5 Kepribadian Yang Harus Dimiliki, Menjadikanmu Guru Yang Diteladani

5 Kepribadian Yang Harus Dimiliki, Menjadikannmu Guru Yang Diteladani

BlogPendidikan.net
- Seorang guru dinilai tidak hanya dari aspek keilmuan saja, tapi juga dari aspek kepribadian yang ditampilkannya. Mampukah menarik anak didik dan memunculkan aura optimis dalam menghadapi berbagai tanggapan hidup, atau kepribadian yang acuh tak acuh, pesimis, dan tidak mampu memancarkan aura optimis, yang kesemuanya tercantum dalam konsep kepribadian.
Seorang guru harus mempunyai kepribadian sehat yang akan mendorongnya mencapai puncak prestasi. Kepribadian yang sehat diartikan kepribadian yang secara fisik dan psikis terbebas dari penyakit tetapi bisa juga diartikan sebagai individu yang secara psikis selalu berusaha menjadi sehat.

Berikut 5 Kepribadian Yang Harus Dimiliki Oleh Guru:

1. Bertanggung jawab. 

Tanggung jawab adalah perasaan kuat yang disertai kebulatan tekat untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tanggung jawab seorang guru adalah mengajar dan mendidik sekaligus. Ia harus disiplin, jujur, rajin beribadah, dan sungguh-sungguh memahamkan anak yang mana setiap saat mengembangkan diri agar anak didik tidak ketinggalan informasi dan pengetahuan.
2. Tidak emosional. 

Stabilitas emosi sangat penting bagi guru karena kondisi siswa yang berbeda, ada yang mudah di atur dan yang sulit, ada yang sengaja memancing emosi
guru dan ada yang menggerutu dari belakang. Dari sini diperlukan stabilitas emosi, jangan sampai guru terpancing emosi yang nantinya bisa berakibat fatal kepada anak didik. Alangkah malunya kita melihat di televisi, berita seorang guru berurusan dengan polisi gara-gara memperlakukan anak didik dengan kekerasan.

3. Lemah lembut. 

Lemah lembut adalah cermin hati yang penyayang dan penuh penghormatan. Lemah lembut membuat murid segan, senang, dan hormat. Seorang guru
yang berbicara sopan kepada muridnya akan dikenang murid dan membekas dalam hatinya. Guru yang suka menasehati, memperlakukan anak didik seperti anak sendiri, dan menolong kebutuhan muridnya akan dicintai.

4. Tegas tidak menakut-nakuti. 

Seorang guru harus tegas, adil dan tidak boleh membeda-bedakan. Jangan sampai menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak layak, misalnya di ancam dikeluarkan dari sekolah. Dipanggil orang tuannya, dan ancaman-ancaman kasar lainnya. Tegas dalam  pengertian konsisten menegakkan aturan, dan berani bertanggung jawab terhadap perbuatan yang dilakukannya.
Walaupun guru harus tegas, tapi cara yang dilakukan tetap tidak boleh kasar. Tegas bukan identik dengan kasar, tegas bisa dengan pendekatan yang humanis, persuasif, dan psikologis sehingga lebih bisa menyadarkan anak didik secara emosional.

5. Dekat dengan anak didik. 

Kedekatan membawa efek positif bagi pembelajaran. Kedekatan ini akan menciptakan hubungan batin dan keakraban dalam bergaul. Anak didik tidak takut bertanya dan berkonsultasi masalah yang dihadapi kepada gurunya. Lewat kedekatan inilah, murid akan tahu kebijakan guru, sikap perilaku guru, dan sepak
terjang guru. Dan ini akan memunculkan inspirasi bagi peserta didik untuk meniru dan mengembangkan apa yang ada pada guru. 

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments