Showing posts with label Guru Abad 21. Show all posts
Showing posts with label Guru Abad 21. Show all posts

10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Teknologi dan Informasi

10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Teknologi dan Informasi

BlogPendidikan.net
- Pada zaman sekarang terjadi perubahan strategi dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru  dari cara yang tradisional kini mengarah pada pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. 

Akan tetapi proses transisi dari lingkungan kelas yang menerapkan cara tradisional ke cara digital sangat bervariasi tergantung  pada cara guru dan sekolah yang bersangkutan dalam merespon dan mengaplikasikannya. 


Berikut ini ada 10 Bentuk Metode Pembelajaran Masa Kini Yang Melibatkan Penggunaan Teknologi dan Informasi yang cocok diterapkan pada siswa masa kini, sebagai berikut:

1. Presentation (Presentasi)

Pada kegiatan presentasi, guru atau siswa menyebarkan informasi yang diperoleh melalui sumber informasi berupa guru, siswa, buku teks, internet, audio, video, dan lain sebagainya. Presentasi interaktif melibatkan pertanyaan dan komentar  di antara guru dan siswa sebagai anggota keseluruhan kelas atau dalam kelompok kecil. 

Bentuk integrasi metode presentasi dapat dilihat melalui sejumlah sumber daya  teknologi yang digunakan dapat meningkatkan kualitas penyajian informasi. Sebagai  contoh siswa dapat menggunakan aplikasi microsoft power point untuk menampilkan  hasil rangkuman hasil tulisan taks dan menyajikan video maupun gambar sekaligus  dalam satu tampilan presentasi. 

2. Demontrastion (Demonstrasi)

Pada metode demonstrasi, siswa mempelajari pandangan dari suatu  keterampilan atau prosedur yang harus dipelajari. Demonstrasi dapat diterapkan pada  seluruh anggota kelas, kelompok kecil, atau individu yang membutuhkan sedikit  penjelasan tambahan tentang bagaimana melakukan suatu tugas. Tujuan demonstrasi  bagi siswa adalah untuk meniru kinerja fisik, seperti menggunakan alat ukur angin digital, atau untuk mengadopsi sikap yang dicontohkan guru sebagai bentuk  keteladanan. 


Demonstrasi mengizinkan siswa untuk bertanya dan menjawab  pertanyaan selama pembelajaran aktif berlangsung. Bentuk integrasi metode demonstrasi dapat ditingkatkan melalui penggunaan peralatan teknologi seperti  kamera digital. Kamera video digital dapat digunakan untuk merekam demonstrasi  selama atau sebelum kelas berlangsung.

3. Drill and Practice (Latihan terus menerus dan Praktik) 

Peserta didik menyelesaikan latihan latihan untuk menyegarkan atau  meningkatkan kapasitas isi pengetahuan dan keterampilan. Strategi penggunaan drill and practice ini mengasumsikan bahwa siswa telah menerima beberapa instruksi  tentang konsep, prinsip, atau prosedur tertentu dari guru sebelumnya. Agar efektif  latihan terus menerus dan praktik harus diikuti umpan balik untuk menguatkan  jawaban benar dan memperbaiki jawaban salah yang mungkin dilakukan siswa.

Bentuk integrasi dari metode ini dengan penggunaan teknologi adalah banyak aplikasi  komputer yang ditawarkan kepada siswa memberikan kesempatan untuk mengingat  kembali dan melakukan praktik atas pengetahuan maupun keterampilannya. 

4. Tutorial 

Tutorial merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja sama  dengan orang lain yang lebih ahli, atau perangkat lunak komputer tercetak khusus yang  menyajikan konten/isi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta tanggapan  peserta, menganalisis tanggapan, memberikan umpan balik yang sesuai, dan  memberikan latihan sampai pelajar menunjukkan tingkat kemandirian yang telah  ditentukan. 


Siswa belajar melalui latihan dengan pemberian umpan balik setelah setiap  bagian kecil selesai dilakukan. Integrasi dari bentuk metode ini dengan teknologi  adalah pengaturan tutorial termasuk instruktur untuk pelajar, pelajar untuk pelajar,  komputer untuk pelajar, cetak untuk pelajar

5. Discussion (Diskusi)

Sebagai sebuah strategi pembelajaran, tutorial melibatkan pertukaran ide dan  pendapat di antara siswa atau di antara siswa dan guru. Diskusi akan efektif bila  dilakukan dengan cara mengenalkan topik pembicaraan yang baru atau lebih mendalam  sampai konsep dasar. Integrasi antara metode diskusi dengan teknologi adalah  teknologi mendukung diskusi menjadi metode yang dikenal di kelas seperti saat ini  seperti metode yang memperluas percakapan di luar kelas.

6. Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)

Merupakan sebuah strategi kelompok dimana siswa bekerja sama untuk saling  membantu dalam belajar. Integrasi dari metode ini adalah siswa dapat belajar tidak  hanya berdiskusi maslah materi task dan menonton media, tapi juga menghasilkan  media. Sebagai contoh siswa dapat mendesain dan menghasilkan sebuah podcast,  video, atau powerpoint atau prezi presentasi.

7. Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)

Melalui penggunaan pembelajaran berbasis masalah, siswa secara aktif akan  mencari solusi untuk masalah-masalah terstruktur atau tidak terstruktur yang terletak  di dunia nyata. Masalah terstruktur memberikan siswa pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin menjadi jawaban atas permasalahan yang ada. Integrasi dari metode  ini dengan teknologi adalah banyaknya aplikasi komputer yang menyediakan dan  mendukung pembelajaran berbasis masalah. Sebagai contoh aplikasi microsoft access dan excel yang mengizinkan siswa untuk mengembangkan dan menjelajahi data sets  untuk menemukan jawaban menggunakan rumus fungsi. 


8. Games (Permainan)

Permainan pendidikan menyediakan sebuah lingkungan yang kompetitif  di mana siswa mengikuti aturan yang ditentukan saat mereka berusaha untuk mencapai  tujuan yang menantang dan menghadirkan siswa dengan pemahaman yang jelas  tentang apa yang mungkin merupakan jawaban yang tepat. Permainan seri meminta  siswa untuk menggunakan ketrampilan memecahkan masalah dalam mencari solusi atau untuk mendemonstrasikan penguasaan konten spesifik yang menuntut tingkat  akurasi dan efisiensi yang tinggi. Integrasi dari metode ini dengan teknologi adalah  beberapa permainan menggunakan tujuan pendidikan, seperti permainan puzzle dan  sudoku.

9. Simulations (Simulasi)

Metode simulasi mengizinkan siswa untuk berada pada situasi nyata. Integrasi  dari metode simulasi dengan teknologi adalah kemampuan interpersonal dan  percobaan laboratorium pada fisika ilmu pengetahuan alam merupakan contoh subjek simulasi.

10. Discovery (Penemuan)

Strategi penemuan digunakan sebuah induktif, atau penemuan mandiri.  Integrasi dari metode discovery dengan teknologi adalah ada beberapa variasi cara  bahwa teknologi instruksional dan media dapat membantu mengenalkan discovery  maupun inkuiri. 

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

BlogPendidikan.net
- Perubahan paradigma pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena berbagai informasi terkini senantiasa mengalir kepada siswa atas kerja keras yang dilakukannya. Bahwa di luar itu ada media lain yang membantu siswa bukan berarti peran guru harus ditiadakan.

Harus diakui dalam maraknya arus informasi pada masa kini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi tetapi merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian, perannya di dalam proses pendidikan masih tetap diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik. 
Oleh karena itu, pada hakekatnya guru itu dibutuhkan oleh setiap orang dan semua orang sangat mengharapkan kehadiran citra guru yang ideal di dalam dirinya. Untuk itu, guru akan lebih tetap berperan sebagai pendidik sekaligus berperan sebagai manager atau fasilitator pendidikan, sehingga guru harus sanggup merencanakan, melaksanakan dan mengawasi sumber daya pendidikan agar supaya peserta didik dapat belajar secara produktif.

Sesuai dengan Undang-udang, guru dan dosen harus mempunyai berbagai kompetensi, diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. 

Disamping empat kompetensi tersebut, dalam membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi di abad ke 21 ini guru juga harus mempunyai kecakapan utama.

Berikut 9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21 :

1. Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi

Sebagai seseorang yang dapat ditiru, apapun yang dikerjakan dan diucapkan harus dapat dipercaya oleh orang lain. Dalam menjalankan tanggung jawab pribadi mempunyai fleksibilitas secara pribadi, pada tempat kerja, maupun dalam hubungan dengan masyarakat sekitarnya. 

Disamping itu guru harus mampu menetapkan dalam mencapai standar dan tujuan yang tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, dan yang tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu memaklumi kerancuan yang dilakukan oleh anak didiknya.

2. Kecakapan Berkomunikasi

Kecakapan yang kedua ini sangat penting bagi guru. Betapapun pintarnya seorang guru jika tidak mempunyai kecakapan ini maka tidak akan mampu mentransfer ilmu kepada anak didiknya. 

Kecakapan ini meliputi : memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi baik secara lisan, tulisan, maupun menggunakan multimedia.

3. Kreatifitas dan Keingintahuan Intelektual

Selama ini pembelajaran yang dilakukan guru berlangsung monoton. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kreatifitas dan keingintahuan intelektual guru. Dia mengajar hanya bermodalkan teori keguruan yang ia peroleh sekian puluh tahun yang lalu.

Baca Juga : 8 Hal Yang Patut Diketahui Oleh Guru Dalam Penilaian Portofolio Siswa

Kecakapan kreatifitas dan keingintahuan intelektual tersebut mencakup : mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

4. Berpikir Kritis dan Berpikir dalam Sistem

Kecakapan berpikir kritis merupakan proses berpikir dan bertindak berdasarkan fakta yang telah ada, apapun yang akan dilakukan dimulai dari identifikasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dari suatu perbuatan tersebut, berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit serta selalu memahami dan menjalin interkoneksi antara sistem.

5. Kecakapan Melek Informasi dan Media

Agar proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas menarik dan menantang, maka di era globalisasi dan tanpa batas seperti sekarang ini guru harus mampu menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media.

6. Kecakapan Hubungan Antar Pribadi dan Kerjasama

Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru juga dituntut harus mampu menunjukkan kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, mampu bekerja secara produktif dengan yang lain, mampu menempatkan empati pada tempatnya, serta mampu menghormati perspektif yang berbeda dengan pendiriannya.

7. Identifikasi Masalah, Penjabaran, dan Solusi

Dalam menghadapi masalah sekecil apapun guru tidak boleh ceroboh dalam menanggapinya. Oleh sebab itu guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah dengan baik.

8. Pengarahan Pribadi

Sebagai guru tentu setiap harinya menghadapi siswa yang perilakunya bermacam-macam. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan dalam memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran, menemukan sumber-sumber belajar yang tepat, serta mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya.

9. Tanggung Jawab Sosial

Orang tua/masyarakat menyekolahkan anaknya di suatu sekolah mempunyai harapan agar anaknya berubah, baik dari segi prilaku maupun kecakapan kompetensinya. Oleh sebab itu sebagai seorang yang dituntut mempunyai kompetensi sosial, maka tanggung jawab dalam bertindak guru harus mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar, menunjukkan perilaku etis secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan antar masyarakat.