Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Kompetensi profesional meliputi kemampuan seorang guru dalam penguasaan materi dan keilmuan secara luas. Artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap bidang ilmunya.

Selain itu seorang guru harus mampu merencanakan proses pembelajaran dengan baik, dimana seorang guru memiliki tanggung jawab terhadap berjalannya proses belajar mengajar.  Seorang guru selalu dituntut untuk menemukan cara dan metode dalam melakukan pengajaran, agar ilmu yang diberikan maksimal.

Beberapa kompetensi yang dikembangkan guru profesional dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu:

1. Mencerminkan nilai kepribadian

Nilai kepribadian harus dimiliki oleh guru, dimana harus mencerminkan peran sebagai teladan bagi peserta didik. Nilai kepribadian merupakan penanaman dari nilai karakter seorang guru. Selama proses pembelajaran guru harus memiliki menanamkan nilai karakter pada peserta didik, dimana sejauh ini pendidikan moral semakin berkurang dan menjadi tugas dari guru dalam ruang lingkup pendidikan di sekolah.

2. Menguasai landasan pendidikan dan mengembangkan kompetensi keahlian

Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan berkaitan dengan kegiatan sebagai berikut: (a) mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis, filosofis, historis dan psikologis. (b) mengenal fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antar sekolah dan masyarakat. (c) mengenal karakteristik peserta didik baik secara fisik maupun psikologis Kompetensi keahlian sesuai bidang yang ditekuni perlu dikembangkan atau diupdate, melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga atau instansi tertentu.

3. Menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran

Seorang guru harus mampu menguasai materi pembelajaran yang dibuktikan dengan menyusun perangkat pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat penting karena seorang guru sejenis apapun punya keterbatasan. Keterbatasan tersebut harus disadari sepenuhnya untuk diantisipasi agar ketika di tengah siswa-siswanya mampu menjadi motivator dalam proses pembelajaran yang mencerdaskan. Adapun perangkat pembelajaran yang harus disusun sebelum melaksanakan proses pembelajaran diantaranya rencana pelaksanaan pembelajaran, program semester dan program tahunan, silabus.

4. Menguasai dan melaksanakan program pembelajaran

Perangkat yang telah dibuat selanjutnya diterapkan dalam proses pembelajaran, hal ini bertujuan agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih terarah. Pembelajaran yang terencana akan lebih jelas batasan yang akan disampaikan guru. Sehingga guru jauh lebih siap pada materi yang akan disampaikan. Namun, guru yang tidak memiliki rencana dalam pelaksanaan pembelajaran akan menghasilkan pembelajaran sebatas terlaksana tanpa tujuan yang jelas. Meskipun menjadi kebiasaan guru dalam bidang tertentu, diharapkan guru memiliki perkembangan dalam program pembelajaran.

5. Menilai proses dan hasil pembelajaran

Seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus ada hasil yang menunjukkan perkembangan dari peserta didik yang diajar. Apabila hasil pembelajaran tidak mengalami perubahan maka tidak terjadi proses belajar. Proses belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan tingkah laku dari sebelumnya.

6. Menyusun administrasi

Kompetensi yang harus dimiliki guru merencana pembelajaran salah satunya adalah menyusun administrasi pembelajaran. Tujuan dari adanya administrasi ini ialah, untuk meningkatkan kemampuan para guru ketika dituntut untuk membuat RPP yang sesuai dengan ketentuan dan benar dalam pembuatannya. Lamanya administrasi yang harus dibuat dan dikembangkan selama satu semester menjadikan hal yang sering diabaikan oleh guru, sehingga pada akhir pembelajaran dokumen-dokumen tersebut tercecer. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun administrasi perlu dimiliki.

7. Menggunakan berbagai metode sesuai karakteristik peserta didik

Pembelajaran yang baik disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang dihadapi. Guru harus memiliki pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan perkembangan siswa, menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik.

8. Mengkaitkan pembelajaran terhadap masyarakat, industri, dan perguruan tinggi serta penyesuaian terhadap perkembangan teknologi

Pembelajaran yang disampaikan dihubungkan dengan kondisi masyarakat, kebutuhan industri dan perguruan tinggi serta melihat perkembangan teknologi yang ada. Sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas di kelas, melainkan dapat menelaah wawasan secara langsung. Hal ini membatasi ruang gerak dalam berpikir aktif dan mampu menyiapkan kebutuhan setelah lulus.

9. Melaksanakan penelitian

Kompetensi guru selain melaksanakan pembelajaran adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran bermutu dan berkualitas apabila peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu meningkatkan motivasi, bakat serta minat peserta didik untuk melakukan perkembangan diri dengan cara belajar mandiri. Kompetensi tersebut dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). 

10. Mempublikasi hasil penelitian

Menulis merupakan salah satu kelemahan guru, namun harus dibiasakan. Seorang guru harus mampu mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya baik dalam bentuk naskah publikasi, laporan penelitian, laporan akhir, makalah, artikel ilmiah yang termuat dalam prosiding ataupun jurnal. Artinya seorang guru telah mempunyai kompetensi keahlian publikasi hasil penelitian. 

Selanjutnya dibawah ini diuraikan 10 kompetensi dasar profesional guru sebagai berikut:

1. Menguasai bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.

Sudah menjadi hal pokok tugas sorang guru untuk menguasai bahan ajar yang akan di sampaikan kepada siswa melalui perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi ajar.

2. Mengelola program belajar mengajar

Yakni menetapkan tujuan pembelajaran, memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran, memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar, memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai, memilih dan memanfaatkan sumber belajar.

3. Mengelola kelas

Guru yang profesional akan mampu mengelola dan mengatur suasana kelas dengan baik dan menata kelas dengan media atau alat peraga pengajaran yang disediakan.

4. Menggunakan media/sumber belajar

Guru harus mampu menggunakan berbagai media belajar baik berupa media audio, visual, audio visual. Media pembelajaran yang bisa digunakan bisa berupa slide, video, radio, flash card dan lain sebagainya.

5. Menguasai landasan kependidikan

Mengenal tujuan pendidikan nasional untuk mencapai tujuan pendidikan, mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, mengenal prinsip- prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

6. Mengelola interaksi belajar-mengajar

Yakni menciptakan iklim belajar yang tepat, dengan menciptakan keaktifan siswa dalam belajar, sehingga pengetahuan siswa terus bertambah dan ada keinginan terus menerus untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuan mereka.

7. Menilai prestasi belajar

Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran, menilai proses belajar mengajar

8. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan

Guru harus bisa membimbing murid yang mengalami kesulitan belajar, siswa yang berkelainan dan berbakat khusus serta bisa membimbing murid untuk menghargai pekerjaan di masyarakat.

9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah

Guru harus mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah sekaligus melaksanakan kegiatan tersebut.

10. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran

Kemampuan guru ini adalah untuk mengkaji konsep dasar penelitian ilmuwan dan melakukan penelitian sederhana atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments