Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer

Admin 9/22/2020
Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer
Stenly Yesi Ndun, bocah berusia tujuh tahun yang memiliki satu kaki, saat memakai tongkat untuk ke sekolah

BlogPendidikan.net - Keringat deras mengucur di wajah Stenly Yesi Ndun, saat tergopoh-gopoh mengenakan seragam sekolah putih merah. Pagi itu, bocah berusia tujuh tahun asal Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah bersiap ke sekolah. 

Waktu menunjukan pukul 06.15 Wita, semua perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis dan lainnya telah dimasukan dalam tas kecil berwarna kuning.

Dia pun mulai keluar rumah dengan mengenakan masker dan sebuah tongkat kecil berukuran panjang satu meter lebih.


Yesi sapaan akrabnya, adalah siswa difabel, karena hanya memiliki satu kaki. Kondisi ini dialaminya sejak lahir. Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya, Stela Ndun, tinggal bersama kakek dan neneknya. 

Himpitan ekonomi, membuat kedua orangtua Yesi harus merantau ke Kalimantan. Meski fisiknya tak sempurna, bocah ini tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat dari kayu. Kayu itu ia gunakan sebagai pengganti kakinya. 

Saban hari, ia harus berjalan sejauh satu kilometer bersama sejumlah teman-ke sekolah. Bocah kelas satu SDN Bijaesahan ini bermimpi punya kaki palsu. Namun, orangtuanya yang hanya sebagai buruh kasar di Kalimantan tak memiliki dana. 

Di rumah berdinding kayu, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya. Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang dipiara pasutri lansia ini.  “Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. 


Setiap bulan, ayah Yesi kirim uang Rp 500.000 untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah,” ujar nenek Yesi, Ursula Takaep (60), kepada sejumlah wartawan, Senin (21/9/2020). Ursula mengaku, memiliki empat anak laki-laki yang semuanya di tanah rantau, termasuk ayah Yesi. Setiap hari, ia sendiri yang mengurus ke delapan cucunya, karena suaminya, Bernabas Ndun (84), sudah lama mengalami sakit karena faktor usia. 

Untuk menanggung kebutuhan hidup setiap hari, ia hanya berharap bantuan PKH dari pemerintah. Uang itu ia sisihkan untuk kebutuhan makan minum hingga keperluan sekolah delapan cucunya. Fisiknya yang tak sempurna, tak membuat Yesi minder dalam pergaulan di lingkungan rumah maupun sekolah. Ia bahkan diperlakukan khusus di sekolahnya. 

“Jika ada apel atau olahraga, Yesi kami minta duduk di ruangan kelas sambil belajar,” ujar Kepala Sekolah SDN Bijaesahan, Dortiana Karice Mau. Untuk melindungi Yesi, pihak sekolah setiap hari memberi arahan ke semua pelajar agar memperlakukan Yesi dengan baik. 

Buktinya, hingga kini, Yesi rajin ke sekolah meski dengan fisik yang tak sempurna. Ia bahkan bermain layaknya anak-anak normal. Meski memiliki keterbatasan fisik, Yesi tergolong anak cerdas di sekolahnya. “Yesi itu anaknya pintar. Semua pelajaran atau tugas yang diberi, selalu ia kerjakan sendiri,” ujar dia. 

Melihat kondisi Yesi, pihak sekolah sempat berkoordinasi dengan dinas sosial agar Yesi disekolahkan di SLB. Tapi, niat baik itu ditolak kakek dan nenek Yesi. Mereka ingin, Yesi tetap bersama mereka meski hidup serba kesulitan.  “Yesi punya kembar dan kakeknya tidak mau mereka dipisahkan,” sebut dia.  Pihak sekolah berharap, ada pihak yang bisa membantu menyediakan kaki palsu untuk Yesi. 

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com 

Hanya 5 GB Kuota Internet Gratis Kemendikbud Full Akses, Berikut Rinciannya PAUD, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa

Admin 9/21/2020
Hanya 5 GB Kuota Internet Gratis Kemendikbud Full Akses, Berikut Rinciannya PAUD, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenndikbud) telah memastikan jadwal penyaluran kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen serta pendidik. Kuota internet gratis tersebut akan mulai disalurkan Selasa, 22 September 2020 selama empat bulan hingga Desember mendatang.

Rinciannya, total peserta didik PAUD akan mendapatkan 20 GB per bulan dan peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB per bulan. Lalu, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebanyak 42 GB per bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan total 50 GB per bulan.

Namun demikian, dari total kuota internet gratis tersebut ada dua jenis, terdiri dari kuota umum dan kuota belajar. Dari dua jenis kuota itu, setiap penerima paket internet gratis akan menerima masing-masing 5 GB untuk kuota umum.

Kuota umum 5 GB ini, dapat digunakan untuk mengakses semua situs laman dan aplikasi.

Sisanya, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi tertentu yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Berikut Rincian Jumlah Paket Kuota Internet yang diterima:

* Peserta didik PAUD : 20 GB per bulan. 
Rincian: 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

* Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah : 35 GB per bulan
Rincian : 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

* Pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah : 42 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

* Mahasiswa dan dosen : 50 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Fungsi Jenis Kuota

Melansir laman kuota-belajar.kemdikbud.go.id, dijelaskan bahwa fungsi kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Kemendikbud juga telah merinci jenis laman dan aplikasi yang dapat diakses untuk kuota belajar tersebut.

Terdapat 19 aplikasi dan laman belajar, di antaranya:

1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16. Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp.

Sumber: kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Artikel ini juga telah tayang di tribunpontianak.co.id 

Berikut Jadwal Penyaluran Bantuan Kuota Internet Untuk Siswa

Admin 9/21/2020
Berikut Jadwal Penyaluran Bantuan Kuota Internet Untuk Siswa

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan petunjuk teknis terkait implementasi dan penyaluran subsidi kuota internet untuk pelajar dan pengajar. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud No. 14 Tahun 2020.

Subsidi kuota internet diberikan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi virus corona (Covid-19).


"Bantuan kuota data internet [ini] diberikan kepada siswa, mahasiswa, pendidik dan guru, serta dosen," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim melalui keterangan pers, Senin (21/9).

Berikut jadwal lengkap pengiriman kuota dikutip dari keterangan resmi Kemendikbud.

1. Bulan pertama
Tahap 1: 22-24 September 2020
Tahap 2: 28-30 September 2020

2. Bulan kedua
Tahap 1: 22-24 Oktober 2020
Tahap 2: 28-30 Oktober 2020

3. Bantuan ketiga dan keempat
Tahap 1: 22-24 November 2020
Tahap 2: 28-30 November 2020

Penyaluran kuota internet bakal dikirim langsung oleh operator ke masing-masing penerima. Kuota bakal diterima siswa selama September-Desember, dan disalurkan dalam dua tahap per bulan.


Kuota bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 hari terhitung semenjak diterima. Sedangkan kuota bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 hari secara bersamaan pada bulan November terhitung semenjak diterima.

Setiap peserta subsidi bakal menerima kuota umum dan kuota belajar dengan rincian tertentu. Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang tercantum pada kuota-belajar.kemdikbud.go.id.


Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bakal mendapat 20 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 15 gigabyte kuota belajar. Siswa jenjang dasar dan menengah bakal mendapat 35 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 30 gigabyte kuota belajar.

Kemudian guru bakal mendapat 42 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 37 gigabyte kuota belajar. Mahasiswa dan dosen bakal mendapat 50 gigabyte kuota, dengan rincian 5 gigabyte kuota umum dan 45 gigabyte kuota belajar. (*)

(Sumber: CNNIndonesia.com)

Berikut Link Pendaftaran Beasiswa Kemendikbud 2020 dan Tata Cara Pendaftarannya

Admin 9/21/2020
Berikut Link Pendaftaran Beasiswa Kemendikbud 2020 dan Tata Cara Pendaftarannya

BlogPendidikan.net
- Apakah kamu sedang mencari beasiswa? Jika iya, bersyukurlah karena Kemendikbud memberikan kesempatan untuk kalian semua mulai, Senin 21 September 2020 pendaftaran Beasiswa Unggulan Kemnedikbud di buka.

Pendaftarannya bisa kamu lakukan secara online melalui beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id, dari tanggal 21 September sampai 3 Oktober 2020.

Beasiswa unggulan ini terbagi menjadi dua, yaitu beasiswa masyarakat berprestasi dan beasiswa pegawai kemendikbud. Yuk, langsung cek informasi berikut.

1. Beasiswa masyarakat berprestasi

Beasiswa masyarakat berprestasi merupakan beasiswa dalam negeri untuk jenjang Sarjana, Magister, dan Doktoral.

Beasiswa ini dapat diikuti oleh calon mahasiswa yang sudah memiliki surat diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa yang telah melangsungkan perkuliahan maksimal semester 2 pada saat mendaftar.

2. Beasiswa pegawai Kemendikbud

Beasiswa ini diberikan kepada PNS di lingkungan Kemendikbud, guna melanjutkan studi Magister atau Doktor di dalam atau luar negeri dengan mekanisme tugas belajar.

Program ini dapat dilaksanakan secara individu yang diusulkan oleh unit utama atau bersifat kolektif berdasarkan kebutuhan Kemendikbud.

Untuk informasi lengkap dari kedua program di atas dapat kamu akses langsung di laman resmi Kemendikbuda https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/

Berikut Tata Cara Pendaftaran Beasiswa Unggulan:


Nah, kira-kira program yang mana nih yang cocok untuk kamu?
Yuk segera daftar sebelum tanggal 3 Oktober 2020.
Semoga sukses ya!

Hari Ini Batas Akhir Setor Nomor Ponsel Guru dan Siswa di Vervalponsel.data.kemendikbud

Admin 9/11/2020
Hari Ini Batas Akhir Setor Nomor Ponsel di Vervalponsel.data.kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Hari ini, Jumat (11/9/2020), menjadi tenggat waktu terakhir pengajuan nomor telepon seluler atau handphone (HP) dalam program subsidi kuota internet untuk siswa dan guru yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud). 

Hal itu terkonfirmasi oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani. "Benar (terakhir hari ini), 11 September 2020," kata Evy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/9/2020).


Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadwalkan pendataan dibatasi hingga 31 Agustus 2020. Namun, diperpanjang hingga hari ini, Jumat, 11 September 2020. Adapun pengisian data tersebut dilakukan melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Cara mendapatkannya 

Evy mengungkapkan, pemberian kuota gratis ini untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh ( PJJ). Kemendikbud akan memberikan kuota internet gratis kepada siswa sebesar 35 GB per bulan dan guru 42 GB per bulan. Adapun mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB per bulan.


Rencananya, Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota internet untuk siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020. 

Adapun langkah-langkahnya, seluruh kepala satuan pendidikan atau sekolah melengkapi nomor ponsel penerima subsidi. Pengisian data melalui aplikasi Dapodik. Kuota internet akan dikirim ke nomor ponsel yang dimasukkan ke aplikasi tersebut.


Dapodik sendiri berfungsi untuk menjaring data pokok pendidikan (Satuan Pendidikan, Peserta Didik serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang akan dimanfaatkan dalam berbagai kebijakan pendidikan. 

Pengisian data maksimal pada 11 September 2020. Sebelumnya diberitakan, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet siswa, guru, mahasiswa serta dosen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, upaya ini dilakukan atas masukan masyarakat yang mayoritas terkendala pulsa kuota internet dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Pulsa ini adalah (masalah) nomor satu," papar Nadiem di ruang rapat Komisi X DPR RI, seperti dilansir laman Kemendikbud, Kamis (27/8/2020). (*)

Link Resmi Kemendikbud Cek Data Nomor Ponsel Siswa dan Guru

Admin 9/11/2020

Link Resmi Kemendikbud Cek Data Nomor Ponsel Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan pemerintah akan memberikan tunjangan kuota internet untuk sektor pendidikan. Tunjangan kuota internet ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi corona.


Nadiem bilang, tunjangan paket internet akan diberikan kepada siswa, guru, mahasiswa, hingga dosen. Subsidi ini akan diberikan selama empat bulan dari September hingga Desember 2020. 


Untuk rinciannya, siswa akan mendapat tunjangan kuota internet sebesar 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, dan mahasiswa serta dosen sebesar 50 GB per bulan.

Berikut link resmi kemendikbud dan bagaimana cara melihat data sekolah, siswa, provider dan kepemilikan ponsel mengenai bantuan kuota internet dari di vervalponsel.data.kemendikbud:

1. Masuk pada website resmi bantuan kuota Kemendikbud:
 
- Data Sekolah: 

- Data Peserta Didik: 

- Data Provider Ponsel: 

- Data Residu Provider: 

- Data Kepemilikan Nomor Ponsel: 

2. Klik Data pada Beranda untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan menurut wilayah (Provinsi)

3. Klik Sekolah, disajikan 4 (empat) kolom rekapitulasi data pada rekapitulasi data sekolah, meliputi
* Total, menyajikan jumlah satuan pendidikan dalam suatu wilayah
* SPTJM – Sekolah, menyajikan jumlah satuan pendidikan yang sudah mengirimkan SPTJM dalam suatu wilayah
* Verifikasi Kelengkapan SPTJM, menyajikan jumlah pengiriman SPTJM satuan pendidikan oleh Pusdatin Kemendikbud kepada Provider dalam suatu wilayah
* Residu**, menyajikan jumlah satuan pendidikan dalam suatu wilayah yang belum mengirimkan SPTJM (belum diverifikasi dan divalidasi nomor ponsel peserta didik dan guru oleh provider)


4. Klik Bentuk Pendidikan untuk memilih bentuk pendidikan, yaitu : SD, SMP, SMA, dan SMK.

5. Klik nama provinsi untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan menurut Kabupaten/Kota (untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan, klik nama kabupaten/kota)

6. Klik Salin untuk menyalin tabel

7. Klik CSV untuk mengunduh data dalam format CSV

8. Klik PDF untuk mengunduh data dalam format PDF

9. Klik Cetak untuk mencetak tabel
.
10. Arahkan kursor pada kolom pencarian untuk melakukan pencarian wilayah

Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. (*)

* Info: Link terkadang susah diakses karena padat pengunjung 

Dana BOS Cair, Berikut Daftar Sekolah Penerima Dana BOS Afirmasi dan Kinarja

Admin 9/11/2020
Dana BOS Cair, Berikut Daftar Sekolah Penerima Dana BOS Afirmasi dan Kinarja

BlogPendidikan.net
- Kemendikbud menyatakan bantuan operasional sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja telah diterima di sekolah. Kemendikbud pun berharap bantuan ini akan membantu operasional sekolah di daerah khusus dan sekolah berprestasi di masa pandemi ini.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan, saat ini dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2020 telah disalurkan ke sekolah.


"Berarti uang itu sudah ada di rekening masing-masing sekolah yang telah disalurkan," katanya webinar Sosialisasi Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang disiarkan di streaming Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Kamis (10/9).

Mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jateng inipun berharap, dan afirmasi untuk sekolah ini dapat dipergunakan dengan baik. Namun agar tepat sasaran dan juga tepat pemanfaatan maka diperlukan juga strategi pengawasan yang tepat agar dapat berjalan dengan baik.

Jumeri menuturkan, pemberian biaya pendidikan ini untuk melindungi dan memastikan hak semua anak mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. "Kemendikbud memberikan dana BOS di luar BOS reguler yang sudah ada yaitu BOS Afirmasi dan BOS Kinerja," katanya.

Jumeri menerangkan, pendanaan pendidikan melalui kedua BOS ini telah dilakukan sejak 2019. Menurut dia, BOS Afirmasi diberikan sebagai wujud keberpihakan pemerintah untuk sekolah di daerah khusus. Sedang BOS Kinerja sebagai penghargaan bagi sekolah yang telah meningkatkan mutu. (*)

Berikut Daftar Sekolah Penerima Dana BOS Afirmasi dan Kinarja >>> LIHAT DISINI

Kemendikbud Tidak Akan Menyalurkan Dana BOS Tahap 3 Apabila Sekolah Tidak Memenuhi Syarat Pencairan

Admin 9/11/2020
Kemendikbud Tidak Akan Menyalurkan Dana BOS Tahap 3 Apabila Sekolah Tidak Memenuhi Syarat Pencairan

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut, tidak akan menyalurkan dana Bantuan Operasional (BOS) tahap ketiga pada September 2020 apabila sekolah tidak memenuhi syarat.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Sutanto mengatakan bahwa ada satu syarat yang wajib dipenuhi, yakni memberikan laporan penggunaan dana BOS tahap pertama pada Januari.

“Untuk mendapatkan BOS tahap ketiga pada September, sekolah diberikan satu persyaratan, sudah harus melaporkan penggunaan anggaran BOS tahap pertama,” ungkapnya dalam webinar Sosialisasi Petunjuk Teknis BOS Afirmasi dan Bos Kinerja, Kamis (10/9)..

Hingga saat ini, terdapat 9.567 sekolah yang belum melapor. Baru 7 persen SD di seluruh Indonesia yang melapor penggunaan dana BOS tahap pertama.

“Untuk SD dari 130.783 sekolah yang mendapatkan BOS reguler itu sudah 93 persen yang memberikan laporan. Untuk yang belum 9.657 atau ada 7 persen yang belum memberikan laporan,” imbuhnya.

Untuk jenjang pendidikan SMP, berjumlah 1.200 yang belum melapor kepada Kemendikbud. Sementara, yang telah melapor berjumlah 37 ribu sekolah. “SMP sudah 94 persen yang melapor. Yang belum sekitar 1.200 sekolah,” ungkap Sutanto.

Sedangkan untuk SMA, dari 12.681 sekolah tinggal 666 sekolah yang belum memberikan laporan. Dengan angka tersebut, terdapat 95 persen sekolah yang telah melapor.

“Sedangkan di SMK sudah melapor 13 ribu atau 93 persen. Di SLB sudah ada dua ribu yang melapor itu berarti sudah 95 persen,” pungkas Sutanto. (*)

Setelah Subsidi Pulsa, Guru dan Siswa Akan Dapat Bantuan Tablet Penunjang PJJ

Admin 9/10/2020
Setelah Subsidi Pulsa, Guru dan Siswa Akan Dapat Bantuan Tablet Penunjang PJJ

BlogPendidikan.net
- Tidak hanya subsidi pulsa, pemerintah akan membagikan tablet murah untuk pelajar dan guru. Kebijakan ini dilakukan, supaya subsidi pulsa yang diberikan tepat sasaran. Mengingat para siswa masih banyak menggunakan handphone milik orangtuanya saat mengelar belajar dari rumah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, untuk menunjang proses belajar mengajar dari rumah, pemerintah akan membagikan tablet murah. Sehingga belajar dari rumah di tengah Covid-19 bisa berjalan dengan efektif.

"Salah satu program yang kami lihat menyediakan tablet murah untuk masyarakat," ujar Airlangga dalam video conference, Kamis (10/9/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Airlangga menjelaskan, bantuan tablet murah ini merupakan, tindah lanjut dari program subsidi pulsa untuk murid dan guru yang telah dianggarkan sebesar Rp 7,2 triliun.

Airlangga menjelaskan, pemberian tablet murah kepada pelajar dilakukan agar subsidi pulsa yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

Pasalnya, selama ini banyak siswa yang menggunakan gadget atau gawai milik orangtua mereka dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. "Karena kita ketahui, untuk subsidi pulsa, sebagian besar pelajar menggunakan nomor orang tua, (pemberian tablet murah) ini dilakukan agar tepat sasaran," jelas Airlangga.

"Mekanismenya akan terus didalami oleh pemerintah," jelas dia.

Selain itu, Airlangga pun mengatakan, program susidi pulsa yang tahun ini telah dijalankan oleh pemerintah bakal dilanjutkan hingga kuartal II tahun 2020 mendatang.

Untuk diketahui, tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan dana sebesar Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan ke depan, terhitung dari September hingga Desember 2020.

Rencananya, siswa akan mendapat 35 GB per bulan, guru akan mendapat 42 GB per bulan, serta mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan. Selain itu, Kemendikbud juga mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk para penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, dosen, serta guru besar. (*)

Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

Admin 9/08/2020
Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

BlogPendidikan.net
- Baru-baru ini Nadiem Makariem Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan terkait pemberian bantuan berupa kuota gratis untuk seluruh siswa dan siswi hingga mahasiswa.

Pendataan nomor ponsel telah dilakukan pada 31 Agustus lalu dan diperpanjang hingga 11 September mendatang. Berita pemberian kuota gratis tentunya sangat membahagiakan para peserta didik, karena dengan adanya bantuan tersebut dapat menunjang kebutuhan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.


Untuk mendapatkan pulsa tersebut pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan bantuan subsidi berupa kuota tersebut. Berdasarkan webiner Sosialisasi Verval Ponsel, pemberian kuota kepada peserta didik harus memenuhi persyaratan 5K.

Berikut persyaratan pemberian kuota Verpal Ponsel:

1. Kepastian sebagai Peserta Didik/Guru Aktif terdaftar di Dapodik sekolah induk
2. Kepastian data unik dan tunggal (1 NISN, 1 orang dan 1 satuan pendidikan)
3. Kepastian nomor ponsel (kepemilikan)
4. Kepastian aktif/tidak aktif nomor ponsel yang didaftarkan
5. Kepastian persetujuan Kepala Sekolah (SPTJM yang ditandatangani KS dan bermaterai 600)


Provider atau kartu yang terdaftar adalah Telkomsel, Indosat, XL, Samartfren, dan 3 (Three). Paket kuota yang akan didapatkan adalah berbentuk kuota dan bukan berbentuk pulsa. Hal ini dilakukan untuk menghindari jual beli pulsa atau di pakai untuk keperluan selain pembelajaran.

Kuota yang akan didapatkan sebesar 35GB untuk satu orang siswa, 42GB untuk satu orang Guru, dan 50GB untuk satu orang Mahasiswa/Dosen.

Berikut alur data pemberian kuota:

1. Perbaikan data ponsel yang dilakukan melalui Dapodik sebelum 11 September 2020, dan melalui verval ponsel setelah 11 September 2020.
2. Validasi nomor ponsel bertujuan untuk mendeteksi nomor ponsel, apakah sudah sesuai dengan kelima provider tersebut atau tidak. Apabila tidak harus segera dilakukan perbaikan.
3. Nomor ponsel yang sudah melalui verbal akan dikirim ke provider untuk dilakukan pengecekan atau nomor aktif, tidak aktif ataukah pasca bayar.
4. Nomor ponsel yang tidak aktif akan dikembalikan ke PUSDATIN
5. Data yang valid adalah data yang aktif atau pasca bayar, jadi pastikan nomor kamu untuk selalu aktif.
6. Percetakan SPJTM
7. SPJTM data dan nomor siswa valid dikirim kembali ke provider untuk dilakukan injeksi kuota apakah berhasil terkirim atau tidak.


Pulsa akan dikirim setiap satu bulan sekali. Untuk itu pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan 5K untuk mendapatkan bantuan subsidi berupa kuota dari pemerintah.(**)

Cara Aktivasi Paket Internet Telkomsel 30 GB Rp 5 Ribu, 20 GB Rp 11 Ribu dan 15 GB Rp 6 Ribu

Admin 9/08/2020
Cara Aktivasi Paket Internet Telkomsel 30 GB Rp 5 Ribu, 20 GB Rp 11 Ribu dan 15 GB Rp 6 Ribu

BlogPendidikan.net
- Paket ketengan Ilmupedia Telkomsel menyediakan paket internet murah 10GB yang bisa dinikmati mulai Rp 2 ribuan saja. Tidak hanya itu, keuntungan paket ketengan Ilmupedia lainnya yaitu bebas mengakses ratusan situs belajar online dan website e-learning kampus.

Berikut promo paket internet murah dari Telkomsel, di antaranya paket ketengan Ilmupedia yang cocok untuk pelajar. Buat pelajar dan mahasiswa, mengaktifkan Ilmupedia Telkomsel berarti bisa mengakses ratusan situs belajar online.


Berikut Promo internet murah Telkomsel lengkap dengan cara aktivasinya:

1. Paket Ketengan Internet Ilmupedia

Paket internet ketengan Ilmupedia bisa dinikmati di sejumlah wilayah di Indonesia.
Dengan paket Internet ketengan Ilmupedia bisa mengakses layanan aplikasi Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Sekolahmu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, dan aplikasi edukasi lainnya, serta ratusan website e-learning kampus.

Paket Ilmupedia berlaku dari tanggal 24 Juli s.d. 30 September 2020. Paket internet Ilmupedia Telkomsel bisa dinikmati di sejumlah wilayah di Indonesia, namun dengan harga yang berbeda untuk tiap daerah.

Agar mengetahui harga paket Ilmupedia Telkomsel di kota Anda. Setelah masuk, brother cukup mengetikan nama kota tempat kalian berada saat ini. Setelah itu akan muncul pilihan kuota internet, masa berlaku dan harga. Kalian bisa memilih jumlah kuota yang diinginkan dan masa berlaku.

Cukup banyak pilihannya, mulai dari kuota internet 15GB, 25 GB, 10 GB. Sementara masa berlaku juga bervariasi sesuai paket yang dipilih, mulai satu hari, 3 hari hingga 7 hari. Sementara Cara aktivasi paket ketengan Ilmupedia Telkomsel bisa melalui aplikasi MyTelkomsel.

Bagi Anda yang berada di Kota Surabaya, berikut harga paket ketengan Ilmupedia

Kuota Internet: 15GB
Masa berlaku: 3 hari
Harga: Rp 6.000

Kuota Internet: 25GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 10.000

Kuota Internet: 10GB
Masa berlaku: 1 hari
Harga: Rp 2.700

Kuota Internet: 10GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 7.500

Kuota Internet: 15GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 9.000

Kuota Internet: 10GB
Masa berlaku: 3 hari
Harga: Rp 4.500

Cara aktivasi paket ketengan Ilmupedia bisa melalui aplikasi MyTelkomsel. Untuk informasi selengkapnya, klik LINK berikut ini.

2. Promo Internet Murah Telkomsel Rapat Online

Promo Telkomsel ini menawarkan beragam paket internet murah salah satu kuota 10 GB cuma Rp 10.000 Paket internet murah promo Telkomsel ini tergabung dalam Paket Ketengan Conference. Melansir dari laman Telkomsel, dengan paket ini kamu bisa menikmati kuota hingga 20GB dengan harga mulai dari Rp2.500.

Kuota internet ini hanya bisa dipakai untuk rapat atau meeting online via Microsoft Teams, WebEx, UMeetMe, atau CloudX.

Cara mengaktifkannya sangat mudah yakni melalui aplikasi MyTelkomsel.

Berikut daftar harga paketnya:

1. Kuota internet: 2GB
Masa berlaku: 1 hari
Harga: Rp 3000

2. Kuota internet: 5GB
Masa berlaku: 3 hari
Harga: Rp 5000

3. Kuota internet: 10GB
Masa berlaku: 6 hari
Harga: Rp 6500

4. Kuota internet: 5GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 8000

5. Kuota internet: 10GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 10000

6. Kuota internet: 20GB
Masa berlaku: 7 hari
Harga: Rp 11000

Syarat dan ketentuan

1. Kuota Paket Ketengan Conference dapat digunakan untuk mengakses Microsoft Teams, WebEx, UMeetMe, dan CloudX. Anda bisa mendownload aplikasi tersebut melalui Play Store atau App Store
2. Tarif Paket Ketengan Conference yang berlaku sesuai dengan wilayah/zona. Untuk mengetahui tarif menurut zona, silakan masukkan lokasi Anda di atas.
3. Masa berlaku kuota tergantung pada paket yang diaktivasi pelanggan.
4. Paket Ketengan Conference berlaku bagi:
- Pelanggan prabayar (simPATI, KARTU As, dan Loop) Telkomsel.
- Pelanggan pascabayar (kartuHalo) kecuali pelanggan corporate-paid.
5. Paket Ketengan Conference dapat digunakan oleh seluruh pelanggan prabayar dan pascabayar (selain corporate paid) yang menjadi peserta atau menerima undangan untuk mengikuti virtual meeting melalui Microsoft Teams, WebEx, UMeetMe, dan CloudX
6. Paket Ketengan Conference berlaku dari tanggal 16 April 2020.
7. Pelanggan dapat menggunakan Paket Ketengan Conference setelah menerima SMS notifikasi pembelian paket internet, sedangkan sisa kuota dapat dicek melalui:
- Menu “Cek Kuota Internet/Cek Kuota Telepon” di *888#.
- Menu “Status” di aplikasi MyTelkomsel.
8. Setiap pelanggan dapat melakukan aktivasi Paket Ketengan Conference lebih dari satu kali.
9. Pembelian Paket Ketengan Conference hanya dapat dilakukan selama periode program dan penggunaan kuota hanya berlaku sesuai masa aktif Paket Ketengan Conference yang diaktivasi.
10. Urutan prioritas konsumsi kuota adalah kuota paket, kuota 4G, kuota lokal semua jaringan, kuota reguler lain (jika ada), dan PAYU.


3. Rp 5.000 Dapat 30GB

Melanjutkan komitmen mendukung proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini, Telkomsel kembali menghadirkan inovasi produknya Kartu Internet Merdeka Belajar Bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, Telkomsel meluncurkan Kartu Internet Merdeka Belajar, Rabu (26/8/2020) sebagai salah satu solusi pemerataan akses pendidikan jarak jauh, terutama bagi masyarakat non-elit.

Sebanyak 76 ribu kartu perdana dengan benefit Kuota Belajar Telkomsel akan didistribusikan kepada pelajar yang membutuhkan di Kalsel.

Dengan Kartu Internet Merdeka Belajar, pelajar di Kalimantan Selatan akan mendapat kartu perdana Telkomsel dan mengaktifkan Paket Kuota Belajar 10 GB selama 30 hari melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#.

Simbolis kegiatan ini digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan Gedung Idham Chalid, dihadri oleh Manager Branch Telkomsel Banjarmasin, Teuku DA Ramdhani dan Manager Mass Market Segment Sales Operation Kalimantan, Asrianto B. Sitti yang diterima langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, serta Kepala Badan Kepegawaian daerah Kalsel.

Manager Branch Telkomsel Banjarmasin Teuku DA Ramdhani mengatakan, sejak awal penyesuaian masa pandemi Covid-19, Telkomsel telah berupaya untuk berinovasi menghadirkan ragam inisiatif produk dan layanan yang dapat mendukung adaptasi kebiasaan baru di berbagai aktivitas masyarakat, terutama dalam memberikan kenyamanan para pelajar dan pengajar menjalankan proses PJJ.

"Kami sangat mengapresiasi respons positif Pemprov Kalsel Kalsel untuk memastikan terjangkaunya akses PJJ bagi masyarakat Banua melalui Kartu Internet Merdeka Belajar yang kami hadirkan. Kartu ini melengkapi produk-produk yang sebelumnya telah kami hadirkan dalam memfasilitasi proses PJJ seperti paket Kuota Data Ilmupedia dan Conference, serta paket Kuota Belajar," jelas Teuku kepada Banjarmasinpost.co.id.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas kepeduliannnya terhadap sektor pendidikan di Kalsel khususnya di masa adaptasi kebiasaan baru.

Lebih lanjut beliau menyampaikan terkait keluhan mahalnya biaya belajar online, dengan bantuan paket internet dari Telkomsel diharapkan dapat meringankan beban siswa dalam belajar online sehingga dunia tetap berjalan sebagaimana mestinya, walaupun masih pandemi Covid-19.

"Selaras dengan visi dan misi Pemprov Kalsel Kalimantan Selatan dalam memajukan pendidikan di Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Telkomsel," jelas Paman Birin sapaan akrabnya.

Dengan Kartu Internet Merdeka Belajar, pelajar di Kalimantan Selatan akan mendapat kartu perdana Telkomsel yang kemudian dapat dipergunakan untuk mengaktifkan Paket Kuota Belajar 10 GB selama 30 hari melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#.

Kuota Belajar tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk menikmati kemudahan akses ke sejumlah platform aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket llmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Benefit Kartu Internet Merdeka Belajar masih berlanjut pada bulan berikutnya dengan melakukan pengisian pulsa sejumlah Rp 5.000 untuk mendapatkan tambahan Kuota Belajar 10GB selama 30 hari serta tambahan kuota 500 MB untuk internet dan 500 MB untuk aplikasi chatting.

"Bantuan tersebut merupakan program CSR Telkomsel yang kali ini dipersembahkan untuk para siswa di Indonesia. Kami berharap program CSR Telkomsel ini dapat membantu siswa yang belajar online selama pandemi. Komitmen dalam mendukung proses PJJ di masa pandemi Covid-19, Telkomsel juga menghadirkan inovasi produk untuk mendukung hal tersebut, dengan meluncurkan paket Kuota Belajar 10GB senilai Rp 10," tukas Teuku. (*)

Cara Melihat Bantuan Pulsa Data Sekolah dan Siswa Apakah Sudah Valid atau Belum

Admin 9/07/2020
Cara Melihat Bantuan Pulsa Data Sekolah dan Siswa Apakah Sudah Valid atau Belum

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan pemerintah akan memberikan tunjangan kuota internet untuk sektor pendidikan. Tunjangan kuota internet ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi corona.

Nadiem bilang, tunjangan paket internet akan diberikan kepada siswa, guru, mahasiswa, hingga dosen. Subsidi ini akan diberikan selama empat bulan dari September hingga Desember 2020. 


Untuk rinciannya, siswa akan mendapat tunjangan kuota internet sebesar 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, dan mahasiswa serta dosen sebesar 50 GB per bulan.

Berikut akan dijelaskan bagaimana cara melihat data sekolah, siswa, provider dan kepemilikan ponsel mengenai bantuan kuota internet dari kemendikbud:

1. Masuk pada website bantuan kuota Kemendikbud: https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/data/pd

2. Klik Data pada Beranda untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan menurut wilayah (Provinsi)

3. Klik Sekolah, disajikan 4 (empat) kolom rekapitulasi data pada rekapitulasi data sekolah, meliputi
* Total, menyajikan jumlah satuan pendidikan dalam suatu wilayah
* SPTJM – Sekolah, menyajikan jumlah satuan pendidikan yang sudah mengirimkan SPTJM dalam suatu wilayah
* Verifikasi Kelengkapan SPTJM, menyajikan jumlah pengiriman SPTJM satuan pendidikan oleh Pusdatin Kemendikbud kepada Provider dalam suatu wilayah
* Residu**, menyajikan jumlah satuan pendidikan dalam suatu wilayah yang belum mengirimkan SPTJM (belum diverifikasi dan divalidasi nomor ponsel peserta didik dan guru oleh provider)

4. Klik Bentuk Pendidikan untuk memilih bentuk pendidikan, yaitu : SD, SMP, SMA, dan SMK.

5. Klik nama provinsi untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan menurut Kabupaten/Kota (untuk melihat rekapitulasi data satuan pendidikan, klik nama kabupaten/kota)

6. Klik Salin untuk menyalin tabel

7. Klik CSV untuk mengunduh data dalam format CSV

8. Klik PDF untuk mengunduh data dalam format PDF

9. Klik Cetak untuk mencetak tabel
.
10. Arahkan kursor pada kolom pencarian untuk melakukan pencarian wilayah

Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. (*)

Alur Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel Siswa Bantuan Pulsa Dari Kemendikbud

Admin 9/07/2020
Alur Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel Siswa Bantuan Pulsa Dari Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel Peserta Didik (Siswa) digunakan untuk memastikan kebenaran nomor ponsel peserta didik sebagai data dasar dalam menyalurkan bantuan kuota internet. 

Kebenaran nomor ponsel peserta didik perlu dipastikan oleh Kepala Sekolah sehingga bantuan kuota internet dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran dalam pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan pada masa pandemi COVID-19.

Baca Juga; Cara Melihat Bantuan Pulsa Data Sekolah dan Siswa Apakah Sudah Valid atau Belum

Berikut Alur Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel Siswa Bantuan Pulsa Dari Kemendikbud:

1. Satuan Pendidikan melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel peserta didik. Data awal nomor ponsel peserta didik diambil dari cut off Dapodik 11 September 2020.

2. Pusdatin melakukan validasi nomor ponsel peserta didik.

3. Pusdatin melakukan rekapitulasi data dalam bentuk data dump file (meliputi: pd_id, tingkat_pendidikan, npsn, dan no_ponsel). Data dump file di simpan di server Pusdatin.

4. Provider menarik data dump file yang disiapkan Pusdatin untuk dipadankan dengan basis data pelanggan milik provider.

5. Provider melakukan pemadanan untuk memastikan nomor ponsel yang diterima dari Pusdatin dapat diisikan kuota internet. Nomor ponsel harus aktif, dan tidak boleh berada pada masa tenggang. Nomor ponsel yang tidak memenuhi ketentuan dikembalikan ke Pusdatin sebagai data residu.

6. Nomor ponsel dengan kategori data residu dikembalikan ke Pusdatin untuk selanjutnya diperbaiki kembali oleh Satuan Pendidikan masing-masing.

7. Pusdatin menyajikan data ke dalam Dashboard verifikasi dan validasi nomor ponsel pada laman https://vervalpdnew.data.kemdikbud.go.id/vervalponsel/.
*Jika status record nomor ponsel tidak valid, maka satuan pendidikan dapat melakukan perbaikan data nomor ponsel peserta didik.
*Jika status record nomor ponsel valid, maka satuan pendidikan dapat mencetak SPTJM.

8. Satuan Pendidikan mencetak dan memeriksa kebenaran data di SPTJM hasil verifikasi dan validasi provider.

9. Satuan Pendidikan mengunggah hasil pindai SPTJM yang sudah ditandatangani oleh Kepala Satuan Pendidikan diatas materai dan sudah dibubuhi stampel satuan pendidikan.

10. Pusdatin mengirimkan data valid berdasarkan SPTJM kepada Provider sehingga Provider dapat mengirimkan bantuan kuota internet kepada peserta didik dan guru.

11. Provider mengisikan kuota internet ke nomor ponsel individu peserta didik dan guru setelah SPTJM disetujui Pusdatin.
* Provider merekapitulasi pengiriman kuota internet dengan status berhasil jika kuota internet berhasil dikirimkan.
* Provider merekapitulasi pengiriman kuota internet dengan status tidak berhasil jika kuota internet tidak berhasil dikirimkan kemudian mengirimkan data ke Pusdatin untuk diperbaiki oleh satuan pendidikan.

12. Provider melaporkan hasil pengisian kuota internet ke Pusdatin.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi.

Update Terbaru Mendikbud Tentang Sekolah Tatap Muka

Admin 9/06/2020
Update Terbaru Mendikbud Tentang Sekolah Tatap Muka

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh kepala daerah, kemarin. Rakor bertujuan untuk memastikan kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 terlaksana dengan baik di daerah.

"Prinsip kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19," kata Nadiem, seperti dikutip keterangan resmi, Jumat (4/9/2020).


Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menghadapi kendala pembelajaran di masa pandemi Covid-19, seperti Revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang telah diterbitkan tanggal 7 Agustus 2020, untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran di era pandemi saat ini.

Selain itu, sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di masa pandemi, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait kurikulum pada masa darurat.

"Kemendikbud juga melakukan inisiatif membantu mengatasi kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan anak selama pembelajaran jarak jauh," ujar Nadiem.

Pemerintah melakukan penyesuaian terkait pelaksanaan pembelajaran di zona kuning dan hijau dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Bagi daerah yang berada di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).

"Pembelajaran tatap muka di sekolah di zona kuning dan hijau diperbolehkan, namun tidak diwajibkan," kata Nadiem.

Tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning dalam revisi SKB Empat Menteri dilakukan secara bersamaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan pertimbangan risiko kesehatan yang tidak berbeda untuk kelompok umur pada dua jenjang tersebut. Sementara untuk PAUD dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.


"Selain itu, dengan pertimbangan bahwa pembelajaran praktik adalah keahlian inti SMK, pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan," ujar Nadiem.

"Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memantau tingkat risiko Covid-19 di daerah. Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali."

Agar kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 terlaksana dengan baik di daerah, Mendagri mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memastikan sekolah yang sudah pembelajaran tatap muka (PTM) di zona merah dan zona oranye untuk kembali belajar dari rumah.

Untuk zona hijau dan kuning, Tito meminta pemda mempersiapkan dana untuk membantu sekolah memenuhi protokol kesehatan yang terdapat di daftar periksa kesiapan pembelajaran dan mengawal implementasinya.


Pada kesempatan itu, Tito juga mengimbau kepada pemda untuk memberikan pemahaman bahwa kurikulum darurat dan modul pembelajaran tersedia dan dapat digunakan, akselerasi testing populasi di daerah untuk memenuhi standar minimal jumlah tes (1 orang per 1,000 penduduk setiap minggu untuk semua daerah) sehingga peta risiko zonasi lebih akurat.

"Saya meminta pemda untuk mengingatkan sekolah memastikan pengisian nomor handphone siswa di dapodik untuk menerima bantuan penyediaan kuota," kata Tito.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dukungan dan bantuan, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Pemerintah daerah daerah dapat membantu membiayai pemenuhan kebutuhan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka seperti sarana sanitasi dan kebersihan, pengukur suhu tubuh tembak, dan masker. Pemda diimbau untuk memastikan dan mengawasi implementasi SKB di sekolah," ujar Tito.

Sumber; www.cnbcindonesia.com

Nadiem Makarim: Anggaran Rp 1,175 Triliun Untuk Pengadaan Laptop Guru dan Siswa

Admin 9/04/2020
Nadiem Makarim: Anggaran Rp 1,175 Triliun Untuk Pengadaan Laptop Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengajukan anggaran Rp 1,49 triliun untuk program digitalisasi sekolah. Sebesar Rp 1,175 triliun di antaranya merupakan anggaran untuk pembelian laptop sejumlah guru dan siswa di sekolah.

Nadiem mengatakan, pengadaan laptop menjadi anggaran terbesar pada program digitalisasi sekolah. Komputer jinjing itu diserahkan ke sekolah untuk dipakai guru dan siswa dalam menghadapi uji asesmen kompetensi minimum (AKM) yang rencananya dimulai tahun depan.

"Laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga untuk memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (3/9/2020).


Program digitalisasi sekolah yang dipaparkan Nadiem terdiri atas empat kegiatan. Selain pengadaan laptop, kegiatan lainnya antara lain adalah penguatan platform digital dengan anggaran Rp 109,85 miliar.

Sedangkan dua kegiatan berikutnya yaitu pembuatan konten pembelajaran di program TVRI dengan anggaran Rp 132 miliar serta bahan belajar dan model media pendidikan digital dengan anggaran Rp 74,02 miliar.

"Jadi kurikulum yang tadinya hanya offline bisa available juga dan lebih interaktif di online," kata Nadiem.

Pada kesempatan itu, Nadiem juga memaparkan pengajuan anggaran Rp 1,48 triliun untuk program kurikulum dan asesmen kompetensi minimum (AKM).

AKM adalah pengganti ujian nasional (UN) dan termasuk kegiatan prioritas dalam program Merdeka Belajar untuk tahun anggaran 2021.

"Kita akan pindah tahun depan ke asesmen kompetensi dan survei karakter," kata Nadiem.

"Jadi banyak sekali fokus kita kepada cara mengukur diri kita sendiri sebagai sistem pendidikan dengan standar yang lebih global," tuturnya.

Secara rinci, anggaran tersebut terdiri dari kegiatan pelatihan dan pendampingan kurikulum untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebesar Rp 518,8 miliar, pengembangan kurikulum dan perbukuan sebesar Rp 137,8 miliar, serta implementasi kurikulum pada satuan pendidikan dan daerah sebesar Rp 346,9 miliar.

Kemudian, asesmen kompetensi minimum (AKM) dan akreditasi sebesar Rp 358,2 miliar dan pendampingan pemerintah daerah terkait AKM dan tindak lanjut hasil AKM sebesar Rp 120,2 miliar.

Menurut Nadiem, perubahan sistem ini tidak akan dilalui dengan mudah. Namun, ia yakin, pemerintah mampu menyediakan infrastruktur memadai bagi sekolah-sekolah.

"Tentu akan ada banyak sekali tantangan dan pembelajaran untuk asesmen yang baru. Tapi Insya Allah dengan dukungan semua kepala dinas, kita akan bisa memastikan infratsruktur siap," ujarnya.

"Pasti tes pertama ini akan ada berbagai tantangan. Tapi itu bukan alasan untuk tidak melakukan perubahan terhadap asesmen nasional kita," imbuh Nadiem.

Kegiatan prioritas Merdeka Belajar yang diajukan Nadiem lainnya, yaitu program pembiayaan pendidikan sebesar Rp 27,26 triliun, program sekolah penggerak dan guru penggerak sebesar Rp 2,68 triliun, dan program pemajuan budaya dan bahasa sebesar Rp 622,6 miliar. Kemudian, program revitalisasi pendidikan vokasi sebesar Rp 5,20 triliun, dan program kampus merdeka sebesar Rp 4,42 triliun.

Pengganti UN

Pada awal menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim telah mencanangkan untuk menghapus Ujian Nasional (UN) dan menerapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter sebagai pengganti UN.

"Tahun 2021 UN akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," ujar Nadiem saat memaparkan program Merdeka Belajar di Hotel Bidakara, Jakarta, akhir tahun 2019.

Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Nantinya, AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno, Maret 2020. Menurut Totok, soal AKM akan sangat berbeda dengan soal UN sehingga siswa maupun guru perlu lebih menyiapkan diri.

"Di UN jarang dikenal soal (AKM) ini. Jadi kira-kira, soal AKM yang berbeda dengan UN lebih kepada pemahaman," katanya.

Totok menjelaskan, soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus. Melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika.

"Misalnya persoalan kapan sampah itu bisa terurai agar tidak mencemari lingkungan. Kehidupan sehari-hari akan kita angkat dalam soal supaya anak juga kenal dengan persoalan hidup sekaligus bisa menjawab soal ujian," kata Totok.

Contoh soal Numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep dan level Penalaran Konsep. Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks. (*)

Artikel ini juga telah tayang di Wartakotalive 
Source; https://wartakota.tribunnews.com/2020/09/04/nadiem-mau-beli-laptop-buat-guru-dan-murid-untuk-hadapi-asesmen-kompetensi-minimum?page=3