Showing posts with label Media Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Media Pembelajaran. Show all posts

Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Materi dan Media Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

BlogPendidikan.net
 - Dalam menyajikan pembelajaran yang menarik salah satunya dengan memanfaatkan Aplikasi MS Powerpoint, selain menjadi media pembelajaran juga sangat tepat untuk mempresentasikan pembelajaran melalui aplikasi tersebut. Siswa secara langsung akan antusias dalam menerima pembelajaran dengan media yang menarik.

Membuat pembelajaran dengan format PPT tentunya lebih efisien dan lebih terarah dalam penyampaian materi serta menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar setiap hari.

Baca Juga: Contoh Format Jurnal Harian Per Tema Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Powerpoint adalah perangkat presentasi yang paling popular pada saat ini, dengan powerpoint Anda dapat membuat presentasi dengan praktis dan cepat dengan tampilan yang professional.

Pengertian Power Point

Microsoft Power Point adalah program komputer yang dikhususkan untuk presentasi. Microsoft Power Point ini merupakan pengembangan dari microsoft lainnya. Aplikasi Microsoft Power Point ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskin dan Dennis Austin sebagai presentator untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi Power Point.

Pada 1987, Power Point versi 1.0 dirilis dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. Power Point kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparasi overheadprojector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari Power Point muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.
Kelebihan dan Kekurangan Media Power Point

Hujair AH. Sanaky, mengemukakan bahwa aplikasi power point mempunyai keunggulan, diantaranya adalah :
  1. Praktis, dapat digunakan untuk semua ukuran kelas.
  2. Memberikan kemungkinan tatap muka dan mengamati respon dari penerima pesan.
  3. Memberikan kemungkinan pada penerima pesan untuk mencatat.
  4. Memiliki variasi teknik penyajian dengan berbagai kombinasi warna atau animasi.
  5. Dapat digunakan berulang-ulang.
  6. Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar karena kontrol sepenuhnya pada komunikator.

Menurut Hujair AH. Sanaky, mengatakan bahwa selain mempunyai kelebihan, power point juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah :

  1. Pengadaan alat mahal dan tidak semua sekolah memiliki.
  2. Memerlukan perangkat keras (komputer) dan LCD untuk memproyeksikan pesan.
  3. Memerlukan persiapan yang matang.
  4. Diperlukan keterampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk menggunakannya.
  5. Menuntut keterampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide yang baik pada desain program komputer power point sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan.
  6. Bagi pemberi pesan yang tidak memiliki keterampilan menggunakan, memerlukan operator atau pembantu khusus.
Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang bisa Anda manfaatkan dalam proses pembelajaran. Untuk materi silahkan Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Berikut Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6:

Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 6 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 5 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 4 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 3 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 2 : DISINI
Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1 : DISINI

Demikian tentang Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi Anda dalam Proses pembelajaran di Kelas. Terima kasih dan jangan lupa tuk berbagi,

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Media pembelajaran adalah segala sesuatu sumber belajar yang digunakan oleh guru atau pengajar dalam proses pembelajaran, dimana didalamnya terdapat media atau alat yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam menguasai materi yang disampaikan oleh pengajaran atau guru, salah satunya adalah Media PowerPoint.

Tentang PowerPoint

Power Point sebagai bagian dari fasilitas yang telah tersedia pada komputer merupakan salah satu piranti lunak dari paket Microsoft Power Point digunakan untuk membuat slide presentasi yang ditampilkan melalui layar komputer.
Berbeda dengan slide transparan atau mika, slide yang dibuat dengan Microsoft Power Point mempunyai banyak kelebihan, antara lain; mampu menampilkan tulisan dan gambar dengan bermacam warna, dapat dipadukan dengan gambar hidup atau film, proses penulisan yang mudah (bila salah ketik, tinggal di delete), pola tulisan dapat dipilih sesuai dengan selera kita dan dapat pula menyisipkan suara (lagu) sehingga presentasi menjadi lebih menarik dan atraktif

Microsoft Powerpoint adalah aplikasi milik Microsoft office selain microsoft word dan microsoft excel yan telah dikenal banyak orang. 

Microsoft Powerpoint menyediakan fasilitas slide untuk menampung pokok-pokok pembicaraan yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Dengan fasilitas animasi sebuah slide bisa dimodifikasi agar menarik perhatian peserta didik. 

Begitu juga dengan adanya fasilitas front picture, sound dan effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang bagus dan menarik.

Hal-hal yang perlu ditempuh dalam proses pembuatan presentasi Powerpoint Menurut (Dina Indriana) yaitu sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi program, memilih sesuai dengan materi, sasaran, latar belakang kemampuan siswa, usia dan tingkat pendidikan serta mengidentifikasi sumber pendukung seperti gambar, animasi, video, dan sebagainya.
  2. Mengumpulkan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi dan sasaran, seperti video, gambar, animasi, dan suara.
  3. Setelah mengumpulkan bahan dan materi sudah diringkas, maka masukkan ke dalam program Powerpoint.
  4. Setelah selesai semuanya, maka diteliti kembali setiap slide dari penyusunan materi tersebut
Untuk membantu dalam proses pembelajaran BlogPendidikan.net berbagi tentang Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint untuk jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Untuk mengunduhnya, pada tautan dibawah ini.

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 2 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 3 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 4 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 5 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 6 >>> UNDUH

Terima kasih, semoga apa yang disajikan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Media Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Yang Praktis dan Efisien Untuk Siswa SD Kelas Rendah

media pembelajaran yang praktis dan efisien pada pembelajaran matematika kelas rendah tentang penjumlahan dan pengurangan

BlogPendidikan.net
- Media pembelajaran meliputi semua bahan dan peralatan fisik yang digunakan instruktur untuk melaksanakan pembelajaran dan memfasilitasi prestasi peserta didik. Media pembelajaran termasuk bahan-bahan tradisional seperti papan tulis, handout, grafik, slide, overhead, benda nyata, dan rekaman video atau film, serta bahan-bahan baru dan metode seperti computer, DVD, CD-ROM, internet, dan konferensi video interaktif.

Berikut akan dijelaskan media pembelajaran yang praktis dan efisien pada pembelajaran matematika kelas rendah tentang penjumlahan dan pengurangan. Media ini sangat mudah didapatkan murah dan mudah didapatkan.

1. Media pembelajaran penjumlahan

Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Media yang diperlukan :
  1. Beberapa kantong plastik transparan sebagai saku penyimpanan yang diletakan pada selembar kain.
  2. Sedotan atau lidi (pada peragaan ini menggunakan sedotan)
Kegiatan Pembelajaran

Contoh : 34 + 23 = …..

Langkah-langkah Kegiatan:
  1. Masukkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya puluhan pada tempat puluhan, satuan pada tempat satuan.
  2. Siswa kemudian membaca bilangan yang ditunjukkan oleh jumlah sedotan.
  3. Sebagai implementasi dari operasi penjumlahan, gabungkan sedotan-sedotan tersebut, satuan dengan satuan dan puluhan dengan puluhan.
  4. Hitung jumlah sedotan pada saku hasil.
  5. Siswa kemudian menuliskan hasil yang diperoleh pada jawaban.
  6. Sebaiknya kegiatan ini diulangi beberapa kali dengan bilangan yang berbeda, agar siswa benar-benar memahaminya
Penjumlahan dengan teknik menyimpan

Media yang diperlukan:
  1. Beberapa kantong plastik transparan sebagai saku penyimpan yang dilekatkan pada selembar kain.
  2. Sedotan atau lidi (pada peragaan ini akan menggunakan sedotan) Kegiatan pembelajaran
Andaikan akan dicari hasil penjumlahan dua buah
bilangan 26+37=....
ditulis bersusun ke bawah:
26
37+
......

Langkah-langkah kegiatan:
  1. Masukan sedotan pada kantong plastik sesuai dengan bilangan yang dikehendaki, yaitu 2 puluhan dan 6 satuan untuk bilangan 26.
  2. Masukan 3 puluhan dan 7 satuan untuk bilangan 37.
  3. Siswa diperintahkan untuk menyebutkan bilangan yang ditunjukkan oleh jumlah sedotan pada saku-saku kain.
  4. Siswa kemudian menggabungkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya. Gabungkan satuan dengan satuan terlebih dahulu, sehingga akan diperoleh  sedotan sebanyak 13. Selanjutnya, dari 13 sedotan tersebut diambil 10 sedotan yang diikat sebagai 1 puluhan, yang kemudian disimpan pada saku penyimpan puluhan. Sisanya, masukan pada saku hasil satuan.
  5. Untuk hasil puluhan, gabungkan sedotan pada saku penyimpanan dan pada dua saku puluhan, kemudian simpan pada saku hasil puluhan di bawah.
  6. Hitunglah jumlah sedotan pada saku hasil.
  7. Siswa kemudian menuliskan hasil yang diperoleh pada jawaban.
  8. Supaya siswa benar-benar paham, kegiatan ini sebaiknya diulangi beberapa kali dengan bilangan yang bebeda. 
  9. Selanjutnya, siswa diberikan contoh soal tanpa menggunakan media peraga, tapi dapat dibantu dengan kotak penyimpanan.
2. Media pembelajaran pengurangan

Pengurangan tanpa teknik meminjam

Media yang dibutuhkan:
  1. Beberapa kantong plastik transparan sebagai saku penyimpanan yang dilekatkan pada selembar kain.
  2. Sedotan atau lidi (pada peragaan ini akan menggunakan sedotan lidi)
Kegiatan Pembelajaran

Contoh dicari pengurangan 48 – 13 = … , atau ditulis
bersusun ke bawah :
4 8
1 3 –
……

Langkah-langkah Kegiatan:
  1. Masukkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya, puluhan pada tempat puluhan, satuan pada tempat satuan.
  2. Siswa kemudian menyebutkan bilangan yang ditunjukkan oleh jumlah sedotan.
  3. Siswa memindahkan sedotan sebanyak sedotan bilangan pengurangan pada saku pengurang.
  4. Pindahkan sedotan yang tersisa pada saku hasil.
  5. Siswa kemudian menghitung sedotan yang tersisa pada saku hasil, dan menuliskan hasil yang diperoleh pada jawaban. 
  6. Ulangi peragaan tersebut beberapa kali sehingga hingga siswa benar-benar paham.
Pengurangan dengan Teknik Meminjam

Media yang dibutuhkan:
  1. Beberapa kantong plastik transparan sebagai saku penyimpanan yang dilekatkan pada selembar kain.
  2. Sedotan atau lidi (pada peragaan ini akan menggunakan sedotan).
Kegiatan Pembelajaran

Contoh dicari pengurangan 63 – 27 = .., atau ditulis
bersusun ke bawah :
6 3
2 7 –
……

Langkah-langkah Kegiatan:
  1. Masukkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya, puluhan pada tempat puluhan, satuan pada tempat satuan.
  2. Siswa kemudian menyebutkan bilangan yang ditunjukkan oleh jumlah sedotan disetiap saku.
  3. Siswa memindahkan sedotan sebanyak sedotan bilangan pengurangan pada saku pengurang.
  4. Pinjamlah satu ikatan puluhan, jika bilangan yang dikurangi lebih kecil dari bilangan pengurang.
  5. Pindahkan sedotan sisa pada saku hasil
  6. Siswa kemudian menghitung jumlah sedotan yang tersisa pada saku hasil, dan menuliskan hasil yang diperoleh pada jawaban. 
Ulangi kegiatan tadi beberapa kali sehingga siswa benar-benar paham. Setelah siswa memahami materi pengurangan dengan teknik meminjam melalui peragaan tadi, barulah diberikan teknik pengurangan dengan cara yang lain lagi.

Materi dan Media Pembelajaran PowerPoint Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Media Pembelajaran PowerPoint Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

BlogPendidikan.net
 - Powerpoint adalah perangkat presentasi yang paling popular pada saat ini, dengan powerpoint Anda dapat membuat presentasi dengan praktis dan cepat dengan tampilan yang profesional. Pada artikel ini terdapat Materi dan Media Pembelajaran PowerPoint Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang bisa Anda gunakan dalam proses pembelajaran.

Pengertian Power Point

Microsoft Power Point adalah program komputer yang dikhususkan untuk presentasi. Microsoft Power Point ini merupakan pengembangan dari microsoft lainnya. Aplikasi Microsoft Power Point ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskin dan Dennis Austin sebagai presentator untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi Power Point.

Pada 1987, Power Point versi 1.0 dirilis dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. Power Point kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparasi overheadprojector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari Power Point muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.

Kelebihan dan Kekurangan Media Power Point

Hujair AH. Sanaky, mengemukakan bahwa aplikasi powerpoint mempunyai keunggulan, diantaranya adalah :
  1. Praktis, dapat digunakan untuk semua ukuran kelas.
  2. Memberikan kemungkinan tatap muka dan mengamati respon dari penerima pesan.
  3. Memberikan kemungkinan pada penerima pesan untuk mencatat.
  4. Memiliki variasi teknik penyajian dengan berbagai kombinasi warna atau animasi.
  5. Dapat digunakan berulang-ulang.
  6. Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar karena kontrol sepenuhnya pada komunikator.

Menurut Hujair AH. Sanaky, mengatakan bahwa selain mempunyai kelebihan, power point juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah :

  1. Pengadaan alat mahal dan tidak semua sekolah memiliki.
  2. Memerlukan perangkat keras (komputer) dan LCD untuk memproyeksikan pesan.
  3. Memerlukan persiapan yang matang.
  4. Diperlukan keterampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk menggunakannya.
  5. Menuntut keterampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide yang baik pada desain program komputer power point sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan.
  6. Bagi pemberi pesan yang tidak memiliki keterampilan menggunakan, memerlukan operator atau pembantu khusus.
Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang bisa Anda manfaatkan dalam proses pembelajaran. Untuk materi pembelajaran silahkan Anda unduh pada tautan di bawah ini.

Media dan Materi Pembelajaran Power Point SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 :

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 6 : DISINI
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 5 : DISINI
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 4 : DISINI
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 3 : DISINI
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 2 : DISINI
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1 : DISINI

Demikian tentang Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint (PPT) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi Anda dalam Proses pembelajaran. Terima kasih dan jangan lupa tuk berbagi,

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

7 Jenis dalam Menentukan Media Pembelajaran Yang Menarik dan Ekonomis

Menentukan Media Pembelajaran Yang Menarik dan Ekonomis, Ini 7 Jenisnya

BlogPendidikan.net
- Media pembelajaran merupakan alat bantu bagi guru untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Tuntasnya suatu proses pembelajaran tentunta didukung dengan sarana atau media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi siswa, yang mudah diaplikasikan dan di pahami guna mencapai tujuan suatu proses pembelajaran. 

Guru memilih media pembelajaran harus berdasarkan karakter dan pola materi yang akan diajarkan, media yang tepat berdasarkan karakter materi akan memudahkan guru dalam mengajar dan mencapai hasil yang memuaskan pada saat evaluasi dan penilaian. Media pembelajaran ini sangatlah penting. 

Guru jangan hanya mengandalkan penjelasan dengan berbicara menjelaskan tanpa henti, sesekali buatlah media pembelajaran yang menarik agar kejenuhan siswa bisa teratasi dan tentunya mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.


I Nyoman Sudana Degeng (1993) menyatakan bahwa ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan guru/pendidik dalam membuat media pembelajaran, yaitu: 

1. Tujuan instruksional
2. Keefektifan
3. Siswa
4. Ketersediaan
5. Biaya pengadaan
6. Kualitas teknis

Dalam pembuatan media hal-hal yang harus diperhatikan adalah tujuan pembelajaran, keefektifan media, kemampuan peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas media, biaya, fleksibilitas, dan kemampuan menggunakannya serta alokasi waktu yang tersedia.

Untuk memilih dan menentukan media pembelajaran yang tepat, menarik dan ekonomis bagi siswa, berikut 7 jenisnya :

1. Flipchart

Flipchart adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai kalender berukuran 50X75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21X28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat pada bagian atasnya. Flipchart dapat digunakan sebagai media penyampai pesan pembelajaran. 

2. Flash Card

Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25X30cm. Gambar-gambarnya dibuat menggunakan tangan atau foto, atau memanfaatkan gambar/foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran-lembaran flashcard. Gambar-gambar pada flashcard merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan keterangan setiap gambar yang dicantumkan pada bagian belakangnya. Flashcard hanya cocok untuk kelompok kecil siswa tidak lebih dari 30 orang siswa. Kelebihan flashcard antara lain mudah dibawa, praktis, gampang diingat, menyenangkan.


3. Flanelgraf Flanelgraf

Media pembelajaran yang berupa guntingan-guntingan gambar atau tulisan yang pada bagian belakangnya dilapisi ampelas. Guntingan gambar tersebut ditempelkan pada papan yang dilapisi flanel yang berbulu sehingga melekat. Ukuran papan flanel adalah 50X75 cm, dipergunakan untuk pembelajaran kelompok kecil 30 orang. Kelebihan Flanelgraf antara lain gambar-gambar yang moveable dapat menarik perhatian siswa, siswa dapat berperan aktif untuk memindahkan objek gambar yang ditempelkan, pembelajaran dapat disetting sesuai dengan kebutuhan yaitu individual maupun secara kelompok. Dalam setting kelompok siswa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, menyusun gambar atau objek tiga dimensi yang ditempelkan pada papan flanel.

4. Bulletin board

Bulletin board adalah papan yang khusus digunakan untuk mempertunjukkan contoh-contoh pekerjaan siswa, gambar, bagan, poster, dan objek dalam bentuk tiga dimensi. Pada umumnya Bulletin board berukuran 160X80 cm. Kelebihan bulletin board antara lain dapat menciptakan minat belajar, dan minat berkarya pada diri siswa, mempersatukan semangat kelas dengan membangkitkan rasa memiliki bersama dan tanggung jawab bersama, mendorong siswa untuk berkarya dan menciptakan produk, berinisiatif memecahkan masalah dan sebagai sarana berkompetisi. Antara kelas dalam satu sekolah akan saling berlomba untuk menunjukkan hasil yang terbaik yang disajikan dalam Bulletin board. Hal ini bernilai positif karena siswa akan berlomba untuk menjadi yang terbaik. 

5. Media dari barang bekas

Dalam pembelajaran media apapun dapat digunakan termasuk barang-barang bekas. Selain murah barang bekas juga mudah didapatkan seperti Koran bekas, botol bekas, kertas bekas, plastik bekas dan lain-lain. Misalnya dalam pembelajaran ekternalitas kita dapat menggunakan kertas dan Koran bekas yang dianggap sebagai sampah di mana hal itu mengakibatkan ekternalitas bagi orang lain. Kertas bekas dapat dipergunakan dalam pembelajaran produktivitas dengan membuat buku atau produk lain dengan bahan kertas bekas atau dalam pembelajaran marginalism dengan membuat produk dari bahan bekas kemudian tenaga kerjanya ditambah secara terus-menerus sementara faktor yang lain tetap. 

6. Multi media dengan powerpoint

Powerpoint salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relatif murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk penyimpanan data (data storage). Kelebihan Power point antara lain: dapat menyajikan teks, gambar, film, sound efek, lagu, grafik, dan animasi sehingga menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat, mudah direvisi, mudah disimpan dan efisien, dapat dipakai berulang-ulang, dapat diperbanyak dalam waktu singkat dan tanpa biaya, dapat dikoneksikan dengan internet.


7. Penggunaan Musik dalam Media Pembelajaran

Dengan multi media powerpoint sangat mungkin untuk memasukkan unsur musik dalam media pembelajaran. Musik berfungsi untuk menimbulkan suasana yang memudahkan siswa mencerna informasi. Musik juga menimbulkan ketertarikan siswa, mengurangi kebosanan. dan mempengaruhi kejiwaan pendengarnya, jika sajian informasi lebih bersifat ajakan persuasif maka diperlukan musik dengan bit yang cepat dan semangat. Sebaliknya jika pesan bertema kesedihan dan musik yang ditampilkan bernada ceria maka akan menimbulkan kejanggalan. Dengan demikian diperlukan pemilihan musik yang sesuai.

Itu dia penjelasan mengenai bagaimana menentukan dan memilih media pembelajaran yang tepat, menarik dan ekonomis, semoga 7 jenis media pembelajaran diatas bisa menjadi referensi Bapak dan Ibu guru di sekolah.

Kenali Metode Mengajar Siswa Kelas 1 SD Bermain Sambil Membaca Dengan Kartu Kata

Metode Mengajar Siswa Kelas 1 SD Bermain Sambil Membaca Dengan Kartu Kata

BlogPendidikan.net
- Mengajar dikelas rendah terutama di kelas 1 SD membuthkan perhatian extra, proses pembelajarannya sedikit berbeda dari kelas tinggi, dimana kelas 1 sangat membutuhkan bimbingan, penjelasan dan perhatian penuh. Bagaimana melakukan proses pembelajaran agar siswa kelas 1 SD bisa lebih mengenal dan membaca dengan sempurna.

Banyak pengalaman guru-guru yang gagal dalam menghadapi siswa kelas 1 SD, Menerapkan metode atau model seperti apa yang diterapkan pada siswa kelas 1 SD agar lebih cepat mengenal dan membaca dengan baik.

Kartu kata adalah kartu yang berbentuk lembaran-lembaran persegi panjang atau bentuk yang lainnya (bentuk buah, binatang dan lain-lain) yang bertuliskan kata-kata yang mudah dicerna anak-anak terutama yang masih berusia balita. Dengan menggunakan kartu kata kegiatan pembelajaran dapat dilakukan sambil bermain.

Metode bermain kartu kata ini digunakan sebagai penguatan penguasaan siswa atas keterampilan membaca yang dimiliki. Jadi, siswa seharusnya sudah memiliki dasar pengenalan huruf dan kata, siswa sudah bisa membaca sedikit-sedikit namun belum lancar. Sebaiknya metode bermain kartu kata ini digunakan pada bulan-bulan setelah jeda tengah semester pertama tahun pelajaran baru, karena pada bulan-bulan ini sebagian besar siswa kelas 1 SD biasanya sudah memiliki kemampuan dasar membaca.

Adapun langkah-langkah persiapan dan pelaksanaannya menggunakan metode kartu kata pada siswa kelas 1 SD sebagai berikut :

Persiapan 

1. Menginventarisasi dan menentukan kata-kata yang akan diajarkan dalam pembelajaran sesuai tema. Misalnya, temanya adalah “menjaga kebersihan badan”, maka kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang terkait dengan menjaga kebersihan badan. Contohnya: mandi, sabun, segar, tiga, dua, baju, bersih, mencuci, air, dan lain-lain (guru dapat memilih kata-kata yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa)

2. Membuat kartu kata, berupa kertas kover (asturo, buffalo) yang dipotong persegi panjang ukuran 20 cm x 8 cm, berisi kata-kata yang sudah dipilih di atas, satu kata satu huruf.

3. Membuat kartu suku kata, berupa kertas yang dipotong kecil-kecil berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 cm x 8 cm, berisi suku kata dari kata-kata yang terpilih pada poin 2. Misalnya kartu kata mandi, maka kartu suku katanya ada dua yaitu man dan di. Warna kertas pada kartu suku kata sebaiknya dibedakan dari warna kartu kata agar anak lebih mudah memilih.

4. Menyiapkan papan planel sebagai tempat menempel kartu kata atau kartu suku kata. Apabila papan planel tidak ada, guru dapat menggunakan meja siswa atau lantai kelas sebagai hantinya.

Langkah-langkan pembelajaran dengan metode kartu kata

1. Guru menanyakan beberapa kata yang terkait dengan kegiatan menjaga kebersihan badan kepada kelas secara umum. Setiap kata yang disebutkan anak, guru menempel kartu kata di papan planel, kemudian meminta anak untuk mengulangi mengucapkan kata tadi bersama-sama.

2. Variasi mengucapkan kata bisa dilakukan, misalnya dengan menanyakan ke seluruh kelas, bisa menyuruh beberapa siswa membaca, atau menanyakan kepada siswa bagaimana membacanya.

3. Kegiatan ini dilakukan hingga semua kata terkait tema yang sudah disiapkan dapat ditempel di papan planel.

4. Selanjutnya, guru menyuruh siswa berlatih membaca kata-kata yang tertempel di papan planel dalam hati, waktu kira-kira 10 menit. Yang belum tahu bagaimana membacanya dapat bertanya kepada teman di sebelahnya.

5. Guru dapat menugasi beberapa siswa untuk memilih beberapa kata yang tertempel, kemudian mencari pasangannya yaitu kartu suku kata. Kartu suku kata ini dipasang di bawah kartu kata, dan siswa membacanya keras-keras.

6, Guru membagi siswa di kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mencari kelompok lain sebagai pasangan bermain.

7. Satu kelompok mengambil dua atau tiga kata dari yang tertempel di papan, kemudian kelompok lainnya membuat kalimat berdasarkan kata-kata yang dipilihkan oleh kelompok lain.

8. Harus dipastikan bahwa setiap kelompok mendapatkan giliran memilih kartu kata dan membuat kalimat berdasarkan kartu kata terpilih.

Kartu kata sangat bermanfaat dalam proses pebelajaran di kelas 1 SD dengan metode kartu kata siswa belajar sambil bermain dengan menggunakan rangkaian kata yang terdapat pada kartu kata. Demikian semoga tulisan ini bermanfaat, dan jangan lupa berbagi.