Nadiem : Ganti Kurikulum dan Rekrutmen PPPK Guru

Nadiem : Ganti Kurikulum dan Rekrutmen PPPK Guru

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengumumkan sejumlah program Kemendikbudristek yang akan diluncurkan pada tahun 2022. Beberapa di antaranya yaitu rekrutmen PPPK Guru 2022 dan penggantian kurikulum.

Nadiem mengungkapkan, Kemendikbudristek akan mulai menawarkan kurikulum yang lebih merdeka bagi guru dan murid. Kurikulum itu saat ini tengah diujicobakan di sejumlah sekolah penggerak. "Kami akan mulai menawarkan kurikulum yang jauh lebih merdeka, sekarang lagi dites di sekolah-sekolah penggerak," ujarnya dalam Puncak Perayaan Hari Guru Nasional.

Nadiem memaparkan kurikulum tersebut bisa dimengerti oleh guru dan fleksibel sehingga bisa diadaptasi guru sesuai kemampuan muridnya. Selain itu, kurikulum tersebut memberikan kesempatan bagi guru berkreasi dan berinovasi. "Sehingga proses pembelajaran lebih mudah," katanya.

Nadiem menegaskan, pergantian kurikulum tersebut tidak dimaksudkan untuk melanggengkan sebutan "ganti Menteri, ganti kurikulum." Kurikulum baru tersebut, kata Nadiem, merupakan kurikulum yang akan memberikan kemerdekaan kembali pada guru-guru.

"Jadi banyak hal yang pasti akan menarik tahun depan, sabar. Tolong desak semua kepala dinas untuk sekolah tatap muka harus segera dilaksanakan," ujar Nadiem.

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem juga menyatakan rekrutmen guru PPPK kembali akan digelar pada 2022. "Kita dorong rekrutmen PPPK untuk mendorong semua guru honorer ikut seleksi dan yang lolos bisa dapat formasi. Itu prioritas utama kita. Karena kalau enggak bisa menafkahi keluarga, gimana mau (bicara) kualitas," kata Nadiem.

Nadiem menambahkan, Kemendikbudristek juga akan meluncurkan platform teknologi yang didesain sebagai ruang belajar praktik dengan konten dari guru untuk guru sesuai kebutuhan.

"Jadi bukan cuma bagi-bagi laptop dan proyektor terbesar, tetapi juga berbagai pelatihan online yang bisa digunakan guru sesuai kebutuhannya. Jadi tidak hanya teori, tetapi juga praktis, dari guru untuk guru," tuturnya.

Sumber : detik.com

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

Berikut 13 Kata-kata Mutiara dan bijak khusus untuk guru untuk membangkitkan motivasi dan derajat seorang guru. Sososk Yang Dicintai dan Dihormati
 :

"Kerja seorang guru tidak ubah seperti kerja seorang petani yang sentiasa membuang duri serta mencabut rumput yang tumbuh di celah- celah tanamannya." (Imam Al Ghazali)

"Seorang majikan dapat memberitahumu apa yang ia harapkan darimu, Tapi seorang Guru membangkitkan pengharapanmu sendir." (Patricia Neal)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Perananmu sebagai pemimpin itu jauh lebih penting dari apa yang kau bayangkan. Kau (guru) memiliki kekuasaan untuk membantu orang menjadi juara." (Ken Blanchard)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Aku bukan seoarang Guru hanya sesama musafir yang kau tanyai arah, Aku menujuk ke arah depan kedepan diriku sendiri dan ke depan dirimu." (George Bernard Shaw)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Guru yang baik tidak pernah Mengatakan muridnya bodoh; tapi guru yang baik selalu mengatakan 'Muridku belum menguasai."

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Apa yang ingin dipelajari murid, Sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan Guru." (Lois E.LeBar)

"Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat murid bekerja sama dan menjadikan mereka bermotivasi, gurulah yang paling utama." (Bill Gates)

"Saya percaya bahwa guru terhebat adalah seniman terhebat dan saya percaya hanya sedikit sekali seniman yang hebat. Mengajar mungkin adalah seni terhebat karena medianya adalah jiwa dan akal manusian." (John Steinback)

"Salah satu hal terpenting yang boleh dilakukan seorang guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari  dalam keadaan sedikit lebih menyukai dirinya sendiri daripada ketika ia datang di pagi hari." (Ernest Melby)

"If kids come to us from strong, healthy functioning families, it makes our job easier.If they do not come to us from strong, healthy, functioning families, it makes our job more important." (Barbara Colorose )

"Teachers affect eternity; no one can tell where their influence stops." (Henry Brooks Adams)

"Students don't care how much you know until they know how much you care." (Nonymous)

"The test of a good teacher is not how many questions he can ask his pupils that they will answer readily, but how many questions he inspires them to ask him which he finds it hard to answer." (Alice Wellington Rollins)

Demikian semoga bisa menambah motivasi buat Bapak/Ibu Guru di sekolah saat PTM Terbatas.

10 Cara Mengajar Yang Baik Agar Siswa Betah dan Perhatian


Blogpendidikan.net - Seiring berkembangnya zaman berbagai model mengajar tercipta, bagi guru sangat mudah mengakses media dan bahan pembelajaran yang akan di sampaikan. Bagaimana cara mengajar agar anak-anak betah dan perhatian..?

Guru sebaiknya tahu cara mengajar yang baik kepada murid-muridnya. Ketika di dalam kelas, seorang guru mengambil kendali atas kegiatan yang akan dilakukan saat belajar dengan murid-muridnya. Jika respon murid ternyata merasa senang belajar bersama guru yang yang bersangkutan, bisa dipastikan guru tersebut menggunakan metode mengajar yang baik dan tidak monoton. 

Sebagian guru masih ada yang mengajar dengan menggunakan metode lama, yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara murid-muridnya hanya mendengarkan. Sekarang ini, anak-anak dituntut untuk lebih aktif, sehingga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik dan maksimal.

Berikut 10 Cara Mengajar yang Baik kepada siswa agar mereka mampu menyerap pelajaran yang diberikan dengan efektif dan efisien:

1. Jangan Berdiri Seperti Patung

Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

2. Buat Mereka Merespon Perhatian

Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.

3. Lakukan Variasi

Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajarannya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajarannya.

4. Berikan Perhatian

Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.

5. Maksimalkan Teknologi

Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

6. Interaktif

Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.

7. Sesekali Belajar di Luar Kelas

Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.

8. Siapkan Materi dengan Animasi

Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.

9. Lebih Sabar dan Berikan Reward

Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.

10. Perhatikan Closing Mengajar

Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.

Menjadi Guru yang baik tidak mudah, karena kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid-murid kita, serta kewajiban kita selanjutnya adalah membuat mereka memahami tujuan pembelajaran tadi agar mereka lebih cepat memahaminya. 

Respon murid terhadap pelajaran tentu berbeda-beda, oleh karena itu kita harus menggunakan metode belajar yang lebih baru dan modern agar murid-murid betah karena gurunya melakukan cara mengajar yang baik. 10 Cara Mengajar yang Baik dan Benar untuk Guru di Sekolah semoga bisa memberi pencerahan untuk metode belajar baru yang lebih menyenangkan. Happy Teaching!

Salam pendidikan.

5 Metode Membaca dan Menulis Permulaan Pada Kelas Rendah

5 Metode Membaca dan Menulis Permulaan Pada Kelas Rendah

BlogPendidikan.net
- Keterampilan menulis dan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Keterampilan ini menjadi sarana untuk merekam atau mengungkapkan pikiran, perasaan atau informasi yang ada. 

Menulis merupakan ekspresi/ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan. Pada setiap manusia, kepemilikan keterampilan dasar ini diawali dari ketika anak pura-pura menulis di atas kertas, pasir atau media lainnya dalam bentuk coretan-coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan yang sesungguhnya.

Berikut Metode pembelajaran bahasa Membaca dan menulis  Permulaan di kelas rendah adalah sebagai berikut:

1. Metode Eja/Abjad 

Metode ini merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelajaran pertama dimulai dengan pengenalan abjad “a”, “be”, “ce”, “de”, dan seterusnya. Guru sering mengajarkannya melalui lagu ABC.

Penggunaan metode ini kerap kali menimbulkan kecenderungan mengeja, yaitu membaca huruf demi huruf. Kecenderungan ini menghambat proses penguasaan kemampuan membaca permulaan.

2. Metode Bunyi

Metode ini juga merupakan metode yang sudah sangat tua. Pelaksanaannya hampir sama dengan metode abjad. Namun, huruf-huruf tidak disebut dengan nama abjadnya, melainkan nama bunyinya. Jadi, huruf “m” tidak diucapkan sebagai [em] atau [em] melainkan [m]. Bunyi-bunyi konsonan dirangkai dengan bunyi vokal sehingga membentuk suku kata

3. Metode suku kata dan metode kata

Metode ini diawali dengan pengenalan suku kata, seperti ba, bi, bu, be, bo, ca, ci, cu, ce, co, dan seterusnya. Suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna. Sebagai contoh, dari daftar suku kata tadi, guru dapat membuat berbagai variasi paduan suku kata menjadi kata-kata bermakna

4. Metode Global

Global memiliki arti secara utuh atau bulat. Yang disajikan pertama kali dalam metode global kepada murid adalah kalimat seutuhnya. Kalimat tersebut dituliskan di bawah gambar yang sesuai dengan isi kalimatnya. Gambar itu ditujukkan untuk mengingatkan siswa kepada kalimat yang ada di bawahnya. Setelah berkali-kali membaca, murid dapat membaca kalimat-kalimat itu secara global tanpa gambar.

5. Metode Struktural Analisis Sintesis (SAS)

Metode SAS diawali dengan perkenalan struktur kalimat pada anak. Kemudian anak diajak untuk melakukan proses analitik untuk mengenal konsep kata. kalimat utuh yang diperkenalkan pada anak untuk pertama kali akan diuraikan ke dalam satuan-satuan bahasa yang lebih kecil di sebut kata hingga sampai pada wujud satuan bahasa terkecil yang tidak bisa diuraikan lagi yakni huruf.

Selamat Tinggal PNS, Semua Pekerjaan Akan Digantikan Robot

Selamat Tinggal PNS, Semua Pekerjaan Akan Digantikan Robot

BlogPendidikan.net
- Birokrasi yang efektif dan efisien harus melibatkan teknologi di dalamnya. Bahkan untuk posisi administrasi, seharusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa digantikan oleh robot kecerdasan buatan atau artificial inteligence.

"Ini bukan barang yang sulit. Barang yang mudah dan memudahkan kita untuk memutuskan sebagai pimpinan di daerah maupun nasional," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan seluruh kementerian/lembaga saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 pada Desember 2019 lalu.

"Nanti dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki, memutuskan akan cepet sekali kalau kita pakai AI. Tidak bertele-tele, tidak muter-muter," tegasnya.

Pada sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tidak semakin terbebani akibat tingginya kebutuhan untuk membayar gaji dan tunjangan PNS. Belum lagi pensiunan PNS yang juga harus ditanggung negara.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dikutip CNBC Indonesia, Selasa (23/11/2021), jumlah PNS per 30 Juni 2021 adalah 4,08 juta orang. Di mana porsi terbesar adalah instansi daerah dengan 77% atau 3,1 juta orang.

Sementara itu jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Indonesia adalah 49 ribu orang dengan komposisi terbesar juga daerah sebanyak 95% atau 47 ribu.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BKN, Satya Pratama menyampaikan penekanan wacana ini bukan berarti seluruh PNS akan dipecat. Melainkan kolaborasi antara sumber daya manusia dan teknologi.

"Tidak (dihilangkan), tetap ada PNS. Namun jumlahnya tidak gemuk atau besar," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (22/11/2021).

Konsep ini butuh perencanaan yang lebih matang dan komperhensif. Sehingga waktu yang dibutuhkan juga tidak singkat. "Itu masih dikaji lebih lanjut," jelasnya.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebelumnya sempat meneliti kemungkinan rencana tersebut. Teknologinya bisa disediakan oleh pemerintah maupun swasta, namun masalah yang muncul adalah ketidakmampuan PNS untuk memanfaatkan teknologi.

Misalnya untuk menggantikan eselon III dan eselon IV dengan robot dibutuhkan sebuah data latih yang dari data itu akan dihubungkan dengan algoritma. Barulah robot atau kecerdasan buatan akan bisa menggunakan algoritma dari data tersebut.

Sumber : cnbcindonesia.com Tautan : https://www.cnbcindonesia.com/news/20211123084218-4-293606/kiamat-pns-di-ri-semua-bakal-diganti-robot Judul : Kiamat PNS di RI, Semua Bakal Diganti Robot?

5 Akibat Yang Akan Dialami Siswa Jika Menekan Dengan Kata-kata Merendahkan

Ingat! Jangan Menekan Siswa Dengan Kata BODOH

BlogPendidikan.net
- Memang tidak bisa dipungkiri, seorang guru pasti lebih mengenal siswanya antara satu dan lainnya, ada klasifikasi antara siswa yang mampu dalam hal kognitif dan yang tidak. Hal ini wajar ada pada diri siswa. Bodoh dan pintar adalah hanya kata khiasan untuk membedakan siswa yang mampu dengan kata 'Pintar' dan yang tidak mampu dengan kata 'Bodoh'.

Selama ini mungkin guru sering membedakan siswa-siswa yang ada di sekolah dalam dua hal tersebut, yaitu "siswa yang bodoh atau pintar". Pendapat kita tentang hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, namun hal itu sangat perlu diluruskan. Karena sejatinya tak ada kata bodoh dalam diri seorang siswa.


Dari pernyataan di atas, kita bisa berfikir bahwasannya tidak ada kata "bodoh" yang melekat pada diri siswa. Melainkan siswa tersebut tidak bisa memanfaatkan apa yang telah dianugrahkan  Salah satu buktinya yaitu adanya rasa malas yang selalu melekat dalam diri siswa. Hal inilah yang membuat klasifikasi siswa itu bodoh.

Terlebihnya bagi seorang pendidik sangat berhati-hati sekali jika menekan siswa, apalagi dengan mengeluarkan kata-kata 'Bodoh' , tanpa disadari tekanan tersebut akan berdampak psikologis pada siswa, dan yang lebih parahnya lagi siswa tersebut akan merasa dibedakan dan asing bagi teman-teman lainnya.

Dalam situasi dimana siswa tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan sesuatu hal atau menjawab pertanyaan secara tepat, guru sering mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut dengan melontarkan kata-kata seperti ‘Kamu Bodoh’, atau kata-kata sejenis. Ada guru yang tidak merasa bersalah ketika mengatakan demikian. 


Fenomena semacam ini pada umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan akan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kata-kata tersebut. Ada juga karena telah ada kesepakatan sebelumnya dengan siswa, manakala mereka tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan, atau tidak bisa menjawab, maka mereka akan dikatakan bodoh.

Apa akibat yang ditimbulkan menekan siswa dengan kata Bodoh :

1. Kepercayaan diri akan menurun

Kata-kata yang dikeluarkan oleh guru membuat siswa merasa bahwa itu adalah dirinya. Contoh sederhana saja, ketika guru berkata bodoh pada siswa tentu ia sakit hati dan berpikir bahwa hal itu mencerminkan dirinya. Tapi di sisi lain, alasan guru mengatakan itu karena kesal atau emosi. 

Hal tersebut membuat rasa percaya diri siswa menurun. Ia merasa bahwa hanya kekurangan saja yang ada dalam dirinya. Padahal seharusnya, guru yang lebih bijaksana dalam memilih kata untuk siswa. Jangan asal ucap tapi beri dia sedikit pengertian. 


2. Takut akan penolakan

Seorang siswa akan yang mendapat didikan yang buruk jika, guru tidak mampu bersikap dan berkata-kata dengan baik. Hal sederhana yang guru lakukan yaitu, berkata kasar pada siswa dan berdampak pada karakternya. 

Dan hasilnya, ia menjadi anak yang takut akan penolakan. Tapi ketika penolakan terjadi pada siswa maka, ia dapat melukai dirinya sendiri akibat merasa tidak layak untuk hidup. Jadi sebelum terjadi guru sebaiknya lebih dahulu mencegah. 

3. Pergaulan tidak akan terarah

Kunci utama siswa akan sukses dan memiliki karakter yang baik dimulai dari keluarga. Didikan orangtua sangat penting dalam membentuk perilaku dan pola pikir anak, selanjutnya pendidikan di sekolah juga sangat menentukan. Tapi jika orangtua atau guru sering berkata kasar pada anak, pasti ia akan mencari kesenangan di luar rumah. Sehingga, ia akan masuk dalam pergaulan yang salah dan mendidiknya menjadi orang yang sulit diatur.

4. Melatih memiliki sifat dendam

Ketika orangtua atau guru merasa bahwa anak terluka lebih baik segera minta maaf. Tapi tidak dengan maksud memanjakan anak dan tetap beritahu kesalahannya. Ini bertujuan agar hubungan orangtua dan anak akan semakin baik dan tidak ada rasa dendam. 

Pasalnya, terkadang orangtua atau guru sulit meminta maaf dan menganggap semua baik-baik saja. Padahal anak sudah menyimpan dendam akibat sakit hati. Jika sudah menjadi kebiasaan maka, anak akan sulit memaafkan orang sekitarnya.


5. Menjadi pendiam dan tertutup

Anak yang berubah menjadi pendiam dan tertutup bisa jadi karena orangtua atau guru sering berkata kasar padanya. Hal ini justru membuat anak tidak dekat dengan orangtua maupun gurunya dan merasa hidup sendiri. Sehingga, kita tidak dapat mendidik anak dengan baik. Sebelum hal ini berlanjut hingga sampai ia dewasa maka, cari tahu akar permasalahannya dan berusaha untuk dekat pada anak.

Semoga anak didik kita, bisa terjaga dengan baik dengan membentuk karakter mereka menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta membahagiakan kedua orang tua dan gurunya. 

Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

BlogPendidikan.net
- Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ada berbagai metode yang digunakan khususnya pada materi menyimak, metode dibawah ini digunakan oleh guru pada materi-materi tertentu dalam menyimak suatu tes atau cerita.

Berikut Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia :

1. Metode Simak-Ulang Ucap(Metode Integratif)

Guru sebagai model pembelajaran membacakan atau memutar rekaman bunyi bahasa tersebu, seperti fonem, kata mutiara, puisi pendek dengan perlahan-lahan serta intonasi yang jelas dan tepat. sedangkan tugas siswa meniru ucapan guru. peniruan ini dapat dilakukan secara individu, kelompok atau klasikal.

2. Simak Terka

Dapat masuk dalam bahasa dan sastra, Langkah–langkahnya:

a. guru mempersiapkan deskripsi sesuatu benda tanpa menyebut namanya.
b. deskripsi tersebut dikomunikasikan kepada siswa mendengarkan serta menerka benda apa yang di maksud oleh guru

3. Metode Simak Tulis

Metode simak tulis. guru mempersiapkan bahan-bahan yang akan didiktekan kepada siswa-siswanya. siswa menulis apa yang di ucapkan guru.

4. Metode Memperluas Kalimat

Guru mengucapkan kalimat sederhana. siswa menirukan ucapan guru. guru mengucapkan kata atau kelompok kata. siswa menirukan ucapan guru. selanjutnya siswa disuruh menghubungkan ucapan yang pertama dan kedua sekaligus, sehingga menjadi kalimat yang panjang

5. Metode Bisik Berantai

Guru membisikan kalimat kepada seseorang siswi. siswi tersebut membisikan kalimat tersebut kepada siswa kedua, sampai seterusnya sampai anak terakhir. guru memeriksa apakah kalimat pesan tersebut sampai kepada siswa terakhir dengan benar.

6. Metode Menjawab Pertanyaan

Siswa-siswa merasa malu untuk membicarakan atau bercerita dapat di bimbing dengan pertanyaan guru. pertanyaan yang di ajukan berupa berbagai jenis pertanyaan sesuai dengan tema yang di ajarkan. misalnya, untuk memperkenalkan diri siswa guru dapat mengajukan sejumlah pertanyaan  mengenai nama orang tua, jumlah, umur, jumlah keluarga dan sebagainya.

7. Metode Identifikasi Tema/Kalimat Topik/Kata Kunci

Metode identifikasi tema, kalimat topik, kata kunci pada dasarnya sama. perbedaannya terletak pada materi yang harus diidentifikasi. identifikasi tema untuk sebuah wacana/cerita. siswa di suruh menerka tema/topik judulnya.

8. Metode Parafase

Parafase berarti ahli bentuk, dalam pembelajaran bahasa, parafase bisanya diwujudkan dalam bentuk pengalihan bentuk puisi ke prosa atau memprosakan sebuah puisi. Guru mempersiapkan puisi sederhana  yang sekiranya sesuai dengan karakteristik kelas yang dibelajarkan. puisi tersebut dibacakan kepada siswa dan siswi menyimak dengan seksama. pembacaan puisi tersebut hendaknya dengan jeda yang jelas dan intonasi yang tepat. setelah siswa selesai di suruh bercerita isi puisi dengan bahasanya sendiri dalam bentuk prosa.

9. Metode Merangkum

Merangkum berarti menyingkat atau meringkas dari bahan yang telah disimak. dengan kata-katanya sendiri. Siswa mencari intisari bahan yang disimaknya. Bahan yang di simak sebaiknya wacana yang pendek dan sederhana sesuai dengan tingkat kematangan anak.

Demikian artikel tentang Berbagai Metode Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia semoga bermanfaat.

Ketentuan Penggunaan Pakaian Dinas ASN PPPK

Ketentuan Penggunaan Pakaian Dinas ASN PPPK

PAKAIAN DINAS PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK)

Seperti dijelaskan dalam ketentuan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2020 tentang aturan penggunaan pakaian dinas bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai berikut :

1. PDH PPPK digunakan oleh Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota.

2. PDH sebagaimana dimaksud terdiri atas:
a. PDH kemeja putih, celana/rok hitam; dan
b. PDH batik/tenun/lurik atau pakaian khas daerah.

3. PDH kemeja putih dan celana/rok hitam sebagaimana dimaksud digunakan PPPK pada hari Senin sampai dengan Rabu.

4. PDH batik/tenun/lurik sebagaimana dimaksud digunakan PPPK Kementerian Dalam Negeri pada hari Kamis dan Jumat.

5. PDH batik/tenun/lurik dan/atau Khas Daerah sebagaimana dimaksud digunakan PPPK Pemerintah Daerah provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota pada hari Kamis dan/atau Jumat.

6. Ketentuan mengenai penggunaan PDH batik/tenun/lurik bagi Pemerintah Daerah pada hari Sabtu sebagaimana dimaksud berlaku secara mutatis mutandis terhadap penggunaan PDH bagi PPPK.

Atribut Pakaian Dinas PPPK terdiri atas:

a. papan Nama; dan
b. tanda Pengenal.

Peraturan Menteri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas ASN : LIHAT DISINI

Jangan Beranggapan Menjadi Guru Itu Mudah, 5 Hal Ini Yang Menjadikan Pekerjaan Guru Itu Sangan Berat

Jangan Beranggapan Menjadi Guru Itu Mudah, 4 Hal Ini Yang Menjadikan Pekerjaan Guru Itu Sangan Berat

BlogPendidikan.net
- Banyak yang megatakan menjadi guru adalah pekerjaan yang mudah, buka buku menjelaskan dan mengerjakan tugas hemmmm. Tapi mereka tidak tau bahwa berprofesi menjadi guru itu sangatlah sulit karena menghadapi benda hidup (manusia) membentuk akhlak dan karakter agar menjadi manusia yang berguna, bertanggungjawab, jujur dan berbakti pada orangtua dan negara.

Berikut ini ada beberapa hal mengapa menjadi guru itu sangat berat;

1. Karena harus digugu dan ditiru, guru harus pintar berpura-pura di depan peserta didik.

Guru juga manusia. Menjalani keseharian sebagai seorang guru di sekolah, berarti harus berani menyembunyikan perasaan susah, sedih, gundah gulana yang sedang ia rasakan. Di depan peserta didik semua harus terlihat baik-baik saja. Peserta didik tidak akan senang melihat wajah guru penuh dengan masalah di depan mereka. 

Apalagi latar belakang keluarga mereka juga berbeda-beda. Kalau mereka datang dari keluarga mainstream, tidak akan ada masalah baru. Tapi kebanyakan peserta didik sekarang berasal dari keluarga antimainstream. Jadi, guru tidak boleh tampil penuh masalah karena akan berdampak menambah masalah.

2. Menjadi guru bukan hanya soal mengajar di kelas, administrasi dan tugas tambahan juga menggunung.

Tantangan sebagai seorang guru bukan hanya ketika mengajar di kelas, struktur organisasi di sekolah mentakdirkan guru untuk mengemban tugas tambahan, entah itu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina OSIS, wali kelas, pembina ekstrakurikuler, operator sekolah, dan lain-lain dengan tidak meninggalkan kewajiban mengajar di kelas. 

Ketika dihadapkan dengan tugas tambahan ini, mau tidak mau guru harus pintar mengatur mana yang harus didahulukan, mengajar di kelas atau menyelesaikan deadline tugas tambahan. Bahkan menyelesaikan semua tugas ini tidak cukup hanya menggunakan jam kerja ketika di sekolah, alhasil berlanjut di rumah.

3. Sistem penggajian 1 minggu untuk 1 bulan

Kalau ingin kaya harta, hindarilah pekerjaan guru. Menjadi guru tidak akan menjadikan seseorang kaya harta, melainkan kaya pengalaman. Sampai saat ini jam mengajar guru di sekolah tidak dihitung setiap kali mengajar, namun 1 minggu mengajar untuk perhitungan 1 bulan. 

Misalkan seorang guru dibayar 50.000 untuk 1 jam pelajaran (45 menit), seminggu mengajar 20 jam, maka gaji yang diterimanya mengajar selama 1 bulan adalah 1.000.000 (50.000 x 20 jam), tidak dikali 4 minggu. Tidak heran, banyak guru yang harus mencari tambahan dengan mengajar privat di luar jam mengajar sekolah. 

Semua demi penghidupan yang layak. Dan jangan takjub dengan guru yang membawa mobil ke sekolah. Mereka bisa seperti itu karena memang berasal dari keluarga kaya atau mempunyai bisnis lain selain menjadi guru.

4. Idealisme di kampus keguruan akan tumbang oleh kenyataan di dunia kerja

Kenyataan di dunia kerja pelan-pelan akan menyadarkan seorang guru bahwa idealisme di kampus tidak bisa mutlak diberlakukan. Misalkan rencana pembelajaran yang dibuat begitu sempurna ketika di kampus, tidak akan berlaku ketika diterapkan di sekolah. 

Beberapa faktor penyebabnya karena sarana prasarana yang tidak mendukung, ataupun godaan bertindak curang karena idealisme tidak sebanding dengan upah yang diterima.

5. Orientasi nilai, remidi berkali-kali guru tetap harus mengkatrol nilai.

Deadline administrasi dan tugas tambahan menyebabkan guru tidak fokus mencari ide kreatif yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Orientasi belajar masih menuntut nilai yang tinggi. 

Alhasil, beberapa peserta didik yang lemah di bidang akademik akan sempat merasakan remidial berkali-kali dan terakhir guru harus mengkatrol nilai. Apapun yang terjadi, semua demi nilai tinggi di rapor atau ijazah. Padahal kenyataannya mencapai nilai KKM saja tidak bisa.

Semoga isi dari tulisan ini bermanfaat dan tidak ada lagi orang beranggapan menjadi guru itu mudah. Terima kasih salam pendidikan.

Berapa Basaran Gaji Guru PNS Beserta Tunjangannya ?

Berapa Basaran Gaji Guru PNS Beserta Tunjangannya ?

BlogPendidikan.net
- Menjadi guru, terutama apabila Pegawai Negeri Sipil merupakan salah satu profesi yang sering dicita-citakan. Gaji guru serta tunjangan yang didapatkan adalah salah satu aspek yang perlu dilihat sebelum memilih profesi guru. Hal yang perlu diketahui, gaji bulanan yang didapatkan oleh guru dapat berbeda-beda tergantung dari institusinya, tergantung mereka bekerja sebagai pengajar di sekolah atau kampus swasta.

Bagi guru dan dosen di lembaga pendidikan negeri, jumlah gaji mereka telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Gaji guru PNS dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan jabatan dan pangkatnya. Jabatan dan pangkat ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Pasal 12 ayat 1 dijelaskan bahwa jabatan fungsional guru diatur dari yang terendah hingga tertinggi, yang juga dipakai untuk penggolongan gaji, 

Berikut gaji guru berdasarkan golongannya:

Golongan I:

Golongan Ia: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800
Golongan Ib: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900
Golongan Ic: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500
Golongan Id: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500

Golongan II:

Golongan IIa: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600 
Golongan IIb: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300 
Golongan IIc: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000 
Golongan IId: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000 

Golongan III:

Golongan III/a: Rp 2.579.400-Rp 4.236.400
Golongan III/b: Rp 2.688.500-Rp 4.415.600
Golongan III/c: Rp 2.802.300-Rp 4.602.400
Golongan III/d: Rp 2.920.800-Rp 4.797.000

Golongan IV:

Golongan IV/a: Rp 3.044.300-Rp 5.000.000
Golongan IV/b: Rp 3.173.100-Rp 5.211.500
Golongan IV/c: Rp 3.307.300-Rp 5.431.900
Golongan IV/d: Rp 3.447.200-Rp 5.661.700
Golongan IV/e: Rp 3.593.100-Rp 5.901.200

Guru PNS akan mendapatkan tunjangan berupa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Namun jumlah gajinya tergantung dari golongan yang diterima guru. Yaitu:

PNS golongan IVc sampai IVe menerima TKD Rp 6.521.250
PNS golongan IVa sampai IVb menerima TKD Rp 6.174.375
PNS golongan IIIc sampai IIId menerima TKD Rp 5.827.500
PNS golongan IIIa sampai IIIb menerima TKD Rp 5.480.625
PNS golongan IIa sampai IId menerima TKD Rp 4.370.625
Calon PNS (CPNS) menerima TKD Rp 3.100.000.

Selain itu, guru PNS DKI Jakarta juga menerima tunjangan seperti PNS di instansi pemerintahan lainnya. 

Berikut seperti yang tertera dalam Pintek.id:

Tunjangan suami/istri 5 persen dari gaji pokok PNS.
Tunjangan anak 2 persen dari gaji pokok untuk setiap anak dengan maksimal 3 anak.

Sumber : metro.tempo.co