Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts
Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

BlogPendidikan.net
- Salah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran. Dalam penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. 

Tempat duduk adalah salah satu fasilitas umum yang ada di sekolah, yang diperlukan siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Tempat duduk tentunya juga mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Bila memilih tempat duduk yang pas, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, dan sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan membuat nyaman siswa untuk duduk.

Cara mengatur tempat duduk yang nyaman dan menyenangkan.

1. Denah tempat duduk letter U

Tempat duduk yang seperti ini lebih memudahkan seorang guru untuk memberikan materi semua siswa akan memperhatikan guru dengan baik.. Tempat duduk yang seperti ini juga efektif untuk meminimalisir siswa yang kurang memperhatikan guru. Dengan menerapkan denah tempat duduk letter U guru bisa lebih efektif dalam mengawasi para siswanya.

2. Denah tempat duduk letter O

Tempat duduk yang seperti ini ditujukan untuk menyampaikan materi debat, sehingga para siswa lebih leluasa untuk mengemukakan pendapatnya.

3. Denah tempat duduk berkelompok

Tempat duduk seperti ini sangat efektif untuk menunjang proses belajar mengajar dengan metode berdiskusi. Tempat duduk yang seperti ini memudahkan para siswa nya untuk berdiskusi dengan teman satu kelompok nya. Para siswa bisa mengemukakan pendapatnya dengan jelas.

4. Denah tempat duduk model auditorium

Meskipun tempat duduk yang seperti ini tidak mendukung kegiatan belajar aktif dan mengurangi gerak siswa, tidak ada salahnya mencoba tempat duduk seperti ini untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar.

5. Denah tempat duduk berhadapan

Sama hal nya dengan denah tempat duduk berkelompok, model tempat duduk seperti ini juga efektif untuk menunjang kegiatan belajar dengan metode berdiskusi. Seorang guru harus menciptakan suasana kelas yang menyenangkan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena suasana belajar merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. 

Dengan pemilihan tempat duduk yang baik, diharapakan dapat menciptakan susana kelas yang aman, tenang, nyaman dan menyenangkan. Guru juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tercapai secara optimal. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Diantaranya adalah denang memodifikasi pola tempat duuk siswa karena guru kreatif adalah idola para siswa.

Dalam mengatur tempat duduk siswa juga harus memperhatikan beberapa faktor, di antaranya adalah: 

Pertama, siswa yang lambat memahami pembelajaran ditempatkan di bagian depan atau dekat dengan guru.
Menata tempat duduk juga harus memperhatikan kemampuan siswanya, dengan menempatkan siswa yang lambat dalam memahami pembelajaran di tempat duduk bgian depan atau dekat guru, harapannya adalah siswa tersebut menjadi lebih memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dengan jelas.

Kedua, siswa yang pintar duduk dengan siswa yang kurang pintar.
Sejatinya tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanyalah siswa yang kurang atau lambat dalam memahami pembelajaran. Dengan menempatkan siswa yang pintar duduk dengan siswa kurang pintar harapannya siswa yang pintar tersebut bisa membantu siswa yang kurang pintar apabila ada kendala atau kesusahan dalam proses pembelajaran.

Ketiga, me-rolling tempat duduk.
Supaya adil dalam pembagian tempat duduk, dan siswa pun tidak jenuh duduk di tempat yang sama, ada baiknya guru melakukan rolling tempat duduk sehingga siswa dapat merasakan tempat duduk yang berbeda. Pengaturan denah kelas atau tempat duduk siswa ternyata berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar. Banyak guru yang merasa kurang bisa mengendalikan kelas, sehingga tujuan pembelajaran sulit untuk dicapai. Untuk menghindari hal tersebut seorang guru bisa merubah tempat duduk siswanya agar lebih bervariatif.
Demikian Artikel ini tentang 5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman. semoga bermanfaat dan terimakasih.

6 Tips Agar Tidak Gagal Dalam Penguasan dan Pengelolaan Kelas

6 Tips Agar Tidak Gagal Dalam Penguasan dan Pengeloaan Kelas

BlogPendidikan.net
- Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas menjadi juru kunci keberhasilan siswa untuk mencapai hasil belajar yang efektif, maksimal dan efisien. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dalam mewujudkan keberhasilan pengelolaan kelas.

Berikut ada 6 tips agar tidak gagal dalam penguasaan dan pengelolaan kelas :

1. Memahami teori pembelajaran. 

Teori tentang pembelajaran harus dikuasai namun tidak diterapkan mentah-mentah. Referensi digunakan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa di lapangan. Karakter siswa berbeda di daerah pedesaan atau perkotaan, sekolah unggulan dan non unggulan. Itu artinya, mengelola pembelajaran tidak dapat disamaratakan caranya. Misalnya ketika mengelola pembelajaran di kelas non-unggulan akan berbeda dengan mengajar di kelas unggulan.

2. Menguasai materi pembelajaran

Guru harus menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan demikian guru akan percaya diri berdiri di depan kelas tanpa banyak melihat buku sumber. Tersendatnya pembelajaran sering disebabkan karena guru kurang menguasai materi pelajaran. Atau guru tidak siap mengajar karena situasi dan keadaan tertentu.

3. Gaya mengajar yang khas

Yang tak kalah penting adalah stil atau gaya mengajar yang ditunjukkan guru ketika menghadapi siswa di dalam kelas. Gaya mengajar meliputi penampilan, gaya dan cara berbahasa, serta sikap guru. Pembelajaran akan mudah dikelola melalui unsur-unsur stil mengajar yang disebutkan. Guru perlu memiliki stil mengajar yang khas.

4. Gunakan metode mengajar yang pas

Metode pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran dan peserta didik. Metode ceramah digunakan bila guru yakin akan kemampuan berceramah cukup memadai. Akan tetapi jika tidak memungkinkan, guru dapat menggunakan metode lain yang dianggap dapat memudahkan dalam mengatur siswa dengan baik.

5. Kontrol disiplin belajar

Disiplin pembelajaran dilaksanakan bersifat konsisten dan kontinyu. Ada aturan yang jelas dan spesifik sebelum memulai maupun mengakhiri pembelajaran. Misalnya, pelajaran belum akan dimulai sebelum semua siswa berada dalam. Kalau pelajaran sudah dimulai, siswa yang terlambat tidak boleh masuk kelas. Konsentrasi belajar akan buyar ketika siswa datang terlambat dan diizinkan masuk kelas. Atau dijinkan masuk kelas dengan ketentuan tertentu.

6. Kesiapan siswa

Tidak memulai pembelajaran kalau siswa belum siap adalah langkah efektif untuk mengelola siswa. Siap mental menerima pelajaran, siap peralatan belajar seperti alat tulis, dan lain sebagainya. 

Minimal dengan 6 tips di atas menjadi upaya berarti bagi guru dalam mengelola kelas dengan baik. Tentu saja masih banyak tips lain yang dapat dikembangkan dalam mengelola pembelajaran. Namun semuanya tergantung pada daya kreativitas dan inovasi masing-masing guru. Selamat mencoba.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

9 Tips Mengendalikan Kondisi Kelas Belajar Kelompok Agar Optimal

9 Tips Mengendalikan Kondisi Kelas Belajar Kelompok Agar Optimal

BlogPendidikan.net
- Diskusi kelompok merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik yang satu dengan siswa yang lainnya dalam satu kelompok. Dalam kelompok tersebut, peserta didik bisa berbagi informasi dan solusi atas berbagai hal yang terjadi pada proses pembelajaran. Guru berfungsi sebagai pembimbing yang menjadi pengarah sekaligus melaksanakan kegiatan supervisi keefektifan kelompok tersebut.

Sswa yang berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah pimpinan guru atau temannya untuk berbagi informasi, pemecahan masalah, atau pengambilan keputusan. Diskusi tersebut berlangsung secara terbuka. Setiap siswa bebas untuk mengemukakan ide-ide tanpa merasa ada tekanan dari guru ataupun dari temannya, dan setiap siswa harus mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan.

Berikut 9 tips mengendalikan kondisi kelas saat belajar kelompok agar optimal :

1. Menunjukan sikap tanggap

Guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul dari peserta didik dan memberikan berbagai tanggapan secara proporsional terhadap perilaku tersebut, dengan maksud tidak menyudutkan kondisi peserta didik, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik.

2. Membagi perhatian

Kelas diisi oleh peserta didik yang bervariasi, akan tetapi sejumlah peserta didik memiliki keterbatasan tertentu yang membutuhkan perhatian khusus dari guru. Namun demikan, perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu peserta didik atau satu kelompok tertentu saja yang dapat menimbulkan kecemburuan, perhatian guru harus berbagi dengan merata kepada setiap peserta didik yang ada di dalam kelas.

3. Memusatkan perhatian kelompok

Munculnya kelompok informal dikelas, atau pengelompokan karena di sengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.

4. Memberikan petunjuk dengan jelas

Untuk mengarahkan kelompok ke dalam pusat perhatian seperti dijelaskan sebelumnya, serta untuk memudahkan peserta didik menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya, maka tugas guru adalah menyampaikan setiap pelaksanaan yang harus dilaksanakan peserta didik secara bertahap dan jelas

5. Menegur

Permasalahan bisa terjadi dalam hubungan yang terbangun, baik antar peserta didik, mupun antara guru dengan peserta didik. Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan beban permasalahan yang terjadi serta menyesuaikan dengan tugas dan perkembangan peserta didik tidak memberikan efek penyerta yang dapat menimbulkan ketautan bagi peserta didik, namun memberikan kesadaran kepada peserta didik tentang masalah yang terjadi.

6. Memberikan penguatan 

Penguatan merupakan upaya yang diarahkan guru agar prestasi dan perilaku yang baik dapat dipertahankan oleh peserta didik atau bahkan mungkin ditingkatkan dan dapat ditularkan kepada peserta didik lainnya. Penguatan yang dimksud dapat berupa pemberian hadiah (reward) yang bersifat moril maupun materil namun tidak berlebihan.

7. Memodifikasi tingkah laku

Memodifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku ke dalam tuntutan kegiatan pembelajarn sehingga tidak muncul prototype pada diri peserta didik tentang peniruan perilaku yang kurang baik.

8. Pengelolaan Kelompok

Kelompok belajar di kelas merupakan bagian dari pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok juga bisa muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan, teman karena gender dan lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran, maka kelompok yang ada di kelas itu harus di kelola dengan baik oleh guru.

9. Menemukan dan Memecahkan Tingkah Laku yang Menimbulkan Masalah

Permasalahan memiliki sifat akan selalu ada (perennial) dan memberikan efek berkelanjutan (nurturan effect), oleh karena itu permasalahan akan muncul di dalam kelas, yang berkaitan dengan interaksi dan akan diikuti oleh dampak  pengiring yang besar bila tidak diselesaikan secepatnya. Guru harus dapat mendeteksi permasalahan yang muncul serta secepatnya mampu mengambil langkah-langkah penyelesaian, sehingga permasalahan tersebut akan cepat teratasi.

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh Didalam Kelas

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh di Dalam Kelas

BlogPendidikan.net
- Sudah menjadi hal biasa bagi guru, jika di dalam kelas gaduh/ribut, ada saja hal-hal yang membuat suasana kelas menjadi ribut, bisa saja dari siswa itu sendiri atau guru itu sendiri. Jika dari siswa lebih dominan saling mengejek terutama siswa tingkat paud dan dasar, sedangkan jika dari guru tersebur kurangnya penguasan kelas dan ketidak siapan dalam proses pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan faktor eksternel sampe terbawa dalam prosas pembelajaran yang tidak maksimal.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengatakan, bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas. Faktor yang pertama
yaitu intern siswa, faktor ini meliputi emosi, pikiran, dan perilaku siswa. Dapat
dikatakan bahwa faktor intern siswa berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri,sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor ektern siswa, yang meliputi masalah lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa dikelas, dsb

Berikut 14 tips bagaimana mengatsi ribu, gadu yang terjadi didalam kelas :

1. Hindari mengetuk-ngetuk papan tulis atau white board saat mendiamkan siswa.

2. Mngangkat tangan sambil bersikap diam. Mintalah siswa melakukan hal yang sama. Saya jamin kelas anda akan tenang, lakukan berulang bila anda ingin siswa anda diam

3. Hindari berteriak untuk mendiamkan siswa. Teriakan anda hanya akan menambah kebisingan yang sudah terjadi

4. Jangan menggunakan suara dengan nada keras "woiii diammm"

5. Jangan menggunakan suara “ssssssssttttttttt”

6. Sesekali berjalan berkeliling diantara tempat duduk siswa, guna melihat apa yang dilakukan siswa.

7. Lakukan permainan seperti Ice Breaking, saat kelas Anda ribut

8. Ucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada siswa yang sudah siap mendengarkan anda. Misalnya ” terima kasih Adam, terima kasih Ani… dst

9. Berjalanlah saat  di dalam kelas dan berinteraksilah dengan semua siswa.

10. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran didalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.

11. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik, seperti bertepuk tangan , tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis.

12 Buatlah materi pembelajran yang menarik bagi anak, buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran jangan tegang saat mengajar, gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.

13. Selipkan humor dikala mengajar, seperti permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap.

14. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.

Demikian tips buat Anda, semoga bermanfaat. dan jangan lupa berbagi.

Tips Menata Ruang Kelas Agar Nyaman, Rapi dan Menyenangkan, Menurut Para Ahli

Menata Ruang Kelas Agar Nyaman, Rapi dan Menyenangkan

BlogPendidikan.net
- Kelas merupakan taman belajar bagi peserta didik dan menjadi tempat mereka, bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun emosional. Oleh karena itu kelas harus dikelola sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang nyaman, rapi dan menyenangkan. 

Menurut Ahmad, Syarat-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi, bersih, sehat, tidak lembab, (2) cukup cahaya yang meneranginya, (3) sirkulasi udara cukup, (4) perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi, dan (5) jumlah peserta didik tidak lebih dari 40 orang.

Menata Ruang Kelas

Pada prinsipnya sistem belajar yang kita anut di SD adalah sistem klasikal. Tetapi ada beberapa metode mengajar yang tidak selalu memakai sisten klasikal, misalnya metode eksperimen, diskusi kelompok, dan lain sebagainya. 

Dalam penataan ruang kelas, almari kelas dapat ditempatkan disamping papan tulis atau disamping meja guru. Jika ada almari kelas tambahan dapat ditaruh dibelakang kelas, sebaiknya almari tersebut terbuat dari kaca untuk penyimpan piagam,vandel, dan kepustakaan kelas. Pengaturan tempat perabot kelas dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan keadaan atau kondisi setempat. (Dirjen Dikti).

Menata Perabot Kelas 

Ahmad, menyatakan “perabot kelas adalah segala sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan kelas.” Menurut Djauzak Ahmad, perabot kelas meliputi : (a) papan tulis, (b) meja kursi guru, (c) meja kursi peserta didik, (d) almari kelas, (e) jadwal pelajaran, (f) papan absensi, (g) daftar piket kelas, (h) kalender pendidikan, (i) gambar-gambar, (j) tempat cuci tangan, (k) tempat sampah, (l) sapu dan alat pembersih lainnya, dan (m) gambar-gambar alat peraga. 

Dari pendapat tersebut dapat diuraikan bagaimana mengelola ruang kelas agar nyaman, rapi dan menyenagkan sebagai berikut :

1. Papan Tulis

Papan tulis harus cukup besar dan permukaan dasarnya harus rata.Warna dasar papan tulis yang mulai menipis atau belang harus segera di cat ulang. Papan tulis harus ditempatkan di depan dancukup cahaya. Penempatannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga peserta didik yang duduk dibelakang masih melihat atau membaca tulisan yang paling bawah

2. Meja kursi Guru

Meja kursi guru ukurannya disesuaikan dengan standart yang ada, meja guru berlaci dan ada kuncinya, meja kursi guru ditempatkan di tempat strategis, misalnya di kanan atau di kiri papan tulis, supaya tidak menghalangi pandangan peserta didik ke papan tulis.

3. Meja kursi Peserta didik

Meja kursi peserta didik ditata sedemikian rupa sehinggga dapat menciptakan kondidsi kelas yang menyenangkan, ukuran mejadan kursi disesuaikan dengan ukuran badan peserta didik dan dilengkapi dengan tempat tas atau buku.

4. Alamari Kelas

Alamari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis atau sebelah kiri atau kanan dinding bisa juga diletakkan di sebelah meja guru.

5. Jadwal Pelajaran

Jadwal pelajaran ditempatkan di tempat yang mudah dilihat.

6. Papan Absensi

Papan absensi ditempatkan di sebelah papan tulis atau di dinding samping kelas. Guru juga harus memiliki catatan daftar hadir peserta didik di buku khusus, karena daftar hadir di papan diganti setiap hari sesuai keadaan.

7. Daftar Piket kelas

Daftar piket kelas ditempatkan di samping papan absensi.

8. Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan ditempel pada tempat yang mudah dilihat.

9. Gambar-Gambar

Gambar Presiden, Wakil Presiden, dan lambing burung Garuda Pancasila ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis, posisi penempatannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

10. Tempat Cuci Tangan dan Lap Tangan

Tempat cuci tangan dan lap tangan diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk.

11. Tempat sampah 

Tempat sampah diletakkan di sudut kelas. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan.

Demikian tips bagaimana mengelola kelas menjadi nyaman dan efektif dalam melaksanakan pembelajaran.

Sumber : academia.edu

Hambatan Guru, Ini Tips Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan Guru PNS

Hambatan Guru Naik Pangkat, Ini Tips Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan Guru PNS

BlogPendidikan.net
- Setiap guru pasti menginginkan kenaikan pangkat dengan cepat, namun pada pelaksanaannya terdapat banyak hambatan. Ada banyak perbedaan mendasar dalam sistem kenaikan pangkat guru berdasarkan Permenpan dan RB Nomor 16 tahun 2009 ini dengan peraturan sebelumnya yang menjadi dasar system kenaikan pangkat guru. Bila berdasarkan Kepmenpan Nomor 83/1994, guru relatif mudah dalam proses pengumpulan angka kredit, sehingga lebih cepat dan mudah naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.

Apa saja yang menjadi hambatan bagi guru PNS dalam pengajuan kenikan pangkat dan golongan pada tingkat diatasnya.

Budaya kerja:

- Guru lebih banyak berorientasi wicara daripada menulis 
- Guru lebih suka mengajar daripada menulis
- Rendahnya keterlibatan guru dalam kegiatan seminar, workshop diklat dan lainnya

Hambatan administratif

- Kelemahan mengarsipkan surat, SK, surat tugas atau bukti fisik lainnya
- Kelemahan menyajikan bukti-bukti untuk kenaikan pangkat
- Kelemahan dalam pemahaman peraturan tentang jabatan guru
- Ketidaktepatan waktu pengusulan berkas kenaikan pangkat

Hambatan struktural

- Keterlambatan dalam pengajuan kenaikan pangkat. Guru sering terjebak pada rutinitas, sehingga usul kenaikan pangkatnya kadang terlambat disampaikan atau karena persyaratan yang tidak kunjung lengkap.
- Keterbatasan tenaga Tim Penilai Angka Kredit Guru baik.

Untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut ada 5 tips yang harus ditempuh guru sehingga proses kenaikan pangkat dan jabatan guru dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Tips agar cepat pengurusan kenaikan pangkat dan golonga bagi guru PNS :

1. Penuhi tugas-tugas mengajar

Beban kerja guru untuk mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan dan/atau melatih paling sedikitnya 24 jam tatap muka bagi guru kelas atau guru mata pelajaran. Sedangkan bagi guru Bimbingan dan Konseling 150 peserta didik dalam 1 tahun. Oleh karena itu setiap guru harus mampu memenuhi jam wajib mengajar tersebut atau jumlah bimbingan yang dibuktikan dengan SK Pembagian Tugas Mengajar dari Kepala Sekolah/ Madrasah.

2. Pahami peraturan yang ada

Guru merupakan sebuah profesi. Didalamnya banyak peraturan yang menaungi guru dalam rangka mengembangkan profesi tersebut. Sudah selayaknya bagi setiap guru senantiasa memahami peraturan yang ada guna mewujudkan guru yang professional. Peraturan peraturan yang ada banyak dimuat dalam sebuah buku, jurnal, surat edaran, majalah, internet dan lain-lain tinggal peran aktif dari guru yang bersangkutan untuk mengaksesnya.

3. Tingkatkan kemampuan kamu menulis

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hal yang menjadi kendala guru sulit untuk naik pangkat adalah karena ketidakmampuan dalam menyusun karya tulis ilmiah. Padahal saat ini setiap guru yang akan naik pangkat jabatan ke golongan III/c sudah diwajibkan membuat karya tulis ilmiah. Oleh karena itu mulai saat ini guru harus segera membiasakan untuk menulis karya tulis ilmiah dan menguasai cara menulis karya tulis ilmiah. Kemampuan menulis sudah selayaknya melekat pada profesi seorang guru. Guru tidak boleh lagi apatis karena merasa tidak mampu menulis sehingga enggan, malas bahkan pasrah ketika menghadapi sebuah tuntutan dalam membuat karya tulis. Untuk mengasah kemampuan dalam menulis, seorang guru harus mau belajar dan yang paling penting adalah senantiasa membiasakan dalam menulis.

4. Penuhi syarat administratif

Pemenuhan syarat administratif ini juga berkaitan dengan poin 2 di atas yakni guru harus paham terhadap peraturan yang ada khususnya peraturan tentang jabatan fungsional guru serta peraturan yang lainnya berkaitan dengan peningkatan karir profesi seorang guru.

5. Carilah dan bertanya pada orang yang berpengalaman

Mengurus kenaikan pangkat guru cukup rumit dan harus senantiasa menyesuaikan dengan birokrasi yang sudah ditetapkan. Tak jarang para guru mengalami kesulitan atau bingung dalam mengurusnya. Jangan malu untuk bertanya pada pihak-pihak yang memang paham. Anda bisa bertanya pada sesama rekan atau bertanya langsung pada Penilai Angka Kredit atau Pegawai Dinas Pendidikan yang mengurus masalah kenaikan pangkat guru. Mintalah penjelasan secara terperinci mengenai langkah-langkah pengurusan hingga dan berbagai informasi penunjang lainnya.

Demikian penjelasan singkat ini tentang kenaikan pangkat guru PNS, semoga Anda dalam pengajuan pangkat tidak ada hambatan, dan mendapatkan pangkat dan golongan baru.

Tips Buat Guru dan Sekolah Saat PTM Terbatas 2 Jam Pelajaran

Tips Buat Guru dan Sekolah Saat PTM Terbatas 2 Jam Pelajaran

BlogPendidikan.net
- Tahun pelajaran baru 2021-2022 sudah didepan mata, sekolah yang telah diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, tentunya sudah mempersiapkan segala kelengkapan terkait prosedur kesehatan dan keselamatan peserta didik dari Covid-19.

Tentunya sekolah bersama guru mempersiapkan kelengkapan dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas). mulai dari prosedur kesehatan, jadwal pembelajaran, pembagian kelas saat PTM terbatas, pembagian kelompok kecil PTM Terbatas dan PJJ.

Lalu bagaimana memaksimalkan proses pembelajaran dengan durasi 2 jam tatap muka perhari! guru bersama sekolah memiliki peran penting dalam menentukan proses pembelajaran tersebut berhasil dengan koordinasi sesama guru dan orang tua siswa dalam mengatur kesepakatan PTM terbatas dan PJJ.

Berikut tips buat guru dan sekolah dalam pelaksanaan PTM terbatas dengan durasi waktu 2 jam pelajaran:

1. Melibatkan Orang Tua Siswa

Mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa, merupakan langkah awal memberi pemahaman kepada orangtua siswa tentang rencana membuka kembali sekolah yang lama ditutup. Pembelajaran yang selama ini hanya dilakukan jarak jauh, tentu perlu adanya pembiasaan baru lagi. Untuk membuka kembali sekolah perlu adanya koordinasi matang bersama orangtua siswa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Kepala sekolah perlu melibatkan gugus tugas Covid-19 di daerah tersebut, hal ini agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

2. Lakukan Observasi dan Tes Awal Pembelajaran

Sebelum melakukan pembelajaran hendaknya guru melakukan observasi melihat kondisi kesehatan dan kesiapan siswa dalam PTM Terbatas, selanjutnya guru bisa melakukan tes awal (pre-tes) kepada siswa dari materi saat diajarkan PJJ. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan pemahaman siswa terhadap materi terdahulu.

3. Menyusun Jadwal Pelajaran Yang Sesuai Durasi Jam Yang Disepakati

PTM terbatas tentunya berbeda dari pembelajaran tatap muka dalam kondisi normal, jadwal yang disusun harus berdasarkan kesepakatan sekolah dan berdasarkan kurikulum yang diterapkan oleh sekolah saat kondisi darurat (Pandemi). Saran sebaiknya menggunakan kurikulum darurat Covid-19.

4. Merangkum Materi Untuk PTM Terbatas

Hal ini penting dilakukan oleh guru, jika semua materi yang berada di buku pelajaran baik siswa ataupun buku peganggan guru dengan durasi waktu yang singkat proses pembelajaranya dipastikan tidak akan tuntas, jadi sangat disarankan sebelum memulai pembelajaran merangkum materi yang akan di sajikan pada hari tersebut agar mencapai ketuntasan sampai pada evaluasi.

5. Gunakan Model Pembelajaran Campuran

Model pembelajaran campuran yang dimaksud adalah mdel pembelajaran yang bisa diterapkan pada PTM terbatas dan PJJ. agar materi yang bidapat pada PTM terbatas bisa dilanjutkan pada proses PJJ dihari tidak tatap muka.

6. Siapkan Media Pembelajaran Yang Eferktif dan Efisien

Media pembelajaran merupakan sarana penyampaian materi pembelajaran secara kongkrit, dengan media pembelajaran yang efektif dan efisien, bisa mencapai hasil belajar siswa sesuai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang digunaka sebaiknya yang mudah digunakan dan dipahami suswa.

7. Ciptakan Suasana BelajarIinovatif dan Menyenangkan 

Guru hendaknya lebih berinovasi menciptakan PTM dengan tetap menjalankan prokes ketat namun tetap menyenangkan. Pembelajaran lebih ditekankan pada proses, jangan menekankan pada hasil yang berdampak pada psikologis siswa. Setelah hampir satu setengah tahun siswa belajar dari rumah, tentu dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan agar siswa dapat kembali menemukan ritmenya dalam belajar.

8. Pantau Kondisi Psikologis Siswa 

Walau pembelajaran telah berlangsung dengan aktif, inovatif, serta menyenangkan, guru tetap perlu memantau kondisi psikologis siswa sendiri.  Sekolah perlu melibatkan psikolog terhadap kondisi psikologis siswa yang terdampak terlalu lama belajar dari rumah. Hal tersebut perlu dilakukan agar siswa yang terbiasa sendiri belajar dengan gawainya, kini dihadapkan belajar bersama teman-teman. 

Semoga tips ini bisa memberikan edukasi kepada guru, dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas) di Tahun Pelajaran baru 2021-2022.

Tips Mengajar Efektif dan Efisien di Masa Pandemi

Tips Mengajar Efektif dan Efisien di Masa Pandemi

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran baik PJJ dan PTM terbatas, pasti memiliki tips dan trik agar proses pembelajaran bisa terlaksana dengan baik, dan mencapai tujuan yang di inginkan pada saat pembelajaran.

Tips ini bisa berguna buat Bapak/Ibu guru yang saat ini mempersiapkan skema pembelajaran tatap muka terbatas. Tips ini sudah dibagikan oleh Kemendikbud Ristek dalam menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dan tips ini juga sangat berguna untuk diterapkan pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas).

Apa saja tipsnya dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) :

Jangan Stres

Memang, pasti tidak mudah, penuh kebingungan, dan penuh ketidakpastian. hal ini adalah normal yang dialami para guru, tidak perlu khawatir. Harus tetapi yakini bahwa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah keluar dari zona nyaman tersebut. Itu satu-satunya cara untuk memperbaiki diri.

Berbenah dari kondisi normal yang biasa dialami dan dilakukan oleh guru, dengan tantangan pembelajaran tetap muka terbatas dan PJJ. yang harus diterapkan pada kondisi pandemi saat ini.

Membagi Kelompok Kelas Menjadi Kelompok Yang Lebih Kecil

Guru harus mampu beradaptasi dengan keadaan saat ini, ini tantangan bagaimana guru biasa kreatif saat proses pembelajaran, dengan cara membagi kelompok belajar menjadi kelompok kecil.

Dan tidak semua siswa punya level kompetensi yang sama, yang unggul di satu bidang belum tentu unggul di bidang yang lain. Cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama.

Menerapkan Project Based Learning

Mendikbud menyarankan agar para guru dapat mencoba project based learning. Belajar dari rumah bukan berarti harus belajar sendiri. Ajak murid untuk belajar berkolaborasi dengan teman-temannya di dalam suatu grup. Ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong satu sama lain. Dan secara otomatis, azas gotong royong mereka terbentuk. Tidak akan langsung lancar, tetapi harus mulai dicoba. Jangan meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya jika mereka saling tergantung dengan murid lainnya.

Menerapkan Model Pembelajaran Kombinasi Saat PTM Terbatas

Metode atau model Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lebih disarankan kepada Bapak dan Ibu guru menerapkan metode atau model campuran yakni blended learning dengan metode penerapannya flipped classroom. Bisa menggabungkan proses pembelajaran PTM terbatas dan PJJ.

Mengalokasikan Lebih Banyak Waktu Bagi Yang Tertinggal

Momen belajar PJJ merupakan kesempatan untuk memberikan fokus yang lebih banyak kepada siswa yang tertinggal dalam pembelajaran. Sehingga mereka bisa lebih percaya diri ketika mereka bergabung lagi di kelas saat pembelajaran tatap muka terbatas diterapkan sehingga bisa mengejar ketertinggalan.

Fokus Kepada Waktu Yang Terpenting

Selain melakukan eksperimentasi pada alokasi waktu. Guru juga bisa membagi konsep-konsep dasar yang tertinggal. Menggaris bawahi materi yang paling penting inilah diharapkan dapat membantu siswa agar mampu mengejar ketertinggalan mereka di sekolah.  Selain itu, dengan melakukan hal ini, diharapkan siswa juga dapat sukses dalam menghadapi kemampuan yang sudah mereka miliki.

Karena pembelajaran di masa darurat ini tidak ada keharusan untuk mengejar ketuntasan kurikulum, maka inilah saat yang tepat untuk bereksperimen dengan alokasi waktu. Daripada kejar tayang semua topik, mungkin ini kesempatan emas untuk menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murid-murid untuk bisa sukses di mata pelajaran apapun. Contohnya seperti di literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Saling Interaksi dan Berbagi Informasi Sesama Guru

Mengajak para guru untuk tidak enggan saling berbagi informasi antar sesama guru. Ini akan meningkatkan semangat guru. Siapa bilang guru tidak butuh melakukan tukar pikiran terhadap sesama guru. Di masa yang serba membingungkan seperti ini hal itu sangat dibutuhkan. Guru disarankan meminta bantuan sesama guru untuk memberikan timbal balik dalam metode pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas mereka.

Menjalani Dengan Hati Bahagia

Mendikbud mengatakan kondisi krisis ini memang tidak mudah. Namun, ia mengingatkan agar guru tetap menjalankan perannya sebagai pendidik dengan hati yang senang. Mengajar memang tidak mudah, tapi tidak harus membosankan. Walaupun kita dalam krisis, ini saatnya kita mencoba hal-hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu, tapi di dalam hati kita merasa bahwa ini yang terbaik untuk para murid kita. Maka inilah saat kita mendengarkan insting kita sebagai guru dan orang tua dan bukan mengikuti proses seadanya.

Demikian tips mengajar dari Mendikbud Ristek, semoga bermanfaat. jangan lupa untuk berbagi... 💪💪

Tips Bagi Guru Agar Berhasil Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Tips Bagi Guru Agar Berhasil Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
image source : radarjombang.jawapos.com

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran tatap muka yang akan digelar pada tahun ajaran baru 2021/2022 pada juli, banyak menimbulkan perdebatan dan pertanyaan. Pembelajaran tatap muka terbatas hanya akan digelar pada daerah yang tidak menerapkan PPKM.

Sementara dalam pelaksanaannya kapasitas siswa 20 persen saja dan Jumlah jam tatap muka 2 jam dalam sepekan, hal ini menimbulkan pertanyaan dikalangan guru dan orang tua. Sedangkan dalam Revisi SKB 4 Menteri tidak ada disebutkan hal tersebut. Namun Kemendikbud Ristek menyampaikan hal tersebut tidak ada disampaikan dalam SKB 4 Menteri, jadi harus berpedoman pada Panduan tersebut.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meminta penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal esensial atau penting. Sesditjen GTK Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani menekankan, tidak ada tekanan bagi guru dalam menuntaskan kurikulum. Karena, PTM terbatas dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.


Namun guru harus tetap merancang proses pembelajaran sesuai pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas yang dikeluarkan oleh pemerinta. Agar berhasil dan sukses dalam pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas dirangkum dari beberapa sumber, berikut tips agar berhasil saat pembelajaran tatap muka terbatas :

1. Lakukan koordinasi 

Kewenangan untuk membuka sekolah sekarang ada pada Pemerintah Daerah. Maka sekolah perlu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan atau untuk madrasah melalui Kemenag agar bisa mendapatkan izin pembelajaran tatap muka. Sekolah juga perlu mendiskusikan rencana pembukaan sekolah ini dengan komite sekolah sebagai perwakilan orangtua di sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendapatkan dukungan dalam pembukaan sekolah.

2. Sosialisasi 

Sosialisasi ini dilakukan untuk dua tujuan. Pertama, untuk mendengar pendapat orangtua mengenai rencana dibukanya pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Kedua, memastikan orangtua mempersiapkan anaknya untuk mematuhi protokol kesehatan saat kembali belajar di sekolah. Bila ada orangtua keberatan anaknya belajar tatap muka di masa pandemi ini, maka sekolah perlu bersiap diri mempersiapkan melayani pembelajaran untuk anaknya. Pilihan pembelajaran daring atau luring tetap bisa dilaksanakan.

3. Menyiapkan sarana dan protokol kesehatan 

Kesiapan fisik sekolah seperti sarana sanitasi dan kebersihan, kesiapan menerapkan masker dan memiliki thermogun, fasilitas pelayanan kesehatan, sampai kepada peraturan pembelajaran di sekolah yang terintegrasi dengan kesepakatan dengan orangtua. Misalnya peraturan mengantar dan menjemput anak, pengaturan jarak tempat duduk, pembatasan jumlah siswa perkelas, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan anak di sekolah.


4. Simulasi 

Simulasi ini harus diikuti kepala sekolah, guru maupun tenaga kependidikan sekolah. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya persiapan dalam mempersiapkan mental belajar tatap muka di sekolah. Sekaligus, memastikan protokoler kesehatan dilaksanakan baik warga sekolah. Sekolah juga harus memiliki pemetaan warga sekolah yang memiliki comorbid atau penyakit bawaan, tidak memiliki akses transfortasi yang aman, sampai pada pemetaan memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat resiko Covid-19 yang tinggi. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya pemetaan pencegahan Covid-19 terjadi disaat pembelajaran tatap muka. Hal ini bisa dilakukan dengan kerja sama bersama puskesmas atau dinas kesehatan setempat. Fungsi tenaga UKS (usaha kesehatan sekolah) harus dioptimalkan untuk memantau siswa mematuhi protokol kesehatan saat berada di sekolah sampai mereka pulang.

5. Satgas belajar tatap muka 

Kepala sekolah, guru dan orang tua harus memahami bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pademi tidaklah sama belajar di masa normal. Hal ini akan besar pengaruhnya terhadap efektifitas belajar dan resiko yang akan dihadapi di saat anak berada di sekolah. Dalam prosesnya kepala sekolah dapat membentuk tim satgas pembelajaran tatap muka serta tim Monev yang tergabung dalam Tim UKS serta Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Tim ini membuat jadwal siswa yang hadir di sekolah pada waktu dan hari yang ditentukan serta mensinkronkan dengan jadwal pelajaran yang ada. Baik jadwal tatap muka maupun jadwal saat pembelajaran daring. 


6. Jadwal Terintegrasi 

Jadwal yang dipersiapkan harus ada pertimbangan terhadap kesiapan orang tua dalam mengantarkan anak serta menjemputnya kembali di sekolah. Jadwal pelajarannya harus sinkron dengan pembelajaran daring yang selama ini telah dijadwalkan. Artinya pihak sekolah menyusun jadwal pembelajaran tatap muka yang mengarah kepada pembelajaran yang memerlukan kegiatan siswa seperti praktik maupun uji coba. 

Sementara untuk jadwal dan materi pembelajaran daring lebih menekankan kepada pembelajaran teori atau pembelajaran sifatnya tidak memerlukan tatap muka langsung. Cara ini membuat pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring terintegrasi dengan baik. Resiko anak-anak berkumpul dan bermain juga dapat dikurangi. Tentunya kita semua berharap pembelajaran tatap muka ini bukan jalan menyiapkan klaster baru Covid-19. Sekali lagi, sekolah harus aman bagi guru dan siswa.

7. Analisa kompetensi dasar

Sebelum pembelajaran tatap muka terbatas berjalan, guru harus melakukan analisis untuk menemukan kompetensi esensial bagi siswa. Salah satu caranya adalah menyederhanakan (bukan memadatkan) materi untuk memperpendek waktu pembelajaran. Hasilnya adalah waktu yang disediakan juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan keterampilan hidup siswa.


8. Kenali kemampuan siswa

Pada awal pertemuan PTM terbatas, selama 1-2 minggu siswa diberikan pembelajaran dengan materi pengulangan dari yang sudah disampaikan pada saat belajar dari rumah. Guru perlu mengidentifikasi keterampilan-keterampilan yang sudah dan belum dikuasai siswa. Hasil identifikasi tersebut menjadi bahan materi pembelajaran selanjutnya. Upaya ini untuk meminimalisir learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa saat mereka harus belajar dari rumah.

9. Kolaborasi

Kepala sekolah harus bekerja sama dengan guru untuk mendesain program pembelajaran dan menentukan pelaksanaan program sekolah, seperti literasi atau program kekhasan lainnya. Setelah itu guru dapat merancang rencana pembelajaran dalam satu semester.

Rencana pembelajaran didesain dengan sederhana, memuat langkah-langkah esensial dalam setiap minggunya. Setiap minggu ditulis dengan jelas kemampuan apa yang harus dicapai siswa dan tema apa yang diangkat.

10. Memaksimalkan pencapaian kompetensi

Pada awal pembelajaran, guru memberi topik yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai siswa. Misalnya hari ini siswa akan bermain dengan air. Siswa dapat diarahkan membaca buku fiksi tentang air untuk meningkatkan minat mereka.

Setelah itu siswa dapat diminta untuk membentuk kelompok, lalu melakukan permainan dengan air. Bisa melalui pelajaran IPA belajar konsep tekanan air, pelajaran PPKn tentang cara menghemat penggunaan air untuk belajar hak dan kewajiban, atau bahkan matematika belajar menghitung debit air.


Setelah selesai, siswa diminta untuk menceritakan kembali apa yang telah dilakukannya, bisa secara lisan (berbicara dan menyimak) maupun tertulis. Jangan lupa tambahkan video pendukung pembelajaran yang dapat menguatkan materi yang telah diterima mereka.

11. Lakukan pembagian kelompok siswa PJJ dan PTM

Dalam pembelajaran tatap muka terbatas, ada ketentuan yang harus dipatuhi tentang kapasitas siswa dalam satu kelas yakni 20-50 % saja, dan tatap muka terbatas dilakukan dua hari dalam satu pekan masing-masing dua jam pertemuan. Tidak menutup kemungkinan guru akan membagi kelompok dalam proses pembelajaran PJJ dan PTM.

12. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Jadwal Pembelajaran

Menyususn jadwal tatap muka terbatas dalam satu bulan hingga satu semester pembelajaran, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun berdasarkan kondisi dan keadaan disekolah masing-masing.

Yang perlu diingat dalam pembelajaran tatap muka terbatas, melibatkan semua pihak yakni orang tua siswa, guru, dan pemerintah daerah sebagai penentu kebijakan PTM atau tidak.

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

BlogPendidikan.net
Menjadi guru bukanlah merupakan tugas yang mudah. Seorang guru tidak hanya dituntut untuk bisa mengajarkan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya, terlebih jika bisa menjadi guru favorit yang disukai para siswa..

Untuk menjadi seorang guru yang disukai murid di zaman milenial sekarang merupakan  tantangannya cukup sulit. Anak-anak generasi milenial cenderung merasa paham semuanya. Tentu saja ini karena banyaknya informasi yang tersedia secara gratis dunia maya. Anak-anak menjadi overload knowledge, sehingga cenderung merasa lebih pintar dari guru. Anak-anak yang kurang mendapat pendidikan karakter dari rumah, akan bersikap seenaknya pada guru. Mulai dari membantah perkataan guru, membangkang tugas yang diberikan guru, dan tindakan tidak sopan lainnya.

Sepertinya menghadapi murid zaman sekarang membutuhkan keahlian yang lebih. Tidak cukup hanya bermodalkan pengetahuan tentang materi pelajaran, melainkan juga pengetahuan lain sebagai ilmu pendukung. Hal ini dikarenakan perubahan zaman yang tidak bisa kita hindari. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang ibarat dua sisi mata pisau bagi manusia. 

Anak-anak yang terpapar kemajuan teknologi ini membutuhkan bimbingan dari guru yang juga mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, seorang guru wajib menambah ilmunya setiap saat agar dapat selangkah lebih maju dari anak-anak muridnya. Setidaknya usaha ini dilakukan agar menjadi seorang guru yang disukai murid.


Berikut ini adalah 10 tips singkat menjadi guru favorit yang di sukai siswa :

1.Tulus dalam mendidik

Salah satu kunci kesuksesan di dalam mendidik siswa adalah segalanya diawali dengan ketulusan. Ketulusan yang ada dalam hati seorang guru membuat guru tersebut menjadi pembelajar sejati. ketulusan membuatnya mengesampingkan ego sehingga seorang guru yang memiliki ketulusan mau belajar dari kesalahan dirinya didalam mendidik untuk diperbaiki, bahkan guru yang tulus mau belajar dari siswanya dan tidak marah ketika diberikan masukan oleh siswa.

Guru yang memiliki ketulusan ketika mendidik akan lebih mudah nasehat-nasehatnya didengarkan oleh siswa. Selain ketulusan berbuah kesabaran dalam mendidik, ketulusan juga mampu membangun kewibawaan seorang guru karena hatinya dipenuhi rasa sayang terhadap muridnya.

Guru yang tulus memberikan nasehat merupakan guru-guru yang paling berjasa kepada anak didik. Karena dengan ketulusannya mampu menghadirkan nilai-nilai positif yang di pegang oleh siswa bahkan hingga mereka dewasa tidak pernah lupa. Nasehat yang santun dari seorang guru yang tulus mampu merubah kepribadian siswa yang kurang baik menjadi siswa yang baik bahkan mampu berprestasi.

2. Mengutamakan kasih sayang

Seorang guru dengan bekal ketulusan akan membuahkan pandangan kasih sayang kepada murid-muridnya. Hendaknya seorang guru menyayangi siswa-siswanya seperti orangtua mereka yang menyayangi mereka dengan tulus. Nilai kasih sayang seorang guru sangat berarti bagi siswa, karena dengan kasih sayang seorang guru siswa akan merasakan kenyamanan ketika dalam suasana pembelajaran.

Kasih sayang kepada siswa bukan berarti tidak menegurnya ketika salah atau membiarkan siswa semaunya sendiri. Bukan demikian, justru teguran itu adalah bentuk kasih sayang anda sebagai guru tentunya tegur yang disesuaikan dengan keadaan personal siswa dan disampaikan dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti perasaan siswa tersebut.

Umumnya siswa yang dapat merasakan kasih sayang guru malah akan sangat senang ketika di tegur bahkan tanpa kita minta, siswa tersebut siap melaksanakan konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Disinilah salah satu manfaat kasih sayang seorang guru yaitu membentuk karakter baik pada diri siswa, membuat mereka bertanggung jawab, percaya diri serta optimis.

3. Memberikan senyum terbaik 

Sering kita dengar didalam ajaran agama bahwa senyum adalah sedekah. Tersenyum dapat membuat orang yang kita berikan senyuman akan ikut tersenyum alias ketularan senyum. Senyum adalah hal ringan akan tetapi memiliki manfaat yang sangat besar.

Senyum seorang guru kepada siswanya akan menumbuhkan suasana positif di dalam hati dan pikiran siswa. Dengan tersenyum juga dapat mendekatkan hubungan antara siswa dan guru. Seberat apapun atau sejengkel apapun guru ketika menghadapi siswa dapat diringankan beban tersebut dengan tersenyum. Tersenyum dapat mengubah suasana hati anda jauh lebih baik dari sebelumnya dan dengan menebar senyuman hangat serta tulus anda akan menjadi seorang guru yang disenangi siswa anda.

4. Berpenampilan menarik

Pepatah jawa mengatakan "ajining rogo ono ing busono" yang berarti kehormatan seseorang terletak pada pakaiannya. Pakaian atau lebih tepatnya penampilan Guru ketika mengajar sangat penting untuk diperhatikan agar membentuk kesan yang baik pada diri siswa.

Penampilan baik tidak harus ganteng ataupun cantik.Yang penting rapi dan usahakan menggunakan parfum secukupnya. Penampilan yang menarik akan membuat siswa tidak canggung ketika mendekat kepada anda.

5. Menginspirasi

Guru yang menginspirasi adalah guru yang dielu-elukan atau dikagumi siswanya. Sosok guru yang inspiratif tentu akan disegani siswamya. Setelah itu mereka akan   menjadikan guru yang mengispirasi tersebut sebagai model dalam bergaul dengan teman, mengerjakan sesuatu atau berbicara tentang sesuatu meniru kepada sosok guru inspiratifnya.


Guru yang mengispirasi adalah sosok guru yang memiliki intergritas, kejujuran, dan amanah dalam tugas. mereka menepati janji kepada siswa-siswanya dan berbesar hati untuk meminta maaf ketika belum bisa menepati janjinya atau berbuat kesalahan kepada siswanya.

Guru yang menginspirasi adalah guru yang memiliki budi pekerti yang luhur, akhlak atau etikanya sangat mengagumkan bagi siswa. contohnya seperti mudah memaafkan kesalahan, melupakan kesalahan dan berbuat baik kepada yang berbuat buruk kepada dirinya.

6. Humoris

Agar suasana kelas tidak stagnan sehingga terkesan membosankan, maka dibutuhkan sedikit karakter humoris seorang guru untuk memvariasi suasana.

Sifat humoris bukan berarti anda berperan sebagai pelawak akan tapi sedikit sentilan atau sesuatu tindakan yang mengundang tawa siswa sudah cukup. Tentunya dengan tetap menjaga wibawa anda sebagai seorang guru.

Jangan biarkan suasana kelas anda mencekam atau sunyi sepi selalu. Terkadang perlu kita hadirkan kegembiraan dihati siswa dengan sedikit tertawa bersama. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan serius dan  siswa tetap santai. Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa lebih tertarik ketika anda masuk ke kelas mereka.

7. Memahami keadaan siswanya

Untuk dapat memahami karakter siswa secara umum butuh memahami mereka secara personal. Pendekatan yang baik kepada siswa akan membuat guru mudah memahami karakter masing masing dari mereka. dengan memahami keadaan siswa membuat kita tidak buru-buru untuk men-cap buruk siswa.

Dengan memahami keadaan mereka dapat membuat kita jauh lebih sabar ketika mereka membuat masalah atau berperilaku yang menyimpang dari aturan yang berlaku. Yang perlu diperhatikan dari seorang guru ketika melihat siswanya melakukan pelanggaran adalah bukan dengan memberikan stigma buruk kepada mereka, sehingga yang terjadi di dalam diri mereka akan tertanam stigma buruk tersebut sehingga di kemudian hari sangat susah untuk menghilangkan bekas stigma itu terhadap perilakunya.

Keyakinan yang perlu ditanamkan kepada diri seorang guru berkenaan dengan murid yang "Nakal" adalah rasa keyakinan bahwa sejatinya mereka sedang berproses menjadi lebih baik. Saat ini mungkin mereka belum menjadi baik menurut kita, bisa jadi dia akan menjadi manusia yang sangat baik dan sangat bermanfaat untuk lingkungannya di kemudian hari. Keyakinan itu akan membuat kita tidak putus asa dan tidak mudah menyerah dalam mendidik siswa. Dan ingatlah segala yang baik membutuhkan proses

Dengan memahami keadaan siswa kita lebih mampu menentukan sikap yang tepat dan siswapun akan merasa senang dengan guru yang bisa mengakui keberadaan sebagai seorang anak yang membutuhkan perhatian.

8. Selalu memberikan motivasi

Motivasi sangat berharga bagi anak-anak yang lemah dalam semangat belajar dan motivasi sangat dibutuhkan bagi mereka yang sering melanggar aturan untuk tidak berputus asa menjadi lebih baik. Motivasi juga dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atas keberhasilan siswa. Hadirnya guru sebagai motivator bagi siswa membuat mereka senang terhadap guru tersebut.

9. Profesional

Jadilah profesiaonal dalam bidang anda. Mengusai pelajaran sebelum menyampaikan materi kepada siswa sangat penting agar tidak terkesan jarak ilmu antara siswa dan guru seperti siang dan malam. Penguasaan materi yang di sampaikan oleh guru akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar dibandingkan guru yang merasa kebingungan ketika menyampaikan materi.

Penguasaan materi yang bagus akan menstimulus siswa untuk semangat bertanya dan siswa-siswa yang semangat belajar akan sangat menyukai guru-guru yang profesional dalam mengajar.

10. Menghargai murid

Hargai setiap karya siswa walaupun dengan pujian. Sesibuk apapun seorang guru hendaknya menyempatkan diri meluangkan waktu memeriksa tugas-tugas yang diberikan kepada siswanya. Jangan sampai siswa merasa tugas yang mereka kerjakan seolah-olah tidak menghasilkan apa-apa. Sikap penghargaan terbaik seorang guru terhadap siswa akan membuat siswa merasa senang.

Demikian tulisan ini semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua menjadikan motivasi untuk diri kita menjadi seorang guru yang disenangi siswa dan dirindukan oleh siswa.. Salam Pendidikan.