18 Teknik Penyusunan dan Penulisan Soal Pilihan Ganda Yang Harus Anda Diketahui

18 Teknik Penyusunan dan Penulisan Soal Pilihan Ganda Yang Harus Anda Diketahui

BlogPendidikan.net
- Menulis soal pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda, maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkah-langkah berikut :

Pertama, adalah menulis pokok soalnya
Kedua, adalah menulis jawabannya
Ketiga, adalah menulis pengecohnya

Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih salah satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. 

Struktur soal pilihan ganda terdiri dari :

1. Dasar pertanyaan(stimulus) (bila ada) 
2. Pokok soal (stem) 
3. Pilihan jawaban (option) yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh.

Berikut ada 18 teknik penyusunan dan penulisan soal dalam bentuk pilihan ganda antara lain :
  1. Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
  2. Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi (UKRK: Urgensi, Keberlanjutan, Relevansi, dan Keterpakaian) 
  3. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
  4. Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang benar atau paling benar Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban, bila terdapat beberapa jawaban yang benar, kunci jawaban adalah jawaban yang paling benar.
  5. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Artinya kemampuan/materi yang hendak diukur atau ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dengan maksud soal dan hanya mengandung satu permasalahan untuk setiap nomor. Bahasa yang dipergunakan harus komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh siswa.
  6. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan tidak perlu dicantumkan.
  7. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar. Artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, frase atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
  8. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud.
  9. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan pada pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan harus berfungsi.
  10. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Artinya adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang, karena seringkali jawaban yang yang lebih panjang lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.
  11. Pilihan jawaban tidak boleh mengandung pernyataan Semua pilihan jawaban di atas “benar” atau “Semua pilihan jawaban di atas salah”.
  12. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Pengurutan angka dilakukan dari nilai angka paling kecil ke nilai angka paling besar atau sebaliknya, dan pengurutan waktu berdasarkan kronologis waktunya. Pengurutan ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam melihat pilihan jawaban.
  13. Gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh  siswa. Apabila soal tersebut dapat dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal berarti gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya tersebut tidak berfungsi.
  14. Butir soal jangan tergantung pada jawaban butir soal sebelumnya, ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.
  15. Setiap butir soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  16. Menggunakan bahasa yang komunikatif.
  17. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah tertentu), bila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau nasional.
  18. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian, letakkan kata atau frase tersebut pada pokok soal.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, dan bisa menambah pemahaman Anda dalam penyusunan dan penulisan soal pilihan ganda.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments