Showing posts with label Tunjangan Profesi. Show all posts
Showing posts with label Tunjangan Profesi. Show all posts

Sebanyak 2.984 Guru Terima TPG Triwulan 2 Tahun 2020

Admin 7/29/2020
Sebanyak 2.984 Guru Terima TPG Triwulan 2 Tahun 2020

BlogPendidikan.net
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung telah menyalurkan tunjangan profesi guru (TPG) triwulan II tahun 2020 untuk 2.984 tenaga pengajar. Tunjangan tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing.

Jumlah itu merupakan hasil 3.012 guru sebagai calon penerima TPG, 2.984 guru telah menerima TPG melalui rekening masing-masing. Penyaluran dilakukan pada 25 Juni 2020 yang lalu.

Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Suprihatin mengatakan tunjangan tersebut disalurkan kepada tenaga pengajar di berbagai jenjang pendidikan. Mereka adalah 235 guru TK, 1.476 guru SD, 1.226 guru SMP, dan 47 orang pengawas sekolah.

"Sudah kami salurkan untuk triwulan II, sedangkan untuk yang triwulan III kami masih menunggu anggarannya," ujarnya, Minggu, 26 Juli 2020.

Guru yang menerima TPG, menurut dia, karena telah memenuhi kriteria tunjangan profesi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 19 Tahun 2020.

“Para guru yang mendapat TPG karena telah melaksanakan kewajiban sesuai undang-undang. Dan juga mereka telah mendapat SK dari Dirjen GTK Kemdikbud,” ujarnya.

Dia mengatakan dari sejumlah calon penerima TPG triwulan II tahun 2020, 28 guru tengah menunggu pencairan. “Yang belum keluar TPG-nya karena SK Dirjen belum. Alasan belum keluar, bisa saja jam mengajar belum cukup atau terjadi kesalahan data,” kata dia. (*)

Emil Terbitkan SK Gubernur Kepada 1.461 Guru Honorer Bakal Terima Tunjangan Profesi

Admin 7/29/2020
Emil Terbitkan SK Gubernur Kepada 1.461 Guru Honorer Bakal Terima Tunjangan Profesi

BlogPendidikan.net
- Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya 1.461 guru bukan pegawai negeri sipil (PNS) pada SMA, SMK, dan SLB di Jabar menerima SK Gubernur sebagai guru yang sudah bersertifikat pendidik.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyerahkan SK Nomor: 896/Kep.379-Disdik/2020 tersebut kepada perwakilan 6 orang guru di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung pada Rabu 29 Juli 2020. Sementara guru lainnya menyaksikan penyerahan SK tersebut secara virtual.

Melalui SK tersebut, Jabar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memberikan tunjangan profesi bagi guru bukan (non) PNS yang telah tersertifikasi.

Sebanyak 1.461 guru tersebut terdiri dari 567 guru SMA, 853 guru SMK, dan 31 guru SLB. Pelantikan yang dilakukan secara virtual dari ini, hanya dihadiri enam perwakilan guru sebagai simbolis.

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan penetapan dan penyerahan SK ini adalah komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk menyejahterakan guru. Meskipun pada masa pandemi Covid-19 yang menjadi fokus adalah isu kesehatan, namun kesejahteraan guru di Jabar tetap diprioritaskan.

"Ini tak lepas dari peran luar biasa Dinas Pendidikan (Disdik) dan dukungan DPRD, khususnya Komisi V sebagai komitmen bahwa pendidikan adalah nomor satu," ujar Emil.

Nantinya, seluruh guru yang dilantik akan mendapatkan dana tunjangan profesi sebesar Rp1,5 juta per bulan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

"Ini melengkapi komitmen yang sudah lebih dulu dilakukan oleh Pemprov Jabar (memberikan tunjangan) melalui APBD sebanyak Rp2.040.000 rupiah per bulan, di luar penghasilan mereka di sekolah masing-masing," ungkapnya.

Ke depan, selain Disdik Jabar, Emil meminta kepada seluruh stakeholder pendidikan, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dewan Pendidikan Jabar, dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) untuk mengawal pencairannya.

"Ini harus dikawal. Karena di Jabar sudah lancar, di pusat pun harus lancar," tegasnya.

Menurut Emil, guru memiliki peran penting dalam mendidik penerus bangsa. Karena, peran guru lebih dari sekadar pengajar.

Tugasnya adalah mendidik, membimbing, mengarahkan, mengevaluasi, dan memberikan pengawasan kepada anak-anak yang dititipkan orang tuanya untuk jadi manusia yang khoirunnas anfa'uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain)," ujarnya.

Sementara itu, Kadisdik Jabar, Dedi Supandi menambahkan seluruh guru yang sudah mendapatkan SK tersebut telah mengantongi sertifikasi profesi guru dan telah melalui berbagai proses seleksi.

"Mereka juga telah melakukan diklat profesi guru. Mereka telah mengajar sesuai ketentuan, yakni 24 jam per minggu, kami sudah verifikasi itu semua," ungkap Dedi.

Dikatakannya dengan karakteristik tersebut, para guru bukan PNS ini berhak menerima tunjangan profesi guru dari APBN. Sesuai dengan Peraturan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan (Perdirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 5745/B.B1.3/HK2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.

"Hanya saja, tunjangan tersebut harus didukung oleh SK Gubernur tentang penetapan guru seperti yang hari ini dilakukan," ungkapnya.

Ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh guru yang telah mendapatkan SK. Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan mutu pendidikan di Jabar.

Rincian Besaran Tunjangan Profesi Guru PNS dan Non-PNS Berdasarkan Gaji dan Masa Kerja

Admin 7/19/2020
Rincian Besaran Tunjangan Profesi Guru PNS dan Non-PNS Berdasarkan Gaji dan Masa Kerja

BlogPendidikan.net
- Menjadi guru atau dosen bisa jadi salah satu profesi idaman bagi sebagian orang. Profesi guru ini tak hanya soal urusan mencari nafkah, namun meluas pada pengabdian mulia untuk mencerdaskan anak bangsa.

Di zaman dulu, pahlawan tanpa tanda jasa ini identik sebagai pekerjaan dengan penghasilan pas-pasan. Oleh musisi Iwan Fals, kehidupan sederhana guru ini sampai dipopulerkan dalam lagu Oemar Bakri.

Namun kini, guru ataupun dosen jadi pekerjaan yang terbilang berpenghasilan tinggi, terutama bagi yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Meski tak bisa dipungkiri pula, masih banyak pula guru yang gajinya sangat rendah di beberapa daerah di Indonesia. Selain pendapatan tambahan, guru bisa mendapatkan penghasilan lainnya dari berbagai tunjangan.

Salah satu tunjangan yang diterima para guru yakni tunjangan profesi guru (TPG), baik yang berstatus PNS maupun non-PNS.

Lalu berapa besaran Tunjangan Profesi Guru atau TPG?

TPG sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, Serta Tunjangan Kehormatan Profesor.

"Tunjangan profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya," bunyi Pasal 1 ayat (4) PP Nomor 41 Tahun 2009.

TPG ini diberikan kepada guru dan dosen yang berstatus PNS maupun bukan PNS, dan diberikan setiap bulan yang besarannya ditentukan oleh PP Nomor 41 Tahun 2009 dan peraturan turunan.

Bagi guru berstatus PNS, maka besaran tunjangan TPG ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok sebagai PNS sesuai dengan golongannya.

TPG ini diberikan pemerintah mulai bulan Januari setiap tahunnya setelah guru atau dosen mendapatkan nomor registrasi dan mendapatkan nomor sertifikat pendidik.

"Tunjangan profesi bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional guru dan dosen diberikan sebesar 1 (satu) kali gaji pokok pegawai negeri sipil yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 4.

Lalu bagi guru atau dosen non-PNS, besaran TPG sesuai dengan kesetaraan tingkat, masa kerja, dan kualifikasi akademik yang berlaku bagi guru dan dosen PNS ( berapa besaran tunjangan profesi guru).

Berdasarkan Permendiknas Nomor 72 Tahun 2008, bagi guru tetap bukan PNS yang telah memiliki sertifikat pendidik tetapi belum memiliki jabatan fungsional guru, diberikan tunjangan guru profesi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan, sampai dengan guru yang bersangkutan memperoleh jabatan fungsional guru.

Tak semua guru bisa mendapatkan TPG

Guru yang bisa mendapatkan TPG adalah mereka yang mengantongi sertifikat profesi pendidik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.

Selain itu, guru yang berstatus PNS juga masih mendapatkan tunjangan lain yang melekat sebagai ASN seperti tunjangan keluarga, tunjangan anak, uang makan, dan sebagainya.

Sesuai Pasal 15 ayat (1) PP Nomor 74 Tahun 2008, Tunjangan profesi diberikan kepada guru yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik yang telah diberi satu nomor registrasi guru.
2. Memenuhi beban kerja sebagai guru.
3. Mengajar sebagai guru mata pelajaran dan/atau guru kelas pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan sertifikat pendidik yang dimilikinya.
4. Terdaftar pada departemen sebagai guru tetap.
5. Berusia paling tinggi 60 tahun.
6. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan tempat bertugas.

Berikut gaji pokok PNS untuk golongan I hingga IV untuk menghitung besaran TPG. Hitungan gaji dari yang paling terendah hingga tertinggi disesuaikan berdasarkan masa kerja atau MKG mulai dari kurang dari 1 tahun hingga 27 tahun.

Golongan I (lulusan SD dan SMP)

Golongan Ia: Rp 1.560.800 - Rp 2.335.800
Golongan Ib: Rp 1.704.500 - Rp 2.472.900
Golongan Ic: Rp 1.776.600 - Rp 2.577.500
Golongan Id: Rp 1.851.800 - Rp 2.686.500

Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

Golongan IIa: Rp 2.022.200 - Rp 3.373.600
Golongan IIb: Rp 2.208.400 - Rp 3.516.300
Golongan IIc: Rp 2.301.800 - Rp 3.665.000
Golongan IId: Rp 2.399.200 - Rp 3.820.000

Golongan III (lulusan S1 hingga S3)

Golongan IIIa: Rp 2.579.400 - Rp 4.236.400
Golongan IIIb: Rp 2.688.500 - Rp 4.415.600
Golongan IIIc: Rp 2.802.300 - Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800 - Rp 4.797.000

Golongan IV

Golongan IVa: Rp 3.044.300 - Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100 - Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300 - Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200 - Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100 - Rp 5.901.200

Artikel ini uga telah tayang di kompas.com

FKGSI Minta Tunjangan Profesi Guru SPK Kembali di Berikan

Admin 7/15/2020
FKGSI Minta Tunjangan Profesi Guru SPK Kembali di Berikan

BlogPendidikan.net
- Para guru yang tergabung dalam Delegasi Forum Komunikasi Guru SPK Indonesia menyambangi Gedung DPR RI untuk bertemu dengan Komisi X yang menangani persoalan pendidikan di Indonesia.

Para guru tersebut mengeluhkan penghentian tunjangan profesi oleh Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 6 Tahun 2020.

Mereka dalam rapat dengar pendapat di gedung DPR menyebut bahwa peraturan tersebut telah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yang mengatur soal hak dan tunjangan bagi para guru.

"Kami para guru Indonesia mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membatalkan Peraturan Sekjen Kemendikbud dan selanjutnya mengembalikan hak para guru untuk mendapatkan kembali tunjangan profesi sesuai amanat UU yang ada dan berlaku," ujar perwakilan forum guru Rabu (15/7).

Menanggapi tuntutan tersebut, Komisi X yang diwakili wakil ketua Fikri mengapresiasi langkah para guru dalam memperjuangkan yang menjadi haknya dan akan membantu memperjuangkannya.

Fikri mengatakan bahwa regulasi soal tunjangan ini sebetulnya sudah tertuang dalam UU tentang Guru dan Dosen. 

Ditegaskannya, guru dan dosen yang sudah memiliki sertifikat profesi dan diangkat oleh penyelenggara pendidikan berhak atas tunjangan.

“Dalam PP Nomor 41/2009 tentang tunjangan profesi guru dan dosen serta tunjangan kehormatan profesor pada ayat 1 disebutkan, guru dan dosen yang sudah memiliki sertifikat pendidikan dan memenuhi persyaratan dengan ketentuan perundang-undangan diberi tunjangan profesi setiap bulan," ungkap Fikri.

Adapun tunjangan yang dimaksud, lanjut Fikri diberikan kepada guru dan dosen non ASN. 

Atas keluhan dan tuntutan para guru ini, Fikri mewakili Komisi X DPR RI berjanji akan membantu para guru yang kehilangan hak tunjangan profesinya. 

Selain itu, Komisi X juga memandang perlu untuk melakukan fungsi pengawasan atas kebijakan ini.

Komisi X ingin juga mendengar langsung dari satuan pendidikan SMA terkait penyaluran tunjangan profesi guru. (*)

Tunjangan Profesi Guru Triwulan 2 Cair Pekan Depan

Admin 7/11/2020
Kabar Gembira, Tunjangan Profesi Guru Triwulan 2 di Usulkan Cair Pekan Depan

BlogPendidikan.net
- Kabar gembira bagi guru sertifikasi di Kabupaten Kuansing. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuansing segera mengajukan usulan pencairan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahap I untuk triwulan II untuk bulan April, Mei dan Juni 2020.

"Bahan berupa absensi dari guru sudah 99 persen masuk, dan minggu depan akan digesa pengajuan pencairannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuansing melalui Sekretaris Disdikpora Kuansing, Masrul Hakim, Jumat, 10 Juli 2020.

Saat ini, kata Masrul, masih dilakukan verifikasi terhadap absensi guru penerima TPG di Kuansing. "Insyaallah minggu depan kalau sudah selesai akan langsung dibayarkan," katanya.

Pemerintah, kata Masrul, setiap tahun selalu berupaya untuk mempercepat proses penyaluran dana TPG ini kepada guru penerima.

Tahun ini, katanya, jumlah penerima TPG di Kabupaten Kuansing lebih kurang 1.840 orang. "Insyaallah minggu depan akan kita ajukan ke BPKAD dan bisa langsung diproses penyalurannya oleh pihak Bank," katanya.

Dimana total dana untuk TPG selama tiga bulan itu mencapai Rp 2,1 miliar. "Duitnya sudah masuk sekitar Rp 2,1 miliar lebih," pungkasnya.

Setelah TPG tahap I Tahun 2020 selesai, kata Masrul, selanjutnya kita akan menunggu SK TPG tahap II turun dari pusat. "SK persemester dikeluarkan pusat," katanya. (*)

Tunjangan Profesi Guru Triwulan 2 Akan Dicairkan Pada Awal Juli

Admin 6/20/2020
Tunjangan Profesi Guru Triwulan 2 Akan Dicairkan Pada Awal Juli

BlogPendidikan.net
- Seperti dikutip dari laman rmolbengkulu.com bahwa ribuan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota Bengkulu bulan depan kembali menerima tunjangan.  Tujangan Profesi Guru (TPG) Triwulan II sendiri rencananya akan dicairkan pada awal Juli mendatang

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu, Rosmayetti menyebut bahwa saat ini pihaknya masih menunggu transfer anggaran dari Kemendikbud untuk pencairan TPG Triwulan ke II.

"Semua persyaratan pencairan sudah selesai semua, karena memang untuk SK dari guru ini diproses semua dan Dikbud menyatakan semuanya sudah siap. 


Kita terus berkoordinasi dengan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk pencairan TPG Triwulan II. Informasi terakhir itu akan di cairkan awal Juli ini," jelasnya kepada awak media belum lama ini.

Dirinya memastikan jika Disdik akan segera memproses pencairan tunjangan tersebut kepada para penerima apabila anggaran sudah dikirim pemerintah pusat ke rekening Pemkot Bengkulu.

"Guru yang menerima TPG II ini akan tetap sama dengan jumlah guru penerima TPG Triwulan I sekitar 1.614 orang. Kita pastikan tidak akan ada satu pun guru yang tidak menerima TPG ini. Semua guru wajib untuk menerima TPG ini,” ungkapnya.


Ia pun berharap jika tunjangan prestasi ini dapat segera diterima oleh para guru sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan oleh pemerintah pusat. (*)