Showing posts with label Tahun Ajaran Baru. Show all posts
Showing posts with label Tahun Ajaran Baru. Show all posts

Ceria Anak Menyambut Tahun Ajaran Baru: Guru Baru, Kelas Baru, Pelajaran Baru dan Baju Baru

Guru Baru, Kelas Baru, Pelajaran Baru dan Baju Baru

BlogPendidikan.net
- Bulan juli setiap tahunnya merupakan hari pertama masuk sekolah ditahun ajaran baru setelah libur dari ujian kenaikan kelas. Terlihat antusias dari raut wajah para siswa dan orang tua. 

Dengan penuh semangat, satu per satu siswa memasuki gerbang sekolah. Rasa cemas tersirat di wajah beberapa orang tua saat harus meninggalkan putra putrinya. 

Tangis mulai terdengar dari beberapa siswa kelas 1 ketika orang tua menyalami buah hatinya. Namun dengan sigap para guru segera tanggap dengan situasi ini sehingga dengan sekejap telah tampak kembali keceriaan siswa.
Dari sisi lain, ada siswa yang telah bersiap berkumpul di aula sekolah. Seakan mereka tidak sabar ingin mengetahui dimana kelas mereka yang baru dan siapa wali kelas serta pendampingnya. 

Ucapan selamat datang kembali di sekolah terdengar dari para guru dengan harapan agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Para gurupun menyambut dengan kebahgiaan karena mereka akan memasuki kelas baru dan tentunya guru yang baru pula.
Dengan sepatu baru, baju baru dan tas baru mereka bersama-sama memasuki ruang kelas menerima pelajaran baru dari guru kelasnya. Orang taupun masih menunggu diluar kelas sambil mengintip dibalik ruang jendela. 

Sang guru kelaspun dengan keterampilannya, mulai terdengar suara bernyanyi yang dipimpin oleh guru, siswapun mengikuti nyanyian tersebut penug kebahagiaan.

Keceriaan terpancar karena tahun ini adalah tahun bersekolah dengan kelas baru, guru baru, baju baru dan pelajaran baru.
Mari kita sambut tahun ajaran baru ini dengan semangat baru, keceriaan menyambut siswa/siswi baru kita. Semangat tahun ajaran baru !!! 💪💪😀😀

Format dan Aplikasi Buku Kerja Guru, Perangkat Pembelajaran Guru dan Administrasi Kelas Lengkap UNDUH

Buku Kerja Guru dan Perangkat Pembelajaran Guru

BlogPendidikan.net
 - Format dan Aplikasi Buku Kerja Guru, Perangkat Pembelajaran Guru dan Administrasi Kelas Lengkap yang bisa Anda UNDUH pada artikel ini. Mempersiapkan baik perangkat pembelajaran dan adminisrasi kelas guru menjelang tahun ajaran baru.

Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang tujuannya untuk membantu menciptakan guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah.
Seorang fasilitator tentunya harus melengkapi persiapan mengajar yang baik dan terstruktur untuk anak didiknya sehingga tercipta proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 dan mendapatkan hasil pembelajaran seperti yang ditargetkan pada standar kompetensi lulusan (SKL). 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.
Adanya revisi terbaru kurikulum 2013, para guru harus menyesuaikan dalam pembuatan dan penyusunan Buku Kerja Guru. Format, komponen dan sistematika tiap-tiap instrumen pada buku kerja tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Instrumen yang mengalami perubahan yang sangat signifikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP, Standar Kompetensi Lulusan atau SKL dan Silabus Pembelajaran.
Berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, berikut ini adalah Buku Kerja Guru yang terdiri atas 1, 2, 3, dan 4 Kurikulum 2013 :

Buku Kerja Guru 1 Terdiri Atas :

1. Analisis SKL, KI dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. KKM

Buku Kerja Guru 2 Terdiri Atas : 

1. Kode Etik Guru
2. Ikrar Guru
3. Tata Tertib Guru
4. Pembiasaan Guru
5. Kalender Pendidikan
6. Analisis Alokasi Waktu
7. Program Tahunan
8. Program Semester
9. Jurnal Agenda Guru

Buku Kerja Guru 3 Terdiri Atas :

1. Daftar Hadir Siswa
2. Daftar Nilai Siswa
3. Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial
4. Analisis Hasil Penilaian
5. Program Remedial dan Pengayaan
6. Daftar Buku Pegangan Guru dan Siswa
7. Jadwal Mengajar Guru
8. Daya Serap Siswa
9. Kumpulan Kisi-kisi Soal
10. Kumpulan Soal
11. Analisis Butir Soal
12. Perbaikan Soal

Buku Kerja Guru 4 Terdiri Atas :

1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Perangkat Pembelajaran Guru

Secara umum, administrasi guru ada 20 jenis yang meliputi: (1) Kalender  Pendidikan, (2) Program Semester (PROMES), (3) Program Tahunan (PROTA), (4) Silbus, (5) Analisis SK/KD, (6) Prosedur Penilaian, (7) RPP, (8) KKM, (9)  Jurnal/Agenda Guru, (10) Buku Presensi, (11) Daftar Nilai, (12) Buku Pegangan  (Buku Paket, modul, dan LKS), (13) Bahan Ajar, (14) Kisi-kisi  Soal, (15) Kartu  Soal, (16) Analisis Hasil Ulangan, (17) Program Remidial, (18) Program  Pengayayaan, (19) Kumpulan Soal/Bank Soal, dan (20) Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 
Lebih lanjut, administrasi guru dapat berupa: uraian tugas dan kewajiban guru,  tata tertib kelas/sekolah, data siswa, data orang tua siswa, jadwal pelajaran dan alokasi waktu pelajaran, pembagian kelompok belajar, kalender pendidikan, hari efektif belajar, menghitung jam belajar efektif semester ganjil, menghitung jam belajar efektif semester genap, daftar umur siswa menurut bulan lahir, daftar  jumlah siswa menurut tahun lahir, 
Daftra berat dan tinggi badan siswa, daftar riwayat kesehatan siswa, denah tempat duduk siswa, data bakat dan minat siswa pada bidang seni budaya dan  olah raga, data kegiatan ekstrakurikuler, data rekapitulasi jumlah siswa, data  prestasi yang dicapai siswa, daftar riwayat kelakuan siswa, data kegiatan studi tour, data pekerjaan orang tua, daftar inventaris kelas, buku tamu kelas, buku tamu sekolah, data buku pegangan guru, data buku paket, bukti pemeriksaan administrasi kelas, rekapitulasi presensi siswa tiap semester, data bimbingan, data konsultasi/kunjungan guru ke orang tua siswa, hasil rata-rata/pencapaian target dan taraf serap ulangan tengah/akhir semester.
Selanjutnya rekapitulasi nilai rapor per semester, data beasiswa dan pembagian bantuan dana, daftar pengambilan SKHUN dan ijazah, daftar mutasi siswa, grafik presensi siswa, grafik pencapaian target kurikulum, grafik taraf belajar siswa per mata pelajaran, grafik agama yang dianut siswa, analisa evaluasi belajar, program remidial, program perbaikan, program pengayaan,    rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), KKM, silabus, pemetaan SK dan KD, program semester, program tahunan, pelaksanaan program bimbingan, kisi-kisi  penulisan soal, pedoman penskoran, kartu soal pilihan ganda, kartu soal uraian teori dan praktik, jadwal tematik, dan lain-lain. 

Untuk Lebih jelasnya tentang Kumpulan Buku Kerja Guru dan Perangkat Administrasi Kelas bisa Anda download pada link dibawah ini :

Buku Kerja Guru 1, 2, 3, dan 4 Kurikulum 2013 >>> DISINI
Aplikasi Daftar Perangkat Pembelajaran guru >>> DISINI
Daftar Perangkat Administrasi Guru Kelas Lengkap Untuk Jenjang SD/MI >>> UNDUH
Daftar Perangkat Administrasi guru >>> DISINI

Demikian artikel tentang Buku Kerja dan Perangkat Pembelajaran Guru, semoga bermanfaat, dan jangan lupa tuk berbagi. Terima kasih

Contoh Format Jurnal Kegiatan Harian Guru Mengajar Sebagai Administrasi Tahun Ajaran Baru

Contoh Format Jurnal Kegiatan Harian Guru Mengajar Sebagai Administrasi Tahun Ajaran Baru

BlogPendidikan.net
 - Ujian akhir semester telah selesai kini guru menyambut tahun ajaran baru pada juli, tentunya mempersiapkan segala perlengkapan baik perangkat pembelajaran dan juga administrasi kelas sebagai penunjang dalam proses pembelajaran dan supervisi administrasi kelas.

Dalam memberikan pembelajaran kepada siswa, diharuskan dan wajib memiliki jurnal kegiatan harian, bukan hanya sebagai pelengkap administrasi dan perangkat pembelajaran melainkan sebagai arah dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam jurnal kegiatan harian pembelajaran.
Baca Juga:
Jurnal agenda guru mengajar dan jurnal kegiatan harian guru semua termasuk ke dalam buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Jurnal mengajar adalah bagian dari Buku Kerja Guru yang perlu disiapkan guru sebelum memulai pembelajaran pada semester baru.

Jurnal mengajar guru memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Jurnal mengajar digunakan guru untuk mencatat hal-hal terjadi dalam proses pembelajaran.
Baca Juga:
Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi jurnal kegiatan harian guru dalam proses pembelajaran  yang bisa anda unduh pada link dibawah ini.

Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 1 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 2 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 3 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 4 : UNDUH

Jurnal ini bisa diedit sesuai kebutuhan Anda, dan menjadikan referensi anda dalam menyusun jurnal mengajar harian.

Jurnal mengajar berfungsi sebagai rekaman kegiatan pembelajaran, sehingga sering disebut juga sebagai jurnal reflekif guru.

Melalui jurnal mengajar tersebut, guru akan dapat menganalisis jenis hambatan pembelajaran dan juga kemajuan proses pembelajaran. Jurnal mengajar juga dapat menjadi acuan atau tolok ukur kualitas penyelenggaraan pembelajaran.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Analisis Kalender Pendidikan, Alokasi Waktu, Program Tahunan, Semester dan Cara Menentukan Pekan Efektif

Analisis Kalender Pendidikan, Alokasi Waktu, Program Tahunan, Semester dan Cara Penyusunan Pekan Efektif

BlogPendidikan.net
 - Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. 

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Alokasi Waktu

Permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. 

Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Pembagian alokasi waktu pada Kalender Pendidikan
  • Minggu efektif belajar : Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu>>Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan
  • Jeda tengah semester : Maksimum 2 minggu >> Satu minggu setiap semester
  • Jeda antar semester : Maksimum 2 minggu >> Antara semester I dan II
Program Tahunan

Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan (standar kompetensi dan kompetensi dasar) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.

Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun ajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan.
Langkah-langkah Penyusunan Program Tahunan :
  1. Menelaah kalender pendidikan, dan ciri khas sekolah/madrasah berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
  2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi : Jeda tengah semester, Jeda antar semester, Libur akhir tahun pelajaran, Hari libur keagamaan, Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional dan Hari libur khusus
  3. Menghitung jumlah minggu efektif setiap bulan dan semester dalam satu tahun dan memasukkan dalam format matriks yang tersedia.
  4. Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu mata pelajaran, pada setiap KD dan topik bahasannya pada minggu efektif, sesuai ruang lingkup cakupan materi, tingkat kesulitan dan pentingnya materi tersebut, serta mempertimbangkan waktu untuk ulangan serta review materi.
Program Semester

Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan. Masing-masing program semester sifatnya lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap bahan kegiatan program semester yang disajikan harus sudah selesai dilaksanakan dan mahasiswa yang mengambil program tersebut sudah dapat ditentukan lulus atau tidak.

Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan.

Kalau program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar, maka dalam program semester diarahkan untuk menjawab minggu ke berapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan.

Langkah-langkah Penyusunan Program Semester :
  1. Memasukkan KD, topik dan sub topik bahasan dalam format Program Semester
  2. Menentukan jumlah jam pada setiap kolom minggu dan jumlah tatap muka per minggu untuk mata pelajaran
  3. Mengalokasikan waktu sesuai kebutuhan bahasan topik dan sub topik pada kolom minggu dan bulan.
  4. Membuat catatan atau keterangan untuk bagian-bagian yang  membutuhkan penjelasan
Pekan Efektif (RPE)

Pekan efektif adalah hitungan hari-hari efektif yang ada pada tahun pelajaran berlangsung. Untuk membantu kemajuan belajar peserta didik, di samping modul perlu dikembangkan program mingguan dan harian. Program ini merupakan penjabaran dari program semester dan program modul. 
Melalui program ini dapat diketahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang, bagi setiap peserta didik. Melalui program ini juga diidentifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik, sehingga dapat diketahui peserta didik yang mendapat kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan, dan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata kelas.

Cara menentukan Pekan efektif :
  • Menentukan jumlah minggu selama satu tahun.
  • Menghitung jumlah minggu tidak efektif selama 1 tahun.
  • Menghitung jumlah minggu efektif dengan cara jumlah minggu dalam 1 tahun dikurang jumlah minggu tidak efektif 
  • Menghitung jumlah jam efektif selama satu tahun dengan cara jumlah minggu efektif dikali jumlah jam pelajaran per minggu.
Demikian artikel ini tentang Teknik atau Langkah-langkan Analisis Kalender Pendidikan, Alokasi Waktu, Program Tahunan, Semester dan Pekan Efektif, semoga artikel ini bermanfaat sebagai rujukan Anda. Terima Kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh

Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh

BlogPendidikan.net
- Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berharap siswa di Tanah Air bisa menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh saat tahun ajaran 2022/2023.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek, Jumeri, berharap para siswa bisa kembali mendapatkan pembelajaran yang optimal di sekolah. 

"Harapan kami ke depan sudah bisa PTM full, kapan lagi anak-anak kita bisa menikmati pembelajaran yang diidam-idamkan," ujar Jumeri. 

Adapun dalam SKB 4 Menteri terbaru, pemerintah mengizinkan sekolah di wilayah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 untuk melaksanakan PTM 100 persen. 

Kendati demikian, orangtua atau wali siswa masih diperbolehkan mengajukan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga tahun ajaran 2021/2022 berakhir, dengan melampirkan surat kesehatan dari dokter.

Saat ditanyakan soal apakah opsi PJJ masih menjadi pilihan bagi orang tua dan wali murid di tahun ajaran 2022/2023, ia hanya menegaskan, SKB terbaru mengamanatkan PTM dilakukan secara bertahap sesuai level PPKM di sejumlah wilayah. "SKB 4 Menteri terbaru juga sudah mengamanatkan full secara bertahap sesuai level," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memperbarui kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah selama pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Suharti mengatakan, daerah yang menerapkan PPKM level 1, 2, 3, dan 4 bisa menjalankan PTM dengan kapasitas 100 persen dengan sejumlah ketentuan. 

Rincian soal pelaksanaan PTM itu dituangkan dalam SKB 4 menteri Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, dan Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diteken tanggal 22 April 2022. 

Dalam SKB 4 menteri yang terbaru itu, orangtua/wali murid masih diberikan pilihan untuk mengizinkan anak mereka mengikuti PTM atau memilih PJJ sampai tahun ajaran 2021/2022 berakhir. 

"Bagi orangtua/wali yang masih memilih pembelajaran jarak jauh perlu melampirkan surat keterangan kesehatan anaknya dari dokter," ujar Suharti dalam keterangan tertulis.

Suharti mengatakan, kelonggaran lainnya juga diberikan pemerintah selama PTM, di antaranya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga kembali diperbolehkan dan dapat dilaksanakan di lapangan atau ruangan terbuka. 

Selain itu, kantin kembali dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen untuk PPKM Level 1, 2, dan 3 dan 50 persen bagi satuan pendidikan di PPKM level 4. Pengelolaan kantin dilaksanakan sesuai dengan kriteria kantin sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

"Karena tidak semua anak bisa membawa bekal dari rumah, maka kita berikan izin agar kantin sekolah dapat kembali beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan," ujarnya. 

Kemudian, untuk pedagang makanan di luar pagar gedung sekolah wajib dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 setempat dan diperbolehkan berdagang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan pengaturan PPKM. "Pastikan anak-anak kita mengonsumsi makanan yang bergizi dan dimasak dengan baik," ucap Suharti. kompas.com

7 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru

7 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru

BlogPendidikan.net
 - Ujian kenaikan kelas telah selesai dan tentunya para siswa sudah menerima hasil selama setahun pelajaran dengan keterangan NAIK KE Kelas .... Gurupun juga tengah disibukkan mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru.

Mulai sekarang guru mempersiapkan segala kelengkapan untuk memulai tahun ajaran baru. 

Persiapan-persiapan apa saja yang harus di siapkan oleh guru ditahun ajaran baru :

1. Persiapan Terhadap Siswa, Mengenal dan Mencari Tahu Informasinya

Sebelum Bapak/Ibu Guru bertemu dengan para siswanya untuk  memulai kelas belajar mengajar pertama, Bapak/Ibu Guru perlu mengenal setiap siswa dalam kelas secara individu. Memang, proses mengenal para siswa akan berjalan terus sepanjang tahun ajaran, tapi akan lebih baik lagi jika Bapak/Ibu bisa memulainya sejak tahun ajaran dimulai.
Pada dasarnya, guru memang harus mengenali seluruh siswanya agar tidak dinilai “pilih kasih”. Jangan sampai sebagai guru hanya mengenal beberapa siswanya saja, sehingga ketika sedang mengajar di dalam kelas, guru selalu memeriksa ke meja murid yang itu-itu saja.

2. Mempersiapkan Ruang Kelas

Mempersiapkan ruang kelas yang nyaman dan menata posisi tempat duduk sesuai kapasitas siswa dan klasifikasi siswa. Ini sangat penting mengatur tempat duduk membagi siswa berdasarkan tempat duduk yang sesuai dengan aturan penempatan siswa di kelas.

3. Mempersiapkan Rencana Pembelajaran

Guru yang baik adalah guru yang mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum ia mengajar. RPP ini berfungsi sebagai skenario proses pembelajaran agar lebih mempermudah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terarah pada tujuan pembelajaran.

4. Menentukan Metode Mengajar dan Media Mengajar

Dalam pemilihan metode mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu anak didik, tujuan, situasi, fasilitas dan guru. Karena itu, guru harus kreatif dalam pemilihan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Begitupun media pembelajaran yang akan digunakn harus searah dengan metode yang digunakan.

5. Mempersiapkan Materi Yang Akan Diajarkan

Apa yang ingin diajarkan ke para siswa di hari-hari pertama tahun ajaran baru? Mempersiapkan bahan ajar adalah hal penting kedua yang perlu dilakukan oleh Bapak/Ibu Guru. Setiap bahan ajar biasanya terdiri dari materi pembelajaran, latihan, kuis, hingga konsep PR bagi para siswa.
Bahan ajar yang baik adalah yang dibuat oleh Bapak/Ibu Guru sendiri. Buatlah semacam rangkuman materi pembelajaran setiap mata pelajaran yang akan diajarkan selama sepekan atau bahkan satu semester. Rangkuman itulah yang nanti bisa diajarkan ke para siswa. 

6. Mempersiapkan Tujuan Pembelajaran Yang Ingin Dicapai

Perumusan tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat. Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).

Merumuskan tujuan pembelajaran bukan sekedar membuat suatu tujuan. Tetapi harus dirumuskan berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu, tujuan pembelajaran dijabarkan dari kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran ini sudah termasuk dalam tujuan di RPP. 

7. Mempersiapkan Teknik-teknik Evaluasi Mengajar

Hendaklah guru merancang teknik-teknik evaluasi bagaimana yang akan diterapkan pasa siswa, mempersiapkan evaluasi dan penilaian sebelum proses pembelajaran adalah hal yang penting. 
Evaluasi ini berguna untuk mengukur kedalaman pengetahuan siswa dalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi ini bisa berbentuk pertanyaan-pertanyaan lisan atau tertulis. Setelah proses evaluasi selesai, guru harus melakukan proses penilaian. 

Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

Sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru, tentunya segala hal suda dipersiapkan baik kelengkapan siswa dan guru. Semoga kiat ini bermanfaat buat Bapak dan Ibu Guru menjelang tahun ajaran baru.

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Tahun ajaran baru sudah didepan mata, para orang tua sudah mempersiapkan segala sesuatunya kelengkapan anak bersekolah di tahun ajaran baru, gurupun demikian mempersiapkan segala kelengkapan menjelang tahun ajaran baru. 

Karena masa ini pendemi Covid-19 tidak semua sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasanya, ada sebagian sekolah melaksanakan tatap muka tetapi dengan cara terbatas. Bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya menjelang tahun ajaran baru?

Berikut apa saja yang dipersiapkan oleh guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi Covid-19 baik itu PTM terbatas atau PJJ :
  1. Menganalisis kalender pendidikan
  2. Menganalisis hari efektif sekolah
  3. Menyusun jadwal pelajaran
  4. Menganalisi hari efektif belajar mingguan, bulanan, semester dan tahunan.
  5. Mempersiapkan rencana pembelajaran selama sepekan.
  6. Menyusun data siswa dan membuat absensi siswa
  7. Mempersiapkan kelas dengan keadaan sarana di dalam kelas terpenuhi dan memenuhi standar seperti meja, kuris siswa dan guru serta lemari dan papan tulis, semua masih layak terpakai.
  8. Mempersiapkan buku pelajaran bagi siswa
  9. Mempersiapkan buku pegangan bagi guru, serta buku-buku penunjang proses pembelajaran.
  10. Pastikan semua siap dan proses pembelajaran bisa terlaksana dengan bai di tahun ajaran baru
Yang harus dipersiapkan guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik Luring ataupun Daring :
  1. Setiap satuan pendidikan menyiapkan rencana pembelajaran selama semester ke depan, dengan memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring, luring atau gabungan.
  2. Menyiapkan materi, bahan dan media pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran yang dipilih, dengan mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia sesuai dengan lingkungan belajar masing-masing siswa.
  3. Menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melaksanakan, mengawal dan mendampingi proses pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih.
  4. Mendorong gerakan guru berbagi dalam memberikan dukungan teknis bagi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
  5. Mengoptimalkan program atau tayangan TV dan radio sebagai sajian utama atau pendukung pembelajaran bagi siswa selama belajar dari rumah, khususnya di daerah yang belum terjangkau akses internet.
  6. Mendorong kolaborasi guru, orangtua, masyarakat dan birokrasi pendidikan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana.
Demikian artikel ini semoga bermanfaat, dan para guru sudah harus mempersiapkan segala kelengkapan proses pembelajaran di tahun ajaran baru. Terimakasih.

7 Kiat Bagi Guru Mengajar di Tahun Ajaran Baru

7 Kiat Bagi Guru Mengajar di Tahun Ajaran Baru

BlogPendidikan.net
- Ujian kenaikan kelas telah selesai dan tentunya para siswa sudah menerima hasil selama setahun pelajaran dengan keterangan NAIK KE Kelas .... Gurupun juga tengah disibukkan mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru 2021/2022.

Mulai sekarang guru mempersiapkan segala kelengkapan untuk memulai tahun ajaran baru. 

Persiapan-persiapan apa saja yang harus di siapkan oleh guru ditahun ajaran baru :

1. Persiapan Terhadap Siswa, Mengenal dan Mencari Tahu Informasinya

Sebelum Bapak/Ibu Guru bertemu dengan para siswanya untuk  memulai kelas belajar mengajar pertama, Bapak/Ibu Guru perlu mengenal setiap siswa dalam kelas secara individu. Memang, proses mengenal para siswa akan berjalan terus sepanjang tahun ajaran, tapi akan lebih baik lagi jika Bapak/Ibu bisa memulainya sejak tahun ajaran dimulai.


Pada dasarnya, guru memang harus mengenali seluruh siswanya agar tidak dinilai “pilih kasih”. Jangan sampai sebagai guru hanya mengenal beberapa siswanya saja, sehingga ketika sedang mengajar di dalam kelas, guru selalu memeriksa ke meja murid yang itu-itu saja.

2. Mempersiapkan Ruang Kelas

Mempersiapkan ruang kelas yang nyaman dan menata posisi tempat duduk sesuai kapasitas siswa dan klasifikasi siswa. Ini sangat penting mengatur tempat duduk membagi siswa berdasarkan tempat duduk yang sesuai dengan aturan penempatan siswa di kelas.

3. Mempersiapkan Rencana Pembelajaran

Guru yang baik adalah guru yang mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum ia mengajar. RPP ini berfungsi sebagai skenario proses pembelajaran agar lebih mempermudah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terarah pada tujuan pembelajaran.


4. Menentukan Metode Mengajar dan Media Mengajar

Dalam pemilihan metode mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu anak didik, tujuan, situasi, fasilitas dan guru. Karena itu, guru harus kreatif dalam pemilihan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Begitupun media pembelajaran yang akan digunakn harus searah dengan metode yang digunakan.

5. Mempersiapkan Materi Yang Akan Diajarkan

Apa yang ingin diajarkan ke para siswa di hari-hari pertama tahun ajaran baru? Mempersiapkan bahan ajar adalah hal penting kedua yang perlu dilakukan oleh Bapak/Ibu Guru. Setiap bahan ajar biasanya terdiri dari materi pembelajaran, latihan, kuis, hingga konsep PR bagi para siswa.

Bahan ajar yang baik adalah yang dibuat oleh Bapak/Ibu Guru sendiri. Buatlah semacam rangkuman materi pembelajaran setiap mata pelajaran yang akan diajarkan selama sepekan atau bahkan satu semester. Rangkuman itulah yang nanti bisa diajarkan ke para siswa. 

6. Mempersiapkan Tujuan Pembelajaran Yang Ingin Dicapai

Perumusan tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat. Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).

Merumuskan tujuan pembelajaran bukan sekedar membuat suatu tujuan. Tetapi harus dirumuskan berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu, tujuan pembelajaran dijabarkan dari kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran ini sudah termasuk dalam tujuan di RPP. 

7. Mempersiapkan Teknik-teknik Evaluasi Mengajar

Hendaklah guru merancang teknik-teknik evaluasi bagaimana yang akan diterapkan pasa siswa, mempersiapkan evaluasi dan penilaian sebelum proses pembelajaran adalah hal yang penting. Evaluasi ini berguna untuk mengukur kedalaman pengetahuan siswa dalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi ini bisa berbentuk pertanyaan-pertanyaan lisan atau tertulis. Setelah proses evaluasi selesai, guru harus melakukan proses penilaian. Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

Sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru, tentunya segala hal suda dipersiapkan baik kelengkapan siswa dan guru. Semoga kiat ini bermanfaat buat Bapak dan Ibu Guru.

Jika Covid-19 Tak Terkendali, FGSI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Jika Covid-19 Tak Terkendali, FGSI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

BlogPendidikan.net
- Lagi-lagi kasus konfirmasi Covid-19 melonjak, mulai dari praktisi, organisasi pendidikan dan pemerhati pendidikan menyarankan agar pembelajaran tatap muka terbatas ditunda untuk tahun ajaran baru 2021/2022. 

Seperti dikutip dari tekno.tempo.co, bahwa Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah pusat dan daerah segera menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dimana sejumlah daerah kasus Covid-19 melonjak signifikan. 

Apalagi parameternya adalah positivity rate (jumlah kasus terkonfirmasi positif dari total sampel) di atas 5 persen.


Daerah wajib menunda pembukaan sekolah pada awal tahun ajaran baru 12 Juli 2021 mendatang jika angkanya konfirmasi lebih besar lagi. Ada yang mencapai 17 persen. Kondisi ini sangat tidak aman untuk buka sekolah tatap muka.

FGSI menegaskan, pembelajaran tatap muka yang telah mulai dilakukan secara terbatas harus dihentikan agar jumlah anak yang berpotensi terinfeksi Covid-19 dapat ditekan. Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah juga harus mengutamakan hak hidup dan hak sehat anak, selain hak pendidikannya, sesuai konvensi hak anak (KHA).

“Kalau anaknya masih sehat dan hidup, ketertinggalan materi pelajaran masih bisa diberikan nanti ketika pandemi terkendali,” ucapnya sambil menambahkan guru dan tenaga pendidik pun harus dilindungi dari potensi penularan penyakit yang sama.

Pemda dapat membuka sekolah untuk wilayah dengan angka positif di bawah lima persen. Itu pun data faktual tentang kesiapan sekolah harus tersedia dengan benar. Data lokasi atau zona sekolah dan kondisi geografis lingkungan sekolah diperoleh, barulah pemerintah dapat memberikan izin sekolah untuk tatap muka terbatas.

FSGI juga mendorong pemerintah menuntaskan program vaksinasi bagi seluruh guru dan dosen. Sebagai kelompok prioritas vaksinasi, banyak pendidik disebutkan belum divaksinasi. Ada yang karena belum ada kesempatan, ada juga kelompok guru yang tidak bisa divaksinasi karena alasan medis, dan ada yang menolak divaksin.


FSGI mendorong Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di daerah untuk bekerja sama sosialisasi manfaat vaksin Covid-19 di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan, terutama untuk kelompok yang tidak mau divaksinasi tersebut. 

Seperti diketahui pemerintah pusat telah menginstruksikan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah dengan penerapan protokol kesehatan ketat mulai tahun ajaran baru nanti. Untuk itu telah digenjot program vaksinasi Covid-19 untuk para guru dan dimulainya uji coba pembukaan sekolah di daerah-daerah.

Adapun mekasinme dan proses pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) masih mengaju pada SKB 4 Menteri yang diterbitkan tahun 2020. (Sumber: tekno.tempo.co)

Vaksin 5 Juta Guru Selesai Juni, Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli 2021

Vaksin 5 Juta Guru Selesai Juni, Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli 2021

BlogPendidikan.net
- Mendikbud Nadiem Makarim menargetkan proses vaksin 5 juta guru dan tenaga kependidikan bisa selesai di akhir Juni 2021. Apabila itu tercapai, kata Nadiem, maka proses belajar tatap muka di sekolah bisa terlaksana di Juli 2021. 

"Kami ingin memastikan kalau guru dan tenaga kependidikan sudah selesai vaksinasi di akhir Juni. Sehingga di Juli, Insya Allah sudah melakukan proses belajar tatap muka di sekolah," ungkap Nadiem di Jakarta, Rabu (24/2/2021). Meski sudah belajar tatap muka, bilang dia, siswa dan guru tetap mematuhi protokol kesehatan di sekolah. 

"Kita ini harus bisa melatih kebiasaan baru, proses belajar tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan yang baik," tegas dia. Dia mengaku, guru dan tenaga kependidikan menjadi prioritas vaksinasi tahap kedua, karena siswa dan siswi sudah terlalu lama tidak belajar tatap muka di sekolah.

"Jadi esensinya itu, sekolah merupakan salah satu sektor yang sampai sekarang belum tatap muka. Dan risiko dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama itu sangat besar," sebut dia.

Karena risiko PJJ itu sangat besar untuk siswa, makanya Kemendikbud mengambil tindakan cepat dan gesit, agar guru dan tenaga kependidikan bisa memperoleh vaksinasi. Mungkin, lanjut dia, belajar tatap muka di sekolah tidak 100 persen akan dilakukan.  

"Tapi akan terjadi bisa dua kali seminggu atau tiga kali seminggu. Tapi dengan sistem protokol kesehatan yang harus dijaga," jelas dia. 

Proses pemberian vaksin 

Proses pemberian vaksin akan diberikan terlebih dahulu bagi guru sekolah dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Setelah itu diberikan kepada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Nah setelah itu baru diberikan kepada perguruan tinggi," sebut dia. 

Dia menambahkan, proses itu dilakukan karena semakin muda tingkat sekolahnya, maka semakin sulit pula melakukan PJJ. "Jadi mereka (SD, PAUD, dan SLB) memang yang membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka. Walaupun belajar tatap muka di sekolah harus menggunakan protokol kesehatan dari Kemendikbud dan Kemenkes," terang Mendikbud. 

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pernah mengatakan, suntik vaksin tahap kedua untuk pekerja publik. Lalu diberikan juga kepada masyarakat yang berusia di atas 60 tahun. 

Pada tahap kedua pemberian vaksin, ada sebanyak 38.513.446 orang yang menjadi sasaran untuk disuntik vaksin. Dari total itu, ada sebanyak 5.057.582 orang yang akan diberi vaksin. Mereka itu adalah guru, tenaga kependidikan, dan dosen. 

Selain guru, tenaga kependidikan, dan dosen, suntuk vaksin juga untuk pedagang pasar, tokoh dan penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat negara, jurnalis, atlet, dan lainnya.

Belajar Daring Tidak Efektif Bagi Siswa Baru SD, Sekolah Ini Selenggarakan Belajar Tatap Muka Khusus Kelas 1

Belajar Daring Tidak Efektif Bagi Siswa Baru SD, Sekolah Ini Selenggarakan Belajar Tatap Muka Khusus Kelas 1
Suasana belajar tatap muka yang dilaksanakan SDN 005 Bontang Utara

BlogPendidikan.net
- Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 saat ini pembelajaran masih dilakukan secara daring atau online. Namun ada yang berbeda dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Bontang Utara.

Terkait pembelajaran bagi siswa baru kelas 1 dan siswa kelas 2 SDN 005 Bontang Utara, pihak sekolah memutuskan kebijakan melakukan pembelajaran tatap muka pada Senin (20/7/2020).

Pembelajaran tatap muka tersebut dilaksanakan karenakan sulit melakukan pembelajaran online dalam hal mengajarkan anak didik membaca, menulis, dan berhintung (calistung). Pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tersebut.

Dikatakan Kepala SDN 005 Bontang Utara Ahmadi, pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan pihaknya dikarenakan setelah melihat keadaan siswa–siswi baru kelas 1 masih banyak yang belum bisa calsitung. Hal tersebut terjadi karena pada saat pendaftaran tidak adanya pelaksanaan tes calistung bagi siswa baru yang mendaftar.

“Untuk setia harinya hanya memasukkan 6 siswa kelas 1 dan 8 siswa kelas 2, yang tidak akan lebih dari 10 siswa perharinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmadi menjelaskan bahwa nantinya jika siswa – siswi ini telah mengetahui calsitung maka pembelajaran tatap muka tersebutakan dihentikan dan akan kembali ke pembelajaran online sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

“Selain itu pembelajaran tatap muka bagi kelas 1 dan 2 ini dilakukan dengan pertimbangan untuk keefektifan pembelajaran dimana jika calistung dilakukan secara online maka akan menjadi tidak maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Guru Wali Kelas 1 Nur Rahmawati, mengatakan dengan pembelajaran tatap muka ini dilaksanaka karena masih ada orang tua siswa yang tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara online.

“Dengan mamasukkan siswa hanya sebanyak 6 anak setiap harinya yang dilakukan di mulai pada hari Senin hingga Jumat, sehingga sasaran pembelajaran calistung bagi siswa kelas 1 dapat berjalan sesuai dengan metode pembelajaran yang ada,” ungkapnya.

Rahmawati menambahkan bahwa dari sistem pembelajaran saat pandemi, banyak kendala yang dialami pihak sekolah, diantaranya yakni para siswa – siswi masih belum saling mengenal antara teman satu sama lain, serta belum mengenal guru–guru yang mengajarkan.

Namun untuk kelas tingkat atas seperti kelas 3,4,5 dan 6, pihak sekolah tetap melaksanakan pembelajaran secara online yang diikuti siswa di rumah masing–masing.
(Sumber; pktvkaltim.com)

Durasi Pembelajaran Tatap Muka Tak Lebih Dari Tiga Jam, Tanpa Istirahat

Durasi Pembelajaran Tatap Muka Tak Lebih Dari Tiga Jam, Tanpa Istirahat

BlogPendidikan.net
- Proses kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri I Slawi mendapat perhatian dari dewan guru dan komite sekolah. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, pihak sekolah juga membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat sekolah.

Kepala SMP Negeri I Slawi Alfatah, Selasa (14/7) mengatakan, SMP Negeri I Slawi telah menyiapkan 18 ruang kelas untuk proses kegiatan belajar mengajar kelas 7. Agar para siswa belajar dengan tenang, pihak sekolah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat sekolah telah menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan melalui Puskesmas Slawi.

"Meski durasi waktu pembelajaran tatap muka di tingkat SMP tidak lebih dari tiga jam, tanpa jeda istirahat tapi telah kami persiapkan secara matang," katanya.

Sesuai Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Nomor 800/04/60185 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Tahun Pelajaran 2020/2021, pembelajaran tatap muka tingkat SMP dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.

Pihak sekolah membuat pedoman teknis kegiatan belajar mengajar selama enam hari ke depan. Tak berbeda dengan MPLS SD, kegiatan siswa baru di hari pertama masuk sekolah ini dimanfaatkan untuk perkenalan guru dan siswa, di samping penyampaian wawasan wiyata mandala. 

Guna mencegah terjadinya penularan Covid-19, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan. Sejak dari gerbang masuk sekolah, setiap siswa wajib melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer tembak. Siswa kemudian diarahkan untuk mencuci tangannya dengan sabun dan air mengalir sebelum masuk ke kelas.

“Di sini, kami sudah membentuk satuan tugas khusus penanganan Covid-19 tingkat sekolah. Anggotanya terdiri dari guru, tenaga pendidik dan komite sekolah,” tambahnya.

Bahkan setiap hari, lanjut Alfatah, seluruh ruang kelas setelah selesai untuk proses kegiatan belajar dilakukan penyemprotan disinfektan. Siswa pulang secara bergantian perkelas, sehingga siswa tidak menumpuk. Pihak sekolah juga sudah menyampaikan ke orang tua siswa, untuk melakukan antar jemput pada anaknya.

Selama proses ini berlangsung, pihak puskesmas memberikan pendampingan penegakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga menerapkan kebijakan penjarangan dengan mengisi setiap kelasnya maksimal separuh dari kapasitas normal.

Saat ini ada 18 ruang kelas yang dibuka untuk menampung siswa kelas tujuh. Dari 292 siswa baru kelas tujuh, seluruhnya berangkat sekolah. Meski demikian, pihak sekolah memberikan kelonggaran atau bahkan prioritas bagi peserta didik yang sakit untuk belajar dari rumah, termasuk siswa yang tidak diizinkan orang tuanya berangkat sekolah.

Pihak sekolah tidak akan memaksakan mereka untuk hadir, semua demi keselamatan bersama.
Mengingat ini hal baru, pihak sekolah masih terus melakukan penyesuaian atau adaptasi pada kebiasaan baru. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, pihaknya akan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolahnya dan berharap semuanya bisa segera menyesuaikan.

(Sumber: radartegal.com)

Belajar Tatap Muka di Tangan Kepala Daerah, Mendikbud: Tetap BDR Jika Orang Tua Menolak

Belajar Tatap Muka di Tangan Kepala Daerah, Mendikbud: Tetap BDR Jika Orang Tua Menolak

BlogPendidikan.net
- Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran yang sedianya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi COVID-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, dalam wawancara telekonferensi menyebutkan bahwa terdapat Beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional, dengan demikian dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat. Kendati demikian, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu. 

"Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik. Itu kuncinya," kata Mendikbud, seperti keterangan yang Netralnews terima, Minggu (12/7/2020).

Kebijakan membuka sekolah kembali untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka berada di tangan kepala daerah. Selain kepala daerah, kepala sekolah dan orang tua juga punya hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kembali. 

"Jadinya, sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orang tua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan," kata Mendikbud.  

Kemudian, apabila ada orang tua yang merasa tidak siap jika anaknya harus kembali bersekolah maka ia berhak untuk menolak dan anak tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah. 

"Jadi, kita benar-benar harus memegang prinsip kebebasan memilih. Karena ini kan mengenai kesehatan masing-masing. Menurut kami, prinsip dasar itu adalah haknya orang tua,” kata Mendikbud. 

Saat ini, Kemendikbud sedang melakukan monitoring untuk memeriksa kesiapan beberapa wilayah zona hijau yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka kembali.

“Jadi harapan kami adalah pemda dan kepala dinas itu bisa benar-benar mendukung proses ini, dan tentunya Kemendikbud di sini siap mendukung dan salah satu caranya adalah tentunya sumber dayanya kita jadikan fleksibel," tutur Mendikbud. 

Dijelaskan Nadiem, Kemendikbud telah merelaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung sekolah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan.

"BOS yang sudah sampai ke rekening sekolah itu boleh digunakan secara fleksibel untuk persiapan protokol kesehatan ini. Ini benar-benar kita berikan kebebasan anggaran bagi kepala sekolah,” ujar dia.

(Sumber; netralnews.com)

Mulai Senin 13 - 18 Juli Peserta Didik Baru Wajib Masuk Sekolah

Mulai Senin 13 - 18 Juli Peserta Didik Baru Wajib Masuk Sekolah

BlogPendidikan.net
- Mulai tanggal 13 Juli nanti, siswa baru akan kembali beraktivitas menjalani proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari.

Kata Was'ari, Kamis (9/7), mulai tanggal 13 Juli 2020, siswa baru diwajibkan masuk sekolah. Hal tersebut dilakukan sebagai masa orientasi atau pengenalan siswa di lingkungan sekolah. Karena siswa baru perlu menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah seperti pengenalan dengan guru maupun antarsiswa lainnya.

"Untuk SD berarti hanya kelas satu yang masuk, sedangkan SMP itu hanya kelas tujuh. Selain masa pengenalan, siswa baru juga harus mengurus administrasi yang ada," katanya. 

Masa pengenalan, tambah  Akhmad Was'ari, dilakukan dengan pedoman protokol kesehatan yang ketat. Seperti apa yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Terkait hal tersebut, masa pengenalan hanya berlangsung satu minggu, setelah itu siswa akan diliburkan kembali dan belajar di rumah. 

“Jadi siswa baru hanya berangkat satu minggu mulai tanggal 13 sampai 18 Juli 2020. Setelah itu, siswa kembali libur sampai ada pengumuman selanjutnya,” tambahnya.

Terkait banyaknya pertanyaan masyarakat melalui media sosial, lanjut Akhmad Was'ari, dinas telah memiliki skenario, siswa masuk dengan sistem bergilir atau shift. Rencananya, Dikbud Kabupaten Tegal akan mulai memberlakukan skenario tersebut pada bulan Agustus. Namun dengan catatan, masing-masing sekolah harus memiliki izin dari pihak komite. 

Pada tingkat SD, siswa masuk secara bergantian. Misal dalam satu kelas terdapat 30 siswa, maka di hari pertama hanya nomor absen 1 sampai 15 yang masuk, kemudian nomor absen 16 sampai 30 masuk di hari berikutnya. Sedangkan pada tingkat SMP dilakukan sistem shift tingkat kelas. 

Artinya SMP tidak mengacu pada nomor urut absen, tetapi kelas. Kelas tujuh masuk di minggu pertama, kelas delapan masuk minggu kedua, sedangkan kelas sembilan di minggu berikutnya. 

Berkenaan dengan hal itu, dikbud tidak memaksa jika para orang tua murid tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah dan pembelajaran masih dapat dilakukan melalui daring atau jarak jauh.

Artikel ini juga telah tayang di radartegal.com

Senin Hari Pertama Masuk Sekolah Kemendikbud Resmi Keluarkan Aturan Sekolah Tatap Muka, 104 Daerah Zona Hijau

Senin Hari Pertama Masuk Sekolah Kemendikbud Resmi Keluarkan Aturan Sekolah Tatap Muka, 104 Daerah Zona Hijau

BlogPendidikan.net
- Senin adalah hari pertama sekolah tahun ajaran baru dimulai. 
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan hari pertama tahun ajaran baru mulai 13 Juli 2020.

Walaupun telah ditetapkan masuk sekolah tanggal 13 Juli, tidak semua sekolah dibolehkan buka atau gelar tatap muka.

Tidak diperbolehkannya semua sekolah untuk menggelar tatap muka lantaran menghindari penularan dan klaster baru dari Covid-19.

Daerah yang diperbolehkan untuk tatap muka dalah zona hijau atau yang tidak terdampak Covid-19.

Namun dengan berbagai pertimbangan dan persetujuan pemerintah daerah setempat.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan alasan mengapa tetap membuat aturan masuk sekolah tanggal 13 Juli 2020.

Semula diisukan sekolah mulai awal tahun 2021.

Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengungkapkan alasan dimulainya kegiatan belajar pada bulan Juli 2020.


“Kenapa Juli? Memang kalender pendidikan kita dimulai minggu ketiga bulan Juli dan berakhir Juni. Itu setiap tahun begitu," kata Hamid dikutip Kompas.com.

Pelaksanaan sekolah dimulai pada tanggal 13 Juli ini akan diikuti oleh beberapa kabupaten atau kota.

Kabupaten kota yang dibolehkan dalam membuka sekolah untuk tatap muka adalah daerah zona hijau.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, sebelumnya juga telah memastikan proses KBM tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada Juli 2020.

Namun, apakah masuk sekolah dilakukan dengan tatap muka atau tidak, Nadiem menjawab sekolah yang berada di zona hijau sudah boleh melakukan tatap muka.


"Yang di zona hijau, kami mempersilakan pemerintah daerah melakukan pembelajaran tatap muka," ujar Nadiem Makarim dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

"Untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, itu dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.”

Namun, Nadiem menegaskan ada beberapa syarat yang harus dilalui sekolah jika ingin melakukan KBM dengan tatap muka.

Itu antara lain Kabupaten/kota harus zona hijau, pemerintah daerah harus setuju, sekolah harus memenuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka dan terakhir orang tua murid setuju pembelajaran tatap muka.

“Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan belajar dari Rumah secara penuh,” ujar Mendikbud.

Kemudian, Mendikbud juga menegaskan ada pengecualian siswa yang bisa masuk sekolah.

Tahapannya yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka, yakni jenjang SMP ke atas.

Artinya, jenjang SD ke bawah belum bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah meski berada di zona hijau.

"Kita telah mengambil keputusan bahwa zona hijau yang boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka," ujar Nadiem Makarim.

Untuk tahap pertama, siswa yang bisa mengikuti pembelajaran tatap muka ialah siswa jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, paket B.

Tahap kedua bagi jenjang SD, MI, Paket A dan SLB akan dilaksanakan dua bulan setelah tahap pertama.

Terakhir, tahap ketiga bagi jenjang PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal dilaksanakan dua bulan setelah tahap kedua.

"Jadi, siswa PAUD akan bisa masuk sekolah jika sudah lima bulan dari sekarang. Itu juga syaratnya harus berada di zona hijau," ujar Nadiem.

Saat ini berdasarkan update zona yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 BNPB Selasa (7/7/2020) ada 104 daerah zona hijau.

Ada tambahan 43 daerah yang dinyatakan masuk zona hijau dari awalnya cuma 61 daerah.

Keempat puluh tiga wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota tersebut, antara lain:

Provinsi Aceh - Aceh Barat Daya, Pidie, Simeleu, Gayo Lues dan Bener Meriah.
Provinsi Sumatera Utara - Labuhan Batu.
Provinsi Jambi - Bungo, Tanjung Jabung Timur, Tebo dan Merangin.
Provinsi Sumatera Barat - Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kota Solok, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan Kota Payakumbuh.
Provinsi Bengkulu - Bengkulu Selatan, Kaur, Mukomuko dan Seluma.
Provinsi Lampung - Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan dan Pesawaran.
Provinsi Riau - Kepeluauan Meranti dan Siak.
Provinsi Sumatera Selatan - Musi Rawsa Utara dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Provinsi Kalimantan Tengah - Sukamara.
Provinsi Kalimantan Barat - Kapuas Hulu dan Kayong Selatan.
Provinsi Sulawesi Tenggara - Muna Barat.
Provinsi Sulawesi Tengah - Banggai Kepulauan.
Provinsi Sulawesi Barat - Mamuju Utara dan Majene.
Provinsi Nusa Tenggara Timur - Flores Timur, Rote Ndao dan Timor Tengah Selatan
Provinsi Nusa Tenggara Barat - Bima.
Provinsi Maluku - Buru Selatan.
Provinsi Maluku Utara - Pulau Taliabu.
Provinsi Papua Barat - Manokwari Selatan.
Provinsi Papua - Mamberami Tengah.

Selanjutnya Dewi yang juga pakar epidemiologi menjelaskan terdapat enam puluh satu daerah yang hingga Minggu lalu (5/7/2020) tidak terdampak COVID-19.

Selain 43 daerah baru masuk zona hijau, ada 61 daerah yang tidak ditemukan kasus positif Covid-19.

Enam puluh satu daerah itu terdiri dari:

Provinsi Aceh - Pidie Jaya, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Timur dan Kota Subulussalam.

Provinsi Sumatera Utara - Pakpak Bharat, Nias Barat, Mandailing Natal, Padang Lawas, Nias, Nias Utara, Selatan, Humbang Hasundutan dan Nias Selatan.

Provinsi Riau - Rokan Hilir.

Provinsi Kepulauan Riau - Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas.

Provinsi Jambi - Kerinci.

Provinsi Bengkulu - Lebong.

Provinsi Lampung - Lampung Timur dan Mesuji.

Provinsi Kalimantan Timur - Mahakam Ulu.

Provinsi Sulawesi Tengah - Tojo Una-una.

Provinsi Sulawesi Utara - Bolaang Mongodow Timur dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Provinsi Sulawesi Tenggara - Konawe Kepulauan.

Provinsi Nusa Tenggara Timur - Sumba Tengah, Ngada, Sabu Raijua, Lembata, Malaka, Alor, Timor Tengah Utara, Manggarai Timur, Kupang, dan Belu.

Provinsi Maluku - Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Provinsi Papua - Yahukimo, Mappi, Dogiyai, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang, Asmat, Puncak, dan Intan Jaya.

Provinsi Papua Barat - Maybrat, Pegunungan Arfak, Tambrauw, dan Sorong Selatan.

Itulah perkembangan terbaru untuk daerah yang masuk kategori zona hijau.

Sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim beberapa hari sebelumnya telah mengumumkan jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru.

Semua daerah zona hijau dibolehkan untuk tatap muka dengan berbagai persyaratan yang telah ditemtapkan.

Masuk sekolah tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020.

Saat ini ada 104 daerah zona hijau diseluruh Indonesia.