5 Cara Menutup Pelajaran Dengan Baik dan Benar

5 Cara Menutup Pelajaran Dengan Baik dan Benar

BlogPendidikan.net
- Seperti halnya membuka pelajaran juga tidak kurang pentingnya. Setelah guru melaksanakan kegiatan inti, guru harus menyisakan waktu beberapa menit untuk aktivitas menutup pelajaran. Kegiatan menutup pelajaran bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan sudah tercapai, seberapa banyak siswa yang sudah mencapai tujuan, dan bagian mana materi ajar yang belum dipahami oleh siswa.

Dengan informasi tersebut guru bisan merencanakan tindak lanjut seperti pengayaan, remedial, dan sebagainya. Jadi, yang dimaksud menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri inti pelajaran.


Berikut ini ada 5 cara yang dilakukan guru menutup pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah :

1. Meninjau kembali materi yang diberikan, dengan cara

* Merangkum Inti Pelajaran
* Membuat Ringkasan 

Kedua kegiatan tersebut dapat dilakukan guru dengan melibatkan siswa, tidak disampaikan secara definitif. Melibatkan siswa dalam merangkum inti pelajaran atau meringkas, membantu mereka untuk memahami lebih baik dan bertahan di dalam ingatan siswa lebih lama.

2. Melakukan evaluasi terhadap penguasaan materi

Terdapat 4 cara melakukan evaluasi penguasaan materi adalah:

* Mendemonstrasikan Keterampilan. 

Misalnya memperagakan konsep hukum pascal menggunakan botol aqua bekas yang dilubangi pada beberapa tempat pada ketinggian sama dengan ukuran lubang sama besar. Dipotong bagian atasnya, sehingga yang digunakan, dari atas sampai ke bawah penampangnya sama besar. Mengisi botol tersebut dengan air, dan menyuruh siswa memperhatikan pancaran air yang keluar dari lubang.

* Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain.

Misalnya guru membahas pompa hidrolik sebagai contoh penerapan hokum pascal. Pada kegiatan penutuk guru menbahas tentang jarum suntik. 

* Mengekspresikan pendapat siswa sendiri

Guru menunjuk siswa tertentu untuk menyampaikan penjelasannya tentang materi atau bagian dari materi yang sudah dipelajari. Siswa lain diberi kesempatan untuk melengkapi, mengulas, atau menyanggahnya.

* Memberikan latihan tertulis

Pemberian latihan dapat dilakukan di dalam kelas, bila waktu masih tersedia. Bila tidak ada waktu guru dapat member pekerjaan rumah. Latihan disini tidak hanya berbentuk soal, namun bisa berupa narasi, laporan hasil pengamatan, atau bentuk lainnya. 

3. Memberikan tindak Lanjut

Informasi yang didpat guru pada saat menutup pelajaran dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk merencanakan tindak lanjut yang tepat sasaran. Dua aktivitas yang dapat direncanakan guru setelah menutup pelajaran adalah:


* Pembelajaran Remidial bagi siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Yang perlu diingat oleh guru adalah, bahwa belum mencapai tujuan pembelajaran tidak sama dengan pencapaian ketuntasan. Seorang anak yang sudah mencapai ketuntasan belum tentu mencapai tujuan pelajaran. Karena ketuntasan hanya dipatok beberapa presen dari keseluruhan tujuan pembelajaran. 

* Pembelajaran Pengayaan, bagi siswa yang sudah menguasai materi ajar secara penuh (seratus presen tujuan pelajaran tercapai), guru perlu merencanakan materi dan bentuk pembelajaran pengayaan yang tepat.

4. Menyampaikan kesan dan pesan selama pembelajaran

Dalam menyampaikan kesan dan pesan selama proses pembelajaran bisa dilakukan oleh siswa dan guru, kesan siswa selama proses pembelajaran, untuk mengetahui sampai sejauh mana perhatian dan pemahaman siswa terhadap materi, dan kesan guru bahwa pelajaran hari ini sangat penuh makna dengan menceritakan materi yang dihubungkan dengan kejadian di sekitar.

5. Menutup pelajaran dengan memberi motivasi

Seyogyanya guru setiap kali mengakhiri proses pembelajaran selain, bernyanyi, dan salam, yang lebih utama memberikan motivasi kepada siswa, agar pada pembelajaran berikutnya tetap semangat dan konsentrasi.

Demikian semoga artikel ini bermanfaat dan memberi pencerahan bagi Bapak/Ibu guru. jangan lupa berbagi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments