Showing posts with label Guru SD. Show all posts
Showing posts with label Guru SD. Show all posts

Siswa Ini Mengadu ke Jokowi Karena Gurunya Jarang Mengajar, Kami Juga Jarang ke sekolah Langsung Ramai Dikunjungi Pejabat

Siswa Ini Mengadu ke Jokowi Karena Gurunya Jarang Mengajar, Kami Juga Jarang ke sekolah

BlogPendidikan.net
- Heboh berita tentang siswa disalah satu Sekolah Dasar mengadu ke Jokowi dikarenakan Gurunya jarang datang ke sekolah dan mengajar, Unggahan foto ke dua siswa membentangkan spanduk yang bertuliskan "
Pak Presiden Jokowi, kami jarang sekolah karena bapak guru jarang datang ke sekolah"

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat disebut dieibur setelah viral dua siswanya mengadu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena gurunya jarang mengajar.

Sekolah itu langsung ramai dikunjungi mulai dari pejabat dinas, Bupati Mamasa Ramlan Badawi, hingga Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik. Pasalnya, warga maupun murid mengeluhkan mereka datang ke sekolah, namun tidak ada satu pun pengajar yang datang.

Para siswa hanya menemukan jejeran bangku kosong, buku lusuh, dan murid lain yang masih aktif tanpa adanya guru. Dalam foto itu, dua orang siswa terlihat membentangkan tulisan yang berisi keluh kesahnya usai selama ini jarang mendapatkan pelajaran dari gurunya. 

Pak Presiden Jokowi, kami jarang sekolah karena bapak guru jarang datang ke sekolah, demikian isi tulisan yang dibentangkan salah satu siswa. 

Akmal Malik merespons foto keluhan dua pelajar yang pertama kali viral di Facebook itu itu dengan langsung meninjau SDN 010 Saluang, Rombongan Bupati Ramlan juga turut mendatangi sekolah, dan menggelar pertemuan bersama guru dan orangtua murid menyikapi keluhan yang viral tersebut. 

Selain Akmal dan Ramlan, rombongan DPRD Sulawesi Barat juga ikut hadir meninjau SDN 010 Saluang, karena gurunya dinilai lalai dan hanya makan gaji buta selama berbulan-bulan.

Kepala SDN 010 Saluang, Amran yang dimintai konfirmasi mengungkapkan, peristiwa viralnya dua pelajar tersebut terjadi saat sekolah libur Idul Adha. Ditanya mengenai keluhan orangtua murid mengenai aktivitas belajar mengajar yang tidak optimal, Amran membantah. 

Dia menegaskan proses di sekolah berjalan lancar. Amran menjelaskan, terdapat 40 orang murid yang aktif di SD itu, yang diajar 4 guru berstatus ASN (aparatur sipil negara), dan 3 pengajar honorer. 

"Saat itu kondisi sekolah masih libur, karena mayoritas warga di tempat ini Muslim. Jadi kami menghargai toleransi umat beragama," tutur Amran. 

Akmal mengatakan, dirinya sudah menggelar pertemuan dengan jajaran stakeholder di Mamasa, serta meninjau langsung lokasinya. 

“Kami sudah menyarankan kepada bupati agar sekolah tersebut dilebur ke sekolah lainnya yang terdekat dari tempat itu, sebagai solusi. 

Namun itu tergantung keputusan bupati menyikapi masalah tersebut," kata Akmal Malik.

Sementara Ramlan Badawi menuturkan, dari hasil peninjauannya dia menemukan ada hal yang merugikan siswa di sekolah tersebut. Ramlan menyatakan, pihaknya akan memimpin langsung evaluasi proses belajar mengajar di SDN 010 Saluang.

“Dari 40 orang siswa, hanya 15 orang saja yang aktif di sekolah. Jadi guru biasa tidak datang jika terjadi kendala tertentu misalnya akses jalan ke tempat tersebut seperti longsor atau banjir,” ungkap Ramlan. 

Wali murid mengungkapkan, lemahnya manajemen sekolah seperti guru yang tidak datang menjadi virus yang menular. Dampaknya, anak juga makin malas bersekolah dengan alasan gurunya juga tidak datang mengajar.

Bahagia Rasanya Menjadi Guru, Inilah 11 Alasan Yang Membuatmu Betah Menjadi Guru

Bahagia Rasanya Menjadi Guru, Inilah 11 Alasan Yang Membuatmu Betah Menjadi Guru

Blogpendidikan.net
 Guru dalam pengabdiannya membutuhkan totalitas agar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas berjalan dengan baik. Guru akan mencatatkan sejarahnya sendiri, tentang bagaimana ia mengupayakan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Berada pada jalur ini akan ada ragam suka dan duka hadir setua jalan panjang mengabdi di depan kelas. Bermodalkan spidol atau kapur tulis, kita berdiri kokoh untuk mulai mengarahkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang dituju. Berbagai pengetahuan dan pengalaman dikolaborasi dalam seluruh proses bersama di dalam kelas.


Guru tidak hanya sepihak meracik jalannya pembelajaran, melainkan pembelajaran sedapat mungkin berlangsung dialog bukan monolog. Artinya, antara guru dan peserta didik terbangun komunikasi dua arah. Peserta didik tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi mereka diarahkan menjadi subjek utama dalam jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Acap kali dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, kita menemukan persoalan-persoalan sepele yang kerap kali mengocok perut, bahkan membuatmu bahagia menjadi seorang guru. 

Berikut 11 Alasan yang membuatmu betah menjadi seorang guru dan membangkitkan kebahagiaan dalam dirimu :

1. Alasan yang terkesan sepele

Semua guru pasti pernah mendengarkan alasan yang diajukan oleh peserta didik saat dimintai pertangungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Adakalanya demi mengamankan diri ketika melakukan kesalahan, peserta didik memberikan alasan tanpa merasa bersalah sama sekali.


Misalnya, ketika guru mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu alasan terkait siswa yang tidak mengerjakan latihan saat belajar di kelas. Dengan gagah berani ia lontarkan alasan yang terkesan remeh bahkan akan membuat tekanan darah sebagai guru akan berubah dalam waktu sekejap.

2. Jawaban ujian yang mengocok perut

Entah karena tidak belajar atau dengan sengaja memberikan jawaban yang salah, kerap kali jawaban pada lembar ujian siswa justru mengundang gelak tawa. Bagi guru, jawaban asal-asalan dapat dijadikan sebagai bahan tertawaan saat sedang menepi dalam kamar untuk memeriksa hasil ujian. Jawaban di bawah ini membuktikan bahwa kebahagiaan hakiki bagi seorang guru dapat ditemukan dalam lembaran jawaban peserta didik. Hehehe, iya to!

3. Lihai membuat kelas menjadi riuh

Dengan tingkatan usia yang masih membutuhkan tuntunan yang lebih maka perkembangan usia anak di tingkatan sekolah dasar amat membutuhkan keberadaan guru di depan kelas. Guru diharapkan untuk hadir di depan kelas sepanjang jam pelajaran berlangsung.

Kelas akan jadi riuh saat guru sedang berada di luar kelas. Namun kelas akan kembali tenang saat guru sudah berada di dalam kelas. Pada titik ini, guru dianjurkan untuk kedepankan profesionalitas untuk mendukung aman dan lancarnya proses belajar mengajar di dalam kelas.


4. Bunyi bel istirahat atau pulang sekolah bak ketiban rezeki nomplok

Guru dianjurkan untuk menyiapkan metode pelajaran sebaik mungkin agar peserta didik betah berada di dalam kelas. Kemampuan guru dalam menyiapkan metode pelajaran akan membius siswa untuk menikmati alur pelajaran. Percaya deh, siswa akan betah saat desain pembelajaran menarik untuk diikuti, bahkan saat bel sudah berbunyi mereka tidak lekas beranjak dari tempat duduk.

Namun menjauhkan peserta didik dari kesenangan saat mendengarkan bel rasa-rasanya hampir sama dengan memisahkan daun pepaya dengan rasa pahit. Peserta didik akan kegirangan saat bel sudah berbunyi. Jangan heran ketika bel sudah berbunyi akan diikuti dengan tampilan wajah yang berbinar-binar seperti sedang mendapatkan rezeki nomplok dari acara kuis pada salah satu stasiun TV. Terkadang tingkah mereka pun membuatmu bahagia dan senyam-senyum sendiri sebagai seorang guru.

5. Pengumuman libur selalu dinanti-nantikan

Hari libur selalu dinanti-nantikan setiap orang, tak terkecuali bagi peserta didik. Masa liburan bagi mereka akan luput dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Mereka pun dapat bermain dengan leluasa bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.  

Dengan adanya kalender di dalam kelas, peserta didik sering memantau hari libur. Bahkan sebelum guru menyampaikan terlebih dahulu jika ada hari libur pada keesokkan harinya, akan ada salah satu peserta didik yang menginformasikan bahwa esoknya akan ada libur atau dengan gagah berani menanyakan bahwa apa benar keesokkan harinya libur.

Saat peserta didik tengah menikmati liburan justru akan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh guru. Engkau akan merasakan sesaknya merindukan tingkah usil yang sering mereka persembahkan saat berada bersama di balik ruang belajar. Ya, seperti yang sedang dirasakan oleh saya saat ini.

6. Jam kerja fleksibel

Kehidupan pekerjaan seyogianya bisa seimbang dengan kehidupan keluarga. Pekerja kantoran biasanya sulit punya waktu luang di hari kerja. Nah, guru memiliki jam kerja yang lebih singkat lho. Kalau guru sekolah, menyesuaikan dengan jam sekolah. Apalagi kalau guru privat, kamu bisa tentukan sendiri jamnya.

7. Libur lebih panjang

Selain itu, guru juga punya waktu libur lebih lama dibanding karyawan kantoran, mengikuti jadwal murid. Seperti libur semester dan kenaikan kelas, guru mempersiapkan materi dan kurikulum semester atau tahun ajaran baru. Di luar itu, guru masih bisa mengatur waktu untuk berlibur dan tenangkan pikiran.

8. Panjang sabar

"A teacher takes a hand, opens a mind, and touches a heart."

Menghadapi berbagai macam karakter setiap harinya akan membuat kamu jadi pribadi yang lebih sabar. Dengan sabar, kamu jadi lebih ‘kebal’ terhadap stres lho.

9. Hiburan

Tingkah dan perkataan siswa (khususnya TK dan SD) yang masih polos-polos akan memancing gelak tawa. Siswa juga tidak akan segan mengungkapkan isi hati mereka yang biasanya dapat membuat hati terenyuh. Mereka tidak akan malu menunjukkan rasa sayang kepada guru.

10. Jadi bos

Saat pintu kelas ditutup dan pelajaran dimulai, kamu adalah bos di ruangan tersebut. Guru akan memutuskan apa yang hendak terjadi hari itu, topik yang akan diangkat, siapa yang mengerjakan soal, hingga ujian dadakan. Tidak banyak lho pekerjaan yang memungkinkanmu untuk bisa memberikan kebebasan demikian.

11. Menyalurkan kecintaan pada anak

Kamu suka dengan anak-anak? Menjadi guru, kamu bisa menyalurkan kecintaanmu dengan mendampingi, mengajarkan nilai akademis-non akademis, dan moral pada mereka. Dengan begitu, akan lebih santai menjalani pekerjaan karena kamu suka apa yang ada di dalamnya.

Itu tadi 11 alasan yang membuatmu betah menjadi seorang guru, yang akan membuatmu bahagia sebagai seorang guru. Bahagia memang lahir dari hal-hal sederhana. Orang yang tulus hatinya akan mampu merayakan kebahagiaan dengan sempurna. Bangga dalam melaksanakan profesi yang kita geluti akan mendapatkan hasil yang baik pula untuk diri kita. Salam pendidikan.

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

BlogPendidikan.net - Sebagian besar orang beranggapan bahwa menjadi guru SD membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat. Realitanya, ternyata anak-anak SD lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran mereka yang masih sangat kekanak-kanakan dan butuh perhatian ekstra mengajar mereka.


Memang harus butuh keseriusan dan kesabaran yang lebih di mana guru SD harus mampu menguasai siswanya dan mengontrol kelasnya dengan baik. Kunikan dan karakteristik anak SD berbeda dengan tingkat menengah atau atas, anak SD lebih cenderung mendapatkan perhatian yang lebih. Maka dari itu guru harus sangat memahami karakter siswa dan mengajarkan penuh kesabaran.

Berikut 10 keistimewaan menjadi guru SD yang membuat Anda selalu tersenyum bahagia :

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.


2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mampu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.


Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.


7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.

10. Anda Selalu Disambut Dengan Bahagia

Jika kedekatan dengan anak didik sudah terjalin, mereka akan selalu ingin dekat dan bertanya seolah ingin mencari perhatian. Guru yang selalu melayani, membimbing para siswanya akan menjadi kenangan dengan siswa tersebut. maka kehadiran Anda sangat di rindukan para siswa. Sesampainya di depan kelas mereka tersenyum penuh bahagia.

9 Fakta : Menjadi Guru SD Itu Sangat Menyenangkan Bikin Awet Muda

Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Yang Perlu Anda Ketahui
Guru SD Novi Sri Mahendra

Blogpendiidkan.net - Banyak orang mengatakan bahwa mengajar murid-murid di tingkat sekolah dasar membutuhkan mental yang cukup kuat. Faktanya, anak-anak di tingkat sekolah dasar lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran yang masih sangat kekanak-kanakan. 

Memang butuh keseriusan lebih di mana guru tingkat sekolah dasar mampu mengontrol kelas dengan baik. Anda mungkin tahu bahwa kecenderungan anak kecil lebih suka bermain dan banyak tingkah saat berhadapan dengan teman-teman kecil lainnya, bahkan sering kali melalaikan pelajaran. Tentu saja cukup sulit untuk mengarahkan mereka agar mampu memaksimalkan pikiran untuk tetap fokus pada pelajaran. 

Berikut 9 fakta unik dan menyenangkan menjadi guru SD bisa bikin awet muda:

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagainya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.

2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecil di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mampu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.

Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.
Baca Juga; Menjadi Guru Itu Berat, Seberat Kamu Menerima Upahnya! Sudah Siap Kah Kamu Menjadi Guru?
Baca Juga; Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa 
Baca Juga; 5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru
Baca Juga; Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa 
7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda di Sekolah Dasar Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.(blogpendidikan.net / pelangiblog.com)

Contoh Penyusunan Jadwal PTS dan PAS Terbaru

BlogPendidikan.net - Untuk mendukung dan memperlancar suatu proses pelaksanaan ujian di sekolah tentunya harus memiliki jadwal yang disusun berdasarkan kesepakatan oleh pihak terkait. 

Untuk mengarahkan dan menyeragamkan proses pelaksanaan Ujian disekolah satu dan sekolah-sekolah lainnya dalam satu ruang lingkup wilayah kerja guru dan sekolah tersebut.

Berikut ini contoh penjadwalan PTS dan PAS, pendidik dapat menyusun sesuai dengan kalender pendidikan sekolah :

Contoh Jadwal PTS

Penilaian tengah semester dilaksanakan setelah pembelajaran Tema 1 dan Tema 2 selesai (untuk kelas I) atau setelah Pembelajaran Tema 1, Tema 2, dan Tema 3 selesai (untuk kelas IV). Sebelum menyusun soal-soal tes tertulis, guru perlu membuat kisi-kisi soal. 

Apabila tes tertulis untuk KD satu mata/muatan pelajaran, soal-soal dibuat per mata/muatan pelajaran. Soal-soal tes tertulis dapat juga dibuat terpadu untuk beberapa muatan pelajaran. 

Pelaksanaan penilaian tengah semester diatur sesuai jadwal berdasarkan tema dan muatan pelajaran. Contoh jadwal penilaian tengah semester adalah sebagai berikut.

Contoh Penyusunan Jadwal PTS dan PAS Terbaru



Contoh Jadwal PAS

Penilaian akhir semester dilaksanakan setelah pembelajaran empat tema selesai (untuk kelas I, II, dan III) atau pembelajaran lima tema selesai (untuk kelas IV, V, dan VI). Sebelum menyusun soal-soal tes tertulis, guru perlu membuat kisi-kisi soal. 

Kisi-kisi soal tersebut dibuat berdasarkan pemetaan KD pembelajaran. Guru perlu mengidentifikasi proporsi KD-KD muatan pelajaran yang akan dinilai pada akhir semester agar dapat disesuaikan dengan banyak soal yang akan dibuat dan apakah perlu diujikan kembali KD tersebut (terutama KD-KD yang telah dinilai di penilaian tengah semester). 

Tes tertulis untuk KD satu mata/muatan pelajaran maka soal-soal dibuat per mata/muatan pelajaran. Soal-soal tes tertulis dapat juga dibuat terpadu untuk beberapa muatan pelajaran. 

Pelaksanaan penilaian akhir semester diatur sesuai jadwal berdasarkan tema dan muatan pelajaran. Contoh jadwal penilaian akhir semester sebagai berikut :



Untuk lebih jelasnya tentang Contoh Penyusunan Jadwal PTS dan PAS Terbaru, silahkan Anda unduh pada link berikut : LIHAT DISINI

5 Alasan Inilah Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Inilah 5 Alasan Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Blogpendidikan.net
 - Menjadi guru tidaklah mudah butuh orang-orang yang memiliki sikap dan komitmen yang kuat agar tercipta kesabaran dan semangan dalam mendidik anak bangsa.

Guru dalam pengabdiannya membutuhkan totalitas agar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas berjalan dengan baik. Guru akan mencatatkan sejarahnya sendiri, tentang bagaimana ia mengupayakan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Berada pada jalur ini akan ada ragam suka dan duka hadir setua jalan panjang mengabdi di depan kelas. Bermodalkan spidol atau kapur tulis, kita berdiri kokoh untuk mulai mengarahkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang dituju. Berbagai pengetahuan dan pengalaman dikolaborasi dalam seluruh proses bersama di dalam kelas.


Guru tidak hanya sepihak meracik jalannya pembelajaran, melainkan pembelajaran sedapat mungkin berlangsung dialog bukan monolog. 
Artinya, antara guru dan peserta didik terbangun komunikasi dua arah. Peserta didik tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi mereka diarahkan menjadi subjek utama dalam jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Acap kali dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, kita menemukan persoalan-persoalan sepele yang kerap kali mengocok perut, bahkan membuatmu bahagia menjadi seorang guru. 
Lima hal di bawah ini akan membuatmu makin kerasan menjadi seorang guru :

1. Alasan yang terkesan sepele
Semua guru pasti pernah mendengarkan alasan yang diajukan oleh peserta didik saat dimintai pertangungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Adakalanya demi mengamankan diri ketika melakukan kesalahan, peserta didik memberikan alasan tanpa merasa bersalah sama sekali.  
Misalnya, ketika guru mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu alasan terkait siswa yang tidak mengerjakan latihan saat belajar di kelas. Dengan gagah berani ia lontarkan alasan yang terkesan remeh bahkan akan membuat tekanan darah sebagai guru akan berubah dalam waktu sekejap.

2. Jawaban ujian yang mengocok perut
Entah karena tidak belajar atau dengan sengaja memberikan jawaban yang salah, kerap kali jawaban pada lembar ujian siswa justru mengundang gelak tawa. Bagi guru, jawaban asal-asalan dapat dijadikan sebagai bahan tertawaan saat sedang menepi dalam kamar untuk memeriksa hasil ujian.
Jawaban di bawah ini membuktikan bahwa kebahagiaan hakiki bagi seorang guru dapat ditemukan dalam lembaran jawaban peserta didik. Hehehe, iya to!

3. Lihai membuat kelas menjadi riuh
Dengan tingkatan usia yang masih membutuhkan tuntunan yang lebih maka perkembangan usia anak di tingkatan sekolah dasar amat membutuhkan keberadaan guru di depan kelas. Guru diharapkan untuk hadir di depan kelas sepanjang jam pelajaran berlangsung.
Kelas akan jadi riuh saat guru sedang berada di luar kelas. Namun kelas akan kembali tenang saat guru sudah berada di dalam kelas. Pada titik ini, guru dianjurkan untuk kedepankan profesionalitas untuk mendukung aman dan lancarnya proses belajar mengajar di dalam kelas.
4. Bunyi bel istirahat atau pulang sekolah bak ketiban rezeki nomplok
Guru dianjurkan untuk meyiapkan metode pelajaran sebaik mungkin agar peserta didik betah berada di dalam kelas. Kemampuan guru dalam menyiapkan metode pelajaran akan membius siswa untuk menikmati alur pelajaran. Percaya deh, siswa akan betah saat desain pembelajaran menarik untuk diikuti, bahkan saat bel sudah berbunyi mereka tidak lekas beranjak dari tempat duduk.
Namun menjauhkan peserta didik dari kesenangan saat mendengarkan bel rasa-rasanya hampir sama dengan memisahkan daun pepaya dengan rasa pahit. Peserta didik akan kegirangan saat bel sudah berbunyi. Jangan heran ketika bel sudah berbunyi akan diikuti dengan tampilan wajah yang berbinar-binar seperti sedang mendapatkan rezeki nomplok dari acara kuis pada salah satu stasiun TV. Terkadang tingkah mereka pun membuatmu bahagia dan senyam-senyum sendiri sebagai seorang guru.

5. Pengumuman libur selalu dinanti-nantikan
Hari libur selalu dinanti-nantikan setiap orang, tak terkecuali bagi peserta didik. Masa liburan bagi mereka akan luput dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Mereka pun dapat bermain dengan leluasa bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.  
Dengan adanya kalender di dalam kelas, peserta didik sering memantau hari libur. Bahkan sebelum guru menyampaikan terlebih dahulu jika ada hari libur pada keesokkan harinya, akan ada salah satu peserta didik yang menginformasikan bahwa esoknya akan ada libur atau dengan gagah berani menanyakan bahwa apa benar keesokkan harinya libur.

Saat peserta didik tengah menikmati liburan justru akan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh guru. Engkau akan merasakan sesaknya merindukan tingkah usil yang sering mereka persembahkan saat berada bersama di balik ruang belajar. Ya, seperti yang sedang dirasakan oleh saya saat ini.

Itu tadi lima hal yang akan membuatmu bahagia sebagai seorang guru. Bahagia memang lahir dari hal-hal sederhana. Orang yang tulus hatinya akan mampu merayakan kebahagiaan dengan sempurna. Bangga dalam melaksanakan profesi yang kita geluti akan mendapatkan hasil yang baik pula untuk diri kita. Salam pendidikan.