Kiat Menjadi Guru Yang Menyenangkan

Kiat Menjadi Guru Yang Menyenagkan

BlogPendidikan.net
- Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! 

Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah.


Tidak mudah menjadi guru yang baik, menyenangkan, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. 

Ada beberapa kiat yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk berperan menjadi guru yang menyenangkan saat pembelajaran dikelas.

1. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima

Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

2. Berlakulah bijaksana

Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.


3. Berusahalah selalu ceria di muka kelas

Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

4. Kendalikan emosi

Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

5. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa

Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. 


Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil. 

6. Memiliki rasa malu dan rasa takut

Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

7. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya

Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”


8. Tidak sombong

Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

9. Berlakulah adil

Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

Tenaga Honorer Tidak Dipakai lagi, Yang Ada PNS dan PPPK

Tenaga Honorer Tidak Dipakai lagi, Yang Ada PNS dan PPPK

BlogPendidikan.net
- Yang ada hanya dua jenis pegawai di instansi pemerintahan, yaitu pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Ditegaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Kata Tjahjo, itu sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan berlaku paling lambat pada 2023.

Hanya ada dua jenis pegawai di instansi pemerintahan, yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Hal tersebut ditegaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Kata Tjahjo, itu sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan berlaku paling lambat pada 2023. Ketentuan itu juga dianggap Tjahjo sejalan dengan pengintegrasian Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Sehingga, menurut dia, jika BRIN sebagai institusi ingin menyelesaikan penataan organisasi/SDM pada tahun 2022 tentu tidak menjadi soal. Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan bahwa dalam penyelesaian proses integrasi kedua lembaga itu akan dilakukan beberapa langkah: 

Pertama, untuk PNS Periset akan dilanjutkan menjadi PNS BRIN sekaligus diangkat sebagai peneliti.

Kedua, bagi honorer periset usia di atas 40 tahun dan berpendidikan S3 mengikuti penerimaan ASN jalur PPPK 2021, yakni sebanyak 1 PPPK. Rencananya penerimaan jalur PPPK ini akan dilanjutkan pada 2022 ini. 

Ketiga, honorer periset usia kurang dari 40 tahun dan berpendidikan S3 mengikuti penerimaan ASN jalur PNS 2021, yakni sebanyak 2 orang. 

Keempat, bagi honorer periset non-S3 bisa melanjutkan studi dengan skema by-research dan RA (research assistantship). 

Kelima, bagi honorer non-periset akan diambil alih RSCM sekaligus mengikuti rencana pengalihan gedung LBM Eijkman ke RSCM sesuai permintaan Kementerian Kesehatan yang memang memiliki aset tersebut sejak awal. 

"Sebagai catatan, bila KemenPANRB membuka formasi PNS pada 2022 dan bila yang dibuka hanya formasi PPPK, maka kelompok nomor tiga di atas juga akan dimasukkan ke formasi PPPK," ungkap Tjahjo. 

Kendati begitu, Tjahjo menyebut bahwa opsi yang ditawarkan BRIN tersebut memerlukan proses dan waktu sesuai siklus penerimaan CPNS/CPPPK yang akan dilaksanakan tahun ini. Oleh karena itu, Tjahjo menyarankan para pegawai honorer periset tersebut tetap diberi kesempatan bekerja sampai dengan proses perekrutan melalui jalur CPNS/CPPPK selesai. 

Adapun honorer periset yang belum S3 akan difasilitasi menempuh pendidikan S3 by research.

"Sedang untuk honorer non-periset sebagian akan diambil menjadi pegawai RSCM sesuai kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan dan sebagian lagi akan menjadi tenaga alih daya BRIN rasanya tidak ada masalah," terang Tjahjo.

Sebelumya, sebanyak 113 tenaga honorer Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan. Pemberhentian tersebut dampak adanya integrasi Lembaga Eijkman ke tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), September 2021.  

"113 orang, sekitar 71 adalah tenaga honorer periset," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto.

Integrasi LBM Eijkman ke BRIN diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan, bahwa seluruh lembaga penelitian harus diintegrasikan ke dalam BRIN.

Artikel ini juga telah tayang di nasional.kontan.co.id
Tautan : https://nasional.kontan.co.id/news/tenaga-honorer-tak-dipakai-lagi-di-pemerintahan-mulai-2023-hanya-ada-pns-pppk?page=3

7 Strategi Pembelajaran Dengan Kelebihan dan Kekurangannya

7 Strategi Pembelajaran Dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Strategi pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam implementasi program pendidikan karena menurut tugas-tugas atau kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Strategi pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk di dalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi pembelajaran di dalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik.

1. Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan strategi proses penyampaian materi secara verbal dari guru terhadap siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran yang optimal.

Kelebihan :
  • Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, guru dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
  • Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai cukup luas dan waktu terbatas.
  • Melalui strategi ini siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang materi pelajaran sekaligus mengobservasi melalui demonstrasi.
  • Strategi ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dengan kelas besar.
Kekurangan :
  • Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dilakukan terhadap siswa dengan kemampuan mendengar dan menyimak yang baik.
  • Strategi ini tidak mungkin melayani perbedaan kemampuan belajar pengetahuan, minat, bakat dan gaya belajar individu.
  • Karena lebih banyak dengan ceramah, strategi ini sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi siswa.
  • Keberhasilan strategi ini tergantung pada kemampuan yang dimiliki guru.
  • Gaya komunikasi pada strategi ini satu arah, jadi kesempatan mengontrol kemampuan belajar siswa terbatas.
2. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

Strategi pembelajaran berbasis masalah mengutamakan proses belajar, di mana tugas guru harus memfokuskan diri untuk membantu siswa mencapai keterampilan mengarahkan diri. Pembelajaran berdasarkan masalah penggunaannya di dalam tingkat berpikir lebih tinggi, dalam situasi berorientasi pada masalah termasuk bagaimana belajar.

Kelebihan :
  • Terjadi interaksi yang dinamis di antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa.
  • Siswa memiliki keterampilan mengatasi masalah.
  • Siswa memiliki kemampuan mempelajari peran orang dewasa.
  • Siswa dapat menjadi pembelajar yang mandiri dan independent.
  • Siswa memiliki keterampilan berfikir tingkat tinggi.
Kekurangan :
  • Memungkinkan siswa menjadi jenuh karena harus berhadapan langsung dengan masalah.
  • Memungkinkan siswa kesulitan dalam memproses sejumlah data dan informasi dalam waktu singkat, sehingga pembelajaran berbasis masalah ini membutuhkan waktu yang relatife lama.
3. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Strategi pembelajaran CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan :
  • Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat memahaminya sendiri.
  • Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa menemukan sendiri bukan menghafalkan.
  • Menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dipelajari.
  • Menumbuhkan rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari dengan bertanya kepada guru.
  • Menumbuhkan kemampuan dalam bekerja sama dengan teman yang lain untuk memecahkan masalah yang ada.
  • Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dan kegiatan pembelajaran.
Kekurangan :
  • Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran, tidak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman lainnya, karena siswa tidak mengalami sendiri.
  • Perasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompoknya.
  • Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lainnya. Karena siswa yang tekun merasa harus bekerja lebih daripada siswa yang lain dalam kelompoknya.7
4. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Strategi inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung, peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

Kelebihan :
  • SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
  • SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  • SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
Kekurangan :
  • Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  • Strategi ini sulit merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
5. Strategi Pembelajaran Afektif

Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai dimensi yang lainnya, yaitu sikap dan keterampilan afektif berhubungan dengan volume yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam. Kemampuan sikap afektif berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berupa tanggung jawab, kerja sama, disiplin, komitmen, percaya  diri, jujur, menghargai pendapat orang lain dan kemampuan mengendalikan diri.

Kelebihan :
  • Dalam pelaksanaan pembelajaran afektif akan dapat membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
  • Mengembangkan potensi peserta didik dalam hal nilai dan sikap.
  • Menjadi sarana pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
  • Peserta didik akan lebih mengetahui hal yang berguna atau berharga (sikap positif) dan tidak berharga atau tidak berguna (sikap negatif).
  • Dengan pelaksanaannya strategi pembelajaran afektif akan memperkuat karakter bangsa Indonesia, apalagi apabila diterapkan ada anak sejak dini.
  • Dengan pelaksanaan pembelajaran afektif siswa dapat berperilaku sesuai dengan pandangan yang dianggap baik dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Kekurangan :
  • Kurikulum yang berlaku selama ini cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual (kemampuan kognitif) di mana anak diarahkan kepada menguasai materi tanpa memperhatikan pembentukan sikap dan moral.
  • Sulitnya melakukan control karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang.
  • Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa dievaluasi dengan segera, karena perubahan sikap dilihat dalam rentang waktu yang cukup lama.
  • Pengaruh kemampuan teknologi, khususnya teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan program acara yang berdampak pada pembentukan karakter anak.
6. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)

Strategi pembelajaran kooperatif merupakan istilah umum untuk sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antar siswa. Tujuan pembelajaran kooperatif setidak-tidaknya meliputi tiga tujuan pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Kelebihan :
  • Melalui SPK siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa lain.
  • SPK dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata – kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
  • SPK dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
  • SPK dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
  • SPK merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan mengatur waktu dan sikap positif terhadap masalah.
  • Melalui SPK dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.
  • SPK dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata.
  • Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
Kekurangan :
  • Untuk memahami dan mengerti filosofis SPK memang butuh waktu. Sangat tidak rasional kalau kita mengharapkan secara otomatis siswa dapat mengerti dan memahami filsafat pembelajaran kooperatif. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan, contohnya mereka akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. Akibatnya, keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok.
  • Ciri utama SPK adalah bahwa siswa saling membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa pembelajaran yang efektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
  • Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap individu siswa.
  • Keberhasilan SPK dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-kali penerapan strategi ini.
  • Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan individual. Oleh karena itu idealnya melalui SPK selain siswa belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu dalam SPK memang bukan pekerjaan yang mudah.
7. Strategi Peningkatan Kemampuan Berfikir

Strategi peningkatan kemampuan berfikir adalah model pembelajaran yang bertumpu pada perkembangan berfikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.

Kelebihan :
  • Melatih daya pikir siswa dalam penyelesaian masalah yang ditemukan dalam kehidupannya.
  • Siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang disajikan oleh guru.
  • Siswa diprioritaskan lebih aktif dalam proses pembelajaran.
  • Memberikan kebebasan untuk mengeksplor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada.
Kekurangan :
  • Membutuhkan waktu yang relatif banyak, sehingga jika waktu pelajaran singkat maka tidak akan berjalan dengan lancar.
  • Siswa yang memiliki kemampuan berpikir rendah akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran, karena siswa selalu akan diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah yang diajukan.
  • Guru atau siswa yang tidak memiliki kesiapan akan membuat proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sebagai mana seharusnya, sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak dapat terpenuhi.
  • Strategi ini hanya dapat diterapkan dengan baik pada sekolah yang sesuai dengan karakteristik strategi itu sendiri.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Game Ice Breaking Dalam Pembelajaran

Game Ice Breaking Dalam Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Proses pembelajaran yang serius kaku tanpa sedikit pun ada nuansa kegembiraan tentulah akan sangat cepat membosankan. Apalagi diketahui bahwa berdasarkan penelitian kekuatan rata-rata manusia untuk terus konsentrasi dalam situasi yang monoton hanyalah sekitar 15 menit saja Selebihnya pikiran akan segera beralih kepada hal-hal lain yang mungkin sangat jauh dari tempat di mana ia duduk mengikuti suatu kegiatan tertentu.

Dengan demikian sangatlah penting bagi guru untuk menguasai berbagai teknik ice breaking dalam upaya untuk terus menjaga “stamina” belajar para siswanya.


Berikut, berbagai Game Ice Breaking Dalam Pembelajaran :

1. Badai Berhembus (The Great Wind Blows)

Strategi ini merupakan ice breaking yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.

Langkah-langkah :
  • Aturlah kursi –kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
  • Pemandu sebagai angin akan mengatakan, angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata‟ (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
  • Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
  • Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.
  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan „angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)
2. Lempar spidol

Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati–hati dan cepat tanggap.

Langkah–langkah :
  • Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.
  • Minta peserta bertepuk tangan ketika Anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol Anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.
  • Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : “Mmmmm….!”.
  • Ulangi proses ke–3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol Anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerak tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?
  • Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.
3. Sepatu Lapangan

Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.

Langkah-langkah :
  • Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil ( 5 – 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
  • Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di „lapangan‟ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit)
  • Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.
  • Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini sekaligus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
  • Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.
4. Kompak

Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.

Langkah–langkah :
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini
  • Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang.
  • Mintalah masing-masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah-tengah kelompoknya.
  • Katakana bahwa permainan ini untuk menguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kearah mana saja.
  • Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa-bisa akan memakan korban, maka jika yang di tengah menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran.
5. Bercermin

Langkah–langkah :
  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
  • Bayangan harus mengikuti gerak-gerik orang yang berdandan.
  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.
6. Memasukkan Spidol ke Botol

Langkah–langkah :
  • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing-masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
  • Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat.
  • Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan-pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah-tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba-aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
  • Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.
  • Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta :
  • Mengapa mereka memilih pasangannya masing-masing?
  • Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
  • Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
  • Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
  • Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
  • Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
  • Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?
Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.
Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.

7. Menghitung Mundur

Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari kebudayaan‟ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal-hal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.

Langkah-langkah :
  • Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta)
  • Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka „tujuh‟ atau „ kelipatan tujuh‟, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal.
  • Sesudah 3 – 4 ronde, permainan tahap 1 selesai
  • Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka „tujuh‟ atau angka „kelipatan tujuh‟ , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Setelah 3-4 ronde, permainan selesai.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita (apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah)
Demikian Artikel tentang berbagai Game Ice Breaking Dalam Pembelajaran, semoga dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan referensi Anda dalam memulai proses pembelajaran yang menyenanggkan.

Menyisipkan Ice Breaking Disela Kegiatan Pembelajaran

Menyisipkan Ice Breaking Disela Kegiatan Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Proses pembelajaran yang efektif itu sendiri memerlukan konsentrasi belajar dari peserta didik. Peserta didik kadang kala dapat saja kehilangan fokus saat belajar, hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya adalah kemampuan intelegensi peserta didik. Maka salah satu cara untuk menumbuhkan konsentrasi siswa ialah dengan menyelipkan ice breaking dalam proses pembelajaran yang tujuannya untuk membangkitkan semangat juga menarik kembali konsentrasi juga perhatian siswa.

Tentang Ice Breaking

Ice breaking adalah peralihan situasi dari yang membosankan, membuat mengantuk, menjenuhkan, dan tegang menjadi rileks, bersemangat, tidak membuat mengantuk, serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau melihat orang yang berbicara di depan kelas. 

Ice breaking dapat dilakukan dengan menyajikan permainan berupa lelucon, variasi tepuk tangan, bernyanyi, bermain dan sebagainya. Model ice breaker merupakan cara yang digunakan untuk mencairkan suasana yang kurang kondusif. Dengan demikian, konsentrasi dan perhatian siswa menjadi terfokus kembali.

Ice breaking dapat diberikan pada awal pembelajaran untuk menyiapkan minat belajar siswa, atau disela-sela pembelajaran untuk menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan konsentrasi kembali siswa dan bahkan dapat diberikan diakhir pembelajaran untuk mengakhiri kegiatan dengan penuh suka cita.

Varian ice breaker di sini dibagi dalam dua macam varian, ice breaker tanpa media dan ice breaker dengan media. Ice breaker tanpa media dapat diartikan permainan pendinginan otak dengan tidak menggunakan media di luar anggota tubuh. Sedangkan ice breaker dengan media merupakan permainan pendinginan otak dengan menggunakan media di luar media anggota tubuh. Media/alat bantu lain untuk melakukan ice breaker, misalnya penggaris, penghapus, tas, pensil, atau kapur. 

Pelaksanaan Ice Breaking dapat dilakukan dalam tiga kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal pembelajaran biasanya anak masih dalam kondisi segar, kecuali sebelumnya ada mata pelajaran lain. Kondisi yang masih segar seperti ini dapat menggunakan ice breaker tipe ringan, yaitu dengan menepuk-nepuk punggung tangan dengan punggung tangan, telapak kaki dengan telapak kaki, atau kebalikannya telapak tangan dengan telapak kanan dengan punggung kaki dengan punggung kaki. Dapat juga diisi dengan berbagai tepuk sesuai dengan mata pelajaran yang akan dilakukan.

Misalnya pembelajaran yang dilakukan adalah pelajaran IPA materi gaya, maka anak-anak diajak melakukan tepuk gaya. “Tepuk Gaya”: Dorongan (badan anak diekspresikan seakan-akan mendorong benda sambil berucap dorongan). Tarikan (baik dan anak diekspresikan seakan-akan menarik benda sambil berucap tarikan). Itulah gaya (membuka tangan selebar-lebarnya). 

Pada mata pelajaran IPS, mengenai nama-nama ibu kota provinsi. Guru dapat menggunakan nada lagu “Sedang Apa” diganti sesuai dengan materi pelajaran. “Jawa Timur-Jawa Timur ibukotanya apa? Ibukota Jawa Timur adalah Surabaya. “Jawa Barat-Jawa Barat, ibukotanya apa? Ibukota Jawa Barat adalah Bandung.

Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti setelah siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok, ice breaker dapat diterapkan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Siswa dibagi jadi dua, barisan anak perempuan dan barisan anak laki-laki yang akan memainkan “hujan ajaib”.

Setiap anak dalam barisan memegang pundak temannya, guru mempunyai 4 instruksi. Instruksi tersebut adalah: Hujan petir (telapak tangan dimiringkan, dan dipukul-pukulkan berlahan di pundak teman yang ada di depannya). Hujan batu (telapak tangan dikepalkan dan dipukul-pukulkan berlahan di pundak teman yang ada di depannya). Hujan rintik rintik (kesepuluh jari tangan dipukul-pukulkan berlahan di pundak teman yang ada didepannya).

Hujan es (tangan memegang pundak, kemudian memijit pundak temannya). Kegiatan ini dilakukan secara berputar, teman yang sebelumnya memegang pundak sekarang dipegang pundaknya oleh teman lain.

Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir dapat dilakukan dengan kegiatan melompat setinggi-tingginya sambil meletakkan tangan lurus di atas kepala dan menepuk kedua telapak tangan secara selang-seling antara teman yang satu dengan teman yang lain.

Dapat juga dengan mengungkapkan permainan hewan: Semut-besar (membuat lingkaran besar dengan tangan di depan dada). Gajah-kecil (jari telunjuk dan kelingking disatukan membentuk lingkaran kecil). Jerapah-pendek (tangan diletakkan di pipi, kepala digelengkan ke kanan dan ke kiri). Burung hantu panjang (tangan disatukan di atas kepala).

Hitam-putih (memegang baju atas). Putih -hitam (memegang baju bawah). Merah-hijau (memegang kaki kanan bawah). Hijau -merah (memegang kaki kanan kiri).

Kapan PPPK Tahap 1 Akan Terima Gaji?

Kapan PPPK Tahap 1 Akan Terima Gaji?

BlogPendidikan.net
- PPPK yang lulus pada tahap 1 masih diberikan kesempatan untuk pengisian DRH sebagai syarat penetapan NI PPPK. Jika proses pengajuan dokumen penetapan NI PPPK tidak molor sesuai yang ditetapkan hingga 31 Januari 2022, maka proses penerbitan SK akan lebih cepat.

Lantas kapan PPPK tahap 1 akan terima gaji?

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen mengatakan, gaji PPPK dibayarkan setelah yang bersangkutan menerima SK dan mendapatkan SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas).


Penghitungannya dimulai sejak TMT (terhitung mulai tanggal) ditetapkan. Contohnya TMT PPPK guru A 1-2-2022. Itu artinya, mulai 1 Februari gajinya sudah dihitung. “TMT dihitung setelah instansi menetapkan kontrak dan SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas),” ujar Deputi Suharmen.

Dia melanjutkan SPMT ini sama seperti CPNS. Jadi, apabila pejabat pembina kepegawaian (PPK) sudah menggunakan sistem IT, tentu bisa cepat. Sebaliknya bila prosesnya manual, tentu akan lama karena diketik satu per satu.


Dia juga mengingatkan para PPK soal batas waktu usulan penetapan NIP PPPK ke BKN maksimal 31 Januari 2022. Cepat lambatnya proses penetapan NIP PPPK guru tahap 1 tergantung dari keseriusan calon PPPK dan PPK.

“Prinsipnya lebih cepat lebih baik. Kalau bisa cepat kenapa harus dibuat lama,” terang Deputi Suharmen. Sementara di kalangan guru honorer sendiri terus memburu Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Mereka ingin memastikan agar usulan penetapan NIP PPPK ke BKN tidak molor.


Dengan harapan penetapan NIP PPPK tidak molor dan pihak BKN bisa menetapkan NIP PPPK sesuai waktu yang ditetapkan yaitu pada TMT penetapan 01-02-2022.

Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya

Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya

BlogPendidikan.net
- Untuk menjadi calon peserta sertifikasi guru melalui PPG maka guru harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya ialah guru harus terdaftar pada Aplikasi Dapodik dan juga  SIM PKB. 

Guru dapat login di aplikasi SIM PKB kemudian mengecek apakah termasuk nominasi calon peserta PPG atau bukan. Jika masuk, guru harus mengikuti ujian pretest PPG untuk masuk prioritas peserta sertifikasi guru.


Dalam artikel ini BlogPendidikan.net telah menyajikan bentuk soal Pretest PPG bagi calon guru sertifikasi yang akan mengikuti pelatihan profesi guru, sebelum ditetapkan sebagai peserta PPG para calon harus mengikuti pretest untuk dijaring sebagai peserta PPG.


Berikut ini adalah Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya yang bisa Anda referensikan sebagai bahan belajar dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian awal untuk menjadi peserta PPG.


Unduh Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya >>> DISINI

Demikian artikel ini tentang Contoh Soal PreTest PPG Dalam Jabatan Beserta Kunci Jawabannya, semoga bermanfaat dan jangan lupa tukberbagi. Terima kasih

Segera Mutakhirkan Data Anda di DAPODIK Sebagai Calon Peserta PPG Sertifikasi Guru 2022

Segera Mutakhirkan Data Anda di DAPODIK Sebagai Calon Peserta PPG Sertifikasi Guru 2022

BlogPendidikan.net
- Surat Edaran Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru Nomor 0063/B2/GT.03.15/2022 Tanggal 13 Januari 2022 Tentang Pemutakhiran Data Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022.

Dalam rangka pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2022, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan melakukan pemutakhiran data calon peserta PPG Dalam Jabatan tahun 2022.


Sehubungan dengan hal tersebut, disampaikan beberapa informasi sebagai berikut:

1. Data yang perlu dimutakhirkan yaitu:
a. Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tanggal lahir melalui laman verval PTK (https://vervalptk.data.kemdikbud.go.id);
b. Riwayat pendidikan formal mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan terakhir serta riwayat karir guru mulai dari pertama kali mengajar melalui aplikasi dapodik sekolah; dan
c. Status kepegawaian dan jenis PTK melalui aplikasi dapodik dinas.

2. Batas waktu pemutakhiran data dimaksud adalah tanggal 30 Januari 2022 pukul 23.59 WIB.

3. Informasi lengkap terkait tata cara pemutakhiran data dapat diakses melalui laman https://dapo.kemdikbud.go.id.

 

Segera Mutakhirkan Data Anda di DAPODIK Sebagai Calon Peserta PPG Sertifikasi Guru 2022.

Syarat, Dokumen dan Alur PPG Dalam Jabatan Sertifikasi Guru Tahun 2022

Syarat, Dokumen dan Alur PPG Dalam Jabatan Sertifikasi Guru Tahun 2022

BlogPendidikan.net
- Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen.

Tujuan pemberian bantuan biaya pendidikan PPG Dalam Jabatan (Daljab) ini adalah untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik. 


Salah satu metode yang digunakan untuk melaksanakan Program Pendidikan Profesi Guru adalah dengan melakukan diklat secara daring. Diklat secara daring ini akan ditunjang dengan penggunaan LMS yang telah disediakan. Status guru ini bisa berupa PNS atau nonPNS, yang penting sudah mengajar dan tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Berikut ini akan dijelaskan tentang Syarat, Berkas dan Alur PPG Dalam Jabatan Sertifikasi Guru:

Syarat Peserta PPG Dalam Jabatan
  • Lulusan S1 atau D4
  • Sudah berstatus guru dan sudah diangkat hingga bulan Desember 2015
  • Menjabat sebagai guru di satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah pusat/daerah/pendidikan oleh masyarakat
  • Terdaftar di Dapodik minimal dari 31 Juli 2017
  • Mempunyai Nomor Unik Tenaga Kependidikan atau Pendidik (NUPTK)
  • Melengkapi semua syarat dokumen
  • Usia maksimal 58 tahun, terhitung tanggal 31 Desember di tahun mendaftar.

Pendaftaran calon Mahasiswa Program PPG dalam Jabatan
  1. Calon Mahasiswa Program PPG dalam Jabatan melakukan pendaftaran melalui aplikasi (SIM PKB)
  2. Mengunggah dokumen administrasi meliputi:  1. ijazah akademik; dan  2. surat keputusan pengangkatan Guru
Seleksi melalui 3 tahap
  • Seleksi administrasi tahap I
  • Seleksi kemampuan akademik (Pretest)
  • Seleksi administrasi tahap II. 
Alur PPG Daljab dapat dirinci sebagai berikut

Seleksi administrasi tahap 1
  1. Diundang pendataan calon peserta pretes ppg daljab (SIM PKB, gtk.belajar.kemdikbud.go.id)
  2. Mengunggah dokumen administrasi: 1. ijazah akademik; dan  2. SK pengangkatan. LPMP verifikasi data ijazah dan linearitas jurusan
  3. LPMP menyetujui

Seleksi Kemampuan Akademik
  1. Menjadi peserta pretes PPG dalam jabatan 
  2. Melaksanakan pretes
  3. Lolos pretes 
Seleksi Administrasi Tahap 2
  • Pemberkasan
  • Verifikasi 
  • Verifikasi dinas disetujui
  • Verifikasi LPMP
  • Verifikasi LPMP disetujui
  • Ditjen GTK menyeleksi peserta yang lolos PPG dalam jabatan
  • Menjadi peserta PPG dalam jabatan
Konfirmasi calon peserta Mahasiswa PPG dalam jabatan
  1. Menjadi calon peserta PPG dalam jabatan
  2. Penetapan calon peserta PPGJ dengan LPTK
  3. Konfirmasi Kesediaan PPGJ. Nantinya akan ditetapkan menjadi peserta PPGJ 
  4. Cetak A1 dan pakta Integritas
Mulai PPG Dalam Jabatan
  1. Lapor diri LPTK
  2. Daring pedagogik dan profesional
  3. Kompre
  4. PPL
  5. UP (jadwal bisa sesudah workshop sebelum PPL atau sesudah PPL)
  6. UKIN (jadwal sesudah PPL)
  7. Lulus UP dan UKIN
  8. Sertifikat pendidik ditangan. (Untuk poin ini karna pandemi dapat berubah ubah)
Berkas Seleksi Administrasi Tahap 2
  1. Foto copy ijazah
  2. Foto copy SK pengangkatan
  3. SK mengajar 2 tahun terakhir
  4. Surat Izin PPG dari Kepala Sekolah
  5. Pakta Integritas
  6. Surat Keterangan sehat Jasmani dan Rohani
  7. Surat Keterangan bebas Narkoba
  8. SKCK
  9. Bukti NUPTK
Demikian informasi tentang Syarat, Berkas dan Alur PPG Dalam Jabatan Sertifikasi Guru Tahun 2022Semoga bermanfaat dan jangan lupa tuk berbagi jika informasi ini bermanfaat.

Berikut 19 Peran Penting Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Anda Ketahui

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

BlogPendidikan.net
- Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

guru merupakan jabatan ataau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.


Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru profesioanal yang harus menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya

Berikut Peran guru dalam pembelajaran menurut para ahli (Mulyasa) sebagai berikut:

1. Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

2. Guru sebagai pengajar

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar bagi siswanya.


3. Guru sebagai pembimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (journey), yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bertanggungjawab atas kelencarana perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

4. Guru sebagai pelatih

Proses pendidikan dan pelatihan memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Tanpa
pelatihan peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pelatih yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing.


5. Guru sebagai penasehat

Guru adalah seorang penasehat terbaik bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan meskipun dalam beberapa hal tidak dapat untuk menasehati orang.

6. Guru sebagai pembaharu (inovator)

Guru menerjemahkan pengalaman yang lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik yang belajar sekarang secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru adalah memahami bagaimana kenyataan tersebut dan bagaimana menjembatani secara efektif, maka untuk itu inovasi diperlukan

7. Guru sebagai model dan teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran itu tidak mudah untuk ditentang apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat perhatian peserta didik serta orang sekelilingnya.

8. Guru sebagai pribadi

Guru dituntut memiliki kepribadian yang mencerminkan sebagai seorang pendidik sejati. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibandingkan profesi lainnya. Untuk itu kestabilan emosi amat diperlukan dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun di masyarakat.

9. Guru sebagai peneliti

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang diperoleh melalui kegiatan penelitian. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari ilmu atau peneliti yang selalu berusaha mencari ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian.

10. Guru sebagai pendorong kreativitas

Kreativitas merupakan hal penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut. Kreativitas ditandai adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Peran ini akan memicu guru untuk senantiasa berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik sehingga peserta didik akan menilainya bahwa guru memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu kegiatan yang bersifat rutin saja.

11. Guru sebagai pembangkit pandangan

Guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya Mengemban peran ini maka guru harus terampil dalam
berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang peran ini.

12. Guru sebagai pekerja rutin

Guru bekerja dengan ketrampilan, dan kebiasaan tertentu serta kegiatan rutin yang dilakukan hari demi hari. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik dan keikhlasan maka akan menjadi beban yang memberatkan.

13. Guru sebagai pemindah kemah

Guru adalah seorang pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan dan membantu peserta didik meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru dan peserta didik bekerjasama mempelajari cara baru
dan meninggalkan kepribadian yang telah membantunya mencapai tujuan dan menggantinya sesuai dengan tuntutan masa kini. Proses ini menjadi suatu transaksi edukatif bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas.

14. Guru sebagai pembawa cerita

Cerita yang berisikan hikmah dan pelajaran sangat bermanfaat bagi peserta didik, oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan untuk bercerita. Sebagai pembawa cerita yang baik maka guru harus memahami bagaimana menggunakan suaranya, mampu memvariasikan irama dan volume suara, memilih waktu pelompatan cerita, mengolah ide yang diperlukan, serta menggunakan kata-kata yang tepat dan jelas.

15. Guru sebagai aktor

Sebagai aktor guru melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik. Untuk itu guru harus mengembangkan pengetahuan yang telah dikumpulkan serta mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan itu. Dengan kata lain guru mempelajari dan melakukan semua hal yang berhubungan dengan tugasnya, sehingga dapat bekerja secara efektif.

16. Guru sebagai emansipator

Guru berperan sebagai emansipator bagi peserta didiknya ketika peserta didik telah menilai dirinya sebagai pribadi yang tak berharga, merasa dicampakkan atau selalu diuji dengan berbagai kesulitan sehingga hampir putus asa, 
dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Ketika peserta didik hampir putus asa, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi agar timbul kembali kesadaran, dan bangkit kembali harapannya.


17. Guru sebagai evaluator

Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas hasil belajar atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Untuk itu maka guru harus memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan penilaian dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik penilaian yang tepat.

18. Guru sebagai pengawet

Salah satu tugas pendidikan adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk melaksanakan tugas sebagai pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu, maka guru berusaha mengawetkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam pribadinya dalam arti guru harus berusaha menguasai materi standar yang akan disajikan kepada peserta didik.

19. Guru sebagai kulminator

Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Melalui rancangannya, guru mengembangkan tujuan yang akan dicapai dan akan dimunculkan dalam tahap kulminasi. 

Guru mengembangkan rasa tanggung jawab, mengembangkan keterampilan fisik dan kemampuan intelektual yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui kurikulum.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.