Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Sekolah Jenjang SD dan SMP

Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Sekolah Jenjang SD dan SMP

BlogPendiidkan.net
- RKT (Rencana Kerja Tahunan) Sekolah adalah rencana kerja yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan sekolah selama 1 tahun.  

Adanya RKT penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.

Oleh adanya RKT diharapkan dapat dijadikan sebagai: (1) pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan sekolah, (2) sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah, serta, (3) bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan sekolah/madrasah.
Rencana Kerja Sekolah (RKS) merupakan sebuah proses perencanaan atas semua hal dengan baik dan teliti untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan tujuan agar sekolah dapat menyesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, potensi sekolah dan kebutuhan peserta didik. 

RKS (Rencana Kerja Sekolah) disusun sebagai pedoman kerja dalam pengembangan sekolah, dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah, dan sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi serta mengajukan sumber daya yang diperlukan.
Rencana pengembangan sekolah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan oleh kepala sekolah dalam mengambil kebijakan, disamping itu sebagai pedoman dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan program belajar mengajar dan administrasi sekolah yang lain, agar pengelola sekolah tidak menyimpang dari prinsip-prinsip manajemen.

RKT disusun dengan tujuan:
  1. Menjamin agar tujuan sekolah yang telah dirumuskan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil
  2. Memberikan arah kerja yang jelas tentang pengembangan sekolah
  3. Acuan dalam mengidentifikasi dan mengajukan sumberdaya pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan sekolah
  4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan
  5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat
  6. Menjamin    tercapainya    penggunaan    sumberdaya    secara    efisien,    efektif, berkeadilan dan berkesinambungan
Baca Juga: Seperti Inilah 10 Kriteria Kepemimpinan Kepala Sekolah Yang Efektif dan Disenangi Guru

Rencana Kerja Tahunan memuat ketentuan yang ada di sekolah dengan jelas mengenai:
  1. Kesiswaan
  2. Kurikulum dan kegiatan pembelajaran
  3. Pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya
  4. Sarana dan prasarana
  5. Keuangan dan pembiayaan
  6. Budaya dan lingkungan sekolah
  7. Peran serta masyarakat dan kemitraan
  8. Rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
Dalam mengembangkan Rencana Kerja Sekolah yang digunakan sebagai pedoman pengelolaan sekolah perlu mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah, serta ditnjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Berikut Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Sekolah Jenjang SD dan SMP bisa Anda download pada link dibawah ini.

Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Sekolah Jenjang SD >>> DOWNLOAD 1 DOWNLOAD 2
Contoh Rencana Kerja Tahunan (RKT) Sekolah Jenjang SMP >>> DOWNLOAD

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Media pembelajaran adalah segala sesuatu sumber belajar yang digunakan oleh guru atau pengajar dalam proses pembelajaran, dimana didalamnya terdapat media atau alat yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam menguasai materi yang disampaikan oleh pengajaran atau guru, salah satunya adalah Media PowerPoint.

Tentang PowerPoint

Power Point sebagai bagian dari fasilitas yang telah tersedia pada komputer merupakan salah satu piranti lunak dari paket Microsoft Power Point digunakan untuk membuat slide presentasi yang ditampilkan melalui layar komputer.
Berbeda dengan slide transparan atau mika, slide yang dibuat dengan Microsoft Power Point mempunyai banyak kelebihan, antara lain; mampu menampilkan tulisan dan gambar dengan bermacam warna, dapat dipadukan dengan gambar hidup atau film, proses penulisan yang mudah (bila salah ketik, tinggal di delete), pola tulisan dapat dipilih sesuai dengan selera kita dan dapat pula menyisipkan suara (lagu) sehingga presentasi menjadi lebih menarik dan atraktif

Microsoft Powerpoint adalah aplikasi milik Microsoft office selain microsoft word dan microsoft excel yan telah dikenal banyak orang. 

Microsoft Powerpoint menyediakan fasilitas slide untuk menampung pokok-pokok pembicaraan yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Dengan fasilitas animasi sebuah slide bisa dimodifikasi agar menarik perhatian peserta didik. 

Begitu juga dengan adanya fasilitas front picture, sound dan effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang bagus dan menarik.

Hal-hal yang perlu ditempuh dalam proses pembuatan presentasi Powerpoint Menurut (Dina Indriana) yaitu sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi program, memilih sesuai dengan materi, sasaran, latar belakang kemampuan siswa, usia dan tingkat pendidikan serta mengidentifikasi sumber pendukung seperti gambar, animasi, video, dan sebagainya.
  2. Mengumpulkan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi dan sasaran, seperti video, gambar, animasi, dan suara.
  3. Setelah mengumpulkan bahan dan materi sudah diringkas, maka masukkan ke dalam program Powerpoint.
  4. Setelah selesai semuanya, maka diteliti kembali setiap slide dari penyusunan materi tersebut
Untuk membantu dalam proses pembelajaran BlogPendidikan.net berbagi tentang Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint untuk jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Untuk mengunduhnya, pada tautan dibawah ini.

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 2 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 3 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 4 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 5 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 6 >>> UNDUH

Terima kasih, semoga apa yang disajikan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Struktur Kurikulum Merdeka dan Pembagian Alokasi Waktu Jam Pelajaran Untuk Jenjang SD/MI

Struktur Kurikulum Merdeka dan Pembagian Alokasi Waktu Jam Pelajaran Untuk Jenjang SD/MI

BlogPendidikan.net
- Struktur Kurikulum pada pendidikan dasar dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu:

1. pembelajaran intrakurikuler; dan
2. projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.
Pemerintah mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) per tahun. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu setiap minggunya secara fleksibel dalam 1 (satu) tahun ajaran.

Satuan pendidikan menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan karakteristik daerah. Satuan pendidikan dapat menambahkan muatan tambahan sesuai karakteristik satuan pendidikan secara fleksibel, melalui 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:

1) mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
2) mengintegrasikan ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila
3) mengembangkan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Struktur Kurikulum Merdeka Jenjang SD/MI

Struktur kurikulum SD/MI dibagi menjadi 3 (tiga) Fase:
  1. Fase A untuk kelas I dan kelas II
  2. Fase B untuk kelas III dan kelas IV
  3. Fase C untuk kelas V dan kelas VI.
SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik. Proporsi beban belajar di SD/MI terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

a. pembelajaran intrakurikuler
b. projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan sekitar 20% (dua puluh persen) beban belajar per tahun.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.
Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Pembagian Alokasi Waktu Jam Pelajaran Untuk Jenjang SD/MI Kurikulum Merdeka.



Struktur Kurikulum Merdeka dan Pembagian Alokasi Waktu Jam Pelajaran Untuk Jenjang SD/MI

 

Untuk lebih jelasnya tentang Struktur Kurikulum Merdeka dan Pembagian Alokasi Waktu Jam Pelajaran Untuk Jenjang SD/MI. Bisa Anda Unduh >>> DISINI

14 Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

14 Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

BlogPendidikan.net
- Pada kenyataannya, yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang keterampilan berbicara, masih banyak siswa yang kurang mampu mengekspresikan dirinya lewat kegiatan berbicara, misalnya siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran tentang berbicara, siswa seringkali malu ketika diminta untuk berbicara atau bercerita didepan kelas, bahkan ada siswa yang takut berdiri dan berbicara dihadapan teman-temannya.

Dalam hal ini guru sangat berperan aktif untuk menumbuhkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) diperlukan strategi dan metode pembelajaran berbicara yang tepat agar proses pembelajaran berbicara bisa terlaksana dengan baik dan siswa terpacu semangat untuk pembelajaran ini.

Berikut 14 Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di SD pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia baik kelas tinggi ataupun kelas rendah:

1. Lihat-ucap

Metode ini digunakan untuk merangsang siswa mengekspresikan hasil pengamatannya, berupa gambar, benda nyata.

2. Deskripsi

Deskripsi berarti menggambarkan/melukiskan atau memerikan sesuatu secara verbal. Metode ini digunakan untuk melatih siswa berbicara atau mengekspresikan hasil pengamatannya terhadap sesuatu.

3. Menjawab pertanyaan

Metode digunakan untuk melatih siswa yang malu-malu. Melalui pengajuan sejumlah pertanyaan dan kesempatan untuk menjawab, guru dapat memancing ekspresi lisan siswa.

4. Bertanya menggali

Metode bertanya menggali digunakan agar siswa lebih banyak berpikir. Pertanyaan menggali membutuhkan jawaban yang berupa penjelasan dan bukan jawaban ya atau tidak.

5. Melanjutkan

Dalam metode ini, kita dapat membuat suatu permainan cerita. Siswa disuruh menceritakan suatu cerita kemudian siswa yang lain diminta untuk melanjutkannya.

6. Bercakap-cakap 

Percakapan adalah pertukaran pikiran atau pendapat mengenai sesuatu antara dua orang atau lebih.

7. Memberi petunjuk

Memberi petunjuk merupakan keterampilan berbicara taraf tinggi karena memberi petunjuk berarti berbicara secara jelas dan terarah. Kegiatan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

8. Bercerita

Bercerita adalah suatu keterampilan berbicara. Pembawa cerita harus membawakan cerita sesuai dengan isinya atau dapat menirukan suatu perilaku tokoh cerita, dapat melibatkan emosi dan  imajinasi pendengar terhadap cerita yang disampaikan. Kegiatan bisa dilakukan dengan menceritakan pengalaman sendiri.

9. Melaporkan

Melaporkan artinya menyampaikan gambaran, lukisan atau peristiwa terjadinya sesuatu secara lisan. Kegiatan melaporkan dapat dilakukan terkait dengan perjalanan, pembacaan cerpen, dan sebagainya. Kegiatan melaporkan juga dapat dilakukan dalam wujud pidato.

10. Bermain Peran

Teknik bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan penghayatan dan imajinasi siswa. Dalam pengajaran bahasa, teknik bermain peran sangat cocok digunakan untuk menghayati dan menggunakan berbagai ragam bahasa.

11. Wawancara atau interview

Melalui metode ini siswa dilatih menyusun pertanyaan yang terarah serta mengajukan pertanyaan dengan ucapan yang jelas dan intonasi yang tepat. Wawancara adalah kegiatan percakapan dalam situasi formal.

12. Diskusi

Diskusi adalah proses pelibatan dua orang atau lebih yang berinteraksi secara verbal dan tatap muka mengenai tujuan tertentu melalui cara tukar menukar informasi untuk memecahkan masalah.

13. Bertelepon

Melalui metode ini, kita dapat meminta siswa untuk mendemonstrasikan berbicara melalui telepon

14. Dramatisasi

Dramatisasi lebih kompleks daripada bermain peran karena guru dan siswa harus mempersiapkan skenario, pelaku, dan perlengkapan.

Demikian tulisan tentang 14 Jenis Metode Pembelajaran Berbicara di SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, semoga bermanfaat.

9 Metode Pembelajaran Menyimak Yang Tepat Digunakan di SD

9 Metode Pembelajaran Menyimak Yang Tepat Digunakan di SD

BlogPendidikan.net
- Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan lambang-lambang bahasa lisan dengan sungguh-sungguh, penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang disampaikan secara nonverbal.

Untuk meningkatkan keterampilan menyimak, maka diperlukan metode-metode yang tepat dalam proses pembelajaran guna ketercapaian tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang maksimal.
Berikut ini metode-metode yang tepat digunakan dalam keterampilan menyimak :

1. Simak Tulis 

Dalam teknik ini, guru membacakan atau memperdengarkan sebuah wacana singkat (diperdengarkan cukup satu kali). Siswa mendengarkan dengan baik.

2. Simak Terka 

Guru mempersiapkan deskripsi tentang suatu benda tanpa menyebutkan nama benda tersebut. Deskripsi itu dibacakan guru, siswa mendengarkan dengan baik kemudian siswa diminta menerka benda tersebut.
3. Simak Cerita 

Guru mempersiapkan sebuah cerita yang menarik, kemudian membacakan cerita tersebut. Siswa mendengarkan dengan baik cerita yang dibacakan guru, kemudian siswa diminta menceritakan kembali cerita tersebut dengan katakatanya sendiri.

4. Bisik Berantai

Bisik berantai ini dapat digunakan untuk menguji kemampuan daya simak siswa dan kemampuan untuk menyimpan dan menyampaikan pesan kepada orang lain. Bisik berantai ini dapat dilakukan secara berkelompok.
5. Identifikasi Kata Kunci 

Dalam menyimak suatu kalimat, paragraph atau wacana yang panjang, kita tidak perlu menangkap semua kata-kata tetapi cukup diingat kata-kata kuncinya saja. Kata kunci merupakan inti dari suatu kalimat, paragraf atau wacana yang panjang.

6. Identifikasi Kalimat Topik 

Setiap paragraf dalam wacana minimal mengandung dua unsur yaitu kalimat topik dan kalimat pengembang. Kalimat topik bisa terdapat di awal, tengah dan akhir paragraf. Setelah selesai menyimak siswa disuruh mencari kalimat topiknya.
7. Merangkum 

Mendengarkan bahan simakan yang agak panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah melalui merangkum. Merangkum berarti merangkum bahan yang panjang menjadi sesedikit mungkin. Namun, kalimat yang singkat tersebut dapat mewakili kalimat yang panjang.

8. Parafrase

Suatu cara yang digunakan orang dalam memahami isi puisi yaitu dengan cara mengartikan isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa.

9. Menjawab Pertanyaan 

Cara lain untuk mengajarkan menyimak yang efektif ialah dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, di mana, dan bagaimana yang diajukan sesuai dengan bahan simakan.
Tes Menyimak

Berikut ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menunjukkan wacana teks yang akan digunakan untuk bahan tes mendengarkan atau menyimak :

1. Tingkat kesulitan wacana

Tingkat kesulitan wacana dapat dilihat dari faktor kosakata dan struktur kalimat yang dipergunakan. Tingkat kesulitan wacan ini hendaknya disesuaikan dengan latar belakang usia dan pengalaman keseharian siswa.

2. Isi cakupan wacana

wacana yang diteskan hendaknya berisi hal-hal yang netral sehingga sangat memungkinkan adanya kesamaan pandangan terhadap isi masalah itu.
3. Jenis-jenis wacana :

a. Pertanyaan atau pernyataan singkat
b. Dialog
c. Cramah atau pidato
d. Pembacaan berita
e. Pembacaan.

Demikian artikel tentang 9 Metode Pembelajaran Menyimak Yang Tepat Digunakan di SD, semoga memberikan manfaat. Terima kasih, dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

BlogPendidikan.net - Sebagian besar orang beranggapan bahwa menjadi guru SD membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat. Realitanya, ternyata anak-anak SD lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran mereka yang masih sangat kekanak-kanakan dan butuh perhatian ekstra mengajar mereka.


Memang harus butuh keseriusan dan kesabaran yang lebih di mana guru SD harus mampu menguasai siswanya dan mengontrol kelasnya dengan baik. Kunikan dan karakteristik anak SD berbeda dengan tingkat menengah atau atas, anak SD lebih cenderung mendapatkan perhatian yang lebih. Maka dari itu guru harus sangat memahami karakter siswa dan mengajarkan penuh kesabaran.

Berikut 10 keistimewaan menjadi guru SD yang membuat Anda selalu tersenyum bahagia :

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.


2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mampu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.


Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.


7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.

10. Anda Selalu Disambut Dengan Bahagia

Jika kedekatan dengan anak didik sudah terjalin, mereka akan selalu ingin dekat dan bertanya seolah ingin mencari perhatian. Guru yang selalu melayani, membimbing para siswanya akan menjadi kenangan dengan siswa tersebut. maka kehadiran Anda sangat di rindukan para siswa. Sesampainya di depan kelas mereka tersenyum penuh bahagia.