Perbedaan Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi

Perbedaan Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi

BlogPendidikan.net
- Melihat sepintas dari judul artikel diatas, terlihat tidak jauh perbedaannya, namun dari masing-masing hal diatas memiliki pengertian yang berbeda-beda dan cara penempatan penggunaan istilah Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi serta instrumen yang digunakan. Mari kita bahas satu persatu dari empat istilah tersebut.

Pengukuran

Istilah pengukuran sering kita dengar dan dilakukan dalam aktivitas sehari-hari di berbagai aspek kehidupan. Contohnya ketika seseorang akan membuat pakaian maka penjahit akan mengukur berapa tinggi badan, lingkar pinggang, lebar bahu, dan sebagainya. Begitu juga ketika seseorang sakit dan pergi ke dokter, maka perlu pengukuran tensi darah, berat badan, atau tinggi badan untuk mendiagnosa penyakitnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengukuran adalah proses, cara, perbuatan mengukur. Sedangkan mengukur adalah menghitung ukurannya (panjangnya, luasnya, lebarnya, besarnya, dsb.) dengan alat tertentu. 

Contohnya mengukur massa dengan timbangan, mengukur waktu dengan stopwatch/jam, mengukur kecepatan dengan spidometer, mengukur suhu dengan termometer, mengukur kuat arus listrik dengan ampere meter, dan lain sebagainya, dimana pengukuran ini bersifat kuantitatif yaitu berupa angka atau bilangan.

Sementara pengukuran dalam pendidikan adalah kegiatan menentukan kuantitas suatu objek, menggunakan alat ukur dengan standar dan aturan tertentu. Objek disini bisa mengandung arti guru, peserta didik, papan tulis, gedung sekolah, meja belajar dll. 

Beberapa objek pengukuran dalam bidang pendidikan antara lain:
  1. Prestasi hasil belajar siswa diukur menggunakan tes.
  2. Sikap diukur dengan instrument skala likert, skala thurstone, dan semantik diferensial.
  3. Motivasi diukur dengan instrument berbentuk skala yang dikembangkan dari berbagai teori motivasi.
  4. Intelegensi diukur dengan tes Binet Simon, tes Stanford Binet, tes intelegensi multiple, dan tes Wechsler.
  5. Kecerdasan Emosional dapat diukur dengan instrumen yang dikembangkan dari teori emosional.
  6. Minat diukur dengan instrumen minat.
  7. Kepribadian diukur menggunakan tes Q-sort.
Penilaian

Penilaian berkaitan dengan pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai. Nilai tidak terlepas dari skor, dimana skor merupakan jumlah jawaban yang benar dalam mengerjakan soal. Sedangkan nilai menurut Arikunto merupakan ‘ubahan dari skor hasil pengukuran menurut acuan dan skala tertentu’.

Misalnya: Doni siswa SDN 1 Tasikmalaya dapat mengerjakan soal dengan benar sebanyak 22 butir soal dari 30 butir soal yang diujikan dengan skala penilaian 0-100 dan acuan standar minimal adalah 60. Maka nilai siswa tersebut adalah (22/30) X 100= 73. Karena nilainya lebih besar dari acuan yang telah ditentukan, maka penilaiannya dinyatakan lulus. 

Berdasarkan contoh di atas, acuan merupakan batas lulus atau standar kriteria kelulusan. Sedangkan skala merupakan batasan nilai terendah sampai tertinggi. Maka dari itu penilaian merupakan suatu keputusan “lulus-tidak lulus”, “baik-buruk”, “memuaskan-tidak memuaskan”, dan “berhasil-gagal”.

Penilaian proses belajar merupakan suatu kegiatan menilai kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pengajaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian dalam kaitannya dengan proses pembelajaran merupakan suatu proses pemberian nilai berdasarkan kriteria tertentu yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan ketercapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan.

Assesment

Istilah evaluasi dan assessment sering kali dipertukarkan, namun pada dasarnya dari kedua istilah tersebut terdapat perbedaan yang esensial. Dalam hal ini assessment dinyatakan sebagai suatu cara untuk mengungkap proses dan kemajuan belajar siswa. Sedangkan evaluasi dinyatakan sebagai pemberian nilai (judgement) terhadap hasil belajar berdasarkan data yang diperoleh melalui assessment.(Wahyudin, dkk)

Pada hakikatnya assessment menitikberatkan penilaian pada proses belajar siswa. Berkaitan dengan hal tersebut, (Marzano et all) menyatakan bahwa dalam mengungkap penguasaan konsep, assessment tidak hanya mengungkap konsep yang telah dicapai siswa tetapi juga perkembangan bagaimana suatu konsep itu diperoleh. Oleh karena itu, assessment tidak hanya menilai proses dan hasil belajar siswa tetapi juga kemajuan belajarnya.

Assessment pada dasarnya merupakan alat (the means) dan bukan merupakan tujuan (the end), sehingga assessment merupakan sarana yang digunakan sebagai alat untuk melihat dan menganalisis apakah siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan serta untuk mengetahui apakah proses pembelajaran telah sesuai dengan tujuan atau masih memerlukan pengembangan dan perbaikan. 

Dalam pelaksanaannya, assessment pembelajaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan mengukur dan menilai aspek psikis yang berupa proses dan hasil belajar yang bersifat abstrak, karena itu assessment hendaknya dilakukan dengan cermat. (Matondang).

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan assessment adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dalam menentukan pencapaian hasil belajar siswa.

Evaluasi

Arikunto, menyatakan bahwa “Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai”. Menurut Groundlund dan Linn, mengatakan bahwa ” Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.” 

Evaluasi merupakan proses memahami, memberi arti, mendapatkan dan mengomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.

Dari pendapat-pendapat diatas dapat saya simpulkan bahwa Evaluasi memiliki beberapa kata kunci, diantaranya :
  1. Suatu kegiatan atau suatu proses
  2. Pengumpulan data
  3. Pelaksanaannya sistematis
  4. Sebagai tolak ukur
  5. Penentu tercapai atau tidaknya suatu tujuan
  6. Penarik kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa hakekat Evaluasi adalah suatu kegiatan yang didalamnya terdapat proses pengumpulan data sampai pengolahan data yang hasilnya sebagai tolak ukur dalam menentukan kondisi dimana suatu tujuan telah tercapai.

Dapat disimpulkan secara singkat dari masing-masing pengertian diatas, jelas berbeda antara Pengukuran, Penilaian, Assesment dan Evaluasi dari segi pengertian dan cara penggunaan istilah pada proses pembelajaran.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Rujukan :

Suryaningsih. Manfaat, Fungsi dan Prinsip Penilaian. Tautan: Suryaningsih2020.blogspot.com/2013/01/manfaat-fungsi-dan-prinsip-penilaian.html?m=1

Sudjana, Nana. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Rosda Karya: Bandung.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments