5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

BlogPendidikan.net
- Tidak bisa terelakkan perkembangan zaman begitu sangat pesatnya terutama dibidang teknologi dan informasi, dampak terasapun pada dunia pendidikan mau tidak mau suka tidak suka harus menjalaninya dan merubah semua sistem baik pembelajaran ataupun penginputan data yang dilakukan secara online. 

Gurupun terimbas dengan perkembangan zaman sekarang ini, untuk menjadi guru masa kini kembangkanlah diri anda sesuai perkembangan zaman, karena anak didik kita suda melampaui pengetahuan IT kita.

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, Kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. 


Kementerian dan Kebudayaan menyebutkan ada lima kompetensi yang harus dipersiapkan guru memasuki era Revolusi Industri 4.0 untuk menjadi guru masa kini, yaitu :

Pertama, educational competence, kompetensi pembelajaran berbasis internet sebagai basic skill. 
Kedua, competence for technological commercialization. Artinya seorang guru harus mempunyai kompetensi yang akan membawa peserta didik memiliki sikap entrepreneurship dengan teknologi atas hasil karya inovasi peserta didik.
Ketiga, competence in globalization, yaitu, guru tidak gagap terhadap berbagai budaya dan mampu menyelesaikan persoalan pendidikan. 
Keempat, competence in future strategies dalam arti kompetensi untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, jointresearch, joint-resources, staff mobility, dan rotasi. Kelima, conselor competence, yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman (Kebudayaan, 2018).

5 Kompetensi Guru Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini di Era 4.0 :

1. Educational Competence

Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar menjadi tren tersendiri dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di dunia. Telah banyak kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta pembelajaran yang memanfaatkan keunggulan model pembelajaran berbasis internet, atau yang lebih dikenal dengan sebutan online learning (Surani, 2019). Pemanfaatan teknologi media pembelajaran juga mulai dikembangkan dengan mengadakan pembaharuan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.

Pendidik dituntut untuk sadar merubah pendekatan pembelajaran tradisional menuju pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. Proses transisi dari cara tradisional ke cara digital memiliki pola yang beragam tergantung pada cara pendidik dan lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam merespon dan beradaptasi (Prayogi & Estetika).


Sebagai implikasi dari globalisasi dan era digital tersebut, terjadi perubahan pada paradigma pendidikan. Perubahan tersebut diantaranya? Dengan banyaknya sumber belajar alternatif yang bisa menggantikan fungsi dan peran guru, maka peran guru berubah menjadi fasilitator.

2. Competence for Technological Commercialization

Dalam sistem pendidikan dan pembelajaran, kedudukan guru dalam proses pembelajaran di sekolah belum dapat digantikan oleh alat atau mesin secanggih apapun. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. 

Dimana perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi yang lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan-kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan (Muhammad Lukman Syafii).

Oleh karena itu, kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah kompetensi yang menjadikan siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) berbasis teknologi dan hasil karya inovasi siswa. 

Guru harus dapat membina siswa ke arah entrepreneurship yang berbasis teknologi, sebagai bekal mereka di kemudiaan hari. Internet akan lebih mudah memasarkan produk inovasi siswa baik itu makanan, pakaian, mainan, atau lain-lainya. Karena ke depan juga tentunya persaingan usaha akan lebih lebih dasyat, untuk itu perlu sekali bagi guru mengarahkan siswanya untuk berinovasi tanpa henti (Meisanti etal).

3. Competence in Globalization

Dunia tanpa sekat, artinya guru tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid dan keunggulan memecahkan masalah. Kemampuan lifeskill siswa harus dibina dengan baik. Tentunya pembinaan tersebut dalam berbagai bidang seperti sosial, budaya, politik dan ekonomi. Inilah tugas guru yang harus dipenuhi di era revolusi 4.0 saat ini (Nurkholis, 2019).

4. Competence in Future Strategies

Maksudnya guru harus memiliki kompetensi dalam memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan berikut strateginya. Guru harus tajam dalam beranalisa. Memprediksi ke depan yang akan terjadi dan menyiapkan bagaimana caranya agar siswa didiknya nanti dapat menghadapi tuntutan moderennya zaman atau revolusi 4.0 yang sudah dimulai saat ini (Imania, 2019).


5. Conselor Competence

Peran guru di era revolusi industri 4.0 tidak hanya menjadi guru yang mendidik siswanya. Akan tetapi guru juga harus menjadi konselor bagi murid yang membutuhkannya, karena kehidupan mereka juga ada di sekolah dan mereka membutuhkan wadah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. 

Mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin kompleks dan berat, dibutuhkan guru yang mampu berperan sebagai konselor/psikolog. 

Kenapa dibilang guru karena anggapan beberapa orang semua bidang guru harus kuasai walaupun terkadang kita tidak dapat membohongi diri sendiri, jika semua bidang harus kita kuasai kemungkinan kita tidak akan mampu, namun tidak ada salahnya apabila kekurangan tersebut harus ditutupi dengan cara belajar sepanjang hayat. 

Upaya pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di atas, dapat dilakukan dengan berbagai cara : Pertama, mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga dapat tercipta suatu kolaborasi yang berorientasi pada pengembangan diri guru.

Terimakasih semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman saat ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments