Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Bendera Setiap Senin di Sekolah SD, SMP dan SMA

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Bendera Setiap Senin di Sekolah SD, SMP dan SMA

BlogPendidikan.net
- Ini adalah contoh teks amanat pembina upacara bendera untuk hari Senin bulan Agustus menjelang perayaan HUT RI ke 77. 
Teks amanat pembina upacara ini telah dirangkum dan disusun dalam bentuk sedemikian rupa sehingga sangat singkat, padat dan jelas.

Bapak Ibu pembina upacara tidak perlu berlama-lama untuk berdiri memberikan amanat pembina upacara. Contoh teks amanat pembina upacara Ini hanya memerlukan waktu 5 menit untuk menyampaikannya.
Teks amanat pembina upacara ini dapat dibawakan baik oleh Kepala Sekolah maupun guru yang berada di SD, SMP, dan SMA.

Berikut Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Bendera Setiap Senin di Sekolah SD, SMP dan SMA.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera dan salam bahagia untuk kita semua. Pada pagi hari yang cerah ini marilah kita ucapkan rasa syukur kita atas kehadirat Allah SWT.

Yang mana berkat limpahan rahmat dan karunia dari Allah kita dapat berkumpul di halaman sekolah yang kita cintai ini.

Sholawat beserta salam kita haturkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Karena berkat perjuangan beliaulah kita dapat merasakan kenikmatan hidup terutama dalam pendidikan pada saat sekarang ini.

Beliau telah berhasil menyelamatkan kita dari zaman Jahiliyah hingga ke zaman yang terang benderang seperti yang kita rasakan sekarang.

Yang terhormat bapak ibu kepala sekolah....
Yang terhormat Bapak Ibu Wakil Kepala Sekolah...
Yang terhormat bapak ibu Majelis Guru...
Yang terhormat karyawan dan karyawati...

Dan yang paling kami banggakan yang paling kami istimewakan anak-anak kami kelas....

Untuk memulai amanat sekolah pada pagi hari ini kami selaku pembina upacara mengucapkan terima kasih kepada pelaksana upacara pada hari ini.

Alhamdulillah upacara hari ini terlaksana dengan cukup baik dan terima kasih kepada Ananda yang telah serius dalam melaksanakan upacara pagi ini.

Selanjutnya hal yang perlu disampaikan untuk amanat pembina upacara hari ini yaitu kami ingin mengingatkan akan pentingnya kesadaran Ananda semua dalam melaksanakan tata tertib sekolah.

Selain itu kedisiplinan Ananda semua juga akan menjadi perhatian bagi semua bapak dan Ibu guru Ananda.

Sekarang sudah tanggal 8 Agustus 2022, tidak akan lama lagi kita akan melaksanakan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan adanya momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini kami berharap kepada semua Ananda untuk dapat mengambil hikmah sejarah yang ada pada saat kemerdekaan tersebut.

Kami sangat berharap Ananda bisa menjadikan perjuangan dari seluruh pahlawan sebagai semangat Ananda untuk berjuang mendapatkan ilmu di sekolah ini.

Salah satu bentuk menghargai jasa pahlawan yaitu dengan cara melaksanakan upacara bendera pada hari ini.

Jika Ananda serius melaksanakan upacara pada hari ini, itu artinya Ananda telah serius dalam menghargai jasa pahlawan kita.

Untuk itu kami sangat berharap agar dalam pelaksanaan upacara kedepannya Ananda semua dapat serius dalam melaksanakannya.

Selanjutnya amanat yang ingin kami sampaikan yaitu Ananda semua diharapkan mampu dan mau mengikuti segala bentuk perlombaan terkait hari kemerdekaan kita ini.

Tolong persiapkan diri Ananda dengan serius dan sungguh-sungguh agar dapat melaksanakan setiap event yang telah digelar baik di kecamatan, di kabupaten maupun di provinsi.

Hanya itu yang dapat kami sampaikan, sekian untuk amanat pembina upacara pada pagi hari ini kami ucapkan terima kasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikian tentang Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Bendera bulan Agustus Setiap Senin di Sekolah SD, SMP dan SMA, semoga bermanfaat.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Materi dan Media Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

BlogPendidikan.net
 - Dalam menyajikan pembelajaran yang menarik salah satunya dengan memanfaatkan Aplikasi MS Powerpoint, selain menjadi media pembelajaran juga sangat tepat untuk mempresentasikan pembelajaran melalui aplikasi tersebut. Siswa secara langsung akan antusias dalam menerima pembelajaran dengan media yang menarik.

Membuat pembelajaran dengan format PPT tentunya lebih efisien dan lebih terarah dalam penyampaian materi serta menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar setiap hari.

Baca Juga: Contoh Format Jurnal Harian Per Tema Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Powerpoint adalah perangkat presentasi yang paling popular pada saat ini, dengan powerpoint Anda dapat membuat presentasi dengan praktis dan cepat dengan tampilan yang professional.

Pengertian Power Point

Microsoft Power Point adalah program komputer yang dikhususkan untuk presentasi. Microsoft Power Point ini merupakan pengembangan dari microsoft lainnya. Aplikasi Microsoft Power Point ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskin dan Dennis Austin sebagai presentator untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi Power Point.

Pada 1987, Power Point versi 1.0 dirilis dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. Power Point kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparasi overheadprojector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari Power Point muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.
Kelebihan dan Kekurangan Media Power Point

Hujair AH. Sanaky, mengemukakan bahwa aplikasi power point mempunyai keunggulan, diantaranya adalah :
  1. Praktis, dapat digunakan untuk semua ukuran kelas.
  2. Memberikan kemungkinan tatap muka dan mengamati respon dari penerima pesan.
  3. Memberikan kemungkinan pada penerima pesan untuk mencatat.
  4. Memiliki variasi teknik penyajian dengan berbagai kombinasi warna atau animasi.
  5. Dapat digunakan berulang-ulang.
  6. Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar karena kontrol sepenuhnya pada komunikator.

Menurut Hujair AH. Sanaky, mengatakan bahwa selain mempunyai kelebihan, power point juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah :

  1. Pengadaan alat mahal dan tidak semua sekolah memiliki.
  2. Memerlukan perangkat keras (komputer) dan LCD untuk memproyeksikan pesan.
  3. Memerlukan persiapan yang matang.
  4. Diperlukan keterampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk menggunakannya.
  5. Menuntut keterampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide yang baik pada desain program komputer power point sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan.
  6. Bagi pemberi pesan yang tidak memiliki keterampilan menggunakan, memerlukan operator atau pembantu khusus.
Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang bisa Anda manfaatkan dalam proses pembelajaran. Untuk materi silahkan Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Berikut Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6:

Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 6 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 5 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 4 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 3 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 2 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1 : DISINI

Demikian tentang Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi Anda dalam Proses pembelajaran di Kelas. Terima kasih dan jangan lupa tuk berbagi,

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Sesuai SE Kemendikbud Guru dan Kepala Sekolah Wajib Mengisi Mulai Tanggal 1 - 31 Agustus 2022

Sesuai SE Kemendikbud Guru dan Kepala Sekolah Wajib Mengisi Mulai Tanggal 1 - 31 Agustus 2022

BlogPendidikan.net
- Melalui Surat Edaran Kemendikbud Ristek secara resmi meminta kepala sekolah dan guru untuk mengisi survei di bulan Agustus tahun 2022 ini. Arahan Kemendikbud untuk kepala sekolah dan guru di satuan pendidikan ini merupakan hal yang wajib dilakukan oleh guru.

Untuk survei nya sendiri, Kemendikbud memberlakukannya ke semua guru pada tanggal 1 hingga 31 Agustus tahun 2022. Perlu diketahui terkait asesmen Nasional, yang merupakan kebijakan terbaru dari Kemendikbud Ristek.

Untuk asesmen Nasional ini sendiri berlaku bagi pertengahan jenjang dan salah satunya adalah survei lingkungan belajar atau SLB. Terkait survei lingkungan belajar ini, per tanggal 1 Agustus tahun 2022, Kemendikbud mengeluarkan surat edaran yang perlu diketahui oleh semua guru.
Surat edaran dengan Nomor 3336/H.H4/SK.01.01/2022, yang diterbitkan pada tanggal 1 Agustus 2022.

Lebih lanjut surat edaran Kemendikbud ini membahas mengenai pemberitahuan pengisian survei lingkungan belajar tahun 2022.

Surat yang ditujukan ke Kepala Dinas untuk disampaikan ke semua guru ini, Kemendikbud meminta untuk kepala satuan pendidikan dan guru untuk diwajibkan mengisi instrumen survei lingkungan belajar.

Survey ini ditujukan untuk memotret berbagai aspek yang berkaitan dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Sehingga dari hasil AN 2022 ini dapat memberikan informasi komprehensif mengenai input serta proses pembelajaran.
Untuk kepala sekolah dan guru yang akan mengisi survei SLB ini dapat melalui laman https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id

Berikut jadwal pengisian survei lingkungan belajar untuk kepala sekolah dan guru adalah:
  • Jenjang pendidikan SMA/SMK/SMALB/Paket C Sederajat, waktu pelaksanaan 1 sampai 10 Agustus 2022.
  • SMP/LB/Paket B Sederajat, waktu pelaksanaan 11 sampai 20 Agustus 2022.
  • SD/LB/Paket A Sederajat, waktu pelaksanaan 22 sampai 31 Agustus 2022.
Penting:
Sebagai informasi untuk kepala sekolah dan guru dalam pengisian survei SLB ini, Kemendikbud menghimbau agar operator atau proktor pada masing-masing satuan pendidikan agar melakukan cetak kartu login pengisian survei satu hari sebelum pelaksanaan.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat bagi Guru dan Kepala Sekolah dalam pengisian Survei Lingkungan Belajar.

