Berikut Model dan Metode Pembelajaran Penggabungan Daring dan Tatap Muka Yang Tepat Diterapkan

Berikut Model dan Metode Pembelajaran Penggabungan Daring dan Tatap Muka Yang Tepat Diterapkan

BlogPendidikan.net
- Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu Blended yang berarti campuran dan Learning yang berarti pembelajaran. Dengan demikian sepintas lalu blended learning mengandung makna pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara satu pola dengan pola yang lainnya dalam pembelajaran. Mosa dalam Kumar (2006) menyampaikan bahwa yang dicampurkan dalam blended learning yaitu dua unsur  utama, yakni pembelajarna di kelas (classroom lesson) dengan online learning.

Garrison dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, Blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online, sehingga menjadi pengalaman belajar. Blended learning merupakan pembelajaran secara tradisional yang dilengkapi media elektronik atau media teknologi. Menurut Catlin R.Tucker, Blended learning merupakan satu kesatuan yang kohesif berpadu melekat maksudnya adalah memadukan atau menggabungkan pembelajaran tradisional tatap muka dengan komponen online.

Blended learning yaitu metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional di mana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan pembelajaran secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Adapun bentuk lain dari blended learning adalah pertemuan virtual antara pendidik dengan peserta didik. Dimana antara pendidik dan peserta didik mungkin saja berada di dua tempat yang berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time.

Pada awal tahun ajaran baru 2021/2022, pemerintah berencana mengadakan sekolah tatap muka dengan pembatasan. Guru kali ini mendapat tantangan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka hanya dengan separuh dari total siswa yang ada dengan jumlah jam pelajaran yang terbatas serta jumlah hari efektif perminggu yang juga dipangkas, sementara sisanya masih belajar dari rumah. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana guru bisa memastikan pemahaman siswa tetap merata meskipun berada di lokasi berbeda? 

Nah, untuk menjawab permasalahan tersebut, Bapak/Ibu Guru bisa mencoba salah satu contoh model pembelajaran blended learning metode flipped classroom berikut.

Apa Itu Blended Learning?

Model pembelajaran Blended Learning ini ringkasnya adalah penggabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring), baik dari cara penyampaian hingga gaya pembelajaran, sehingga kombinasi pengajaran yang tercipta tetap menekankan interaksi sosial, tapi tidak meninggalkan aspek teknologi.

Apa Itu Flipped Classroom?

Model pembelajaran Flipped Classroom ini hakikatnya merupakan salah satu metode penerapan blended learning itu sendiri. Dengan pendekatan Flipped Classroom, sebagian aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas, kini dapat diselesaikan di rumah terlebih dahulu secara mandiri oleh siswa sebelum akhirnya melakukan pembelajaran tatap muka lagi di kelas. Untuk menerapkan model pembelajaran ini pada konteks pembatasan pembelajaran tatap muka di semester baru, ada 6 langkah umum yang dapat Bapak/Ibu ikuti untuk memastikan pembelajaran tetap efektif.

Langkah Penerapan Flipped Classroom

1. Bagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Kelompok akan melakukan pembelajaran tatap muka di periode pertama dan pembelajaran daring di periode selanjutnya, sementara Kelompok akan melakukan pembelajaran daring di periode pertama dan pembelajaran tatap muka di periode selanjutnya.

2. Bagi materi ajar menjadi 2 kategori. Kategori A adalah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri dan Kategori B yang perlu dipandu/didiskusikan dengan guru dan teman sebaya.

3. Untuk siswa Kelompok 1, periode pertama digunakan untuk pembelajaran tatap muka berfokus pada materi Kategori B yang lebih menekankan pada diskusi dan aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di rumah, guru dapat melakukan pembelajaran daring yang menekankan pada materi Kategori A.

4. Untuk siswa Kelompok 2, periode pertama digunakan untuk pembelajaran daring berfokus pada materi Kategori A yang lebih menekankan aktivitas penugasan mandiri yang dapat dilakukan siswa dari rumah. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di tatap muka, guru dapat berfokus pada materi Kategori B dengan mengadakan aktivitas diskusi dan pembelajaran aktif lainnya saat di kelas.

5. Pastikan Bapak/Ibu dapat mengatur waktu dengan baik agar jam pembelajaran siswa Kelompok 1 dan Kelompok 2 tidak saling bertabrakan. Sebagai contoh, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di pagi hari dan pembelajaran daring mandiri dapat dilakukan di siang hari.

6. Lakukan refleksi secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa serta umpan balik mengenai kendala ataupun kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning ini.
Tips Memaksimalkan Metode  Flipped Classroom di Semester Baru

Bagaimana cara penerapannya?

1. Guru membagi materi pembelajaran 
Pertama, lakukan pembagian materi yang akan diajarkan. Materi Kategori A (yang dapat dipelajari mandiri oleh siswa) dan materi Kategori B (yang perlu dipandu oleh guru).

2. Guru membagikan materi dan tugas yang termasuk Kategori A via ruangkelas untuk dipelajari siswa di rumah.
Setelah membagi siswa dalam kelompok, Bapak/Ibu guru dapat memberikan materi dan lembar kerja untuk siswa yang belajar dari rumah menggunakan fitur Materi dan Tugas di ruangkelas. Bapak/Ibu bisa memberi materi dari video ruangbelajar atau materi yang  disusun sendiri.

3. Guru memanfaatkan fitur Obrolan Kelas untuk mendampingi siswa
Bapak/Ibu Guru bisa melakukan diskusi terpandu sebagai bentuk pendampingan dengan menggunakan fitur Obrolan Kelas. Guru bisa memulai kegiatan tanya-jawab untuk memastikan bahwa siswa mengerti apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

4. Siswa mengunggah hasil belajarnya di fitur Tugas dan guru melakukan koreksi
Hasil pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siswa dari rumah dapat diunggah melalui fitur Tugas. Kemudian, guru melakukan koreksi hasil pembelajaran tersebut serta mengidentifikasi area-area yang masih membutuhkan penguatan dari hasil penugasan siswa.

5. Guru memberikan penguatan atas materi yang diberikan secara tatap muka
Saat siswa mendapat giliran untuk belajar secara tatap muka di sekolah (dengan kapasitas setengah dari jumlah total siswa di kelas tersebut), guru dapat memberikan penguatan atas materi Kategori A yang diidentifikasi masih cukup lemah berdasarkan hasil penugasan siswa. Setelah itu, guru dapat melanjutkan pembelajaran tatap muka dengan membahas materi Kategori B yang lebih membutuhkan panduan langsung dalam pembelajarannya.

Demikian penjelasan dan ulasan tentang model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom semoga bisa bermanfaat untuk Bapak/Ibu terapkan dalam pembelajaran disemester baru di tahun ajaran baru.

Rujukan:

Michigan State University. What, Why, and How to Implement a Flipped Classroom Model (daring). Tautan: https://omerad.msu.edu/teaching/teaching-strategies/27-teaching/162-what-why-and-how-to-implement-a-flipped-classroom-model 

TeachThought Staff. 2020. The Definition Of The Flipped Classroom (daring). Tautan:  https://www.teachthought.com/learning/the-definition-of-the-flipped-classroom/#:~:text=A%20flipped%20classroom%20is%20a,the%20students%20independently%20at%20home

TeachThought Staff. 2020. The Definition Of Blended Learning (daring). Tautan: https://www.teachthought.com/learning/the-definition-of-blended-learning/

Muthmainah, Siti. Model Pembelajaran Flipped Classroom (PDF daring). Tautan: https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/assets/file_upload/pengantar/pdf/pengantar_2.pdf

Ruangguru.com Tautan artikel : https://www.ruangguru.com/blog/model-pembelajaran-blended-learning

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments