Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Bantuan 2.830 Tablet Siap Dibagikan ke Ribuan Siswa

Admin 8/05/2020
2.830 Tablet Siap Dibagikan ke Siswa
Sejumlah siswa SD menunjukkan bantuan tablet yang diterima dari Kemendikbud. (19/09/2019)

BlogPendidikan.net
- Sejumlah sekolah di Kota Makassar akan memberikan bantuan satu unit tablet kepada siswa kurang mampu. Tujuannya untuk menunjang sistem pembelajaran online yang mulai diterapkan tahun ini.

Kepala SMPN 6 Makassar, Munir kemarin menyebutkan ada sebanyak 428 unit tablet yang disiapkan.

Itu akan dipinjamkan ke seluruh siswa baru dan siswa kurang mampu di kelas delapan dan sembilan."Tablet itu untuk menunjang pembelajaran di rumah. Jadi, semua siswa baru kita fasilitasi tablet. Sisanya untuk siswa kelas delapan dan sembilan yang membutuhkan," kata Munir, Rabu (5/8/2020).


Pengadaan ratusan unit tablet itu bersumber dari dana BOS Kinerja yang diberikan khusus untuk sekolah berprestasi. Anggarannya sebesar Rp875 juta.

Tidak hanya siswa, rencananya tablet itu pun juga akan dipinjamkan ke guru-guru yang mengajar di kelas tujuh. Itupun jika siswa kurang mampu sudah ter-cover. "Ini kita sementara susun bagaimana mekanisme peminjamannya. Kita berharap barang ini bisa dipakai dalam waktu yang lama," ujarnya.

Kepala SMPN 8 Makassar, Ruslan menyampaikan peminjaman tablet sudah mulai berjalan. Bantuan itu difokuskan bagi siswa yang belum memiliki tablet. Baik kelas tujuh, delapan, dan sembilan."Kita sudah mulai pinjamkan ke siswa yang memang belum punya dan orang tuanya belum sanggup beli," ucap Ruslan.

Dia menyebut, ada 528 unit tablet yang disiapkan sekolah. Rencananya, tablet ini akan digunakan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Namun karena pandemi maka tablet itu dipinjamkan ke siswa untuk digunakan di rumah."Tablet itu kan di beli untuk dipakai di sekolah tapi karena sistem belajar daring makanya di pinjamkan ke siswa yang belum punya," paparnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amelia Malik menyebutkan ada 19 sekolah yang mendapat dana BOS Kinerja. Anggaran itu diperuntukkan untuk pengadaan tablet."Tablet itu yang kita pinjamkan ke siswa untuk digunakan belajar daring," singkatnya.

Dia berharap semua siswa kurang mampu yang belum memiliki gawai bisa di-cover melalui peminjaman tablet tersebut. Apalagi ada 2.830 tablet yang dimiliki dari 19 sekolah.

Terbanyak SMPN 8 528 unit tablet, SMPN 6 428 unit, SMPN 18 410 unit, SMPN 12 373 unit, SMPN 2 303 unit. Selanjutnya, SDN Kompleks Ikip I 94 unit, SDN Kompleks IKIP 93 unit, SD Inpres Mariso I 78 unit, SD Inpres Gontang 70 unit, SD Inpres Tamalanrea 4 67 unit.

Kemudian, SD Inpres Bawakaraeng 65 unit, SDN Rajawali 54 unit, SDN Bontomarannu 2 46 unit, SD Inpres Galangan Kapal III 44 unit, SDN Katangka 42 unit, SD Inpres Panaikang I 43 unit, SD Inpres Rappocini 38 unit, SDN Gunung Sari II 31 unit, dan SD Inpres Gunung Sari Baru 23 unit. 

"Insya Allah pekan ini sudah didistribusikan. Jadi semua siswa yang meminjam dibuatkan berita acara agar menjadi tanggungjawab orang tua siswa," paparnya.

Siswa Yang Mendapatkan Kuota Internet Dari Dana BOS, Harus Memiliki Kartu Indonesia Pintar

Admin 8/05/2020
Siswa Yang Mendapatkan Kuota Internet Dari Dana BOS, Harus Memiliki Kartu Indonesia Pintar

BlogPendiidkan.net
- Kabar baik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem mengizinkan tiap sekolah mengalokasikan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk membeli kuota internet.

Penggunaan dana BOS untuk kebutuhan kuota internet sudah mulai diterapkan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Termasuk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Barjamasin. Dana BOS untuk pembelian kuota internet ini diperuntukkan bagi siswa kurang mampu. Namun, siswa tersebut harus sesuai dengan kategori yang telah ditentukan oleh sekolah.


Kepala SMP Negeri 9 Banjarmasin, Pahri mengatakan, penggunaan dana BOS tidak hanya diperuntukkan untuk para siswa. Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Rabu (4/8/2020).

Pahri menambahkan, tiap guru juga akan mendapatkan kuota internet. Meski demikian, tidak semua siswa memperoleh kuota internet dari dana BOS. Ia berujar, penggunaan dana BOS untuk siswa pun dibatasi yang memang tergolong tidak mampu.

"Siswanya kita samakan dengan guru, cuma untuk siswa kita batasi mereka yang memang tergolong tidak mampu," ujar Pahri.

Lebih lanjut, Pahri menyebutkan, syarat bagi siswa tidak mampu yang boleh mendapatkan dana BOS. Menurutnya, siswa yang tergolong tidak mampu ini harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).

KIP sendiri merupakan kartu yang ditujukan bagi keluarga miskin yang ingin menyekolahkan anaknya secara gratis.

"Di antaranya yang memiliki kartu KIP," jelas Pahri. Pahri mengatakan, bagi siswa yang memiliki KIP, maka bisa dikategorikan kurang mampu. Sehingga, mereka yang berhak menerima dana BOS untuk pembelian kuota internet. "Karena mempunyai kartu KIP, mereka dikategorikan masih kurang mampu," kata Pahri. "Itu yang berhak menerima bantuan kuota," sambungnya.


Sebanyak 15 siswa di SMP Negeri 9 Banjarmasin mendapatkan bantuan sebanyak Rp 75.000 perbulan untuk pembelian kuota internet.

Sementara ada siswa lainnya yang masih dalam tahap pendataan. Pihak sekolah menganggarkan penggunaan dana BOS selama tiga bulan ke depan untuk kuota internet gratis.

Akan tetapi, penggunaan dana BOS tersebut juga menyesuaikan keberlangsungan pandemi virus corona (Covid 19) di Kota Banjarmasin.

Diketahui, penggunaan dana BOS selama pandemi mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang penggunaan dana BOS untuk penanggulangan virus corona.

Penyaluran dana BOS untuk kebutuhan kouta internet diharapkan menunjang kelancaran para siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh atau dalam jejaring yang diterapkan akibat masa pandemi. (*)

Artikel ini juga telah tayang di tribunnews.com

Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

Admin 8/05/2020
Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Pandemi corona memaksa para siswa bersekolah secara online dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyiapkan tiga tips agar kegiatan pembelajaran jarak jauh (PPJ) lebih maksimal. 

Pertama, orang tua perlu memantau siswa selama kegiatan PJJ berlangsung dan membangun interaksi yang positif dengan para guru. Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.


Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp agar tetap terkoneksi dengan guru dan para orang tua siswa lainnya. Orang tua siswa dan guru bisa berdiskusi terkait penyampaian progres pembelajaran online siswa di rumah.

Pada kegiatan PJJ, peranan orang tua menjadi penting untuk memastikan proses berjalan dengan baik sehingga adaptive learning bisa menjadi optimal.

Kedua, orang tua harus membimbing para siswa untuk menggunakan berbagai fitur teknologi pada platform atau aplikasi yang digunakan selama PJJ. 

Aplikasi pembelajaran maupun video meeting biasanya memiliki fitur kamera, microphone, kolom komentar, hingga merekam proses diskusi belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. 

Namun, tak semua siswa mahir menggunakan fitur-fitur tersebut. "Bapak dan ibu (siswa) harus membiasakan anak untuk berbicara di depan kamera, cara menggunakan fitur mute, dan sebagainya. Itu harus dipelajari bersama-sama," ujar Yasser. 

Ketiga, para guru perlu mendorong kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Konsultan Psikologi & Coach Trainer Achsinfina H. Sinta mengatakan salah satu permasalahan dalam PPJ yaitu suasana yang tidak kondusif karena belajar dari rumah. 

"Peran guru sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif melalui inovasi ataupun metode pembelajaran yang baru, misalnya lewat kegiatan belajar sambil bermain," ujar Achsinfina. 


Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan dari rumah dengan dibantu aplikasi digital. Setidaknya terdapat 4.183.591 guru/dosen yang mengajar melalui metode pembelajaran jarak jauh. 

Dari jumlah tersebut, para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah paling banyak mengajar dari rumah. Jumlahnya mencapai 1.702.377 guru. 

Kemudian pengajar Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diikuti dengan 895.799 guru. Pembelajaran jarak jauh menekankan pada tatap muka virtual antara pengajar dengan murid. (Sumber; katadata.co.id)

Siswa SD dan SMP Akan Kembali Bersekolah Pertengahan Agustus

Admin 8/01/2020
Siswa SD dan SMP Akan Kembali Bersekolah Pertengahan Agustus

BlogPendidikan.net
- Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamal mengaku sepakat dengan apapun keputusan Pemerintah Kota Batam terkait proses pembelajaran siswa SD dan SMP di kota ini.

Sebagaimana diketahui, Pemko Batam berencana membuka kembali proses belajar mengajar dengan sistem tatap muka langsung pertengahan Agustus mendatang.

Meski demikian, ia mengaku, kebijakan membuka kembali kegiatan pasca New Normal dalam bidang pendidikan perlu kajian menyeluruh.

Sebab, dengan pertimbangan risiko anak-anak terpapar Covid-19, keputusan membuka kembali pembelajaran tatap muka akan sangat berat.

"Kami dari DPRD, dengan berat hati, memutuskan sepakat dengan kebijakan Pemerintah Kota. Sebab, kalau di sektor ekonomi dan pelayanan publik, kami yakin protokol kesehatan bisa diterapkan. Tetapi kalau sektor pendidikan kan tergantung bapak dan ibu (tenaga pendidik) bagaimana pelaksanaannya," ujar Kamal.

Tanggapan ini disambut pula oleh Kepala Sekolah SMPN 11 Batam, Sargono, yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Sargono menyatakan, dirinya sepakat dengan kebijakan pemerintah, dengan catatan bahwa masing-masing sekolah membentuk tim khusus dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.

"Secara prinsip, kami menyetujui anak-anak kembali bersekolah tatap muka. Tapi ada beberapa catatan, yaitu, kami berharap dibentuk tim pekat (pengawasan melekat) sekolah, agar protokol kesehatan ini bisa efektif dan ketat dijalankan," usul Sargono.

Dari pertemuan Forkopimda bersama para kepala sekolah di Kota Batam itu, ditetapkan hasil rencana pembukaan kembali belajar mengajar di sekolah pada pertengahan Agustus.

Meski masih akan melalui pengkajian lebih lanjut, namun pihak orangtua sudah menyambut positif usulan tersebut.

Salah seorang wali murid SDN 012 Batam, Elisa Bonowati, menyatakan setuju apabila proses belajar mengajar tatap muka kembali dijalankan.

Asalkan, berbagai protokol kesehatan dapat dijamin penerapannya oleh pihak sekolah.

"Oke aja. Asalkan sekolah bisa menjamin keselamatan anak. Nanti bisa pakai masker sama face shield, dan berangkat sekolah bawa bekal aja," ujar Elisa.

Rapat Forkopimda

Wali kota Batam, Muhammad Rudi menggelar kembali rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (30/7/2020).

Forum kali ini digelar guna mengkaji kembali penyelenggaraan belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Turut hadir, beberapa perwakilan Kepala Sekolah dari Paud, SD, dan SMP Negeri maupun Swasta di Kota Batam.

Sejak Maret 2020, belajar mengajar di sekolah ditiadakan menjadi sistem dalam jaringan (daring) di rumah masing-masing.

Hasil evaluasi sistem daring ini, menurut Rudi, terdapat dua kendala, yakni kebutuhan biaya yang tidak sedikit, hingga ketidakmampuan sebagian orangtua murid dalam membimbing anaknya belajar di rumah.

"Artinya kita coba kaji untuk membuka kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Rudi.

Rencananya, sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Batam, akan kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada pertengahan bulan Agustus nanti.

Keputusan ini tentunya telah melalui berbagai pertimbangan.

Secara teknis, ada bermacam opsi teknis dalam menjalankan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini.

Salah satunya, penambahan rombel sekolah turut dipertimbangkan, yakni jadwal sekolah dibagi menjadi dua shift, pagi dan sore hari.

Oleh karena keterbatasan tempat, sekolah-sekolah juga diminta mengurangi waktu belajarnya, dari 7 jam menjadi hanya 3 jam belajar tatap muka.

Opsi lainnya yaitu, menetapkan jadwal masuk selang sehari bagi para peserta didik.

"Ini nanti secara teknis akan dibahas oleh dinas pendidikan, mudah-mudahan sebelum pertengahan Agustus dapat dirapatkan kembali untuk kepastiannya," jelas Rudi.

Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Hendri Arulan, menyatakan pembagian rombel dan jadwal sekolah saat tatap muka akan dipertimbangkan.

Ia mencontohkan, jika dalam satu kelas terdapa 40 peserta didik, maka jumlah itu dapat dibagi dua shift, di mana, shift pertama dapat menjalani belajar luring di sekolah di hari-hari tertentu, sementara shift kedua belajar di rumah, begitu pun sebaliknya.

"Setidaknya kebijakan seperti ini bisa sedikit mengurai masalah yang selama ini dikeluhkan wali murid. Biasanya kan wali murid terkendala kuota, dan gadget," jelas Hendri.

Terkait regulasi, Hendri mengaku, sempat mengikuti rapat virtual dengan Kementerian Pendidikan RI terkait revisi Surat Keputusan Bersama Empat Menteri.

Sebelumnya, tercantum dalam SK tersebut, hanya daerah dengan zona hijau yang dapat melakukan proses belajar mengajar tatap muka.

"Itu kementerian ada rencana mau merevisi Surat Keputusan Bersama Empat Menteri. Selama ini kan hijau yang boleh dibuka, kini kan dipertimbangkan supaya yang kuning boleh tatap muka," tambah Hendri. (*)

Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5 dan 6

Admin 7/26/2020
Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang buku pembelajaran matematika untuk kelas 4, 5 dan 6 SD

BlogPendidikan.net
- Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang buku pembelajaran matematika untuk kelas 4, 5 dan 6 SD. Buku ini bisa juga digunakan untuk proses pembelajaran daring dengan mengambil rujukan soal-soal yang ada dibuku ini dan dibagikan kepada siswa. Buku ini diutamakan sebagai pegangan guru dalam proses pembelajaran berlangsung.

Buku ini akan menjadi pedoman guru selama proses pembelajaran Pendidikan Matematika sebagai pelengkap buku tematik. Buku ini menjabarkan usaha minimal guru yang harus dilakukan agar peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.


Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan.

Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan belajar saintifik berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa. Kurikulum 2013 sudah tidak lagi menggunakan Standar Kompetensi (SK) sebagai acuan mengembangkan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI). 

Kompetensi Inti merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang peserta didik melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dan pembelajaran integratif dan pendekatan saintifik. Kompetensi Inti memuat kompetensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan dalam Kompetensi Dasar.

Tujuan penyusunan Buku Guru ini adalah memberikan acuan atau pedoman bagi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran matematika di SD/MI kelas IV. Dalam buku ada bagian penting yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu kegiatan pembelajaran, penilaian, pengayaan dan remedial, serta interaksi guru dengan orang tua peserta didik. Untuk memudahkan dalam penggunaan.

Berikut Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5 dan 6:

Buku Matematika Kelas 4 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI

Demi Anak Bisa Belajar Online, Petani Ini Terpaksa Jual Kambing Untuk Beli Smartphone

Admin 7/23/2020
Demi Anak Bisa Belajar Online, Petani Ini Terpaksa Jual Kambing Untuk Beli Smartphone
Karlik (41), saat menemani anaknya mengikuti pembelajaran daring di salah satu rumah yang menyediakan akses internet melalui WiFi, di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.(Foto Sumber: KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ)

BlogPendidikan.net - Karlik (41), seorang ibu rumah tangga asal Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang, terpaksa menjual kambing untuk membeli ponsel agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran daring. 

Karlik dan suaminya yang bekerja sebagai petani memiliki dua anak. Salah satu anaknya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Marmoyo. Setelah menjual seekor kambing miliknya, Karlik membeli ponsel seharga Rp 1.500.000. 

Ponsel itu dipakai bergantian antara anak sulung dan bungsu. "Sejak ada corona, pelajaran dilakukan online. Akhirnya ya jual kambing untuk beli HP (handphone), ditambah tabungan anaknya," kata Karlik saat ditemui Kompas.com di dekat rumahnya, Desa Marmoyo, Rabu (22/7/2020).

Rabu pagi, Karlik menemani anak keduanya mengikuti pembelajaran daring di salah satu rumah warga yang menyediakan akses internet melalui WiFi.

Meski memiliki ponsel, alat komunikasi berbasis android yang dibeli dari uang hasil menjual kambing tersebut tidak bisa digunakan untuk mengakses internet dari rumahnya. Desa Marmoyo, permukiman penduduk yang menjadi tempat tinggal keluarga Karlik, merupakan salah satu desa pelosok bagian utara Kabupaten Jombang. 

Sebagian wilayahnya berupa hutan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro. Karlik mengungkapkan, selama ini dia dan suaminya tidak pernah berpikir untuk memiliki ponsel.   Ponsel tak begitu berguna dalam kehidupannya. Sebab, akses telekomunikasi dan internet sangat terbatas di Desa Marmoyo. 

"Di desa ini kan tidak ada sinyal, kalau mau belajar online ya harus ke sini. Kalau di rumah (ponselnya) enggak bisa dipakai," ujar Karlik. Dia berharap, pemerintah segera memberikan izin untuk pelaksanaan belajar mengajar dengan metode tatap muka di sekolah. "Harapan kami agar sekolah kembali masuk. Kalau belajar online terus ya susah. 

Di sini sinyalnya juga enggak ada," kata Karlik. Baca juga: Tersangka Kasus Layangan Penyebab Listrik Padam di Denpasar Dikenai Wajib Lapor Pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). 

Sekretaris Desa Marmoyo Sumandi menilai, metode pembelajaran itu kurang efektif dilakukan di desanya. Dia mengungkapkan, keberadaan jaringan internet masih langkah di desa yang dihuni 1.100 jiwa penduduk ini. Desa yang berada di wilayah perbukitan kapur itu hanya ada 12 titik yang terjangkau akses internet.   

Lokasi akses jaringan internet, antara lain ada di Kantor Desa Marmoyo, SDN Marmoyo, serta 10 rumah penduduk, dengan transmisi utama ada di kantor desa. "Kendala utama untuk pembelajaran daring di Desa Marmoyo, soal jaringan. 

Di sini jaringan internet hanya bisa lewat WiFi. Seluler tidak bisa," kata Sumandi, saat ditemui di rumahnya. Sumandi menyebut, sebelum pembelajaran daring diterapkan, masih sedikit warga desa yang memiliki ponsel. "Ramainya handphone ya baru-baru ini, sejak ada Covid-19. Itu karena sekolah menerapkan belajar secara daring," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demi Anak Bisa Belajar Online, Petani Ini Terpaksa Jual Kambing untuk Beli Ponsel", https://regional.kompas.com/read/2020/07/23/06370071/demi-anak-bisa-belajar-online-petani-ini-terpaksa-jual-kambing-untuk-beli?page=all.