19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran Yang Perlu Diketahui

BlogPendidikan.net
- Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

guru merupakan jabatan ataau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru.

Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru profesioanal yang harus menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya

Berikut Peran guru dalam pembelajaran menurut para ahli (Mulyasa) sebagai berikut:

1. Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

2. Guru sebagai pengajar

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar bagi siswanya.

3. Guru sebagai pembimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan (journey), yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bertanggungjawab atas kelencarana perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

4. Guru sebagai pelatih

Proses pendidikan dan pelatihan memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Tanpa
pelatihan peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. Oleh karena itu, guru harus berperan sebagai pelatih yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing.

5. Guru sebagai penasehat

Guru adalah seorang penasehat terbaik bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan meskipun dalam beberapa hal tidak dapat untuk menasehati orang.

6. Guru sebagai pembaharu (inovator)

Guru menerjemahkan pengalaman yang lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik yang belajar sekarang secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru adalah memahami bagaimana kenyataan tersebut dan bagaimana menjembatani secara efektif, maka untuk itu inovasi diperlukan

7. Guru sebagai model dan teladan

Guru merupakan model atau teladan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran itu tidak mudah untuk ditentang apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat perhatian peserta didik serta orang sekelilingnya.

8. Guru sebagai pribadi

Guru dituntut memiliki kepribadian yang mencerminkan sebagai seorang pendidik sejati. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibandingkan profesi lainnya. Untuk itu kestabilan emosi amat diperlukan dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun di masyarakat.

9. Guru sebagai peneliti

Ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang diperoleh melalui kegiatan penelitian. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari ilmu atau peneliti yang selalu berusaha mencari ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian.

10. Guru sebagai pendorong kreativitas

Kreativitas merupakan hal penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut. Kreativitas ditandai adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Peran ini akan memicu guru untuk senantiasa berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik sehingga peserta didik akan menilainya bahwa guru memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu kegiatan yang bersifat rutin saja.

11. Guru sebagai pembangkit pandangan

Guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada peserta didiknya Mengemban peran ini maka guru harus terampil dalam
berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur, sehingga setiap langkah dari proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang peran ini.

12. Guru sebagai pekerja rutin

Guru bekerja dengan ketrampilan, dan kebiasaan tertentu serta kegiatan rutin yang dilakukan hari demi hari. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik dan keikhlasan maka akan menjadi beban yang memberatkan.

13. Guru sebagai pemindah kemah

Guru adalah seorang pemindah kemah, yang suka memindah-mindahkan dan membantu peserta didik meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru dan peserta didik bekerjasama mempelajari cara baru
dan meninggalkan kepribadian yang telah membantunya mencapai tujuan dan menggantinya sesuai dengan tuntutan masa kini. Proses ini menjadi suatu transaksi edukatif bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas.

14. Guru sebagai pembawa cerita

Cerita yang berisikan hikmah dan pelajaran sangat bermanfaat bagi peserta didik, oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan untuk bercerita. Sebagai pembawa cerita yang baik maka guru harus memahami bagaimana menggunakan suaranya, mampu memvariasikan irama dan volume suara, memilih waktu pelompatan cerita, mengolah ide yang diperlukan, serta menggunakan kata-kata yang tepat dan jelas.

15. Guru sebagai aktor

Sebagai aktor guru melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah disusun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik. Untuk itu guru harus mengembangkan pengetahuan yang telah dikumpulkan serta mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan itu. Dengan kata lain guru mempelajari dan melakukan semua hal yang berhubungan dengan tugasnya, sehingga dapat bekerja secara efektif.

16. Guru sebagai emansipator

Guru berperan sebagai emansipator bagi peserta didiknya ketika peserta didik telah menilai dirinya sebagai pribadi yang tak berharga, merasa dicampakkan atau selalu diuji dengan berbagai kesulitan sehingga hampir putus asa, 
dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Ketika peserta didik hampir putus asa, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi agar timbul kembali kesadaran, dan bangkit kembali harapannya.

17. Guru sebagai evaluator

Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas hasil belajar atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Untuk itu maka guru harus memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan penilaian dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik penilaian yang tepat.

18. Guru sebagai pengawet

Salah satu tugas pendidikan adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk melaksanakan tugas sebagai pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu, maka guru berusaha mengawetkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam pribadinya dalam arti guru harus berusaha menguasai materi standar yang akan disajikan kepada peserta didik.

19. Guru sebagai kulminator

Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Melalui rancangannya, guru mengembangkan tujuan yang akan dicapai dan akan dimunculkan dalam tahap kulminasi. 

Guru mengembangkan rasa tanggung jawab, mengembangkan keterampilan fisik dan kemampuan intelektual yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui kurikulum.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments