Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts

Contoh Format Telaah dan Instrumen Analisis Butir Soal Pilihan Ganda dan Uraian

Contoh Format Analisis Butir Soal Pilihan Ganda dan Uraian

BlogPendidikan.net
- Penulisan butir-butir soal merupakan langkah penting dalam upaya pengembangan alat ukur kemampuan atau tes yang baik. Penulisan soal adalah penjabaran indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak diukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi. 

Butir soal merupakan jabaran atau dapat juga wujud dari indikator, Dengan demikian setiap pernyataan atau butir soal perlu dibuat sedemikian rupa sehingga jelas apa yang ditanyakan dan jelas pula jawaban yang diminta. Mutu setiap butir soal akan menentukan mutu soal tes secara keseluruhan. Butir-butir soal harus memiliki tingkat penalaran tinggi.

Perakitan Soal Tes

Agar skor tes yang diperoleh tepat dan dapat dipercaya maka soal tes harus valid dan reliabel. Butir-butir soal perlu dirakit menjadi alat ukur yang yang terpadu. Hal-hal yang dapat mempengaruhi validitas skor tes adalah urutan nomor soal, pengelompokan bentuk-bentuk soal, tata letak soal, dan sebagainya. Untuk itu, ada baiknya soal tes disajikan mulai dari butir mudah ke yang susah, pengelompokan rapi, tata letak bagus dan tidak terpotong-potong kalimatnya, dan kemasannya menarik.

Syarat Soal Tes yang baik

Seperti instrumen lainnya, soal tes juga harus baik, yakni memiliki validitas dan reliabilitas. Adapun penjelasan validitas dan reliabilitas adalah sebagai berikut.

1. Validitas

menjelaskan suatu tes dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. 

Sisi lain yang sangat penting dalam konsep validitas adalah kecermatan pengukuran, yakni kemampuan untuk mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil sekalipun yang ada pada atribut yang diukurnya

2. Reliabilitas

Reliabilitas dapat diartikan sebagai keajegan atau kestabilan hasil pengukuran. Alat ukur yang reliabel adalah alat ukur yang mampu membuahkan hasil pengukuran yang stabil (Lawrence). Artinya suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas tinggi manakala digunakan untuk mengukur hal yang sama pada waktu berbeda hasilnya sama atau mendekati sama. 

Untuk mencapai butir-butir soal yang valid dan reliabel maka butir soal perlu dianalisis, yakni analisis secara teoritik atau telaah butir dan analisis kuantitatif untuk melihat tingkat kesulitan butir, daya beda butir, dan keberfungsian distraktor. Penjelasan analisis butir, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Berikut contoh format analisis butir soal pada jenis soal pilihan ganda dan uraian, bedserta instrumen analisis butir soal.

Contoh Format Analisis Butir Soal Pilihan Ganda dan Uraian : UNDUH
Instumen Analisis/Telaah Butir Soal : UNDUH 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

5 Karakteristik Penilaian Hasil Belajar Siswa Kurikulum 2013

5 Karakteristik Penilaian Hasil Belajar Siswa Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta  didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Standar Penilaian Pendidikan ini disusun sebagai acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan, dan Pemerintah pada satuan pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Dalam penilaian untuk menentukan hasil belajar siswa tentunya memiliki karakteristik sesuai standar penilaian yang ditetapkan dalam kurikulum 2013. Karakteristik penilaian tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

Berikut 5 Karakteristik Penilaian Hasil Belajar Siswa Kurikulum 2013:

1. Belajar Tuntas

Untuk KI-3 dan KI-4, peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik sesuai dengan KKM yang ditentukan sekolah.

2. Autentik

a. Memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu.
b. Mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah.
c. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
3. Berkesinambungan

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).

4. Berdasarkan acuan kriteria

Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
5. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi

Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

Demikian artikel tentang 5 Karakteristik Penilaian Hasil Belajar Siswa Kurikulum 2013, semoga bermanfaat.

Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaannya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dan sebagainya sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Selanjutnya Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Berikut Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013

Kerangka Dasar

Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan

Kompetensi yang Dituju

Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope and sequence) yang dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) yaitu:  Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan KD dinyatakan dalam bentuk point-point dan diurutkan untuk mencapai KI yang diorganisasikan pertahun KD pada KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Struktur Kurikulum

Jam Pelajaran (JP) diatur per minggu. Satuan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran. Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis tematik integratif.

Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran Pada umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% diluar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara  khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu. 

Penilaian

Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah

Buku teks dan buku non-teks  

Perangkat Kurikulum 

Pedoman implementasi kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang

Kurikulum Merdeka

Kerangka Dasar

Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan  profil pelajar Pancasila pada peserta didik

Kompetensi yang Dituju

Capaian pembelajaran yang disusun per fase Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi

SD/sederajat terdiri dari:
  1. Fase A (umumnya setara dengan kelas I dan II SD)
  2. Fase B (umumnya setara dengan kelas III dan IV SD), dan 
  3. Fase C (umumnya setara dengan kelas V dan VI SD)
Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
  1. Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari

Pembelajaran

Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)

Penilaian

Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan 

Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah

Buku teks dan buku non-teks
Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan

Perangkat Kurikulum

Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling.

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. 

Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran.
Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.
Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang kumpulan format penilaian yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang terdiri dari: Penilaian Pengetahuan, Penilaian Sikap dan Penilaian Keterampilan. Anda juga bisa menggunakan format ini sebagai acuan dalam membuat daftar penilaian siswa.
Berikut Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 dapat Aanda unduh pada tautan dibawah ini.

1. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI
2. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI

17 Perangkat Pembelajaran Yang Harus Disiapkan Oleh Guru

Jangan Kaget, Ini 17 Perangkat Pembelajaran Yang Harus Disiapkan Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar, Menurut Zuhdan, perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas.

Tentang Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran. 
Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standard Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari penyusunan perangkat pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian dan skenario pembelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar atau alat pendukung yang digunakan oleh guru dan siswa dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran. Dengan perangkat pembelajaran dapat mempermudah dalam proses pembelajaran dan proses pembelajaran akan berjalan dengan baik.
Jenis-jenis perangkat pembelajaran yang harus disiapkan oleh guru :

➤ JADWAL PELAJARAN
➤ KALENDER PENDIDIKAN
➤ RPE
➤ PROTA
➤ PROMES
➤ SILABUS
➤ RPP
➤ ANALISIS HASIL EVALUASI
➤ HASIL ANALISA
➤ REMIDI DAN PENGAYAAN
➤ DAFTAR HADIR SISWA
➤ DAFTAR NILAI SISWA
➤ JURNAL MENGAJAR
➤ KARTU SOAL
➤ KISI-KISI SOAL
➤ LAMPIRKAN SOAL ULANGAN HARIAN, SOAL UTS , SOAL UJIAN SEMESTER
➤ LAMPIRKAN KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL
Okey, demikian tentang jenis-jenis perangkat pembelajaran yang harus disiapkan oleh guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat. 

Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

Begini Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum

BlogPendidikan.net
- Setiap akhir proses pembelajaran pada akhir semester. Target Kurikulum (TK), Daya Serap (DS), dan Taraf Serap (TS) biasanya dilaporkan kepada kepala sekolah bersamaan saat pelaporan hasil akhir belajar siswa (rapor) selesai diolah. 
Rekapitulasi ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru terhadap siswanya selama satu semester.

Tentang Daya Serap Siswa
 
Daya serap adalah kemampuan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu untuk bertindak dalam menyerap pembelajaran.

Daya serap berasal dari kata “daya” yang berarti kekuatan, kemampuan, dan “serap” yang berarti mengambil. Jadi daya serap dapat dikatakan sebagai suatu kemampuan untuk menangkap dan memahami sebuah materi hingga peserta didik dapat menjabarkan kembali materi yang diterima dengan benar. 

Dan daya serap menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Fungsi Daya Serap Siswa dalam Belajar

Daya serap merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. Daya serap yang kuat atau tinggi akan menimbulkan usaha yang mudah dan tidak sulit dalam menghadapi masalah atau problem. Jika seorang siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh gur maka dengan cepat ia dapat mengerti, memahami dan mengingatnya. 

Abdul Wahid menulis tentang fungsi daya serap bagi anak sebagai berikut :
  1. Daya serap dapat meningkatkan wawasan dan pola pikir anak.
  2. Daya serap sebagai tenaga pendorong yang kuat.
  3. Prestasi selalu dipengaruhi daya serap yang tinggi.
  4. Daya serap dapat meningkatkan minat belajar.
  5. Untuk memahami, menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan bahan mata pelajaran yang diajarkan gurunya dalam proses kegiatan belajar mengajar.
  6. Untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.
Kurikulum

Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Jadi kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan program pengajaran, maksudnya program yang direncanakan, diprogramkan dan dirancangkan yang isinya dengan berbagai bahan ajar dan pengalaman  belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang maupun mendatang.

Jadi, kurikulum merupakan sutau program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurilkulum

Pada artikel berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum. Semua akan dijelaskan melalui lembaran PDF yang bisa Anda unduh pada tautan diakhir tulisan ini. 

Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum sangat berguna untuk guru dan sekolah sebagai bahan record selama satu semester dan satu tahun pelajaran untuk melakukan rancangan evaluasi terhadap Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum, sampai sejauh mana pencapaian pembelajaran selama satu semester dan satu tahun pelajaran.

Untuk lebih memahami BlogPendidikan akan berbagi Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum serta contoh formatnya.

Cara Menghitung Daya Serap dan Taraf Serap Siswa Serta Target Kurikulum : UNDUH
Contoh Format Daya Serap Siswa : UNDUH
Contoh Format Taraf Serap Siswa : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.