Model Pembelajaran Kreatif Untuk Anak Milenial

Model Pembelajaran Kreatif Untuk Anak Milenial

Blogpendidikan.net - Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga warga belajar juga dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan.

Model pembelajaran kreatif  sudah banyak berkembang, seiring perkembangan zaman berbagai model dan metode mengajar bermunculan, perkembangan teknologi menuntut guru lebih kreatif dalam menentukan model pembelajaran yang dipadukan dengan metode dan cara menampilkan materi kepada anak didik.

Model pembelajaran berikut ini bisa diterapkan untuk semua jenjang sekolah, agar memancing keaktifan siswa dan mengurangi model pembelajaran yang berfokus pada penjelasan buku saja.

Berikut beberapa model pembelajaran kreatif untuk anak milenial;

1. Role Playing
Role playing adalah salah satu model pembelajaran yang banyak diminati. Dengan sebuah permainan anak bisa lebih bersemangat dan lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa tertekan dengan materi yang akan diberikan. Cara melakukan role playing adalah.
Tentukan skenarionya
- Buat kelompok setidaknya 5 orang
- Beri penjelasan soal kompetensi yang akan dicapai
- Masing-masing kelompok memeragakan skenario yang telah diberikan
- Setelah itu beri kesempatan mereka untuk membahas hal yang sudah mereka perankan
- Masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan
- Evaluasi

2. Talking stick
Talking stick bisa dibilang sebagai salah satu metode pembelajaran kreatif yang efisien. Dengan cara ini, anak akan lebih banyak belajar untuk mempersiapkan diri ketika dirinya ditunjuk. Dengan metode atau model ini, pembelajaran juga akan dirasa lebih menyenangkan dan menantang. Bagaimana cara melakukannya?
Siapkan sebuah tongkat
- Sampaikan materi yang akan dipelajari sebagai pembukaan, beri kesempatan anak untuk membaca dan mempelajari materi tersebut
- Setelah membaca beberapa menit, mulai permainan
- Metode ini bisa dikreasikan dengan memutar musik saat tongkat diputar
- Matikan musik dan kepada anak yang memegang tongkat tersebut, beri dia pertanyaan sesuai dengan materi yang telah dipelajari

3. Tebak kata
Metode atau model pembelajaran dengan tebak kata bisa menjadi salah satu metode yang menyenangkan. Seperti namanya, model atau metode pembelajaran tebak kata ini akan membuat anak seperti dalam permainan tebak-tebakan yang pastinya berisi beberapa pertanyaan dan petunjuk dari materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Seperti apa caranya?
Buat atau siapkan kertas kecil yang berisi petunjuk
- Sebagai contoh: aku adalah mamalia laut, tubuhku besar dan tinggal di laut dalam, siapakah aku?
- Sertakan juga jawabannya di bagian bawah kertas
- Buat anak berpasang-pasangan atau dalam kelompok yang lebih besar, yang bisa menjawab akan mendapat poin

4. Dragon Ball
Dragon Ball adalah model pembelajaran yang tidak kalah menyenangkan. Anak-anak akan dengan semangat saling membuat pertanyaan untuk diberikan kepada teman-temannya ketika belajar bersama. Bagaimana caranya.
- Sampaikan materi yang akan disajikan
- Bentuklah kelompok-kelompok dan panggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi yang disampaikan
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang telah disampaikan kepada temannya
- Kemudian masing-masing anak diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu anak ke anak yang lain secara acak selama ± 15 menit
- Setelah setiap anak mendapat satu bola/satu pertanyaan, kemudian berikan kesempatan kepada setiap anak untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
- Setelah semua anak mendapat giliran, lakukann;ah evaluasi terhadap materi yang disampaikan tadi.

5. Alat Peraga
Ada juga model pembelajaran melaui alat peraga yang tidak kalah menarik. Kita bisa menggunakan metode ini untuk mata pelajaran yang biasanya tidak disukai oleh anak, matematika contohnya. Matematika acapkali menjadi pelajaran yang ditakuti para siswa. Namun, Juli Eko Sarwono berhasil mengubah metode mengajarnya yang otoriter dan text book menjadi fun. Ia adalah seorang guru Matematika di SMP 19 Purworejo. Dulu, Juli menerapkan metode belajar yang membuat siswanya takut belajar mata pelajaran hitung-hitungan tersebut. Ia bahkan dikenal sebagai guru Matematika tergalak.
Akan tetapi, Juli mengubah itu semua. Semua sebutan galak yang diberikan siswa pada dirinya sirna. Ia menerapkan metode belajar yang cukup unik dengan alat peraga, misalnya motornya. Motor tersebut dimasukkan ke kelas hanya untuk sebagai contoh dalam materi tabung dan lingkaran. Niat banget ya? Tapi, cara ini tidak sia-sia dilakukan karena membuatnya masuk nominasi Liputan 6 Award 2013. Nilai para siswa di sekolahnya pun meningkat dengan penerapan metode tersebut. dikutip dari; https://wisatasekolah.com/

Nah,.. bagaimana menarik bukan model pembelajaran tersebut, semoga bermanfaat dan bisa diterapkan kepada anak didik kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments