Akhirnya THR PNS Akan Dibayarkan Sesuai Mekanisme Awal

One Be 4/07/2020
Akhirnya THR PNS Akan Dibayarkan Sesuai Mekanisme Awal

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti PNS, TNI, dan Kepolisian sudah tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Hal ini memberi sinyal bahwa pemberian THR tetap berlangsung sesuai mekanisme awal.

"Untuk TNI Polri terutama kelompok yang pelaksanaan Golongan I, II, dan III sama untuk THR dalam hal ini sudah disediakan," ujar Sri Mulyani, Selasa (7/4).

Kendati begitu, sambung Sri Mulyani, kepastian pemberian THR kepada menteri dan pejabat eselon I dan II serta anggota DPR masih menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, masih butuh waktu untuk memfinalisasi kebijakan THR kepada pejabat negara.
Sebelumnya, bendahara negara sempat menyatakan kepada publik bahwa Jokowi meminta agar pemberian THR dan gaji ke-13 dikaji. Pasalnya, saat ini APBN tengah difokuskan untuk penanganan dampak penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia.

Selain itu, ada penyesuaian asumsi penerimaan negara dan belanja negara. Maka dari itu, pemerintah merancang perubahan APBN.

"Dengan penerimaan turun, di sisi lain belanja tertekan. Masih membahas langkah-langkah. Kami bersama Presiden minta buat kajian pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi, mengingat beban negara meningkat," katanya, kemarin.

Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, penerimaan akan turun mencapai 21,1 persen, yaitu dari Rp2.233,2 triliun menjadi Rp1.760,88 triliun. Kemudian, belanja negara turun 2,88 persen dari Rp2.540,4 triliun menjadi Rp2.613,81 triliun.

Lalu, pembiayaan anggaran membengkak 180,9 persen dari Rp307,2 triliun menjadi Rp862,93 triliun. Kondisi ini membuat defisit anggaran yang semua diasumsikan hanya 1,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kini meningkat menjadi 5,07 persen dari PDB.

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com
Source; https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200407132257-532-491182/sri-mulyani-sudah-amankan-thr-pns-tni-dan-polri

Penting, Sekolah Dilarang Mengubah Data Rekening BOS

One Be 4/07/2020
Penting, Sekolah Dilarang Mengubah Data Rekening BOS

Blogpendidikan.net - Penyaluran dana BOS Tahap 1 telah selesai disalurkan dan dinyatakan telah selesai proses penyaluran Dana BOS tahap 1, dalam waktu dekat pada bulan april penyaluran dana BOS tahap 2 akan segera di salurkan.

Berkaitan dengan penyaluran dana BOS Reguler Tahap 1 dan Tahap 2 Tahun 2020, perlu disampaikan informasi sebagai berikut :

1. Penyaluran dana BOS diberikan kepada satuan pendidikan yang telah ditetapkan melalui Kepmendikbud.

2. Bagi sekolah yang sudah salur pada Tahap I dan tidak mengalami RETUR, TIDAK DIPERKENANKAN melakukan update data informasi Rekening pada laman bos.kemdikbud.go.id.

3. Resiko bagi sekolah yang melakukan perubahan rekening sekolah setelah penyaluran Tahap I, diantaranya :
a. RETUR, ketika sekolah mengalami retur, maka sekolah akan terlambat memanfaatkan dana BOS untuk operasional sekolah. Proses Retur kurang lebih satu bulan, tergantung kecepatan sekolah melakukan perubahan data, Dinas Pendidikan melakukan approval, dan Pihak Bank melakukan konfirmasi.

b. PENYALURAN DITUNDA, penyaluran dapat ditunda sampai batas waktu yg belum dapat ditentukan. Tergantung dari kecepatan sekolah melakukan update data dan pihak bank melakukan konfirmasi  serta tidak ada kendala sistem/teknis.

4. Permasalahan Retur diantaranya : sekolah melakukan perubahan jenis nomor rekening (dari rekening tabungan ke giro), sekolah melakukan perubahan atas nama rekening, rekening sekolah tutup, dan kesalahan kode bank. Hal diatas terjadi setelah dilakukan proses matching.

5. Jika akan melakukan perubahan Rekening satuan pendidikan, maka dapat dilakukan setelah proses Penyaluran Tahap 2, dan disinkronisasi sebelum cut off tahap  3 dilakukan yaitu 31 Agustus 2020.

Demikian dan terimakasih, agar menjadi perhatian untuk kelancaran penyaluran BOS pada Tahap 2.

Daftar Sekolah Yang Belum Update Rekening BOS 2020; DISINI

Kenapa Harus Gaji 13 dan THR PNS Yang Dincar Bukan Dana Desa

One Be 4/07/2020
Kenapa Harus Gaji 13 dan THR PNS Yang Dincar Bukan Dana Desa

Demi menghemat uang negara di tengah situasi wabah virus corona COVID-19, Presiden Jokowi meminta Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengkaji perlu tidaknya THR PNS (Tunjangan Hari Raya) dan gaji ke-13 PNS dibayarkan tahun ini.
“Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu untuk dipertimbangkan lagi mengingat beban belanja negara yang meningkat,” kata Sri Mulyani dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI secara daring di Jakarta, Senin (6/4).
Pertanyaannya, mengapa harus THR PNS dan Gaji ke-13 PNS yang harus dikaji untuk tidak dibayarkan? Bukankah ada pos anggaran lain di APBN 2020 yang bisa direalokasi?
THR PNS memang pertama kali diberikan di era Presiden Jokowi, saat masih berpasangan dengan Wapres Jusuf Kalla.
THR PNS pertama kali direalisasikan pada 2016, sebagai kompensasi atas tidak naiknya gaji PNS. Saat itu, THR PNS diberikan sebesar gaji pokok saja. Itu berlaku hingga 2017.
Pada 2018, THR PNS diberikan tidak hanya sebesar gaji pokok, tetapi juga termasuk tunjangan keluarga, tunjangan tambahan, dan tunjangan kinerja.
Begitu juga gaji ke-13, jumlahnya sebesar gaji
Masuk tahun politik 2019, PNS mendapatkan kenaikan gaji sebesar 5 persen. Dengan tetap mendapatkan THR dan gaji ke-13.
Anggaran yang disiapkan untuk THR PNS dan gaji ke-13 tahun 2019, masing-masing Rp 20 triliun. Jadi, total sebesar Rp 40 triliun.
Untuk 2020, anggaran THR PNS dan gaji ke-13 PNS diperkirakan juga sekitar Rp 40 triliun karena tahun ini tidak ada kenaikan gaji PNS.
Dibandingkan dengan alokasi dana desa di APBN 2020, anggaran THR PNS dan gaji ke-13 PNS memang lumayan besar.
Diketahui, alokasi untuk dana desa dari APBN tahun 2020 jumlahnya mencapai Rp 72 triliun dengan rata-rata per Desa memperoleh sebesar Rp 960 juta.
Sementara, Dana Kelurahan Rp 3 triliun untuk 8.212 kelurahan. Ini anggaran untuk satu tahun.
Mungkinkah pemerintah nantinya tetap membayarkan THR PNS dan gaji ke-13 PNS yang totalnya mencapai Rp 40 triliun? Mungkinkah yang dipangkas adalah dana desa yang sebagian besar belum disalurkan? pokok satu bulan, tunjangan umum, keluarga, jabatan, dan kinerja. Untuk gaji ke-13 PNS, sudah ada sejak akhir era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Mulai 2018, THR dan gaji ke-13 juga diberikan kepada pensiunan PNS, termasuk pensiunan TNI dan Polri.
Selama 2016, 2017, dan 2018, gaji PNS tidak mengalami kenaikan. Namun, korps abdi negara itu mendapatkan THR (disebut juga gaji ke-14) dan gaji ke-13 yang diberikan setiap tahun ajaran baru sekolah.
Artikel ini telah tayang di jpnn.com
Source; https://www.jpnn.com/news/mengapa-thr-pns-dan-gaji-ke-13-yang-diincar-kok-bukan-dana-desa?page=2

Akibat Pandemi Covid-19 Kalender Akademik Berubah

One Be 4/07/2020
Akibat Pandemi Covid-19 Kalender Akademik Berubah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat mengumumkan beberapa perubahan kalender akademik 2020.

Hal ni dilakukan dalam menyikapi keputusan perpanjangan belajar di rumah akibat penyebaran COVID-19, dari 30 Maret menjadi 11 April 2020.

Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin dalam keterangan tertulisnya diterima di Depok, Senin mengatakan keputusan perubahan ini merujuk pada Surat Edaran Wali kota Depok 420/142 - Huk/Disdik.

Yaitu tentang perpanjangan masa belajar di rumah bagi peserta didik TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK dan lembaga pendidikan nonformal dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

"Ada beberapa penyesuaian tanggal, di antaranya libur awal puasa tanggal 23 sampai 25 April 2020, sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 094 / 4563/disdik / III/2020," katanya, seperti Pikiran-Rakyat.com kutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Thamrin, pembagian raport semester II Tahun Ajaran 2020, dilaksanakan tanggal 19 atau 20 Juni.

Adapun nanti, libur akhir tahun pelajaran dimulai tanggal 21 Juni sampai 12 Juli 2020.

Thamrin menambahkan, ada beberapa pelaksanaan ujian yang ditiadakan. Yaitu Ujian Sekolah jenjang SD dan SMP, Ujian Nasional SMP, dan Penilaian Akhir Tahun (PAT) jenjang SD dan SMP.

"Sedangkan untuk proses penyetaraan bagi lulusan program paket A B, dan C akan ditentukan kemudian," jelasnya.
source; https://www.pikiran-rakyat.com/

Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggung jawab dan Berjiwa Besar

One Be 4/07/2020
Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggungjawab dan Berjiwa Besar

Blogpendidikan.net - Pendidikan bukanlah semata proses mengoleksi dan menjejalkan hal-hal baru ke otak anak didik. Jauh di atas itu, pendidikan adalah perkara membentuk pola pikir.
Seperti termaktub dalam UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1 “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa'dan negara”.

Oleh karenanya pendidikan merupakan dunia yang lahir dari rahim kasih sayang. Berlangsung dalam suasana kekeluargaan antara pendidik dengan peserta didik. Pendidikan dilakukan dengan hati lewat ungkapan rasa kasih sayang (love), keikhlasan (sincerely), kejujuran (honesty), keagamaan (spiritual), dan suasana kekeluargaan (family atmosphere).  Lantas bagaimakah peran pendidikan ditengah hilangnya keteladanan dan mencari sosok yang bisa kita teladani di zaman era digital ini.

Guru sebagai pendidik memberikan contoh tauladan yang baik bagi generasi masa kini dan generasi akan datang. Tidak sedikitnya guru yang hanya menjadi birokrat kurikulum yang menggunakan doktrin sehingga tidak memotivasi dan mencerahkan anak. Guru hanya menyuruh, marah atau memberi judgment.

Berapa banyak orang yang memiliki kenangan buruk tentang guru. Tak heran jika akhirnya anak didik memiliki hobi tawuran dan melakukan kekerasan. Sehingga kelas bukan lagi tempat yang ideal dalam artian learning to know, learning to be, learning to do dan learning to live together.

Sekarang kebutuhan murid kepada gurunya bukan lagi knowledge, melainkan wisdom. Pengetahuan dapat diperoleh lewat buku, akses internet melalui google dan wikipedia serta sumber pengetahuan lainnya.

Mereka juga membutuhkan kearifan untuk membentuk peserta didik menjadi kaum cendikia. Sikap guru sangat menentukan masa depan peserta didiknya. guru dalam mendidik peserta didik harus mengacu pada pengembangan sikap yang bersumber dari hati nurani, sehingga sikap tersebut dapat membuat peserta didik kita menjadi manusia yang berkarakter mulia, cerdas, mandiri dan mampu memberi kontribusi bagi lingkungan dan sesamanya.

Selain memiliki skill dan kompetensi seorang guru juga harus memiliki panggilan hati yang tinggi sehingga secara penuh hati mencintai profesi mereka sebagai guru. Betapa pentingnya mendidik dengan hati, sebab mengajar yang berdampak bukanlah dari kepala ke kepala, tetapi dari hati ke hati.

Seorang guru harus tampil penuh kharisma dihadapan siswa dan selalu dirindukan kedatangannya, sosok panutan yang disegani, tutur katanya ditaati,  dan kepergiannya ditangisi. Menjadi guru pada prinsipnya harus merupakan pilihan sadar dan panggilan nurani. Karena guru merupakan cerminan idealisme kita dan keberpihakan kita terhadap kemanusiaan. Karena sebagai guru harus mengabdikan segenap jiwa raga dan kemampuan terbaik untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.

Guru harus ikhlas dalam memberikan bimbingan kepada para siswanya sepanjang waktu. Demikian pula tempat pendidikannya tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas saja, dimanapun seorang guru berada, dia harus sanggup memainkan perannya sebagai seorang tauladan yang sejati.

Mendidik dengan ketulusan 

Dalam mendidik seorang pendidik harus meluruskan niat, Seorang guru yang mendidik dengan tulus tidak pernah merasa lelah, selalu bersemangat dan berenergi, selalu punya ide dan inovati, memberi lebih dan terbaik untuk peserta didiknya serta hari-harinya menyenangkan tanpa beban.

Mendidik adalah panggilan jiwa dengan kasih sayang

Profesi guru harus dihayati sedemikian rupa, dinikmati dengan segenap semangat pengabdian dan prestasi sehingga mendidik merupakan upaya menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam jiwa peserta didik. Dengan kasih sayang memberi arti kelembutan, kesantunan perhatian, pengertian, kepedulian, menghargai dan memuliakan.

Mendidik dengan amanah dan tanggung jawab

Pendidik adalah mandat atau tanggung jawab yang  dititipkan kepada guru untuk dijalani dengan rasa tanggung jawab dan dilindungi oleh undang -undang. Pendidik yang memiliki kesadaran demikian, mereka akan mendidik dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, memegang teguh kepercayaan, komitmen dan berintegritas. Setiap amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada seorang guru dalam menunaikan tugasnya pasti akan diuji dalam berbagai macam bentuk dan ragamnya. Tetapi bila kita memiliki integritas dan mampu menjaganya dalam hati, maka akan banyak berkah dan kemudahan yang akan kita peroleh.

Mendidik dengan penuh kesabaran dan rasa syukur

Peserta didik memiliki keunikannya masing-masing dengan latar belakang keluarga, sosial, budaya, ekonomi, suku dan agama yang berbeda-beda. Dengan keragaman latar belakang terkadang membutuhkan perhatian lebih yang hanya bisa dihadapi dengan kesabaran dan hati agar mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unik sesuai dengan keunikannya dan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan berkarakter.

Ketika kita dihadapkan dengan sikap dan perbuatan yang terkadang memancing emosi dan mengusik kesabaran kita, ubah sudut pandang kita, dekati mereka dengan hati, dan jadikan mereka sebagai “guru” agar kita belajar lagi tentang cara mendidik mereka.

Mendidik dengan berpikiran maju

Pendidik yang berpikiran maju adalah mereka yang berpikir besar yang diiringi dengan cara kerja yang luar biasa dan konsisten terhadap apa yang menjadi impiannya, baik untuk peserta didiknya maupun bagi dunia dan zamannya. Peka terhadap perubahan dan cepat menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman serta komitmen terhadap mutu.

Mendidik dengan kecerdasan

Mendidik dengan cerdas adalah mereka yang memiliki kerinduan untuk belajar dan tumbuh merenungkan bidangnya dengan terus mencari dan menggali suatu hal yang baru (inovasi) bagi keberhasilan peserta didik dan dunia profesinya. Karena ia menyadari bahwa keberhasilan peserta didiknya berbanding lurus dengan kualitas dirinya sebagai pendidik, dan oleh karena itulah ia senantiasa belajar dan terus belajar dalam dunia yang dunia yang cepat berkembang dan berubah.

Mendidik dengan kreatif

Mendidik adalah kreativitas, ia hanya lahir dari hati dan jiwa yang merdeka. Para pendidik yang kreatif selalu mencari hal yang baru dari sudut pandang yang berbeda dalam dunia profesinya. Memperbaiki keadaan, mencari solusi, selalu ingin tahu, berpikir alternatif – antisipatif, membaca peluang, berani bertindak dan mencoba sesuatu yang baru dari dunia profesi yang ditekuninya. Di tangan pendidik yang kreatif, akan lahir peserta didik yang kreatif dan berimajinasi.

Menawarkan nuansa-nuansa baru yang segar dalam mewarnai kehidupan. Dunia senantiasa merindukan sentuhan-sentuhan dari tangan orang-orang kreatif yang membuat hidup terasa lebih indah dan bermakna.

Mendidik dengan keteladanan

Dalam mendidik, teladan bagi anak menjadi unsur yang teramat penting. Teladan orang-orang terdekat akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Mendidik tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan keterampilan semata, melainkan juga tentang nilai-nilai.

Seorang pendidik sejati, menyampaikan apa yang ia lakukan, baik melalui pembelajaran maupun melalui keteladanan hidup. Ki Hajar Dewantoro telah meninggalkan warisan lsafat kepemimpinan pendidikan, “Ing Ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi. Mendidik dengan keteladanan dimulai dari kebiasaan sehari- hari dalam berkir, bersikap, bertutur kata, bertindak dan berkarakter.

Oleh karena itu kita akan mengutamakan kualitas spiritual, moralitas, intelektual, sosial dan integritas. Karena hidup hanya sekali dan apa pun yang kita lakukan akan dikenang sepanjang masa meskipun kita telah tiada. Demikian para tokoh seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, Mahatma Gandi dan lain-lain. Mereka tetap hidup walaupun mereka telah tiada. Pikiran-pikiran dan keteladanan mereka terus menjadi inspirasi sepanjang zaman.

Mendidik dengan hati

Melayani dengan tulus datang dari hati nurani, dan dengan demikian akan muncul sifat melayani dengan rendah hati, empati, peduli, memberi solusi dan kepercayaan.
Dengan hati nurani tujuannya hanya satu, yakni terjadinya kesinambungan antara otak dan hati.

Kesinambungan otak dan hati ini adalah manifestasi spiritualitas, yang utuh menjadi kunci mendidik dengan hati nurani. Sebagai orang tua kedua bagi peserta didik. Maka, hendaklah guru berusaha berbuat sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.

Mendoakan anak secara rahasia merupakan keniscayaan bagi guru yang kini banyak terlupakan. Guru selain sebagai pengajar dan pendidik serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pendoa bagi anak didiknya. Kiprah tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, Tengku Syafei, dan lainlain sangat melegenda bukan hanya karna kepintaran beliau, tetapi juga komitmen, totalitas dan keterpanggilannya dalam dunia pendidikan. Panggilan hati dan keteladanan sangat penting, karena mengajar bukan hanya persoalan teknik dan profesi, tetapi juga sentuhan manusia.

Metode memang penting dari pada materi, tetapi jiwa seorang guru  jauh lebih penting dari metode dan materi. Sehingga ita dituntut untuk menggunakan  IQ, EQ, SQ. Mulailah dengan hati, mendidiklah dengan hati, agar perintah dipandang sebagai pelita, ajaran adalah cahaya yang menuntun pada kehidupan.

Telah tayang di www.hetanews.com
Source; https://www.hetanews.com/article/102840/mendidik-dengan-hati-dan-keteladanan

Gaji 13 dan THR PNS Dipotong KASN Minta Harus Adil

One Be 4/07/2020
Gaji 13 dan THR PNS Dipotong KASN Minta Harus Adil

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto meminta Presiden Joko Widodo berlaku adil jika hendak memotong gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) para aparatur sipil negara (ASN).

Agus mengatakan Jokowi perlu melakukan pemotongan secara personal. Sebab besaran gaji atau tunjangan setiap ASN berbeda-beda.

"Mungkin pengurangan dilakukan secara berjenjang. Yang gajinya kecil dipotong sedikit, yang gaji besar dikurangi banyak," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/4).

Agus memahami kajian pemotongan gaji ke-13 dan THR ASN dilakukan karena sebagai langkah pemerintah menangani corona. Dia berkata semua pihak, termasuk ASN, perlu mendukung pemerintah.
Pemotongan dua tunjangan ini, kata dia, sebagai bentuk ajakan kepada ASN untuk sama-sama menjawab persoalan bangsa. Namun Agus mengingatkan agar Jokowi mengkajinya secara tepat.

"Tentu harus dibuat payung aturan agar tidak menimbulkan persoalan," tutur Agus.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk mengkaji gaji ke-13 dan THR untuk ASN. Kajian dilakukan mengingat tekanan belanja pemerintah di tengah turunnya penerimaan negara.

Menurut dia, dalam proyeksi APBN 2020, penerimaan hanya Rp1.760,9 triliun atau turun dari target Rp2.233,2 triliun. Adapun belanja negara naik dari Rp2.540 triliun menjadi sebesar Rp2.613,8 triliun.

"Dengan penerimaan turun, di sisi lain belanja tertekan. Masih membahas langkah-langkah. Kami bersama Presiden minta buat kajian pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi, mengingat beban negara meningkat," kata Sri Mulyani, Senin (6/4)

Artikel ini telah tayang di www.cnnindonesia.com

Inilah 5 Perubahan Besar Sistem Pendidikan Yang Akan Segera Dilakukan MENDIKBUD

One Be 4/06/2020
Inilah 5 Perubahan Besar Sistem Pendidikan Yang Akan Segera Dilakukan MENDIKBUD

Meski tengah berjuang melawan virus corona atau COVID-19, bidang lain tetap harus berjalan dalam sebuah negara. Salah satunya adalah dunia pendidikan yang sebelumnya gencar akan dilakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah.

Yang dalam hal ini menjadi ranah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarin. Karena Presiden Joko Widodo meminta perbaikan segera dilakukan, mengacu pada survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dijawab dengan 5 strategi oleh Nadiem.

"Kami sudah sepakati ada sekitar lima strategi besar terkait hasil PISA ini," ucap Nadiem yang kerap disapa ‘Mas Menteri’ itu.

Strategi pertama adalah mengubah standar penilaian sendiri yang sebelumnya dilakukan melalui Ujian Nasional (UN) menjadi assesment kompentensi minimum dengan mengambil rujukan dari PISA.

"Soal-soal (assesment) pun melekat dengan PISA tapi karena PISA hanya untuk usia 15 tahun maka kami akan menurunkan ke SD, SMP, SMA. Jadi ada setiap jenjang mengikuti standar internasional yaitu PISA dalam pemetaan pendidikan karena UN standarnya lokal, tapi assesment pendidikan kita internasional," jelas Nadiem.

Assesment kompetensi tersebut yang dites bukan hanya aspek kognitif, namun juga karakter dan yang berhubungan dengan norma, kesehatan mental, kesehatan moral dan kesehatan anak-anak di masing-masing sekolah.

Strategi kedua adalah transformasi kepemimpinan sekolah untuk memastikan guru-guru penggerak terbaik yang di berbagai daerah yang berkesempatan menjadi kepala sekolah. Guru-guru terbaik yang diproyeksikan menempati posisi pimpinan sekolah tersebut juga akan mereka diberikan fleksibilitas dan otonomi dalam penggunaan anggaran dan penggunaan teknologi.

"Ini untuk meminimalisasi beban administrasi mereka sehingga bisa fokus kepada mentoring guru-guru di dalam sekolah mereka," ujarnya.

Strategi ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan profesi guru atau PPG agar tercetak guru berkualitas. Kemendikbud akan membuka program profesi guru lokal dan internasional agar terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan.

"Jadi pabrik guru kita harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Pelatihan guru sekarang sifatnya jangan hanya teoritis tapi praktik dan ada pelatihan dengan sekolah-sekolah yang kualitasnya lebih baik jadi bukan hanya seminar tapi dengan interaksi antara guru dan guru," imbuh Nadiem.
Strategi keempat, melakukan transformasi pengajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Menurutnya, saat ini banyak silabus dan kebijakan pengajaran sangat ketat. Banyak guru tidak bisa mengajar dengan tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda.

"Jadi kurikulum harus lebih fleksibel dan sederhana dan orientasi kompetensi dan dibantu juga dengan platform-platform online yang membantu segmentasi pembelajaran. Jadi semua murid tidak harus mengerjakan tugas yang sama misalnya murid dengan kemampuan yang berbeda mengerjakan project yang berbeda," ucapnya.
Straegi kelima, lanjut Nadiem, strategi pembenahan pendidikan bertumpu pada filosofi bahwa semua transformasi atau perubahan tidak hanya pada Kemendikbud semata. Ia mengajak partisipasi semua stakeholder pendidikan untuk melakukan pembenahan bersama-sama.

"Kemitraan kita dengan daerah dan berbagai organisasi penggerak akan ditingkatkan. Kami percaya partisispasi masyarakat, organisasi, perusahaan-perusahaan yang punya passion di pendidikan, efek teknologi startup di pendidikan semua dirangkul untuk menyasar pendidikan pembelajaran siswa," tandasnya mengutip Media Indonesia.
Source; http://berita.dreamers.id/

THR PNS Terancam Tidak Akan Dibayarkan, Jika Dibayarkan Berapa Yang Akan Diterima

One Be 4/06/2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4967301/thr-terancam-tak-dibayar-tahun-ini-berapa-yang-biasa-didapat-pns
ilustrasi uang THR
Pandemi corona yang tengah mewabah di Indonesia membuat pemerintah fokus mengalokasikan dana anggaran untuk penanggulangan virus corona. Pendapatan negara diperkirakan minus hingga 10%.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kini pemerintah masih mengkaji kebijakan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tengah pandemi virus corona.

THR yang diberikan ke PNS tahun ini terancam tak dibayar.

Jika kilas balik pada tahun lalu, pemberian THR pada PNS diberikan pada 24 Mei 2019. Kebijakan ini mengikuti aturan baru yang tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Seperti diketahui, pada awal April 2019 kemarin PNS resmi merasakan kenaikan gaji sebesar 5%.

Bila mengacu gaji terbaru dalam PP tersebut, sebagai contoh untuk golongan IIIa masa kerja 0 tahun yang biasanya merupakan jabatan untuk lulusan baru bagi sarjana, maka akan mendapat THR senilai gaji pokok yakni Rp 2.579.400.
Besaran THR yang diterima PNS berbeda setiap jabatan, golongan, dan masa kerja. Semua itu tergantung dari gaji pokok yang diterima oleh masing-masing PNS.
Pada 2018 besar THR yang diterima PNS sebesar satu kali gaji atau take home pay yang terdapat berbagai tunjangan. Seperti tunjangan kinerja (tukin), tunjangan anak istri, tunjangan umum, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya.

Bagaimana dengan tahun ini? Apakah tetap akan mengikuti peraturan gaji PNS terbaru?

Sri Mulyani, memastikan pembayaran THR dan gaji ke-13 maupun penanggulangan COVID-19 akan terus disampaikan pemerintah kepada DPR.

"Kami sampaikan assessment dan prediksi, ini adalah outlook, basisnya skenario yang kita lihat berdasarkan asumsi yang kita kembangkan," ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di finance.detik.com

Kenali Istilah ODP, PDP dan Suspect dalam COVID-19

One Be 4/06/2020
Kenali Istilah ODP, PDP dan Suspect dalam COVID-19

Akhir-akhir ini kita kerap mendengar istilah asing terkait virus corona. Seperti suspek, ODP, dan PDP. Apa itu suspek, ODP, dan PDP virus corona atau COVID-19?

1. Suspect
Istilah suspect diberikan kepada orang yang diduga kuat terkena virus corona. Seperti dia memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit corona atau melakukan kontak dengan pasien positif.
Pasien suspect virus corona harus menjalani pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dia positif terpapar virus corona atau tidak.

2. ODP
ODP adalah Orang Dalam Pemantauan virus corona. Yang masuk kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia. Serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

3. PDP
PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.
Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.

4. Physical Distancing
Ada lagi istilah baru terkait virus corona. Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengubah penerapan social distancing menjadi physical distancing. Physical distancing adalah menjaga jarak fisik.

5. APD
APD adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya. Saat ini di Indonesia, sudah ada 6 dokter yang meninggal dunia karena tertular virus corona.

Sri Mulyani, Jokowi Minta Gaji 13 dan THR PNS Dikaji Kembali

One Be 4/06/2020
Sri Mulyani, Jokowi Minta Gaji 13 dan THR PNS Dikaji Kembali
ilustrasi uang
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku diminta Presiden Jokowi untuk mengkaji kembali pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini. Kajian dilakukan mengingat tekanan belanja pemerintah di tengah turunnya penerimaan negara.

"Dengan penerimaan turun, di sisi lain belanja tertekan. Masih membahas langkah-langkah. Kami bersama Presiden minta buat kajian pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi, mengingat beban negara meningkat," terang dia, Senin (6/4).

Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, mengatakan pendapatan negara diperkirakan minus hingga 10 persen karena penanganan pandemi corona. "Dengan penerimaan turun 10 persen, di sisi belanja kami mengalami tekanan," tegasnya.
Saat ini, pemerintah bersama-sama tengah melakukan refocusing dan realokasi seluruh anggaran. Ada sekitar Rp95,7 triliun anggaran yang direalokasi untuk TKDD dan Rp9,4 triliun direalokasi untuk belanja tahap pertama.

Menurut Ani, dalam proyeksi APBN 2020, penerimaan hanya Rp1.760,9 triliun atau turun dari target Rp2.233,2 triliun. Sementara, belanja negara naik dari Rp2.540 triliun menjadi sebesar Rp2.613,8 triliun.

Dengan proyeksi tersebut, defisit diperkirakan membengkak menjadi 5,07 persen dari PDB atau sekitar Rp853 triliun dari sebelumnya 1,76 persen atau Rp307,2 triliun.

Artikel ini telah tayang di www.cnnindonesia.com