Contoh Jadwal dan Pedoman Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 2 Kali Seminggu Untuk SD

Contoh Jadwal dan Pedoman Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 2 Kali Seminggu Untuk SD

BlogPendidikan.net
- Dalam SKB 4 Menteri yang telah diterbitkan pemerinta mewajibkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan harus sudah di vaksin secara lengkap dalam mempersiapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) pada juli mendatang.

Sebagai upaya menerjemahkan keputusan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilakukan di tahun ajaran baru pada bulan Juli 2021, Kemendikbud Ristek dan Kemenag meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka.

Direktorat Sekolah Dasar baru-baru ini telah menerbitkan pedoman pembelajaran tatap muka terbatas dalam 2 kali pertemuan seminggu. Dalam pedoman terdebut dijelaskan contoh Jadwal dan contoh pembelajaran tatap muka dan PJJ dalam 2 kali pertemuan seminggu.

Untuk lebih jelasnya silahkan Bapak/Ibu lihap pada akhir tulisan ini Contoh Jadwal dan Pedoman Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 2 Kali Seminggu Untuk SD >>> LIHAT DISINI

Cek Disini Info BSU Guru Honorer Cair Sampai 30 Juni 2021

Cek Disini Info BSU Guru Honorer Cair Sampai 30 Juni 2021

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong para penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk melakukan aktivasi rekening ke bank penyalur. Sebab batas aktivasi terakhir paling lambat 30 Juni 2021 mendatang.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Abdul Kahar mengatakan, batas tanggal 30 Juni itu bukan dalam arti batas pencairan atau penarikan dana BSU. Melainkan batas aktivasi rekening di bank-bank penyalur yang sudah ditunjuk oleh Kemendikbudristek.

Sebab, ujar Kahar, para bank penyalur ini menunggu tanggal 30 Juni karena jika tidak ada aktivasi rekening oleh para penerima BSU maka secara otomatis dana BSU di bank penyalur tersebut harus dikembalikan ke kas negara.

Sementara jika sudah diaktivasi, jelas Kapuslapdik, maka uang itu sudah akan aman di rekening masing-masing penerima BSU dan bisa dicairkan kapan saja oleh para pemilik rekening tersebut.

"Sepanjang sudah aktivasi itu sudah menjadi tabungan. Kapan mereka cairkan dan narik uang itu terserah. Yang penting di batas tanggal 30 Juni itu harus diaktivasi dulu," katanya di Bincang Pendidikan, Jumat (18/6).

Kahar menjelaskan, informasi mengenai pencairan itu sudah dikoordinasikan bersama kepada para dosen dan tenaga pendidik. Selain itu juga sudah dinotifikasikan di laman Info GTK Kemendikbudristek dan juga Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

Dia menuturkan, jika dilihat dari data pencairan BSU, tutor di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang sudah mencairkan dananya ada 8.207 orang sedangkan yang belum mencairkan ada 29.583 tutor. Sedangkan untuk tenaga pendidik yang sudah mencairkan ada 1,2 juta orang dan yang belum melakukan aktivasi ada 580 ribu orang.

Kahar mengungkapkan, provinsi yang penerima BSUnya sudah paling banyak mencairkan ada di Bali, Bangka Belitung, Riau, NTB dan Kalimantan Selatan. Sementara Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Maluku Utara termasuk provinsi yang paling banyak belum melakukan aktivasi rekening.

Menurut Kahar, kemungkinan yang belum melakukan aktivasi rekening di wilayah timur Indonesia ini karena ada kendala geografis. Dimana juga banyak satuan pendidikan yang berada di provinsi itu banyak yang berada di pelosok.

Dilansir dari laman bsudikti.kemdikbud.go.id, BSU Kemendikbud adalah bantuan pemerintah sejumlah Rp1.800.000 yang diberikan satu kali kepada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) berstatus bukan pegawai negeri sipil (non-PNS).

Meliputi dosen, guru, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi, di semua sekolah dan perguruan tinggi negeri maupun swasta di lingkungan Kemendikbud.

Selain itu syarat penerima BSU yakni yang memiliki penghasilan dibawah Rp5 juta/bulan, tidak menerima Bantuan Subsidi Upah/Gaji dari Kementerian Ketenagakerjaan sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020 dan tidak menerima kartu prakerja sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020.

(Sumber : edukasi.sindonews.com)

Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal

Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal

BlogPendidikan.net - Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal.

Guru adalah seorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang kemudian menyalurkan ilmunya kepada orang yang tidak mengetahui ilmu tersebut. Guru adalah suatu profesi yang sangat mulia karena profesi ini adalah amal ibadah yang tidak ada putus-putusnya. Guru sering disebut juga sebagai pendidik dan juga sebagai pencerah.

Seorang guru harus mampu mentransformasikan seluruh akhlak dan sikap yang kurang baik atau buruk menjadi amal yang terpuji untu anak didiknya, dengan demikian seorang guru bertanggung jawab terhadap akhlak dan moral seorang siswa dan tentunya buat bangsa dan Negara.

Seorang guru harus memberikan yang terbaik disetiap waktu untuk kebaikan seorang siswanya. Adapun jika ada guru atau siswa yang tidak ikhlas mengajar dan menuntut ilmu maka apa yang dilakukannya tersebut akan sia-sia.

“Jika aku saat ini hanyalah sebuah bongkahan batu yang tak ternilai maka suatu saat batu itu akan menjadi bongkahan mulia yang harganya sangat mahal, tahukah mengapa demikian dapat terjadi. Karena engkau guru kami, saat ini mengajari kami dengan penuh motivasi dan ketulusan.

Sungguh sikap yang kamu tampilkan demikian sangat menyentuh hati kami dan membuat hati dan seluruh tubuh kami untuk tidak bermalas-malasan dalam belajar dan itulah yang akan menjadikan kami batu mutiara. Terimah kasih banyak bu dan bapak guru”

 “Siang dan malam engkau selalu memikirkan kami, tak memandang kasta dan agama engkau mendidik kami. Sungguh ini adalah hal yang sangat terpuji untuk generasi kelak bahwa kami akan seperti anda dan akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat”

“Engkau tak seperti matahari yang selalu menerangi bumi setiap saat, tapi engkau seperti cahaya bulan yang jika motivasi belajar kami redup maka engkaulah yang meneranginya hingga kami kembali lagi belajar dan belajar hingga akhirnya sukses”

“Ajaranmu saat ini tak kami langsung terima dalam sekejap dan sehari tapi disuatu saat yang akan datang entah itu 5 atau 10 tahun kemudian, ajaranmu saat ini akan menjadi nilai besar buat kami”

“Seorang guru tidak hanya mengajari ilmu tapi juga memeberikan contoh ilmu yang diberikan”
“Guru itu ibarat kayu yang terbakar dia menjadikan dirinya abu tapi semua orang menjadikannya terang”

“Guru yang paling jenius adalah seseorang yang mampu menyederhanakan masalah menjadi berita gembira"

Salam Pendidikan

Guru Honorer Dibutuhkan Tapi Dilupakan

Guru Honorer Dibutuhkan Tapi Dilupakan

BlogPendidikan.net
- Menjelang pendaftaran PPPK dan CPNS pada akhir juni 2021, seluruh guru honorer tengah mempersiapkan diri untuk ikut dalam kompetisi menjadi  Abdi Negara (ASN).

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia mengungkapkan nasib guru honorer di Indonesia yang jasa dan kontribusinya dibutuhkan untuk mendidik para siswa. Tapi kondisi kesejahteraannya dilupakan. Wakil Sekjen PB PGRI Dudung Abdul Qodir menuturkan, hasil survei PGRI di daerah menemukan fakta guru honorer kesulitan untuk masuk data pokok pendidikan (dapodik).

"Guru honorer ini dibutuhkan tapi dilupakan. Ini nasib guru honor," ujar Dudung dalam rapat Panja PGTKH-ASN Komisi X DPR. Salah satu penyebabnya masih banyak pemerintah daerah yang tidak menerbitkan Surat Keputusan guru honorer. "Padahal syarat masuk dapodik ini harus ada SK dari kepala daerah," ujar Dudung.

Menurut Dudung saat ini jumlah total guru 3.357.935 orang dibanding jumlah siswa 52.539.935 dan jumlah sekolah 434.483. Guru yang berstatus aparatur sipil negara sebanyak 1.607.480 atau kurang dari 50 persen dari jumlah total.

"Sementara hari ini guru honor yang mengajar sebanyak 1.750.455 orang. Jadi kita harus berterima kasih pada guru honorer yang telah berkontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini," katanya.

Selain masalah kesulitan masuk dapodik, Dudung juga menyebutkan di daerah terpencil masih banyak guru honorer yang kualifikasi ijazahnya belum linear. Sehingga ketika dibuka tes PPPK, guru honorer tersebut tidak bisa mendaftar.

Lalu sebagian besar guru honorer berusia di atas 35 tahun. "Ini karena ada moratorium jadi bukan salah guru honorer. Kami mohon pemerintah untuk memahami 10 tahun tidak ada pengangkatan PNS," ujar Dudung.

Akibat moratorium juga guru honorer diangkat oleh kepala sekolah. Sehingga kadang pemerintah daerah enggan dikaitkan dengan status guru honorer.

"Ada bahasa jangan salahkan pemerintah daerah karena yang angkat kepala sekolah. Padahal jika ada guru yang pensiun di sekolah tersebut apakah pengajaran harus berhenti karena tidak ada guru (pengganti)?," kata Dudung.

Mengingat jasa guru honorer yang begitu strategis untuk dunia pendidikan, Dudung meminta jalur CASN Guru dan Tenaga Kependidikan wajib diadakan setiap tahun sesuai dengan kebutuhan dengan jalur CPNS dan PPPK.

PGRI juga merekomendasikan guru honorer yang berusia 35 tahun ke atas diangkat secara otomatis menjadi ASN PPPK dengan memperhitungkan masa kerja. Sementara guru honorer di bawah 35 tahun dan fresh graduate bisa mengikuti jalur CPNS.

"Khusus di daerah terpencil diangkat guru honorer yang sudah mengabdi lama jika kualifikasi tidak sesuai, Pemda dapat membantu penyelesaian linearitas studi dengan program khusus," ujar Dudung.

Artikel ini juga telah tayang di detik.com
Tautan : https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5608408/pb-pgri-guru-honorer-dibutuhkan-tapi-dilupakan

Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tidak Berfokus Untuk Tuntaskan Kurikulum

Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tidak Berfokus Untuk Tuntaskan Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tidak Berfokus Untuk Tuntaskan Kurikulum .

Pembelajaran tatap muka yang akan digelar pada tahun ajaran baru 2021/2022 pada juli, banyak menimbulkan perdebatan dan pertanyaan. Pembelajaran tatap muka terbatas hanya akan digelar pada daerah yang tidak menerapkan PPKM.

Dikutip dari kompas.com menuturkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meminta penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal esensial atau penting. Sesditjen GTK Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani menekankan, tidak ada tekanan bagi guru dalam menuntaskan kurikulum. Karena, PTM terbatas dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.


"Prioritas dari satuan pendidikan bukan untuk menuntaskan kurikulum, tetapi memastikan setiap siswa mengalami proses pembelajaran," kata dia melansir laman Kemendikbud. Dia mengaku, guru, pengawas sekolah, dan kepala sekolah perlu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di daerah masing-masing. 

"Karena fokus dari kurikulum pada masa pandemi adalah mempelajari hal-hal yang esensial serta tidak mengejar ketuntasan peserta didik, tetapi mengacu pada kebutuhan peserta didik dan menjadikan protokol kesehatan sebagai syarat utama," jelas dia. Satuan pendidikan dapat memilih menggunakan kurikulum yang tersedia, yaitu kurikulum 2013, kurikulum mandiri yang dikembangkan sekolah, atau kurikulum kondisi khusus yang dikembangkan Kemendikbud Ristek.


Untuk itu, dia meminta agar warga sekolah benar-benar memahami panduan penyelenggaraan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) di masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan Kemendikbud Ristek dan kemenag. "Jadi jelas ukuran keberhasilannya adalah tingkat kepatuhan protokol kesehatan di kelas, tingkat pelibatan orangtua pada pembelajaran, dan juga pelibatan peserta didik dalam pembelajaran," terang dia. Kemudian, dia menjelaskan, panduan juga memuat contoh-contoh praktik baik bagaimana membuat rancangan pembelajaran dalam PTM terbatas.

"Saya sangat berharap guru-guru membacanya secara mendalam. Selain itu, kami juga menyediakan seri webinar selama satu bulan penuh dalam rangka persiapan PTM terbatas dari berbagai perspektif pembahasan," kata Nunuk. Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kurikulum dan Evaluasi Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ahmad Hidayatullah mengatakan, di dalam interaksi proses pembelajaran, adanya pertemuan guru dengan siswa merupakan suatu hal yang sangat penting. 


"Selain karena sudah lama, di dalam kesempurnaan interaksi pembelajaran yang dilakukan selama pandemi, kita tidak bisa meninggalkan pertemuan langsung antara guru dengan siswa," ungkap Ahmad. Ahmad memandang pandemi mendorong para guru semakin mengembangkan kompetensinya, termasuk dalam menciptakan blended learning yang sesuai. Kemenag terus mendorong agar para guru untuk tidak takut melakukan kesalahan, asalkan terus berusaha untuk menjadi lebih baik. 

"Kita dorong guru-guru untuk selalu berikhtiar, tidak perlu takut salah. Jadi kalau kurang nggak perlu takut, jadi kita lakukan evaluasi, lakukan continuous improvement, sehingga hasilnya akan lebih baik," ucap Ahmad. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI). 


Danang Hidayatullah menambahkan, saat ini semua pihak sedang mengalami masa sense of urgency, yaitu masa menghadapi perubahan karena terdesak. Lalu, saat ini juga semua siswa dan mahasiswa sedang mencoba memulai ke fase selanjutnya yaitu PTM terbatas.

Sekarang sudah bisa PTM terbatas, dengan panduan dari Kemendikbud Ristek sangat membantu guru dan sekolah. PTM terbatas ini disambut baik oleh teman-teman guru, pungkas dia.

Selain itu juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang suda ditetapkan oleh pemerinta, menjaga semaksimal mungkin agar peserta didik jangan sampai tertular wabah ini.

Sumber : kompas.com

Bingung Bagaimana Cara Mengajar Anak Agar Betah dan Perhatian, Berikut Tipsnya!

Bingung Bagaimana Cara Mengajar Agar Anak Agar Betah dan Perhatian, Berikut Tipsnya!

BlogPendidikan.net
- Banyak hal yang ditemukan pada saat proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung, hal-hal menjengkelkan pun kerap terjadi yang membuat guru harus tegang. Apalagi mendapati anak didik yang tidak perhatian dan banyak bermain pada saat pelajaran berlangsung, gurupun harus sabar dan tetap melakukan pendekatan terbaik buat anak tersebut.

Terkadang kita sering menjumpai anak-anak didik yang terlihat  lesu atau bahkan tidak konsentrasi dan tidak betah dalam belajar. Sehingga dampak yang paling buruk adalah anak-anak lebih terlihat asyik ngobrol dengan temannya atau main sesuka hatinya sendiri. Mungkin sebagai pengajar kita juga pernah mengalami hal yang serupa. Apalagi bagi pengajar pemula, yang terkadang bingung harus berbuat apa.

Berikut akan dijelaskan bebrapa cara bagaimana cara mengajar agar anak-anak betah, perhatian dan senang dalam belajar :
1. Jangan Berdiri Seperti Patung
Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

2. Buat Mereka Merespon Perhatian
Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.
3. Lakukan Variasi
Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajaranya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajaranya.
4. Berikan Perhatian
Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.
5. Maksimalkan Teknologi
Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

6. Interaktif
Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.
7. Sesekali Belajar di Luar Kelas
Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.
8. Siapkan Materi dengan Animasi
Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.
9. Lebih Sabar dan Berikan Reward
Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.
10. Perhatikan Closing Mengajar
Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.

11. Bernyanyi Bersama Atau Ice Breaking Yang Menyenagkan Menutup Pelajaran
Ini adalah salah satu siasat yang jitu bagi guru pada saat menutup atau mengakhiri pelajaran, setelah 2-3 jam pelajaran anak-anak pasti lelah waktunya ciptakan suasan menyenangkan dengan bernyanyi atau Ice Breaking yang menarik, rasa jenuh dan lelah siswa akan hilang. dan kamu akan terus dirindukan anak didikmu.

Memang sih tugas menjadi guru/pendidik itu sangat berat harus sabar dalam menghadapi siswa. Guru yang baik adalah guru yang mampu merangkul semua siswa, mampu membuat suasana kelas jadi riuh dan menyenangkan. Siswa akan betah belajar jika guru mampu menguasai teknik dan pendekatan mengajar yang efektif dan menyenangkan. Salam pendidikan

Tips Sukses, Lulus Pendaftaran, Ujian CPNS dan PPPK Tahun 2021

Tips Sukses, Lulus Pendaftaran, Ujian CPNS dan PPPK Tahun 2021

BlogPendidikan.net
- Yuk siapkan diri anda sebentar lagi pendaftaran CPNS dan PPPK tahun 2021 akan dibuka. Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memastikan rekrutmen akan dibuka pada akhir Juni 2021. Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa pembukaan rekrutmen disertai pendaftaran CPNS dan PPPK akan digelar secara bersamaan.

Ini adalah peluang besar bagi kamu yang ingin mendaftarkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diinstansi yang akan kalian pilih nanti. Dengan kuota yang banyak baik formasi CPNS dan PPPK membuka peluang bagi generasi muda yang akan menitih karir sebagai Abdi Negara. Terkhusunya bagi Guru Honorer sangat berpeluang besar untuk diangkat sebagai ASN PPPK.

Tentunya segala hal telah disiapkan baik pendaftaran dan ujian selekasi nantinya. Berikut beberapa tips sukses saat melakukan pendaftaran dan ujian seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021 :

1. Berdoa

Sebagai hamba Tuhan memohonlah berkat dan doa agar dalam proses pendaftaran dan ujian seleksi bisa berjalan dengan baik dan sukses. Mohonlah kepada Tuhan apa yang terbaik untuk masa depan diri kita dan keluarga.


2. Ikhlas dan Berusaha

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas dan berusaha pasti menghasilkan kepuasan tersendiri. Ikhlas dalam arti mengerjakan segala hal terutama mempersiapkan diri untuk ujian CPNS dan PPPK dengan hati yang tulus tanpa terbebani oleh hal yang lain. Berusaha dalam arti pacu diri anda dan optimis, yakin kepada diri anda bahwa anda bisa.

3. Memohonlah Restu dan Doa Orang Tuamu

Restu dan doa dari kedua orang tua itu juga sangat penting, maka mintalah doa restu dari mereka. Bisa jadi doa mereka sebagai pendorong dan penolong harapanmu dan cita-citamu.Persiapkan Segala

4. Persiapkan Perlengkapan dan Dokumen Sebelum Pendaftaran dan Jadwal Tes Tiba

Jangan menunda-nunda waktu beranggapan tiba saat tiba akal, tiba waktunya akan kerepotan mempersiapkan segala perlengkapannya. Semakin kita menunda nunda pekerjaan, maka akan ada begitu banyak pekerjaan yang menumpuk. Al hasil semuanya dilakukan bersamaan dan tidak ada hasil yang maksimal. 

5. Jangan Berpikir Asal Ikut-ikutan Saja Hanya Menguji Nasib

Hal ini adalah yang sering ada di pikiran orang saat mengikuti seleksi cpns. Mengadu nasib tidak akan mengubah anda. Menunggu semua dengan instant jatuh dari awan dan ikut alur hidup anda sendiri. Keluarlah dari zona nyaman ketika ada sesuatu yang ingin kamu kejar. 

6. Bisa Memahami Semua Materi Yang di Uji

Media belajar online banyak ditemui di situs-situs terbaik yang memberikan penjelasan tentang ujian tes CPNS dan PPPK, yang akan memudahkan kita untuk mencari referensi kemudian mempelajarinya dengan baik. Jadi, tidak ada alasan lain lagi jika kamu tidak paham dengan materi yang di uji.

7. Sebisa Mungkin Mengikuti Simulasi CAT & Try Out Online Yang Disedakan

Sudah banyak yang menyediakan simulasi CAT dan Try Out Online. Coba ikuti beberapa website yang menyediakan try out online, dan kurang lebih soal yang diambil berdasarkan tahun tahun dahulu. Jadi, persentase jenis soal pasti akan sama. Di media sosial seperti instagram pun sekarang sudah ada juga akun akun besar untuk persiapan seleksi CPNS dan PPPK. 


8. Konsisten

Harus tetap konsisten. Konsisten artinya setiap hari dilakukan, jangan sehari tidak, besok iya, besok lagi tidak. Kamu harus konsisten untuk mendapatkan sesuatu. Jika tidak konsisten, kamu akan kehilangan dan lupa beberapa materi dan tujuan kamu. Percaya atau tidak, mengulang itu penting dan harus dilakukan hampir setiap hari. Buatlah jadwal yang cukup untuk membuat diri anda lebih teratur lagi.

9. Luangkan Waktumu Untuk Terus Belajar

Sebisa mungkin belajar itu sesuai dengan passion kamu, karena belajar dengan terpaksa itu sangat beda sekali rasanya. Kalau kamu ingin berkecimpung ke dunia ini, maka kamu wajib memahami beberapa hal yang di uji. Latihlah diri anda untuk belajar setiap hari karena itu sangat penting.

10. Lakukan Riset Strategi Cara Tercepat & Tepat Untuk Menjawab Soal

Ada beberapa orang yang pintar menggunakan teknik cepat untuk menjawab soal. Kurang lebih waktu ujian itu singkat, berkisar sekitar 90 – 120 menit. Kalau saya pribadi.

Cara menjawab soal tercepat adalah dengan membaca pertanyaan dahulu baru dibaca pernyataan lalu dilanjutkan dengan opsi jawaban.

Meski beberapa orang ada yang berbeda dari saya, tetap temukan bagaimana kamu menjawab soal dengan cepat. Ini akan membantu menghemat kamu untuk fokus ke mata pelajaran yang lain. Disana waktu akan tetap terus berjalan, jadi hematlah waktu anda sebaik baiknya untuk menjawab soal dengan cepat sekaligus bisa mengkoreksi 2x untuk konfirmasi.

11. Percaya Pada Kualitas di Diri Anda

Kamu harus percaya pada diri sendiri. Kalau kamu saja sudah tidak percaya dengan diri kamu, bagaimana kamu bisa untuk melewati hal ini. Tingkatkan kualitas serta pengetahuan anda mengenai materi, lalu tetap percaya bahwa diri anda bisa untuk melakukan hal ini. Kepercayaan diri akan membantu anda menarik sugesti positif dan akan dipermudah untuk segala urusan yang akan anda hadapi saat ujian CPNS dan PPPK. 

12. Kurangilah Waktumu Untuk Bermain

Seperti waktu bermain juga harus kita tinggalkan untuk meningkatkan fokus kita. Kalau ingin mengejar sesuatu, kamu harus mulai meninggalkan kebiasaan kebiasaan bermain seperti setiap hari. Ingat bahwa umur kita sudah terlalu tua, dan bukan sudah waktunya lagi untuk bermain. Masih banyak hal hal yang seharusnya kamu kerjakan dan diselesaikan.

13. Fokus

Latihlah fokusmu untuk satu, yaitu lolos CPNS dan PPPK tahun ini. Bukan hanya sekedar omongan, tetapi bukti bahwa kamu sudah menguasai materi yang selama ini kamu pelajari selama ini. Dan anggaplah diri kamu pantas untuk mendapatkan nilai yang tinggi.


14. Tinggalkan Hal-hal Yang Tidak Penting

Lakukanlah hal hal yang penting dan tingalkan sementara hal-hal yang kurang penting. Jangan sampai kamu menginggalkan hal penting demi hal yang tidak penting.

15. Jangan Hanya Sekedar Baca Motivasi

Motivasi itu penting bukan hanya dibaca dan didengarkan, tapi lebih penting untuk dilakukan. Ada banyak pepatah yang mengatakan apa dan bagaimana keadaan kamu sekarang ini tergantung dari apa yang kamu buat setelah melepaskan audio motivasi tersebut.

16. Mulailah Sekarang

Ayo mulailah sekarang siapkan segala sesuatunya, terutama dokumen dan kesiapan diri kamu. Kesehatan terutama harus dijaga agar pada saatnya nanti kamu akan kesegaran dan berpikir lebih fokus.

Itulah bebrapa tips buat kamu yang akan menghadapi ujian dan selekasi CPNS dan PPPK Tahun ini. Tetap semangat apapun hal yang menantang harus terus berjuang demi cita-cita dan kebanggan keluarga. Amin.

Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

BlogPendidikan.net
- Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021.

Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19.

Panduan ini dihadirkan sebagai tindaklanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). 

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD Dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, seluruh satuan pendidikan ditargetkan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai Juli 2021.

Berikut langkah-langkah dan prosedur pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan (Sekolah) yang ditetapkan pemerintah dan masih berdasarkan SKB 4 Menteri tahun 2020 adalah :

1. Tersedia sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih yang layak, 

2. Tersedia sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer

3. Tersedia Disinfektan

4. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan

5. Kesiapan menerapkan wajib masker

6. Memiliki thermogun

7. Memiliki pemetaan warga satuan pendidika

8. Memiliki comorbid yang terkontrol

9. Memiliki akses transportasi yang aman

10. Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri

11. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali

12. Jaga jarak minimal 1,5 meter

13. Kapasitas maksimal sekitar 50% dari rata-rata kelas. Untuk PAUD 5 orang (dari standar 15 peserta didik), SD-SMP 18 orang (dari standar 36 peserta didik), Sekolah Luar Biasa 5 orang (dari standar 8 peserta didik)

14. Melakukan sistem bergiliran

15. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah

16. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan hand sanitizer

17. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

18. Menerapkan etika batuk/bersin

19. Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol

20. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

21. Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan

22. Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak

23. Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya.

Lihat Disini : Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19

Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19

Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19

BlogPendidikan.net
- Revisi SKB 4 Menteri NOMOR 01/KB/2020, NOMOR 516 TAHUN 2020, NOMOR HK.03.01/Menkes/363/2020, NOMOR 440-882 TAHUN 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19 :



Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19 >>> LIHAT DISINI

13 Cara Mengenal dan Mengajar Anak Autis di Sekolah

13 Cara Mengenal dan Mengajarkan Anak Autis di Sekolah
Image source : TEMPO.CO/M IQBAL ICHSAN. Sejumlah siswa Sekolah Dasar berkebutuhan khusus mengerjakan soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SD di SLB A Lebak Bulus, Jakarta, 16 Mei 2016

BlogPendidikan.net
- Memiliki buah hati adalah sesuatu hal yang sangat didambakan dan membahagiakan bagi pasangan yang telah menikah. Anugra dan rezeki yang diberikan yang dinanti-nantika adalah hadirnya buah hati yang akan melengkapi kehidupan pasangan suami istri. Namun bagaimana jika buah hati kita memiliki kekurangan? sebagai orang tua pasti risau akan tetapi orang tua akan selalu mencari cara agar kekurangan itu bisa teratasi. Kekurangan yang dimaksud adalah anak yang menderita Autis.

Apa Itu Autis

Kata Autism berasal dari bahasa Yunani Kuno atau Greek yang berarti self atau diri sendiri.. Mereka memiliki kecenderungan hidup dalam dunianya sendiri.(Bandi Delphie,). Para peneliti beranggapan bahwa kehidupan dalam dunianya sendiri akan berlangsung selama hidupnya. Menurut Ward, A. J menyatakan bahwa penyandang sindrom autistik usia dini (early infantile autism) dapat terdeteksi melalui suatu diagnosis khusus oleh ahli medis atau psikolog sejak berusia 30 bulan.

Autisme adalah gangguan neurologis dalam perkembangan otak. Gejalanya biasa muncul pada anak-anak yang tampak tumbuh normal,sampai usia antara satu hingga tiga tahun. Penyandang autis biasanya menunjukan ketidakmampuan bergaul, dan ada masalah berimajinasi, kegiatan fisik dan kebahasaan. Beberapa orang penyandang autis berkondisi nonverbal, tetapi yang lain dapat berbicara dan berkomunikasi dengan lebih normal.

Mengenal Anak Autis

Gejala autisme sangat beragam dan tiap anak yang menderita kondisi ini dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Namun, secara umum, ciri-ciri anak autis terdiri dari 3 karakteristik utama, yaitu:

Ciri-ciri anak autisme terkadang juga bisa menyerupai gangguan lain, seperti gangguan pendengaran, depresi pada anak, gangguan cemas, sindrom Asperger, serta reaksi trauma akibat kekerasan. Oleh karena itu, anak yang dicurigai menderita autisme perlu diperiksakan ke dokter anak.


Dalam mendiagnosis autisme pada anak, dokter akan mengevaluasi tumbuh kembang anak, seperti menilai kemampuan berbicara, berperilaku, belajar, hingga pergerakan anak. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain berupa tes pendengaran, tes genetik, dan konsultasi psikologi anak.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme. Namun, ada beberapa metode terapi yang dapat dilakukan untuk membantu anak meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar.

Dokter akan menentukan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh. Tujuan terapi ini adalah untuk membantu anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu hidup mandiri ketika ia dewasa nanti.

Bagaimana Cara Mengajar Anak Autis di Sekolah? 

Berikut 13 Cara Menghadapi dan Mengajar Anak Autis di Sekolah yang mungkin bisa kamu terapkan disekolah, yaitu :

1. Mengajar dengan menggunakan media visual dan konkret

Anak yang menderita autis lebih pekah menangkap suatu pesan dalam pembelajaran dengan menggunakan media berupa gambar atau benda konkret, media konkret dan gambar adalah bahasa visual yang bisa membuat orang lebih mengerti dengan cepat termasuk anak yang menderita autis.

2. Hindari penggunaan kalimat yang panjang dalam mengajar 

Anak yang menderita autis memiliki ingatan yang tidak kuat sehingga mereka mudah melupakan apa yang telah dia pelajari, dalam hal mengajar anak autis agar dia bisa memahami apa yang guru sampaikan, maka upayakan tidak memberi penjelasan dengan menggunakan kalimat yang panjang.

3. Fokus memaksimalkan potensi bakat  dan minat anak autis

Sebagian besar anak autis memiliki potensi dalam hal kemampuan menggambar, seni dan komputer. Bakat dan kemampuan yang dominan pada anak autis sebaiknya dimaksimalkan, agar bakat dan minatnya bisa menjadi talenta dan keterampilan sehingga bisa digunakan dalam untuk bekerja ketika dewsaa kelak.


4. Minimalisir keributan dan suara yang menggangu dalam mengajar anak autis

Anak autis memiliki pemikiran yang kurang stabil sehingga mereka akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang ada disekitarnya termasuk suara-suara yang bisa memecah konsentrasinya. Misalnya saja bunyi bell, mikrofon, lonceng dan kanlpot. Jadi penggunaan bel sekolah, mikrofon, lonceng harus diminimalisir karena hal tersebut akan sedikit menggangu anak yang menderita autis.

5. Hindarkan cahaya lampu yang berlebihan

Sebagian anak yang menderita autis juga merasa sensitif dengan cahaya termasuk cahaya lampu neon, oleh karena itu dalam pembelajaran di kelas, sebaiknya anak yang mengalami masalah autis ditempatkan di kursi yang dekat dengan jendela dengan pencahayaan matahari yang alami, sehingga mereka bisa fokus dalam belajar

6. Buat susana sekondusif mungkin dan sugesti pikirannnya

Sebagian anak autis yang hiperaktif biasanya akan mengalami perasaan gelisah yang tak menentu, agar perasaan gelisah anak autis tidak semakin menjadi-jadi suasana yang kondusif sangat mutlak harus dihadirkan dalam suasana kelas maupun di rumah.

7. Lakukan kontak mata dalam mengajar anak autis

Beberapa anakyang menderita autis memiliki respon yang cukup besar ketika mereka dijelaskan tentang sesuatu hal dengan mimik yang ekspresif dan kontak mata. Oleh karena itu buatlah anak autis yang anda sedang ajar bisa menangkap maksud dari apa yanganda jelaskan dengan melakukan penjelasan yang ekspresif disertai dengan kontak mata.

8. Menyesuaikan pembelajaran dengan gejala anak autis.

Tidak semua anak autis mengalami masalah yang sama, sehingga anda harus mengindentifikasi terlebih dahulu apa yang menjadi kelemahan dari setiap anak autis yang anda ajar. Sebagian anak autis tidak bisa menangkap pesan dengan menggunakan audio dan visual secara bersamaan.


9. Melakukan pengulangan materi pelajaran

Agar anak autis bisa memahami apa yang diajarkan, maka sebaiknya lakukanlah pengulangan materi pelajaran agar anak tersebut benar-benar paham. Karena percuma bergegas dalam menyelesaikan materi pelajaran jikalau pada akhirnya anak tidak mampu menangkap maksud dari apa yang dia pelajari.

10. Memberi apresiasi

Mengapresiasi apa yang berhasil dilakukan oleh anak yang mengalami autis juga sebaiknya dilakukan agar mereka menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Bentuk apresiasi bisa dalam bentuk senyum, tepuk tangan dan hadiah.

11. Menyebut nama dalam memberi intruksi dan arahan

Selanjutnya dalam memberi intruksi dan arahan kepada anak yang menderita autis sebaiknya disertai dengan sebutan nama, karena biasanya anak autis akan lambat dalam menganalisa pesan yang ditujukan kepadanya.

12. Sabar dalam menghadapi anak autis

Hal yang perlu anda sadari dalam mengajar anak autis adalah anak autis memiliki tingkat pemahaman yang tidak seperti orang normal lainnya, jadi diperlukan kesabaran ekstra dalam mengajarnya. jangan sesekali memperlihatkan sikap kasar ketika anda merasa jenuh mengajarnya naumun dia tak kunjung mengerti.

13. Peran orang tua

Hal terpenting dalam cara menangani anak autis di sekolah reguler terletak pada sikap dan usaha orang tua untuk mendukung kegiatan tersebut. Orang tua harus memberikan semangat pada anak dan ikut membantu mengajarkan banyak hal dalam proses pembelajaran di sekolah reguler tersebut. Orang tua harus memberikan waktu lebih untuk membantu anak dalam belajar sehingga anak akan merasa termotivasi akibat dorongan yang diberikan kepadanya. Ketika anak mendapatkan hasil evaluasi yang kurang memuaskan maka sebaiknya orang tua menghibur anak karena kondisi anak autis yang lebih sensitif dibandingkan anak normal.

Demikian penjelasan singkat tentang Cara Mengenal dan Mengajarkan Anak Autis di Sekolah, peran guru dan orang tua sangat menunjang guna keberhasilan anak didik kita khususnya anak Autis.

Rujukan:

Berbagi Ilmu Tautan https://www.rijal09.com/2017/04/12-cara-menghadapi-dan-mendidik-anak-autis.html

Alodokter.com Tautan https://www.alodokter.com/mengenali-ciri-ciri-anak-autis-sejak-dini

Hamil.co.id Tautan https://hamil.co.id/anak/autisme/cara-menangani-anak-autis-di-sekolah-reguler