Apa Saja Teknik Penilaian Yang Digunakan Dalam Pembelajaran

Apa Saja Teknik Penilaian Yang Digunakan Dalam Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Setiap guru tentunya selalu ingin mendapatkan hasil yang baik pada saat proses pembelajaran, semua materi yang disajikan dapat di pehami oleh siswa dan begitu pula dengan hasil evaluasi juga memberikan hasil yang baik. Semua itu dilakukan guru dengan teknik dan cara guru menyampaikan materi sampai pada pemberian evaluasi untuk dinilai. Ada beberapa teknik-teknik penilaian yang digunakan oleh guru dalam menguji kemampuan siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

Teknik-teknik penilaian ini dilakukan berdasarkan materi dan penyusunan rencana pembelajaran untuk menentukan teknik penilaian seperti apa yang akan digunakan oleh guru pada saat evaluasi nanti. Penilaian yang paling di tegaskan sesuai kurikulum 2013 terdapat pada penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan serat karakter.

Berikut beberapa teknik penilaian yang digunakan guru saat proses pembelajaran berlangsung :

1. Penilaian Unjuk Kerja (Performance)

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll.

2. Penilaian Sikap Ilmiah

Penilaian sikap ilmiah (assessment atitude) adalah suatu teknik penilaian, dimana subjek yang ingin dinilai itu sendiri berkaitan dengan status proses dan tingkat pencapaian kopempetensi yang dipelajarinya terhadap perilaku dan keyakinan siswaterhadap objek sikap dalam mata pelajaran tertentu.
Misalnya : Sikap terhadap materi pelajaran, sikap terhadap guru/pengajar, sikap terhadap proses pembelajaran, dan sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran.

3. Penilaian Tertulis (Paper/Pend)

Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

Ada dua jenis tes yaitu : 
  • Tes uraian atau tes essay yang terdiri dari uraian bebas,uraian terbatas, dan uraian berstruktur
  • Tes objektif yang terdiri dari beberapa bentuk yaitu bentuk benar-salah, pilihan berganda dengan berbagai variasinya, menjodohkan dan isian pendek
4. Penilaian Proyek 

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.

Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

5. Penilaian Produk

Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
  • Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
  • Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. 
  • Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
6. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain: (Karya peserta didik adalah benar-benar karya mereka sendiri, Saling percaya antara guru dan peserta didik, Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik, Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru, Kepuasan, Kesesuaian, Penilaian proses dan hasil dan Penilaian dan pembelajaran).

7. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya pada mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai vahan pertimbangan untuk memberikan nilai.

Ada beberapa jenis penilaian diri, diantaranya :
  • Penilaian Langsung dan Spesifik, yaitu penilaian secara langsung, pada saat atau setelah selesai melakukan tugas, untuk menilai aspek-aspek kompotensi tertentu dari suatu mata peajaran.
  • Penilaian Tidak Langsung dan Holistik, yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang, untuk memberikan penilaian secara keseluruhan
  • Penilaian Sosio-Afektif, yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emocional. Misalnya, peserta didik diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaa, dan jangan lupa untuk berbagi. macam teknik penilaian terhadap siswa di sekolah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments