Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

5 Pembelajaran Berdasarkan Kesenangan Belajar Siswa SD

5 Pembelajaran Berdasarkan Kesenangan Siswa SD

BlogPendidikan.net
- Menjadi guru SD memang sangat sulit tapi menyenangkan, sulitnya jika mendapatkan siswa yang kurang perhatian dan suka mengganggu temannya, tapi guru selalu ada cara mengantisipasi hal tersebut mengatasi siswa yang super aktif. Sangat menyenangkan menjadi guru SD dengan suasana ruang kelas yang riuh tawa dan canda siswa membuat semangat guru termotivasi dan selalu tersenyum bahagia melihat siswa-siswanya.

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik/guru mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan kebutuhan peserta didik juga hal yang perlu diperhatikan.

Dalam menerapkan pembelajaran di kelas, setidaknya guru melihat kesenangan siswa SD dalam belajar, bahwa siswa SD lebih senang belajar sambil bermain. Dari kesenangan dan karakteristik siswa tersebut, guru dapat menerapkan pembelajaran sesuai kesenangan dan karakteristik siswa tersebut.

Berikut 5 pembelajaran yang harus diterapkan guru berdasarkan kesenangan dan karakteristik belajar Siswa SD adalah :

1. Senang Bergerak

Siswa sekolah dasar dapat duduk dengan tenang maksimal sekitar 30 menit, setelah itu mereka cenderung untuk melakukan gerakan-gerakan baik disadari maupun tidak. Dengan demikian, guru harus memfasilitasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bergerak bebas seperti bergerak sebagai bentuk ice breaking, mencoba, memeragakan, dan lain-lain.

2. Senang Bermain

Siswa sekolah dasar akan termotivasi untuk belajar ketika pembelajaran difasilitasi dengan permainan karena dunia mereka adalah dunia bermain yang penuh kegembiraan. Guru harus memfasilitasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bermain yang relevan dengan materi pembelajaran yang hendak dikuasai siswa.

3. Senang Berimajinasi dan Berkarya

Siswa sekolah dasar cenderung senang berimajinasi dan membuat sesuatu sesuai apa yang dibayangkannya. Guru harus memfasilitasi pembelajaran yang dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas siswa, misalnya memfasilitasi siswa untuk menghasilkan sebuah karya yang relevan dengan materi pembelajaran. Guru selalu mengklarifikasi hasil karya siswa misalnya tentang maksud dari karyanya dan memberikan penghargaan terhadap hasil karya siswa.

4. Senang Melakukan Sesuatu Secara Langsung

Siswa sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret, sehingga materi pembelajaran prosedural yang biasanya disampaikan oleh guru melalui ceramah akan dapat lebih dipahami oleh siswa jika mereka dapat mempraktikkan sendiri secara langsung materi pembelajaran tersebut. Guru harus menjadi model ketika siswa mempraktikkan pengetahuan prosedural misalnya melalui demonstrasi sehingga siswa dapat melakukannya dengan aman dan benar.

5. Senang Bekerja Dalam Kelompok

Siswa sekolah dasar mulai intens bersosialisasi, mencari teman bermain, dan bermain bersama teman-temannya. Pembelajaran harus memfasilitasi siswa untuk bekerja sama, gotong royong, bekerja dalam kelompok misalnya dengan menerapkan pendekatan kooperatif sehingga siswa dapat belajar banyak hal dari siswa lainnya.

Dari ke 5 hal diatas, bisa menjadi dasar bagi guru dalam memahami karakter siswa, bahwasanya siswa SD lebih cenderung menyenangi proses pembelajaran dengan mengajak siswa seperti 5 hal diatas yang dilakukan oleh guru.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Rujukan :

Modul PPG Daring 2019 : MATERI UTAMA KEGIATAN BELAJAR 1 Karakteristik Peserta Didik SD

Mengenal Perkembangan Fisik Siswa SD Berdasarkan Usia

Mengenal Perkembangan Fisik Siswa SD Berdasarkan Usia

BlogPendidikan.net
- Siswa SD merupakan anak dengan katagori banyak mengalami perubahan yang sangat drastis baik mental maupun fisik. Usia anak SD yang berkisar antara 6-12 tahun.

Mencakup pertumbuhan biologis misalnya pertumbuhan otak, otot dan tulang. Pada usia 10 tahun baik laki‐laki maupun perempuan tinggi dan berat badannya bertambah kurang lebih 3,5 kg. Namun setelah usia remaja yaitu 12-13 tahun anak perempuan berkembang lebih cepat dari pada laki‐laki, (Sumantri). 

Perkembangan Fisik Siswa SD
  1. Usia masuk kelas satu SD atau MI berada dalam periode peralihan dari pertumbuhan cepat masa anak anak awal ke suatu fase perkembangan yang lebih lambat. Ukuran tubuh anak relatif kecil perubahannya selama tahun tahun di SD.
  2. Usia 9 tahun tinggi dan berat badan anak laki‐laki dan perempuan kurang lebih sama. Sebelum usia 9 tahun anak perempuan relatif sedikit lebih pendek dan lebih langsing dari anak laki‐laki.
  3. Akhir kelas empat, pada umumnya anak perempuan mulai mengalami masa lonjakan pertumbuhan. Lengan dan kaki mulai tumbuh cepat.
  4. Pada akhir kelas lima, umumnya anak perempuan lebih tinggi, lebih berat dan lebih kuat daripada anak laki‐laki. Anak laki‐laki memulai lonjakan pertumbuhan pada usia sekitar 11 tahun.
  5. Menjelang awal kelas enam, kebanyakan anak perempuan mendekati puncak tertinggi pertumbuhan mereka. Periode pubertas yang ditandai dengan menstruasi umumnya dimulai pada usia 12‐13 tahun. Anak laki‐laki memasuki masa pubertas dengan ejakulasi yang terjadi antara usia 13‐16 tahun.
  6. Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas. Pada masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu bereproduksi menjadi mampu bereproduksi.
Hampir setiap organ atau sistem tubuh dipengaruhi oleh perubahan perubahan ini. Anak pubertas awal (prepubertas) dan remaja pubertas akhir (postpubertas) berbeda dalam tampakan luar karena perubahan perubahan dalam tinggi proporsi badan serta perkembangan ciri‐ciri seks primer dan sekunder. Meskipun urutan kejadian pubertas itu umumnya sama untuk tiap orang, waktu terjadinya dan kecepatan berlangsungnya kejadian itu bervariasi. 

Rata‐rata anak perempuan memulai perubahan pubertas 1,5 hingga 2 tahun lebih cepat dari anak laki‐laki. Kecepatan perubahan itu juga bervariasi, ada yang perlu waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk mencapai kematangan reproduksi, tetapi ada yang memerlukan waktu 6 tahun. Dengan adanya perbedaan‐perbedaan ini ada anak yang telah matang sebelum anak yang sama usianya mulai mengalami pubertas.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

di SD Ada Kelas Rendah dan Kelas Tinggi, Bagaimana Perbedaan Karakteristiknya

di SD Ada Kelas Rendah dan Kelas Tinggi, Bagaimana Perbedaan Karakteristiknya !

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran merupakan interaksi antara antar siswa, antara siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Interaksi tersebut berfungsi untuk mengembangkan seluruh potensi, kecakapan, dan karakteristik siswa di antaranya karakteristik fisik, motorik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan spiritual.
Untuk itu, hal yang pertama harus dilakukan oleh guru ketika mengajar adalah mengenali dan memahami karakteristik siswa. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru akan mudah dipahami siswa jika disampaikan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. 
Usia siswa SD berada dalam akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari usia 6 sampai 12 tahun (Yusuf). Menurutnya, perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan terdiri dari:
  • Masa usia pra sekolah (0 – 6 ) tahun
  • Masa usia sekolah dasar (6 – 12) tahun
  • Masa sekolah menengah (12 – 18) tahun
  • Masa usia mahasiswa (18 – 25) tahun. 
Masa usia Sekolah Dasar (SD) dibagi ke dalam dua jenjang yaitu masa kelas rendah dan masa kelas tinggi dengan karakteristik sebagai berikut:

Masa Kelas Rendah

Masa usia siswa pada jenjang ini adalah 6 – 10 tahun memiliki karakteristik:
  1. Kondisi jasmani dan prestasi sangat berhubungan
  2. Sikap mematuhi aturan-aturan permainan tradisional menguat
  3. Kecenderungan memuji diri sendiri
  4. Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain
  5. Cenderung mengabaikan soal yang dianggap sulit karena merasa tidak penting
  6. Menginginkan nilai yang baik tanpa mengingat apakah prestasinya pantas diberi nilai baik atau tidak.
Masa Kelas Tinggi

Masa usia siswa pada jenjang ini adalah 10 – 13 tahun memiliki karakteristik:
  1. Adanya minat terhadap aktivitas yang melibatkan sesuatu yang konkret
  2. Cenderung membandingkan aktivitas-aktivitas praktis
  3. Sangat realistis
  4. Rasa ingin tahu tinggi
  5. Kemauan belajar tinggi
  6. Menjelang akhir masa ini, sudah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus
  7. Sampai sekitar umur 11 tahun memerlukan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya
  8. Memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajar di sekolah
  9. Senang membentuk kelompok sebaya umumnya agar dapat bermain bersama.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Ini 5 SD Dengan Biaya Sekolah Termahal, Uang Pangkal Bisa Mencapai 145 Juta

Ini 5 SD Dengan Biaya Sekolah Termahal Bisa Mencapai 145 Juta Per Tahun
gambar ilustrasi
BlogPendidikan.net - Sebagai orang tua berkewajiban menyekolahkan anaknya demi mendapatkan ilmu pengetahuan secara formal di bangku sekolah. Namun terkadang biaya yang jadi persoalan dalam menyekolahkan anak. 

Sebagian orangtuapun tidak mempedulikan seberapa besar biaya untuk menyekolahkan anaknya, yang utama ilmu pengetahuan dan fasilitas penunjang yang dimiliki sekolah.

Seperti dikutip dari detik.com (18/07/21). Berikut ini sederetan Sekolah Dasar (SD) dengan biaya sekolah uang pangkal bisa mencapai 145 juta :

1. SD British School Jakarta

British School Jakarta semulai didirikan dengan dukungan Kedutaan Besar Inggris untuk siswa internasional di lingkungan setempat. Sekolah yang berlokasi di Bintaro, Tangerang ini menerapkan kurikulum pengembangan dari kurikulum nasional untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris, serta International Primary Curriculum untuk mata pelajaran lain.

Biaya sekolah di British School Jakarta per tahun akademik 2021-2022 untuk anak usia 7-11 tahun yaitu Rp124 juta per term atau Rp353,4 juta per tahun. Sementara itu, biaya sekolah untuk anak usia 12 dan 13 tahun yaitu Rp387,4 juta per tahun. Biaya ini mencakup uang sekolah, alat tulis, dan ekskursi.

Orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya dikenakan biaya pendaftaran SD British School Jakarta sebesar Rp4 juta. Orang tua juga dikenakan deposit penerimaan siswa baru sebesar Rp30 juta. Sementara itu, calon murid pindahan usia 12 dan 13 tahun juga dikenakan uang masuk sebesar Rp30 juta.

Murid SD British School Jakarta juga dikenakan biaya Capital Levy Contributions (CLC), semacam biaya pemeliharaan fasilitas dan pengembangan sekolah. Biaya CLC untuk murid TK dan murid SD usia 10 tahun yaitu Rp182 juta untuk empat tahun atau Rp55 juta per tahun. Sementara itu, murid usia 11-13 dikenakan biaya CLC Rp55 juta per tahun.

2. Binus International School Simprug

Binus International School Simprug menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Dikutip dari CNBC, biaya sekolah di Binus International School Simprug terdiri dari yang uang pangkal sebesar Rp144 juta dan uang sekolah sebesar Rp 540 juta hingga kelulusan.

3. Global Jaya School

Global Jaya School menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA di kawasan Bintaro, Tangerang. Kurikulum SD di sekolah ini menerapkan kerangka kurikulum internasional Program Tahun Dasar atau Primary Years Programme (PYP).

Biaya sekolah Global Jaya School terdiri dari dua komponen, yaitu Biaya Pendidikan SPP dan Biaya Pengembangan SP. Biaya SPP SD Global Jaya School per tahun ajaran 2018-2019 yaitu Rp29,1 juta per term atau per tiga bulan.

Jika orang tua memilih membayar SPP satu tahun langsung, maka biaya SPP yang dikenakan yaitu Rp106,7 juta per tahun atau dikenakan diskon satu bulan. Biaya SP Global Jaya School terdiri dari dua opsi pembayaran, yaitu SP per tahun Rp23 juta atau SP untuk 6 tahun sebesar Rp98,8 juta.

Di samping dua biaya sekolah ini, murid SD Global Jaya School dikenakan biaya seragam sekitar Rp700 ribu untuk 3 pasang seragam sekolah, satu sweater, dan satu seragam PE (physic education atau seragam olahraga).

Murid SD Global Jaya School juga dikenakan biaya Kegiatan Olahraga dan After School dari penyedia luar tergantung aktivitasnya. Sementara itu, tidak ada biaya tambahan untuk buku pelajaran dan Kegiatan Setelah Sekolah.

4. SD Cikal

Sekolah Cikal didirikan Najelaa Shihab, putri ahli agama Quraish Shihab. Sekolah ini memiliki kurikulum International Baccalaureate (IB). Biaya masuk atau uang pangkal di SD Cikal Cilandak adalah Rp104,3 juta (non-sibling) dan Rp93,9 juta (sibling), seperti dikutip dari Mommies Daily. 

Sementara biaya SPP adalah Rp6 juta per bulan, Rp17,4 juta per 3 bulan, atau Rp65,8 juta per tahun.

5. New Zealand School Jakarta

New Zealand School Jakarta (NZSJ) terletak di Kemang, Jakarta Selatan. Sekolah ini mengadopsi kurikulum Selandia Baru (New Zealand Curriculum, NZC) dan dibuka untuk siswa asal Indonesia dan internasional di Jakarta.

Biaya sekolah New Zealand School Jakarta untuk murid SD kelas 1-6 yaitu Rp195,6 juta per tahun untuk satu kali bayar, Rp203,3 juta per tahun untuk pembayaran per 6 bulan, dan Rp210,9 juta per tahun untuk pembayaran per term, seperti dikutip dari situs resmi NZSJ. Orangtua murid dikenakan biaya pendaftaran murid SD baru sebesar Rp5 juta.

Siswa sekolah NZSJ juga dikenakan Annual Development Levy (ADL), semacam biaya pengembangan tahunan yang dibayarkan untuk satu tahun penuh. ADL dibayarkan secara prorata per tiga bulan apabila siswa bergabung di NZSJ di tengah tahun akademik yang berjalan.

Di samping itu, NZCJ mengenakan biaya bus sekolah, katering atau kantin, seragam sekolah, dan kegiatan setelah sekolah atau perkemahan.

Jadi bagaimana dengan biaya sekolah-sekolah diatas, itu masih SD lho..... 

Sumber : https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5644995/5-sd-dengan-biaya-sekolah-termahal-uang-pangkal-sekolah-sampai-rp144-juta.


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Karakter Anak SD Yang Harus Dikenali Dalam Proses Pembelajaran

Karakter Anak SD Yang Harus Dikenali Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Dalam lingkungan sekolah terutama pada saat pembelajaran, karakteristik siswa akan nampak berdasarkan pengamatan seorang guru dari cara menyajikan materi dan perhatian siswa pada mata pelajaran tersebut. Anak SD merupakan anak dengan katagori banyak mengalami perubahan yang sangat drastis baik mental maupun fisik. Usia anak SD yang berkisar antara 7 - 2 tahun.

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya maka sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan kebutuhan peserta didik.

Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/melakukan sesuatu secara langsung. Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memungkinkan siswa berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Berikut ada 4 karakter anak SD yang harus dikenali oleh guru antara lain :

1. Senang Bermain

Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan terlebih untuk kelas rendah. Guru SD seyogyanya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pembelajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti IPA, Matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).

2. Senang Bergerak

Orang dewasa dapat duduk berjam‐jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan.

3. Senang Bekerja dalam Kelompok 

Anak usia SD dalam  pergaulannya dengan kelompok sebaya, mereka belajar aspek‐ aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar memenuhi aturan‐ aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajari olah raga dan membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok, serta belajar keadilan dan demokrasi. Karakteristik ini membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 3‐4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.

4. Senang Merasakan atau Melakukan/memperagakan Sesuatu Secara Langsung.  

Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep‐konsep baru dengan konsep‐konsep lama. Berdasar pengalaman ini, siswa membentuk konsep‐konsep tentang angka, ruang, waktu, fungsi‐fungsi badan, pera jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pelajaran akan lebih dipahami jika anak melaksanakan sendiri, sama halnya dengan memberi contoh bagi orang dewasa. 

Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angin, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angina, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angina saat itu bertiup.

Demikian tulisan ini tentang karakter anak SD yang harus dikenali oleh para guru, semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Kesulitan Menulis Siswa Melalui 3 Metode Khusus

Cara Mengatasi Kesulitan Menulis Siswa Melalui 3 Metode Khusus

BlogPendidikan.net
- Terkadang di dalam kelas ada saja guru menemui anak yang kemampuannya kurang dari teman-teman lainnya, salah satunya kesulitan dalam menulis. Apalagi menjelang tahun ajaran baru, pera guru suda sibuk mengetes siswa/siswinya mulai dari membaca, menulis dan menghitung. 

Tapi yang lebih mendasar yaitu kesulitan siswa dalam menulis. Ada siswa yang bisa membaca tapi kesulitan dalam merangkai huruf menjadi tulisan.

Peran guru dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam belajar adalah memberikan pelatihan dan perhatian kepada peserta didik. 

Memberikan peningkatan motivasi belajar kepada siswa secara konsisten dan kontinu, merupakan suatu usaha yang harus dilakukan guru kepada siswanya agar siswanya dapat termotivasi untuk lebih giat dalam belajar dan mengikuti pelajaran. 

Selain itu cara guru juga dalam menerapkan metode pembelajaran khususnya kelas rendah kelas satu, metodenya harus benar-benar tepat dan khusus diterapkan pada siswa yang kesulitan dalam menulis. 

Adapun metode-metode pembelajaran tersebut adalah :

1. Metode Struktural Analitik Sintetik(SAS) 

Pembelajarannya dimulai dengan struktur kalimat secara utuh dahulu. Hal inilah yang menjadi landasan utama metode ini, kalimat utuh itu kemudian dianalisis menjadi huruf atau bunyi. Bunyi disintesiskan menjadi suku kata. Suku kata disintesiskan menjadi kata. Kata disintesiskan menjadi kalimat kembali bentuk semula.

2. Metode Kupas Rangkai Suku Kata (KRSK) 

adalah metode yang mendasarkan kepada pendekatan harfiah. Guru mengajarkan menulis dimulai dengan mengenalkan huruf-huruf yang dirangkaikan menjadi suku kata kemudian menjadi kata. Langkah-langkah dimulai dari guru mengenalkan huruf lepas, kemudian merangkaikan huruf lepas menjadi suku kata. Lalu, merangkaikan suku kata menjadi kata.

3. Metode Abjad disebut juga metode sintesis

Mempelajari aksara dengan cara merangkai huruf-huruf yang dilafalkan dalam abjad. Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis permulaan dengan metode abjad sebagai berikut:

1) Guru mengenalkan bentuk huruf dari “a” sampai “z” satu per satu.
2) Guru secara berulang-ulang menuliskan abjad secara berurutan sampai siswa mengenal abjad demi abjad.
3) Setelah siswa mengenal semua abjad tersebut, kemudian guru merangkaikannya menjadi suku kata.