Showing posts with label Tunjangan Profesi. Show all posts
Showing posts with label Tunjangan Profesi. Show all posts

Dana Tunjangan Sertifikasi Sudah Ditransfer ke Rekening Guru Masing-masing

Admin 11/04/2020
Dana Tunjangan Sertifikasi Sudah Ditransfer ke Rekening Guru Masing-masing

BlogPendidikan.net
- Dana Tunjangan Sertifikasi Sudah Ditransfer ke Rekening Guru Masing-masing.

Kabar gembira, tunjangan sertifikasi yang ditunggu-tunggu kalangan guru disalurkan siang ini ke masing-masing rekening guru penerima. Dana sertifikasi tersebut disalurkan untuk Triwulan III selama tiga bulan mulai Juli, Agustus dan September 2020.

"Sudah, Insyaallah siang ini (Rabu,red) sudah masuk ke rekening masing-masing guru penerima," kata Pemimpin Cabang (Pimcab) Bank Riau Kepri, Teluk Kuantan, Hefrizal Arifin, Rabu, 4 November 2020.

Dimana jumlah secara keseluruhan dana tunjangan sertifikasi guru triwulan III untuk bulan Juli, Agustus dan September 2020 tersebut sudah ditransfer pusat lebih kurang Rp 21 miliar.

Pada Selasa sore kemarin, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah diantar ke Bank Riau Kepri oleh dinas terkait. Dan pada Rabu siang tadi dana tersebut sudah disalurkan oleh pihak Bank ke masing-masing rekening guru penerima.

7,3 Miliar Tunjangan Profesi Guru Triwulan 3 Disalurkan

Admin 10/07/2020
7,3 Miliar Tunjangan Profesi Guru TW 3 Disalurkan

BlogPendidikan.net
- 7,3 Miliar Tunjangan Profesi Guru Triwulan 3 Disalurkan.
Keluhan ratusan guru di kota Bitung soal pembayaran tunjangan sertifikasi akhirnya terjawab sudah. Setelah melewati sejumlah tahapan, Dinas Pendidikan Kota Bitung akhirnya melakukan penyaluran. 

“SPM-nya sudah saya tandatangani sehingga hari ini juga (kemarin, red) sudah bisa disalurkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung, Julius Ondang. 
Baca Juga; 
Ia menambahkan, total yang akan disalurkan Rp7,3 miliar, diperuntukkan bagi 787 guru. “Pembayarannya non tunai, jadi langsung ke rekening penerima,” sebutnya sembari menyebutkan, dana tersebut sudah masuk ke kas daerah sejak minggu lalu. 

“Memang sudah dari minggu kemarin masuk, tapi kami butuh verifikasi dahulu sebelum dicairkan,” katanya. Dengan penyaluran dana sertifikasi ini, maka Kota Bitung menjadi daerah pertama di Provinsi Sulut yang melakukan pencairan. 

Sementara itu, sejumlah guru menyampaikan terima kasih kepada Pemkot yang dengan gerak cepat. 

“Kami bersyukur Pemkot melalui Dinas Pendidikan percepatan pencairan dana sertifikasi. Mengingat berbagai kebutuhan dalam suasana dewasa ini,” ucap para guru. (*)

Tunjangan Profesi Guru Triwulan 3 Cair Jika Memasukkan Laporan BDR

Admin 10/06/2020
Tunjangan Profesi Guru Triwulan 3 Cair Jika Memasukkan Laporan BDR

BlogPendidikan.net
- Tunjangan Profesi Guru Triwulan 3 Cair Jika Memasukkan Laporan BDR.
Sejak Maret hingga September 2020 proses pencairan sertifikasi atau tunjangan profesi guru mengalami perubahan. 

Hal ini dikatakan Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu, Rastono Sumardi. 

 “Hal tersebut berubah pasca Indonesia dilanda pandemi corona virus disease (Covid19). Jadi guru-guru tinggal memasukkan laporan BDR. 

Kalau dulu, dalam proses pencairan biasanya syarat utama yakni jumlah jam mengajar harus mencapai 24 jam dalam satu pekan untuk satu mata pelajaran. 

 Kini hanya tinggal memasukkan laporan BDR (Belajar Dari Rumah),” ujar Rastono. Menurutnya, perubahan tersebut dilaksanakan karena proses belajar mengajar yang sebelum pandemi dilakukan di Sekolah, kini hanya melalui daring atau kunjungan dari rumah ke rumah siswa. Sehingga, akan memakan banyak waktu jika harus menyesuaikan dengan syarat sebelumnya. 

 “Ada kompensasi waktu. Tidak lagi mengacu pada syarat sebelum pandemi,” pungkas Rastono.

Tunjangan Profesi Guru Honorer Mulai Cair ke Rekening Terhitung Pembayaran Januari Sampai Juni

Admin 9/14/2020
Tunjangan Profesi Guru Honorer Mulai Cair ke Rekening Terhitung Pembayaran Januari Sampai Juni

BlogPendidikan.net
- Ratusan orang guru yang berstatus tenaga honorer yang tersebar di 13 wilayah telah memperoleh tunjangan profesi guru senilai Rp 1,5 juta per orang. Tunjangan yang bersumber dari APBN ini, untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer.

Sekjen Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri Jawa Barat, Rizki Safari Rakhmat, menyatakan, total ada 1.169 guru dengan merujuk Surat Keputusan Tunjangan Profesi No 1255. Sekitar 1.000 guru kini masih menanti tunjangan tersebut masuk ke rekening yang terhitung mulai Jumat (11/9) untuk pembayaran dari Januari hingga Juni.

“Sudah cair untuk guru honorer SMA, SMK, dan SLB negeri. Namun belum semuanya, baru ratusan orang yang sudah cair,” ujar Rizki saat dikonfirmasi Tribun via ponselnya, Minggu (13/9).

Menurutnya, belum semua tunjangan cair karena beberapa hal. Antara lain bank penerima berbeda, nomor rekening belum dibuatkan, hingga nama guru tak termasuk pada surat tersebut.

“Baru tahun ini terealisasi. Sebelumnya kami tak berharap lebih mendapatkan karena ada persyaratan yang sulit. Yaitu harus memiliki surat keputusan penugasan dari bupati, wali kota, hingga gubernur bagi guru non PNS mengajar di sekolah negeri,” kata Rizki.

Dia bilang, para guru honorer tak menyangka bakal mendapatkan tunjangan profesi sekaligus hingga Rp. 8.460.000 juta. “Setelah dipotong pajak negara, ternyata langsung mendapatkan untuk pembayaran dua triwulan sekaligus,” ujarnya.

Perjuangan panjang itu, kata Rizki, berkat dukungan berbagai pihak. “Tunjangan yang kami terima sangat bermanfaat dalam masa pandemi Covid-19. Sungguh anugerah yang luar biasa. Kami senantiasa bersyukur semua pihak yang terlibat,” katanya.

Mewakili para guru honorer, Rizki berjanji bakal menjaga komitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas ketika melaksanakan tugas sebagai guru. (*)

Artikel ini juga telah tayang di tribunjabar.id 

Selain Bantuan Pulsa Untuk Guru dan Siswa, Mendikbud Juga Menyiapkan Rp 1,7 Triliun Tunjangan profesi Guru

Admin 8/27/2020
Selain Bantuan Pulsa Untuk Guru dan Siswa, Mendikbud Juga Menyiapkan Rp 1,7 Triliun Tunjangan profesi Guru

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan akan menyalurkan dana Rp 8,9 triliun untuk siswa, tenaga pendidik dan kependidikan.

Dana Rp 8,9 triliun itu akan dialokasikan untuk pembelian kuota internet dan tunjangan profesi. "Alhamdulillah, janji saya kepada tenaga pendidik, kependidikan, dan peserta didik bisa dipenuhi. Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengamankan sekitar Rp 9 triliun untuk kuota internet dan tunjangan profesi," kata Mendikbud Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Kamis (27/8).


Dia menyebutkan, pembagian dana Rp 8,9 triliun itu mencakup subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama September sampai Desember sebesar Rp 7,2 triliun.

Kemudian tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, tunjangan profesi dosen, dan tunjangan guru besar Rp 1,7 triliun. "Jadi mulai September sampai Desember bantuan ini sudah bisa dirasakan siswa, guru, tenaga kependidikan, dosen, dan guru besar," terangnya.

Mengenai sumber dana diambil dari optimalisasi anggaran Kemendikbud serta dukungan anggaran BA BLU. Sedangkan untuk subsidi kuota guru akan dibiayai melalui realokasi anggaran POP yang diundur pelaksanaannya ke tahun 2021

"Siswa akan mendapatkan subsidi kuota internet 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan. Ssdangkan mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan," tandasnya. (*)

Sebanyak 2.984 Guru Terima TPG Triwulan 2 Tahun 2020

Admin 7/29/2020
Sebanyak 2.984 Guru Terima TPG Triwulan 2 Tahun 2020

BlogPendidikan.net
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung telah menyalurkan tunjangan profesi guru (TPG) triwulan II tahun 2020 untuk 2.984 tenaga pengajar. Tunjangan tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing.

Jumlah itu merupakan hasil 3.012 guru sebagai calon penerima TPG, 2.984 guru telah menerima TPG melalui rekening masing-masing. Penyaluran dilakukan pada 25 Juni 2020 yang lalu.

Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Suprihatin mengatakan tunjangan tersebut disalurkan kepada tenaga pengajar di berbagai jenjang pendidikan. Mereka adalah 235 guru TK, 1.476 guru SD, 1.226 guru SMP, dan 47 orang pengawas sekolah.

"Sudah kami salurkan untuk triwulan II, sedangkan untuk yang triwulan III kami masih menunggu anggarannya," ujarnya, Minggu, 26 Juli 2020.

Guru yang menerima TPG, menurut dia, karena telah memenuhi kriteria tunjangan profesi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 19 Tahun 2020.

“Para guru yang mendapat TPG karena telah melaksanakan kewajiban sesuai undang-undang. Dan juga mereka telah mendapat SK dari Dirjen GTK Kemdikbud,” ujarnya.

Dia mengatakan dari sejumlah calon penerima TPG triwulan II tahun 2020, 28 guru tengah menunggu pencairan. “Yang belum keluar TPG-nya karena SK Dirjen belum. Alasan belum keluar, bisa saja jam mengajar belum cukup atau terjadi kesalahan data,” kata dia. (*)