Showing posts with label Teknik Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Teknik Pembelajaran. Show all posts

11 Jenis Istilah Dalam Pembelajaran Yang Sering Salah Pemahaman

11 Jenis Istilah Dalam Pembelajaran Yang Sering Salah Pemahaman

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali guru merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) teori pembelajaran; (2) pendekatan pembelajaran; (3) strategi pembelajaran; (4) metode pembelajaran; (5) teknik pembelajaran; (6) taktik pembelajaran; (7) tips atau trik pembelajaran; (8) keywords pembelajaran; (9) password atau klik pembelajaran; (10) prosedur pembelajaran; dan (11) model pembelajaran.

Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasan tentang penggunaan istilah tersebut.

Ada 11 Jenis Istilah Dalam Pembelajaran Yang Sering Salah Pemahaman atau salah mengartikan, adalah sebagai berikut:

1. Teori Pembelajaran

Teori pembelajaran adalah seperangkat prinsip/kaidah tentang fenomena belajar dan mengajar yang telah diuji kebenarannya oleh banyak pihak yang dapat digunakan untuk memformulasikan dan meramalkan kegiatan pembelajaran di tempat dan waktu yang berbeda. 

Beberapa teori pembelajaran yang terkenal adalah teori pembelajaran behaviorisme, teori pembelajaran kognitivisme, teori pembelajaran konstruktivisme, dan lain-lain. 

2. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut
pandang pendidik terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya
mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. 

Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat beberapa jenis pendekatan, antara lain: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada peserta didik (student centered approach); (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach); (3) pendekatan ekonomi pendidikan yang memandang anak sekolah sebagai investasi masa depan sehingga kegiatan pembelajaran harus dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang dapat mengembalikan investasi yang dibutuhkan selama sekolah baik kepada diri peserta didik, keluarga maupun kepada negara; (4) pendekatan agama memandang pendidikan dan pembelajaran sebagai bagian dari nilai ibadah sehingga nilai-nilai agama sangat mempengaruhi terhadap seluruh proses pendidikan dan pembelajaran

3. Strategi Pembelajaran

Strategi adalah ilmu dan kiat dalam memanfaatkan segala sumber yang
dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 

4. Metode Pembelajaran

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.
Metode adalah a way in achieving something. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. 

5. Teknik Pembelajaran

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya
pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara
spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah peserta didik yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah peserta didiknya terbatas. 

Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang peserta didiknya tergolong aktif dengan kelas yang peserta didiknya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. 

6. Taktik Pembelajaran

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. 

Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. 

Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembeilajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus seni (teaching is science and art).

7. Tips atau Trik Pembelajaran

Tips atau trik adalah kiat-kiat khusus yang bersifat unik untuk dapat diterapkan secara khusus dan tepat guna untuk mencapai suatu sasaran. Tip atau trik
pembelajaran adalah kiat-kiat khusus yang bersifat unik untuk dapat diterapkan
secara khusus dan tepat dalam kegiatan belajar dan mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. 

Contoh tips atau trik ini antara lain tips guru pada saat menghadapi peserta didik sedang mengantuk di kelas; tips guru untuk mengetahui peserta didik yang jujur atau yang nyontek pada saat menjawab soal-soal ujian; tips guru untuk membangkitkan setiap kelompok siswa dalam pembelajaran melalui metode diskusi, dan lain-lain. 

8. Keywords Pembelajaran

Keywords adalah kata-kata kunci yang memiliki makna dan hubungan yang
amat penting terkait dengan tema, topik, dan judul yang sedang dibahas dalam
kegiatan pembelajaran. Maka judul atau pokok bahasan harus ditulis di papan tulis sejak awal guru membuka pelajaran. Karena dengan ditulisnya pokok bahasan di papan tulis maka perhatian siswa akan tercurahkan kepada kata-kata kunci yang terkait dengan topik pembelajaran tersebut.

9. Password atau Klik Pembelajaran

Password atau kilk pembelajaran adalah satu tindakan dan atau satu ungkapan yang sangat menarik, unik, dan tepat sasaran sebagai kunci pembuka untuk membangkitkan gairah pembelajaran sehingga sejak awal hingga akhir kegiatan belajar mengajar nampak menarik, menantang, dialogis, dan penuh bermakna bagi peserta didik. Kalau keywords terkait dengan kata-kata kunci dalam tema dan pokok bahasan, maka password atau klik terkait dengan upaya guru untuk
membangkitkan semangat dan keunikan situasi dalam pembelajaran.

Contoh password ini adalah ungkapan guru: belajar adalah ibadah, berprestasi adalah indah, belajar adalah investasi; belajar adalah bagian dari perjuangan hidup, dan sebagainya.

Password dapat dibuat oleh guru sendiri dan atau mencari kata-kata mutiara atau ungkapan orang-orang terkenal yang sesuai dengan tema yang disampaikan. Hal ini dapat kita lihat pada buku-buku yang ditulis orang Barat umumnya pada setiap bab ada kata-kata mutiara atau ungkapan orang-orang terkenal yang terkait dengan tema dalam bab tersebut. 

10. Prosedur Pembelajaran

Prosedur adalah urut-urutan mengerjakan sesuatu, misalnya prosedur masak nasi, prosedur membuat KTP, prosedur mengajukan pinjaman ke bank, dan lain-lain. Prosedur pembelajaran adalah urutan-urutan pembelajaran mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi hingga feedback/umpan balik untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Prosedur umumnya disusun melalui bagan yang menunjukkan langkah-langkah atau urutan-urutan dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran. 

11. Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

12 Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia Menyimak

12 Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia Menyimak

BlogPendidikan.net
- Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun (dalam metode), berdasarkan pendekatan yang dianut. Teknik yang digunakan oleh guru bergantung pada kemampuan guru untuk berinovasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.

Dalam menentukan teknik pembelajaran ini, guru perlu mempertimbangkan situasi kelas, lingkungan, kondisi siswa, sifat-sifat siswa, dan kondisi-kondisi yang lain. Jadi, teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat bervariasi, dimana untuk metode yang sama dapat digunakan teknik pembelajaran yang berbeda-beda, bergantung pada berbagai faktor tersebut. 
Teknik pembelajaran ditentukan berdasarkan metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dianut. Dengan kata lain, pendekatan menjadi dasar penentuan teknik pembelajaran. Oleh karenanya, dari suatu pendekatan dapat diterapkan teknik pembelajaran yang berbeda-beda. 

Berikut ini adalah 12 Teknik Pembelajaran Menyimak yang biasa digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah:

1. Simak ulang ucap

Teknik simak ulang ucap biasanya digunakan dalam melatih siswa melafalkan dengan tepat unit-unit bahasa mulai dari unit terkecil sampai unit terbesar misalnya fonem, kata, kelompok kata, kalimat, dan paragraf atau wacana pendek. Model ucapan yang akan diperdengarkan dan tiru oleh siswa harus dipersiapkan secara cermat oleh guru. Bila memungkinkan guru dapat merekam model itu dalam pita rekaman.
2. Simak tulis (dikte)

Teknik simak tulis dikenal juga dengan dikte. Latihan dikte menuntut keseriusan siswa seperti memusatkan perhatian, mengenali fonem, tanda-tanda baca, penulisan huruf besar, membedakan ujaran langsung dan tak langsung, memperhatikan permulaan atau akhir paragraf dsb.

3. Simak kerjakan

Teknik simak-kerjakan dalam pengajaran menyimak digunakan dalam memperkenalkan dan membiasakan siswa akan suruhan atau perintah. Biasanya
suruhan atau perintah itu tersirat dalam kata kerja dasar, kata kerja berakhiran –
kan, -i, atau –lah. Model suruhan atau perintah dipersiapkan oleh guru lalu
disampaikan secara lisan kepada siswa.
4. Simak terka

Dalam teknik simak-terka, guru menyiapkan deskripsi suatu benda tanpa menyebutkan nama bendanya. Deskripsi tersebut disampaikan secara lisan
kepada siswa, kemudian siswa diminta menerka nama benda itu.

5. Memperluas kalimat

Guru mengucapkan kalimat sederhana. Siswa menirukan ucapan guru. Guru
mengucapkan kata atau kelompok kata. Siswa menirukan ucapan guru.
Selanjutnya siswa disuruh menghubungkan ucapan yang pertama dan kedua
sekaligus, sehingga menjadi kalimat yang panjang.
6. Menyelesaikan cerita

Guru bercerita siswa menyimak cerita tersebut dengan seksama. Guru berhenti bercerita, ceritanya baru sebagian. Cerita dilanjutkan oleh anak secara bergilir sampai cerita itu selesai sebagai suatu keutuhan. Cerita seperti ini seolah memaksa siswa untuk menyimak dengan teliti jalan ceritanya sambil menghayati cerita tersebut karena siswa dituntut menyelesaikan cerita secara bergilir.

7. Membuat rangkuman

Merangkum berarti menyingkat atau meringkas dari bahan yang telah
disimak. Dengan kata lain menyimpulkan bahan simakan secara singkat dan
kata-katanya sendiri. Siswa mencari intisari bahan yang disimaknya. Bahan
yang disimak sebaiknya wacana yang pendek dan sederhana sesuai dengan
tingkat kematangan anak.
8. Menemukan benda

Guru menyiapkan sejumlah benda. Benda itu sebaiknya yang sudah dikenal
siswa. Benda-benda dimasukkan ke dalam kotak terbuka. Guru menyebutkan
nama benda, siswa mencari bendanya dalam kotak dan menunjukkan kepada
guru atau temannya.

9. Bisik berantai

Guru membisikkan suatu pesan kepada seorang siswa. Siswa tersebut
membisikkan pesan itu kepada siswa kedua. Siswa kedua membisikkan pesan
itu kepada siswa ketiga. Begitu seterusnya. Siswa terakhir menyebutkan pesan
itu dengan suara jelas di depan kelas. Guru memeriksa apakah pesan itu benar-benar sampai pada siswa terakhir atau tidak.
10. Melanjutkan cerita

Kelas dibagi atas beberapa kelompok. Satu kelompok beranggotakan empat
orang. Orang pertama dalam satu kelompok bercerita, tetapi ceritanya beru
sebagian; dilanjutkan dengan oleh anggota kedua, dan ketiga, kemudian
disudahi oleh siswa terakhir.

11. Parafrase

Parafrase berarti alih bentuk. Dalam pembelajaran bahasa, paraprase biasanya diwujudkan dalam bentuk pengalihan bentuk puisi ke prosa atau memprosakan sebuah puisi. Guru mempersiapkan puisi sederhana yang sekiranya sesuai dengan karakteristik kelas yang dibelajarkan. Puisi tersebut dibacakan kepada siswa dan siswa menyimak dengan seksama. Pembacaan puisi tersebut hendaknya dengan jeda yang jelas dan intonasi yang tepat. Setelah selesai siswa disuruh bercerita isi puisi dengan bahasanya sendiri dalam bentuk prosa.
12. Kata kunci

Metode identifikasi tema, kalimat topik, dan kata kunci ini pada prinsipnya
sama. Perbedaannya terletak pada materi yang harus diidentifikasi. Identifikasi
tema untuk sebuah wacana atau cerita. Siswa disuruh menerka tema atau topik
maupun judulnya. Kalimat topik untuk semua paragraf. Sedangkan kata kunci
untuk sebuah kalimat. Apabila hal ini belum dapat dilaksanakan, guru dapat
melatih siswa dengan cara memberikan pertanyaan yang memancing ke arah
pengidentifikasian yang tepat. Hal ini juga baik untuk mengembangkan diskusi
kelas/kelompok, yang berarti pula memupuk kerjasama antar siswa. 

8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

8 Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran biasanya guru tanpa disadari telah menerapkan teknik-teknik dalam pembelajaran salah satunya adalah teknik ceramah. Teknik ini tidak lepas dari keseharian proses pembelajaran di kelas, ceramah salah satu teknik penunjang terhadap teknik-teknik lain yang akan diterapkan pada proses pembelajaran.

Pengertian Teknik Pembelajaran

Istilah Teknik dalam Pembelajaran didefinisikan dengan cara cara dan alat yang digunakan oleh guru dalam rangka mencapai suatu tujuan, langsung dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Azhar Arsyad, bahwa teknik yaitu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas dan merupakan pelaksanaan dari metode yang sifatnya impelementatif.

Selain strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran, terdapat juga istilah lain yang kadang-kadang sulit dibedakan, yaitu teknik dan taktik mengajar. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.

Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas (Nasrul Hakim dan Ali Sadikin)

Berikut 8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya :

1. Teknik Ceramah

Teknik ceramah ialah cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, yaitu di mana seorang guru menularkan pengetahuannya kepada siswa secara lisan atau ceramah.

Dengan kata lain teknik ini adalah sebuah teknik mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Teknik ini disebut juga dengan tehnik kuliah atau teknik pidato.

Kelebihan dari teknik ceramah :

Teknik ceramah ini ialah dapat mendorong siswa lebih fokus, guru bisa mengendalikan kelas dengan penuh, bisa diikuti oleh banyak anak didik, guru bisa menyampaikan pelajaran secara luas dan mudah dilakukan.

Kekurangan dari teknik ceramah :

Pada teknik pembelajaran ceramah ini ialah siswa lebih pasif, proses pembelajaran yang membosankan, membuat siswa mudah mengantuk, ada unsur paksaan agar mendengarkan, evaluasi proses belajar yang sulit dikontrol, dan proses pengajaran berfokus hanya pada definisi kata-katanya saja.

2. Teknik Diskusi

Teknik diskusi merupakan suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan dari teknik diskusi yaitu Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran- pikirannya.

Kelebihan dari teknik diskusi :

Metode ini dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada anak didik bahwa semua permasalahan selalu ada penyelesaiannya, siswa bisa berpikir lebih kritis, mendorong para siswa menyampaikan pendapatnya, mendorong siswa untuk memberikan masukkan dalam proses pemecahan masalah, mengambil beberapa alternatif pemecahan masalah, dan membuat siswa lebih paham mengenai toleransi pendapat sekaligus dapat mendengarkan orang lain.

Kekurangan dari teknik diskusi :

Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu. dan Tidak semua argument bisa dilayani atau di ajukan untuk dijawab.

3. Teknik Tanya Jawab

Teknik tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan menghahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.

Teknik tanya jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

Kelebihan dari teknik tanya jawab :
  • Situasi kelas lebih hidup karena para siswa aktif berpikir dan menyampaikan buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru.
  • Sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
  • Timbulnya perbedaan pendapat di antara para anak didik, membawa kelas pada situasi diskusi yang menarik.
Kekurangan dari teknik tanya jawab :
  • Siswa sering merasa takut, apabila guru kurang dapat medorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang dan akrab
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa dan mudah dipahami siswa
4. Teknik Pemberian Tugas (Individu atau Kelompok)

Teknik kerja kelompok adalalah suatu cara mengajar, di mana siswa di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka bekerja bersama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan tugas tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru.

Kelebihan dari teknik pemberian tugas :

Teknik pemberian tugas digunakan untuk melatih aktivitas, kretivitas, tanggung jawab dan disiplin peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting karena dalam kegiatan pengajaran tidak selamanya peserta didik mendapat pengawasan dari guru. Dan peserta didik mendapat kesempatan untuk melatih diri bekerja secara mandiri.

Kekurangan dari teknik pemberian tugas :

Apabila diberikan tugas kelompok, seringkali yang mengerjakannya hanya peserta didik tertentu saja. Sedangkan yang lainnya seringkali sibuk dengan kegiatan yang masing-masing.

5. Teknik Penemuan (Discovery) dan Simulasi

Teknik penemuan

Teknik penemuan merupakan proses di mana seorang siswa melakukan proses mental yang harus mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses mental ialah mengamati, mencerna, mengerti menggolong-golongkan, membuat dugaan membuat kesimpulan dan lain sebagainya. Sedangkan prinsip ialah siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Teknik simulasi

Teknik simulasi merupakan cara mengajar di mana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat dengan kata lain siswa sedang memegang peranan sebagai orang lain bukan dirinya sendiri.

Kelebihan dari teknik penemuan :
  • Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
  • Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing.
  • Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa.
  • Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
Kekurangan dari teknik penemuan :
  • Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
  • Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif.
  • Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
  • Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
  • Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
Kelebihan dari teknik simulasi :
  • Untuk mengembangkan kreatifitas siswa
  • Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
  • Mengurangi hal-hal yang verbalistik
  • Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
Kekurangan dari teknik simulasi :
  • Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
  • Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
  • Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
  • Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
6. Teknik Inquiri

Inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.

Teknik inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Kelebihan dari teknik inquiri :
  • Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka
  • Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
  • Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
  • Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
  • Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kekurangan dari teknik inquiry :

Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep

7. Teknik Karya Wisata

Teknik pembelajaran karya wisata ialah sebuah metode mengajar yang memanfaatkan lingkungan, tempat atau lokasi yang mempunyai sumber pengetahuan. Teknik mengajar yang satu ini dilakukan lewat pendampingan guru maupun orang tua apabila usia siswa masih sangat muda. Adapun teknik pendampingan ini bertujuan untuk menunjukkan pengetahuan yang harus dipahami siswa. Ada pun teknik karya wisata tersebut dapat dilakukan, baik di alam maupun di tempat-tempat yang bersejarah.

Kelebihan dari teknik karya wisata :
  • Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
  • Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung
  • Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
  • Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
Kekurangan dari teknik karya wisata:
  • Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal
  • Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
  • Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah
8. Teknik Eksperimen

Teknik eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.

Kelebihan dari teknik eksperimen :
  • Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
  • Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
  • Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan
Kekurangan dari teknik eksperimen :
  • Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya
  • Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.