Ciri-ciri Pembelajaran Berdiferensiasi

Ciri-ciri Pembelajaran Berdiferensiasi

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu cara yang di terapkan oleh guru untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didiknya. 

karena pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar, dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuannya, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing. 

sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya.

Berikut ini adalah, Ciri-ciri Pembelajaran Berdiferensiasi.

1. Bersifat Proaktif.

Bersifat proaktif artinya sejak awal pembelajaran, guru secara aktif sudah mengantisipasi kelas yang akan diajarnya. Caranya adalah dengan merencanakan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap peserta didiknnya.

Guru secara proaktif dari awal sudah mengantisipasi kelas yang akan diajarnya dengan merencanakan pembelajaran untuk peserta didik yang berbeda-beda. 

Jadi bukan menyesuaikan pembelajarannya dengan peserta didik sebagai reaksi dari evaluasi tentang ketidakberhasilan pelajaran sebelumnya. 

2. Menekankan Kualitas Daripada Kuantitas.

Kualitas dari tugas yang dikerjakan peserta didik menjadi fokus utama pada pembelajaran diferensiasi daripada kuantitas tugas yang diberikan. 

Jadi, bukan berarti  peserta didik yang sudah selesai mengerjakan tugasnya, akan diberikan lagi tugas tambahan yang sama, tapi peserta didik tersebut akan diberikan tugas lain yang berbeda agar dapat menambah keterampilannya. 

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, kualitas dari tugas lebih disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Jadi bukan berarti anak yang pandai setelah selesai mengerjakan tugasnya akan diberi lagi tugas tambahan yang sama, namun ia diberikan tugas lain yang dapat menambah keterampilannya.

3. Berakar Pada Asesmen.

Dalam pembelajaran diferensiasi, guru selalu melakukan berbagai asesmen untuk mengetahui kondisi dan tingkat pemahaman peserta didik pada setiap pembelajaran. 

Nantinya, hasil asesmen ini akan menjadi umpan balik untuk guru agar dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. 

Guru selalu mengakses para peserta didik dengan berbagai cara untuk mengetahui keadaan mereka dalam setiap pembelajaran sehingga berdasarkan hasil asesmen tersebut, guru dapat menyesuaikan pembelajarannya dengan kebutuhan mereka. 

4. Menyediakan Berbagai Pendekatan.

Dalam pembelajaran diferensiasi, ada empat unsur yang dapat disesuaikan dengan tingkat kesiapan peserta didik dalam mempelajari materi, minat, dan gaya belajar mereka, yaitu konten (apa yang dipelajari), proses (bagaimana mempelajarinya), produk (apa yang dihasilkan setelah mempelajarinya), dan lingkungan belajar (iklim belajarnya). 

5. Berorientasi Pada Peserta Didik.

Dalam hal ini, tugas yang diberikan kepada peserta didik disesuaikan dengan tingkat pengetahuan awal mereka terhadap materi yang akan diajarkan sehingga guru perlu merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didiknya.  

Tugas diberikan berdasarkan tingka pengetahuan awal peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan sehingga guru merancang pembelajaran sesuai dengan level kebutuhan peserta didik. 

Guru lebih banyak mengatur waktu, ruang, dan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik daripada menyajikan informasi kepada peserta didik. 

6. Campuran Dari Pembelajaran Individu dan Klasikal. 

Pembelajaran diferensiasi merupakan campuran dari pembelajaran individu dan klasikal. Hal ini bisa dilihat dari penerapannya di dalam kelas di mana guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar bersama-sama secara klasikal, tapi bisa juga belajar secara individu.

7. Bersifat Hidup.

Guru berkolaborasi dengan peserta didik terus menerus termasuk untuk menyusun tujuan kelas maupun individu dari para peserta didik. 

Guru memonitor bagaimana pelajaran dapat cocok dengan para peserta didik dan bagaimana penyesuaiannya. 

Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka Panduan dan Cara di Satuan Pendidikan

Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka Panduan dan Cara di Satuan Pendidikan

BlogPendidikan.net
 - Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. 

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. 

Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.
Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila ini memuat penyiapan ekosistem sekolah, desain projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengelolaan projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengolahan asesmen dan melaporkan hasil projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan profil pelajar Pancasila

Dalam artikel ini BlogPendidikan.net akan membagikan modul Panduan yang berisi prinsip-prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan dibuat untuk mendampingi dokumen lain yang mempunyai peran saling melengkapi. 
Untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh, modul panduan ini perlu dipakai bersamaan dengan dokumen profil pelajar Pancasila dan contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Dokumen profil pelajar Pancasila berisi matriks perkembangan untuk setiap sub elemen dari fase PAUD hingga SMA/SMK.

Sementara modul projek penguatan profil pelajar Pancasila berisi contoh perencanaan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang disusun sesuai dengan tema dan fase tertentu.

Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. 

Dalam konteks perancangan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam.
Oleh karenanya, setiap tema projek profil yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. 

Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek profil, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. 

Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.

Oleh karenanya, satuan pendidikan sebagai penyelenggara kegiatan projek profil harus membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan. 

Tema-tema projek profil yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh dan menjawab persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing.
Dengan mendasarkan projek profil pada pengalaman dan pemecahan masalah nyata yang dihadapi dalam keseharian sebagai bagian dari solusi, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara
aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.

Berpusat Pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. 

Pendidik diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi.
Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

Harapannya, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan.

Oleh karenanya projek profil ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi peserta didikan, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. 

Namun demikian, diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaannya, pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek profil secara
sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. 
Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam peserta didikan intrakurikuler.

Manfaat projek penguatan profil pelajar Pancasila

Untuk Satuan Pendidikan
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya.
Untuk Pendidik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
Untuk Peserta Didik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kemendikbudristek menentukan tema untuk setiap projek profil yang diimplementasikan di satuan pendidikan. 

Terdapat empat tema untuk jenjang PAUD dan delapan tema untuk SD-SMK dan sederajat yang dikembangkan berdasarkan isu prioritas dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, Sustainable Development Goals, dan dokumen lain yang relevan.

Untuk lebih jelasnya tentang Bagaimana Cara Menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan, serta tema apa saja yang terdapat dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, bisa Anda unduh pada akhir artikel ini.

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Baca/Print >>> UNDUH
Panduan Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila >>> UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Beberapa Poster Menarik Ruang Kelas Peraturan Kelas, Jadwal Piket dan Pelajaran

Beberapa Poster Menarik Ruang Kelas Peraturan Kelas, Jadwal Piket dan Pelajaran

BlogPendidikan.net
- Poster dinding kelas adalah alat bantu visual yang digunakan dalam lingkungan pendidikan untuk memperkaya pembelajaran dan menciptakan suasana yang menarik dan inspiratif. 

Poster ini dapat berisi berbagai informasi dan gambar yang relevan dengan materi pelajaran, motivasi, atau tata tertib kelas. 

Berikut beberapa aspek penting terkait poster dinding kelas:

1. Tema Edukatif: Poster dapat berisi informasi penting tentang mata pelajaran seperti matematika, sains, bahasa, sejarah, dan lainnya. 

Contohnya, poster matematika mungkin berisi rumus dasar, tabel perkalian, atau konsep geometris.

2. Motivasi dan Inspirasi: Poster yang berisi kutipan inspiratif, gambar tokoh-tokoh terkenal, atau kata-kata penyemangat dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dan bersemangat.

3. Aturan dan Tata Tertib: Poster yang mencantumkan aturan kelas, jadwal pelajaran, dan tata tertib dapat membantu mengingatkan siswa akan perilaku yang diharapkan dan mengatur aktivitas harian mereka.
4. Kreativitas dan Seni: Poster yang berisi karya seni siswa, gambar, dan dekorasi kreatif lainnya dapat memperindah kelas dan memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

5. Proyek dan Hasil Kerja: Menampilkan hasil proyek dan pekerjaan siswa dalam bentuk poster dapat memberi apresiasi atas usaha mereka dan mendorong siswa lain untuk berprestasi.

6. Interaktif: Poster interaktif yang mengajak siswa untuk berpartisipasi, seperti peta dunia dengan pin lokasi, kalender kelas yang bisa diisi bersama, atau grafik yang bisa diupdate, dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif.

Membuat poster dinding kelas yang efektif melibatkan beberapa langkah penting, termasuk memilih konten yang relevan, menggunakan desain yang menarik, dan memastikan poster tersebut mudah dibaca dan dipahami oleh siswa. 

Selain itu, rotasi poster secara berkala juga penting untuk menjaga minat siswa dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap segar dan relevan.

Untuk mengunduh Poster Kelas pada link PDF (UNDUH) Canva (DISINI)

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa dibagikan kepada rekan guru yang membutuhkan.

Update Capaian Pembelajaran (CP) 2024 Kurikulum Merdeka Semua Jenjang

Update Capaian Pembelajaran (CP) 2024 Kurikulum Merdeka Semua Jenjang

BlogPendidikan.net
Update terbaru tentang Capaian Pembelajaran kurikulum merdeka tahun 2024, sesuai Keputusan Kepala BSKAP NOMOR 032/H/KR/2024 TENTANG CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA.

Capaian Pembelajaran (CP) adalah deskripsi kualitatif tentang apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu tahap perkembangan atau jenjang pendidikan. 

CP ini menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran dan bagi peserta didik dalam mencapai tujuan belajarnya.

Keunggulan CP Kurikulum Merdeka 2024
  • Terukur: CP disusun dengan indikator yang jelas sehingga mudah diukur dan dievaluasi.
  • Fleksibel: CP memberikan ruang yang luas bagi guru untuk berkreasi dan menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik dan konteks pembelajaran.
  • Otonomi: CP mendorong peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran dan mengembangkan kompetensi secara mandiri.
  • Holistik: CP tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus Utama CP Kurikulum Merdeka 2024

CP Kurikulum Merdeka 2024 lebih menekankan pada pengembangan:
  • Profil Pelajar Pancasila: Peserta didik diharapkan memiliki karakter yang kuat, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan bergotong royong.
  • Kompetensi Abad 21: Peserta didik diharapkan memiliki keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
  • Penguasaan Konsep: Peserta didik diharapkan memahami konsep-konsep dasar mata pelajaran secara mendalam dan mampu menerapkannya dalam berbagai situasi.
Manfaat CP Kurikulum Merdeka 2024
  • Pembelajaran yang lebih bermakna: Peserta didik dapat belajar dengan lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.
  • Peningkatan kualitas pembelajaran: Guru dapat merancang pembelajaran yang lebih variatif dan menarik.
  • Pencapaian hasil belajar yang optimal: Peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  • Persiapan peserta didik untuk masa depan: Peserta didik memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Untuk Capaian Pembelajaran (CP) 2024 Kurikulum Merdeka Terdaru Semua Jenjang >> UNDUH DISINI

Demikian informasi ini semoga bermanfaat, jika artikel ini bermanfaat jangan lupa bagikan kepada rekan-rekan pendidik lainnya. Terimakasih.

Baca Juga:




Aplikasi Raport Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Aplikasi Raport Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

BlogPendidikan.net
- Selain Raport nilai biasa, pada Kurikulum Merdeka terdapat raport tambahan yang diberikan di akhir tahun Ajaran yaitu Raport Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Aplikasi yang akan saya posting ini merupakan sebuah karya inovasi dari Ibu Ayu Candra Astari. Beliau adalah guru yang hebat, merupakan seorang instruktur Program Sekolah penggerak (PSP).

Aplikasi Penilaian Proyek ini bisa digunakan untuk Penilaian Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA baik dari Fase A sampai E pada Program Sekolah Penggerak, atau untuk selanjutnya digunakan untuk sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

Untuk mendownloadnya silahkan pada link dibawah ini


e Rapor Kurikulum Merdeka KemendikbudRistek

e Rapor Kurikulum Merdeka KemendikbudRistek

BlogPendidikan.net
- e-Rapor Kurikulum Merdeka adalah sebuah sistem penilaian berbasis elektronik yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. 

Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan akurat tentang perkembangan belajar siswa.

Mengapa e-Rapor Kurikulum Merdeka Penting?

Penilaian yang lebih holistik: Tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik.

Proses penilaian yang lebih efisien: Mengotomatiskan beberapa proses administrasi, sehingga guru dapat lebih fokus pada pembelajaran.

Data yang lebih terintegrasi: Menyajikan data penilaian yang lebih terstruktur dan mudah diakses oleh berbagai pihak, seperti guru, siswa, dan orang tua.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka: Mendukung pengembangan profil Pelajar Pancasila.

Fitur Utama e-Rapor Kurikulum Merdeka

Penilaian berbasis kompetensi: Menilai pencapaian siswa dalam berbagai kompetensi, baik yang bersifat umum maupun khusus.

Deskripsi naratif: Memberikan deskripsi yang lebih mendalam tentang perkembangan siswa, bukan hanya sekadar nilai angka.

Portofolio digital: Memungkinkan siswa untuk mengumpulkan karya-karya terbaiknya dalam bentuk digital.

Integrasi dengan berbagai platform: Dapat diintegrasikan dengan berbagai platform pembelajaran lainnya, seperti LMS (Learning Management System).

Aksesibilitas: Dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer, tablet, dan smartphone.

Keunggulan e-Rapor Kurikulum Merdeka

Lebih akurat: Penilaian menjadi lebih objektif dan akurat karena menggunakan berbagai instrumen penilaian.

Lebih transparan: Orang tua dan siswa dapat melihat perkembangan belajar siswa secara real-time.

Lebih efisien: Mengurangi beban administrasi guru dalam membuat dan mengelola rapor.

Lebih inovatif: Mendukung pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa.

Bagaimana Cara Menggunakan e-Rapor Kurikulum Merdeka?

Untuk menggunakan e-Rapor Kurikulum Merdeka, sekolah perlu melakukan beberapa langkah, antara lain:

Registrasi: Mendaftarkan sekolah pada platform e-Rapor Kurikulum Merdeka.

Pelatihan: Melakukan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya tentang cara menggunakan sistem.

Pengisian data: Melengkapi data siswa, mata pelajaran, dan kriteria penilaian.

Penilaian: Melakukan penilaian secara berkala dan merekam hasilnya dalam sistem.

Pembuatan rapor: Mencetak rapor siswa secara digital atau fisik.

Untuk menggunakan rapor ini Anda perlu mengunjungi website >> https://rapormerdeka.com/

Aplikasi Rapor Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD

Aplikasi Rapor Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD

BlogPendidikan.net
- Rapor Kurikulum Merdeka adalah sebuah dokumen penilaian yang dirancang untuk merefleksikan pencapaian belajar siswa secara menyeluruh dan holistik di bawah implementasi Kurikulum Merdeka. 

Berbeda dengan rapor tradisional, rapor Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada:

Pengembangan kompetensi: Tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga mengukur perkembangan kompetensi siswa dalam berbagai aspek, seperti literasi, numerasi, berpikir kritis, kreativitas, dan karakter.

Profil Pelajar Pancasila: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam penilaian, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang baik.

Penilaian autentik: Menggunakan berbagai metode penilaian yang lebih otentik, seperti proyek, portofolio, presentasi, dan observasi, untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata.

Deskripsi naratif: Selain nilai numerik, rapor juga dilengkapi dengan deskripsi naratif yang lebih detail tentang perkembangan dan potensi siswa.

Mengapa Rapor Kurikulum Merdeka Berbeda?

Fokus pada proses: Rapor tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga menggambarkan proses pembelajaran siswa sepanjang semester.

Lebih personal: Deskripsi naratif yang mendalam membantu orang tua dan guru memahami kelebihan dan kekurangan siswa secara lebih individual.

Mendorong pembelajaran yang lebih bermakna: Dengan penilaian yang lebih beragam, siswa didorong untuk belajar secara aktif dan kreatif.

Komponen Utama Rapor Kurikulum Merdeka

Data Diri Siswa: Informasi dasar tentang siswa, seperti nama, kelas, dan tanggal lahir.

Capaian Pembelajaran: Rincian pencapaian siswa dalam setiap mata pelajaran, baik dalam bentuk nilai numerik maupun deskripsi naratif.

Profil Pelajar Pancasila: Penilaian perkembangan siswa dalam nilai-nilai Pancasila.

Catatan Guru: Komentar guru mengenai perkembangan siswa, potensi, dan saran untuk perbaikan.

Portofolio: Kumpulan karya siswa yang menunjukkan proses pembelajaran dan pencapaiannya.

Keuntungan Menggunakan Rapor Kurikulum Merdeka

Orang tua lebih terlibat: Orang tua dapat lebih memahami perkembangan anak mereka dan memberikan dukungan yang tepat.

Guru lebih mudah memantau perkembangan siswa: Guru dapat mengidentifikasi siswa yang perlu mendapat perhatian khusus dan memberikan bantuan yang sesuai.

Siswa lebih termotivasi: Penilaian yang lebih beragam dan berfokus pada proses membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.



Demikian tuliasan tentang Aplikasi Rapor Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD, semoga bermanfaat.

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD

Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD
BlogPendidikan.net
- Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan yang lebih besar bagi sekolah dalam mengatur jadwal pelajaran. 

Tidak ada lagi aturan yang terlalu kaku tentang berapa jam untuk setiap mata pelajaran. 

Fleksibilitas ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan dan minat siswa, serta kondisi sekolah.

Prinsip Dasar Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka

Berpusat pada Siswa: Jadwal disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar dan minat siswa.

Fleksibilitas: Guru dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan tema atau proyek yang sedang dikerjakan.

Integrasi Materi: Beberapa mata pelajaran dapat diintegrasikan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Jadwal disusun untuk memfasilitasi pengembangan karakter siswa sesuai dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Dialokasikan waktu khusus untuk proyek-proyek yang dapat mengembangkan kompetensi dan karakter siswa.

Contoh Struktur Jadwal Pelajaran

Meskipun fleksibel, secara umum jadwal pelajaran Kurikulum Merdeka untuk SD dapat dibagi menjadi dua bagian utama:

Intrakurikuler: Meliputi mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Pancasila.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Dilaksanakan secara tematik dan lintas mata pelajaran.

Contoh Alokasi Waktu:

1. Per Minggu: Total jam pelajaran dalam satu minggu biasanya sekitar 50 jam, dengan rincian 33 jam untuk intrakurikuler dan 7 jam untuk P5.

2. Per Hari: Guru dapat mengalokasikan waktu 1-2 jam di akhir hari untuk mengerjakan proyek P5.

3. Per Periode: Beberapa sekolah memilih untuk mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema P5 dalam satu periode waktu tertentu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan).

Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Alokasi Waktu: Setiap sekolah dapat menentukan alokasi waktu yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

2. Integrasi Materi: Guru dapat mengintegrasikan beberapa mata pelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

3. Fleksibilitas: Jadwal dapat disesuaikan dengan tema atau proyek yang sedang dikerjakan.

4. Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Semua kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan karakter siswa.

Manfaat Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka

1. Pembelajaran yang Lebih Menarik: Siswa lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

2. Pengembangan Kompetensi yang Holistik: Siswa tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan karakter.

3. Pembelajaran yang Bermakna: Siswa dapat menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata.

Berikut Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD, bisa Anda unduh pada link dibawah ini.

Struktur Kurikulum IKM SD (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 1 (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 2 (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 3 (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 4 (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 5 (Unduh Disini)
Jadwal Pelajaran IKM SD Kelas 6 (Unduh Disini)

Demikian tulisan tentang Struktur Kurikulum dan Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka Untuk Jenjang SD, semoga bermanfaat.

Lihat Juga:





Modul Ajar Seni Teater Kurikulum Merdeka Fase A Kelas 1

Modul Ajar Seni Teater Kurikulum Merdeka Fase A Kelas 1

BlogPendidikan.net
 - Modul Ajar Kurikulum Merdeka adalah sebuah dokumen yang dirancang secara lengkap dan sistematis sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 

Modul ini berisi semua hal yang dibutuhkan guru untuk mengarahkan proses pembelajaran agar mencapai Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.

Mengapa Modul Ajar Penting?

Pedoman yang Lengkap: Modul ajar memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang harus diajarkan, bagaimana cara mengajarkan, dan bagaimana cara menilai pemahaman siswa.

Fleksibilitas: Modul ajar memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi dan menyesuaikan materi dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran.

Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Dengan modul ajar yang baik, pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan menyenangkan.

Komponen Utama Modul Ajar

Secara umum, modul ajar terdiri dari komponen-komponen berikut:

Tujuan Pembelajaran: Apa yang diharapkan siswa capai setelah mengikuti pembelajaran.

Langkah-Langkah Pembelajaran: Urutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, termasuk media pembelajaran yang digunakan.

Asesmen: Cara untuk mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran.

Media Pembelajaran: Berbagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti gambar, video, teks, atau alat peraga.

Refleksi: Ruang bagi guru untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan membuat perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya.

Perbedaan Modul Ajar dengan RPP

Modul ajar memiliki kemiripan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun terdapat beberapa perbedaan. Modul ajar cenderung lebih lengkap dan detail, serta lebih menekankan pada fleksibilitas dan penyesuaian dengan kebutuhan siswa.

Manfaat Modul Ajar bagi Guru dan Siswa

Bagi Guru:

Mempermudah dalam perencanaan pembelajaran.
Membantu guru dalam memilih metode dan media pembelajaran yang tepat.
Memudahkan dalam melakukan evaluasi pembelajaran.

Bagi Siswa:

Pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif.
Siswa dapat belajar secara mandiri dengan adanya modul ajar.
Siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.

Berikut ini modul ajar Seni Teater kurikulum merdeka untuk Fase A kelas 1 SD, yang bisa Anda unduh dan kembangkan.

MODUL AJAR SENI TEATER SEMESTER 1

Modul Ajar B Seni Teater Kls 1 Bab 1 (Unduh Disini)
Modul Ajar B Seni Teater Kls 1 Bab 2 (Unduh Disini)

MODUL AJAR SENI TEATER SEMESTER 2

Modul Ajar B Seni Teater Kls 1 Bab 3 (Unduh Disini)
Modul Ajar B Seni Teater Kls 1 Bab 4 (Unduh Disini)

Modul ajar merupakan alat yang sangat penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Dengan modul ajar, proses pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan menyenangkan.

Modul Ajar Seni Tari Kurikulum Merdeka Fase A Kelas 1

Modul Ajar Seni Tari Kurikulum Merdeka Fase A Kelas 1

BlogPendidikan.net
 - Modul Ajar Kurikulum Merdeka adalah sebuah dokumen yang dirancang secara lengkap dan sistematis sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. 

Modul ini berisi semua hal yang dibutuhkan guru untuk mengarahkan proses pembelajaran agar mencapai Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.

Mengapa Modul Ajar Penting?

Pedoman yang Lengkap: Modul ajar memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang harus diajarkan, bagaimana cara mengajarkan, dan bagaimana cara menilai pemahaman siswa.

Fleksibilitas: Modul ajar memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi dan menyesuaikan materi dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran.

Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Dengan modul ajar yang baik, pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan menyenangkan.

Komponen Utama Modul Ajar

Secara umum, modul ajar terdiri dari komponen-komponen berikut:

Tujuan Pembelajaran: Apa yang diharapkan siswa capai setelah mengikuti pembelajaran.

Langkah-Langkah Pembelajaran: Urutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, termasuk media pembelajaran yang digunakan.

Asesmen: Cara untuk mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran.

Media Pembelajaran: Berbagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti gambar, video, teks, atau alat peraga.

Refleksi: Ruang bagi guru untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan membuat perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya.

Perbedaan Modul Ajar dengan RPP

Modul ajar memiliki kemiripan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun terdapat beberapa perbedaan. Modul ajar cenderung lebih lengkap dan detail, serta lebih menekankan pada fleksibilitas dan penyesuaian dengan kebutuhan siswa.

Manfaat Modul Ajar bagi Guru dan Siswa

Bagi Guru:

Mempermudah dalam perencanaan pembelajaran.
Membantu guru dalam memilih metode dan media pembelajaran yang tepat.
Memudahkan dalam melakukan evaluasi pembelajaran.

Bagi Siswa:

Pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif.
Siswa dapat belajar secara mandiri dengan adanya modul ajar.
Siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.

Berikut ini modul ajar Seni Tari kurikulum merdeka untuk Fase A kelas 1 SD, yang bisa Anda unduh dan kembangkan.

MODUL AJAR SENI TARI SEMESTER 1

Modul Ajar B Seni Tari Kls 1 Bab 1 (Unduh Disini)
Modul Ajar B Seni Tari Kls 1 Bab 2 (Unduh Disini)

MODUL AJAR SENI TARI SEMESTER 2

Modul Ajar B Seni Tari Kls 1 Bab 3 (Unduh Disini)
Modul Ajar B Seni Tari Kls 1 Bab 4 (Unduh Disini)

Modul ajar merupakan alat yang sangat penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Dengan modul ajar, proses pembelajaran menjadi lebih terarah, efektif, dan menyenangkan.

Lihat Juga: