Showing posts with label Format Penilaian. Show all posts
Showing posts with label Format Penilaian. Show all posts

4 Jenis Skala Penilaian Terhadap Pemberian Nilai Siswa

4 Jenis Skala Penilaian Terhadap Pemberian Nilai Siswa

BlogPendidikan.net
 - Pemberian nilai terhadap siswa dari hasil ujian baik ulangan harian ataupun ulangan semester, ada yang memberikan nila capaian 10 jika jawaban benar semua, dan ada juga yang memberikan nilai 100 jika benar semua. Perlu Anda tahu bahwa pemberian nilai berdasarkan skala penilaian juga menentukan motivasi siswa, mengambil skala penilaian 1-10 berbeda yang dirasakan siswa dengan skala penilaian 10-100.
Untuk lebih memahami dibawah ini BlogPendidikan.net akan menjelaskan secara singkat 4 jenis pemberian nilai kepada siswa berdasarkan skala penilaian. Apa Saja!

Ada cara yang digunakan untuk mengambil rata-rata dari huruf, yaitu dengan mentransfer nilai huruf tersebut menjadi nilai angka dahulu. Yang sering digunakan, satu nilai huruf itu mewakili satu rentangan nilai angka. Contohnya adalah sebagai berikut:
Apa saja jenis penilaian yang dipakai guru saat memberikan nilai kepada siswa, berikut penjelasannya :

1. Menggunakan Skala Bebas

Skala bebas adalah skala yang tidak tetap, Adakalanya skor tertinggi 20, lain lagi 25, 50 dan yang lainnya. Semua tergantung dari banyak dan bentuk soal. Jadi angka tertinggi dan skala yang digunakan tidak selalu sama.

2. Menggunakan Skala 1 – 10

Pada umumnya para guru cenderung menggunakan skala 1 – 10 dalam memberikan penilaian terhadap siswa. Ini berarti bahwa siswa yang mendapat nilai 10 adalah nilai yang tertinggi.
3. Menggunakan Skala 1 – 100

Dengan menggunakan skala 1 – 10 maka bilangan bulat yang ada masih menunjukkan penilaian yang agak kasar. Sebenarnya ada hasil prestasi yang berada di antara kedua angka bulat itu. Untuk itulah maka dengan menggunakan skala 1 – 100 dimungkinkan melakukan penilaian yang lebih halus karena terdapat 100 bilangan bulat. Misalnya angka 6,4  dalam skala 1 – 10 biasanya dibulatkan menjadi 6, tetapi dalam skala 1 – 100 angka ini dituliskan angka bulat 64. 
4. Menggunakan Skala huruf

Selain menggunakan angka, pemberian nilai dapat dilakukan dengan huruf  A, B, C, D dan E. Jarak antara huruf  A dan B tidak dapat digambarkan sama dengan jarak antara B dan C, atau antara C dan D. 

Penggunaan huruf dalam penilaian akan terasa lebih tepat digunakan karena tidak ditafsirkan sebagai arti perbandingan. Huruf tidak menggambarkan kuantitas, tetapi dapat digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan kualitas. 

Oleh karena itu, dalam mengambil jumlah atau rata-rata akan dijumpai kesulitan. Padahal dalam pengisian rapor kita tidak lepas dari pekerjaan mengambil rata-rata. 

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. 

Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran.
Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.
Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang kumpulan format penilaian yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang terdiri dari: Penilaian Pengetahuan, Penilaian Sikap dan Penilaian Keterampilan. Anda juga bisa menggunakan format ini sebagai acuan dalam membuat daftar penilaian siswa.
Berikut Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 dapat Aanda unduh pada tautan dibawah ini.

1. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI
2. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI

Contoh Format Penilaian Sikap Siswa dan Bentuk Penilaiannya

BlogPendidikan.net - Salah satu komponen penilaian terhadap peserta didik adalah penilaian sikap, yang sudah termasuk dalam tiga komponen penilaian siswa. Penilaian sikap sangatlah penting untuk menanamkan karakter baik terhadap siswa.

Penilaian sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap.
Baca Juga: Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru
Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.

Contoh Format Penilaian Sikap Siswa dan Bentuk Penilaiannya

Teknik dan Bentuk Penilaian Sikap Yang Terdiri Atas :

1. Observasi

Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.
Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi atau jurnal tersebut berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan pengamatan dari perilaku siswa yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku siswa
yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut. Catatan tersebut disusun berdasarkan waktu kejadian.

Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku peserta didik dalam suatu rentangan sikap.
2. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang
disertai rubrik.

Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena. Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.
3. Penilaian Antar Peserta Didik

Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antar peserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

4. Jurnal

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat. sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal  adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang.
Untuk lebih memahami silahkan Anda unduh contoh format Penilaian Sikap Siswa pada link >>> DISINI

Demikian penjelasan dalam artikel ini semoga bermanfaat buat Anda sebagai bahan acuan dalam penyusunan Penilaian Sikap Siswa. Terimakasih dan jangan lupa berbagi.

Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru

BlogPendidikan.net
 - Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang tujuannya untuk membantu menciptakan guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas seperti yang diharapkan undang-undang tentang guru dan dosen pada saat proses mengajar yang terjadi di kelas maupun di luar kelas.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Adanya revisi terbaru kurikulum 2013, para guru harus menyesuaikan dalam pembuatan dan penyusunan Buku Kerja Guru. Format, komponen dan sistematika tiap-tiap instrumen pada buku kerja tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Instrumen yang mengalami perubahan yang sangat signifikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP, Standar Kompetensi Lulusan atau SKL dan Silabus Pembelajaran.

Berikut ini adalah Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru dalam Buku Kerja 4 Guru:

Buku Kerja Guru 4 Terdiri Atas :
  1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
  2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
Untuk lebih memahami tentang  Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru Download >>> (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

* buku kerja tersebut bisa anda ubah sesuai nama, dan alamat sekolah Anda

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Keterampilan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

Contoh Format Penilaian Keterampilan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

BlogPendidikan.net
- Kompetensi keterampilan terdiri atas keterampilan abstrak dan 
keterampilan konkret. Penilaian kompetensi keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan lima hal, yaitu unjuk kerja, projek, produk, portofolio, dan tertulis.

Penilaian keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar.  Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat. Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian,  pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.

Bentuk Penilaian Keterampilan Terdiri Atas :

1. Tes Praktik

Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.

Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik :
  • Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik. 
  • Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai. 
  • Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar. 
  • Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian. 
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
  • Menguji cobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat. 
  • Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba. 
  • Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik.
2. Penilaian Produk

Adapun penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk, teknologi, dan seni, seperti makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor AC/DC dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan dan gambar),
dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam.

3. Penilaian Projek

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas.

Baca Juga : 
Pada penilaian proyek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

Langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian proyek :
  • Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui proyek. 
  • Penilaian proyek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proyek. 
  • Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi. 
  • Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
  • Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual. 
  • Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
4. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru.Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian portofolio :
  • Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dinilai pencapaiannya melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada peserta didik. 
  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai pencapaiannya melalui penilaian portofolio.
  • Menjelaskan tentang tujuan penggunaan, macam dan bentuk serta kriteria penilaian dari kinerja dan atau hasil karya peserta didik yang akan dijadikan  portofolio. Penjelasan disertai contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan. 
  • Menentukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian portofolio ditentukan oleh guru atau guru dan peserta didik. 
  • Menentukan format pendokumentasian hasil penilaian portofolio, minimal memuat topik kegiatan tugas portofolio, tanggal penilaian, dan catatan pencapaian (tingkat kesempurnaan) portofolio. 
  • Menyiapkan map yang diberi identitas: nama peserta didik, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran sebagai wadah pendokumentasian portofolio peserta didik.
Untuk contoh format penilaian keterampilan 1 >>> LIHAT DISINI

Untuk contoh format penilaian keterampilan 2 >>> LIHAT DISINI

Demikian tulisan ini contoh format penilaian keterampilan kurikulum 2013. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Tentang Penilaian Keterampilan Beserta Contoh Format Penilaiannya Sesuai Kurikulum 2013

Tentang Penilaian Keterampilan Beserta Contoh Format Penilaiannya Sesuai Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilaian kinerja, penilaian proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100, predikat, dan deskripsi.

Penilaian keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat. Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.


Bentuk Penilaian Keterampilan Terdiri Atas :

1. Tes Praktik

Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.

Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik :
  • Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik. 
  • Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai. 
  • Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar. 
  • Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian. 
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
  • Menguji cobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat. 
  • Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba. 
  • Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik.
2. Penilaian Produk

Adapun penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk, teknologi, dan seni, seperti makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor AC/DC dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan dan gambar),
dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam.

3. Penilaian Projek

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas.

Baca Juga : 
Pada penilaian proyek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

Langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian proyek :
  • Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui proyek. 
  • Penilaian proyek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proyek. 
  • Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi. 
  • Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
  • Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual. 
  • Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
4. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian portofolio :
  • Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dinilai pencapaiannya melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada peserta didik. 
  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai pencapaiannya melalui penilaian portofolio.
  • Menjelaskan tentang tujuan penggunaan, macam dan bentuk serta kriteria penilaian dari kinerja dan atau hasil karya peserta didik yang akan dijadikan  portofolio. Penjelasan disertai contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan. 
  • Menentukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian portofolio ditentukan oleh guru atau guru dan peserta didik. 
  • Menentukan format pendokumentasian hasil penilaian portofolio, minimal memuat topik kegiatan tugas portofolio, tanggal penilaian, dan catatan pencapaian (tingkat kesempurnaan) portofolio. 
  • Menyiapkan map yang diberi identitas: nama peserta didik, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran sebagai wadah pendokumentasian portofolio peserta didik.
Untuk contoh format penilaian keterampilan 1 >>> LIHAT DISINI

Untuk contoh format penilaian keterampilan 2 >>> LIHAT DISINI

Demikian artikel ini Tentang Penilaian Keterampilan Beserta Contoh Format Penilaiannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih