Showing posts with label Contoh RPP. Show all posts
Showing posts with label Contoh RPP. Show all posts

Merancang Pembelajaran dan Contoh RPP Kurikulum Merdeka Belajar

Merancang Pembelajaran dan Contoh RPP Kurikulum Merdeka Belajar

BlogPendidikan.net
- Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. 

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Karakteristik utama dari kurikulum merdeka adalah:
  1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Merancang Pembelajaran RPP Merdeka Belajar

Rancangan RPP Merdeka Belajar memiliki beberapa perbedaan dengan RPP K-13. Jika RPP K13 tidak menampilkan profil belajar, RPP Merdeka belajar menampilkan profil siswa sebagai latar belakang dalam menentukan pembelajaran yang sesuai dengan bakat, minat, gaya belajar bahkan keadaan sehari-hari siswa.

Setelah merancang RPP  dengan Menyusun profil peserta didik, selanjutnya membuat RPP terdiri dari rangkaian tujuan belajar. Menentukan tujuan belajar di awal akan membantu mengidentifikasi bukti apa saja yang menunjukan bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan. 
Tujuan belajar membuat guru lebih mudah menentukan teknik asesmen yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Pada dasarnya, merancang strategi penyusunan RPP dilakukan dengan prinsip backward thinking atau backward design. Apa yang dimaksud backward thinking? Backward thinking ialah cara berpikir mundur yang digunakan dalam merancang suatu desain. 

Dalam hal ini, berpikir mundur dilakukan dengan merumuskan rangkaian kegiatan belajar mulai kegiatan sebelum hasil akhir (tujuan, bukti dan asesmen) hingga kegiatan awal pembelajaran.

Tugas guru bukan hanya sekedar mampu merancang namun seorang guru harus memahami bagaimana Bagaimana anak bisa mandiri belajar? Konsep mandiri terhadap proses belajarnya sendiri dijelaskan dalam konsep self regulated learning. 

Menurut Schunk (1996) self regulated learning mengarah pada kemampuan kemampuan kita dan mengatur lingkungan belajar kita. Sehingga kita bisa mengatur tujuan, menetapkan strategi dan memantau perkembangan sesuai dengan tujuan kita harapkan.
Baca Juga: Kurikulum Merdeka
Dalam penerapannya pergantian kurikulum mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan pengalaman yang lalu pada saat pergantian kurikulum KTSP menuju K 13 mengalami banyak sekali kendala dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk guru dapat beradaptasi. 

Butuh upaya yang kuat dari pemerintah dalam mengenalkan kurikulum ini kepada guru-guru melalui pelatihan dan Bimtek. Upaya itu terus dilaksanakan salah satunya adalah melatih guru-guru yang nantinya di jadikan sebagai agen perubahan dalam memajukan Pendidikan Indonesia. Program tersebut Bernama Program GuruP penggerak (PGP).

Pendidikan bukanlah sebuah ajang uji coba tapi sebuah usaha yang tulus yang dirancang dan dilaksanakan demi kemajuan Pendidikan Indonesia. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan yang sesuai dengan harapan dan cita-cita bangsa.

Contoh RPP Merdeka Belajar bisa Anda Lihat >>> DISINI

Contoh RPP Berbasis Proyek Untuk SMP dan SMA

Contoh RPP Berbasis Proyek Untuk SMP dan SMA

BlogPendidikan.net
- Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan yang terdapat pada RPP dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Tentang Penilaian Projek

Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. 

Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya.

Ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru yaitu :
  1. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
  2. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
  3. Orisinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik
Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis.

Langkah-langkan merancang penilaian projek

Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian projek :
  1. Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui projek.
  2. Penilaian projek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan projek.
  3. Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi.
  4. Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan projek.
  5. Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual.
  6. Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
  7. Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penilaian projek :
  1. Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik.
  2. Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.
  3. Menyampaikan tugas disampaikan kepada peserta didik.
  4. Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang tugas yang harus dikerjakan.
  5. Melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan proyek.
  6. Memonitor pengerjaan projek peserta didik dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan pengerjaan projek.
  7. Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.
  8. Memetakan kemampuan peserta didik terhadap pencapaian kompetensi minimal
  9. Mencatat hasil penilaian.
  10. Memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun peserta didik. 
Adapun penyusunan RPP yang berbasis proyek/projek sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan diatas. Untuk mempermudah BlogPendidikan.net akan memberikan contoh RPP berbasis proyek jenjang SMP dan SMA.

Contoh RPP Berbasis Proyek Untuk SMP >>> LIHAT DISINI
Contoh RPP Berbasis Proyek Untuk SMA >>> LIHAT DISINI