9 Langkah Yang Tepat Agar Siswa Nyaman dan Bersemangat Dalam Belajar

Tips Mengajar Agar Siswa Nyaman dan Bersemangat Dalam Belajar

BlogPendidikan.net
- Mendidik adalah tugas mulia sekaligus berat karena hal ini diamanahkan langsung oleh Tuhan kepada setiap orang tua atau guru. Hal ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan pendidikan dalam kehidupan. Begitu pentingnya pendidikan karena ia berdampak langsung terhadap baik buruknya kualitas kehidupan bangsa ini.

Saat ini ketertarikan siswa terhadap belajar semakin kecil. Banyak siswa yang menganggap belajar itu membosankan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya cara guru dalam menerapkan pembelajaran terlalu monoton serta lingkungan sekitar tempat siswa belajar yang kurang efisien, sehingga minat belajar siswa semakin berkurang.

Faktor penunjang dalam tercapainya proses pembelajaran yang diharapkan tentunya dibarengi dengan ruang dan suasana kelas yang menyenangkan serta tidak membosankan. Guru yang setiap hari berinteraksi dengan siswa menjadi hal penting mencapai tujuan pembelajaran, performa dan penampilan guru bisa membangkitkan minat dan semangat belajar siswa.

Berikut ada 9 langkah yang tepat buat anda, agar siswa merasa nyaman dan bersemangat dalam belajar :

1. Hindari berdiri di satu posisi

Dalam cara konvensional dalam mengajar, guru selalu mengajar dengan posisi yang sama yaitu di depan kelas. Guru duduk di belakang meja guru atau berdiri di depan papan tulis. Guru biasanya meminta murid untuk membuka buku pelajaran atau membagikan foto kopi materi pelajaran. Kemudian materi tersebut dibahas bersama-sama. Metode ini dikaji sebagai salah satu metode yang tidak efektif, karena belajar terjadi hanya satu arah, guru menyampaikan dan murid mendengarkan. Kira-kira akan berapa lama anak-anak akan bertahan untuk menyimak pelajaran yang diajarkan? 10 menit? 15 menit? Coba saja.

2. Pancing ide anak sebanyak-banyaknya

Full attention atau atensi penuh bisa juga didapat dari memancing pendapat, diskusi atau berdebat argument. Tidak semua anak bisa mengeluarkan idea tau pendapat mereka. Sebagai guru, kita harus percaya pada kemampuan dari masing-masing anak. Pacu mereka untuk berani berpendapat, hargai apapun yang mereka ungkapkan. Dengan demikian, selain memberikan materi pelajaran, kita juga melatih mereka untuk terbuka pada perbedaan ide dan mendengarkan orang lain. Hal ini menjadi sangat penting bagi anak, karena ini akan menjadi bekal untuk mereka berinteraksi dengan orang lain, dengan teman, guru, orang tua atau siapa saja yang mereka temui.

3. Bervariasi

Sajikan mata pelajaran dengan berbagai variasi. Misalnya di awal pelajaran, bapak ibu guru bisa memberikan aktivitas untuk class warming up, seperti berdiri bersama dan melakukan yel-yel, atau games selama 5 menit, atau cerita lucu atau apapun yang bisa memberikan semangat dan menyatukan spirit anak untuk belajar bersama bapak ibu guru selama 45 menit atau 90 menit ke depan. Bisa juga setelah 15 menit menjelaskan mata pelajaran, bapak ibu guru bisa menyisipkan kuis selingan. Perbanyak diskusi dengan anak-anak murid. Di akhir pelajaran, bisa ditutup dengan tanya jawab singkat mengenai mata pelajaran yang diajarkan.

4. Berikan perhatian ke semua anak

Yang sering terjadi di kelas adalah guru akan cenderung lebih memperhatikan murid yang pintar dan aktif. Kita coba tarik kembali ke masa kita sekolah dulu. Jika memang kita sebagai anak aktif, kita akan merasa kita sangat diperhatikan oleh guru.

Jika kita diam saja di kelas, maka kita juga tidak akan berkesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisakan diri kita di kelas. Makanya sering muncul jargon, jadilah anak ‘yang paling’…paling pintar, paling paling cantik, paling badung, paling suka telat… Yang penting menjadi ‘paling’, entah paling apa, karena dengan paling, kita baru akan diperhatikan oleh guru.

Bagaimana dengan anak-anak yang dalam taraf biasa-biasa saja? Sekarang ketika menjadi seorang guru, sebenarnya tugas seorang guru lah untuk mengeksplore ‘benih-benih paling’ yang ada di dalam diri masing-masing anak. Sebagai guru, guru harus percaya bahwa setiap anak punya talenta dan potensi yang berbeda-beda.

5. Maksimalkan teknologi

Salah satu alat yang membantu guru untuk menciptakan suasana aktif dan segar adalah teknologi. Manfaatkan teknologi yang ada, seperti laptop, internet dan projektor untuk mengubah materi pelajaran text book ke audio visual. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus anak akan lebih terarah pada materi yang disampaikan. Jangan ragu untuk mengotak-atik atau membuat sesuatu yang berbeda dengan teknologi.

6. Jalinlah kedekatan dengan siswa

Guru harus mampu menumbuhkan kedekatan dengan anak. Kedekatan yang terjalin erat diantara keduanya menunjukkan adanya ikatan batin yang kuat. Dengan begitu, akan muncul rasa sayang, rasa untuk memperlakukan anak dengan sepenuh hati. Dan, sesuatu yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu secara maksimal. Jangan lupa untuk selalu bersikap konsisten, kontinu, dan konsekuen dengan sikap yang sudah kita pilih.

Eratnya hubungan antara pendidik dengan anak akan memudahkan setiap kegiatan belajar karena diantaranya sudah terjalin kedekatan dan rasa saling memiliki.

7. Hargai setiap karya siswa

Seorang pendidik harus menghargai setiap hasil atau prestasi yang dicapai oleh anak. Prestasi tidak selalu diartikan dengan juara. Prestasi anak adalah hasil peningkatan belajar yang dicapai setiap anak, misalnya dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Memberi hadiah kepada anak merupakan salah satu cara untuk menghargai karya anak. Hadiah tidak harus berupa barang, tetapi dapat diberikan dalam bentuk apapun seperti pujian, senyum serta pelukan. Hadiah diberikan untuk memberikan kesan positif yang pada akhirnya akan meningkatkan motivasi anak dalam belajar.

8. Pilihlah metode yang tepat dalam mengajar

Metode atau model pembelajaran harus mengikuti perkembangan zaman, seorang pendidik harus mau bersikap terbuka terhadap perubahan. Teruslah berupaya mengembangkan diri melalui berbagai cara agar kita tidak tertinggal oleh laju perkembangan zaman. Ketertinggalan seperti ini akan membuat kita tidak dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran anak secara tepat.

9. Menciptakan lingkungan kelas yang menarik

Lingkungan kelas adalah salah satu faktor penentu minat siswa dalam belajar. Seorang guru harus dapat mendesain lingkungan kelas agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Lalu apa yang perlu disiapkan ?

Pertama, mulailah kegiatan pembelajaran dengan membersihkan dan menciptakan lingkungan yang nyaman. Desainlah ruangan dengan hal-hal yang membuat hati ceria. Misalnya dengan menempelkan gambar-gambar tokoh kartun yang disenangi anak atau bisa juga dengan menempelkan gambar-gambar sesuai dengan tema pelajaran.

Kedua, sediakanlah peralatan kebersihan dan tempat sampah yang memadai. Buat kesepakatan aturan berkaitan dengan kebersihan, baik untuk membersihkan tempat, membuang sampah pada tempatnya, maupun merapikan dan membersihkan kembali peralatan yang telah digunakan.

Demikian beberapa tips singkat ini, dan tentunya guru juga sudah memiliki tips tersendiri dalam mengelola dan mengajar dengan baik untuk membangkitkan kenyamanan dan semangat belajar siswa. Semoga tulisan ini bisa jadi referensi Anda. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments