PPG Dalam Jabatan Akan Segera Dibuka, Khusus Guru Madrasah dan Agama

Admin 9/27/2020
PPG Dalam Jabatan Akan Segera Dibuka, Khusus Guru Madrasah dan Agama

BlogPendidikan.net
- Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Zain mengungkapkan, pelaksanaan sertifikasi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan akan melibatkan banyak pihak. Pasalnya, pelaksanaan PPG di lingkungan Kemenag, tidak hanya berlaku untuk guru madrasah.

"Karena PPG ini tidak hanya untuk guru madrasah sehingga perlu perlu dibentuk panitia nasional yang konsen mengurusi PPG di lingkungan Kemenag," kata Nizar, Sabtu (26/9). 

Menurut Zain, panitia nasional PPG ini penting, mengingat jumlah guru madrasah maupun agama di lingkungan Kemenag masih banyak yang belum mengikuti dan lulus PPG. Dengan adanya panitia nasional, penyelenggaraan PPG di lingkungan Kemenag akan semakin mandiri dan dan utuh.

Menurut Zain, saat ini Direktorat GTK Madrasah fokus pada finalisasi dan uji publik KMA (Keputusan Menteri Agama) tentang PPG. Menurutnya, uji publik sangat penting untuk mendapatkan masukan-masukan dari banyak pihak, sehingga akan menghasilkan KMA yang memiliki kualitas yang bagus.

Sekretaris Kelompok Kerja PPG Kemenag, Musthofa Fahmi, menuturkan susunan Panitia Nasional melibatkan para Pimpinan Perguruan Tinggi baik PTKI maupun Perguruan Tinggi Umum, Direktur Pendidikan Agama pada Dirjen Bimas Hindu, Budha, Katolik dan Kristen, serta unsur Ditjen Pendis. 

Dengan hadirnya KMA dan Panitia Nasional di Kemenag, diharapkan Sistem Informasi yang akan digunakan di Kemenag semakin lebih mandiri. 

“Sistem seperti SIMPATIKA (untuk Guru Madrasah, Katolik dan Hindu) dan SIAGA (untuk Guru PAI, Kristen dan Budha) bisa semakin dioptimalkan fiturnya dengan dukungan anggaran yang memadai,” tandasnya.

Menurut Fahmi, saat ini mahasiswa PPG yang berstatus sebagai retaker guru madrasah dan PAI sebanyak 6.798 guru. Dari jumlah itu, sebanyak 4.666 guru telah lulus UKMPPG pada akhir 2019 dan Februari 2020. 

“Saat ini di Kementerian Agama masih ada Retaker sebanyak 2.132 orang,” jelasnya. 

Terkait pembukaan Prodi PPG pada beberapa LPTK dan model pelaksanaan PPG dalam Jabatan pada tahun 2021, Pokja PPG terus melakukan sinergi dengan Direktorat PTKI dan Kemendikbud. Harapannya, regulasi penetapan LPTK penyelenggara PPG dan regulasi pelaksanaan PPG dalam Jabatan bisa dipersiapkan sejak awal, sehingga pelaksanaan PPG dalam Jabatan di tahun mendatang dapat dilaksanakan pada awal tahun.

Potensi Tsunami 20 Meter Bukan Prediksi, BMKG Imbau Warga Jangan Takut

Admin 9/26/2020
Potensi Tsunami 20 Meter Bukan Prediksi, BMKG Imbau Warga Jangan Takut

BlogPendidikan.net
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga tidak takut menanggapi laporan riset soal potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa. Laporan itu bukanlah prediksi bahwa tsunami 20 meter bakal segera terjadi, melainkan sekadar taksiran kemungkinan terburuk.

"Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan tersebut adalah potensi skenario terburuk (worst case), bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Sabtu (26/9/2020).

Potensi tsunami setinggi 20 meter itu dikemukakan oleh ilmuwan di ITB, berdasarkan laporan ilmiah yang juga bersumber dari data BMKG. Tsunami sebesar itu bisa terjadi manakala dua segmen lempeng bumi di zona megathrust selatan Jawa bergerak simultan. Gempa lebih dari M 8,7 bakal terjadi, tsunami besar muncul. Namun ini hanya skenario terburuk, bukan berarti bakal terjadi segera.

"Untuk itu, dalam ketidakpastian kapan terjadinya, kita semua harus melakukan upaya mitigasi," kata Daryono.

Mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana. Untuk mengurangi dampak gempa dan tsunami, masyarakat perlu senantiasa menerima edukasi, termasuk lewat informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Gempa adalah fenomena alam yang lumrah di selatan Jawa. Tsunami sudah beberapa kali terjadi dalam rentang ratusan tahun belakangan.

"Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, inilah risiko yang harus dihadapi. Apakah dengan kita hidup berdekatan dengan zona megathrust lantas kita selalu dicekam rasa cemas dan takut? Tidak perlu karena, dengan mewujudkan upaya mitigasi yang konkret, kita dapat meminimalkan risiko, sehingga kita masih dapat hidup aman dan nyaman di daerah rawan bencana," kata Daryono.

Artikel ini juga telah tayang di news.detik.com

Covid-19 Meroket, Bertambah 4.634 Orang Dalam 24 Jam

Admin 9/24/2020
Covid-19 Meroket, Bertambah 4.634 Orang Dalam 24 Jam

Blogpendidikan.net
- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa penularan virus corona saat ini masih terjadi di masyarakat. Akibatnya, jumlah kasus Covid-19 masih terus bertambah hingga hari ini, Kamis (24/9/2020). Bahkan, jumlah kasus baru Covid-19 masih tercatat di angka yang mengkhawatirkan, yaitu bertambah lebih dari 4.000 kasus. 

Berdasarkan data pada Kamis ini pukul 12.00 WIB, diketahui ada penambahan 4.634 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir,

Ini merupakan rekor tertinggi terkait penambahan jumlah pasien Covid-19 dalam sehari. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 262.022 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satgas Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Kamis sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update setiap sore.

Pasien sembuh dan meninggal 

Pemerintah menumbuhkan harapan dengan memperlihatkan data jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah. Dalam sehari, ada penambahan 3.895 pasien Covid-19 yang dianggap sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona. 

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 191.853 orang.

Akan tetapi, kekhawatiran mengenai ancaman Covid-19 semakin terlihat dengan angka kematian yang meningkat pesat, bahkan kini melewati 10.000 orang. Pada periode 23 - 24 September 2020, ada penambahan 128 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. 

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 10.105 orang. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, tercatat pasien Covid-19 yang meninggal berjumlah 428 orang. Selain kasus positif, pemerintah juga mengungkap bahwa saat ini ada 110.910 orang berstatus suspek. 

Data spesimen 

Sebanyak 4.634 kasus baru Covid-19 itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 42.564 spesimen dalam sehari. Jumlah ini melampaui target 30.000 spesimen dalam sehari yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. 

Pada periode yang sama, diketahui ada 34.786 orang yang diambil sampelnya. Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 3.074.814 spesimen terhadap 1.834.349 orang yang diambil sampelnya. Dengan catatan, satu orang bisa diambil sampelnya lebih dari satu kali.

Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi di Tanah Air, dari Aceh hingga Papua. Secara khusus, ada 494 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona. Ini berarti lebih dari 96 persen wilayah di Indonesia sudah terdampak pandemi Covid-19.

Dana BOS Tidak Lagi Mengacu Penghitungan Jumlah Siswa Untuk Daerah Terpencil

Admin 9/23/2020
Dana BOS Tidak Lagi Mengacu Penghitungan Jumlah Siswa Untuk Daerah Terpencil

BlogPendidikan.net - Dana BOS Tidak Lagi Mengacu Penghitungan Jumlah Siswa Untuk Daerah Terpencil. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut pihaknya tengah mengkaji perubahan perhitungan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 2021. 

Dalam penghitungan sebelumnya, Kemendikbud mengalokasikan dana BOS berdasarkan jumlah murid di sekolah.

Menurut Nadiem, alokasi berdasarkan jumlah siswa di sekolah tidak akan dilanjutkan. Sebab, hal itu membuat setiap sekolah bakal mendapat dana BOS yang berbeda, sehingga ada potensi pembagian dana BOS semakin kecil.


"Sepertinya itu adil (dengan melihat jumlah siswa), tapi dalam keadaannya di lapangan yang terjadi adalah sekolah-sekolah yang jumlah muridnya sedikit dan banyak sekolah tersebut adalah yang berada di 3T (tertinggal, terluar, terdepan)," jelas Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR secara virtual, Rabu, 23 September 2020.

Nadiem mengatakan, dengan metode perhitungan BOS saat ini, sekolah yang punya jumlah murid lebih sedikit bakal mendapat alokasi dana yang sedikit pula. Padahal, mereka mempunyai beban yang sama dalam mengelola operasionalnya. Jadi, dengan dana yang terbatas, pemenuhan fasilitas menjadi semakin sulit.

"Sekolah tersebut, karena mereka punya fix cost tertentu untuk mengelola sekolah, mereka dirugikan karena mereka harus mengelola sekolah, tapi karena jumlah muridnya kecil, jumlah sarana yang mereka bisa berikan itu sangat kecil," jelasnya.

Maka dari itu, dilakukan perubahan penghitungan alokasi dana BOS yang tidak berdasarkan jumlah siswa. Melainkan, dengan mengkonsiderasi indeks kemahalan konstruksi (IKK) serta indeks besaran peserta didik (IPD) per sekolah di suatu daerah.


Nadiem menjelaskan, dua indeks ini digunakan untuk menentukan area tertentu sulit dicapai atau tidak. Jadi, harga sarana dan mengirim sarana kepada daerah yang tertinggal itu, nilai IKK akan jauh lebih tinggi daripada daerah yang punya akses.

"Seperti yang ada di pulau Jawa dan IPD adalah berapa besaran total jumlah peserta didik di sekolah tersebut," ujarnya.

Nadiem Ubah Skema Hitungan Dana BOS Per Sekolah Mulai 2021

Admin 9/23/2020
Nadiem Ubah Skema Hitungan Dana BOS Per Sekolah Mulai 2021

BlogPendidikan.net
- Kemendikbud mengubah cara menghitung satuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai tahun 2021. Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan, apabila sebelumnya hitungan BOS tiap sekolah berdasarkan jumlah murid, maka tahun 2021 akan ada perubahan.

"Ini adalah kabar gembira, sebelumnya kita hitung BOS satuan fisik jumlah murid, sepertinya itu adil tapi di lapangan sekolah yang jumlah muridnya kecil, sarana dan kualitasnya sangat kecil. Itu akan merugikan sekolah di daerah yang tidak mampu dan murid sedikit,"kata Nadiem dalam rapat dengan Komisi X di DPR, Rabu (23/9).


Untuk itu, Nadiem menyatakan pihaknya mengubah cara hitungan BOS menjadi dua variabel.

"Akan mendasarkan dua variabel. Pertama indeks kemahalan konstruksi dan indeks besaran peserta didik. Indeks konstruksi untuk menentukan area ini sulit dicapai atau tidak," ucapnya.

Meski ada hitungan baru, Nadiem memastikan tidak akan ada sekolah yang mengalami penurunan penerimaan dana BOS.

"Tidak akan ada sekolah yang BOS turun, tapi banyak sekolah kecil dan daerah meningkat BOS-nya, anggarannya kami realisasi hampir Rp2,5 T dari dana bos afirmasi," jelasnya.


Nadiem menyatakan, kebijakan ini untuk memberikan keadilan bagi sekolah di Daerah 3 T. "Tidak bisa semua sekolah disamakan, sekolah yang lebih membutuhkan harusnya menerima uang lebih, ini kabar gembira di daerah terpencil, tertinggal dan jumlah murid kecil," katanya.

(Sumber; merdeka.com)

Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

Admin 9/23/2020
Apakah Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Masuk di Nomor Anda? Berikut Cara Ceknya

BlogPendidikan.net
- Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen mulai disalurkan. Penyaluran kuota belajar dari Kemendikbud dimulai Selasa (22/9/2020). Rencananya, penyaluran akan dilakukan bertahap dari September hingga Desember 2020.

Lantas, bagaimana cara mengecek dan mengetahui apakah bantuan sudah diterima atau belum?
Berikut ini rincian cara mengecek bantuan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan Telkomsel, XL, Axis, dan Tri.


Telkomsel

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menerangkan, bantuan kuota internet Kemendikbud dikhususkan bagi pelajar atau mahasiswa dan pengajar dari sekolah atau universitas yang sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mengenai status pendaftaran apakah telah tercatat dalam Dapodik atau belum, pelajar atau mahasiswa dapat menghubungi admin atau perwakilan sekolah dan kampus terkait.

Apabila sudah terdaftar maka pelanggan akan menerima SMS pemberitahuan (pengirim Telkomsel). Nantinya, pengecekan besaran bantuan kuota data internet bagi pelanggan Telkomsel dapat diakses melalui menu *888# di nomor panggilan dan aplikasi MY Telkomsel.


Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI ini, nantinya tidak akan memengaruhi kuota lain milik penerima.

“Bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI dapat dikombinasikan dengan paket kuota data lainnya dari Telkomsel,” ujar Denny kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, Telkomsel sejak awal pandemi juga telah menghadirkan sejumlah inisiatif untuk produk dan layanan dalam bentuk paket internet untuk menunjang PJJ. Seperti paket kuota belajar 10 GB senilai Rp 10 dan penyediaan kartu perdana bagi peserta didik.

Tri

Bagi pelanggan dengan nomor 3 (Tri) yang nomornya sudah didaftarkan di Dapodik oleh pihak sekolah dan kampus juga akan mendapatkan notifikasi melalui SMS.

“3 akan mengirimkan SMS notifikasi jika pelanggan telah terdaftar dan berhak mendapatkan bantuan kuota internet dari Kemendikbud,” kata Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Adapun nantinya untuk mengecek besaran bantuan kuota dari Kemendikbud ini, pelajar ataupun mahasiswa dapat melakukan cek sisa kuota internet secara detail melalui *123*10*3# atau melalui aplikasi Bima+.


Lebih lanjut, Danny menerangkan, jika pelajar belum mendapatkan bantuan maka dapat menanyakan ke bagian administrasi masing-masing. Terkait dengan bantuan kuota Kemendikbud ini, pihaknya juga menerangkan, bantuan ini tidak akan memengaruhi kuota lain yang ada pada nomor pelanggan Tri.

“Tidak akan terpengaruh karena pembelian paket internet lain merupakan tambahan dari paket bantuan Kemendikbud,” ujar dia.

XL dan Axis

Untuk kuota belajar Kemendikbud bagi pelanggan XL dan AXIS, proses yang dilakukan sama dengan operator lainnya. Pelanggan XL mendapatkan bantuan kuota yang didasarkan mekanisme pendataan penerima yang dilakukan Pusdatin Kemendikbud.

“Pusdatin sebagai bagian dari Kemendikbud memfasilitasi masing-masing sekolah untuk mengumpulkan data, kemudian operator atau XL Axiata melakukan verifikasi nomor untuk memastikan tidak ada nomor yang invalid, untuk kemudian masing-masing operator termasuk XL Axiata akan melaporkan status pemberian paket datanya ke Pusdatin,” jelas Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

Ayu menjelaskan, nantinya penerima bantuan kuota akan menerima SMS notifikasi setelah paket bantuan kuota masuk ke nomor tersebut. Ia menjelaskan, saat ini bantuan kuota masih berproses pencairannya ke nomor yang tercatat di Pusdatin.

Terkait dengan cara mengecek saldo kuota bantuan, pelanggan XL prepaid dapat melakukannya melalui aplikasi myXL. Pelanggan prioritas akan mengeceknya melalui aplikasi AxisNet. Nantinya, pada pilihan paket detail, silakan cek paket Terus Belajar.

Adapun untuk pengecekan melalui UMB bisa dilakukan dengan menekan *123#, kemudian pilih Info, pilih Info Kartu-XL-ku, pilih Info Cek Kuota, dan pilih paket Terus Belajar.

Terkait dengan pertanyaan apakah nantinya jika pelanggan membeli paket internet lain akan berpengaruh pada paket bantuan Kemendikbud atau tidak, pihaknya menerangkan, hal itu tidak akan memengaruhi kuota Kemendikbud tersebut.

“Kuota dari paket yang berbeda (paket membeli sendiri dan paket gratis kuota Kemendikbud) bisa digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan alokasi masing-masing,” terang dia. (*)

Telkomsel Beri Kartu Perdana Kuota 10 GB Seharga Rp 10

Admin 9/22/2020
Telkomsel Beri Kartu Perdana Kuota 10 GB Seharga Rp 10 Khusus Madrasah

BlogPendidikan.net
- Telkomsel menjalin kolaborasi lanjutan bersama Kementerian Agama untuk mengakselerasikan program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh (MDBJJ). Kolaborasi ini meliputi distribusi kartu perdana dengan kuota data 10 GB.

Menurut Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani menyampaikan, Program MDBJJ dirancang untuk menunjang peserta didik dan pengajar Kementerian Agama dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh. Dukungan Telkomsel terhadap program ini meliputi distribusi kartu perdana dengan kuota data 10 GB dari Paket Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) seharga Rp 10 dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp 5.000. 


Selain juga penyelenggaraan webinar Merdeka Belajar Jarak Jauh Pendidikan Madrasah melalui Teknologi Digital dengan Jaringan Terluas pada akhir September 2020. "Telkomsel merasa senang dapat mendampingi madrasah-madrasah di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara efektif dan efisien," ujar Ririn dalam rilisnya, Selasa (22/9).

Kolaborasi ini pun, kata dia, sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk membangun ekosistem digital yang menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia. Mengingat, kegiatan pembelajaran jarak jauh butuh implementasi teknologi digital yang komprehensif.

Telkomsel akan melakukan distribusi kartu perdana khusus tersebut kepada institusi madrasah yang telah mendaftarkan diri di sistem pendataan online Kementerian Agama.


Sebelumnya, Telkomsel juga telah menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama dengan menghadirkan program Penyediaan Kuota Terjangkau yang tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia.

Dalam mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi saat ini, Telkomsel sejak awal sudah berinisiatif menghadirkan ragam produk dan layanan yang dapat mendukung sektor pendidikan dengan layanan terlengkap. Seperti, aplikasi pembelajaran jarak jauh CloudX, aplikasi pendidikan Ilmupedia, dan skul.id.

Kisah Kakak Beradik Berebut Hak Mengasuh IBU Sampai ke Pengadilan

Admin 9/22/2020
Kisah Kakak Beradik Berebut Hak Mengasuh IBU Sampai ke Pengadilan
Gambar; Ilustrasi

BlogPendidikan.net
- Biasanya keluarga banyak yang bertengkar anak kandung menuntut ibu atau ayahnya di pengadilan hanya karena uang, hibah tanah, rumah dan harta yang lain. Tapi di Arab Saudi, dua kakak beradik ke pengadilan hanya untuk berebut hak pengasuhan ibu kandungnya.

Dilansir thereporter dari penuturan Ustaz Ahmad Dusuki Abd Ghani

Dua orang bersaudara di Saudi Arabia bertengkar dan berebut hak pengasuhan ibu sehingga kasus dibawa ke pengadilan. Di salah satu pengadilan Qasim, Pemerintah Saudi Arabia, Hizal al-Fuhaidi menangis hingga air matanya membasahi jenggot.

Kenapa? Karena dia kalah kepada saudara kandungnya di pengadilan. Tentang apakah kekalahan pada saudaranya itu? Tentang tanah? Properti? Bukan karena itu semua tetapi dia kalah berkenaan hak perawatan ibunya yang sudah tua.

Bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah kusam. Seumur hidupnya, beliau tinggal bersama Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala ia sudah semakin tua, datanglah adik yang tinggal di kota lain ingin mengambil ibunya untuk tinggal bersama dengannya.

Dengan alasan fasilitas kesehatan dan lain-lain di kota jauh lebih baik dari pedesaan. Namun Hizan menolak dengan alasan selama ini dia masih mampu untuk menjaga ibunya. Keengganan Hizan memicu pertengkaran di antara mereka berdua sehingga kasus harus dibawa ke pengadilan.

Sidang pun dimulai, sampai hakim pun meminta agar si ibu hadir di pengadilan. Kedua pria bersaudara ini mendukung ibu mereka yang sudah tua, yang beratnya tak sampai 40 kilogram. Hakim bertanya kepadanya, "Siapa yang lebih berhak tinggal bersamamu?"

Si ibu yang memahami pertanyaan itu pun menjawab, "Ini mata kananku!" sambil tangannya menunjuk ke arah Hizan. Dan "Ini mata kiriku!" jarinya tepat ditudung ke arah adik Hizan. Hakim berpikir sejenak, kemudian memutuskan bahwa hak pengasuhan diberikan kepada adik Hizan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu.

Betapa mulia air mata yang dikeluarkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah meningkat usianya semakin lanjut. Dan betapa bangga dan agungnya seorang ibu direbut oleh anak-anaknya sehingga terjadi seperti ini.

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana seorang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara yang mahal bagi anak-anaknya? 

Ini adalah pelajaran dan pengajaran yang sangat mahal tentang berbakti kepada orang tua. Di zaman yang sudah hampir kiamat ini, betapa banyak anak yang durhaka. "Ya Allah, Roob! Anugerahkan kepada kami keredhaan ibu kamu dan berikanlah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya. Amin, amin ya Rabbal alamiin." (*)

Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer

Admin 9/22/2020
Kisah Bocah SD Dengan Satu Kaki Menuju Sekolah Sejauh 1 Kilometer
Stenly Yesi Ndun, bocah berusia tujuh tahun yang memiliki satu kaki, saat memakai tongkat untuk ke sekolah

BlogPendidikan.net - Keringat deras mengucur di wajah Stenly Yesi Ndun, saat tergopoh-gopoh mengenakan seragam sekolah putih merah. Pagi itu, bocah berusia tujuh tahun asal Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah bersiap ke sekolah. 

Waktu menunjukan pukul 06.15 Wita, semua perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis dan lainnya telah dimasukan dalam tas kecil berwarna kuning.

Dia pun mulai keluar rumah dengan mengenakan masker dan sebuah tongkat kecil berukuran panjang satu meter lebih.


Yesi sapaan akrabnya, adalah siswa difabel, karena hanya memiliki satu kaki. Kondisi ini dialaminya sejak lahir. Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya, Stela Ndun, tinggal bersama kakek dan neneknya. 

Himpitan ekonomi, membuat kedua orangtua Yesi harus merantau ke Kalimantan. Meski fisiknya tak sempurna, bocah ini tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat dari kayu. Kayu itu ia gunakan sebagai pengganti kakinya. 

Saban hari, ia harus berjalan sejauh satu kilometer bersama sejumlah teman-ke sekolah. Bocah kelas satu SDN Bijaesahan ini bermimpi punya kaki palsu. Namun, orangtuanya yang hanya sebagai buruh kasar di Kalimantan tak memiliki dana. 

Di rumah berdinding kayu, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya. Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang dipiara pasutri lansia ini.  “Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. 


Setiap bulan, ayah Yesi kirim uang Rp 500.000 untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah,” ujar nenek Yesi, Ursula Takaep (60), kepada sejumlah wartawan, Senin (21/9/2020). Ursula mengaku, memiliki empat anak laki-laki yang semuanya di tanah rantau, termasuk ayah Yesi. Setiap hari, ia sendiri yang mengurus ke delapan cucunya, karena suaminya, Bernabas Ndun (84), sudah lama mengalami sakit karena faktor usia. 

Untuk menanggung kebutuhan hidup setiap hari, ia hanya berharap bantuan PKH dari pemerintah. Uang itu ia sisihkan untuk kebutuhan makan minum hingga keperluan sekolah delapan cucunya. Fisiknya yang tak sempurna, tak membuat Yesi minder dalam pergaulan di lingkungan rumah maupun sekolah. Ia bahkan diperlakukan khusus di sekolahnya. 

“Jika ada apel atau olahraga, Yesi kami minta duduk di ruangan kelas sambil belajar,” ujar Kepala Sekolah SDN Bijaesahan, Dortiana Karice Mau. Untuk melindungi Yesi, pihak sekolah setiap hari memberi arahan ke semua pelajar agar memperlakukan Yesi dengan baik. 

Buktinya, hingga kini, Yesi rajin ke sekolah meski dengan fisik yang tak sempurna. Ia bahkan bermain layaknya anak-anak normal. Meski memiliki keterbatasan fisik, Yesi tergolong anak cerdas di sekolahnya. “Yesi itu anaknya pintar. Semua pelajaran atau tugas yang diberi, selalu ia kerjakan sendiri,” ujar dia. 

Melihat kondisi Yesi, pihak sekolah sempat berkoordinasi dengan dinas sosial agar Yesi disekolahkan di SLB. Tapi, niat baik itu ditolak kakek dan nenek Yesi. Mereka ingin, Yesi tetap bersama mereka meski hidup serba kesulitan.  “Yesi punya kembar dan kakeknya tidak mau mereka dipisahkan,” sebut dia.  Pihak sekolah berharap, ada pihak yang bisa membantu menyediakan kaki palsu untuk Yesi. 

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com 

Berikut Daftar Aplikasi dan Laman PJJ Yang Dapat Diakses Dari Bantuan Kuota Kemendikbud

Admin 9/22/2020
Berikut Daftar Aplikasi dan Laman PJJ Yang Dapat Diakses Dari Bantuan Kuota Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenndikbud) telah memastikan jadwal penyaluran kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen serta pendidik. Kuota internet gratis tersebut akan mulai disalurkan Selasa, 22 September 2020 selama empat bulan hingga Desember mendatang.

Rinciannya, total peserta didik PAUD akan mendapatkan 20 GB per bulan dan peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB per bulan. Lalu, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebanyak 42 GB per bulan. Sedangkan, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan total 50 GB per bulan.


Namun demikian, dari total kuota internet gratis tersebut ada dua jenis, terdiri dari kuota umum dan kuota belajar. Dari dua jenis kuota itu, setiap penerima paket internet gratis akan menerima masing-masing 5 GB untuk kuota umum.

Kuota umum 5 GB ini, dapat digunakan untuk mengakses semua situs laman dan aplikasi.

Sisanya, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi tertentu yang telah ditetapkan Kemendikbud.

Berikut Rincian Jumlah Paket Kuota Internet yang diterima:

* Peserta didik PAUD : 20 GB per bulan. 
Rincian: 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

* Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah : 35 GB per bulan
Rincian : 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

* Pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah : 42 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

* Mahasiswa dan dosen : 50 GB per bulan
Rincian : 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Fungsi Jenis Kuota

Melansir laman kuota-belajar.kemdikbud.go.id, dijelaskan bahwa fungsi kuota umum dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan, kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Kemendikbud juga telah merinci jenis laman dan aplikasi yang dapat diakses untuk kuota belajar tersebut.

Terdapat 19 aplikasi dan laman belajar, di antaranya:

1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16. Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp.

Aplikasi Video Conference:

1. Cisco Webex
2. Google Meet
3. Microsoft Teams
4. U Meet Me
5. Zoom

Website:

1. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
2. bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id
3. bse.kemdikbud.go.id
4. buku.kemdikbud.go.id
5. cambridgeenglish.org
6. elearning.gurudaringmilenial.id
7. guruberbagi.kemdikbud.go.id
8. icando.co.id
9. indihomestudy.com
10. infomedia.co.id
11. kelaspintar.id
12. lms.seamolec.org
13. mejakita.com
14. melajah.id
15. pijarmahir.id
16. pijarsekolah.id
17. rumahbelajar.id
18. setara.kemdikbud.go.id
19. suaraedukasi.kemdikbud.go.id
20. tve.kemdikbud.go.id
21. www.indonesiax.co.id
22. www.wekiddo.com

Sumber: kuota-belajar.kemdikbud.go.id.