Showing posts with label Kurikulum Merdeka. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum Merdeka. Show all posts

KemendikbudRistek: Kurikulum Merdeka Tidak Boleh Dipaksakan, Sekolah Punya 3 Opsi Pilihan

KemendikbudRistek: Kurikulum Merdeka Tidak Boleh Dipaksakan, Sekolah Punya 3 Opsi Pilihan

BlogPendidikan.net
 - Kemendikbudristek melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Setditjen Diksi) Wartanto meluruskan isu terkait dengan Kurikulum Merdeka yang harus diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023.

Wartanto menekankan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka tidak boleh dipaksakan. Sebab, penerapan Kurikulum Merdeka di setiap satuan pendidikan bergantung pada kesiapan dan kondisi sekolah tersebut.

"Oleh karena itu, Kemendibudristek telah menyiapkan tiga kurikulum, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka. Sekolah dapat memilih kurikulum mana yang sesuai dengan kondisi sekolah," jelasnya, dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Jumat (29/7/2022).

Penerapan Kurikulum Merdeka Tidak Wajib

Lebih lanjut Wartanto menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun pemerintah daerah (pemda) juga tidak boleh menekan sekolah untuk menggunakan jenis kurikulum tertentu.
"Itu tidak diwajibkan karena semuanya tergantung kondisi sekolah. Pemda hanya wajib mendorong kepala sekolah dan guru untuk melakukan refleksi kesiapan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum Mereka tidak menunjukkan kinerja daerah. Penerapan Kurikulum Merdeka semata berdasar kesiapan dan kondisi sekolah," jelasnya.

Namun, Wartanto juga mendorong agar satuan pendidikan segera menggeser paradigma pembelajaran supaya lebih maju dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum sekolah yang mengacu pada pertumbuhan bakat dan minat peserta didik.

Dengan kurikulum ini, peserta didik dapat memilih pelajaran yang ia kehendaki sesuai minat dan bakatnya dengan pendekatan pembelajaran pembelajaran berbasis proyek atau project base learning (PBL).
"Dengan pendekatan ini, masa depan anak didik tidak ditentukan sekolah, tapi oleh anak itu sendiri," tekan Wartanto.

Keunggulan dari Kurikulum Merdeka

Sesditjen Diksi menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan dalam pembelajaran yang berorientasi pada murid, yakni:
  1. Kurikulum Merdeka lebih sederhana dan mendalam, artinya kurikulum ini hanya berfokus pada materi yang esensial untuk tumbuh kembang depan anak didik.
  2. Kurikulum lebih merdeka karena tidak ada jurusan pada siswa Sekolah Menengah Atas. Sebaliknya, peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya.
  3. Kurikulum Merdeka lebih relevan dan interaktif, pembelajaran dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis proyek di dalam kelas.
Guru juga diberikan keleluasaan dalam mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Ia mencontohkan, di pembelajaran bidang pertanian, peserta didik tingkat PAUD diajarkan mengenal tanaman. Sementara itu, anak didik di tingkat SMP sudah diajarkan cara menanam.

"Artinya, pembelajaran itu sesuai dengan fase peserta didik," ujar Wartanto.

Dengan demikian, peserta didik mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan saat lulus sekolah, seperti bekerja dalam kelompok dan menghasilkan suatu karya.

Solusi dan Kendala Penerapan Kurikulum Merdeka

Untuk mempermudah siswa, guru, dan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek meluncurkan platform Merdeka Mengajar.
Wartanto menuturkan bahwa platform Merdeka Mengajar ini tak hanya bisa membantu guru ketika mengalami kesulitan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga dapat mengambil materi pembelajaran.

"Ayo, para guru, manfaatkan platform Merdeka Mengajar. Di sana ada banyak materi yang bisa dipelajari dan digunakan dalam pembelajaran," tuturnya.

Bagi sekolah yang sudah mengajukan diri atau mendaftar untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek menyiapkan tiga jalur yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

1. Jalur Kurikulum Merdeka Belajar Mandiri

Jalur ini tidak ada bimbingan teknis. Kemendikbudristek hanya mendorong satuan pendidikan untuk memanfaatkan komunitas belajar di berbagai wilayah untuk menjadi ruang berdiskusi dan berkonsultasi.

2. Jalur Kurikulum Merdeka Berubah

Di jalur ini, sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013, tetapi juga dapat memasukan sebagian unsur Kurikulum Merdeka.

3. Jalur Kurikulum Merdeka Berbagi

Sekolah dapat menyusun bahan ajar sendiri dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Sebagai informasi, Kemdikbudristekdikti juga mempersilakan sekolah yang tidak memiliki fasilitas apapun untuk tetap bisa menggunakan Kurikulum Merdeka, asalkan satuan pendidikan siap secara sukarela.

Sumber: www.detik.com tautan https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6205970/sekolah-punya-3-opsi-kemdikbud-kurikulum-merdeka-tidak-boleh-dipaksakan

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD

BlogPendidikan.net
 - Modul projek sebagai penguatan profil pelajar Pancasila 
merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul projek profil yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik. 

Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan.

Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul projek profil sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul projek profil yang disediakan Pemerintah sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik. 
Oleh karena itu, pendidik yang menggunakan modul projek profil yang disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun modul projek profil.

Pengertian P5 dalam Kurikulum Merdeka

P5 merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Sedangkan Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Dengan kurikulum ini, dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Penjelasan P5 dalam Kurikulum Merdeka yaitu kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan P5 tentu juga dilakukan lebih fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
Contoh Tema P5 diantaranya materi Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi dan banyak lagi.

Pelaksanaan P5 dalam Pembelajaran
  1. Kegiatan kokurikuler berbasis projek
  2. Dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
  3. Pelaksanaanya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
  4. Dirancang terpisah dari intrakurikuler (Tujuan, muatan, dan kagiatan pembelajaran projek profil tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler)
  5. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran berbasis projek di kegiatan mata pelajaran (intrakurikuler).

Pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP), sementara projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila.

Komponen Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Modul projek profil dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. 
Modul projek profil pada dasarnya memiliki komponen sebagai berikut:

Profil Modul:

• Tema dan topik atau judul modul
• Fase atau jenjang sasaran
• Durasi kegiatan

Tujuan:
 
• Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek profil
• Rubrik pencapaian berisi rumusan kompetensi yang sesuai dengan
fase peserta didik (Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah)

Aktivitas:
 
• Alur aktivitas projek profil secara umum
• Penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmennya 

Asesmen:

Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek profil
Berikut ini akan disajikan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan 7 tema pokok utama dalam projek.

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Suara Demokrasi" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Kewirausahaan" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Kearifan Lokal" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Bhineka Tunggal Ika" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Berkarya dan Berteknologi Membangun NKRI" >>> UNDUH
Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD Tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya" >>> UNDUH

Demikian artikel tentang tentang Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Untuk Jenjang SD. Semoga bermanfaat.

Kurikulum Merdeka Batal Diterapkan, Cek Infonya Disini

Kurikulum Merdeka Batal Diterapkan, Cek Infonya Disini

BlogPendidikan.net
- Saat ini masih muncul anggapan bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan di sekolah-sekolah. 
Anggapan Kurikulum Merdeka dibatalkan bukan tanpa sebab, diduga minimnya sosialisasi dan kurang masifnya sekolah yang menerapkan jadi keraguan sejumlah pihak.

Sejak dikeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka hingga saat ini sekolah yang menerapkannya belum masif. Saat ini memang belum banyak yang menerapkan, sekolah-sekolah Kurikulum Merdeka akan diterapkan secara penuh pada tahun 2024 nanti.

Itu artinya penerapan Kurikulum Merdeka dilakukan secara bertahap hingga semua sekolah bisa menerapkannya secara penuh. Masyarakat dan tenaga pendidik memang masih banyak yang bingung dan bertanya tentang implementasi Kurikulum Merdeka.
Bahkan, entah dari mana info itu berasal, banyak yang beranggapan bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan di satuan pendidikan SD hingga SMA atau sederajat.

Ketidakpastian informasi mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka diduga jadi pemantik isu itu mencuat. Termasuk ketidaksiapan satuan pendidikan dalam menerapkannya secara luas.

Untuk diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Sejak keraguan masyarakat dan tenaga pendidik munclul, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuat penegasan bahwa Kurikulum Merdeka tidak akan dibatalkan.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Menurut Anindito Aditomo memastikan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana.

Memang pemerintah tidak memberikan penekanan pada tahun ajaran 2022/2023 ini, lebih pada pilihan masing-masing sekolah.

“Mulai tahun ajaran 2022/2023 ini, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih secara sukarela oleh satuan pendidikan,” kata Anindito Aditomo.

Meski demikian, pihaknya memastikan penerapannya sudah dilakukan di banyak sekolah. Berdasarkan data yang masuk sudah ada 140 ribu satuan pendidikan yang menjalankannya tahun ini.
Jumlah tersebut diketahui dari Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022.

Dalam SK tersebut ditandatangani pada 12 Juli 2022 yang berisi penetapan 140 ribu lebih satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

“SK tersebut merevisi SK sebelumnya karena terdapat perubahan beberapa satuan pendidikan yang melakukan refleksi dan mengubah level implementasinya, misalnya dari level mandiri belajar ke mandiri berubah atau sebaliknya,” ujar Anindito.

Lantaran masih saja muncul kabar yang beredar bahwa Kurikulum Merdeka batal diterapkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sampai mengeluarkan siaran pers resmi tertanggal 15 Juli 2022 bahwa info tersebut tidaklah benar.

Siaran Pers bernomor 413/sipers/A6/VII/2022 ini tersebut menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka akan tetap diimplementasikan sesuai dengan rencana yang sudah ada.


Cara Mendesain Pembelajaran Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka

Cara Mendesain Pembelajaran Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka

BlogPendidikan.net
- Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah 
pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. 

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya
keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial. 

Keenam dimensi tersebut adalah:

1 Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
2 Berkebinekaan global.
3 Bergotong royong.
4 Mandiri.
5 Bernalar kritis.
6 Kreatif.

Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila

1. Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam.

Oleh karenanya, setiap tema projek profil yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna.

2. Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran.

Oleh karenanya, satuan pendidikan sebagai penyelenggara kegiatan projek profil harus membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan. Tema-tema projek profil yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh dan menjawab persoalan
lokal yang terjadi di daerah masing-masing. Dengan mendasarkan projek profil pada pengalaman dan pemecahan masalah nyata yang dihadapi dalam keseharian sebagai bagian dari solusi, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan
kemampuannya.

3. Berpusat Pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. Pendidik diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi.
Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Harapannya, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan
peserta didik dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

4. Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan.

Oleh karenanya projek profil ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi peserta didikan, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Namun demikian, diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaannya, pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek profil secara
sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. 

Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam peserta didikan intrakurikuler.

Manfaat projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan profil pelajar Pancasila.
Berikut Manfaat projek penguatan profil pelajar Pancasila:

Untuk Satuan Pendidikan
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  • Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya.
Untuk Pendidik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
Untuk Peserta Didik
  • Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  • Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.
  • Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
ALUR DESAIN PERENCANAAN PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk seluruh kelas.

2 Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator mereeksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

3 Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi prol pelajar Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi waktunya. (Dimensi dan tema dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan sekolah).

4 Menyusun modul projek

Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.

5 Merancang strategi pelaporan hasil projek

Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan pelaporan hasil projek.

Selanjutnya untuk cara mendesain projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat Anda baca pada tautan akhir artikel ini.


Cara Mendesain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila >>> LIHAT DISINI

Buku Guru dan Buku Siswa Mata Pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka Kelas 4 dan 5 SD

Buku Guru dan Buku Siswa Mata Pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka Kelas 4 dan 5 SD

BlogPendidikan.net 
- Buku Panduan Guru (Buku Guru) dan Buku pegangan siswa Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk jenjang SD kelas 4 dan 5, dapat dengan mudah diunduh dengan klik tautan link yang telah terdapat di akhir laman artikel ini.

Buku Panduan Guru (Buku Guru) dan buku pegangan siswa mata pelajaran IPAS untuk jenjang SD Kelas 4 dan 5 disediakan dalam versi PDF yang merupakan salah satu bahan ajar yang mulai dibutuhkan pada pembelajaran kurikulum baru.
Penerapan Kurikulum Merdeka menjadi tujuan dalam peningkatan kualitas pembelajaran di beberapa jenjang pendidikan.

Salah satunya pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar, ditetapkannya kurikulum yang diterapkan disertai dengan beberapa program dan kegiatan yang nantinya diharapkan akan terlaksana.

Pada tahun ini, rancangan penerapan kurikulum merdeka diterapkan pada satuan pendidikan.
Kurikulum merdeka menjadi salah satu perubahan yang mulai memberikan pembaharuan pada kurikulum yang telah terlaksana sebelumnya.

Beberapa aspek mulai ditentukan yang dilengkapi dengan struktur kurikulum hingga visi dan misi serta beberapa rancangan pembelajaran.

Pada penerapan kurikulum baru tersebut yakni kurikulum merdeka, beberapa bahan ajar seperti buku guru dan buku siswa kurikulum merdeka mulai disusun dan dibutuhkan dalam terlaksananya pembelajaran.

Disesuaikan dengan buku teks kurikulum hingga beberapa mata pelajaran yang terkait, penting diketahui oleh siswa dan dewan guru.

Hal ini berguna untuk referensi pembelajaran Siswa dan bahan ajar Guru dalam memberikan materi pembelajaran.
Saat ini, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan kurikulum beserta buku teks pelajaran (buku teks utama) untuk satuan Pendidikan yang mengusung semangat merdeka belajar.

Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. 

Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya. Untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum.
Berikut link yang disediakan untuk Download Buku Panduan Guru dan Buku Pegangan Siswa Mata Pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka Kelas 4 dan 5 SD.

Buku Guru Kurikulum Merdeka Kelas 4 SD IPAS >>> DOWNLOAD
Buku Siswa Kurikulum Merdeka Kelas 4 SD IPAS >>> DOWNLOAD
Buku Guru Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD IPAS >>> DOWNLOAD
Buku Siswa Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD IPAS >>> DOWNLOAD

Demikian artikel tentang Buku Panduan Guru dan Buku Pegangan Siswa Mata Pelajaran IPAS Kurikulum Merdeka Kelas 4 dan 5 SD, semoga bermanfaat dan terima kasih telah membagikan artikel ini.

Buku Panduan Guru Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum Merdeka

Buku Panduan Guru Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Buku Panduan Guru pada mata pelajaran Matematika untuk jenjang SD kali ini dapat dengan mudah diunduh dengan klik tautan link yang telah terdapat di akhir laman artikel ini.

Buku Panduan Guru pada mata pelajaran Matematika untuk jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 disediakan dalam versi PDF yang merupakan salah satu bahan ajar yang mulai dibutuhkan pada pembelajaran kurikulum baru.
Penerapan Kurikulum Merdeka menjadi tujuan dalam peningkatan kualitas pembelajaran di beberapa jenjang pendidikan.

Salah satunya pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar, ditetapkannya kurikulum yang diterapkan disertai dengan beberapa program dan kegiatan yang nantinya diharapkan akan terlaksana.

Pada tahun ini, rancangan penerapan kurikulum merdeka diterapkan pada satuan pendidikan.
Kurikulum merdeka menjadi salah satu perubahan yang mulai memberikan pembaharuan pada kurikulum yang telah terlaksana sebelumnya.

Beberapa aspek mulai ditentukan yang dilengkapi dengan struktur kurikulum hingga visi dan misi serta beberapa rancangan pembelajaran.

Pada penerapan kurikulum baru tersebut yakni kurikulum merdeka, beberapa bahan ajar seperti buku guru dan buku siswa kurikulum merdeka mulai disusun dan dibutuhkan dalam terlaksananya pembelajaran.

Disesuaikan dengan buku teks kurikulum hingga beberapa mata pelajaran yang terkait, penting diketahui oleh siswa dan dewan guru.

Hal ini berguna untuk referensi pembelajaran Siswa dan bahan ajar Guru dalam memberikan materi pembelajaran.
Saat ini, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan kurikulum beserta buku teks pelajaran (buku teks utama) untuk satuan Pendidikan yang mengusung semangat merdeka belajar.

Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. 

Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya. Untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum.

Berikut link yang disediakan untuk download Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum Merdeka.

Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 1 >>> DOWNLOAD
Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 2 >>> Vol 1 DOWNLOAD Vol 2 DOWNLOAD
Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 3 >>> DOWNLOAD
Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 4 >>> Vol 1 DOWNLOAD Vol 2 DOWNLOAD
Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 5 >>> Vol 1 DOWNLOAD Vol 2 DOWNLOAD
Buku Panduan Guru Mapel Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 6 >>> DOWNLOAD

Demikian artikel tentang Buku Panduan Guru Matematika Untuk Jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Kurikulum Merdeka, semoga bermanfaat