Ditengah Wabah Covid-19 Guru Ini Tetap Mengajar, "Kita Kan Cari Makan"

Ditengah Wabah Covid-19 Guru Ini Tetap Mengajar, "Kita Kan Cari Makan"

Coronavirus Desease-19 (Covid-19) pertama kali muncul di Wuhan, China. Virus itupun sangat cepat menjalar keseluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
Provinsi DKI Jakarta adalah wilayah yang paling berdampak terkait mewabanya Covid-ini. Aktivitas masyarakat dibatasi baik itu melalui phyisical distancing maupun PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). 

Fasilitas umum seperti sekolah diliburkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 lebih banyak lagi. Pemerintah DKI Jakarta sendiri mulai menerapkan PSBB pada tanggal 10 April 2020.

Di tengah mewabanya Covid-19 dan imbauan Pemerintah untuk menjaga jarak dan meliburkan sekolah pada 16 Maret 2020 masih ada Guru yang masih berjuang untuk mendidik murid-muridnya demi memenuhi ekonomi keluarga.

Setieyanti (32) adalah Guru Bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta Utara (Jakut). Disamping mengajar SMA, Setieyanti juga mengajar les privat Bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Sekitar 16 Maret, sekolah tempat Setieyanti mengajar mengumumkan untuk libur demi mencegah penyebaran Covid-19.

Demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, Yanti tetap memutuskan untuk mengajar les privat. Yanti mengaku memang merasa khawatir tertular Covid-19 saat mengajar mendatangi rumah siswanya. Sebab, tempat tinggal Yanti di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara sudah termasuk zona merah, termasuk rumah siswanya di Kelurahan Kebun Bawang. Jarak tempuh yang dilalui Yanti ke rumah siswanya sejauh +- 9 Km. Yanti pergi mengajar menggunakan transportasi pribadi yakni motor.

“Ya, pasti, karena kita kan untuk makan, Jadi kita kan ibarat kata bismillah, bahasa kasarnya nekatlah, saya juga nekat,” kata Setieyantanti.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, Yanti memutuskan untuk tetap mengajar les privat. Disamping kebutuhan ekonomi keluarga, orang tua siswa juga menganggap bahwa belajar di rumah itu sangat penting. Orang tua siswa tidak ingin anaknya berhenti belajar, meskipun sekolah sudah libur.

“Saat rame-ramenya Covid orang tua (siswa) masih minta untuk belajar lebih di rumah karena sekolah sudah tutup. Privat itu dianggap orang tua penting. Karena nggak mungkin anak nggak belajar selama satu bulan,” ujarnya.

Saat sampai di rumah siswa dan dimulainya proses belajar mengajar, Yanti langsung mencuci tangan dan membersihkan diri. Setelah itu, baru proses belajar mengajar dimulai.

Yanti mengatakan, sebenarnya ada dua Guru privat lagi yang mengajar siswa itu, yakni Guru Agama dan Matematika. Namun, karena khawatir dengan Covid-19, akhirnya mereka berhenti sendiri.  “Yang lain itu, bolong-bolong (ngajarnya), tapi kan nggak professional jatuhnya,” ucapnya.

Tapi karena korban Covid-19 semakin meningkat, orang tua siswa khawati dan cemas akhirnya meminta Yanti untuk berjenti mengajar pada 1 April 2020.

“Berhubung akhir bulan, pas tanggal 31 Maret orang tua siswa langsung menginformasikan kepada saya libur sementara karena dia juga takut dan hampir semua daerah disitu zona merah, hampir semua portal-portal sudah ditutup,” ujarnyanya.

Yanti berharap, pandemi ini cepat selesai agar bisa beraktivitas seperti biasa.

Artikel ini telah tayang di akurat.co
Source; https://akurat.co/news/id-1090980-read-tetap-mengajar-di-tengah-wabah-covid19-guru-kita-kan-untuk-makan-jadi-kita-bismillah-aja

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments