Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

Dalam dunia percintaan, kita pasti pernah mendengar beberapa istilah cinta. Dari cinta monyet sampai cinta lokasi. Baik yang KKN, maupun kamu yang sekarang sudah bekerja, pasti pernah yang ngalamin namanya cinta lokasi. Karyawan pacaran sama karyawan, dokter sama dokter, dan artis sama artis itu udah biasa.
Namun tetap saja yang namanya cinta tak mengenal batas waktu dan tempat. Tak terkecuali profesi. Mungkin kamu adalah seorang mahasiswa, dan pacarmu sudah lulus duluan, kemudian mengajar di sebuah sekolah. Inilah hidupmu pasanganmu seorang guru.

1. Meski gak terlihat sangar seperti anggota militer, seorang guru jelas memiliki sifat disiplin tinggi.
Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnya di tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

2. Pasanganmu yang berprofesi sebagai guru memiliki gaya berpikir yang lebih dewasa dan bijak,
Bagaimana tidak? 
Dia harus berhadapan dengan anak-anak SD yang masih suka ribut, atau bahkan anak usia remaja yang masih labil. Dari situ sang pacar akan belajar bagaimana caranya mengelola emosi dan menjadi lebih bijak.

3. Dia akan mengajarkanmu soal keikhlasan dan arti pengorbanan.
Gaji memang tak sementereng mereka yang bekerja sebagai manager atau direktur di perusahaan-perusahaan besar. Namun guru bahagia melakoni peran pendidik sebagai panggilan jiwa. Karena memang tujuan utamanya bukan materi, perhatiannya terpusat pada peserta didik. Pahlawan tanpa tanda jasa memang cocok disematkan kepada guru.

4. Guru adalah orang-orang yang sederhana, humble dan gak neko-neko dalam berpenampilan.
Si dia jarang sekali atau bahkan tak pernah peduli dengan pakaian maupun asesoris model terbaru. Karena kesederhanaan telah tertanam dalam dirinya dan kesederhanaan pula yang membuat dirinya menonjol.

5. Guru yang baik akan senantiasa sabar tak peduli betapa rewelnya anak didiknya. Dengan anak orang aja sabar, apalagi dengan anak sendiri.
Sabar adalah satu kata yang pantas untuk disematkan pada guru. Jika ada guru yang tega melakukan kekerasan kepada anak didik yang masih lugu, pastilah dia bukan seorang guru yang baik. Meski murid-murid libur, tapi guru bakal tetep masuk.

6. Kalau dia enggan dilihat muridnya di luar sekolah, kamu nggak bisa sembarangan memilih tempat kencan.
Kamu nggak ingin kan kepergok sama murid-murid pasanganmu itu? Sebisa mungkin cari tempat kencan yang nggak biasa, dan jarang dijadikan tempat nongkrong anak-anak sekolah.

7. Kamu harus sabar kalau disangka sebagai ‘Pak/Bu Guru’ oleh murid-muridnya…
Ya begitulah, meski kamu nggak berprofesi sebagai guru, biasanya anak kecil suka menganggap bahwa pasangan Bu Guru itu pasti Pak Guru. Padahal skripsi aja baru bab 1

8. Kamu kudu siap bangun pagi karena mesti anter dia berangkat sekolah, termasuk pada hari Sabtu.
Buahahaha! Kamu yang biasa anter cewekmu ke sekolah tempatnya mengajar dengan pakaian seadanya. Maklum, bangun tidur cuy! Jadi belum sempet mandi, apalagi dandan. Gosok gigi aja belum.

9. Jika kamu punya pasangan seorang guru, biasanya orangtuamu bakal mudah “jatuh cinta” dengan si dia.
Jika kamu mencoba mengenalkan pasanganmu itu ke kedua orangtuamu, mungkin mereka akan langsung tertarik. Karena orang tua kamu berpikir, mereka yang berprofesi sebagai guru adalah orang-orang yang terpelajar, sabar, dan memiliki masa depan cerah. Ya, menantu idamanlah.

10. Doi mudah dekat dengan anak-anak, termasuk dengan adik, sepupu, atau keponakan kamu.
Dalam kesehariannya, guru dituntut untuk bisa akrab dan dekat dengan anak-anak. Jadi bisa dipastikan pacarmu yang berprofesi sebagai guru bakalan mudah akrab dengan sepupu-sepupumu, dan keponakan-keponakanmu.

11. Kamu gak akan menemukan malam minggu yang membosankan, karena kekasihmu bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang nggak biasa.
Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnyadi tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

Itu karena guru itu kreatif! Dia akan membuat malam minggumu menjadi tak biasa. Setidaknya, kamu juga bakal ikutan sibuk merecoki tugas-tugas dia, maupun membantu membuat alat peraga untuk keperluan belajar mengajar. Kreatif kan? Daripada ngeluarin duit buat makan atau nonton yang udah biasa banget, mending bikin prakarya.
source:https://www.hipwee.com/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments