Model Pembelajaran Peraktis Saat PTM Terbatas

Model Pembelajaran Peraktis Saat PTM Terbatas

BlogPendidikan.net
- Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, sebaiknya Bapak/Ibu gruru memilih dan menentukan metode dan model pembelajaran yang tepat dan sangat disarankan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi saat ini,

Model pembelajaran sangat penting diterapkan dan dikuasai oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model dan metode yang tepat akan sangat memudahkan para guru dan tentunya siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru senang siswapun senang karena proses pembelajaran berlangsung dengan baik dengan hasil yang memuaskan.


Memilih Model Pembelajaran PTM Terbatas

Pada pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan melalui dua fase, yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru. Masa transisi dimulai sejak pertama kali pembelajaran tatap muka dimulai selama 2 bulan kedepan, dan masa kebiasaan baru dilakukan setelah masa transisi.

Pada masa transisi dilakukan yaitu bulan pertama terisi 50% dan bulan kedua terisi 100% siswa. Secara teknis, PTM terbatas harus melakukan prosedur protokol kesehatan yang ketat yakni dengan menerapkan 50% kapasitas kelas atau sekitar 18 anak per kelas, menjaga jarak, dan penerapan protokol kesehatan 3 M. Oleh sebab itu dilakukan sistem rotasi, di mana siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengisi kelas secara bergantian.


Adapun model yang akan ditentukan saat PTM terbatas, harus berdasarkan kondisi kelas dengan persentase kelas 50% dan harus membagi dua kelompok kelas. Salah satu model yang sangat disarankan pada pembelajaran PTM terbatas yaitu blended learning atau pembelajaran tatap muka yang dikombinasikan dengan pembelajaran online. Di mana siswa yang berada dalam kelas menggunakan metode belajar secara langsung, dan siswa yang belajar di rumah dengan metode KBM online.

Cara ini dinilai paling efektif dan variatif karena siswa bisa merasakan keduanya secara bergantian dan tidak mudah bosan. Meski menerapkan model pembelajaran campuran, harapannya kegiatan belajar dapat berjalan efektif efisien dan optimal, serta siswa memahami materi pelajaran dengan baik.

Bagaimana Langkah-langkah Penerapan Blended learning dengan model Flipped Classroom Adalah : 

1. Bagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Kelompok akan melakukan pembelajaran tatap muka di periode pertama dan pembelajaran daring di periode selanjutnya, sementara Kelompok akan melakukan pembelajaran daring di periode pertama dan pembelajaran tatap muka di periode selanjutnya.


2. Bagi materi ajar menjadi 2 kategori. Kategori A adalah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri dan Kategori B yang perlu dipandu/didiskusikan dengan guru dan teman sebaya.

3. Untuk siswa Kelompok 1, periode pertama digunakan untuk pembelajaran tatap muka berfokus pada materi Kategori B yang lebih menekankan pada diskusi dan aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di rumah, guru dapat melakukan pembelajaran daring yang menekankan pada materi Kategori A.

4. Untuk siswa Kelompok 2, periode pertama digunakan untuk pembelajaran daring berfokus pada materi Kategori A yang lebih menekankan aktivitas penugasan mandiri yang dapat dilakukan siswa dari rumah. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di tatap muka, guru dapat berfokus pada materi Kategori B dengan mengadakan aktivitas diskusi dan pembelajaran aktif lainnya saat di kelas.

5. Pastikan Bapak/Ibu dapat mengatur waktu dengan baik agar jam pembelajaran siswa Kelompok 1 dan Kelompok 2 tidak saling bertabrakan. Sebagai contoh, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di pagi hari dan pembelajaran daring mandiri dapat dilakukan di siang hari.

6. Lakukan refleksi secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa serta umpan balik mengenai kendala ataupun kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning ini.

Model pembelajaran ini sangat disarankan untuk diterapkan pada Pembelajaran Tatap Muka Terbats (PTM Terbatas). Semoga bisa menjadikan referensi yang bermanfaat buat Bapak/Ibu guru di sekolah. Jangan lupa berbagi jika tulisan ini bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments