Mulai Senin Peserta Didik Belajar Dirumah Melalui TVRI

One Be 4/10/2020
Mulai Senin Peserta Didik Belajar Dirumah Melalui TVRI

Mengatasi keterbatasan akses jaringan internet dan juga bahan pembelajaran daring selama wabah Covid-19, Mendikbud Nadiem Makarim menggandeng TVRI menginisiasi program " Belajar dari Rumah". "Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," ujar Nadiem Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020). Mendikbud Nadiem menambahkan, "(Program ini) khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis.”

Tidak semua bisa akses internet

Penyebaran pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) mengakibatkan banyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Namun, tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran daring secara optimal. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program "Belajar dari Rumah" di TVRI. 

Program Belajar dari Rumah di TVRI, merupakan respons Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 yang lalu. Hal ini, dikatakan Mendikbud sejalan dengan semangat Merdeka Belajar. "Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin tanggal 13 April 2020 dimulai pada pukul 08 pagi," terang Nadiem.

Berjalan 3 bulan ke depan 

Program ini direncanakan dapat terselenggara setidaknya selama 3 bulan ke depan.
"Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orangtua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” jelas Mendikbud. 

Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah. "Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” terang Mendikbud. Selanjutnya, dalam situasi di mana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu Kemendikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini.

Pesan Nadiem untuk orangtua, guru dan siswa

"Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini," tutur Mendikbud. "Semangat gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi Pancasila,” tambahnya. 

Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” tutup Mendikbud.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendikbud Nadiem: Mulai Senin Siswa Bisa Belajar dari Rumah lewat TVRI", https://www.kompas.com/edu/read/2020/04/09/182324371/mendikbud-nadiem-mulai-senin-siswa-bisa-belajar-dari-rumah-lewat-tvri?page=1.

Aturan Pembelian Kuota Bagi Guru Dari Dana BOS Segera Diterbitkan, Sekolah Diberikan Hak Penuh

One Be 4/10/2020
Aturan Pembelian Kuota Bagi Guru Dari Dana BOS Segera Diterbitkan, Sekolah Diberikan Hak Penuh

Mendikbud Nadiem Makarim membolehkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dilakai untuk pembelian kuota internet guna mendukung pembelajaran daring selama pandemi virus corona COVID-19.

"Kita perbolehkan dana BOS digunakan untuk membeli kuota internet mendukung pembelajaran daring," ujar Nadiem saat peluncuran program "Belajar dari Rumah" di Jakarta, Kamis (9/4).

Kemendikbud telah bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk akses internet gratis sejumlah platform pembelajaran daring.

Namun sejumlah guru dan siswa, lebih memilih menggunakan metode interaksi virtual secara langsung tanpa menggunakan platform pembelajaran daring.

"Belum kita lakukan itu kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi, untuk aplikasi video konferensi karena susah membedakan mana yang digunakan pembelajaran daring dan mana yang bukan," ujarnya.

Nadiem menambahkan aturan penggunaan dana BOS untuk pembelian kuota tersebut, akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

Sehingga kepala sekolah memiliki pedoman dalam penggunaan dana BOS pada saat pandemi COVID-19.

"Kepala sekolah diberikan kebebasan untuk menggunakan dana BOS selama pandemi ini," terang dia.

Nadiem menjelaskan sejauh ini dana BOS telah dicairkan. Kalaupun ada yang belum cair, karena masih dikaji oleh Kemendikbud.

Untuk besaran penggunaan dana BOS untuk kuota internet, Nadiem mengatakan tidak diatur berapa maksimal penggunaan dananya.

"Terserah kepala sekolah. Namun ada butir-butir lini yang perlu diperhatikan dan sudah diatur dalam aturan dana BOS," kata Nadiem Makarim.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan dana BOS tidak akan cukup digunakan untuk subsidi kuota internet guru dan siswa.

"Jumlah guru dan muridnya banyak, tidak mungkin cukup. Lagi pula, masih banyak dana BOS yang belum cair, bagaimana bisa digunakan untuk membeli kuota internet," kata Ramli. Source; jpnn.com

Pemerintah Geser Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri

One Be 4/09/2020
Pemerintah Geser Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri

Pemerintah menetapkan perubahan cuti bersama 2020 berkaitan dengan wabah virus corona yang saat ini semakin masif penyebarannya. Cuti bersama hari raya Idul Fitri digeser dari Mei ke akhir tahun 2020.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan perubahan ini perlu dilakukan demi menekan penyebaran virus corona ke daerah karena mudik Lebaran.

"Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (9/4). Sementara untuk tambahan cuti lainnya yakni Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yakni pada 28 Oktober 2020.

Perubahan cuti bersama ini mengubah Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020.

"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020," ujar Muhadjir.

Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama ini, kata dia dituangkan kembali dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020 dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.
Source; cnnindonesia.com

Nadiem, Dana BOP Bisa Bayar Gaji Hohorer Guru PAUD

One Be 4/09/2020
Nadiem, Dana BOP Bisa Bayar Gaji Hohorer Guru PAUD

Mendikbud Nadiem Makarim menjanjikan tetap memberikan honor guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terimbas kebijakan belajar di rumah akibat virus corona.

Nadiem menyebut alokasi honor guru PAUD akan diberikan melalui dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD. Nadiem akan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) agar pencairan bisa dilakukan.

"BOP PAUD nanti bisa digunakan untuk honor guru," kata Nadiem kepada wartawan melalui teleconference, Kamis (9/4).

Ia menuturkan bahwa langkah tersebut perlu dilakukan selama masa krisis pandemi corona saat ini. Nadiem mengatakan bahwa Ia perlu mengatur sedemikian rupa agar dana-dana tersebut dapat menjadi lebih fleksibel untuk digunakan semasa krisis.
Menurut eks bos Go-Jek itu, pihaknya akan segera merilis hasil perbaikan atau penyesuaian dari aturan-aturan yang menaungi pengunaan dana-dana tersebut dalam waktu dekat.

"Ini berbagai fleksibilitas yang kami berikan untuk dana bos dan BOP PAUD," jelas dia.

"Akan ada revisi Permendikbud, nanti Selasa (pekan depan) paling lambat untuk berbagai macam pengeluaran itu untuk penggunaan dana bos atau BOP PAUD," tambah Nadiem.

Sebagai informasi, Kebijakan pemerintah agar sekolah mulai tingkat dasar hingga menengah menerapkan belajar dari rumah, membuat para guru di tingkat usia dini (PAUD) terpaksa berhenti mengajar. Para guru PAUD yang berstatus honorer walhasil terpaksa tak lagi menerima honor mengajar. Apalagi, Kemdikbud belakangan meminta agar para guru PAUD tak memberikan tugas kepada muridnya. Guru hanya boleh memberikan instruksi bermain di rumah dan orang tua diminta mengawasi.

Bantuan ke Guru

Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Netti Herawati mendorong agar pemerintah memberikan bantuan kepada guru yang tak berpenghasilan. Misalnya dengan mengizinkan penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD untuk honor guru.

Belakangan, Direktur Direktorat Pembinaan Guru Dan Tenaga Kependidikan (PGTK) PAUD dan Dikmas Kemdikbud, Abdoellah menjelaskan bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2020 yang mengatur petunjuk teknis penggunaan dana BOP PAUD tidak mencantumkan aturan yang mengizinkan dana dipakai untuk honor guru.
Source; cnnindonesia.com

Nadiem, Dana BOS Boleh Dipakai Untuk Subsidi Kuota Internet Bagi Guru dan Siswa

One Be 4/09/2020
Nadiem, Dana BOS Boleh Dipakai Untuk Subsidi Kuota Bagi Guru dan Siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan keleluasaan kepada kepala sekolah menggunakan dana BOS (bantuan operasional sekolah) untuk subsidi kuota internet. Subsidi kuota diberikan kepada guru dan siswa untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar daring.
"Silakan gunakan dana BOS untuk pembelian kuota internet bagi guru dan siswa. Ini dimungkinkan karena pembelajaran dilakukan jarak jauh dan di rumah," kata Nadiem dalam telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, Kamis (9/4).
Dia menjelaskan, penyebaran pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) mengakibatkan banyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).
Namun, tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran daring secara optimal. Untuk itu, Kemendikbud meluncurkan Program "Belajar dari Rumah" di TVRI.     
"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19, khususnya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis,” bebernya.
Program Belajar dari Rumah di TVRI, merupakan respons cepat Kemendikbud terhadap masukan Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja tanggal 27 Maret 2020 yang lalu. Hal ini, dikatakan Mendikbud sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.
“Program Belajar dari Rumah mulai tayang di TVRI pada Senin, 13 April 2020 dimulai pukul 08 pagi sampai 11 malam," terang Nadiem.
Program ini direncanakan dapat terselenggara setidaknya selama 3 bulan ke depan. "Nantinya selain diisi dengan program pembelajaran untuk semua jenjang, Belajar dari Rumah juga akan menyajikan program Bimbingan Orang tua dan Guru serta tayangan kebudayaan pada akhir pekan,” jelas Mendikbud.
Adapun konten atau materi pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini bersama dengan lembaga nonpemerintah.
"Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” terang Mendikbud. 
Selanjutnya, dalam situasi di mana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terhenti, solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu Kemendikbud terbuka untuk kerja sama dan kolaborasi pendukungan penyelenggaraan pendidikan di masa darurat ini. 
"Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini," tutur Nadiem.
Baca juga; Aturan Pembelian Kuota Bagi Guru Dari Dana BOS Segera Diterbitkan, Sekolah Diberikan Hak Penuh
"Semangat gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi Pancasila,” tambahnya.
Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” pungkasnya.
Source; jpnn.com

Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Bikin Awet Muda

One Be 4/09/2020
Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Yang Perlu Anda Ketahui
Guru SD Novi Sri Mahendra


Blogpendiidkan.net - Banyak orang mengatakan bahwa mengajar murid-murid di tingkat sekolah dasar membutuhkan mental yang cukup kuat. Faktanya, anak-anak di tingkat sekolah dasar lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran yang masing sangat kekanak-kanakan. 

Memang butuh keseriusan lebih di mana guru tingkat sekolah dasar mampu mengontrol kelas dengan baik.Anda mungkin tahu bahwa kecenderungan anak kecil lebih suka bermain dan banyak tingkah saat berhadapan dengan teman-teman kecil lainnya, bahkan sering kali melalaikan pelajaran. Tentu saja cukup sulit untuk mengarahkan mereka agar mampu memaksimalkan pikiran untuk tetap fokus pada pelajaran. 

Berikut 9 fakta unik dan menyenangkan menjadi guru SD bisa bikin awet muda;

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.

2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mempu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.

Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.
Baca Juga; Menjadi Guru Itu Berat, Seberat Kamu Menerima Upahnya! Sudah Siap Kah Kamu Menjadi Guru?
Baca Juga; Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa 
Baca Juga; 5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru
Baca Juga; Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa 
7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda di Sekolah Dasar Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.(blogpendidikan.net / pelangiblog.com)

Permintaan PGRI Kepada Nadiem, Terkait Gaji Guru Honorer Melalui Dana BOS

One Be 4/08/2020
Permintaan PGRI Kepada Nadiem, Terkair Gaji Guru Honorer Melalui Dana BOS

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan perhatian khusus kepada guru honorer

Terutama guru honorer yang belum memiliki SK kepala daerah maupun NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan).

"Kami mohon agar pemerintah bisa memberikan honor dari dana BOS bagi guru-guru honorer yang hanya punya SK kepala sekolah dan belum kantongi NUPTK," kata Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi dalam siaran persnya, Rabu (8/4)

Dia menyebutkan, PGRI mendukung dan menyambut gembira kebijakan penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer sampai maksimal 50 persen.

Namun, PGRI mengusulkan agar petunjuk teknis, khususnya dalam pensyaratan menerima honor harus memiliki NUPTK diperbaiki.

Persyaratan memiliki NUPTK bagi guru honorer yang menerima honor dana BOS sangat sulit dipenuhi.

Mengingat untuk mendapatkan NUPTK yang bersangkutan harus memiliki SK pengangkatan guru honorer dari kepala daerah. Sementara banyak kepala daerah tidak bersedia menerbitkan SK karena adanya PP Nomor 48 Tahun 2005.

"Dengan adanya aturan ini banyak guru honorer yang selama ini menerima honor dari dana BOS terancam tidak menerima lagi. Kami mengusulkan guru honorer yang belum memiliki SK kepala daerah maupun yang belum memiliki NUPTK dapat diberikan honor dari dana BOS, melalui pengakuan SK kepala sekolah sehingga keadilan dapat dirasakan oleh semua guru honorer yang telah lama mengabdi dan betul-betul dibutuhkan oleh sekolah," papar Unifah.

Selain itu PGRI juga mengusulkan untuk memberikan perhatian khusus kepada guru-guru di daerah 3T (terpencil, terluar, terisolir) melalui insentif khusus baik melalui APBN maupun APBD.

Artikel ini telah tayang di jpnn.com
Source; https://www.jpnn.com/news/terkait-guru-honorer-ini-permintaan-pgri-ke-mas-nadiem-makarim?page=2

Prioritas THR dan Gaji 13 PNS Untuk Golongan 1, 2 dan 3

One Be 4/08/2020
Prioritas THR dan Gaji 13 PNS Untuk Golongan 1, 2 dan 3

Pemberlakuan work from home (WFH) ternyata berdampak besar pada pengeluaran para PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Pengeluaran jadi membengkak lantaran harus membeli kuota internet lebih banyak. Belum lagi ada kebijakan menyisihkan gaji bulanannya untuk membantu penanganan Covid-19.

Besarnya pengeluaran PNS ini diakui Plt Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Wijinarko. Dia mendapatkan banyak keluhan dari PNS baik pusat maupun daerah akan biaya WFH ini.

"Jadi pengeluaran terbesar PNS ini ada di paket internet. Karena semua data harus dikirim lewat email butuh kuota internet lebih banyak. Belum lagi kalau ada video conference saat meeting," kata Teguh kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Rabu (8/4).

Mestinya, kebijakan WFH harus diikuti dengan penyediaan fasilitas. Negara mesti memberikan biaya internet bagi masyarakat yang WFH, termasuk PNS. Namun, karena situasi darurat, hal tersebut tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada negara.

Salah satu solusinya, kata Teguh, mengurangi meeting lewat video conference. Meeting online bisa dilakukan sepekan sekali.

"Pejabat pembina kepegawaian (PPK) harus inovatif mencari cara monitoring yang tidak terlalu membebani PNS. Misalnya jangan sering-sering melakukan pertemuan online. Cukup lewat grup WhatsApp atau lainnya," tuturnya.

Teguh menjelaskan, dengan darurat Covid-19, pemerintah kini memikirkan untuk menyusun peraturan tentang WFH. Salah satunya memasukkan komponen pembiayaan WFH di masa darurat.

"Karena baru ini ada WFH jadi semua darurat. Ke depan akan dibuatkan aturannya agar PNS bisa kerja tenang tanpa memikirkan biaya WFH yang besar," terangnya.

Teguh juga bersyukur karena PNS golongan 1, 2, dan 3 tetap mendapatkan THR serta gaji ke-13. Dengan demikian bisa mengurangi biaya WFH yang sudah dikeluarkannya. 

Artikel ini telah tayang di fajar.co.id
Source; https://fajar.co.id/2020/04/08/teguh-wijinarko-bersyukur-pns-golongan-i-ii-dan-iii-tetap-dapat-thr-dan-gaji-ke-13/

Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa

One Be 4/08/2020
Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa

Blogpendidikan.net - Kita adalah sorang pendidik yang tak luput perhatian dari semua orang, kita mengajarkan benda yang bernyawa membentuknya menjadi manusia yang berkarakter, cerdas dan berakhla mulia, jika melakukan kesalahan sedikitpun menjadi sesuatu hal yang sangat berat untuk diperbaiki. Berikut sebuah tulisan yang dikutip dari brilio.net sangat menarik untuk di simak.

Sejak dulu istilah 'pahlawan tanpa tanda jasa' melekat erat pada profesi guru, sang pendidik generasi muda. Meski sekarang sudah jarang orang menyebutkan bahwa guru adalah seorang pahlawan, tetap saja jasa seorang guru sangat besar untuk siapapun yang mengenyam bangku pendidikan.

Menjadi seorang guru bisa dikatakan sebuah keputusan hebat, karena tidak semua orang bisa menjadi guru. Pengalaman menjadi seorang guru tidak akan pernah didapatkan oleh orang yang menekuni profesi lain. Ada banyak sekali hal-hal unik yang bahkan di luar ekspektasimu.

Mereka yang bukan berprofesi seorang guru tentunya juga tidak akan pernah merasakan bagaimana sulitnya menjadi seorang guru. Mungkin sebagian dari mereka melihat hal itu sangat sepele, namun ketika dijalani tidak semudah itu. Nah berikut ini situasi tersulit menjadi seorang guru, seperti apa? 
Berikut keadaan tersulit yang dihadapi seorang guru dalam menekuni profesinya;
1. Guru harus memikul beban emosional karena harus membantu siswa melewati kesulitan.
Menjadi sorang guru memang bukan suatu yang mudah. Seorang guru harus menjadi orangtua kedua bagi murid-muridnya, segala kesulitan muridnya mereka harus bisa mengatasinya. Mulai dari menjaga mood murid-muridnya agar tetap bagus, mendengar keluh-kesah muridnya dan lain sebagainya.
Seorang guru juga merasa gagal jika ada muridnya yang tidak bisa mengikuti berbagai pelajaran dengan baik atau mendapat nilai ujian jelek. Beban ini akan terus mereka rasakan sampai sampai ada solusi untuk mengatasinya.
Baca juga; Menjadi Guru Itu Berat, Seberat Kamu Menerima Upahnya! Sudah Siap Kah Kamu Menjadi Guru?
Baca Juga; Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa 
Baca Juga; 5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru
Baca Juga; Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Bikin Awet Muda 
2. Guru harus berurusan dengan orangtua murid.
Ada hal yang cukup sulit lainnya yang kerap dihadapi oleh seorang guru, di mana mereka harus berhadapan langsung dengan orangtua murid. Persoalan yang terberat adalah karena tak jarang orangtua menyalahkan guru atas perilaku buruk anaknya.
Padahal seperti yang diketahui, guru tak mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi orangtua murid. Mereka hanya mengetahui bagaimana caranya mengajarkan sesuatu atau pelajaran kepada siswanya, tanpa terpikirkan akan berhadapan dengan orangtua murid.
3. Menjaga kepercayaan murid terhadap dirinya.
Hal ini merupakan sangat sulit, namun perlu dilakukan. Pasalnya menjaga kepercayaan murid-muridnya agar tetap percaya dan nyaman dengan caranya mengajar merupakan salah satu keberhasilan yang perlu dicapai seorang guru. Dengan cara ini, murid-murid bisa dengan mudah menyerap materi dan proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.
4. Kurangnya disiplin siswa membuat guru begitu terbebani.
Kedisiplinan merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran, mulai dari disiplin terhadap waktu, tugas yang diberikan dan disiplin terhadap proses pembelajaran. Jika tingkat kedisiplinan murid-muridnya terjaga, ini akan menjadi cukup menyenangkan bagi seorang guru. Namun jika ada siswanya yang tak peduli terhadap kedisiplinan, maka ini akan menjadi tugas yang cukup berat bagi seorang guru.
5. Administrasi yang banyak.
Siapa bilang pekerjaan seorang guru hanya fokus pada mengajar saja? Pekerjaan seorang guru bisa dikatakan cukup panjang, selain menjadi pengajar, mereka juga masih harus menyelesaikan beberapa administrasi. Misalnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, mengoreksi pekerjaan siswa, membuat grafik kemajuan belajar, dan lain-lain.
Belum lagi seorang guru harus melaksanakan pelatihan-pelatihan di luar jam mengajar. Tentunya ini sangat menyita waktu bukan? Bahkan tak jarang mereka juga harus lembur.
6. Gaji terkadang tak seberapa.
Tentunya ini sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji seorang guru tidak bisa dibilang tinggi, terutama jika kamu belum menjadi guru pegawai negeri. Hal ini terkadang membuat beberapa guru merasa cukup sedih. Namun jika kamu seorang guru, makanya ingat kembali tujuan utama kamu. Jasa seorang guru tidak akan dilupakan sampai kapanpun.

Demikian semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa berbagi bagaimana Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa. Source; www.brilio.net

Wajib Diketahui Honorer K2 Pasal-pasal Hasil Revisi UU ASN

One Be 4/08/2020
Wajib Diketahui Honorer K2 Pasal-pasal Hasil Revisi UU ASN

Tahapan penting revisi UU ASN (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara) yang sudah ditunggu para honorer K2.

Rapat paripurna DPR telah menyetujui RUU revisi UU ASN menjadi usul inisiatif dewan.

Keputusan ini sebuah kemajuan pesat setelah draft revisi selesai diharmonisasi oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR sebelum masa reses DPR yang lalu.

Dokumen RUU revisi UU ASN yang telah menjadi usul inisiatif DPR itu akan dikirim ke presiden yang kemudian menindaklanjutinya dengan menerbitkan surat presiden (Surpres) tentang penunjukan menteri terkait yang akan membahasnya dengan DPR.

Selain itu, pemerintah juga harus mengirimkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), yang pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, tidak pernah terealisasi.

Nah, berikut bunyi Pasal 131A di RUU revisi ASN. Pasal ini menyangkut nasib para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dan ingin diangkat menjadi PNS.
Pasal Pasal 131 dan 132 disisipkan 1 (satu) Pasal, yakni Pasal 131A yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 131A
(1). Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak yang bekerja terus menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan sampai dengan 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung dengan memperhatikan batasan usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90.
(2). Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya didasarkan pada seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi data surat keputusan pengangkatan.
(3). Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memprioritaskan mereka yang memiliki masa kerja paling lama serta bekerja pada bidang fungsional, administratif, dan pelayanan publik.
(4). Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan masa kerja, gaji, ijazah pendidikan terakhir, dan tunjangan yang diperoleh sebelumnya.
(5). Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak diangkat menjadi PNS oleh pemerintah pusat.
(6). Dalam hal tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak, tidak bersedia diangkat menjadi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka diangkat menjadi PPPK.

Di antara Pasal 135 dan Pasal 136 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 135A yang berbunyi:
(1). Pengangkatan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak menjadi PNS sebagimana dimaksud dalam Pasal 131A ayat (1) dimulai 6 (enam) bulan dan paling lama 5 (lima) tahun setelah Undang-Undang ini diundangkan.
(2). Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, dan tenaga kontrak yang belum diangkat menjadi PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131A ayat (1) diberikan gaji paling sedikit sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota.
(3). Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Pemerintah tidak diperbolehkan melakukan pengadaan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, pegawai pemerintah non-pegawai negeri, tenaga kontrak, atau pegawai dengan nama lainnnya.

Artikel ini telah tayang di jpnn.com
Source; https://www.jpnn.com/news/pasal-pasal-di-ruu-revisi-uu-asn-yang-wajib-diketahui-honorer-k2?page=3