Teknis Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) Inovatif Abad 21 Beserta Contohnya

Teknis Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) Inovatif Abad 21 Beserta Contohnya

BlogPendidikan.net
- Adapun rancangan pembelajaran inovatif dalam hal ini dimaknai sebagai aktivitas persiapan pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan unsur-unsur pembelajaran terbaru di abad 21 dan terintegrasi dalam komponen maupun tahapan pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun RPP sesuai Abad 21, yaitu:
  1. Unsur-unsur pembelajaran inovatif seperti TPACK, Neuroscience, STEAM, PPK, termasuk keterampilan abad 21-4C, literasi, dan HOTS, bisa diintegrasikan atau diterapkan dalam RPP pada komponen IPK, Rumusan Tujuan, Aktivitas Pendahuluan, Inti, Penutup Pembelajaran, dan atau komponen Penilaian Pembelajaran.
  2. Saudara harus memahami isi dan susunan RPP yang Anda tulis sendiri dengan memuat komponen dan menerapkan prinsip-prinsip RPP sesuai Permendikbud No.22 Tahun 2016.
  3. Saudara boleh menyusun RPP dalam kolom atau pun tidak karena tidak ada format baku dalam menyusun RPP. RPP juga bisa disusun menggunakan tabel atau tidak pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran atau di komponen lainnya.
  4. Disarankan bagi Saudara untuk mengikuti langkah-langkah penyusunan RPP berdasarkan Modul Kurikulum 2013 dari Kemdikbud.
Selanjutnya akan dijelaskan teknis menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inovatif sesuai abad 21, sebagai berikut:

1) Identitas Sekolah terdiri atas: Kelas/semester, tema, sub tema, muatan terpadu (kalau ada), pembelajaran, dan alokasi waktu diisi dengan benar

2) Kompetensi Inti (KI)

KI ditulis berdasar kesesuaian dengan silabus sebagaimana diatur dalam Permendikbud No.22 tahun 2016.

Contoh:
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
3) Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi 

KD dan IPK dapat ditulis sesuai petunjuk penulisan berikut ini. 

Unsur inovatif HOTS bisa diintegrasi pada komponen ini, sebagaimana penjelasan sebelumnya, contoh:

4) Tujuan Pembelajaran

Tulislah tujuan pembelajaran dengan redaksi kalimat yang jelas dan mengandung unsur ABCD sesuai modul RPP Kurikulum 2013 dari Kemdikbud (2018). Selain HOTS, unsur pembelajaran inovasi TPACK juga bisa diterapkan pada komponen RPP ini. 

Berikut ini contoh rumusan Tujuan Pembelajaran (dalam 1 pertemuan):

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengamati gambar tumbuhan, siswa dapat menyebutkan 6 kata tanya dengan tepat
2. Setelah membaca teks powerpoint di layar, siswa dapat membuat kalimat tanya menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif dengan benar
3. Setelah mengidentifikasi teks powerpoint di layar, siswa mampu menuliskan 6 kata tanya dengan benar
4. Setelah melakukan diskusi, siswa mampu membuat peta pikiran tentang kata tanya dengan benar
5. Setelah mengamati tumbuhan di halaman, siswa dapat membandingkan bentuk dan fungsi bagian tumbuhan dengan baik.
6. Setelah mengidentifikasi tumbuhan di halaman, siswa dapat memeriksa hubungan bentuk dan fungsi bagian tumbuhan dengan benar

Perhatikan contoh tujuan pembelajaran tersebut, semuanya sudah ditulis dengan kalimat yang jelas dan mengandung unsur ABCD. Saudara juga bisa menjumpai penerapan Unsur TPACK dan HOTS di sana.

5) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Tulis satu, dua, atau tiga nilai PPK yang secara terencana akan ditanamkan/ ditumbuhkan melalui pembelajaran melalui RPP ini. Butir nilai PPK dituliskan dalam Kata Benda (Abstrak).

Contoh:
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK):
1. Religiusitas
2. Nasionalisme
3. Kejujuran
4. Kedisiplinan
6) Materi Pembelajaran

Tulis tema/ sub-tema/ jenis teks atau butir-butir materi yang dicakup untuk materi pembelajaran reguler, pengayaan, maupun remedial. Butir-butir materi yang dimaksud harus relevan dengan  indikator pencapaian kompetensi yang mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan/atau metakognitif sesuai tuntutan/kandungan KD.

7) Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran

Tulis model, pendekatan, dan metode yang dipilih yang efektif dan efisien akan memfasilitasi peserta didik mencapai indikatorindikator pencapaian KD beserta kecakapan abad 21. Metode pembelajaran yang diterapkan boleh lebih dari satu.

Contoh:
MODEL, PENDEKATAN, DAN METODE PEMBELAJARAN:
Model : Cooperative Learning Tipe STAD
Pendekatan : Saintifik-TPACK
Metode : Tanya Jawab, Diskusi, Permainan, Penugasan.

8) Media dan Bahan

Media

Tulis spesifikasi semua media pembelajaran (video/film, rekaman audio, model, chart, gambar, realia, dsb.).
Contoh:
a. Video/film : Judul. Tahun. Produser. (Tersedia di situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
b.Rekaman audio : Judul. Tahun. Produser. (Tersedia di situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
c. Model : Nama model yang dimaksud
d. Gambar : Judul gambar yang dimaksud
e. Realita : Nama benda yang dimaksud

Bahan

Tulis spesifikasi (misalnya nama, jumlah, ukuran) semua bahan yang diperlukan. Misal: kertas, gunting, lem, pengggaris, dan sebagainya.

Sumber Belajar

Tulis spesifikasi semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dan sebagainya).

Contoh:
1. Buku siswa : Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan: Penerbit (halaman)
2. Buku referensi : Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan: Penerbit (halaman).
3. Majalah : Penulis artikel. Tahun terbit. Judul artikel. Nama majalah, Volume, Nomor, Tahun, (halaman).
4. Koran : Judul artikel, Nama koran, Edisi (tanggal terbit), Halaman, Kolom
5. Situs internet : Penulis. Tahun. Judul artikel. (Tersedia di situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
6. Lingkungan : Nama dan lokasi lingkungan sekitar yang Dimaksud
7. Narasumber : Nama narasumber yang dimaksud beserta bidang keahlian dan/atau profesinya
8. Lainnya : (sesuai dengan aturan yang berlaku)

9) Langkah-langkah Pembelajaran

Petunjuk:
1. Tulis kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan yangmencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
2. Kegiatan pembelajaran pada KEGIATAN PENDAHULUAN dan KEGIATAN PENUTUP ditulis dalam rumusan kegiatan yang dilakukan oleh guru yang DAPAT dilengkapi dengan rumusan kegiatan peserta didik secara terintegrasi tidak dalam kalimat terpisah.
3. Kegiatan pembelajaran pada KEGIATAN INTI ditulis dalam rumusan kegiatan peserta didik YANG DAPAT dilengkapi dilengkapi dengan rumusan kegiatan guru dalam kalimat terpisah.
4. Langkah-langkah dan aktivitas pembelajaran pada KEGIATAN INTI menyesuaikan sintaks dan prinsip-prinsip belajar dari model pembelajaran yang diterapkan dalam hal ini menerapkan saintifik.
5. Tulis semua unsur pembelajaran inovatif di kolomnya sejajar dengan poin-poin kalimat pada isian kolom deskripsi kegiatan atau bisa juga unsur pembelajaran inovatif tersebut ditulis dibelakang kalimat deskripsi kegiatan pembelajaran.
6. Tulis jumlah JP untuk setiap pertemuan dan alokasi waktu untuk kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

Contoh tabel langkah-langkah pembelajaran Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Penutup.


10) Penilaian

Teknik penilaian

Teknik penilaian terdiri atas penilaian sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Tulis satu atau lebih teknik penilaian sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan dan tuangkan dalam tabel penilaian

11) Pembelajaran Remedial

Pembelajaran remidial dan pengayaan merupakan tindak lanjut setelah dilaksanakan evaluasi atau penilaian pembelajaran. Remidial berlaku bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian atau analisis kesulitan belajar. Untuk itu, perlu dicari penyebab mengapa peserta didik tersebut tidak mencapai kompetensi sebagaimana termuat dalam capaian pembelajarannya. 

Adapun bentuk kegiatan pembelajaran remedial antara lain:
  • Pembelajaran ulang
  • Bimbingan perorangan
  • Belajar kelompok
  • Pemanfaatan tutor sebaya
12) Pembelajaran Pengayaan

Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan atau pendalaman materi (kompetensi) antara lain dalam bentuk :
  • Tugas mengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi
  • Meringkas buku-buku referensi
  • Mewawancarai narasumber.
Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) >>> LIHAT DISINI

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Inovatif Abad 21

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Inovatif Abad 21

BlogPendidikan.net
- Dalam menyusun RPP, diperlukan kemampuan guru dalam memfasilitasi pengalaman belajar yang berkesan yang mampu menguatkan karakter siswa. 

Penguatan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran diharapkan tidak sebatas tertulis secara administratif, namun nantinya dapat diterapkan dengan alamiah dalam pembelajaran.

Untuk mencapai hasil yang optimal, guru dapat memfokuskan pada nilai-nilai yang relevan sesuai dengan ruang lingkup kompetensi dasar dan dinamika pembelajaran. 
Secara eksplisit, rencana penguatan karakter siswa dapat dituliskan dalam rumusan tujuan pembelajaran. Perlu dicatat bahwa ada kalanya tidak semua tujuan pembelajaran dapat diberikan muatan nilai karakter. 

Prinsipnya, penulisan nilai karakter dalam tujuan pembelajaran tersebut tidak terkesan dipaksakan. Selanjutnya, tujuan pembelajaran dijabarkan lebih lanjut dalam kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. 

Sebagai catatan, model RPP yang dikembangkan dalam Kurikulum 2013 adalah RPP yang Inovatif mengintegrasikan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS. 

Dengan demikian tidak ada RPP yang hanya memfokuskan pada penguatan karakter, atau hanya memfokuskan pada pengembangan literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS saja.

Berikut akan disajikan panduan penyusunan RPP Inovatif Abad 21 beserta contoh RPP Inovatif abad 21.


Berikut Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Inovatif Abad 21 >>> UNDUH

Karakteristik Rancangan Pembelajaran Inovatif Abad 21 Dalam RPP

Karakteristik Rancangan Pembelajaran Inovatif Abad 21

BlogPendidikan.net
- Adapun rancangan pembelajaran inovatif dalam hal ini dimaknai sebagai aktivitas persiapan pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan 
unsur-unsur pembelajaran terbaru di abad 21 dan terintegrasi dalam komponen maupun tahapan pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Unsur-unsur pembelajaran terbaru yang dimaksud, antara lain; TPACK (technological, pedagogical, content knowledge) sebagai kerangka dasar integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, pembelajaran berbasis Neuroscience, pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), HOTS (Higher Order Thinking Skills), Tuntutan Kompetensi Abad 21 atau 4C (Comunication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity), kemampuan literasi, dan unsur-unsur lain yang terintegrasi dalam komponen maupun tahapan rencana pembelajarannya.


Perlu memahami beberapa karakteristik rancangan pembelajaran inovatif abad 21 yang akan Saudara terapkan dalam RPP. Penerapan unsur-unsur terbaru dalam komponen RPP terletak pada: Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pendahuluan, Inti, dan Penutup Pembelajaran, serta Penilaian Pembelajaran. 

Berikut ini karakteristik rancangan pembelajaran inovatif abad 21 dalam RPP, yaitu:

1. Kolaborasi peserta didik dan guru

Pada era industry 3.0, orientasi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Orientasi ini berangkat dari paradigma bahwa peserta didik merupakan subjek aktif baik secara individu maupun kolektif. Belajar tidak lagi mengandalkan informasi dan pengetahuan dari guru semata tapi lebih menerapkan pilihan aneka sumber belajar sesuai dengan perbedaan karakter, kebutuhan, dan setting yang mengitarinya.

Ciri berikutnya, RPP yang berorientasi kolaborasi peserta didik dan guru akan tampak pada pemilihan pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang tepat. Untuk pendekatan pembelajaran yang tepat, bisa dipilih Saintifik atau STEAM. Problem based learning, project based learning, cooperative learning, contextual learning, digital learning, atau blended learning adalah pilihan model pembelajaran yang sesuai.

2. Berorientasi HOTS

HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick:987 dalam Mustaghfirin, 2019:2). HOTS menunjukkan pemahaman terhadap informasi dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Untuk memperjelas pemahaman Saudara tentang HOTS,berikut ini disajikan tabel hubungan dimensi proses kognitif dan  dimensi pengetahuan.
Adapun ciri rancangan pembelajaran yang berorientasi HOTS dalam komponen RPP, yaitu: Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) sebagai jabaran Kompetensi Dasar (KD), Tujuan, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian Pembelajaran dalam RPP. Dari sini dapat dikatakan bahwa penerapan HOTS dalam RPP cakupannya lebih luas dibanding unsur-unsur pembelajaran terbaru lainnya.

Ciri pertama, RPP yang berorientasi HOTS terdapat pada komponen IPK. Hal ini ditandai dengan penggunaan kata kerja operasional sesuai perkembangan berpikir tingkat tinggi.

3. Mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT)

Pengintegrasian ICT di segala bidang adalah suatu keniscayaan yang harus dilaksanakan di Era Industri 4.0 ini. Demikian pula dalam bidang pendidikan, rancangan pembelajaran inovatif tentunya semaksimal mungkin mengintegrasikan ICT.

Penggunaan laptop, HP, atau gawai lainnya oleh guru maupun siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas merupakan wujud dari integrasi ICT. Ciri rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan ICT dalam RPP ada pada komponen Tujuan Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, pilihan Media dan atau Sumber Belajarnya.

4. Berorientasi pada keterampilan belajar dan mengembangkan Keterampilan Abad 21 (4C)

Keterampilan belajar merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh, mempertahankan, serta mengungkapkan pengetahuan dan merupakan cara untuk menyelesaikan persoalan belajarnya. Dalam memperoleh keterampilan belajar, siswa diarahkan untuk mampu menyadari bagaimana cara belajar yang terbaik sehingga menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kegiatan belajarnya baik secara individu maupun kelompok Integrasi keterampilan belajar dan keterampilan abad 21 dalam RPP juga dapat diwujudkan pada langkah-langkah kegiatan belajar

5. Mengembangkan kemampuan literasi

Dalam penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 sangat penting bagi peserta didik, bagi orang tua, dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup; literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.
Rancangan pembelajaran inovatif yang mengembangkan kemampuan 6 literasi ini dapat diwujudkan dengan menerapkan konsep Neuroscience dan TPACK dalam RPP pada aktivitas pembelajaran.

6. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Terdapat lima nilai karakter utama dalam PPK yang bersumber dari Pancasila, yaitu; religiusitas, nasionalisme, integritas (kejujuran), kemandirian, dan gotongroyong. PPK dapat dicapai melalui aktivitas berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat. PPK berbasis budaya sekolah berupa kegiatan 6 literasi, sedangkan PPK berbasis kelas berupa pembelajaran tematik yang menggunakan kompetensi abad 21 terutama 4C, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). RPP yang mengintegrasikan PPK ada pada komponen Tujuan Pembelajaran dan Deskripsi Langkah-langkah Kegiatan Pembelajarannya.

Rujukan: Modul PPG Tahun 2019

KemendikbudRistek: Kurikulum Merdeka Tidak Boleh Dipaksakan, Sekolah Punya 3 Opsi Pilihan

KemendikbudRistek: Kurikulum Merdeka Tidak Boleh Dipaksakan, Sekolah Punya 3 Opsi Pilihan

BlogPendidikan.net
 - Kemendikbudristek melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Setditjen Diksi) Wartanto meluruskan isu terkait dengan Kurikulum Merdeka yang harus diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023.

Wartanto menekankan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka tidak boleh dipaksakan. Sebab, penerapan Kurikulum Merdeka di setiap satuan pendidikan bergantung pada kesiapan dan kondisi sekolah tersebut.

"Oleh karena itu, Kemendibudristek telah menyiapkan tiga kurikulum, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka. Sekolah dapat memilih kurikulum mana yang sesuai dengan kondisi sekolah," jelasnya, dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Jumat (29/7/2022).

Penerapan Kurikulum Merdeka Tidak Wajib

Lebih lanjut Wartanto menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun pemerintah daerah (pemda) juga tidak boleh menekan sekolah untuk menggunakan jenis kurikulum tertentu.
"Itu tidak diwajibkan karena semuanya tergantung kondisi sekolah. Pemda hanya wajib mendorong kepala sekolah dan guru untuk melakukan refleksi kesiapan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Mereka tidak menunjukkan kinerja daerah. Penerapan Kurikulum Merdeka semata berdasar kesiapan dan kondisi sekolah," jelasnya.

Namun, Wartanto juga mendorong agar satuan pendidikan segera menggeser paradigma pembelajaran supaya lebih maju dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum sekolah yang mengacu pada pertumbuhan bakat dan minat peserta didik.

Dengan kurikulum ini, peserta didik dapat memilih pelajaran yang ia kehendaki sesuai minat dan bakatnya dengan pendekatan pembelajaran pembelajaran berbasis proyek atau project base learning (PBL).
"Dengan pendekatan ini, masa depan anak didik tidak ditentukan sekolah, tapi oleh anak itu sendiri," tekan Wartanto.

Keunggulan dari Kurikulum Merdeka

Sesditjen Diksi menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan dalam pembelajaran yang berorientasi pada murid, yakni:
  1. Kurikulum Merdeka lebih sederhana dan mendalam, artinya kurikulum ini hanya berfokus pada materi yang esensial untuk tumbuh kembang depan anak didik.
  2. Kurikulum lebih merdeka karena tidak ada jurusan pada siswa Sekolah Menengah Atas. Sebaliknya, peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya.
  3. Kurikulum Merdeka lebih relevan dan interaktif, pembelajaran dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis proyek di dalam kelas.
Guru juga diberikan keleluasaan dalam mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Ia mencontohkan, di pembelajaran bidang pertanian, peserta didik tingkat PAUD diajarkan mengenal tanaman. Sementara itu, anak didik di tingkat SMP sudah diajarkan cara menanam.

"Artinya, pembelajaran itu sesuai dengan fase peserta didik," ujar Wartanto.

Dengan demikian, peserta didik mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan saat lulus sekolah, seperti bekerja dalam kelompok dan menghasilkan suatu karya.

Solusi dan Kendala Penerapan Kurikulum Merdeka

Untuk mempermudah siswa, guru, dan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek meluncurkan platform Merdeka Mengajar.
Wartanto menuturkan bahwa platform Merdeka Mengajar ini tak hanya bisa membantu guru ketika mengalami kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga dapat mengambil materi pembelajaran.

"Ayo, para guru, manfaatkan platform Merdeka Mengajar. Di sana ada banyak materi yang bisa dipelajari dan digunakan dalam pembelajaran," tuturnya.

Bagi sekolah yang sudah mengajukan diri atau mendaftar untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek menyiapkan tiga jalur yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

1. Jalur Kurikulum Merdeka Belajar Mandiri

Jalur ini tidak ada bimbingan teknis. Kemendikbudristek hanya mendorong satuan pendidikan untuk memanfaatkan komunitas belajar di berbagai wilayah untuk menjadi ruang berdiskusi dan berkonsultasi.

2. Jalur Kurikulum Merdeka Berubah

Di jalur ini, sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013, tetapi juga dapat memasukan sebagian unsur Kurikulum Merdeka.

3. Jalur Kurikulum Merdeka Berbagi

Sekolah dapat menyusun bahan ajar sendiri dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Sebagai informasi, Kemdikbudristekdikti juga mempersilakan sekolah yang tidak memiliki fasilitas apapun untuk tetap bisa menggunakan Kurikulum Merdeka, asalkan satuan pendidikan siap secara sukarela.

Sumber: www.detik.com tautan https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6205970/sekolah-punya-3-opsi-kemdikbud-kurikulum-merdeka-tidak-boleh-dipaksakan

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD

BlogPendidikan.net
 - Modul projek sebagai penguatan profil pelajar Pancasila 
merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul projek profil yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik. 

Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan.

Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul projek profil sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul projek profil yang disediakan Pemerintah sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik. 
Oleh karena itu, pendidik yang menggunakan modul projek profil yang disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun modul projek profil.

Pengertian P5 dalam Kurikulum Merdeka

P5 merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Sedangkan Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Dengan kurikulum ini, dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Penjelasan P5 dalam Kurikulum Merdeka yaitu kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan P5 tentu juga dilakukan lebih fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
Contoh Tema P5 diantaranya materi Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi dan banyak lagi.

Pelaksanaan P5 dalam Pembelajaran
  1. Kegiatan kokurikuler berbasis projek
  2. Dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
  3. Pelaksanaanya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
  4. Dirancang terpisah dari intrakurikuler (Tujuan, muatan, dan kagiatan pembelajaran projek profil tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler)
  5. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran berbasis projek di kegiatan mata pelajaran (intrakurikuler).

Pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP), sementara projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila.

Komponen Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Modul projek profil dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. 
Modul projek profil pada dasarnya memiliki komponen sebagai berikut:

Profil Modul:

• Tema dan topik atau judul modul
• Fase atau jenjang sasaran
• Durasi kegiatan

Tujuan:
 
• Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek profil
• Rubrik pencapaian berisi rumusan kompetensi yang sesuai dengan
fase peserta didik (Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah)

Aktivitas:
 
• Alur aktivitas projek profil secara umum
• Penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmennya 

Asesmen:

Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek profil
Berikut ini akan disajikan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan 7 tema pokok utama dalam projek.

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Suara Demokrasi" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Kewirausahaan" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Kearifan Lokal" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Bhineka Tunggal Ika" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Berkarya dan Berteknologi Membangun NKRI" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya" >>> UNDUH

Demikian artikel tentang tentang Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD. Semoga bermanfaat.

Kurikulum Merdeka Batal Diterapkan, Cek Infonya Disini

Kurikulum Merdeka Batal Diterapkan, Cek Infonya Disini

BlogPendidikan.net
- Saat ini masih muncul anggapan bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan di sekolah-sekolah. 
Anggapan Kurikulum Merdeka dibatalkan bukan tanpa sebab, diduga minimnya sosialisasi dan kurang masifnya sekolah yang menerapkan jadi keraguan sejumlah pihak.

Sejak dikeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka hingga saat ini sekolah yang menerapkannya belum masif. Saat ini memang belum banyak yang menerapkan, sekolah-sekolah Kurikulum Merdeka akan diterapkan secara penuh pada tahun 2024 nanti.

Itu artinya penerapan Kurikulum Merdeka dilakukan secara bertahap hingga semua sekolah bisa menerapkannya secara penuh. Masyarakat dan tenaga pendidik memang masih banyak yang bingung dan bertanya tentang implementasi Kurikulum Merdeka.
Bahkan, entah dari mana info itu berasal, banyak yang beranggapan bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan di satuan pendidikan SD hingga SMA atau sederajat.

Ketidakpastian informasi mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka diduga jadi pemantik isu itu mencuat. Termasuk ketidaksiapan satuan pendidikan dalam menerapkannya secara luas.

Untuk diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Sejak keraguan masyarakat dan tenaga pendidik munclul, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuat penegasan bahwa Kurikulum Merdeka tidak akan dibatalkan.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Menurut Anindito Aditomo memastikan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana.

Memang pemerintah tidak memberikan penekanan pada tahun ajaran 2022/2023 ini, lebih pada pilihan masing-masing sekolah.

“Mulai tahun ajaran 2022/2023 ini, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih secara sukarela oleh satuan pendidikan,” kata Anindito Aditomo.

Meski demikian, pihaknya memastikan penerapannya sudah dilakukan di banyak sekolah. Berdasarkan data yang masuk sudah ada 140 ribu satuan pendidikan yang menjalankannya tahun ini.
Jumlah tersebut diketahui dari Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022.

Dalam SK tersebut ditandatangani pada 12 Juli 2022 yang berisi penetapan 140 ribu lebih satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

“SK tersebut merevisi SK sebelumnya karena terdapat perubahan beberapa satuan pendidikan yang melakukan refleksi dan mengubah level implementasinya, misalnya dari level mandiri belajar ke mandiri berubah atau sebaliknya,” ujar Anindito.

Lantaran masih saja muncul kabar yang beredar bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sampai mengeluarkan siaran pers resmi tertanggal 15 Juli 2022 bahwa info tersebut tidaklah benar.

Siaran Pers bernomor 413/sipers/A6/VII/2022 ini tersebut menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka akan tetap diimplementasikan sesuai dengan rencana yang sudah ada.


Agar Siswa Tidak Ribut Saat Pembelajaran Berlangsung, Begini Teknik Mengatasinya

Agar Siswa Tidak Ribut Saat Pembelajaran Berlangsung, Begini Teknik Mengatasinya

BlogPendidikan.net 
- Sudah menjadi hal biasa bagi guru, jika di dalam proses pembelajaran di kelas terjadi gaduh/ribut, ada saja hal-hal yang membuat suasana kelas menjadi ribut, bisa saja dari siswa itu sendiri atau guru itu sendiri. 

Jika dari siswa lebih dominan saling mengejek terutama siswa tingkat PAUD dan SD, sedangkan jika dari guru tersebut kurangnya penguasaan kelas dan ketidaksiapan dalam proses pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan faktor eksternel sampai terbawa dalam proses pembelajaran yang tidak maksimal.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengatakan, bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas. Faktor yang pertama
yaitu intern siswa, faktor ini meliputi emosi, pikiran, dan perilaku siswa.

Baca Juga:
Dapat dikatakan bahwa faktor intern siswa berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri, sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor ektern siswa, yang meliputi masalah lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa dikelas, dsb

Berikut ada 14 tips bagaimana mengatasi ribu saat pembelajaran berlangsung di kelas :

1. Hindari mengetuk-ngetuk papan tulis atau white board saat mendiamkan siswa.

2. Mngangkat tangan sambil bersikap diam. Mintalah siswa melakukan hal yang sama. Saya jamin kelas anda akan tenang, lakukan berulang bila anda ingin siswa anda diam

3. Hindari berteriak untuk mendiamkan siswa. Teriakan anda hanya akan menambah kebisingan yang sudah terjadi

4. Jangan menggunakan suara dengan nada keras "woiii diammm"

5. Jangan menggunakan suara “ssssssssttttttttt”

6. Sesekali berjalan berkeliling diantara tempat duduk siswa, guna melihat apa yang dilakukan siswa.

7. Lakukan permainan seperti Ice Breaking, saat kelas Anda ribut

8. Ucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada siswa yang sudah siap mendengarkan anda. Misalnya ” terima kasih Adam, terima kasih Ani… dst

9. Berjalanlah saat  di dalam kelas dan berinteraksilah dengan semua siswa.

10. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran didalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.

11. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik, seperti bertepuk tangan , tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis.

12 Buatlah materi pembelajran yang menarik bagi anak, buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran jangan tegang saat mengajar, gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.

13. Selipkan humor dikala mengajar, seperti permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap.

14. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.

Baca Juga:
Demikian tips buat Anda, semoga bermanfaat. dan jangan lupa berbagi.