disepakati
  3. Menetapkan jaringan tema
  4. Menyusun Silabus Tematik
  5. Menyusun RPP pembelajaran tematik
Sebagai dasar penyusunan RPP. Guru memilih kegiatan-kegiatan pembelajaran
yang sesuai dengan tema/subtema yang akan dilaksanakan pada satu pertemuan
atau lebih. Kegiatan yang dipilih harus mencakup kegiatan pembelajaran sesuai
dengan standar proses.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam merancang kegiatan pendahuluan, inti dan penutup pada Rencana Pelaksanaan Pembelajara (RPP) :

Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru :
  1. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
  2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari
  3. Mengantarkan siswa kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai
  4. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas. 
Kegiatan Inti

Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut menjadi rincian dari kegiatan: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasi/menalar, dan
mengomunikasikan termasuk di dalamnya kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

1. Mengamati

Dalam kegiatan mengamati, guru memberi kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk membaca, mendengar, menyimak, melihat, merasa, meraba, dan membaui (tanpa atau dengan alat).

2. Menanya

Dalam kegiatan menanya guru mendorong siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, atau dibaca. Bagi siswa yang belum mampu mengajukan pertanyaan guru membimbing agar siswa mampu melakukannya
secara mandiri. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa bersifat faktual, hipotetik yang terkait dengan hasil pengamatan terhadap objek konkrit sampai abstrak yang berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, dan generalisasi. 

Kegiatan mengajukan pertanyaan perlu dilakukan terus-menerus agar siswa terlatih dalam mengajukan pertanyaan sehingga rasa ingin tahu berkembang. Melalui kegiatan mengajukan pertanyaan siswa dapat memperoleh informasi lebiih lanjut dari beragam sumber, baik dari guru , anak maupun sumber lainnya.

3. Mengumpulkan Informasi/eksperimen

Setelah melakukan kegiatan menanya, siswa menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar, misalnya dengan membaca buku yang
lebih banyak, memerhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti atau bahkan melakukan eksperimen untuk dijadikan sebagai bahan berpikir kritis dalam menggali berbagai sumber belajar.

4. Mengasosiasi/menalar 

Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh, siswa dapat menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi, dan mengambil berbagai kesimpulan.

5. Mengomunikasikan

Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan/ mempresentasikan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa tersebut. 

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama siswa atau siswa sendiri:
  1. Membuat rangkuman/simpulan hasil kegiatan
  2. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
  3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
  4. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, dan layanan konseling
  5. Memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok
  6. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Demikian tentang hal-hal penting yang harus diperhatikan guru dalam merancang kegiatan pendahuluan, inti dan penutup pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid-19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajaran karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Luring

Tujuan secara umum dari proses pembelajaran luring ini adalah untuk memberikan layanan pembelajaran secara offline yaitu dengan adanya media belajar berupa buku atau pun lembar kerja ataupun proses pembelajaran memanfaatkan media yang ada di lingkungan rumah, seperti: radio, TV.

Adapun manfaat dalam pembelajaran luring yaitu : 
  1. Dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan dengan cara memberikan pembelajaran tanpa harus menggunakan jaringan (offline) secara mudah hanya dengan memanfaatkan media pembelajaran dilingkungan sekitar atau lembar kerja
  2. Memudahkan siswa atau peserta didik tanpa harus mengeluarkan biaya lebih untuk keperluan paket data
  3. Tanpa harus membebani orang tua untuk menyediakan HP Android atau laptop ketika menggunakan pembelajaran yang memanfaatkan internet (Dalam Jaringan).
RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 5 Kurikulum 2013 : UNDUH
RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 6 Kurikulum 2013 : UNDUH

RPP Daring Sekolah Dasar (SD) Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013 : DISINI

Semoga RPP Luring yang dibagikan bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu di sekolah menjelang pembelajaran tatap muka terbatas karena Covid-19. Terima kasih dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang. 

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet. 

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 1 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 2 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 3 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini di sekolah ini menggunakan berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan seperti menggunakan pembelajaran daring terlebih dahulu dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi WhatsApp, Google Classrom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

Agar proses pembelajaran bisa berjalan lancar guru harus memandu pembelajaran terlebih dahulu, dalam pembelajaran daring sebenarnya siswa lebih menyukai karena pembelajaran lebih menarik, membuat siswa menjadi penasaran dalam prosesnya membuat siswa menjadi aktif.

Sistem pembelajaran daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Dalam pembelajaran daring dan luring di sekolah ini pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Pengertian Pembelajaran Luring

Kata luring yang merupakan bentuk singkatan dari kata “luar jaringan”. Pengertian pembelajaran luring yaitu pembelajaran yang hanya memanfaatkan modul belajar dan alat peraga serta media belajar yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa harus menggunakan jaringan internet.

Dengan kata lain, pembelajaran luring ini kebalikan dari pembelajaran daring yang tidak memakai koneksi internet dan hanya menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang ada dilingkungan sekitar.

Luring atau pembelajaran langsung merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa dalam perorangan atau tim. 

Pembelajaran langsung ini dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dianjurkan secara bertahap.

Kita tidak akan terlalu banyak membahas tentang bagaimana pembelajaran luring dan Anda suda memahami bagaimana mekanisme pembelajaran luar jaringan (Luring). Pada artikel berikut akan membahas tentang rancangan proses pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran Luring. 

RPP yang akan digunakan pada pembelajaran luring sesuai dengan pengertian diatas, akan berbega dengan RPP pada kondisi normal. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mengunduhnya pada tautan dibawah ini.

RPP Pembelajaran Luring SD Kelas 4 Kurikulum 2013 : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.