Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts
Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts

Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

Admin 9/10/2020
Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi hampir seluruh sekolah di Indonesia ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona, proses belajarpun berubah signifikan dari tatap muka berubah menjadi model pembelajaran daring, luring dan kombinasi, semua itu dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung meski menghadapi wabah corona.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Nadiem Makarim tak lagi mewajibkan guru memenuhi jam ajar dengan hitungan 24 jam dalam sepekan. Relaksasi jam ajar itu diatur dalam kurikulum darurat yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Kurikulum Dalam Kondisi Khusus.


"Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru, bahwa guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Relaksasi jam ajar guru tercantum dalam poin keempat kurikulum darurat. Nadiem menjelaskan relaksasi jam ajar bertujuan untuk mengurangi beban guru, sekaligus memberikan fleksibilitas guru dalam mengajar.

Dengan relaksasi jam ajar, guru diharapkan meningkatkan pengajaran yang interaktif selama melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Jadi guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam," imbuhnya.


Nadiem juga berharap relaksasi jam ajar dimanfaatkan para orang tua untuk turut aktif memberikan pengajaran bagi anaknya di rumah. "Mampu memberikan fleksibilitas dalam bagaimana bisa melibatkan orang tua di dalam proses pembelajaran," kata Nadiem.

Dengan relaksasi beban jam mengajar guru yang tidak lagi diwajibkan mengajar minimal 24 jam/minggu, guru dituntut untuk menyusun jadwal dan laporan proses pembelajaran yang dilaksanakan baik secara daring, luring ataupun kombinasi sebagai bahan laporan dan supervisi kepala sekolah dan pengawas.

Berikut contoh jadwal dan laporan pembelajaran jarak jauh (PJJ) model luring:

* Jadwal PJJ Luring: LIHAT DISINI

* Laporan PJJ Luring: LIHAT DISINI

Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

Admin 9/08/2020
Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

BlogPendidikan.net
- Baru-baru ini Nadiem Makariem Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan terkait pemberian bantuan berupa kuota gratis untuk seluruh siswa dan siswi hingga mahasiswa.

Pendataan nomor ponsel telah dilakukan pada 31 Agustus lalu dan diperpanjang hingga 11 September mendatang. Berita pemberian kuota gratis tentunya sangat membahagiakan para peserta didik, karena dengan adanya bantuan tersebut dapat menunjang kebutuhan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.


Untuk mendapatkan pulsa tersebut pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan bantuan subsidi berupa kuota tersebut. Berdasarkan webiner Sosialisasi Verval Ponsel, pemberian kuota kepada peserta didik harus memenuhi persyaratan 5K.

Berikut persyaratan pemberian kuota Verpal Ponsel:

1. Kepastian sebagai Peserta Didik/Guru Aktif terdaftar di Dapodik sekolah induk
2. Kepastian data unik dan tunggal (1 NISN, 1 orang dan 1 satuan pendidikan)
3. Kepastian nomor ponsel (kepemilikan)
4. Kepastian aktif/tidak aktif nomor ponsel yang didaftarkan
5. Kepastian persetujuan Kepala Sekolah (SPTJM yang ditandatangani KS dan bermaterai 600)


Provider atau kartu yang terdaftar adalah Telkomsel, Indosat, XL, Samartfren, dan 3 (Three). Paket kuota yang akan didapatkan adalah berbentuk kuota dan bukan berbentuk pulsa. Hal ini dilakukan untuk menghindari jual beli pulsa atau di pakai untuk keperluan selain pembelajaran.

Kuota yang akan didapatkan sebesar 35GB untuk satu orang siswa, 42GB untuk satu orang Guru, dan 50GB untuk satu orang Mahasiswa/Dosen.

Berikut alur data pemberian kuota:

1. Perbaikan data ponsel yang dilakukan melalui Dapodik sebelum 11 September 2020, dan melalui verval ponsel setelah 11 September 2020.
2. Validasi nomor ponsel bertujuan untuk mendeteksi nomor ponsel, apakah sudah sesuai dengan kelima provider tersebut atau tidak. Apabila tidak harus segera dilakukan perbaikan.
3. Nomor ponsel yang sudah melalui verbal akan dikirim ke provider untuk dilakukan pengecekan atau nomor aktif, tidak aktif ataukah pasca bayar.
4. Nomor ponsel yang tidak aktif akan dikembalikan ke PUSDATIN
5. Data yang valid adalah data yang aktif atau pasca bayar, jadi pastikan nomor kamu untuk selalu aktif.
6. Percetakan SPJTM
7. SPJTM data dan nomor siswa valid dikirim kembali ke provider untuk dilakukan injeksi kuota apakah berhasil terkirim atau tidak.


Pulsa akan dikirim setiap satu bulan sekali. Untuk itu pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan 5K untuk mendapatkan bantuan subsidi berupa kuota dari pemerintah.(**)

Kuota Internet PJJ: Telkomsel 10 GB Rp 10, XL 55 GB Rp 1 dan Indosat 30 GB Rp 1

Admin 9/02/2020
Kuota Internet PJJ: Telkomsel 10 GB Rp 10, XL 55 GB Rp 1 dan Indosat 30 GB Rp 1

BlogPendidikan.net
- Para operator telekomunikasi sedang gencar menghadirkan promo paket data internet murah untuk mendukung belajar jarak jauh atau belajar online (PJJ) yang diselenggarakn oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD).

Indosat

Terbaru adalah Indosat yang menghadirkan paket pintar IMClass yang memberikan paket data 30GB seharga Rp 1. Paket data ini berlaku selama 30 hari. Paket data ini bisa dinikmati pelanggan prabayar maupun pascabayar.


Paket data ini bisa digunakan untuk mengakses aplikasi belajar online seperti Ruangguru, Quipper, Zenius, Rumah Belajar, Sekolahmu dan 300 lebih portal e-learining dan situs resmi dari universitas-universitas di Indonesia.


Untuk mendapatkan paket data ini cukup mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo yang dimiliki ke sekolah atau kampus, dan selanjutnya diverifikasi untuk bisa langsung mendapatkan bantuan kuota pembelajaran jarak jauh dari pemerintah, seperti dikutip dari keterangan resmi Indosat, Rabu (2/9/2020)

Telkomsel

Telkomsel juga tak mau kalah. Anak usaha Telkom ini meluncurkan Kuota Belajar 10GB senilai Rp 10. Paket data ini berlaku selam 30 hari dan paket ini bisa dinikmati hingga 31 Desember 2021.

Paket data ini bisa digunakan untuk menggakses sejumlah platform aplikasi belajar daring seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


Paket Kuota Belajar dapat diakses khusus oleh pengguna layanan prabayar Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#.

XL

XL Axiata menghadirkan paket internet murah 55GB seharga Rp 1. Paket data ini berlaku selam 24 jam yang terdiri darai kuota utama 15GB dan kuota chat 40GB. Program ini berlaku selama September hingga Desember 2020.

Untuk mendapatkan paket ini pelajar dan mahasiswa harus mendaftarkan nomor ponsel ke sekolah dan kampus sebelum 11 September 2020. Bila nomor terkonfirmasi dan terdaftar di Kemendikbud bisa memanfaatkan paket data ini.

Nadiem: Resiko Menyeramkan Selama PJJ, Terjadinya Krisis Pembelajaran dan Lost Generation

Admin 8/31/2020
Nadiem: Resiko Menyeramkan Selama PJJ, Terjadinya Krisis Pembelajaran dan Lost Generation

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring (online) adalah cara belajar yang tidak ideal. Ada risiko besar yang berbahaya bagi anak-anak generasi pandemi COVID-19.

"Ada risiko krisis pembelajaran dan lost generation, ini risiko yang cukup menyeramkan," kata Nadiem dalam webinar 'Sistem Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19' yang diselenggarakan oleh DPD Taruna Merah Putih Jawa Tengah, Minggu (30/8/2020) malam.

Dalam diksusi ini, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. Hadir pula para guru, orang tua murid, hingga siswa sekolah.

Nadiem menjelaskan perihal risiko pembelajaran tatap muka dan juga risiko pembelajaran jarak jauh. Soal pembelajaran jarak jauh, risiko terbesarnya adalah anak-anak bakal keteteran belajar. Bukan hanya satu atau dua anak saja yang keteteran belajr, tapi satu generasi.

"Nggak ada yang pernah membicarakan risiko satu generasi masyarakat Indonesia yang pembelajarannya ketinggalan," kata Nadiem.

Dampak nyata dari satu generasi yang terpotong fase belajarnya tidak bisa langsung dirasakan. Dampaknya baru nyata terasa pada tahun-tahun mendatang, saat generasi yang terpotong itu mulai tumbuh dewasa.

"Apa itu dampaknya? Kita tidak tahu karena baru setelah bertahun-tahun ke depan kita akan tahu. Tapi yang pasti, risiko itu sangat besar, semua badan riset sekarang menyebut itu juga," kata Nadiem.

Risiko PJJ itu tak hanya membayangi Indonesia, namun juga semua negara yang dilanda pandemi COVID-19. "Apalagi di daerah di mana tidak ada fasilitas teknologi, internet, dan lain-lain," kata Nadiem.

Selama ini, sekolah yang menggelar PJJ mengeluhkan banyak kesulitan. Keluhan bukan hanya dari pihak sekolah saja namun juga dari orang tua murid. PJJ bukan situasi ideal.

"Prioritas kami di Kemdikbud yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan ke sekolah tatap muka seaman mungkin. Itu adalah prioritas kita. Prioritasnya bukan untuk memperpanjang PJJ, tapi prioritas yang terpenting adalah bagaimana kita bisa secara aman mengembalikan anak-anak kita ke pembelajaran tatap muka. (*)

Telkomsel, Tri dan XL Kasi Kuota Internet Belajar Bagi Siswa dan Guru

Admin 8/25/2020
Telkomsel, Tri dan XL Kasi Kuota Internet Belajar Bagi Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Operator telekomunikasi pelat merah, Telkomsel, baru saja meluncurkan paket Kuota Belajar yang dibanderol Rp10 untuk 10GB. Paket kuota internet untuk belajar online ini bisa diaktifkan pelanggan prabayar melalui dua cara, yakni aplikasi MyTelkomsel atau ketik *363*844#.

Tidak hanya Telkomsel, tapi XL Axiata dan Tri pun merilis kuota internet belajar online. Tri Indonesia misalnya. Mereka menyiapkan ekosistem produk dan jaringan untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah.

Salah satunya adalah seluruh pelanggan perdana serta paket AlwaysOn ada tambahan kuota untuk mengakses aplikasi e-learning hingga 30 hari. Aplikasi yang bisa diakses seperti Google Classroom, Ruangguru, Edmodo, serta Zenius.


Chief Commercial Officer Tri Indonesia, Dolly Susanto, menyatakan program ini untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan cara belajar di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selain itu pelanggan Tri juga bisa menukarkan poin BonsTri miliknya dengan voucher potongan 50 persen untuk platform Ruangguru.

"Untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan cara-cara belajar di era adaptasi kebiasaan baru, kami telah mempersiapkan ekosistem produk yang bisa bermanfaat bagi para pelajar. Tidak hanya ekosistem produk, kami juga terus meningkatkan kualitas jaringan untuk menjadikan kegiatan belajar mengajar online lebih lancar,” ungkapnya.

Sementara itu XL Axiata juga merilis dua paket sekaligus bernama Xtra Conference dan Xtra Edukasi. Kedua paket bisa didapatkan melalui aplikasi myXL yang sudah bisa diunduh di Play Store dan App Store.

Pada Xtra Conference dibanderol mulai dari Rp2 ribu untuk 2GB dengan masa berlaku 1 hari, Rp4 ribu (5GB masa berlaku 3 hari), Rp10 ribu (15GB masa 7 hari). Paket ini bisa digunakan untuk mengakses lima aplikasi yakni Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, dan Google Classroom.

Untuk pake Xtra Edukasi terdapat tiga varian harga paket, yakni Rp1.000 (2GB masa berlaku 1 hari), Rp2.500 (5GB masa berlaku 3 hari), dan Rp7.500 (15GB masa berlaku 7 hari).

Pelanggan XL bisa menggunakannya untuk mengakses aplikasi dan website pemerintah yang ada untuk membantu belajar dari rumah serta aplikasi Ruangguru, Zenius, dan Sekolahmu. Xtra Edukasi juga bisa dimanfaatkan p[ara mahasiswa untuk mengakses materi kuliah online di 39 universitas negeri maupun swasta di Indonesia.

Karena pandemi COVID-19 belum hilang, maka masyarakat membutuhkan paket kuota internet yang tidak memberatkan dan tentunya sesuai kebutuhan. Untuk itulah kami menghadirkan dua paket khusus ini," jelas Chief Sales Officer XL Axiata, Octavia Kurniawan. (*)

Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

Admin 8/05/2020
Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Pandemi corona memaksa para siswa bersekolah secara online dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyiapkan tiga tips agar kegiatan pembelajaran jarak jauh (PPJ) lebih maksimal. 

Pertama, orang tua perlu memantau siswa selama kegiatan PJJ berlangsung dan membangun interaksi yang positif dengan para guru. Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.


Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp agar tetap terkoneksi dengan guru dan para orang tua siswa lainnya. Orang tua siswa dan guru bisa berdiskusi terkait penyampaian progres pembelajaran online siswa di rumah.

Pada kegiatan PJJ, peranan orang tua menjadi penting untuk memastikan proses berjalan dengan baik sehingga adaptive learning bisa menjadi optimal.

Kedua, orang tua harus membimbing para siswa untuk menggunakan berbagai fitur teknologi pada platform atau aplikasi yang digunakan selama PJJ. 

Aplikasi pembelajaran maupun video meeting biasanya memiliki fitur kamera, microphone, kolom komentar, hingga merekam proses diskusi belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. 

Namun, tak semua siswa mahir menggunakan fitur-fitur tersebut. "Bapak dan ibu (siswa) harus membiasakan anak untuk berbicara di depan kamera, cara menggunakan fitur mute, dan sebagainya. Itu harus dipelajari bersama-sama," ujar Yasser. 

Ketiga, para guru perlu mendorong kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Konsultan Psikologi & Coach Trainer Achsinfina H. Sinta mengatakan salah satu permasalahan dalam PPJ yaitu suasana yang tidak kondusif karena belajar dari rumah. 

"Peran guru sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif melalui inovasi ataupun metode pembelajaran yang baru, misalnya lewat kegiatan belajar sambil bermain," ujar Achsinfina. 


Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan dari rumah dengan dibantu aplikasi digital. Setidaknya terdapat 4.183.591 guru/dosen yang mengajar melalui metode pembelajaran jarak jauh. 

Dari jumlah tersebut, para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah paling banyak mengajar dari rumah. Jumlahnya mencapai 1.702.377 guru. 

Kemudian pengajar Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diikuti dengan 895.799 guru. Pembelajaran jarak jauh menekankan pada tatap muka virtual antara pengajar dengan murid. (Sumber; katadata.co.id)