Bahagia Rasanya Menjadi Guru, Inilah 11 Alasan Yang Membuatmu Betah Menjadi Guru

Bahagia Rasanya Menjadi Guru, Inilah 11 Alasan Yang Membuatmu Betah Menjadi Guru

Blogpendidikan.net
 Guru dalam pengabdiannya membutuhkan totalitas agar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas berjalan dengan baik. Guru akan mencatatkan sejarahnya sendiri, tentang bagaimana ia mengupayakan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Berada pada jalur ini akan ada ragam suka dan duka hadir setua jalan panjang mengabdi di depan kelas. Bermodalkan spidol atau kapur tulis, kita berdiri kokoh untuk mulai mengarahkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang dituju. Berbagai pengetahuan dan pengalaman dikolaborasi dalam seluruh proses bersama di dalam kelas.


Guru tidak hanya sepihak meracik jalannya pembelajaran, melainkan pembelajaran sedapat mungkin berlangsung dialog bukan monolog. Artinya, antara guru dan peserta didik terbangun komunikasi dua arah. Peserta didik tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi mereka diarahkan menjadi subjek utama dalam jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Acap kali dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, kita menemukan persoalan-persoalan sepele yang kerap kali mengocok perut, bahkan membuatmu bahagia menjadi seorang guru. 

Berikut 11 Alasan yang membuatmu betah menjadi seorang guru dan membangkitkan kebahagiaan dalam dirimu :

1. Alasan yang terkesan sepele

Semua guru pasti pernah mendengarkan alasan yang diajukan oleh peserta didik saat dimintai pertangungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Adakalanya demi mengamankan diri ketika melakukan kesalahan, peserta didik memberikan alasan tanpa merasa bersalah sama sekali.


Misalnya, ketika guru mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu alasan terkait siswa yang tidak mengerjakan latihan saat belajar di kelas. Dengan gagah berani ia lontarkan alasan yang terkesan remeh bahkan akan membuat tekanan darah sebagai guru akan berubah dalam waktu sekejap.

2. Jawaban ujian yang mengocok perut

Entah karena tidak belajar atau dengan sengaja memberikan jawaban yang salah, kerap kali jawaban pada lembar ujian siswa justru mengundang gelak tawa. Bagi guru, jawaban asal-asalan dapat dijadikan sebagai bahan tertawaan saat sedang menepi dalam kamar untuk memeriksa hasil ujian. Jawaban di bawah ini membuktikan bahwa kebahagiaan hakiki bagi seorang guru dapat ditemukan dalam lembaran jawaban peserta didik. Hehehe, iya to!

3. Lihai membuat kelas menjadi riuh

Dengan tingkatan usia yang masih membutuhkan tuntunan yang lebih maka perkembangan usia anak di tingkatan sekolah dasar amat membutuhkan keberadaan guru di depan kelas. Guru diharapkan untuk hadir di depan kelas sepanjang jam pelajaran berlangsung.

Kelas akan jadi riuh saat guru sedang berada di luar kelas. Namun kelas akan kembali tenang saat guru sudah berada di dalam kelas. Pada titik ini, guru dianjurkan untuk kedepankan profesionalitas untuk mendukung aman dan lancarnya proses belajar mengajar di dalam kelas.


4. Bunyi bel istirahat atau pulang sekolah bak ketiban rezeki nomplok

Guru dianjurkan untuk menyiapkan metode pelajaran sebaik mungkin agar peserta didik betah berada di dalam kelas. Kemampuan guru dalam menyiapkan metode pelajaran akan membius siswa untuk menikmati alur pelajaran. Percaya deh, siswa akan betah saat desain pembelajaran menarik untuk diikuti, bahkan saat bel sudah berbunyi mereka tidak lekas beranjak dari tempat duduk.

Namun menjauhkan peserta didik dari kesenangan saat mendengarkan bel rasa-rasanya hampir sama dengan memisahkan daun pepaya dengan rasa pahit. Peserta didik akan kegirangan saat bel sudah berbunyi. Jangan heran ketika bel sudah berbunyi akan diikuti dengan tampilan wajah yang berbinar-binar seperti sedang mendapatkan rezeki nomplok dari acara kuis pada salah satu stasiun TV. Terkadang tingkah mereka pun membuatmu bahagia dan senyam-senyum sendiri sebagai seorang guru.

5. Pengumuman libur selalu dinanti-nantikan

Hari libur selalu dinanti-nantikan setiap orang, tak terkecuali bagi peserta didik. Masa liburan bagi mereka akan luput dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Mereka pun dapat bermain dengan leluasa bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.  

Dengan adanya kalender di dalam kelas, peserta didik sering memantau hari libur. Bahkan sebelum guru menyampaikan terlebih dahulu jika ada hari libur pada keesokkan harinya, akan ada salah satu peserta didik yang menginformasikan bahwa esoknya akan ada libur atau dengan gagah berani menanyakan bahwa apa benar keesokkan harinya libur.

Saat peserta didik tengah menikmati liburan justru akan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh guru. Engkau akan merasakan sesaknya merindukan tingkah usil yang sering mereka persembahkan saat berada bersama di balik ruang belajar. Ya, seperti yang sedang dirasakan oleh saya saat ini.

6. Jam kerja fleksibel

Kehidupan pekerjaan seyogianya bisa seimbang dengan kehidupan keluarga. Pekerja kantoran biasanya sulit punya waktu luang di hari kerja. Nah, guru memiliki jam kerja yang lebih singkat lho. Kalau guru sekolah, menyesuaikan dengan jam sekolah. Apalagi kalau guru privat, kamu bisa tentukan sendiri jamnya.

7. Libur lebih panjang

Selain itu, guru juga punya waktu libur lebih lama dibanding karyawan kantoran, mengikuti jadwal murid. Seperti libur semester dan kenaikan kelas, guru mempersiapkan materi dan kurikulum semester atau tahun ajaran baru. Di luar itu, guru masih bisa mengatur waktu untuk berlibur dan tenangkan pikiran.

8. Panjang sabar

"A teacher takes a hand, opens a mind, and touches a heart."

Menghadapi berbagai macam karakter setiap harinya akan membuat kamu jadi pribadi yang lebih sabar. Dengan sabar, kamu jadi lebih ‘kebal’ terhadap stres lho.

9. Hiburan

Tingkah dan perkataan siswa (khususnya TK dan SD) yang masih polos-polos akan memancing gelak tawa. Siswa juga tidak akan segan mengungkapkan isi hati mereka yang biasanya dapat membuat hati terenyuh. Mereka tidak akan malu menunjukkan rasa sayang kepada guru.

10. Jadi bos

Saat pintu kelas ditutup dan pelajaran dimulai, kamu adalah bos di ruangan tersebut. Guru akan memutuskan apa yang hendak terjadi hari itu, topik yang akan diangkat, siapa yang mengerjakan soal, hingga ujian dadakan. Tidak banyak lho pekerjaan yang memungkinkanmu untuk bisa memberikan kebebasan demikian.

11. Menyalurkan kecintaan pada anak

Kamu suka dengan anak-anak? Menjadi guru, kamu bisa menyalurkan kecintaanmu dengan mendampingi, mengajarkan nilai akademis-non akademis, dan moral pada mereka. Dengan begitu, akan lebih santai menjalani pekerjaan karena kamu suka apa yang ada di dalamnya.

Itu tadi 11 alasan yang membuatmu betah menjadi seorang guru, yang akan membuatmu bahagia sebagai seorang guru. Bahagia memang lahir dari hal-hal sederhana. Orang yang tulus hatinya akan mampu merayakan kebahagiaan dengan sempurna. Bangga dalam melaksanakan profesi yang kita geluti akan mendapatkan hasil yang baik pula untuk diri kita. Salam pendidikan.

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments